---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 21 Januari 2004 15:40 UTC



** ANWAR IBRAHIM HARUS TETAP MERINGKUK DI PENJARA

** THAILAND MUSNAHKAN JUTAAN UNGGAS

** RATU BEATRIX KUNJUNGI JALUR KERETA API BIRMA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BUSH SEMPATKAN KAMPANYE PADA
PIDATO STATE OF THE UNION

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERGULATAN POLITIK DALAM NEGERI
SRILANGKA KORBANKAN PERDAMAIAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MAHKAMAH PIDANA DIMINTA SELIDIKI
PELANGGARAN PERANG IRAK OLEH PEMERINTAH BRITANIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEJAKSAAN BELANDA BINGUNG
MENGHADAPI JARINGAN KRIMINAL

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SAMPAI MATIPUN TIONGHOA INDONESIA
MASIH DIDISKRIMINASI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: CALEG, MEMILIKI DAYA PIKAT TERSENDIRI



* ANWAR IBRAHIM HARUS TETAP MERINGKUK DI PENJARA

Mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk sementara harus
tetap meringkuk di penjara. Mahkamah banding Malaysia menolak uang
jaminan baginya. Anwar sangat marah dan mencaci maki hakim. Menurut
Anwar hakim lemah dan menderita amnesia. Tahun 1988, mantan politikus
ini dijatuhi hukuman penjara empat tahun karena korupsi. Tapi hukuman
itu diperpanjang menjadi hukuman penjara sembilan tahun karena
dituduh melakukan sodomi. Menurut Anwar Ibrahim, ia ditahan karena
alasan politik. Menurutnya Perdana Menteri ketika itu, Mahathir
Mohamad bertanggung jawab atas hukumannya. Anwar menyatakan bahwa
Mahathir menganggapnya sebagai pesaing politik. Mahathir Mohamad
meletakkan jabatannya akhir Oktober tahun lalu.


* THAILAND MUSNAHKAN JUTAAN UNGGAS

Thailand akan memusnahkan jutaan unggas dalam upaya mengakhiri
pecahnya kolera unggas di negeri itu. Kementerian Pertanian Thailand
mengumumkan bahwa operasi ini dilakukan di lima propinsi penting.
Kolera unggas mulai melanda Thailand November tahun lalu. Sejak itu
900 ribu unggas dimusnahkan. 30 ribu unggas mati akibat penyakit itu.
Pecahnya kolera unggas sangat merugikan industri unggas Thailand yang
adalah yang terbesar di Asia. Pemerintah Thailand menganjurkan kepada
warganya agar tidak makan telur mentah. Bagi banyak orang, kolera
unggas tidak sebahaya seperti flu burung yang melanda beberapa negara
lain di Asia, di antaranya Vietnam.


* RATU BEATRIX KUNJUNGI JALUR KERETA API BIRMA

Pada hari ketiga kunjungan kenegaraan ke Thailand, Ratu Belanda
Beatrix serta Putra Mahkota Pangeran Willem Alexander mengunjungi
jalur kereta api Birma. Mereka berkunjung ke tempat di mana banyak
orang tewas dalam pembangunan jalur kereta api antara Birma dengan
Thailand. Penjajah Jepang memerintahkan tahanan dari berbagai negara
supaya membangun jalur kereta api ini. Tahanan ini juga terdiri dari
warga Belanda. Sekitar 300 warga Belanda tewas ketika itu. Ini hanya
sebagian kecil dari sekian banyak korban tewas, yang sejauh ini belum
ditetapkan jumlahnya. Beberapa korban dimakamkan di pemakaman khusus
di mana Ratu Beatrix dan Pangeran Willem-Alexander akan meletakkan
rangkaian bunga.


* PEMBANGUNAN KEMBALI IRAK ADALAH TUGAS BERAT

Dalam pidato kenegaraannya Presiden Amerika George W. Bush menyatakan
bahwa pembangunan kembali Irak memang adalah tugas berat, tapi sejauh
ini dilakukan dengan baik. Dalam pidato di Kongres, Bush menyatakan
bahwa Irak tetap mengembangkan program senjata ilegal kalau Amerika
tidak turun tangan. Selain itu sang Presiden menegaskan bahwa berkat
serangan terhadap Irak, Libya menghentikan program pengembangan
senjata pemusnah massalnya. Bush menambahkan bahwa tidak dilancarkan
serangan teror lagi di Amerika sejak serangan 11 September 2001.
Walau demikian ancaman serangan masih tetap ada. Bush juga
mengumumkan rencana reformasi di bidang pelayanan kesehatan.
Rencana-rencana ekonomi harus memulihkan kembali lapangan kerja bagi
para penganggur di Amerika. Untuk menciptakan lapangan kerja maka
dibutuhkan pemotongan pajak. Pidato di Kongres terutama dianggap
sebagai pidato pemilu. Bush berharap dipilih kembali sebagai
Presiden, November mendatang.


