--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 10 Januari 2005 16:30 UTC ** OPERASI BANTUAN DI ACEH ALAMI HAMBATAN ** BELUM SEMUA KORBAN TERJANGKAU DI ACEH ** HAMAS DAN JIHAD ISLAM BERSEDIA KERJASAMA DENGAN ABBAS ** TOPIK PERS: MENCARI PENJELASAN TEOLOGIS ATAS BENCANA TSUNAMI DAN SITUASI ACEH SAAT INI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MAHMOUD ABBAS PRESIDEN TERPILIH PALESTINA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: UNI EROPA TINGKATKAN KERJASAMA MEMBANTU KORBAN TSUNAMI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PERJANJIAN DAMAI DI SUDAH, AKAHKAN PERANG BERAKHIR? ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BERBAGAI PIHAK KRITIK KEDATANGAN FPI DAN MMI DI ACEH ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ACEH DITERJANG BENCANA, BAGAIMANA TNI DAN GAM HARUS BERTINDAK? * OPERASI BANTUAN DI ACEH ALAMI HAMBATAN Operasi bantuan di Aceh hari ini mengalami hambatan karena gempa susulan baru serta kecelakaan helikopter. Gempa berkekuatan 6,2 pada skala Richter sempat menimbulkan kepanikan. Namun tidak ada berita mengenai korban. Sedangkan kecelakaan helikopter Amerika terjadi di dekat bandara Banda Aceh. Pesawat tersebut jatuh karena penyebab yang belum diketahui, sedangkan para penumpangya cedera. Sesudah insiden itu, penerbangan bantuan Amerika dihentikan selama beberapa saat. Dua pekan sesudah bencana di Asia, seorang pria Indonesia berhasil diselamatkan. Pria Aceh berusia 22 tahun itu diselamatkan dari laut oleh kapal peti kemas Uni Emirat Arab. Sementara Sekjen PBB Kofi Annan telah mengunjungi Pulaua Maladewa, di mana 82 orang tewas akibat tsunami. Jumlah korban tewas di Asia akibat tsunami mencapai 156.000 jiwa. * BELUM SEMUA KORBAN TERJANGKAU DI ACEH Lembaga-lembaga pemberi bantuan di Aceh melaporkan bahwa masih belum semua korban tsunami 26 Desember, terjangkau. Dari helikopter-helikopter yang terbang di sepanjang pantai barat Aceh, terlihat adanya penduduk yang bertahan hidup dari buah-buah kelapa. Satu-satunya cara untuk mengirim bantuan ke wilayah itu adalah melalui udara. Menurut Program Pangan Sedunia PBB, sebagian besar korban telah mendapatkan makanan, tapi koordinasi bantuan masih sangat bermasalah. Organisasi itu mendesak masyarakat internasional untuk segera mencairkan dana bantuan. Thailand melaporkan kesulitan dalam mengidentifikasi jenazah yang telah mulai rusak dua pekan sesudah bencana. Dari dua ribu jenazah, tidak dapat dibedakan lagi apakah mereka wisatawan atau penduduk lokal. Tim pakar forensik sekarang mengumpulkan DNA dan data-data mengenai gigi untuk identifikasi selanjutnya. Di Thailand, sedikitnya lima ribu orang tewas. * HAMAS DAN JIHAD ISLAM BERSEDIA KERJASAMA DENGAN ABBAS Sehari sesudah pemilihan presiden di Palestina, gerakan radikal Palestina Hamas dan Jihad Islam, menyatakan mereka bersedia bekerjasama dengan presiden baru, Mahmoud Abbas. Hamas berjanji untuk bekerjasama tapi juga memiliki sejumlah tanda tanya terhadap kemenangan gilang gemilang dari Abbas. Jihad Islam menyatakan akan menyelesaikan selisih pendapat dengan Abbas melalui pembicraan. Menurut hasil sementara, Abbas meraih 66 sampai 70 persen suara dan oleh karena itu meninggalkan pesaing utamanya Mustafa Barghouti jauh di belakang. Jumlah pengguna suara mencapai 65 persen. Dalam reaksinya, Abbas, 69 tahun, berjanji untuk mengakhiri kesengsaraan penduduk Palestina. Israel menyatakan harapannya akan era baru di mana perdamaian, dialog, dan kompromi menjadi agenda utama. Perdana Menteri Israel Ariel Sharon ingin segera bertemu Abbas. Presiden Amerika Serikat George Bush menyatakan puas atas jalannya pemungutan suara, dan Abbas bisa mengandalkan dukungan Washington. Pengumuman hasil resmi pemilihan presiden diharapkan hari ini. * PERTEMPURAN TENTARA LAWAN PEMBERONTAK FILIPINA Untuk pertama kali dalam 17 bulan terakhir, kembali pecah pertempuran antara tentara Filipina melawan pemberontak Front Pembebasan Nasional Moro MILF di Filipina