---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 03 Januari 2005 16:00 UTC



** BANTUAN INTERNASIONAL DI KAWASAN GEMPA TSUNAMI MULAI BERJALAN

** GREENPEACE SEDIAKAN KAPAL UNTUK DISTRIBUSI ACEH

** 17 TEWAS AKIBAT SERANGKAIAN SERANGAN IRAK

** PERS: SITUASI MEULABOH, NASIB ANAK-ANAK YANG KEHILANGAN ORANG TUA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: 72 RIBU ANAK MENJADI YATIM PIATU

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: NASIB CALANG MASIH BELUM DIKETAHUI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TAWARAN PENGHAPUSAN HUTANG BAGI NEGARA BENCANA 
TSUNAMI HARUS DISAMBUT BAIK INDONESIA



* BANTUAN INTERNASIONAL DI KAWASAN GEMPA TSUNAMI MULAI BERJALAN

Sepekan setelah gempa dahsyat dan tsunami di Asia, operasi bantuan mulai 
berjalan. Helikopter tentara Amerika membantu mengevakuasi korban dan memasok 
barang bantuan di Aceh dan sekitar, wilayah paling parah dilanda bencana. Para 
pilot Amerika sangat tercengang melihat kehancuran di sana. Angkatan Laut 
Amerika juga memberi bantuan di Sri Lanka, untuk tugas logistik. 

Kendati demikian masih banyak korban yang belum terjangkau bantuan. Jumlah 
resmi korban di Sri Lanka mencapai 30 ribu jiwa. Di Aceh dan sekitarnya 95 ribu 
jiwa. Jumlah total korban gempa dan tsunami di Asia diperkirakan mendekati 150 
ribu. 

Sementara itu di ibukota Jakarta, bersiap menyambut pertemuan tingkat tinggi, 
khusus membicarakan bencana tsunami. Kepolisin akan mengerahkan dua pertiga 
dari aparat turun ke jalan untuk mengamankan pertemuan. Akan hadir dalam 
konperensi itu Sekjen PBB, Kofi Annan, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, 
Colin Powell, PM Jepang Junichiro Kuizumi dan John Howard dari Australia. 
Mereka juga akan membicarakan kemungkinan membangun sistem alaram, pemantau 
gempa.


* GREENPEACE SEDIAKAN KAPAL UNTUK DISTRIBUSI ACEH

Organisasi lingkungan Greenpeace memberi asistensi pada organisasi medis Dokter 
Nir Batas dalam memberikan bantuan di Aceh. Greenpeace menyediakan kapal 
Rainbow Warrior untuk mengangkut pangan, obat-obatan dan peralatan. Kapal itu 
akan digunakan mengangkut bahan bakar untuk helikopter Dokter Nir Batas. Dengan 
bantuan kapal Rainbow Warrior ini, Dokter Nir Batas berharap bisa menjangkau 
korban-korban di wilayah terpencil. Kapal ini akan merapat mengisi cadangan di 
Medan, Selasa besok.


* 17 TEWAS AKIBAT SERANGKAIAN SERANGAN IRAK

Tiga serangan di Irak menewaskan 17 orang dan melukai puluhan lain. Satu bom 
meledak di Baghdad. Pelaku meledakkan mobilnya dekat kantor pusat partai 
Perdana Menteri, Iyad Allawi. Tiga orang terbunuh. Saat kejadian, Allawi 
sendiri berada di tempat lain. Di kantor pusat partai Allawai direncanakan akan 
diumumkan calon legislatif pemilu akhir bulan ini. 

Satu bom meledak di pos penjagaan utara Baghdad. Enam anggota garda Irak tewas. 
Dan bom di Tikrit dan Baiji menewaskan delapan anggota Garna Nasional Irak.


* PILPRES KROASIA BUTUH PUTARAN KEDUA


Pemilu pesiden di Kroasia membutuhkan putaran kedua. Presiden berkuasa Stipe 
Mesic, yang semula diduga bakal meraih mayoritas mutlak pada putaran pertama, 
ternyata hanya meraih 49 persen suara saja. Pada putaran ke dua 16 Januari, 
Mesic bersaing dengan wakil perdana menteri, Jandranka Kosor, yang meraih 
posisi kedua dengan 20 persen. 

