--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 04 Januari 2005 15:50 UTC ** BOEING 737 HAMBAT OPERASI BANTUAN DI ACEH ** GUBERNUR BAGHDAD DIBUNUH ** KORBAN TEWAS DALAM AKSI MILITER ISRAEL ** TOPIK ULASAN PERS: INDONESIA PALING MENDERITA AKIBAT TSUNAMI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEMERINTAH AMERIKA KERAHKAN DUA MANTAN PRESIDEN UNTUK HIMPUN DANA BANTUAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JUMLAH KORBAN EROPA AKIBAT TSUNAMI TIDAKLAH BERUBAH ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MEDAN, TEMPAT PENGUNGSIAN SEMENTARA KORBAN TSUNAMI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BURUH MIGRAN DI HONG KONG GALANG BANTUAN UNTUK ACEH * BOEING 737 HAMBAT OPERASI BANTUAN DI ACEH Operasi bantuan di Aceh terhambat akibat sebuah insiden di bandar udara Banda Aceh. Pesawat jenis Boeing 737 diduga menabrak seekor kerbau. Bandara sudah selama beberapa jam tidak bisa dipakai karena pesawat tersebut menghalangi landasan pacu. Bandara Banda Aceh adalah pintu masuk utama barang-barang bantuan dari dan ke Sumatera Utara. Hanya helikopter yang bisa mendarat dan berangkat dari bandara Banda Aceh. * GUBERNUR BAGHDAD DIBUNUH Hari ini ibukota Irak, Baghdad kembali dilanda serangkaian serangan berdarah. Di Baghdad Barat, Gubernur Baghdad, Ali al-Haidri dibunuh. Mobil sang gubernur diberondong peluru. Juga pengawalnya tewas dalam penembakan. Gubernur Al-Haidri adalah pejabat tertinggi yang dibunuh sejak Mei lalu. Ketika itu ketua dewan pemerintahan Irak tewas dalam serangan. Sementara itu, pos penjagaan pasukan keamanan Irak menjadi sasaran serangan bunuh diri. Sepuluh orang tewas dan puluhan orang lainnya terluka. Pos penjagaan satuan elit Irak, dihantam truk penuh bahan peledak. Pos penjagaan saat itu ramai dikunjungi, karena pada saat itu tengah dilakukan pembayaraan gaji bulanan. * KORBAN TEWAS DALAM AKSI MILITER ISRAEL Tujuh warga Palestina tewas dalam aksi militer Israel di Jalur Gaza. Para korban adalah warga Palestina, termasuk seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Menurut warga Palestina, pasukan Israel menembaki sebuah peternakan di Beit Lahiya, Jalur Gaza Utara. Sementara Israel menyatakan bahwa pasukannya menembaki sekelompok militan Palestina bersenjata. Selain itu Israel melaporkan bahwa tidak lama sebelumnya, pemukiman Yahudi di sekitarnya menjadi sasaran serangan granat mortir. * KORBAN TEWAS TSUNAMI TERUS MENINGKAT Jumlah korban tewas di Sumatera akibat gempa laut 26 Desember lalu masih bisa bertambah sepuluhribuan orang. Demikian tandas koordinator PBB Jan Egeland. Dari semua kawasan di Asia, Acehlah yang paling dilanda bencana alam. Jumlah korban tewas di Aceh mendekati 100 ribu orang. Sedikitnya 400 ribu orang lainnya kehilangan rumah. Banyak desa hanyut, dan pelbagai daerah di Aceh hanya bisa dicapai dengan helikopter. Jumlah korban tewas di Asia mendekati 150 ribu jiwa, termasuk ribuan wisatawan asing. Sedikitnya dua juta orang kehilangan rumah. Sementara itu operasi bantuan telah berlangsung di pelbagai negara. Namun kadangkala koordinasi belum berjalan baik. Bantuan dana yang berdatangan dari seluruh dunia mencapai sedikitnya dua milyar dolar. Namun masih dibutuhkan lebih banyak dana lagi untuk pembangunan kembali kawasan bencana. Kamis mendatang, Sekretaris Jenderal PBB akan hadir pada KTT internasional di Jakarta, untuk mengimbau masyarakat untuk tetap menyumbang dana. Dalam hari-hari mendatang, Annan juga berkunjung ke negara-negara lain