Dasar anak malas...
Ayo berenang dikali ajah...
Buat apa belajar kalo akhirnya cm dapet nilai, bukan dapet duit...
Hehehe
 
 RyoBerry®


-----Original Message-----
From: Kang Prie <[email protected]>

Date: Thu, 2 Jul 2009 10:15:40 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [BekaKak] wtsharing: Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? 
        Menyusul Besan


btw.. ada yg dah ngerjain lom.
 besok di kumpulin yak.??nyontek donk..!!!
gw lom ngerjain neh... xixixiixixi


2009/7/2 [agiel] <[email protected]>:
>
>
> jgn lupa jum'at dikumpulin ya anak2.
>
> 2009/7/2 Andi Betedz Ochep <[email protected]>
>>
>>
>> iya.. ditunggu tulisan soal kong kalingkong Megapro....
>> biar lengkap :D
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: "ryolix" <[email protected]>
>> To: "Bekakak" <[email protected]>
>> Sent: Wednesday, July 01, 2009 6:12 PM
>> Subject: Re: [BekaKak] wtsharing: Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK
>> ?
>> Menyusul Besan
>>
>> > Yang MeGa ada ga???
>> > Biar mantab....
>> >
>> > Masalah sahih ga nya ga usah dipikirin...
>> >
>> >  RyoBerry®
>> >
>> >
>> > -----Original Message-----
>> > From: MD Panjaitan <[email protected]>
>> >
>> > Date: Wed, 01 Jul 2009 17:29:44
>> > To: <[email protected]>
>> > Subject: [BekaKak] wtsharing: Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ?
>> > Menyusul Besan
>> >
>> >
>> > biar berimbang ahhhh:-)
>> >
>> > *Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? Menyusul Besan*
>> > Oleh saricantika - 28 Juni 2009
>> > http://public. kompasiana. com/2009/ 06/28/ipar- istri-dan- anak-sby-
>> > akan-masuk- kpk-menyusul- besan/
>> >
>> > <http://public.kompasiana.com/2009/06/28/ipar-istri-dan-anak-sby-akan-masuk-kpk-menyusul-besan/>,
>> >
>> > Pernyataan SBY yang menyebut bahwa KPK sudah menjadi lembaga super body,
>> > serta perintahnya kepada BPKP untuk mengaudit KPK, tak lepas dari
>> > skenario SBY untuk mengobrak-abrik KPK. Selain dilatari dendam lantaran
>> > besannya Aulia Pohan dijebloskan ke penjara oleh KPK, SBY sudah mulai
>> > cemas; bisnis keluarganya sedang diselidiki KPK.
>> > Pernyataan- pernyataan SBY selama ini yang memuji langkah KPK dalam
>> > memberantaskorupsi itu hanya manuver politik semata dan sekadar untuk
>> > pencitraan. Padahal sebenarnya SBY sangat panik karena kini KPK yang dia
>> > rancang sedemikian rupa untuk kepentingannya, kini tidak dapat SBY
>> > kontrol lagi.
>> > SBY sendiri sekarang sudah mulai cemas dengan manuver KPK yang mulai
>> > melirik bisnis keluarganya. Juga, KPK saat ini sudah mulai “menembak”
>> > orang Partai Demokrat, dengan menyeret salah satu tokoh penting Partai
>> > Demokrat, yakni Jhony Allen dalam kasus pembangunan sarana pelabuhan di
>> > wilayah Indonesia Timur.
>> > Inilah salah satu alasan mengapa SBY ingin membubarkan KPK. Jika itu
>> > tidak dihentikan, bisa-bisa KPK akan terus saja melakukan manuvernya
>> > untuk mengusut korupsi keluarganya dan juga orang-orang Demokrat.
>> > Sebetulnya SBY tidaklah benar-benar serius memberantas korupsi, terbukti
>> > dengan lambannya pemerintah mengeluarkan Perpu Pengadilan Tipikor,
>> > karena proses pembuatan UU Pengadilan Tipikor di DPR hingga saat ini
>> > masih belum jelas bentuknya. Sementara DPR sendiri sudah akan berakhir
>> > masa tugasnya September mendatang.
>> > * *
>> > *Korupsi Besan SBY: Aulia Pohan*
>> > KPK telah berhasil mengungkap korupsi besan SBY, mantan Deputi Gubernur