Selatan. Sebanyak 13 pemberontak dan delapan militer tewas. MILF kabarnya memulai serangan terhadap sebuah pos tentara di Pulau Mindanao. Aksi itu konon dilakukan untuk membalas kematian seorang saudara pemimpin MILF. Sejak tahun 2000, berlangsung gencatan senjata antara tentara pemerintah dengan MILF. Bulan depan, kedua pihak akan bertemu di Kuala Lumpur Malaysia, untuk membicarakan perjanjian damai. Pemberontakan di Filipina ini telah berlangsung selama 35 tahun. * GADIS VIETNAM MENINGGAL KARENA FLU BURUNG Di Vietnam, seorang gadis berusia 16 tahun meninggal karena flu burung. Ia menjadi korban ketiga dalam dua pekan ini. Gadis tersebut dirawat di rumah sakit pertengahan Desember. Oktober lalu, pemerintah Vietnam mengumumkan bahwa penyakit tersebut berhasil ditangani tapi kemudian muncul kasus baru. Sejak bulan lalu, sudah 30 ribu ayam dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus. Di berbagai wilayah di Vietnam juga diberlakukan larangan transport unggas. Virus flu burung sejauh ini hanya disebarkan melalui unggas, tapi para ilmuwan tidak menutup kemungkinan bahwa virus itu bisa ditularkan dari manusia ke manusia. Apabila demikian, maka akan timbul epidemi di seluruh dunia. * BERITA BURSA Bursa Eropa memulai pekan ini dengan keuntungan tipis. Ini karena pengaruh penutupan di Wall Street yang lebih rendah pekan lalu. Di Amsterdam, indeks AEX naik 0,1 persen sesudah pembukaan pada 335. Bursa Tokyo tutup hari ini sehubungan dengan hari raya nasional. Bursa-bursa lainnya di Asia ditutup lebih tinggi dengan keuntungan terbesar dicatat oleh bursa Seoul, yaitu 0,4 persen. Nilai tukar Euro tercatat $1,3083 * MENCARI PENJELASAN TEOLOGIS ATAS BENCANA TSUNAMI DAN SITUASI ACEH SAAT INI 'Allah menghukum kita, tapi rumahNya selamat', demikian artikel dalam harian pagi de Volkskrant. Umat Muslim di seluruh dunia bertanya-tanya, kenapa bencana itu terjadi, apakah karena warga muslim Aceh tidak mengindahkan Al Quran, atau karena pantai-pantai di Thailand telah menjadi surga perbuatan maksiat? Allah mengerahkan prajuritnya untuk melakukan tindak balasan, demikian Syeik Ibrahim Mudeiri dari Palestina dalam sembahyang Jum'at lalu. Seorang warga Aceh yang menyaksikan desanya hanyut dihantam gelombang tsunami, tapi mesjid di sana tetap berdiri megah mengatakan: "Tangan Allah yang tidak tampak melindungi mesjid itu. Ia menghukum kita karena tamak serta congkak, tapi ia melindungi rumahNya". Sedangkam imam Cut Bukhaini dari mesjid Banda Aceh mengatakan bahwa Allah marah terhadap warga Aceh. Dalam forum diskusi islam, para peserta pada awalnya sangat terkesan dengan kenyataan bahwa bahwa banyak mesjid yang selamat dari amukan gelombang tsunami. Namun seorang peserta memberi alasan bahwa mesjid-mesjid itu dibangun dengan lebih baik. Dan ia menegaskan hal ini dengan memberikan contoh pelbagai kuil Hindu dan Budha, baik di Srilangka maupun Thailand yang juga selamat dari amukan tsunami. Demikian de Volkskrant. Gagasan bahwa bencana tsunami sebagai hukuman Allah tidak saja dipercaya oleh kalangan Muslim tapi juga Kristen dan Hindu. Demikian de Volkskrant. Namun perdebatan mengenai penjelasan keagamaan atas bencana itu, sangatlah marak di kalangan muslim, mungkin karena sebagian besar korban adalah muslim. Di Aceh saja, lebih dari seratus ribu orang menjadi korban. Jadi bencana ini membutuhkan penjelasan. Fakinah adalah sebuah klinik swasta kecil di Banda Aceh. Klinik tersebut dibuka empat hari sesudah bencana, tapi semua stafnya tidak ada lagi, entah karena menjadi korban, trauma, atau mencari keluarga yang hilang. Demikian dijelaskan dokter Lutfi kepada wartawan surat kabar Trouw. Fakinah memiliki 10 dokter, 25 perawat dan dibantu oleh tim luar negri. Pada mulanya, klinik Fakinah menerima sekitar 200 sampai 300 pasien setiap hari. Kebanyakan karena patah tulang dan membutuhkan amputasi. Klinik tersebut hanya memiliki satu kamar operasi sedangan mereka harus melakukan sedikitnya 12 operasi setiap hari. Sekarang klinik tersebut dipenuhi pasien yang menderita luka-luka dan infeksi, infeksi paru-paru, dan diare berat. Kondisi sebagian pasien sangat serius. Empat orang telah meninggal akibat tetanus. 