di kawasan. Juga Menteri Luar Negeri Amerika Colin Powell telah bertolak ke Asia. * JOHAN REMKES DIKRITIK PARLEMEN BELANDA Mayoritas anggota parlemen Belanda mengkritik sikap Menteri Dalam Negeri Belanda Johan Remkes yang sedang berlibur di Thailand. Remkes serta beberapa temannya sering berlibur ke Thailand. Ia berlibur beberapa ratus kilometer dari kawasan bencana Phuket dan Khao Lak, namun tidak mengunjungi para korban atau staf regu penyelamat. Karena itu ia dikritik keras oleh partai buruh PvdA, partai Kristen Demokrat CDA dan bahkan partainya sendiri, yaitu partai konservatif VVD. Partai Sosial SP bahkan berpendapat bahwa sang menteri sebaiknya lengser saja. Remkes berjanji akan mengunjungi tim indentifikasi Belanda di Phuket Rabu besok. * PENDUDUKAN KANTOR POLISI PERU BELUM BERAKHIR Pendudukan kantor polisi di Peru Selatan oleh sekelompok bekas militer belum berakhir. 17 orang disandera. Selain sepuluh orang polisi, para pemberontak juga menahan tujuh penembak jitu yang ditempatkan di sekeliling gedung. Dikabarkan bahwa pemimpin para pemberontak, yaitu mantan perwira Antauro Humala, masih tetap berunding dengan pemerintah. Namun beberapa sumber melaporkan bahwa Humala telah ditangkap. Satu Januari lalu, satuan-satuan cadangan strategis menyerbu pos polisi di propinsi Apurimac, menuntut lengsernya Presiden Alejandro Toledo. Empat orang polisi dan seorang pemberontak dibunuh dalam baku-tembak. * DEMONSTRASI MASSAL DI BUENOS AIRES Di ibukota Argentina Buenos Aires, ribuan orang turun ke jalan, memprotes kebijakan keamanan pemerintah. Para demonstran menuntut lengsernya Walikota Anibal Ibarra yang dianggap bertanggung jawab atas kebakaran di sebuah disko Buenos Aires. Para demonstran juga mengkritik Presiden Nestor Kirchner, yang sedang berlibur di negeri sendiri dan tidak banyak menanggapi kecelakaan. Kebakaran yang terjadi pada pesta pergantian tahun, menewaskan 184 jiwa. Kebakaran terjadi setelah beberapa pengunjung menyalakan mercon. Atap disko kemudian terbakar. Ketika itu, disko dikunjungi sedikitnya 2000 orang, dua kali lebih banyak yang diijinkan. Juga pintu keluar darurat utama ternyata tidak bisa dibuka. * BERITA BURSA Di Eropa, Indeks AEX di Amsterdam dibuka negatif. Indeks AEX turun 0,2% dibuka pada titik 351,31 poin. Satu euro bernilai 1,3420 dolar sen. Sementara di Asia, bursa saham Tokio ditutup positif tahun baru ini. Indeks Nikkei naik seperempat persen mencatat 11.517,75 poin. * INDONESIA PALING MENDERITA AKIBAT TSUNAMI Operasi bantuan di Indonesia berjalan sangat lamban. Demikian tulis harian The International Herald Tribune. Tentara Indonesia yang selama 30 tahun berkuasa di Aceh, seharusnya mampu mengorganisir operasi bantuan setelah gelombang pasang tsunami menghanyutkan separuh Banda Aceh 26 Desember lalu. Namun, hampir semua sopir militer meninggalkan posnya, mencari tempat aman. Bahkan ada sopir yang mengungsi sampai ratusan kilometer dari posnya. Padahal truk-truk itu dibutuhkan untuk membantu korban selamat dan mengangkut mayat-mayat. Indonesia, negara yang paling menderita akibat tsunami, akhirnya tampak sebagai negara yang operasi bantuannya berjalan paling lamban. Demikian International Herald Tribune. Selain itu, Indonesia tampak tidak ingin memahami simpati masyarakat internasional. TNI juga dilukiskan mencurigai bantuan luar negeri. Hal ini dapat dilihat akhir pekan lalu, ketika dua dokter militer Amerika Serikat tiba di Meulaboh untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Namun