Di Kroasia, jabatan presiden sejatinya hanyalah serimonial saja. Tetapi posisi 
presiden mendatang ini menjadi penting karena ia harus mengantarkan Kroasia 
jadi anggota Uni Eropa. Kroasia dijadwalkan jadi anggota Uni Eropa pada 2007.


* PENDUDUKAN KANTOR POLISI PERU BISA BERAKHIR SENIN INI


Segerombolan tentara cadangan Peru yang menduduki kantor polisi dan menyandera 
aparat di Peru Selatan, bersedia mengakhiri penyanderaan dan meletakkan senjata 
Senin ini. Demikian diumumkan pemimpin aksi lewat pidato radio. Sekitar 150 
orang tentara cadangan dikomandoi pensiunan mayor, Antauro Humala menyerbu 
kantor polisi, 1 Januari pagi hari. Empat aparat polisi terbunuh dalam aksi 
tersebut. 

Para pelaku menuntut Presiden Alejandro Toledo mundur. Sang presiden menjawab 
dengan perintah pengepungan dan memberlakukan keadaan darurat di propinsi 
Apurimac. Ratusan demonstran di berbagai wilayah mendukung aksi pendudukan. 
Demonstrasi di Arequipa, Tacna dan Puno menyerukan slogan-slogan anti-presiden.


* BURSA EROPA 


Bursa-bursa di Eropa membuka perdagangan tahun 2005, tanpa gerakan yang 
berarti. Indeks AEX di Amsterdam membuka dengan 348 point, peningkatan sangat 
tipis dibanding penutupan 2004. Bursa London dan Tokyo baru buka Selasa besok, 
sehubungan penutupan tahun. 

Nilai tukar euro naik lagi dibanding dolar. Mata uang bersama Eropa, Senin 
siang tercatat 1 dolar koma 35 sen.


* SITUASI MEULABOH, NASIB ANAK-ANAK YANG KEHILANGAN ORANG TUA

Media-media Belanda masih terus menyorot wilayah bencana Tsunami di Asia 
Tenggara. Pada hari ke enam, akhirnya kawasan paling parah Meulaboh Aceh, bisa 
dijangkau regu penolong dan wartawan. Situasi kawasan paling dekat episentrum 
gempa 26 Desember itu, paling mengenaskan. Harian pagi Belanda, de Volkskrant 
memasang foto kota Meulaboh dari udara, hanya sebuah mesjid putih berkubah 
hitam yang masih berdiri sepi ditengah hamparan tanah datar. Meskipun di 
sana-sini masih ada korban selamat yang ditemukan, tetapi enam hari setelah 
kejadian sudah bisa dipastikan tidak lagi yang selamat. Hanya gundukan lumpur, 
kayu papan dinding rumah dan cerita korban yang jadi saksi di sana pernah ada 
kehidupan, demikian de Volkskrant. Para relawan terus mencari dan mengangkat 
mayat dari kubangan-kubangan air. Kondisinya sudah sangat parah, sehingga sulit 
dikenali. 

Seorang relawan kepada de Volkskrant mengatakan, setelah berhari-hari mengurusi 
mayat dirinya jadi kehilangan perasaan, atau bebal rasa. Kemudian Ripal pemuda 
23 tahun, kehilangan semua 17 orang anggota keluarganya. Ripal selamat karena 
kerja di Medan. Setelah berhari-hari tidak berhasil menemukan seorangpun 
anggota keluarganya, ia berdoa saja di kuburan massal dan dia memutus tidak 
akan tinggal lagi di Banda Aceh. "Saya lebih baik tidak membayangkan apa yang 
telah terjadi, karena saya bisa gila", demikian  Ripa kepada de Volkskrant.