'Kami tidak bisa memberi pertolongan yang baik, karena kami kekurangan obat-obatan dan tidak memiliki kamar intensive care. Di samping itu, kami juga kekurang ambulans untuk mengangkut mereka yang sakit.' Demikian dikatakan dokter Lutfi kepada Trouw. Bencana tsunami menyebabkan ribuan atau bahkan mungkin puluhan ribu anak Aceh menjadi yatim piatu. Belum lagi rasa kesedihan berlalu, muncul berita mengenai sejumlah orang atau kelompok yang menyalahgunakan situasi kacau ini, dengan menculik dan memperdagangkan anak-anak tak berorang tua itu. International Herald Tribune memberitakan, dua orang telah ditahan di Medan karena dicurigai mengambil dua anak Aceh secara tidak sah. Menanggapi ini, Presiden Susilo mengeluarkan larangan adopsi anak-anak Aceh serta melarang anak-anak meninggalkan Aceh. Namun dari cerita-cerita sedih itu, muncul pula setitik harapan. Ada pula orang-orang dan keluarga yang dengan sepenuh hati, merangkul dan melindungi anak-anak tersebut. Chaidir Syamsul misalnya, menjumpai tiga anak yang kebingungan beberapa jam seudah bencana. Ia mengajak mereka ke kamp pengungsi yang didirikannya bersama istri dan anaknya. Dua dari anak tersebut telah menemukan keluarga, sedangkan satu yang tidak memiliki siapa-siapa lagi. Chaidir mengatakan ia menganggap anak itu sebagai anaknya sendiri. Cerita Chaidiri bukanlah satu-satunya cerita yang muncul di tengah-tengah bencana ini. Demikian International Herald Tribune. Dan sekian tinjauan pers kali ini. * MAHMOUD ABBAS PRESIDEN TERPILIH PALESTINA Intro: Pemilihan presiden Palestina Ahad kemarin berlangsung tentram, dan pemenangnya juga sudah diketahui. Berikut laporan korespoden Thomas Loudon dari Ramallah: Sudah terpilih pengganti Yasser Arafat. Itulah Mahmud Abbas, salah seorang pendiri Fatah dan mantan perdana menteri di bawah Arafat. Ia terpilih dengan suara mayoritas sebagai presiden Palestina. Jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya besar, mencapai 70 persen. Dari jumlah itu, 65% memilih Mahmud Abbas. 20% suara diterima oleh calon lain, Mustaffa Barghouti. Dengan begitu Mahmud Abbas yang juga dikenal sebagai Abu Mazen menerima mandat kuat dari rakyat Palestina. Mereka menuntut perbaikan taraf kehidupan, reformasi yang lebih besar lagi dalam otoritas Palestina dan pemulihan proses perdamaian dengan Israel. Pemilihan umum berjalan lancar, walau pun sempat muncul beberapa insiden. Bagaimana tidak? Jumlah pengamat nasional dan internasional mencapai 22500 orang, jadi satu pengamat bagi 78 warga Palestina yang berhak suara. Suasana Tepi Barat Sungai Yordan membenarkan gambaran pemilihan yang berjalan lancar itu. Warga Qalqilya misalnya, mencapai 60 ribu orang. Sejak Israel membangun tembok pembatas, Qalqilya seperti menjadi sebuah teluk. Hanya di wilayah Timur kota ini terdapat penghubung dengan wilayah Palestina lain. Qalqilya sekarang hanya dikelilingi oleh tembok keamanan Israel itu. Untuk bisa masuk Qalqilya, orang harus melewati kontrol pasukan keamanan Israel. Tetapi pada hari pemilihan umum Ahad kemarin keadaannya lain. Pasukan Israel bukan main ramahnya dan orang-orang boleh cepat-cepat melewati pos penjagaan mereka. Tak pelak lagi, inilah janji Israel untuk mempermudah rakyat Palestina menuju tempat pemungutan suara. Suasana Tepi Barat Sungai Yordan tidak banyak berbeda dari Qalqilya. Warga yang antusias, panitia pemilihan yang getol bekerja demikian pula pengamat pemilu yang penuh semangat. Hanya Yerusalem Timur yang tampak tegang. Berdasarkan kesepakatan pada pemilihan umum tahun 1996, hanya sekitar 5300 warga Yerusalem Timur yang boleh menuju ke tempat pemungutan suara. Sisanya harus menuju ke TPS di luar kota. Kalau kemudian ternyata bahwa orang-orang yang sudah mendaftar di Yerusalem Timur tidak melihat nama