* PUTRI NORWEGIA LAHIRKAN ANAK PEREMPUAN

Putri Norwegia Mette-Marit melahirkan seorang anak perempuan. Nama
putri kecil belum diumumkan. Mette-Marit adalah isteri Putra Mahkota
Pangeran Haakon. Anak mereka adalah pewaris tahta kedua kerajaan
Norwegia. Beberapa dasawarsa mendatang putri kecil ini akan menjadi
Ratu pertama Norwegia dalam 600 tahun. Undang undang Norwegia
menetapkan bahwa hanya laki-laki saja yang berhak menduduki tahta.
Tapi ini diubah tahun 1990. Putri Mette-Marit telah mempunyai seorang
anak laki-laki dari pernikahan sebelumnya.


* PIET HEIN DONNER DUKUNG DEWAN JAKSA AGUNG

Menteri Kehakiman Belanda Piet Hein Donner tidak ingin agar diadakan
kesepakatan dengan kaum penjahat. Bahkan apabila berkaitan dengan
keamanan jaksa penuntut. Dengan demikian Donner mendukung pendapat
dewan jaksa agung yang berselisih mengenai hal ini dengan pihak jaksa
penuntut.

Sebuah tim yang terdiri dari jaksa penuntut belakangan menyatakan
ingin mencapai kesepakatan dengan seorang penjahat. Sebagai imbalan
penjahat ini memberi mereka informasi mengenai ancaman nyawa terhadap
jaksa penuntut Amsterdam Koos Plooy. Tapi pihak kejaksaan tidak
mengijinkan hal itu. Masalah ini kemudian menimbullkan krisis dalam
kejaksaan. Menteri Donner membantah krisis itu. Menurutnya ini hanya
masalah perselisihan pendapat saja.


* GEORGE TENET DIPANGGIL SEBAGAI SAKSI

George Tenet, Direktur dinas intelijen Amerika CIA dipanggil sebagai
saksi dalam proses peradilan terhadap mantan Kepala Badan Intelijen
Peru Vladimiro Montesinos. Dalam kasus ini Montesinos didakwa
bersalah atas penyelundupan senjata. Ia membeli senjata di Yordania
bagi gerakan pemberontak Kolombia FARC. Walau tidak memiliki bukti,
tapi kehakiman Peru menyatakan mempunyai informasi bahwa CIA terlibat
dalam penyuplaian senjata ini. Dengan demikian CIA berupaya menekan
pemerintah Amerika supaya meningkatkan kucuran dana kepada tentara
Kolombia. Dana ini dipakai untuk pemberantasan terhadap para
pemberontak dan perdagangan narkoba. Juga seorang mantan pejabat CIA
di Lima dipanggil sebagai saksi. Mantan Kepala Badan Intelijen
Vladimiro Montesinos dianggap sebagai otak di belakang perdagangan
senjata. Ia adalah tangan kanan Presiden saat itu, Alberto Fujimori.


* BERITA BURSA

Rabu ini bursa saham Eropa dibuka dengan sedikit laba. Bursa bursa
Eropa terutama diwarnai oleh makin meningkatnya harga minyak,
kerugian dalam sektor telekomunikasi dan euro yang makin mahal.
Indeks Amsterdam AEX mencatat 354,52 poin, yaitu 0,27 poin atau 0,1
persen lebih tinggi dari Selasa kemarin. Satu euro bernilai 1,2655
dolar.

Ketika ditutup bursa saham Tokyo Nikkei Index mencacat 11.002,39
poin. Yaitu kerugian 110,71 poin atau 0,9 persen. Karena Tahun Baru
Cina, bursa Hongkong dan Singapura hanya dibuka setengah hari saja.
Bursa Hongkong mau pun Singapura tutup dengan keuntungan 1,3 persen.


* BUSH SEMPATKAN KAMPANYE PADA PIDATO STATE OF THE UNION

Presiden Amerika Serikat, George W. Bush berpidato di depan Dewan
Kongres, Rabu pagi tadi. Pada pidato tahunan State of the Union ini
Bush menengok setahun belakang di mana perang Irak memecah belah
politik dalam dan luar negeri. Bush juga menyempatkan berkampanye
untuk pemilu tahun ini. Presiden Bush juga sempat menyebut Belanda
negara yang juga mengirim pasukan di Irak, untuk menepis anggapan
bahwa pemerintahan Bush tidak melibatkan kalangan internasional dalam
urusan Irak. Lebih lanjut ulasan koresponden Renout van Waghtendonk
dari Washington.