Ketika meninjau Meulaboh Presiden SBY mengakui bahwa bantuan pemerintah 
Indonesia terlalu lamban. Ia meminta bantuan kalangan internasional, demikian 
harian Berbahasa Inggris, The International Herald Tribune. Jumlah bantuan yang 
terhimpun sampai sekarang, dua milyar dolar. Jepang menghibahkan paling banyak, 
500 juta dolar atau seperempat dari total. Amerika, setelah dikritik karena 
hanya memberi belasan juta dolar, akhirnya berhibah besar juga 350 juta dolar. 
Setelah semula dikritik, bantuan Washington tidak tanggung-tanggung lagi, 
mereka bahkan mengerahkan angkatan bersenjata beserta helikopter untuk memasok 
barang dan obat-obatan, demikian The International Herald Tribune. 

Solidaritas dan keperdulian dunia terhadap korban bencana Tsunami Asia Tenggara 
ini memang sangat besar, demikian Jan Egeland, pejabat senior PBB, seperti 
dikutip International Herald Tribune. Bantuan datang dari tingkat pemerintah 
maupun inisiatif swasta. Kamis mendatang di Jakarta berlangsung konperensi 
bantuan bencana Tsunami. Uni Eropa selain memberi bantuan ratusan juta, juga 
menggelar mengheningkan cipta tiga menit mengenang para korban.  

50 artis kondang Belanda, menggelar konser amal  untuk korban Asia. Di Inggris, 
Sir Cliff Richard, Boy George dan lainnya meluncurkan tembang khusus berjudul 
"Grief Never Grows Old" Kesedihan tidak akan pernah tua. Anak-anak remaja Eropa 
ikut prihatin dengan nasib sebaya korban Tsunami. Di Belanda, Brussel dan Roma, 
anak-anak rela mengorbankan uang kembang api tahun baru untuk disumbangkan ke 
pundi amal. Bukan hanya pribadi yang tergerak hatinya, tetapi dunia usaha Eropa 
juga ikut memberikan sumbangan sebagai bukti solidaritas dan empati. 
Negara-negara Eropa juga kehilangan ratusan warganya. Wisatawan Eropa banyak 
jadi korban di Thailand dan Sri Lanka, demikian de Telegraaf.

Sementara harian Belanda, Trouw menyorot trauma yang membekas pada anak-anak. 
Puluhan ribu anak kecil, menjadi yatim piatu karena kehilangan orang tua. 
Mereka mengalami trauma dan menjadi takut laut. Relawan medis sementara ini 
memberi obat penenang. Namun untuk jangka panjang jelas dibutuhkan penanganan 
psikhiater. Tapi di Indonesia kekurangan ahli jiwa yang bisa menangani mereka, 
demikian tutur seorang relawan kepada Trouw. Anak-anak adalah korban paling 
rentan. Dari kam penampungan di Medan muncul kasus yang mengarah pada 
perdagangan anak, demikian Trouw.   

Bukan hanya korban langsung yang harus diperhatikan, namun dampak jangka 
panjang juga musti dilihat, demikian Trouw berlanjut. Epidemi bisa menjalar di 
Medan dan tempat lain di luar Aceh. Gejala kolera dan disentri sudah 
bermunculan. Dua relawan medis di penampungan pengungsi Medan mengkritik pihak 
TNI/Polri dan kementrian kesehatan yang sampai sekarang masih belum juga 
beroperasi. "Semustinya pemerintah berupayaagar para pengungsi di karantina 
terlebih dahulu dan diperiksa kesehatannya." Tetapi apa boleh buat, pemerintah 
Indonesia begitu lemah, sehingga semua operasi bantuan harus datang dari luar 
negeri dan organisasi LSM, demikian Trouw mengakhiri tulisan tentang dampak 
Tsunami Asia.


* 72 RIBU ANAK MENJADI YATIM PIATU

Dari sekitar 90 ribu korban tewas tsunami di Aceh dan Sumatra, sepertiganya 
adalah anak-anak. Sekitar 51 ribu kehilangan orang tua mereka. Jumlah anak 
yatim piatu di Aceh akan menjadi lebih besar lagi apabila ditambah dengan 
anak-anak korban konflik bersenjata sebelum gelombang tsunami. Jadi jumlah anak 
yatim piatu saat ini mencapai sekitar 72 ribu anak. Mereka mengalami trauma 
berat dan depresi  serta sangat membutuhkan trauma konseling. Namun sejauh ini, 
anak-anak tersebut luput dari perhatian karena bantuan lebih tertuju pada orang 
dewasa. Demikian penjelasan Aris Merdeka Sirait, Sekjen Komnas Perlindungan 
Anak. Pertama ia mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada bantuan yang 
signifikan kepada mereka. 