mereka pada daftar pemilih, maka yang ada hanya kejengkelan besar. Supaya nama orang-orang yang tidak muncul dalam datar pemilih tetap bisa memilih, maka jam buka TPS diperpanjang. Dan itu berarti keuntungan bagi Mahmud Abbas. Para pendukungnya mendorong warga yang belum memberikan suara supaya datang ke TPS, kalau perlu diantar jemput. Senin ini diharapkan hasil resmi akan diumumkan. Tetapi pesta kemenangan sudah dirayakan Ahad malam kemarin. Para pendukung Abbas mengendarai mobil keliling kota Ramallah sambil membunyikan klakson dan melepaskan tembakan ke udara. Sekarang dimulailah kerja yang sebenarnya. Di Israel hari ini kemungkinan besar akan dilantik kabinet baru, kabinet koalisi nasional. Tujuan utama kabinet ini adalah penarikan mundur sepihak pasukan Israel dari Jalur Gaza. Beberapa politisi Israel sudah keluar dengan pernyataan positif pada presiden baru Palestina ini. Tapi semuanya masih harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Israel menuntut bahwa perdamaian baru mungkin terwujud kalau pihak Palestina menghentikan kekerasan dan hal itu berlangsung langgeng. Inilah tugas sangat berat yang harus dijalankan oleh Mahmud Abbas. Hamas memboikot pemilihan umum Ahad kemarin. Para pendukung gerakan militan ini sangat yakin bahwa senjata adalah satu-satunya cara untuk berurusan dengan Israel. Walau begitu, Mahmud Abbas harus bisa merubah pendirian Hamas. Apalagi kalau ia ingin menghidupkan kembali proses perdamaian dengan Israel. * UNI EROPA TINGKATKAN KERJASAMA MEMBANTU KORBAN TSUNAMI Intro: Uni Eropa harus bekerjasama lebih baik dalam mengulurkan bantuan kepada negara-negara yang dilanda bencana tsunami di Asia. Tetapi Uni Eropa tidak boleh mencampuri urusan koordinasi bantuan yang ada di tangan PBB. Ini hanya akan menambah birokrasi sehingga pemberian bantuan menjadi lamban. Itulah kesimpulan penting pertemuan mendadak para menteri luar negeri dan menteri kerjasama pembangunan Uni Eropa Jumat lalu di Brussel. Laporan koresponden Eropa Paul Hazebroek. Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dia menjadi sinis. Menteri Luar Negeri Belanda Ben Bot meragukan apakah dana bantuan 1,5 milyar euro yang dijanjikan 25 negara Uni Eropa bakal terkumpul. Menurut pengalamannya, negara-negara itu memang cepat mengumbar janji, tapi akhirnya tidak memenuhi janji itu, atau setidaknya tidak benar-benar memenuhinya. Jum'at malam, seusai pertemuan Uni Eropa tentang bencana tsunami, Menlu Bot mengkritik negara-negara Uni Eropa yang disebutnya berebutan mau membantu. Tetapi menlu Belanda yakin pemerintah negara-negara anggota Uni Eropa kali ini juga tidak akan menepati janji. Untuk menghilangkan keraguan, Komisi Eropa harus mengawasi agar janji bantuan itu dipenuhi. Tindakan yang akan diambil antara lain adalah mengumumkan negara-negara yang mengingkari janjinya. Berkenaan dengan berapa beaya pembangunan kembali daerah bencana, menurut presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, itu baru bisa diketahui persis bulan Maret setelah jelas kadar kerusakannya. Jerman adalah negara paling darmawan. Negeri ini menjanjikan bantuan 500 juta euro. Britania Raya nomor dua, dengan janji akan mengalokasikan dana bantuan 75 juta euro. Namun para kritisi mengatakan di balik kemurahan Jerman itu ada udang di balik batunya juga. Berlin ingin mengulur waktu untuk memenuhi menutup defisit apbnnya. Jerman sudah tiga tahun mengalami defisit anggaran. Para menteri Uni Eropa itu juga membahas perbaikan pemberian bantuan kalau terjadi lagi bencana seperti itu. Koordinasi harus ditangan PBB. Menlu Belanda Ben Bot berpendapat, negara-negara Eropa tidak boleh campur tangan. Menurut menteri kerjasama pembangunan Belanda Agnes Van Ardenne, kalau PBB yang memimpin, bantuan akan sampai ke tempat tujuan. Tanggal 31 Januari mendatang para menteri luar negeri dan kerjasama pembangunan akan berkumpul lagi. Gagasan-gagasan yang dibahas Jumat lalu, akan dimasukkan dalam rencana kerja berisi janji-janji