George Bush:
Sebagian kritisi mengatakan bahwa tugas kita di Irak harus melibatkan
kalangan internasional, kritikan semacam ini tidak dimengerti
mitra-mitra kita seperti Britania, Australia, Jepang, Korea Selatan,
Filipina, Thailand, Italia, Spanyol, Polandia, Denmark, Hungaria,
Bulgaria, Ukraina, Rumania dan Belanda.

Presiden Bush menggunakan sebagian besar pidato kenegaraan State of
the Union, untuk kesekian kalinya membenarkan perang Irak. Bush
memperkenalkan, pemimpin dewan pemerintahan sementara Irak yang hadir
di kursi publik, kepada Dewan Kongres.

George Bush:
Malam ini kami dengan hormat memperkenalkan pemimpin besar Irak,
kepala dewan pemerintahan Irak Annand Pechachi. Amerika akan bersama
anda dan rakyat Irak akan membangun negara yang merdeka dan damai.

Amerika jadi lebih aman, sekarang Saddam Hussein sudah ketangkap.
Dunia jadi lebih baik karena Amerika Serikat memaksa tuntutan PBB,
demikian Bush. Ia menyebut contoh pemimpin Libya, Muammar Khadaffi,
yang berjanji menghentikan program senjata pemusnah massal. Diplomasi
akan berhasil, kalau kita bertindak seperti apa yang kita katakan,
dan berkat perang Irak, tidak ada lagi orang yang meragukan ucapan
Amerika Serikat, demikian Bush.

George Bush:
Kolonel Khadaffi pada tempatnya telah mengungkapkan bahwa negaranya
akan lebih baik dan lebih aman tanpa senjata pemusnah massal.
Sembilan bulan perundingan terus-menerus Amerika Serikat dan Britania
berhasil di Libya. Tapi 12 tahun diplomasi dengan Irak, tidak.

Seorang presiden yang tetap pendirian, tidak pernah ragu dan selalu
mengambil keputusan yang tepat. Itulah kesan yang ingin ditebar Bush
kepada rakyat Amerika, mengenai dirinya, di awal tahun pemilu ini.
Gedung Putih ingin mengesankan seakan pidato kenegaraan ini tidak ada
sangkut pautnya dengan politik pemilu, tetapi disela-sela pidato yang
terdengar tidak lain adalah kampanye untuk pemilihan kembali Bush.
Dalam pidatonya muncul tema penting kampanye: serangan 11 September
2001 dan ancaman akan terulang kembali yang harus melekat dalam benak
rakyat Amerika.

George Bush:
28 bulan yang lalu sejak 11 September 2001, dua tahun tidak terjadi
serangan terhadap sasaran Amerika. Sebuah alasan untuk meyakini
ancaman sudah berlalu, anggapan itu bisa difahami. Tetapi ini harapan
dan semu.

Keamanan nasional adalah topik utama yang bisa dipakai Bush untuk
terpilih kembali November mendatang. Ancaman teror memang masih tetap
ada, tetapi kalangan kritis menuduh Bush berusaha menyembunyikan
masalah-masalah lain seperti pengangguran dan cepat melambungnya
defisit anggaran negara. Di bagian ke dua pidatonya presiden
menyikapi masalah dalam negeri berbeda dengan menangani masalah
"keamanan nasional". Bush mendesak Kongres agar menjadikan penurunan
pajak yang bersifat sementara, menjadi tetap. Dan ia meyakinkan
warganya bahwa defisit anggaran 500 milyar akan berkurang separohnya
dalam waktu dekat. Tidak disebutkan bagaimana sang presiden akan
merealisasikannya. Tapi memang tidak ada satu politikus pun yang bisa
menjawabnya pada saat kampanye.


* PERGULATAN DALAM NEGERI SRILANGKA KORBANKAN PERDAMAIAN

Di Srilangka, aliansi politik gubahan presiden Kumaratunga dan
beberapa tokoh kunci partai kiri terus beraksi. Aliansi Kemerdekaan
Rakyat Bersatu, UPF, menyatakan ketidaksetujuan peran Norwegia
sebagai penengah perdamaian dalam konflik dengan Macan Tamil terus
meningkat. Bahkan kelompok tersebut bakal meminta Norwegia segera
angkat kaki dari Srilangka, yang terang saja akan membuat negosiasi
damai terbengkalai. Ini semua terjadi di tengah-tengah situasi
pemerintahan Kolombo yang terpecah belah. Analis Paikiasothy
Saravanamutu dari Pusat Kajian Kebijakan Alternatif di ibukota
Srilangka, Kolombo, mengatakan tidak banyak yang mendukung usulan
tersebut.