Aris Merdeka Sirait [AMS]: Sampai sekarang ini belum ada yang signifikan. Tapi 
Komisi Nasional Perlindungan Anak berencana dan sudah menemui ibu dan bapak 
presiden untuk memberi perhatian secara khusus bagi anak-anak yang mengalami 
trauma berat itu. Komisi Nasional Perlindungan Anak besok akan melakukan 
deteksi dini terhadap anak-anak yang mengalami trauma berat lewat 
permainan-permainan dongeng dan lomba-lomba pertandingan anak untuk mengetahui 
sejauh mana tingkat trauma mereka.

Lalu langkah kedua, tentu kita akan mencoba mengevakuasi, tidak jauh dari Aceh, 
katakanlah di perbatasan Aceh-Medan. Ini langkah berikut yang harus dilakukan.

Lalu langkah ketiga, adalah bagaimana memulihkan tingkat trauma ini sedikit 
demi sedikit lalu kemudian akan dicari jalan keluar lagi apakah perlu adopsi 
atau pengangkatan anak, orang tua asuh,  dan sebagainya.

Radio Nederland [RN]: Dan anak-anak tersebut saat ini masih berada di Aceh, di 
tempat-tempat penampungan pengungsi, begitu Bung Aris?

AMS: Kalau dikatakan di tempat penampungan pengungsi, saya kira tidak pas 
karena tidak layak menjadi tempat tinggal. Mereka berada di trotoar-trotoar 
jalan karena memang sulit sekali terjangkau untuk melakukan evakuasi terhadap 
mereka, paling tidak ke daerah pengungsian. Tetapi memang pada umumnya mereka 
ditempatkan di daerah-daearh atau titik-titik, misalnya di mushola, sekolah, 
kantor camat, dan sebagianya.

Yang jadi persoalan adalah air. Kalau makanan, saya kira mie instan dan 
sebagainya itu begitu banyak mengalir. Tapi persoalannya air. Lalu kemudian 
ancaman berikutnya mengapa kita perlu evakuasi, supaya mereka tidak tertular 
oleh penyakit kolera yang saat ini mengancam siapapun yang ada di wilayah Aceh 
karena belum dapat dibersihkan dengan baik.

RN: Tadi Bung Aris menyebut tentang orang tua asuh dan adopsi. Tetapi dari 
Yayasan Hak Anak, itu merekomendasikan kepada pemerintah untuk tidak mendorong 
masyarakat menjadi orang tua asuh. Bagaimana ini Bung Aris?

AMS: Betul. Salah satu rekomendasi kita juga itu. Adopsi adalah langkah 
terakhir dari proses. Jadi jangan sekarang. Kan kita kritik pemerintah, 
nampaknya dalam kedaan kalut lalu menawarkan adopsi bagi anak-anak Aceh  ini. 
Padahal kita punya undang-undang untuk proses  adopsi itu harus melalui 
prosedur yang benar. Nah, langkah yang harus dilakukan sebelum adopsi dilakukan 
adalah bagaimana memulihkan terlebih dahulu tingkat trauma mereka yang berat.

Lalu pengumuman pemerintah untuk menawarkan kepada masyarakat untuk melakukan 
adopsi adalah langkah terburu-buru karena aturan untuk adopsi dikeluarkan oleh 
pemerintah. Tidak sekedar ditawarkan begitu. Itu kita hambat sekarang. Kita 
minta tolong sekarang supaya presiden tidak lagi mengumumkan hal tersebut agar 
langkah-langkah bantuan psiko sosial dan trauma konseling adalah 
langkah-langkah yang pertama harus dilakukan baru kemudian langkah berikutnya.