kongkret. Menurut Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Agnes van Ardenne, juga akan diputuskan pembagian tugas. Misalnya negara-negara Uni Eropa tertentu akan menangani masalah kesehatan, sementara yang lain menggarap infrastruktur dan sarana air bersih. Jerman sudah memberi tahu pihaknya akan bertanggung jawab soal pembangunan sistem peringatan dini gempa dan tsunami di Samudra Hindia. KTT mengenai ini akan digelar akhir bulan ini di Thailand. Pada pertemuan 31 Januari itu para menlu Uni Eropa kemungkinan besar juga akan memutuskan untuk membentuk korps pekerja kemanusiaan sipil yang bisa dikirim segera ke daerah bencana. Menurut Komisaris Uni Eropa Urusan hubungan luar negeri Benita Ferreo-Waldner, korps itu terdiri dari 5000 orang yang sudah bisa dikerahkan mulai 2007. Negara-negara Uni Eropa juga akan menyampaikan rencananya kepada konferensi donor PBB 11 Januari di Jenewa. Operasi bantuan bagi bencana di Asia ini merupakan yang terbesar dalam sejarah PBB. Selasa mendatang semua negara dan pelbagai organisasi dunia akan memutuskan perjanjian jangka panjang. Dan ini memang wajar. Karena menurut pemerintah Indonesia, rekonstruksi Aceh saja akan memakan waktu lima sampai sepuluh tahun. Pada pertemuan di Jenewa itu Belanda akan menjanjikan bantuan lebih banyak. Belanda sudah menjanjikan bantuan 30 juta euro, tapi menurut Van Ardenne pemberian dana itu akan disebar beberapa tahun. Mengenai masalah pembekuan dan malah soal penghapusan utang negara-negara yang kena bencana, dalam Uni Eropa masih ada perbedaan pendapat. G7, tujuh negara terkaya di dunia, Jumat lalu sepakat membekukan utang negara-negara korban tsunami. Sehingga negara-negara bisa memanfaatkan dana yang ada untuk pembangunan kembali. Masalah ini juga akan dibahas di pertemuan Klub Paris. Klub negara donor ini beranggotakan 19 negara, termasuk Belanda. Tetapi Belanda belum tentu mendukung keputusan G7. Menteri Kerjasama Pembangunan Van Ardenne khawatir di Indonesia misalnya, dana itu akan dikorup. Jumat lalu menlu Belanda Ben Bot mengatakan selain Sri Lanka, tidak ada negara korban tsunami yang menginginkan moratorium utang luar negeri. Negara-negara ini merasa sanggup membayar utangnya. * PERJANJIAN DAMAI DI SUDAH, AKAHKAN PERANG BERAKHIR? Intro: Dengan penandatanganan perjanjian perdamaian akhir pekan lalu, maka berakhirlah perang tertua Afrika, dan salah satu konflik penting di benua ini. Sebagian besar perang di Afrika tidak punya tujuan jelas. Perang di Sudan Selatan adalah perang pembebasan, sebuah perang di mana para pemberontak pada prinsipnya patut mendapat dukungan. Lebih jauh laporan koresponden Koert Lindijer. Perasaan warga kulit hitam Sudan Selatan non Islam, bahwa mereka ditindas oleh penduduk kulit coklat Arab di Sudan Utara, sudah umum diketahui. Karena itu keinginan Sudan Selatan untuk merdeka, juga sudah tersebar luas. Apabila diselenggarakan referendum bagi warga Sudan Selatan, maka dapat dipastikan mayoritas warganya akan memilih merdeka. Banyak warga Sudan Utara cemas bahwa kesepakatan damai akan menghancurkan tanah air mereka. Karena, setelah masa interim enam tahun, warga Sudan Selatan akan lepas dari pemerintahan Sudan. Tapi pemimpin pemberontak John Garang, akhir pekan lalu menyatakan, ini adalah kesempatan terakhir untuk secara sukarela mencapai kesatuan. "Pemerintah harus menunjukkan kepada warga Sudan Selatan bahwa kesatuan adalah sesuatu yang bagus. Upaya ini bisa dilakukan melalui investasi di Selatan." Demikian tandas Garang. Inti perang di Sudan Selatan dan konflik terbaru di Darfur, Sudan Barat, adalah soal terpojoknya kaum miskin di Sudan: Semua kekuasaan berada di tangan sekelompok warga Arab di Sudan Utara di Lembah Niger di sekitar Khartoum. Muncullah rasisme yang harus membenarkan pertikaian terhadap kelompok-kelompok masyarakat miskin. Selain rasisme kulit putih-hitam, Afrika juga mengenal rasisme kulit coklat-hitam, yang berasal dari perdagangan budak. Warga kulit