mereka disambut skeptis oleh beberapa komandan setempat. Mereka disambut dengan pertanyaan "Mengapa Anda di sini?" Demikian tandas seorang perwira Amerika, seperti dikutip harian International Herald Tribune. Masalah terbesar yang menghambat operasi bantuan adalah perang saudara selama tiga dasawarsa. Di Sri Lanka, pemerintah dan gerakan pemberontak mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk sementara akibat krisis ini. Namun tentara Indonesia justru cemas kalangan GAM memanfaatkan situasi kacau akibat bencana ini. The International Herald Tribune berlanjut. Sebelum bencana alam, warga asing dilarang berkunjung ke Aceh. Wartawan harus memperoleh ijin khusus untuk bisa masuk wilayah tersebut. Dan ijin masuk jarang diberikan. Jadi ketika pemerintah dan organisasi asing meminta ijin supaya pesawat pengangkut bantuan bisa mendarat di Banda Aceh, tanggapan pertama pemerintah Indonesia adalah bahwa pesawat-pesawat itu harus mendarat di Medan, 400 kilometer dari kawasan bencana. Akibatnya barang-barang bantuan tertumpuk hampir seminggu di Medan, sebelum bisa mencapai tujuannya. Demikian International Herald Tribune. Sementara jumlah total korban tewas setelah gempa laut meningkat sampai 155 ribu jiwa, operasi bantuan di Aceh masih tetap belum berjalan lancar. Banyak korban selamat belum bisa menerima bantuan. Demikian tulis harian pagi Belanda Trouw. Thailand mengerahkan gajah untuk membersihkan puing-puing dan mengangkat mayat, di daerah-daerah yang sulit dicapai mobil. Sementara di Indonesia, helikopter, termasuk helikopter Britania dan Amerika, terbang bolak-balik, membawa air bersih dan pangan. Namun operasi bantuan di Aceh tidak berjalan lancar, akibat kerusakan berat di kawasan itu. Banyaknya barang bantuan serta banyaknya staf organisasi bantuan yang berdatangan ke kawasan bencana, juga menghambat operasi bantuan. Demikian tulis harian Trouw. Harian pagi De Volkskrant menulis bahwa kebersihan dan air adalah masalah terbesar di Aceh. Tentara Australia membangun instalasi air minum di kawasan itu yang mampu menyediakan 500 ribu liter air minum per hari. Kini air tersebut juga harus mencapai orang-orang yang membutuhkannya. Pemerintah Indonesia sebenarnya bisa mengaturnya. Namun delapan hari setelah gempa laut, tidak ada tanda-tanda masuknya bantuan pemerintah, yang disalurkan ke Aceh. "Pemerintah berupaya bekerja secara sistematis." Demikian tandas juru bicara pemerintah Agus Salim. Selain itu pemerintah Indonesia menghadapi tugas berat. Pemerintahan setempat kehilangan 80% pejabatnya yang dilanda bencana. Dibutuhkan waktu untuk bisa menjalankan operasi bantuan yang lancar. Demikian tandas Agus Salim, seperti dikutip harian De Volkskrant. Dan demikian pula ulasan pers untuk kali ini. * PEMERINTAH AMERIKA KERAHKAN DUA MANTAN PRESIDEN UNTUK HIMPUN DANA BANTUAN Dua mantan presiden Amerika George Bush dan Bill Clinton akan memimpin upaya pengumpulan dana bagi para korban bencana Tsunami di Asia. Pemerintah Washington pekan lalu dikritik tajam karena awalnya Amerika dianggap bersikap pelit. Sampai sekarang Amerika mengumumkan bantuan sebesar 350 juta dolar. Menurut Presiden George W. Bush, masyarakat dan dunia usaha Amerika harus juga turun tangan. Laporan koresponden Reinout van Wagtendonk dari New York. Semula, bantuan Amerika Serikat untuk korban Tsunami hanya mencapai 15 juta dolar. Jumlah itu segera ditingkatkan menjadi 35 juta. Presiden George W. Bush berlibur di Texas dan menanti tiga hari