RN: Namun sementara ini, proses adopsi sudah terjadi terhadap sebagian dari 
anak anak tersebut.

AMS: Ya, itu lewat pendaftaran di Majelis Ulama Indonesia. Nampaknya mereka 
tidak paham tentang proses adopsi itu. Hanya hanya sekedar reaksi keprihatinan 
sesaat. Bukan berarti itu tidak baik, tapi itu bukan jalan yang terbaik. Oleh 
karena itu saya kira perlu dihentikan dulu. Dan mengevakuasi anak itupun  tidak 
boleh jauh. Paling jauh adalah kota Medan atau perbatasan Banda Aceh dengan 
Sumatra Utara. Tidak mungkin dibawa ke Jakarta dengan suasana yang begitu 
berbeda dengan suasana di Aceh. Secara psikologis itu justru membuat derita 
anak.

Yang kedua kenapa kita tolak adalah karena kita harus mencek dulu siapa 
orang-orang yang mengadopsi itu. Lalu kemudian harus ada tim khsusus yang bisa 
mengkontrol siapa-siapa yang mengadopsi itu supaya tidak terjadi kekerasan yang 
kedua terhadap anak-anak itu dan tidak terjadi trauma yang berulang bagi 
anak-anak Aceh itu. Jadi ada tim nasional yang memantau siapa yang melakukan 
adopsi.

RN: Dalam situasi yang memprihatrinkan ini, muncul pula berita tentang 
perdagangan anak-anak korban bencana di Aceh ini. Bagaimana ini Bung?

AMS: Kecenderungan itu ada. Oleh karena itu harus diantisipasi sejak awal dan 
kita juga sudah wanti-wanti serta bekerja keras supaya proses evakuasi itu 
ditangani secara komprehensif dengan pemerintah. 

Demikian Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait.


* NASIB CALANG MASIH BELUM DIKETAHUI

Keadaan Meulaboh berangsur membaik sesudah bantuan mulai berdatangan ke kota 
itu. Tim bantuan, telah mengevakuasi jenazah-jenazah yang berserak di 
jalan-jalan. Namun demikian, distribusi bantuan masih berjalan cukup sulit 
karena lapangan terbang hanya bisa didarati oleh pesawat kecil saja, sehingga 
bantuan diangkut melalui helikopter. Demikianlah pengamatan Adi Guno, juru 
kamera TransTV yang semalam baru kembali dari Meulaboh.

Adi Guno [AG]: Kondisi Meulaboh sudah mulai membaik artinya jenazah-jenazah 
yang terserak sudah mulai bisa dievakuasai karena datangnya tim bantuan. 
Logistik juga mulai masuk ke kota Meulaboh. Hari-hari yang lalu, mungkin setiap 
15 meter kita berjalan, kita menemukan tubuh manusia yang sudah membusuk. 
Sekarang sudah mulai bisa dievakuasi karena banyaknya bantuan yang datang.

Radio Nederland [RN]: Bantuan-bantuan makanan itu sudah mulai berdatangan di 
Meulaboh?

AG: Ya, sudah mulai berdatangan tapi masih banyak jalan yang terputus 
menyulitkan untuk distribusi bantuan dari Medan atau dari kota-kota lain.

RN: Jadi bandara di Meulaboh sudah bisa didadarati pesawat?

AG: Hanya pesawat kecil saja dari Cessna. Pesawat-pesawat yang lebih besar lagi 
nggak bisa. Hanya helikopter saja yang bisa.

RN: Dan bantuan-bantuan itu dibawa oleh pesawat Cessna tersebut?

AG: Terutama crew seperti petugas TNI atau PLN yang menggunakan Cessna. Kalau 
pesawat barang mungkin ada bantuan dari Singapur pakai Chinook. Lalu armada ke 
tujuh juga sudah merapat di Sabang. Ada helikopter Amerika jenis Black Hawk 
yang bisa kirim bantuan ke Meulaboh.

RN: Tapi mereka tidak mendarat di Meulaboh kan, hanya melempar-lemparkan 
bantuan dari pesawat?