hitam ingin melepaskan diri dari rasisme macam itu. Perjanjian damai adalah suatu kompromis, dan bukan dampak kemenangan militer. Selain itu juga bukan merupakan jaminan akan berakhirnya sikap rasis terhadap warga kulit hitam di Sudan. Dua tokoh utama di Sudan setelah penandatanganan perjanjian damai, adalah Presiden Beshir dan lawannya dalam perang, yaitu pemimpin SPLA Johan Garang. Dalam pidatonya Beshir menunjuk pada arti bersejarah kesepakatan tersebut. "Ini bukan hanya perjanjian antara Sudan Utara dan Sudan Selatan saja, namun sekaligus merupakan cara batu bagi semua warga Sudan untuk hidup bersama. Sudan akan menjadi contoh toleransi di Afrika. Dengan kesepakatan ini, maka kita bisa cepat menemukan jalan keluar bagi konflik di Darfur. Dengan perjanjian ini, maka kita ini memulihkan kembali hubungan dengan Eropa dan Amerika." Demikian tandas Presiden Beshir. Warga Sudan Selatan, dan para pemberontak SPLA punya keberatan terhadap perjanjian damai, terutama karena kesepakatan ini tidak langsung menghasilkan kemerdekaan. Beberapa bulan lalu SPLA bahkan terancam bubar karena beda pendapat ini. Namun warga Sudan Selatan menilai masa peralihan selama enam tahun sebagai kesempatan untuk mencapai kesatuan di Sudan Selatan. Sebagian besar masyarakat Selatan menentang pemimpin pemberontak Garang serta SPLA yang dikuasai suku Dinka. Saat-saat paling menyedihkan semasa perang 22 tahun adalah perselisihan antara suku Dinka dengan Nuer, atau antara Dinka dan Shilluk, atau pertikaian di kawasan Equatoria. Pertikaian seperti ini menelan lebih banyak korban ketimbang dalam perang dengan tentara pemerintah di Utara. Dialog antara dua belah pihak di Sudan Selatan sangat dibutuhkan untuk mencegah pecahnya perang baru. Garang harus mengubah diri dari seorang pemimpin pemberontak yang kuat menjadi seorang politikus sipil yang toleran. Mungkin ini adalah suatu alasan, mengapa ia, akhir pekan lalu, memanfaatkan semua kesempatan, untuk menegaskan dirinya tidak akan bertindak sebagai diktator, namun memberikan peluang bagi orang untuk mengemukakan pendapat masing-masing. * BERBAGAI PIHAK KRITIK KEDATANGAN FPI DAN MMI DI ACEH Intro: Pelbagai media melaporkan Majlis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Fron Pembela Islam (FPI) akan mengirim relawan ke Nangroe Aceh Darussalam NAD). Kalangan yang menyebut diri Pemerintah Aceh di pengasingan (PNA/ASNLF) di Swedia menyayangkan hal tersebut. SIRA (Sentral Informasi Referendum Aceh) juga mengkritik. Menurut Nasrudin Abubakar, anggota Dewan Presidium SIRA, pengiriman kelompok "ekstrem" itu akan memperkeruh suasana di Aceh. Selain itu dalam suratnya kepada Sekjen PBB Kofi Annan, SIRA juga melaporkan, bahwa militer menghalangi pengedaran dana bantuan untuk korban tsunami. Berikut keterangannya kepada Radio Nederland.. Nasrudin Abubakar (NA): Laskar Mujahidin dan FPI kita mengkhawatirkan, ini mereka menggiring konfik Aceh itu kepada konflik agama. Karena di Aceh itu bukan persoalan konfik agama. Murni konflik politik. Dari mana pun orang bisa masuk ke Aceh untuk membantu Aceh, kita terima. Apakah dia orang Islam, siapa saja boleh masuk ke Aceh. Tapi tidak masuk kepada wilayah-wilayah politik. Karena kita takut seperti yang terjadi di Maluku, seperti yang terjadi di Ambon. Dengan masuknya orang FPI, masuknya Laskar Jihad justru yang terjadi di sana konflik horizontal, konflik agama. Di Aceh nggak ada persoalan dengan agama. Semua boleh tinggal di Aceh. Orang Cina aman di Aceh. Orang kristen juga aman di Aceh. Kita takut ini ada pihak-pihak yang menunggangi mereka gitu. Karena tujuan mereka masuk ke Aceh adalah untuk membantu syariat Islam. Ini sudah sangat bahaya. Ini sudah sangat politis. Misalnya terjadi sesuatu terhadap orang asing yang ada di Aceh, bisa digeneralkan (disamaratakan, red) oleh dunia bahwa orang Aceh itu ekstrem. Radio Nederland (RN): Padahal menurut anda orang Aceh bagaimana? Tidak ekstrem? NA: Orang Aceh itu sangat demokrat. Kita