Posisi tersebut tidak mendapat dukungan banyak orang. Aliansi baru
Partai Kemerdekaan SLFP, Front Pembebasan Rakyat PLF, memang meminta
agar penengah perdamaian asal Norwegia segera pergi saja. Namun itu
berkaitan dengan fungsi Norwegia sebagai kepala tim monitoring
Srilangka. Selain itu juga tidak bisa dipungkiri ada peningkatan
kekecewaan atas peran Norwegia yang tergambar dalam jajak pendapat.
Banyak warga Srilangka melihat Erik Solheim terlalu condong ke Macan
Tamil. Perannya sebagai ketua pengawasan Srilangka juga dikatakan
tidak efektif.

Tapi itu, lagi-lagi, bukan lantas bisa dipahami bahwa banyak orang
setuju mendukung kepulangan juru runding Norwegia. Karena
bagaimanapun juga perlu dilihat peran Erik Solheim merupakan hasil
keputusan dua pihak, baik pemerintah Kolombo maupun Macan Tamil.
Bahkan lebih jauh presiden Kumaratunga-lah yang mengundang norwegia
untuk aktif terlibat dalam negosiasi damai. Lagipula negara mana lain
pula yang cocok untuk menggantikan peran Norwegia di daerah konflik
utara Srilangka maupun di semenanjung Jafna. Upaya perdamaian ini
sudah dicoba berkali-kali sejak 1985 di mana dilakukan perundingan
tatap muka pertama kali di Thimpu, Bhutan. Saat itu India tampil
sebagai motor perdamaian dan ambruk dalam dua putaran. Norwegia
sendiri tampil di pentas Srilangka sejak tahun 2000, dan sudah pusing
tujuh keliling pula kaibat seringnya proses itu putus tengah jalan.
Sehingga tak terbayangkan kalau pada akhirnya Norwegia juga harus
gulung tikar sebagai juru runding. Rakyat Srilangka-pun tahu akan hal
ini oleh karenanya mereka masih mengharapkan proses damai berjalan
kembali dan tidak mau Erik Solheim cs. segera hengkang.

Yang paling mungkin dilakukan dalam tahap ini adalah sekedar mengkaji
ulang peran Norwegia termasuk fungsi-fungsi yang dilakukan hingga
saat ini. Kemudian melakukan semacam klarifikasi-klarifikasi ataupun
perubahan peran. Selain itu untuk memulangkan Solheim juga harus
lahir dari kesepakatan dua pihak kembali. Tidak bisa sekedar
kpeutusan sepihak Kumaratunga. Perpecahan dalam tubuh pemerintahan
juga ikut berperan dalam usulan untuk memulangkan wakil Norwegia.
Paling tidak ini meperlihatkan siapa versus siapa, dan siapa ini
merasa perlu menunjukan kekuatannya lewat usulam tersebut. Tapi
kendati begitu pemerintah Kolombo harus memilih. Apakah mereka
mementingkan pergulatan politik dalam negeri atau perdamaian di
seluruh wilayah srilangka, yang kini tengah dinantikan warga, yang
kian hari makin tak sabar menanti.


* MAHKAMAH PIDANA DIMINTA SELIDIKI PELANGGARAN PERANG IRAK OLEH
PEMERINTAH BRITANIA

Sejumlah  pakar hukum yang mencoba membuktikan bahwa perang Irak
tidak berdasar hukum, mulai mengirim berkas bukti ke Mahkamah Pidana
Internasional, ICC di Den Haag Belanda. Memang, bagaimanapun juga
perang sudah terjadi, tetapi para pakar hukum sepakat untuk menyeret
pelaku kejahatan perang ke mahkamah. Mereka memusatkan tuduhan pada
penggunaan bom kluster  oleh pasukan Britania pada perang Irak. Masih
dipertanyakan apakah jaksa penuntut di Den Haag Belanda akan
menangani kasus ini. Lebih lanjut rangkuman wawancara dengan salah
seorang pakar hukum, Professor Bill Bowring.

Pengaduan ini tidak tertuju untuk menyeret orang-orang tertentu
tetapi, yang sedang diupayakan adalah menunjukkan apa yang terjadi
dalam perang Irak dan memperlajari kewenangan Mahkamah Pidana
Internasional. Yang sedang dipersiapkan adalah pengumpulan kasus
kejahatan perang yang terjadi di perang Irak tahun lalu. Kemudian
keputusan selanjutnya diserahkan pada Mahkamah. Kalau komisi di ICC
melihat ini sebagai kasus serius dan memutuskan menangani pengaduan
ini maka, ICC akan dilakukan pengusutan lebih lanjut terhadap anggota
pemerintah Britania yang bertanggungjawab. Mereka adalah pihak yang
akan menjadi tertuduh.