sebelum menyatakan berbela sungkawa. Para pejabat PBB segera menyebut negara-negara barat pelit. Koran berpengaruh The New York Times mengeluh bahwa dana bantuan untuk bencana Tsunami sebesar 15 juta dolar itu kurang dari biaya yang dikeluarkan untuk upacara pelantikan Presiden Bush, beberapa minggu mendatang. Gengsi pemerintahan Bush yang sudah rendah di dunia internasional kembali dirongrong. Sebaliknya ayah Presiden George W. Bush yaitu George Bush dan Bill Clinton tetap dihargai secara internasional walau pun sudah berhenti dari jabatan presiden. Kedua mantan presiden ini seolah meminjamkan prestise mereka ketika menerima pengangkatan sebagai pemimpin aksi itu. Mereka memimpin upaya menghimpun dana dari kalangan swasta dan dunia usaha. Semua bantuan itu memang disambut hangat. Namun setelah kritik yang dilontarkan pekan lalu, bantuan itu juga tampak sebagai upaya memikat masyarakat internasional. Banyak negara tidak menilai baik Amerika Serikat karena perannya dalam perang di Irak. Namun kritik juga dilontarkan terhadap pemerintahan Bush yang menolak menandatangani protokol Kyoto bagi pengurangan gas rumah kaca serta menolak mengakui Mahkamah Pidana Internasional. Kini, ketika Amerika sangat membutuhkan bantuan PBB dan negara-negara lain, maka Bush membutuhkan niat baik untuk bisa membangun kepemimpinan yang kuat di kawasan bencana. Selain bantuan Washington, yang kini mencapai 350 juta dolar, serta sumbangan pribadi dua mantan presiden, yaitu George Bush dan Bill Clinton, presiden George W. Bush juga menunjuk pada peran kemanusiaan militer Amerika di wilayah Lautan Hindia: Pelbagai negara di dunia mengaitkan tentara Amerika dengan perang kontroversial di Irak. Bush: Pasukan Amerika di wilayah Asia sekarang memimpin upaya pemulihan. Amerika menyediakan penerbangan kargo dan mengirim bantuan untuk beberapa hari. Semua itu dijalankan dalam 24 jam sehari. Kita berterima kasih atas kerja keras pasukan Amerika. Pemerintah Bush jelas melihat peluang untuk memulihkan kembali nama baik Amerika di masyarakat internasional. Inilah mengapa Washington pekan lalu, menanggapi ketus dan panik, semua kritik bahwa Amerika terlalu lamban dan kikir. Direktur bantuan kemanusiaan PBB Jan Egeland, yang menyebut negara-negara barat terlalu kikir, menimbulkan kemarahan. Namun tidak hanya itu saja. Amerika bersikap lebih bermurah hati dan Jan Egeland kini malah memuji pemerintah Amerika. * JUMLAH KORBAN EROPA AKIBAT TSUNAMI TIDAKLAH BERUBAH Seminggu sesudah gempa laut di Asia Tenggara, masih belum jelas berapa jumlah orang Eropa yang menjadi korban akibat bencana tersebut. Jumlah resmi korban tewas tidaklah bertambah, tapi perkiraan berdasar jumlah orang yang hilang, mencapai ribuan. Lebih jauh ulasan redaktur Eropa Thijs Papot. Hingga sekarang korban tewas dalam bencana gempa dan tsunami di Asia Tenggara dan Afrika Timur mencapai 144 ribu jiwa. Demikian hasil penghitungan sementara dari berbagai wilayah yang terkena bencana. Selain itu juga dipastikan akibat sapuan air bah tersebut 500 warga asing tewas. Kemudian sekitar 7000an orang dinyatakan hilang, kebanyakan berasal dari Eropa. Untuk yang satu ini, negara-negara Skandinavia menduduki peringkat terparah dengan hilangnya 4000an warga mereka. Swedia secara khusus paling menderita. Foto ratusan wisatawan hilang memenuhi koran-koran Swedia. Menurut pemerintah, sebetulnya jumlah warganya yang hilang hingga Ahad lalu berubah dari 3500 menjadi 2900, sedang jumlah yang tewas menyusut