menerima perbedaan. Orang Aceh itu sangat terbuka. RN: Ada tuduhan-tuduhan bahwa kelompok minoritas di Aceh katanya didiskriminasi. Anda juga khawatir nanti orang Aceh lagi yang dipersalahkan? NA: Sebelum tragedi tsunami terjadi di Aceh, justru orang non Islam, katakanlah orang-orang Cina yang tinggal di Aceh, dalam keadaan aman. Tidak ada pihak yang mengganggu mereka untuk tinggal di sana. Dan ini yang kita khawatrikan artinya ada pihak yang mencoba untuk melakukan diskriminasi terhadap orang-orang non Islam yang ada di Aceh, nantinya akan dipersalahkan orang Aceh lagi. Padahal yang melakukan justru pihak-pihak tidak bertanggung jawab, pihak-pihak yang mencoba untuk menggiring Aceh itu kepada konflik horizontal, konflik agama. RN: Kemudian katanya ada kasus-kasus penyelewengan bantuan untuk para korban. Bagaimana tentang berita itu dan di mana saja itu terjadi? NA: Ya antara lain di bandara Iskandar Muda. Di sana ada ribuan pengungsi. Tapi banyak bantuan menumpuk di sana tidak diperbolehkan untuk diambil untuk dibawa ke pengungsi yang ada di daerah Lambaro. Yang melarang itu adalah pihak militer yang ada di bandara itu. Karena mereka yang menjaga semua bantuan yang masuk dari Jakarta, dari Medan. Itu yang sekarang sudah menumpuk di Blang Bintang itu. Bayangkan dalam kondisi yang sangat dekat itu orang bisa lapar di pengungsian. RN: SIRA mengkhawatirkan pemerintah Indonesia semakin banyak menambah jumlah tentara di sana. Kemudian lagi semakin banyak menambah orang non Aceh datang ke sana. Anda terutama tidak setuju kedatangan kelompok seperti Laskar Jihad dan sebagainya. Apakah itu tidak merupakan suatu perasaan yang terlalu 'nasionalis' Aceh? NA: Kalau bicara dalam konteks itu, rakyat Aceh itu sudah cukup lama menderita. Rakyat Aceh itu sudah cukup lama dikorbankan, dimarjinalkan. Dan terjadi diskriminasi dan rasisme. Orang Aceh seolah tidak dianggap sebagai bagian dari negara Indonesia. Setelah empat hari pemerintah baru menyatakan sikap untuk membantu dan mengirim bantuan dan segala macam. Orang Aceh itu sudah dikorbankan. Ribuan yang sudah menjadi mayat yang menumpuk di sungai-sungai, di rumah-rumah, di hutan-hutan dan sebagainya. RN: Bung Nasrudin, jadi kalau begitu untuk ke depan bagaimana semua pihak harus menyikapi? NA: Kita mendukung semua pihak untuk membantu Aceh, untuk membangun Aceh kembali. Tapi yang utama yang mesti harus dipikirkan adalah bagaimana menyelesaikan konflik politik yang terjadi di Aceh. Apabila ini bisa berjalan, saya proses rekonstruksi, prose membangun kembali Aceh, saya kira itu akan berjalan secara maksimal. Tapi kalau ini tidak dilakukan dan ini tidak didukung oleh semua pihak, maka kita khawatir akan memperparah kembali kondisi di Aceh dan ini tidak akan selesai-selesai. RN: Tapi langkah kongkret apa untuk menyelesaikan konflik politik itu? NA: Pemerintah Indonesia harus mencabut darurat sipil di Aceh. dan harus kembali kepada proses dialog. Demikian Nasrudin Abubakar, anggoa Dewan Presidium SIRA (Sentra Informasi Referendum Aceh). * ACEH DITERJANG BENCANA, BAGAIMANA TNI DAN GAM HARUS BERTINDAK? Intro: Kemarin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan pertemuan dengan enam duta besar yaitu Swedia, Singapura, Amerika Serikat, Inggris dan Libya untuk membahas masalah Gerakan Aceh Merdeka GAM. GAM jelas tidak bisa diabaikan begitu saja ketiak Aceh sekarang dilanda bencana besar. Tapi, bagaimana harus melibatkan GAM, apakah merangkulnya atau terus memeranginya? Kalangan pertama yang berurusan dengan GAM adalah TNI. Dan urusan TNI makin rumit saja karena juga harus mengawal pelbagai pasukan asing lain yang ada di Aceh. Berikut penjelasan pakar militer Prof. Dr. Salim Said mengenai TNI, GAM dan bencana yang sekarang dialami Aceh. Salim Said: [SS]: TNI harus berjaga betul-betul, jangan sampai ada sabotase dari GAM, misalnya dengan menembak helikopter Amerika, apa Singapura, apa Jepang, apa Spanyol. Radio Nederland [RN]: Juga TNI harus mampu mengendalikan