Sebagai latar belakangnya adalah, sebelum perang mulai, mayoritas
pakar hukum internasional dari berbagai perguruan tinggi sudah
memperingatkan bahwa alasan mengawali perang Irak tidak didasarai
pada hukum. Para pakar hukum berasal dari berbagai negara seperti
Britania, Irlandia, Prancis dan Kanada berkumpul dan pada umumnya
sangat khawatir dengan alasan perang yang tidak legal itu. Juga
menjadi kecemasan adalah latarbelakang perang itu tidak sah, itu yang
juga harus diperhatikan oleh Mahkamah Pidana.

Disadari ini akan menjadi proses yang panjang dan lama, tetapi kalau
jaksa menangani serius seperti yang diharapkan, maka ini akan
meningkatkan tekanan terhadap pemerintah. Sekalipun bila ini tidak
menjadi proses hukum sepenuhnya, tetapi yang paling utama adalah
pemerintah harus menyadari bahwa setiap keputusan mereka ada
konsekuwensi hukumnya.

Sebagai pakar hukum tidak bisa tinggal diam dan harus ikut
mengupayakan bahwa undang-undang tetap dipatuhi. Para pelaku
pelanggar undang-undang pidana harus bertanggungjawab. Meskipun jaksa
penuntut di ICC yang diangkat April lalu sangat sibuk dan harus
menangani ratusan kasus, tetapi pihak jaksa menunjukkan ketertarikan
akan kasus ini. Dalam dua pekan ini berkas bukti akan diserahkan pada
jaksa penuntut, dan kelanjutnyanya ditangan ICC.


* KEJAKSAAN BELANDA BINGUNG MENGHADAPI JARINGAN KRIMINAL

Menteri Kehakiman Belanda Piet Hein Donner melarang deal atau tawar
menawar dengan para penjahat. Dalam hal ini Donner juga tidak
mengecualikan kasus jaksa Amsterdam Koos Plooy. Plooy diancam akan
dibunuh dan seorang saksi kriminal menawarkan untuk memberi
pernyataan. Tim penyidik bersedia menerima tawaran itu, namun puncak
pimpinan Kejaksaan Belanda menolaknya. Apakah Kejaksaan masih
mempunyai ruang gerak cukup untuk menuntaskan kasus Plooy ini? Lebih
lanjut ulasan redaktur Carin Tiggeloven.

Tawar menawar dengan kaum penjahat sangatlah peka di Belanda. Secara
resmi memang mungkin menggunakan informasi seorang saksi kunci.
Karena saksi kunci itu dapat memberikan informasi penting dengan
imbalan keringaanan hukuman. Namun setelah terbongkarnya kasus IRT-
interregionaal recherche team - tahun 1990an, terdapat banyak selisih
pendapat soal deal dengan kaum penjahat. Ketika itu anggota polisi
IRT regio Belanda Utara/Utrecht nayris berhasil menginfiltrasi penuh
dunia kriminal. Mereka bahkan sampai memperjualbelikan softdrug.
Kemudian dibentuk Pansus untuk menyelidiki cara kerjanya IRT.
Kesimpulan Pansus: deal dengan penjahat merupakan jalan kelaur
terakhir dalam perkara kejahatan terorganisir atau perkara hidup atau
mati.

Dengan kata lain melakukan deal tidak dilarang. Salah satu contoh
deal dengan seorang saksi kunci adalah dalam kasus Johan V. yang
dijuluki si gagap. Dua Jaksa Amsterdam, Teeven dan Witteveen,
melakukan deal dengan dua saksi kunci dari dunia kriminal yang
akhirnya menghasilkan vonis terhadap V. dengan dakwaan penyelundupan
soft drug dan memimpin organisasi kriminal. Mahkamah Agung kemudian
menyetujui penggunaan saksi kunci.

Jaksa Teeven itu kini menangani kasus Plooy. Setelah menerima ancaman
akan dibunuh, Plooy bulan-bulan belakangan dijaga ketat. Menurut
seorang saksi kriminal, ancaman itu berasal dari warga Serbia J. J.
konon juga terlibat likuidasi atau pembunuhan penjahat-penjahat
kakap. Tim penyidik Kejaksaan ingin melakukan deal dengan si J. ini.
Namun puncak pimpinan Kejaksaan melarangnya karena tuntutan saksi
terlalu banyak. Kini pimpinan Kejaksaan mencabut Jaksa Fred Teeven
dari kasus Plooy. Ia juga dilarang membeberkan informasi soal kasus
Plooy. Kendati demikian Kejaksaan tidak menuduh Teeven membocorkan
informasi soal kasus Plooy. Kini tim baru ditunjuk untuk menuntaskan
kasus Plooy ini.

Menurut Menkeh Donner pimpinan Kejaksaan bertindak bijaksana menolak
melakukan deal dengan penjahat walaupun hal itu bisa membuahkan
terobosan dalam kasus Jaksa Plooy. Para Jaksa, demikian Donner,
mendapat posisi istimewa apabila mereka diijinkan melakukan deal
dengan penjahat. Padahal hal ini tidak berlaku bagi orang lain.
Donner juga menyangkal adanya kubu pro-kontra soal deal dengan
penjahat yang kini memecah-belah kalangan Kejaksaan.
Ini memang bukan pertama kalinya Kejaksaan dikritik. Tahun lalu
kejaksaan di Rotterdam terpaksa membebaskan orang-orang yang dituduh
teroris karena kejaksaan dinilai menyalahgunakan informasi yang
diperolehnya dari AIVD - dinas intelijen dalam negeri Belanda - dalam
peradilan teroris itu.

Jadi yang menjadi tanda tanya adalah: sejauh mana kejaksaan mempunyai
ruang gerak dalam menghadapi dunia kriminal? Apakah wewenang
Kejaksaan menyelidiki atau melacak tindakan kriminal harus diperluas?
Penjahat makin lihay dan kejaksaan makin kalah. Bagaimanapun juga
Kejaksaan tak boleh tunduk kepada penjahat. Karena penjahat akan
tetap berupaya merongrong posisi Kejaksaan.


* SAMPAI MATIPUN TIONGHOA INDONESIA MASIH DIDISKRIMINASI

Beberapa jam lagi warga Cina termasuk keturunan Tionghoa Indonesia
bakal merayakan tahun baru. Megawati, presiden RI pun kabarnya akan
mendatangi hari raya Imlek. Tapi mungkin hanya itu yang paling jauh
ia bisa lakukan. Buktinya seorang Tionghoa pejuang kemerdekaan
Indonesia, sekalipun sudah berkorban jiwa raga, hingga sekarang tak
pernah bisa diakui sebagai pahlawan nasional. Penuturan Asvi Warman
Adam, sejarawan peneliti senior LIPI.

Asvi Warman Adam [AWA]: Karena memang belum ada selama ini. Jadi yang
ada itu hanya orang-orang Tionghoa diberi bintang jasa seperti
Mahaputra atau bintang jasa utama dan lain-lain. Seperti Rudi
Hartono. Dan tahun lalu itu Vivi Young dan Tan Tjeng Bok. Tapi itu
masih di bawah gelar pahlawan.

Sebetulnya sudah pernah diusulkan. Tapi mungkin pemerintah masih
setengah hati. Tahun yang lalu saya pernah menulis itu tentang
pengangkatan John Lie. sebagai pahlawan nasional. Tapi nampaknya ada
keberatan dari pemerintah mengenai beberapa hal.

Radio Nederland [RN]: Apa itu keberatan pemerintah Jakarta sampai
tidak mau menjadikan John Lie pahlawan nasional?

AWA: Secara resmi itu tidak disampaikan. Tapi saya pernah mendengar
dari seorang tokoh Tionghoa yang menyarankan supaya kalau diangkat
pahlawan nasional dari kalangan Tionghoa, dari masa silam. Jadi
misalnya kapten Cina yang berontak terhadap Belanda. Tapi menurut
hemat saya John Lie sebetulnya sudah layak untuk menjadi pahlawan
nasional. Dia adalah orang yang berjuang pada tahun 1945 sampai 1950.
Perjuangannya itu luar biasa. Ini diakui juga oleh beberapa orang dan
bahkan sudah ada beberapa buku yang ditulis mengenai John Lie itu.

Saya kira keberatan terhadap pengangkatan John Lie itu karena  dia
dianggap penyelundup. Tapi sebetulnya tidak tepat. John Lie itu
bertugas justru untuk negara. Jadi dia menebus blokade musuh. Dia
mengangkut karet dari Sumatera. Dan itu dipertukarkan dengan senjata
di Malaya. Dan itu dibawa pulang kembali. Untuk itu dia harus menebus
blokade kapal Belanda dan Inggris. Dia hanya memakai kapal yang kecil
dan dia dihadang bukan hanya oleh kapal. Tapi juga oleh pesawat
Belanda dan Inggris.

Ya, mudah-mudahanlah tahun ini saya kira karena alasan untuk
menolaknya itu kurang tepat juga. Kalau dikatakan bahwa dia dari
angkatan laut, angkatan laut pun sudah ada pahlawan seperti Yos
Sudarso. Jadi tidak ada alasan. Tidak harus ada angkatan darat,
pahlawan itu. Demikian juga kalau dia dikatakan beragama Kristen, ya,
ada juga pahlawan kita yang beragama Kristen. Tidak harus Islam.

RN: Masa kan sih, alasan dia Kristen, alasan dia bukan angkatan
darat, alasan dia Cina, membuat seseorang tidak bisa jadi pahlawan
nasional buat Indonesia?