AG: Mereka mendarat. Mereka mendarat. Kalau kemarin mungkin karena kondisinya 
darurat, jadi pesawat jenis Cessna itu yang melempar bantuan ke bawah dan 
akhirnya bantuan itu tidak bisa diterima. Mungkin sesudah dievaluasi akhirnya 
semua bantuan itu didrop dengan heli dan mendarat, tidak di lempar dari udara 
lagi. 

Kondisi yang parah adalah sanitasi di pengungsian. Tim bantuan dari Spanyol 
sudah ada. Terus mereka membuat fasiltas air bersih di sana.

RN: Bung Adi sempat keliling mana saja?

AG: Di Meulaboh, terus ke Simeleu. Di sana ada kota Sinabang. Kotanya hancur 
tapi karena penduduk di sana sudah 'pengalaman' dengan tsunami, karena ada 
cerita turun temurun. Gempa tsunami pertama mereka alami tahun 1907. Saat itu 
satu pulau  bisa dikatakan musnah. Cerita turun temurun itu masih ada di 
Simeleu.

Jadi saat kejadian tanggal 26 kemarin, korban mereka hanya 8 orang tapi 
bangunan banyak yang hancur. Tapi saat-saat terjadi tanda-tanda tsunami itu, 
masyarakat berlarian ke bukit atau ke tempat yang lebih tinggi. Jadi mereka 
selamat. Logistik di Simeleu terputus karena biasanya mereka mengambil 
bahan-bahan kebutuhan pokok itu dari Meulaboh.

RN: Apakah ada bantuan untuk warga Simeleu?

AG: Ada, tapi tidak sebanyak seperti di Meulaboh. Mungkin lebih banyak bangunan 
dan korban jiwa karena penduduknya lebih banyak di Meulaboh dan di Sinabang itu 
mereka mengungsi karena trauma. Tapi relatif lebih buruk kondisinya di 
Meulaboh. Daerah yang belum tersentuh itu daearh Aceh Jaya. Konon dari satu 
kota itu hanya tersisa 30 orang. Saya belum crosscheck ke sana karena akses ke 
sana juga masih sulit.

RN: Tentang Calang, anda mendengar tidak?

AG: Ya itu. Jadi Aceh Jaya itu, ibukota kabupatennya adalah Calang. Jadi Calang 
itu yang katanya tinggal 30 orang. Tapi saya coba ke sana tapi jalan masih 
putus, dan belum ada sampai lewat darat. Dan kondisinya masih rawan. Semalam 
katanya juga ada kontak tembak antara TNI dan GAM di antara Meulaboh dan 
Tapaktuan itu.

Demikian Adi Guno, juru kamera TransTV.


* TAWARAN PENGHAPUSAN HUTANG BAGI NEGARA BENCANA TSUNAMI HARUS DISAMBUT BAIK 
INDONESIA

Intro: Tawaran Kanselir Jerman Gerhard Schroder untuk menghapus utang 
negara-negara yang terkena bencana, seharusnya disambut baik oleh pemerintah 
Indonesia. Indonesia sebaiknya juga mendesak IMF dan Bank Dunia supaya 
meringankan pencicilan utang. Walau begitu, pengamat ekonomi Kwik Kian Gie 
meragukan para menteri ekonomi Indonesia berani bersikap mandiri dan tidak 
melulu membebek keinginan IMF dan Bank Dunia. Lebih lanjut berikut pengamat 
ekonomi Kwik Kian Gie:

Kwik Kian Gie [KKG]: Oh ya  harus diterima. Oleh karena sebetulnya utang luar 
negeri Indonesia itu jumlahnya kan sudah tidak tertahankan lagi. Sebetulnya 
sudah sejak tahun 1999 itu Indonesia sudah tidak mampu membayar. Oleh karena 
itu untuk tahun 1999 selama lima tahun sampai dengan tahun 2003 diberikan 
penundaan pembayaran. Tapi mulai tahun 2004 tidak lagi, karena sudah tidak ada 
hubungan dengan IMF. Nah itu untuk tahun 2004 itu beratnya bukan main. Nah 
sekarang ditambah dengan musibah yang sebesar ini, kalau itu tidak diberikan ya 
memang sulit. Makanya baik sekali kalau ada prakarsa dari Kanselir Jerman, 
Gerhard Schoder.

Radio Nederland [RN]: Bukankah kebanyakan hutang Indonesia kepada negara-negara 
Eropa ini lewat IMF juga?

KKG: Memang. Jadi itu sejak tahun 1967, sejak Pak Harto mengambilalih kekuasaan 
dari Bung Karno, sejak itu sudah dibentuk suatu klub dari negara-negara yang 
memberi utang kepada Indonesia. Dan sejak itu pula bergantian. Yang mengambil 
peran terpenting ketika itu adalah Bank Dunia. Walaupun Belanda yang menjadi 
ketuanya, waktu namanya masih IGGI. 

Kumpulan ini didirikan khusus hanya untuk memberi hutang kepada Indonesia, 
setiap tahunnya tanpa henti sampai sekarang. Tadi yang anda katakan apakah ini 
ada hubungannya dengan IMF, memang oleh karena yang namanya CGI, kumpulan dari 
negara-negara pemberi utang itu dengan Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, IMF 
itu semuanya perilakunya selalu satu. Seperti isebuah kartel yang dipimpin oleh 
IMF. 

Nah sekarang dengan adanya bencana ini Kanselir Schroder secara spontan 
tampaknya tanpa konsultasi dengan IMF, tanpa konsultasi siapapun juga, beliau 
mengatakan hal seperti itu. Nah ini sesuatu hal yang mengejutkan tetapi 
menyenangkan. Memang pengalaman saya selama saya empat tahun di pemerintahan. 
Itu di negara-negara Eropa yang mempelopori Belanda itu nomor satu, karena 
Belanda tidak pernah memberi pinjaman, tetapi selalu memberi hibah yang tidak 
perlu dibayar kembali dan tidak ada bunganya segala. Tapi itupun pengelolaannya 
diserahkan kepada Bank Dunia. Sehingga lembaga-lembaga keuangan internasional 
itu sulit dimengerti untuk saya ya. Maunya "menjajah" gitulah, mau mengatur 
negara lain. 

Nah kalau bicara soal Uni Eropa, Belanda OK itu kita kecualikan karena Belanda 
yang terbaik sejak dulu lah. Nah Jerman ini termasuk negara yang sebetulnya 
merasa tidak enak sejak awal dan mereka mengemukakan juga beberapa usulan 
antara lain debt nature swap segala macam. 

Tetapi semua negara ini kan terikat ke dalam CGI dan CGI nya itu sangat erat 
hubungannya dan apa-apa diserahkan kepada lembaga internasional, dalam hal ini 
IMF. Makanya terjadi hal yang aneh. Jadi tahun 2004 itu Indonesia masih 
membayar tepat waktu seluruh jumlah. Bukan karena Indonesia dianggap sudah 
mampu membayar. Sebaliknya kondisi keuangan pemerintah sangat berat, tetapi 
sebabnya hanya satu yaitu tidak lagi terikat dengan IMF dalam bentuk yang 
paling ketat, Extended Fund Facillity yang isinya sebenarnya tidak lain 
daripada segala sesuatu, segala kebijakan IMF yang mendikte. Sampai 
ancur-ancuran seperti dalam waktu singkat menciptakan utang dalam negeri yang 
lebih besar dari utang dalam negeri. Yang terkenal dengan BLBI, Obligasi Rekap 
dan segala macam itu. 

Menurut pendapat saya ya, reaksi yang pertama dari negara-negara yang memberi 
utang kepada Indonesia kan mempertimbangkan. Lalu IMF mengatakan terlampau dini 
untuk berkomentar karena belum diitung, lagi pula kami mempunyai cushion 
(peringanan, Red.) untuk negara-negara seperti ini, gitu. Sehingga dari situ 
kelihatan kalau memang ada nuansa perbedaan pendapat ya. Cuma Jerman kan negara 
besar, apalagi Uni Eropa secara keseluruhan. Jadi sekarang yang terpenting 
adalah sikap Uni Eropa bagaimana?