anak buahnya di lapangan bukan? SS: O kalau itu saya kira tidak ada masalah. Yang saya takutkan sabotase dari GAM. Kalau saya GAM saya tidak akan melakukan itu. Sebab GAM kan mestinya mau menunjukkan bahwa mereka mestinya lebih beradab dari TNI. Kalau mereka menembak tentara asing, maka dunia akan mengutuk GAM. Dan itu bertentangan dengan usaha GAM untuk mendapat dukungan dunia. Kendati demikian tugas TNI menjadi sangat berat, menjaga jangan sampai relawan tentara asing itu menjadi korban, ditembak atau disabot oleh GAM. Dan itu juga ujian apakah TNI cukup profesional menjaga tamu-tamu asing itu. Sebab anda harus tahu, tentara asing yang beroperasi sebagai relawan itu tidak bersenjata. RN: Itu pasti ya? SS: Iya, mereka dilindungi oleh TNI. RN: Tidak juga bawa pestol? SS: Mereka tidak boleh bawa senjata. RN: Tapi pakai seragam tentara asing bukan? SS: O iya. RN: Bencana tsunami ini betapa pun sedihnya ada pahala tersembunyi, ada blessing in disguise. Banyak sekali pengamat, bahkan politisi juga menjadi optimis, ini bisa membuka halaman baru, bagi perdamaian. Mulai dari Colin Powell, menlu Amerika, sampai Sidney Jones peneliti independen, mengharapkan dan mengira akan terjadi kesempatan emas bagi Indonesia dan bagi TNI. Nah, seberapa optimistis atau pesimistis anda? SS: Pertama harus dijelaskan begini. Ini kesempatan baru bagi pemerintah Indonesia untuk membuktikan kepada rakyat Aceh bahwa kita prihatin pada Aceh dan kita membantu Aceh, ketika Aceh dalam keadaan sulit. Sebab selama ini GAM bisa beroperasi karena ada sejumlah tertentu orang Aceh yang sakit hati kepada Jakarta, karena perlakukan Jakarta dari tahun 1950an sampai orde baru kepada Aceh. Itu satu hal. Hal yang kedua yaitu konflik antara GAM bersenjata dengan pemerintah republik. Nah ini tergantung bagaimana pemerintah republik, mungkin dengan bantuan pihak ketiga, pihak ketiga itu bisa asing bisa domestik, untuk meyakinkan orang-orang GAM bahwa jalan terbaik membangun Aceh tidak dengan melanjutkan perang. Hari depan GAM, kalau ada, itu masih lama sekali. Karena dunia tidak akan mendukung kaum separatis. Itu masalahnya. Jadi menurut saya ada cukup alasan untuk terjadi rekonsiliasi. Masalahnya menurut orang Aceh, tapi saya menginterview saudara Hasballah Saad, caranya adalah bagaimana supaya itu bisa tercapai dengan memperhitungkan budaya Aceh, kebiasaan Aceh. Orang Aceh itu harus didekati dengan cara Aceh. Kalau kita tidak sensitif kepada itu, maka kita tidak akan ke mana-mana. RN: Ini suara yang bahkan lebih optimistis daripada Colin Powell, Sidney Jones dan Hasballah Saad. SS: Itulah wawancara saya dengan Hasballah. Jadi bagi Hasballah dan saya kira bagi banyak kami, ini kesempatan dua hal. Pertama kesempatan pemerintah republik di bawah Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan kepada rakyat Aceh bahwa kami betul-betul prihatin dengan Aceh. Salah satu cara adalah jangan ada korupsi kepada bantuan. Masalah yang lain adalah rekonsiliasi itu. Nah, bagaimana kita meyakinkan orang GAM, bagaimana kita memperlakukan orang GAM supaya mereka tidak kehilangan harga dirinya sebagai orang Aceh dan diyakinkan bahwa jalan yang terbaik adalah bekerjasama, rekonsiliasi, karena pemerintah SBY adalah pemeirntah baru , bukan pemerintah masa lalu. RN: Tapi kan mereka selalu menolak tetap ada di dalam NKRI. Jadi kalau solusi demokratis adalah GAM melepaskan senjata dan menjadi partai politik, itu ditolak dan tidak ada sedikitpun pertanda bahwa GAM akan menggeser posisi ini. SS: Ya, sebenarnya TNI kalau anda tanya juga tidak mau menggeser posisi. Bagi TNI separatis harus digebuk. Jadi anda lihat di sini bagaimanakah kepandaian Presiden SBY di satu pihak meyakinkan TNI di lain pihak meyakinkan GAM. Inilah persoalan yang kita hadapi di Jakarta, di Indonesia pada hari-hari ini. RN: Baik profesor Salim Said terima kasih banyak atas komentar dan keterangannya bung. SS: Sama-sama. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