>> > Bank Indonesia (BI)* Aulia Tantawi Pohan*. Dan kini Aulia telah masuk
>> > penjara dijerat dengan kasus dugaan korupsi dana Yayasan Pengembangan
>> > Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar. Kasus ini berawal sejak
>> > tahun 2000. Saat itu, tekanan publik terhadap BI sangat besar akibat
>> > skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
>> > Tim Penuntut Umum menuntut Aulia Tantawi Pohan empat tahun penjara dalam
>> > perkara dugaan penyelewengan dana Yayasan Pengembangan Perbankan
>> > Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar pada 2003.
>> > Aulia dituntut bersama dengan tiga mantan Deputi Gubernur BI yang lain,
>> > yaitu Maman H. Somantri, Bunbunan Hutapea, dan Aslim Tadjuddin. Ketiga
>> > mantan pejabat BI itu juga mendapat tuntutan yang sama.
>> > Dana YPPI sebesar Rp100 miliar itu diduga digunakan untuk bantuan hukum
>> > para mantan pejabat BI. Aulia Pohan dan terdakwa lainnya diduga
>> > menyetujui pemberian bantuan melalui mekanisme RDG.
>> > Para mantan pejabat BI itu adalah mantan Direksi BI, Hendro Budianto,
>> > Paul Sutopo, dan Heru Supraptomo. Mereka menerima bantuan masing-masing
>> > sebesar Rp10 miliar.
>> > Selain itu, para terdakwa juga menyetujui memberikan dana Rp 25 miliar
>> > kepada mantan Gubernur BI Sudradjad Djiwandono dan Rp13,5 miliar kepada
>> > mantan Deputi Gubernur BI Iwan R. Prawiranata.
>> > Selain memberikan bantuan kepada para mantan pejabat BI, para terdakwa
>> > juga diduga menyetujui pemberian uang sebesar Rp 31,5 miliar kepada DPR
>> > melalui anggota DPR Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu. Pemberian itu
>> > untuk memperlancar amandemen UU BI dan penyelesaian masalah Bantuan
>> > Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
>> > Atas perbuatan itu, Aulia dan terdakwa lain dijerat dengan pasal 3 jo
>> > pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20
>> > tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat
>> > (1) kesatu KUHP.
>> > *KKN Kel. Ani Yudhoyono & Kel. Hatta Rajasa*
>> > Saat ini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi keluarga SBY di
>> > *PowerTel*. Perusahaan penyedia jasa infrastruktur backbone internet ini
>> > merupakan perusahaan yang melibatkan keluarga *Ani Yudhoyono *dan
>> > keluarga *Hatta Rajasa*.
>> > Dalam susunan pejabat teras PowerTel duduk *Hartanto Edhie Wibowo*, adik
>> > kandung Ani Yudhoyono, sebagai komisaris utama dan nama *Retno
>> > Cahyaningtyas*. Sedangkan Di jajaran direksi ada dua anggota keluarga
>> > Hatta Rajasa, yakni Ketua DPW PAN Sumatera Selatan *Achmad Hafisz Tohir*
>> > dan *Jon Erizal*.
>> > Hubungan mesra antara Hatta Rajasa dengan keluarga Cikeas disinyalir
>> > terjalin sejak lama. Saat politisi berambut perak itu menguasai
>> > Departemen Perhubungan. Sehingga wajarlah jika muncul dugaan apabila
>> > PowerTel mendapat kemudahan dari pihak Dephup, dalam hal ini dengan *PT
>> > Kereta Api (KA)*.
>> > Ketika Hatta menjabat sebagai Menhub, nama Hartanto, Hafisz dan Jon
>> > Erizal disinyalir selalu bermain di berbagai proyek di lingkungan
>> > Dephub. Bermodalkan hubungan darah dengan kekuasaan, ketiganya cukup
>> > disegani di lingkungan Dephub.
>> > Kabarnya, menurut sumber, beberapa proyek yang mereka garap adalah
>> > pembangunan *double track serta infrastruktur pendukung kereta api
>> > jurusan Tanah Abang-Serpong. Proyek tersebut menghabiskan dana APBN
>> > 2006-2007 senilai Rp 333 miliar*. Proyek lainnya, pengadaan* 16 unit
>> > kereta api listrik (KRL) bekas asal Jepang, senilai Rp 44,5 miliar*.
>> > Belakangan proyek KRL eks Jepang itu, dipertanyakan banyak kalangan
>> > karena dinilai kemahalan.
>> > Tak hanya itu, di sector pembangunan sarana transportasi laut, tak lepas
>> > dari pantauan mereka. Termasuk penyelenggaraan diklat di lingkungan
>> > Dephub, masuk dalam kuasa mereka. Sejak itu, temali perkawanan Hatta
>> > dengan Cikeas berjalan mulus. Apalagi Hatta termasuk menteri yang
>> > loyalitasnya tegak lurus kepada SBY.
>> > *Korupsi Eddy Baskoro Yudhoyono dan Gatot Suwondo di BNI*
>> > Sementara itu kini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi *Eddy Baskoro
>> > Yudhoyono *dan* Gatot Suwondo* di BNI. Ada berbagai manuver yang
>> > dilakukan Gatot dan Eddy untuk membobol BNI, Gatot sang paman bertindak
>> > sebagai Dirut BNI dan Eddy Baskoro bertindak selaku nasabah penerima
>> > pinjaman. Ditengarai jumlah dana yang dimainkan berkisar ratusan milyar
>> > rupiah, antara lain dalam bentuk kredit macet dan dana-dana lain yang
>> > sedang ditelusuri KPK, dengan* total dana sekitar Rp. 600 milyar*.
>> > Gatot M Suwondo Dirut BNI adalah ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
>> > pria itu menikahi adik perempuan dari Ani Yudhoyono. Dari awal
>> > pengangkatan Gatot menjadi Dirut BNI sempat menggegerkan BNI dan dunia
>> > perbankan, mengingat kinerja Gatot yang dibawah rata-rata direktur bank.
>> > Dalam RUPS yang digelar 6 Februari 2008, susunan direksi baru BNI
>> > dibentuk. Susunan direksi BNI adalah Dirut Gatot Mudiantoro Suwondo,
>> > wakil dirut Felia salim yang sebelumnya menjabat komisaris independen.
>> > Direktur : Achmad Baiquni, Bien Subiantoro, Suwoko Singoasto, Krishna
>> > Suparto, Darwin Suzandi, Ahdi Jumhari Luddin, Doddy Virgianto, Yap Tjay
>> > Soen. Posisi komisaris utama diberikan ke Erry Riyana Hardjapamekas yang
>> > sebelumnya adalah ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
>> > Eddy Baskoro Yudhoyono, anak bungsu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono
>> > pernah terlibat kasus money politic. Harian Bangsa di Ponorogo, Jawa
>> > Timur, menulis bahwa Ibas –panggilan Eddy Baskoro Yudhoyono–
>> > membagi-bagikan uang Rp. 10.000,- kepada masyarakat di daerah
>> > pemilihannya di Ponorogo, Jawa Timur. Anehnya justru karena pemberitaan
>> > itu, ketiga media dijerat dengan pasal pencemaran nama baik.
>> > Nama-nama Keluarga SBY yang tersangkut KPK
>> > 1. Istri - Ani Yudhoyono
>> > 2. Anak - Eddy Baskoro Yudhoyono
>> > 3. Besan - Aulia Tantawi Pohan
>> > 4. Ipar - Gatot Suwondo
>> > 5. Ipar - Hartanto Edhie Wibowo
>> > 6. Ipar - Retno Cahyaningtyas
>> > NOTE:
>> > KALAU SEMUA INFORMASI DIATAS BOHONG, MAS SBY TIDAK PERLU PANIK
>> > NAMUN KALAU INFORMASI DIBENAR, BERSIAPLAH
>> > KARENA CEPAT ATAU LAMBAT PASTI AKAN TERBONGKAR
>> > *Gusti Mboten Sare*
>> >
>> >
>> > --
>> > Salam Sportivitas,
>> > it's not what u ride, but how u ride
>> > U can if U think U can
>> >
>> > KHCC# 028
>> > http://cahkumis.multiply.com/
>> > www.khcc.or.id
>> >
>> >
>> >
>> > ------------------------------------
>> >
>> > see more information about us in www.bekakak.or.idYahoo! Groups Links
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > ------------------------------------
>> >
>> > see more information about us in www.bekakak.or.idYahoo! Groups Links
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>
>
>
> --
> [agiel]
> B 6115 KKU
> -ordinary black scorpio-
> 

Kirim email ke