Saya memang mengharapkan Uni Eropa mengambil sikap yang indipenden terhadap 
lembaga internasional maupun Amerika Serikat. Tidak perlu mati-matian 
pro-Indonesia tetapi lebih obyektif, didasarkan atas pertimbangan yang lebih 
adil. Gejalanya kan memang Uni Eropa sudah beberapa kali mengambil sikap yang 
indipenden. Tidak mau hanya untuk menjadi ekornya Amerika gitu kan.  

RN: Nah jadi menurut Pak Kwik pemerintah Indonesia yang sekarang harus 
memanfaatkan situasi ini untuk bisa membantu rakyat Aceh, begitu Pak Kwik ya?

KKG: Betul, dan harus ada keberanian. Hanya sepanjang pemerintahan dari Pak 
Harto sampai sekarang, itu cuma ada satu periode pendek sekali, ketika Gus Dur 
menjadi presiden, di mana menteri-menteri Indonesianya berani menyuarakan hal 
yang dianggapnya adil. Selama pemerintahan Gus Dur pun hanya bertahan beberapa 
bulan, ketika itu lalu IMF marah, kan?

Marah, cuma caranya ya mempersulit, gitu segala macam. Pak Rizal Ramli yang 
menjabat sebagai Menko Ekuin meneruskan saya, dia juga kurang lebih sikapnya 
kan sama dengan saya, sehingga sepanjang dia menjadi Menko Ekuin itu hanya ada 
satu letter of intend yang diselesaikan.

Yang ingin saya katakan adalah, tadi anda sudah menyebut Uni Eropa dan komentar 
saya, bagus. Mudah-mudahan ini adalah awal dari sikap yang independen atau yang 
langsung saja dah dengan Indonesia, jangan melibatkan IMF, Bank Dunia dan 
lain-lain. Nah, anda lalu menanyakan mengenai Indonesia. Indonesia yang 
kondisinya justru sulit, oleh karena menteri-menteri ekonomi yang ada itu 
sampai sekarang semuanya adalah orang-orang yang, ya katakan terang-terangan 
saja, termasuk dalam Berkeley Mafia, dan itu pendiriannya sejak awal adalah 
apapun yang dikatakan oleh IMF, apa saja secara mutlak dituruti, walau pun 
kebijakan mereka itu menjerumuskan, menghancurkan Indonesia sendiri, itu juga 
dituruti terus.

Nah ini saya tentu yang paling keras menyuarakan, akan tetapi mulai banyak yang 
sependapat dan sepikiran dengan saya. Cuma sampai sekarang ternyata tidak bisa 
melawan kan. Waktu ibu Mega juga disodori, menteri-menterinya dari IMF. 
Sekarang didikte lagi. Beberapa menteri ekonomi penting itu disodorkan kepada 
Pak SBY, ini harus anda ambil sebagai menteri. Nah ini yang pro IMF semua. 
Pronya bukan pro lagi, mati-matianlah, jadi aneh, semacam vested interest yang 
begitu panjangnya dan sangat berkuasa dalam mengendalikan opini publik.

RN: Kurang nasionalis pokoknya ya?

KKG: O, sangat tidak. Sangat tidak nasionalis.

RN: Dan juga mungkin tidak punya hati untuk rakyat Aceh. 

KGG: Tidak, betul-betul.

RN: Menurut Pak Kwik bagaimana kita bisa merubah sikap semacam ini, kalau 
begitu?

KKG: Ya apa yang saya lakukan, saya masih konsisten dan lebih rajin mencari 
teman, supaya suara yang seperti ini lebih banyak. Sampai sekarang saya 
mendapat dukungan bayak, tetapi silent majority, mereka tidak bersuara. Dan 
yagn aneh adalah bahwa DPRnya juga selalu mengekor. Kalau DPRnya yang mengekor 
itu karena DPRnya biasanya bisa dibeli sih ya, anggota-anggotanya itu.

Demikian pengamat ekonomi Kwik Kian Gie



---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke