jgn lupa jum'at dikumpulin ya anak2.

2009/7/2 Andi Betedz Ochep <[email protected]>

>
>
> iya.. ditunggu tulisan soal kong kalingkong Megapro....
> biar lengkap :D
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "ryolix" <[email protected]<hendro.bekakak007%40gmail.com>
> >
> To: "Bekakak" <[email protected] <bekakak%40yahoogroups.com>>
> Sent: Wednesday, July 01, 2009 6:12 PM
> Subject: Re: [BekaKak] wtsharing: Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ?
>
> Menyusul Besan
>
> > Yang MeGa ada ga???
> > Biar mantab....
> >
> > Masalah sahih ga nya ga usah dipikirin...
> >
> >  RyoBerry®
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: MD Panjaitan <[email protected] <b6610ubc%40gmail.com>>
> >
> > Date: Wed, 01 Jul 2009 17:29:44
> > To: <[email protected] <bekakak%40yahoogroups.com>>
> > Subject: [BekaKak] wtsharing: Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ?
> > Menyusul Besan
> >
> >
> > biar berimbang ahhhh:-)
> >
> > *Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? Menyusul Besan*
> > Oleh saricantika - 28 Juni 2009
> > http://public. kompasiana. com/2009/ 06/28/ipar- istri-dan- anak-sby-
> > akan-masuk- kpk-menyusul- besan/
> > <
> http://public.kompasiana.com/2009/06/28/ipar-istri-dan-anak-sby-akan-masuk-kpk-menyusul-besan/
> >,
> >
> > Pernyataan SBY yang menyebut bahwa KPK sudah menjadi lembaga super body,
> > serta perintahnya kepada BPKP untuk mengaudit KPK, tak lepas dari
> > skenario SBY untuk mengobrak-abrik KPK. Selain dilatari dendam lantaran
> > besannya Aulia Pohan dijebloskan ke penjara oleh KPK, SBY sudah mulai
> > cemas; bisnis keluarganya sedang diselidiki KPK.
> > Pernyataan- pernyataan SBY selama ini yang memuji langkah KPK dalam
> > memberantaskorupsi itu hanya manuver politik semata dan sekadar untuk
> > pencitraan. Padahal sebenarnya SBY sangat panik karena kini KPK yang dia
> > rancang sedemikian rupa untuk kepentingannya, kini tidak dapat SBY
> > kontrol lagi.
> > SBY sendiri sekarang sudah mulai cemas dengan manuver KPK yang mulai
> > melirik bisnis keluarganya. Juga, KPK saat ini sudah mulai “menembak”
> > orang Partai Demokrat, dengan menyeret salah satu tokoh penting Partai
> > Demokrat, yakni Jhony Allen dalam kasus pembangunan sarana pelabuhan di
> > wilayah Indonesia Timur.
> > Inilah salah satu alasan mengapa SBY ingin membubarkan KPK. Jika itu
> > tidak dihentikan, bisa-bisa KPK akan terus saja melakukan manuvernya
> > untuk mengusut korupsi keluarganya dan juga orang-orang Demokrat.
> > Sebetulnya SBY tidaklah benar-benar serius memberantas korupsi, terbukti
> > dengan lambannya pemerintah mengeluarkan Perpu Pengadilan Tipikor,
> > karena proses pembuatan UU Pengadilan Tipikor di DPR hingga saat ini
> > masih belum jelas bentuknya. Sementara DPR sendiri sudah akan berakhir
> > masa tugasnya September mendatang.
> > * *
> > *Korupsi Besan SBY: Aulia Pohan*
> > KPK telah berhasil mengungkap korupsi besan SBY, mantan Deputi Gubernur
> > Bank Indonesia (BI)* Aulia Tantawi Pohan*. Dan kini Aulia telah masuk
> > penjara dijerat dengan kasus dugaan korupsi dana Yayasan Pengembangan
> > Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar. Kasus ini berawal sejak
> > tahun 2000. Saat itu, tekanan publik terhadap BI sangat besar akibat
> > skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
> > Tim Penuntut Umum menuntut Aulia Tantawi Pohan empat tahun penjara dalam
> > perkara dugaan penyelewengan dana Yayasan Pengembangan Perbankan
> > Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar pada 2003.
> > Aulia dituntut bersama dengan tiga mantan Deputi Gubernur BI yang lain,
> > yaitu Maman H. Somantri, Bunbunan Hutapea, dan Aslim Tadjuddin. Ketiga
> > mantan pejabat BI itu juga mendapat tuntutan yang sama.
> > Dana YPPI sebesar Rp100 miliar itu diduga digunakan untuk bantuan hukum
> > para mantan pejabat BI. Aulia Pohan dan terdakwa lainnya diduga
> > menyetujui pemberian bantuan melalui mekanisme RDG.
> > Para mantan pejabat BI itu adalah mantan Direksi BI, Hendro Budianto,
> > Paul Sutopo, dan Heru Supraptomo. Mereka menerima bantuan masing-masing
> > sebesar Rp10 miliar.
> > Selain itu, para terdakwa juga menyetujui memberikan dana Rp 25 miliar
> > kepada mantan Gubernur BI Sudradjad Djiwandono dan Rp13,5 miliar kepada
> > mantan Deputi Gubernur BI Iwan R. Prawiranata.
> > Selain memberikan bantuan kepada para mantan pejabat BI, para terdakwa
> > juga diduga menyetujui pemberian uang sebesar Rp 31,5 miliar kepada DPR
> > melalui anggota DPR Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu. Pemberian itu
> > untuk memperlancar amandemen UU BI dan penyelesaian masalah Bantuan
> > Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
> > Atas perbuatan itu, Aulia dan terdakwa lain dijerat dengan pasal 3 jo
> > pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20
> > tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat
> > (1) kesatu KUHP.
> > *KKN Kel. Ani Yudhoyono & Kel. Hatta Rajasa*
> > Saat ini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi keluarga SBY di
> > *PowerTel*. Perusahaan penyedia jasa infrastruktur backbone internet ini
> > merupakan perusahaan yang melibatkan keluarga *Ani Yudhoyono *dan
> > keluarga *Hatta Rajasa*.
> > Dalam susunan pejabat teras PowerTel duduk *Hartanto Edhie Wibowo*, adik
> > kandung Ani Yudhoyono, sebagai komisaris utama dan nama *Retno
> > Cahyaningtyas*. Sedangkan Di jajaran direksi ada dua anggota keluarga
> > Hatta Rajasa, yakni Ketua DPW PAN Sumatera Selatan *Achmad Hafisz Tohir*
> > dan *Jon Erizal*.
> > Hubungan mesra antara Hatta Rajasa dengan keluarga Cikeas disinyalir
> > terjalin sejak lama. Saat politisi berambut perak itu menguasai
> > Departemen Perhubungan. Sehingga wajarlah jika muncul dugaan apabila
> > PowerTel mendapat kemudahan dari pihak Dephup, dalam hal ini dengan *PT
> > Kereta Api (KA)*.
> > Ketika Hatta menjabat sebagai Menhub, nama Hartanto, Hafisz dan Jon
> > Erizal disinyalir selalu bermain di berbagai proyek di lingkungan
> > Dephub. Bermodalkan hubungan darah dengan kekuasaan, ketiganya cukup
> > disegani di lingkungan Dephub.
> > Kabarnya, menurut sumber, beberapa proyek yang mereka garap adalah
> > pembangunan *double track serta infrastruktur pendukung kereta api
> > jurusan Tanah Abang-Serpong. Proyek tersebut menghabiskan dana APBN
> > 2006-2007 senilai Rp 333 miliar*. Proyek lainnya, pengadaan* 16 unit
> > kereta api listrik (KRL) bekas asal Jepang, senilai Rp 44,5 miliar*.
> > Belakangan proyek KRL eks Jepang itu, dipertanyakan banyak kalangan
> > karena dinilai kemahalan.
> > Tak hanya itu, di sector pembangunan sarana transportasi laut, tak lepas
> > dari pantauan mereka. Termasuk penyelenggaraan diklat di lingkungan
> > Dephub, masuk dalam kuasa mereka. Sejak itu, temali perkawanan Hatta
> > dengan Cikeas berjalan mulus. Apalagi Hatta termasuk menteri yang
> > loyalitasnya tegak lurus kepada SBY.
> > *Korupsi Eddy Baskoro Yudhoyono dan Gatot Suwondo di BNI*
> > Sementara itu kini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi *Eddy Baskoro
> > Yudhoyono *dan* Gatot Suwondo* di BNI. Ada berbagai manuver yang
> > dilakukan Gatot dan Eddy untuk membobol BNI, Gatot sang paman bertindak
> > sebagai Dirut BNI dan Eddy Baskoro bertindak selaku nasabah penerima
> > pinjaman. Ditengarai jumlah dana yang dimainkan berkisar ratusan milyar
> > rupiah, antara lain dalam bentuk kredit macet dan dana-dana lain yang
> > sedang ditelusuri KPK, dengan* total dana sekitar Rp. 600 milyar*.
> > Gatot M Suwondo Dirut BNI adalah ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
> > pria itu menikahi adik perempuan dari Ani Yudhoyono. Dari awal
> > pengangkatan Gatot menjadi Dirut BNI sempat menggegerkan BNI dan dunia
> > perbankan, mengingat kinerja Gatot yang dibawah rata-rata direktur bank.
> > Dalam RUPS yang digelar 6 Februari 2008, susunan direksi baru BNI
> > dibentuk. Susunan direksi BNI adalah Dirut Gatot Mudiantoro Suwondo,
> > wakil dirut Felia salim yang sebelumnya menjabat komisaris independen.
> > Direktur : Achmad Baiquni, Bien Subiantoro, Suwoko Singoasto, Krishna
> > Suparto, Darwin Suzandi, Ahdi Jumhari Luddin, Doddy Virgianto, Yap Tjay
> > Soen. Posisi komisaris utama diberikan ke Erry Riyana Hardjapamekas yang
> > sebelumnya adalah ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
> > Eddy Baskoro Yudhoyono, anak bungsu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono
> > pernah terlibat kasus money politic. Harian Bangsa di Ponorogo, Jawa
> > Timur, menulis bahwa Ibas –panggilan Eddy Baskoro Yudhoyono–
> > membagi-bagikan uang Rp. 10.000,- kepada masyarakat di daerah
> > pemilihannya di Ponorogo, Jawa Timur. Anehnya justru karena pemberitaan
> > itu, ketiga media dijerat dengan pasal pencemaran nama baik.
> > Nama-nama Keluarga SBY yang tersangkut KPK
> > 1. Istri - Ani Yudhoyono
> > 2. Anak - Eddy Baskoro Yudhoyono
> > 3. Besan - Aulia Tantawi Pohan
> > 4. Ipar - Gatot Suwondo
> > 5. Ipar - Hartanto Edhie Wibowo
> > 6. Ipar - Retno Cahyaningtyas
> > NOTE:
> > KALAU SEMUA INFORMASI DIATAS BOHONG, MAS SBY TIDAK PERLU PANIK
> > NAMUN KALAU INFORMASI DIBENAR, BERSIAPLAH
> > KARENA CEPAT ATAU LAMBAT PASTI AKAN TERBONGKAR
> > *Gusti Mboten Sare*
> >
> >
> > --
> > Salam Sportivitas,
> > it's not what u ride, but how u ride
> > U can if U think U can
> >
> > KHCC# 028
> > http://cahkumis.multiply.com/
> > www.khcc.or.id
> >
> >
> >
> > ------------------------------------
> >
> > see more information about us in www.bekakak.or.idYahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> > ------------------------------------
> >
> > see more information about us in www.bekakak.or.idYahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
>
>  
>



-- 
[agiel]
B 6115 KKU
-ordinary black scorpio-

Kirim email ke