dari 59 menjadi 52. Namun jumlah ini bisa jadi meningkat kembali, seperti yang diungkap perdana menteri Goran Persson saat memberikan sambutan Tahun Baru. "Kami khawatir bahwa banyak dari mereka yang hilang sebenarnya telah meninggal!" ujar Persson. Perdana menteri Swedia ini memperkirakan warganya yang tewas sekitar seribuan orang. Saat tsunami terjadi, sekitar 20 ribuan warga Swedia sedang berlibur di Thailand. Menurut menteri luar negeri Swedia sapuan air bah di Thailand saja telah merengut setidaknya 3300 korban jiwa, dan bisa jadi 4600 turis barat juga tewas di sana. Ini, ujar Hans Dahlgren, wakil menteri luar negeri Swedia, bisa dilihat dari jumlah kontainer pendingin jazad. Satu buah kontainer mempunyai kapasitas 110 jasad. 30 kontainer tersebut sekarang sudah penuh. Namun Swedia masih harus mengirim 12 kontainer pendingin mayat tersebut ke Thailand. Pejabat berwenang di Thailand menyebut hasil penghitungan sementara ada sekitar 2400an jazad turis asing. Tim forensik gabungan internasional yang bertugas untuk mengidentifikasi di Thailand, di mana tim Belanda RIT juga terlibat, sampai saat ini harus bekerja 24 jam setiap harinya untuk mengidentifikasi ribuan mayat. Dari mayat dapat ditentukan dari mana asal jasad tersebut. Kalau upaya macam tersebut gagal, maka mereka menggunakan pola pelacakan DNA dengan mengambil sampel dari jasad, untuk kemudian dicari kecocokannya dengan anggota keluarga yang masih hidup. Sementara itu koran Jerman Die Welt, Senin kemarin, mencatat sekitar 3200 warganya hilang. Pemerintah Jerman membantah angka tersebut, namun juru bicara pemerintah secara halus menyebut angka lebih dari seribu. Angka resmi yang tewas kini sudah 60 orang. Puluhan warga Eropa lainnya yang tewas adalah Inggris, Perancis, Norwegia, Finlandia dan Italia. Belanda sendiri juga punya daftar yang hilang dalam bencana tersebut, yang jumlahnya mencapai 200 orang. Kamis pekan lalu perdana menteri Jan Peter Balkenende menyebut paling tidak ada 500an warga Belanda yang tengah berada di negara-negara sekitar Samudera Hindia yang pada saat itu belum terlacak. Tapi yang pasti sekitar 30 warga Belanda ada di daerah bencana dan sampai sekarang masih hilang. Angka resmi menyebut warga Belanda yang tewas jumlahnya enam orang, yaitu lima di Thailand, dan satu di Srilangka. Karena jumlah yang sedemikian banyak itulah Uni Eropa pada Rabu 5 Januari mendatang, pukul 12 siang akan mengheningkan cipta selama tiga menit sebagai sikap prihatin atas korban dalam tragedi terbesar sepanjang masa tersebut. * MEDAN, TEMPAT PENGUNGSIAN SEMENTARA KORBAN TSUNAMI Para korban gempa bumi dan tsunami di Banda Aceh yang selamat, berupaya meninggalkan kota yang telah menjadi kota mati saat ini. Bagi yang memiliki keluarga di luar kota, maka ke sanalah mereka mengungsi. Namun banyak dari para pengungsi yang tidak memiliki sanak keluarga, mengungsi ke Medan. Di sana mereka ditampung di tempat-tempat pengungsian yang didrikan oleh Departemen Sosial. Namun ada pula sejumlah 20 posko yang didirikan oleh masyarakat untuk menampung para pengungsi tersebut. Salah satunya adalah posko Aceh Sepakat yang didirikan sejak bencana tsunami itu. Demikian dikatakan Fadli dari posko Aceh Sepakat. Fadli: Sejak terjadinya gempa dan tsunami, kami ada mendirikan posko yang menampung seluruh pengungsi terdiri dari macam-macam daerah. Ada Aceh Barat, Timur, dan korban-korban seperti Aceh Selatan, Tapaktuan, Bireun, dan lain-lainnya yang kami tampung di sini. Dan di sini kami berikan makanan yang layak. Kemudian kepada para pengungsi yang sakit, kami juga bekerjasama dengan camat dan Puskesmas untuk mengobati pengungsi yang sakit. Ada yang kami opname di rumah sakit umum. Yang memang dibantu oleh Pemda walikota Medan. Radio Nederland [RN]: Para pengungsi ini datang lewat mana? Fadli: Sebagian besar datang lewat darat, dari Banda Aceh baik melalui truk atau bis. Mereka sampai sini umumnya dalam kedaan lusuh dan kurang bergairah, patah semangat. RN: Selama ini sudah berapa orang yang datang dan pergi? Fadli: Kalau yang datang dan pergi, lebih kurang 500. Untuk posko kami, lebih kurang 500. Dan sebagian besar sudah kita berangkatkan. Yang di sini hanya tinggal lebih kurang 100. Dan pengungsi itu kami pulangkan, ada yang ke Aceh Selatan, dan beberapa daerah lain. Demikian Fadli, dari Posko Aceh Sepakat. Salah satu pengungsi di posko tersebut adalah Mawardi, seorang korban yang selamat walaupun sembilan anggota keluarganya menjadi korban. Saat ini Mawardi sedang bersiap kembali ke kampung kelahirannya di Tapaktuan, yang selamat dari terjangan gelombang tsunami. Mawardi: Waktu kejadian pas kebetulan hari Minggu. Kira-kira pukul delapan itu gempa. Gempa yang sangat kuat. Kira-kira ada berselang 25 menit, di situlah gelombang besar itu, yang mengikis habis kota Banda Aceh. Saya waktu itu ada Lampase, di tempat usaha saya. Sedangkan keluarga di Peniti. Keluarga saya selamat tapi saya kehilangan adik, satu orang dan kakak satu keluarga. Lebih kurang keluarga kami kehilangan sembilan orang semuanya. Saya sangat kecewa dan terpukul tapi saya pikir-pikir, semua ini rata. Semua mengalaminya. Sekarang kami di Banda Aceh tidak bisa lagi berdomisili untuk sementara. Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Jadi sekarang saya akan pulang ke kampung sebentar. Kondisi saya kurang fit, karena saya pada saat terjadinya banjir besar itu berenang. Saya terdampar di Blangpadang, di atas atap paviliun Seulawah. Saat itu, kami lari. Kurang lebih ada 500 orang yang berlarian, tapi yang selamat sekitar 25 atau 30. Yang lain tak tahu kabarnya. Jadi setelah kejadian itu, sayapun sudah trauma sekarang. Saya punya anak kecil. Saya pikir daripada nanti wabah penyakit menular, sengsara, jadi saya keluar dari Banda Aceh, mungkin sebulan ini. Sudah itu saya akan balik lagi. RN: Bisa ceritakan perjalanan dari Banda Aceh ke Medan. Mawardi: Saya naik bis Pelangi. Itulah yang ada ganjal saya karena saya menunggu mobil. Katanya ada mobil gratis. Saya berusaha menunggu, selalu katanya sudah penuh. Jadi saya ambil keputusan, kami patungan, kami naik bis Pelangi. Semalam sedih sekali kami, tidurpun macam gelandangan. Kamipun habis semua harta. Usaha saya hancur. Kendaraan sayapun habis dibawa arus. Jadi saya sekarang mengasingkan diri sementara ke Aceh Selatan, kampung kelahiran saya. Di sana mungkin dibantu sama famili-famili. Itu harapan saya. Begitulah kejadiannya. Jadi orang-orang Aceh itu sekarang banyak yang taruma. RN: Ini kelihatan ramai, sudah mau bersiap-siap ke mana, Saudara Mawardi? Mawardi: Rencana kami, kami dibantu kendaraan gratis. Mobil gratis ke kampung kami di Aceh Selatan. Mungkin ada donatur yang mau menyumbangkan dananya untuk keberangkatan kami ini, daripada terkatung-katung di Medan. Itu bukan kampung kami, cuma untuk pelarian sementara. Kampung halaman kami di Tapaktuan sana. Demikian Mawardi, seorang korban tsunami. * BURUH MIGRAN DI HONG KONG GALANG BANTUAN UNTUK ACEH Kemanusian tidaklah mengenal perbedaan warna kulit, agama, ataupun suku bangsa. Dalam menanggapi bencana di Aceh, berbagai kalangan, negara, kelompok, maupun individu mengulurkan bantuan, apakah itu dalam bentuk tenaga, makanan, uang, atau doa. Semua berupaya membantu sedapat mungkin untuk bisa meringankan penderitaan para korban. Buruh migran Indonesia di luar negri, yang sebenarnya serba pas-pasan, tidak ketinggalan membantu para korban di Aceh dengan menggalang dana dan barang-barang bantuan. Berikut dapat anda ikuti Sumiyati, dari tim Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang berupaya menggalang dana dari teman-teman buruh migran Indonesia di sana. Sumiyati: Kebetulan kami punya sebuah organisasi yaitu IMWU (Indonesian Migrant Workers Union, Red). Nah, di sini IMWU mempunyai beberapa anggota, yang anggotanya lebih dari 1000. Di sini kita mengkoordinir teman-teman anggota IMWU tersebut untuk penggalangan dana ini. Selain itu majikan juga peduli dengan adanya bencana ini. Radio Nederland [RN]: Dana yang sejauh ini sudah bisa dikumpulkan itu kira-kira berapa? Sumiyati: Kurang lebih 10.000 Hong Kong dolar dalam dua hari pengumpulan yaitu tanggal 1 dan tanggal 2 Januari. Sudah berkumpul sekitar 10.000. Selain itu kita juga mengumpulkan barang, pakaian dan makanan. Kami juga sudah mengumpulkan beberapa pakaian yang sudah dipak kemarin. RN: Lalu bantuan tersebut kapan akan dikirim dan melalui siapa? Sumiyati: Kami akan bekerjasama dengan beberapa organisasi lain yaitu yang juga bersangkutan dengan buruh migran itu sendiri. RN: Kami salut sekali dan ini luar biasa bahwa teman-teman buruh migran di Hong Kong peduli terhadap saudara-saudara kita di Aceh yang sedang dilanda musibah. Gagasan pengumpulan dana ini datang dari mana, Mbak Sumiyati? Sumiyati: Ini karena kami IMWU setelah mendengar kabar tersebut, kami juga salut. Dari anggota kita sendiri dari IMWU khususnya ada dua anggota yang berasal dari Aceh dan sanak saudaranya belum diketahui kabarnya. Apakah mereka selamat atau tidak, kita belum tahu. Kita belum mendapatkan informasi tentang keluarga mereka. RN: Bagaimana teman-teman di Hong Kong menanggapi berita tentang bencana di Aceh itu? Sumiyati: Mereka semua pada salut. Warga Indonesia yang di Hong Kong semua pada bersedih. Dengan adanya itu, kami saling toleransi. Selain itu juga karena ada dari anggota kami yang terkena musibah, maka kita tidak boleh berpangku tangan begitu saja. Mereka juga saudara-saudara kita. RN: Bagaimana caranya supaya bantuan ini benar-benar sampai ke mereka yang sangat membutuhkannya? Sumiyati: Kami juga ada gabungan dengan organisasi di Indonesia seperti KOPBUMI atau organisasi yang lainnya, yang mereka juga peduli akan buruh migran. Jadi kita tidak begitu saja mengirimkannya, tapi kita melalui proses tertentu. RN: Di samping teman-teman dari buruh migran yang berada di Hong Kong. Bagaimana tanggapan masyarakat Hong Kong sendiri terhadap bencana itu? Sumiyati: Mereka juga salut. Saya melihat sendiri. Mereka, orang-orang Hong Kong di sini mengumpulkan dana. Selain beberapa organiasi yang ada di Hong Kong, masyarakat di Hong Kong juga benar-benar peduli akan bencana ini. RN: Apakah media masa di sana juga terus memberitakan bencana ini? Sumiyati: Ya. Itu setiap hari dan setiap jam memberitakan masalah ini. Jadi kami mencari informasi dari berita dan dari surat kabar yang masuk. Demikian Sumiyati, dari tim Buruh Migran Indonesia di Hong Kong. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