AWA: Nah itu yang menjadi pertanyaan juga bagi saya. Nampaknya
pemerintah masih setengah hati.

RN: Setengah hati atau diskriminatif sebenarnya itu Pak Asvi?

AWA: Ya, masih ragu-ragu.

RN: Diskriminatif dong namanya.

AWA: Boleh dikatakan demikian karena seorang Tionghoa itu tidak bisa
menjadi pahlawan nasional. Padahal kalau John Lie diangkat menjadi
pahlawan nasional, menurut saya itu dampaknya luar biasa. Itu pertama
bahwa terbukti bahwa orang Tionghoa pun sebetulnya bisa berdinas di
dalam bidang kemiliteran. Bahkan bisa menjadi perwira tinggi. John
Lie menjadi Laksama Muda pada akhirnya.

Yang kedua etnis Tionghoa pun juga sama dengan etnis yang lain,
setara. Karena mereka juga berjuang. Terbukti misalnya John Lie
berjuang dalam membela kemerdekaan.

RN: Saya bisa mengerti kalau jamannya Orde Baru, seorang John Lie ini
tidak bisa menjadi pahlawan nasional. Tapi di tengah-tengah era
seperti sekarang ini, ketika Megawati memimpin, ketika suasana
reformasi masih kencang, masa kan seorang Cina, Kristen, bukan
angkatan darat lagi masih sulit menjadi pahlawan nasional. Apa yang
ditakuti sebenarnya?

AWA: Saya kira masih ada keraguan. Kalau orang Tionghoa ini menjadi
pahlawan dari angkatan laut lagi. Apakah itu artinya keran akan
dibuka bagi misalnya kalangan Tionghoa untuk memasuki misalnya
profesi kemiliteran.

RN: Jadi rupanya berjuang buat Indonesia, yang sekarang lagi
bermasalah ini, belum tentu dihargai juga oleh pemerintahnya. Serba
salah dong ini.

AWA: Ya, nampaknya pemerintah masih milih-milih juga untuk menentukan
siapa yang patut dihargai, atau siapa yang mungkin tidak usah
disebut.

RN: Tapi kan jadinya ironis ketika saat sekarang Riyamizard
Endiartono Sutarto, bahkan Megawati sendiri kerapkali menyerukan agar
rakyat Indonesia berjuang demi bangsanya, begitu? Tapi rupanya ada
satu tokoh berjuang, nggak bisa menjadi pahlawan nasional.

AWA: Itu yang menjadi masalah dari masa lalu. Ada orang-orang yang
selalu didiskriminasi.

RN: Tapi yang takut siapa? Pemerintah atau TNI sebenarnya?

AWA: Yang menentukan sebetulnya departemen sosial. Namun dalam
kenyataannya itu lebih banyak ditentukan oleh sekretaris militer
kepresidenan. Dan sekretaris militer kepresidenan itu sekarang
seorang mayor jenderal angkatan darat.

RN: Jadi sebenarnya ironis ya Pak Asvi, artinya sekalipun sudah
meninggal, sudah mati, berjuang buat Indonesia, sampai mati pun masih
didiskriminasi. Ironis sebenarnya.

AWA: Ya itulah kenyataannya.

Demikian Asvi Warman Adam.


* CALEG, MEMILIKI DAYA PIKAT TERSENDIRI

Pada tanggal 27 Januari KPU akan mengumumkan keseluruhan daftar para
caleg parpol. Maka perjuangan awal para caleg selama beberapa bulan
belakangan ini akan segera masuk dalam tahap kedua yakni kampanye.
Menjadi caleg rupanya sangat menggirukan sekali, apakah mereka memang
ingin menjadi penyambung lidah rakyat atau ada motif lain dibelakang
itu? Lebih lanjut laporan Jopie Lasut dari Jakarta.

Akronim atau istilah caleg akhir-akhir ini menjadi sangat digandrungi
oleh masyarakat. Mengapa caleg seakan memiliki daya pikat yang luar
biasa? Dan mengapa pula caleg suatu partai politik, utamanya partai
politik besar menjanjikan masa depan yang baik? Orangpun berani
mengeluarkan Rp 500.000.000,- untuk kursi di DPR RI. Bahkan menurut
seorang Ketua DPP Golkar, uang operasi yang harus disediakan untuk
daerah di Pulau Jawa tidak kurang dari 1 milyar rupiah. Karena itu
untuk suatu propinsi kecil seperti Sulawesi Utara misalnya, ribuan
orang berlomba-lomba berebut formulir caleg. Padahal untuk
persyaratan kesehatan saja masing-masing harus menyediakan lebih dari
Rp 550.000,-.

Seorang pemimpin partai ketika berbicara di depan para kader partai
sekabupaten Minahasa mengatakan anggota DPR Kabupaten paling tidak
akan mendapat gaji Rp 12.000.000, per bulan. Ditambah dengan plus
plus lainnya seperti uang rapat dan lain sebagainya maka baik anggota
DPR RI, DPR Propinsi atau Kabupaten/Kota tersebut total akan mendapat
pemasukan sekitar Rp 24.000.000 per bulan , atau setara dengan Rp
1.440.000.000 dalam 5 tahun masa kerja. Ini tentu sebuah angka yang
cukup fantastis di tengah-tengah kemelut ekonomi saat ini. Siapapun
orangnya pasti tergiur untuk segera mencapai posisi tersebut. Anggota
legislative bisa menjadi jembatan emas atau tangga menuju sebuah
popularitas. Dan itu berarti sejumlah akses ekonomi, hukum dan
politik siap untuk dibuka. Dan limpahan rupiah dengan sendirinya akan
mengalir ke kocek pribadi.

Bung Karno pernah mengatakan 'kemerdekaan merupakan jembatan emas
menuju keadilan sosial'. Ini merupakan penjabaran dari sebuah
perjuangan di tahap revolusi nasional demokratik menuju tahap
revolusi sosialis. Tetapi setelah putri Bung Karno, Megawati
berkuasa, mengingat sulitnya memperjuangkan sosialisme bagi seluruh
rakyat Indonesia, maka para anggota parlemen Orde Reformasi melakukan
jalan pintas. Yaitu memperjuangkan sosial-isme bagi keluarga
masing-masing dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Di samping itu pula bagi para caleg Orde Reformasi sebagaimana halnya
dengan para anggota parlemen semasa Soeharto, jembatan emas- seperti
yang dimaksud oleh Soekarno-, bukan untuk dilalui tetapi untuk
dijarah bagi kepentingan pribadi. Setelah seseorang berhasil menjadi
anggota legislatif bukan sebuah rahasia lagi bahwa bisnis yang
dilakoni sebelumnyapun pasti akan berkembang dengan pesat. Demikian
halnya pekerjaan lainnya seperti pengacara akan mudah mendapat klien
yang dikenalnya lewat jaksa atau polisi. Para anggota DPR tingkat
Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota bisa berkenalan dengan para
petinggi Negara.

Tetapi mudahkah jalan menuju parlemen? Jawabannya adalah Tidak! Di
atas kertas bagi mereka yang tidak memiliki uang, paling minim Rp
10.000.000,- jangan-lah bermimpi untuk menjadi "koboy" di Senayan.
Seorang caleg partai besar misalnya diwajibkan untuk menyuplai
sendiri 2000 bendera @ Rp 25.000 yang berarti Rp 50.000.000,-.
Disamping itu tiap-tiap calegpun diminta kesediaan-nya untuk
membiayai rapat-rapat yang dilakukan oleh partai. Mulai dari tingkat
ranting, anak cabang, cabang hingga tingkat propinsi. Belum lagi
apabila ternyata seorang caleg harus berhadapan dengan pengurus
partai yang serakah. Tentu jumlah yang harus dikeluarkanpun menjadi
bengkak. Dari pengeluaran secara sederhana tersebut saja kita sudah
dapat melihat bahwa hanya mereka yang berkantong cukup teballah
lowongan 'anggota legislatif' di buka secara demokratis.

Diantara para pengurus ranting, anak cabang, cabang dan DPD ada yang
memanfaatkan momentum menjelang pemilu ini untuk memeras para caleg.
"Kalau tidak sekarang kapan lagi kita dapat dana dari orang-orang
ini", kata seorang perempuan yang merupakan anggota pengurus suatu
partai besar di Sulawesi. Karenanya jamak saja kalau muncul gerakan
"ANTI POLITISI BUSUK" seperti yang gencar belakangan ini untuk
mewaspadai para caleg itu. Namun sesungguhnya yang harus diwaspadai
bukan saja para politisi busuk namun juga parpol busuk yang secara
kollektif telah melakukan pelanggaran luar biasa.

Tidak heran jika seorang caleg dari Sulawesi mengatakan bahwa dia
baru sadar telah masuk ke sarang penyamun setelah dirinya secara
intensif masuk ke sebuah parpol besar. Bayangkan saja ketika namanya
masuk ke DPP, ia mendapat nasehat dari seoarng staff bahwa Boss'nya
adalah seorang penyuka Mamon atau uang. Karena itu, Muchtar Pakpahan
Ketua Partai Buruh Sosial Demokrat berharap rakyat nanti memilih
berdasarkan hatinya.

Muchtar Pakpahan:
Kami berharap rakyat benar-benar menikmati pemilihan umum ini. Mereka
melakukan pemilihan, memilih yang mau dia pilih berdasarkan hati
nuraninya.

Demikian Muchtar Pakpahan.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke