---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 10 Januari 2005 16:30 UTC



** OPERASI BANTUAN DI ACEH ALAMI HAMBATAN

** BELUM SEMUA KORBAN TERJANGKAU DI ACEH

** HAMAS DAN JIHAD ISLAM BERSEDIA KERJASAMA DENGAN ABBAS 

** TOPIK PERS: MENCARI PENJELASAN TEOLOGIS ATAS BENCANA TSUNAMI DAN SITUASI 
ACEH SAAT INI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MAHMOUD ABBAS PRESIDEN TERPILIH PALESTINA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: UNI EROPA TINGKATKAN KERJASAMA MEMBANTU 
KORBAN TSUNAMI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PERJANJIAN DAMAI DI SUDAH, AKAHKAN PERANG 
BERAKHIR?

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BERBAGAI PIHAK KRITIK KEDATANGAN FPI DAN MMI DI 
ACEH

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ACEH DITERJANG BENCANA, BAGAIMANA TNI DAN GAM 
HARUS BERTINDAK?



* OPERASI BANTUAN DI ACEH ALAMI HAMBATAN

Operasi bantuan di Aceh hari ini mengalami hambatan karena gempa susulan baru 
serta kecelakaan helikopter. Gempa berkekuatan 6,2 pada skala Richter  sempat 
menimbulkan kepanikan. Namun tidak ada berita mengenai korban. Sedangkan 
kecelakaan helikopter Amerika terjadi di dekat bandara Banda Aceh. Pesawat 
tersebut jatuh karena penyebab yang belum diketahui, sedangkan para penumpangya 
cedera. Sesudah insiden itu, penerbangan bantuan Amerika dihentikan selama 
beberapa saat. Dua pekan sesudah bencana di Asia, seorang pria Indonesia 
berhasil diselamatkan. Pria Aceh berusia 22 tahun itu diselamatkan dari laut 
oleh kapal peti kemas Uni Emirat Arab. Sementara Sekjen PBB Kofi Annan telah 
mengunjungi Pulaua Maladewa, di mana 82 orang tewas akibat tsunami. Jumlah 
korban tewas di Asia akibat tsunami mencapai 156.000 jiwa.


* BELUM SEMUA KORBAN TERJANGKAU DI ACEH

Lembaga-lembaga pemberi bantuan di Aceh melaporkan bahwa masih belum semua 
korban tsunami 26 Desember, terjangkau. Dari helikopter-helikopter yang terbang 
di sepanjang pantai barat Aceh, terlihat adanya penduduk yang bertahan hidup 
dari buah-buah kelapa. Satu-satunya cara untuk mengirim bantuan ke wilayah itu 
adalah melalui udara. Menurut Program Pangan Sedunia PBB, sebagian besar korban 
telah mendapatkan makanan, tapi koordinasi bantuan masih sangat bermasalah. 
Organisasi itu mendesak masyarakat internasional untuk segera mencairkan dana 
bantuan. Thailand melaporkan kesulitan dalam mengidentifikasi jenazah yang 
telah mulai rusak dua pekan sesudah bencana.  Dari dua ribu jenazah, tidak 
dapat dibedakan lagi apakah mereka wisatawan atau penduduk lokal. Tim pakar 
forensik sekarang mengumpulkan DNA dan data-data mengenai gigi untuk 
identifikasi selanjutnya. Di Thailand, sedikitnya lima ribu orang tewas.


* HAMAS DAN JIHAD ISLAM BERSEDIA KERJASAMA DENGAN ABBAS 

Sehari sesudah pemilihan presiden di Palestina, gerakan radikal Palestina Hamas 
dan Jihad Islam, menyatakan mereka bersedia bekerjasama dengan presiden baru, 
Mahmoud Abbas. Hamas berjanji untuk bekerjasama tapi juga memiliki sejumlah 
tanda tanya terhadap kemenangan gilang gemilang dari Abbas. Jihad Islam 
menyatakan akan menyelesaikan selisih pendapat dengan Abbas melalui pembicraan. 
Menurut hasil sementara, Abbas meraih 66 sampai 70 persen suara dan oleh karena 
itu meninggalkan pesaing utamanya Mustafa Barghouti jauh di belakang. Jumlah 
pengguna suara mencapai 65 persen. Dalam reaksinya, Abbas, 69 tahun, berjanji 
untuk mengakhiri kesengsaraan penduduk Palestina. Israel menyatakan harapannya 
akan era baru di mana perdamaian, dialog, dan kompromi menjadi agenda utama. 
Perdana Menteri Israel Ariel Sharon ingin segera bertemu Abbas. Presiden 
Amerika Serikat George Bush menyatakan puas atas jalannya pemungutan suara, dan 
Abbas bisa mengandalkan dukungan Washington. Pengumuman hasil resmi pemilihan 
presiden diharapkan hari ini.


* PERTEMPURAN TENTARA LAWAN PEMBERONTAK FILIPINA

Untuk pertama kali dalam 17 bulan terakhir, kembali pecah pertempuran antara 
tentara Filipina melawan pemberontak Front Pembebasan Nasional Moro MILF di 
Filipina Selatan. Sebanyak 13 pemberontak dan delapan militer tewas. MILF 
kabarnya memulai serangan terhadap sebuah pos tentara di Pulau Mindanao. Aksi 
itu konon dilakukan untuk membalas kematian seorang saudara pemimpin MILF. 
Sejak tahun 2000, berlangsung gencatan senjata antara tentara pemerintah dengan 
MILF. Bulan depan, kedua pihak akan bertemu di Kuala Lumpur Malaysia, untuk 
membicarakan perjanjian damai. Pemberontakan di Filipina ini telah berlangsung 
selama 35 tahun.


* GADIS VIETNAM MENINGGAL KARENA FLU BURUNG

Di Vietnam, seorang gadis berusia 16 tahun meninggal karena flu burung. Ia 
menjadi korban ketiga dalam dua pekan ini. Gadis tersebut dirawat  di rumah 
sakit pertengahan Desember. Oktober lalu, pemerintah Vietnam mengumumkan bahwa 
penyakit tersebut berhasil ditangani tapi kemudian muncul kasus baru. Sejak 
bulan lalu, sudah 30 ribu ayam dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus. Di 
berbagai wilayah di Vietnam juga diberlakukan larangan transport unggas. Virus 
flu burung sejauh ini hanya disebarkan melalui unggas, tapi para ilmuwan tidak 
menutup kemungkinan bahwa virus itu bisa ditularkan dari manusia ke manusia. 
Apabila demikian, maka akan timbul epidemi di seluruh dunia.


* BERITA BURSA

Bursa Eropa memulai pekan ini dengan keuntungan tipis. Ini karena pengaruh 
penutupan di Wall Street yang lebih rendah pekan lalu. Di Amsterdam, indeks AEX 
naik 0,1 persen sesudah pembukaan pada 335.

Bursa Tokyo tutup hari ini sehubungan dengan hari raya nasional. Bursa-bursa 
lainnya di Asia ditutup lebih tinggi dengan keuntungan terbesar dicatat oleh 
bursa Seoul, yaitu 0,4 persen.

Nilai tukar Euro tercatat $1,3083


* MENCARI PENJELASAN TEOLOGIS ATAS BENCANA TSUNAMI DAN SITUASI ACEH SAAT INI

'Allah menghukum kita, tapi rumahNya selamat', demikian artikel dalam harian 
pagi de Volkskrant. Umat Muslim di seluruh dunia bertanya-tanya, kenapa bencana 
itu terjadi, apakah karena warga muslim Aceh tidak mengindahkan Al Quran, atau 
karena pantai-pantai di Thailand telah menjadi surga perbuatan maksiat? Allah 
mengerahkan prajuritnya untuk melakukan tindak balasan, demikian Syeik Ibrahim 
Mudeiri dari Palestina dalam sembahyang Jum'at lalu. 

Seorang warga Aceh yang menyaksikan desanya hanyut dihantam gelombang tsunami, 
tapi mesjid di sana tetap berdiri megah mengatakan: "Tangan Allah yang tidak 
tampak melindungi mesjid itu. Ia menghukum kita karena tamak serta congkak, 
tapi ia melindungi rumahNya". Sedangkam imam Cut Bukhaini dari mesjid Banda 
Aceh mengatakan bahwa Allah marah terhadap warga Aceh. 

Dalam forum diskusi islam, para peserta pada awalnya sangat terkesan dengan 
kenyataan bahwa bahwa banyak mesjid yang selamat dari amukan gelombang tsunami. 
Namun seorang peserta memberi alasan bahwa mesjid-mesjid itu dibangun dengan 
lebih baik. Dan ia menegaskan hal ini dengan memberikan contoh pelbagai kuil 
Hindu dan Budha, baik di Srilangka maupun Thailand yang juga selamat dari 
amukan tsunami. Demikian de Volkskrant.

Gagasan bahwa bencana tsunami sebagai hukuman Allah tidak saja dipercaya oleh 
kalangan Muslim tapi juga Kristen dan Hindu. Demikian de Volkskrant. Namun 
perdebatan mengenai penjelasan keagamaan atas bencana itu, sangatlah marak di 
kalangan muslim, mungkin karena sebagian besar korban adalah muslim. Di Aceh 
saja, lebih dari seratus ribu orang menjadi korban. Jadi bencana ini 
membutuhkan penjelasan.  

Fakinah adalah sebuah klinik swasta kecil di Banda Aceh. Klinik tersebut dibuka 
empat hari sesudah bencana, tapi semua stafnya tidak ada lagi, entah karena 
menjadi korban, trauma, atau mencari keluarga yang hilang. Demikian dijelaskan 
dokter Lutfi kepada wartawan surat kabar Trouw. Fakinah memiliki 10 dokter, 25 
perawat dan dibantu oleh tim luar negri. Pada mulanya, klinik Fakinah menerima 
sekitar 200 sampai 300 pasien setiap hari. Kebanyakan karena patah tulang dan 
membutuhkan amputasi. Klinik tersebut hanya memiliki satu kamar operasi 
sedangan mereka harus melakukan sedikitnya 12 operasi setiap hari. 

Sekarang klinik tersebut dipenuhi pasien yang menderita luka-luka dan infeksi, 
infeksi paru-paru, dan diare berat. Kondisi sebagian pasien sangat serius. 
Empat orang telah meninggal akibat tetanus. 'Kami tidak bisa memberi 
pertolongan yang baik, karena kami kekurangan obat-obatan dan tidak memiliki 
kamar intensive care. Di samping itu, kami juga kekurang ambulans untuk 
mengangkut mereka yang sakit.' Demikian dikatakan dokter Lutfi kepada Trouw.    

Bencana tsunami menyebabkan ribuan atau bahkan mungkin puluhan ribu anak Aceh 
menjadi yatim piatu. Belum lagi rasa kesedihan berlalu, muncul berita mengenai 
sejumlah orang atau kelompok yang menyalahgunakan situasi kacau ini, dengan 
menculik dan memperdagangkan anak-anak tak berorang tua itu. International 
Herald Tribune memberitakan, dua orang telah ditahan di Medan karena dicurigai 
mengambil dua anak Aceh secara tidak sah. Menanggapi ini, Presiden Susilo 
mengeluarkan larangan adopsi anak-anak Aceh serta melarang anak-anak 
meninggalkan Aceh. 

Namun dari cerita-cerita sedih itu, muncul pula setitik harapan. Ada pula 
orang-orang dan keluarga yang dengan sepenuh hati, merangkul dan melindungi 
anak-anak tersebut. Chaidir Syamsul misalnya, menjumpai tiga anak yang 
kebingungan beberapa jam seudah bencana. Ia mengajak mereka ke kamp pengungsi 
yang didirikannya bersama istri dan anaknya. Dua dari anak tersebut telah 
menemukan keluarga, sedangkan satu yang tidak memiliki siapa-siapa lagi. 
Chaidir mengatakan ia menganggap anak itu sebagai anaknya sendiri. Cerita 
Chaidiri  bukanlah satu-satunya cerita yang muncul di tengah-tengah bencana 
ini. Demikian International Herald Tribune.

Dan sekian tinjauan pers kali ini.


* MAHMOUD ABBAS PRESIDEN TERPILIH PALESTINA

Intro: Pemilihan presiden Palestina Ahad kemarin berlangsung tentram, dan 
pemenangnya juga sudah diketahui. Berikut laporan korespoden Thomas Loudon dari 
Ramallah:

Sudah terpilih pengganti Yasser Arafat. Itulah Mahmud Abbas, salah seorang 
pendiri Fatah dan mantan perdana menteri di bawah Arafat. Ia terpilih dengan 
suara mayoritas sebagai presiden Palestina. Jumlah warga yang menggunakan hak 
pilihnya besar, mencapai 70 persen. Dari jumlah itu, 65% memilih Mahmud Abbas. 
20% suara diterima oleh calon lain, Mustaffa Barghouti.

Dengan begitu Mahmud Abbas yang juga dikenal sebagai Abu Mazen menerima mandat 
kuat dari rakyat Palestina. Mereka menuntut perbaikan taraf kehidupan, 
reformasi yang lebih besar lagi dalam otoritas Palestina dan pemulihan proses 
perdamaian dengan Israel. Pemilihan umum berjalan lancar, walau pun sempat 
muncul beberapa insiden. Bagaimana tidak? Jumlah pengamat nasional dan 
internasional mencapai 22500 orang, jadi satu pengamat bagi 78 warga Palestina 
yang berhak suara.

Suasana Tepi Barat Sungai Yordan membenarkan gambaran pemilihan yang berjalan 
lancar itu. Warga Qalqilya misalnya, mencapai 60 ribu orang. Sejak Israel 
membangun tembok pembatas, Qalqilya seperti menjadi sebuah teluk. Hanya di 
wilayah Timur kota ini terdapat penghubung dengan wilayah Palestina lain. 
Qalqilya sekarang hanya dikelilingi oleh tembok keamanan Israel itu. Untuk bisa 
masuk Qalqilya, orang harus melewati kontrol pasukan keamanan Israel.

Tetapi pada hari pemilihan umum Ahad kemarin keadaannya lain. Pasukan Israel 
bukan main ramahnya dan orang-orang boleh cepat-cepat melewati pos penjagaan 
mereka. Tak pelak lagi, inilah janji Israel untuk mempermudah rakyat Palestina 
menuju tempat pemungutan suara. Suasana Tepi Barat Sungai Yordan tidak banyak 
berbeda dari Qalqilya. Warga yang antusias, panitia pemilihan yang getol 
bekerja demikian pula pengamat pemilu yang penuh semangat. Hanya Yerusalem 
Timur yang tampak tegang. Berdasarkan kesepakatan pada pemilihan umum tahun 
1996, hanya sekitar 5300 warga Yerusalem Timur yang boleh menuju ke tempat 
pemungutan suara. Sisanya harus menuju ke TPS di luar kota. Kalau kemudian 
ternyata bahwa orang-orang yang sudah mendaftar di Yerusalem Timur tidak 
melihat nama mereka pada daftar pemilih, maka yang ada hanya kejengkelan besar.

Supaya nama orang-orang yang tidak muncul dalam datar pemilih tetap bisa 
memilih, maka jam buka TPS diperpanjang. Dan itu berarti keuntungan bagi Mahmud 
Abbas. Para pendukungnya mendorong warga yang belum memberikan suara supaya 
datang ke TPS, kalau perlu diantar jemput.

Senin ini diharapkan hasil resmi akan diumumkan. Tetapi pesta kemenangan sudah 
dirayakan Ahad malam kemarin. Para pendukung Abbas mengendarai mobil keliling 
kota Ramallah sambil membunyikan klakson dan melepaskan tembakan ke udara.

Sekarang dimulailah kerja yang sebenarnya. Di Israel hari ini kemungkinan besar 
akan dilantik kabinet baru, kabinet koalisi nasional. Tujuan utama kabinet ini 
adalah penarikan mundur sepihak pasukan Israel dari Jalur Gaza. Beberapa 
politisi Israel sudah keluar dengan pernyataan positif pada presiden baru 
Palestina ini. Tapi semuanya masih harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Israel menuntut bahwa perdamaian baru mungkin terwujud kalau pihak Palestina 
menghentikan kekerasan dan hal itu berlangsung langgeng. Inilah tugas sangat 
berat yang harus dijalankan oleh Mahmud Abbas. Hamas memboikot pemilihan umum 
Ahad kemarin. Para pendukung gerakan militan ini sangat yakin bahwa senjata 
adalah satu-satunya cara untuk berurusan dengan Israel. Walau begitu, Mahmud 
Abbas harus bisa merubah pendirian Hamas. Apalagi kalau ia ingin menghidupkan 
kembali proses perdamaian dengan Israel.


* UNI EROPA TINGKATKAN KERJASAMA MEMBANTU KORBAN TSUNAMI


Intro: Uni Eropa harus bekerjasama lebih baik dalam mengulurkan bantuan kepada 
negara-negara yang dilanda bencana tsunami di Asia. Tetapi Uni Eropa tidak 
boleh mencampuri urusan koordinasi bantuan yang ada di tangan PBB. Ini hanya 
akan menambah birokrasi sehingga pemberian bantuan menjadi lamban. Itulah 
kesimpulan penting pertemuan mendadak para menteri luar negeri dan menteri 
kerjasama pembangunan Uni Eropa Jumat lalu di Brussel. Laporan koresponden 
Eropa Paul Hazebroek.

Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dia menjadi sinis. Menteri Luar Negeri 
Belanda Ben Bot meragukan apakah dana bantuan 1,5 milyar euro yang dijanjikan 
25 negara Uni Eropa bakal terkumpul. Menurut pengalamannya, negara-negara itu 
memang cepat mengumbar janji, tapi akhirnya tidak memenuhi janji itu, atau 
setidaknya tidak benar-benar memenuhinya. 

Jum'at malam, seusai pertemuan Uni Eropa tentang bencana tsunami, Menlu Bot 
mengkritik negara-negara Uni Eropa yang disebutnya berebutan mau membantu. 
Tetapi menlu Belanda yakin pemerintah negara-negara anggota Uni Eropa kali ini 
juga tidak akan menepati janji. Untuk menghilangkan keraguan, Komisi Eropa 
harus mengawasi agar janji bantuan itu dipenuhi. Tindakan yang akan diambil 
antara lain adalah mengumumkan negara-negara yang mengingkari janjinya. 
Berkenaan dengan berapa beaya pembangunan kembali daerah bencana, menurut 
presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, itu baru bisa diketahui persis bulan 
Maret setelah jelas kadar kerusakannya. 

Jerman adalah negara paling darmawan. Negeri ini menjanjikan bantuan 500 juta 
euro. Britania Raya nomor dua, dengan janji akan mengalokasikan dana bantuan 75 
juta euro. Namun para kritisi mengatakan di balik kemurahan Jerman itu ada 
udang di balik batunya juga. Berlin ingin mengulur waktu untuk memenuhi menutup 
defisit apbnnya. Jerman sudah tiga tahun mengalami defisit anggaran. 

Para menteri Uni Eropa itu juga membahas perbaikan pemberian bantuan kalau 
terjadi lagi bencana seperti itu. Koordinasi harus ditangan PBB. Menlu Belanda 
Ben Bot berpendapat, negara-negara Eropa tidak boleh campur tangan. Menurut 
menteri kerjasama pembangunan Belanda Agnes Van Ardenne, kalau PBB yang 
memimpin, bantuan akan sampai ke tempat tujuan. 

Tanggal 31 Januari mendatang para menteri luar negeri dan kerjasama pembangunan 
akan berkumpul lagi. Gagasan-gagasan yang dibahas Jumat lalu, akan dimasukkan 
dalam rencana kerja berisi janji-janji kongkret. Menurut Menteri Kerjasama 
Pembangunan Belanda Agnes van Ardenne, juga akan diputuskan pembagian tugas. 
Misalnya negara-negara Uni Eropa tertentu akan menangani masalah kesehatan, 
sementara yang lain menggarap infrastruktur dan sarana air bersih. Jerman sudah 
memberi tahu pihaknya akan bertanggung jawab soal pembangunan sistem peringatan 
dini gempa dan tsunami di Samudra Hindia. KTT mengenai ini akan digelar akhir 
bulan ini di Thailand. 

Pada pertemuan 31 Januari itu para menlu Uni Eropa kemungkinan besar juga akan 
memutuskan untuk membentuk korps pekerja kemanusiaan sipil yang bisa dikirim 
segera ke daerah bencana. Menurut Komisaris Uni Eropa Urusan hubungan luar 
negeri Benita Ferreo-Waldner, korps itu terdiri dari 5000 orang yang sudah bisa 
dikerahkan mulai 2007. 

Negara-negara Uni Eropa juga akan menyampaikan rencananya kepada konferensi 
donor PBB 11 Januari di Jenewa. Operasi bantuan bagi bencana di Asia ini 
merupakan yang terbesar dalam sejarah  PBB. Selasa mendatang semua negara dan 
pelbagai organisasi dunia akan memutuskan perjanjian jangka panjang. Dan ini 
memang wajar. Karena menurut pemerintah Indonesia, rekonstruksi Aceh saja akan 
memakan waktu lima sampai sepuluh tahun. Pada pertemuan di Jenewa itu Belanda 
akan menjanjikan bantuan lebih banyak. Belanda sudah menjanjikan bantuan 30 
juta euro, tapi menurut Van Ardenne pemberian dana itu akan disebar beberapa 
tahun.

Mengenai masalah pembekuan dan malah soal penghapusan utang negara-negara yang 
kena bencana, dalam Uni Eropa masih ada perbedaan pendapat.  G7, tujuh negara 
terkaya di dunia, Jumat lalu sepakat membekukan utang negara-negara korban 
tsunami. Sehingga negara-negara bisa memanfaatkan dana yang ada untuk 
pembangunan kembali. Masalah ini juga akan dibahas di pertemuan Klub Paris.  
Klub negara donor ini beranggotakan 19 negara, termasuk Belanda. Tetapi Belanda 
belum tentu mendukung keputusan G7. Menteri Kerjasama Pembangunan Van Ardenne 
khawatir di Indonesia misalnya, dana itu akan dikorup. Jumat lalu menlu Belanda 
Ben Bot mengatakan selain Sri Lanka, tidak ada negara korban tsunami yang 
menginginkan moratorium utang luar negeri. Negara-negara ini merasa sanggup 
membayar utangnya.


* PERJANJIAN DAMAI DI SUDAH, AKAHKAN PERANG BERAKHIR?

Intro: Dengan penandatanganan perjanjian perdamaian akhir pekan lalu, maka 
berakhirlah perang tertua Afrika, dan salah satu konflik penting di benua ini. 
Sebagian besar perang di Afrika tidak punya tujuan jelas. Perang di Sudan 
Selatan adalah perang pembebasan, sebuah perang di mana para pemberontak pada 
prinsipnya patut mendapat dukungan. Lebih jauh laporan koresponden Koert 
Lindijer.

Perasaan warga kulit hitam Sudan Selatan non Islam, bahwa mereka ditindas oleh 
penduduk kulit coklat Arab di Sudan Utara, sudah umum diketahui. Karena itu 
keinginan Sudan Selatan untuk merdeka, juga sudah tersebar luas. Apabila 
diselenggarakan referendum bagi warga Sudan Selatan, maka dapat dipastikan 
mayoritas warganya akan memilih merdeka. 

Banyak warga Sudan Utara cemas bahwa kesepakatan damai akan menghancurkan tanah 
air mereka. Karena, setelah masa interim enam tahun, warga Sudan Selatan akan 
lepas dari pemerintahan Sudan. Tapi pemimpin pemberontak John Garang, akhir 
pekan lalu menyatakan, ini adalah kesempatan terakhir untuk secara sukarela 
mencapai kesatuan. "Pemerintah harus menunjukkan kepada warga Sudan Selatan 
bahwa kesatuan adalah sesuatu yang bagus. Upaya ini bisa dilakukan melalui 
investasi di Selatan." Demikian tandas Garang. 

Inti perang di Sudan Selatan dan konflik terbaru di Darfur, Sudan Barat, adalah 
soal terpojoknya kaum miskin di Sudan: Semua kekuasaan berada di tangan 
sekelompok warga Arab di Sudan Utara di Lembah Niger di sekitar Khartoum. 
Muncullah rasisme yang harus membenarkan pertikaian terhadap kelompok-kelompok 
masyarakat miskin. Selain rasisme kulit putih-hitam, Afrika juga mengenal 
rasisme kulit coklat-hitam, yang berasal dari perdagangan budak. Warga kulit 
hitam ingin melepaskan diri dari rasisme macam itu. Perjanjian damai adalah 
suatu kompromis, dan bukan dampak kemenangan militer. Selain itu juga bukan 
merupakan jaminan akan berakhirnya sikap rasis terhadap warga kulit hitam di 
Sudan.  

Dua tokoh utama di Sudan setelah penandatanganan perjanjian damai, adalah 
Presiden Beshir dan lawannya dalam perang, yaitu pemimpin SPLA Johan Garang. 
Dalam pidatonya Beshir menunjuk pada arti bersejarah kesepakatan tersebut. "Ini 
bukan hanya perjanjian antara Sudan Utara dan Sudan Selatan saja, namun 
sekaligus merupakan cara batu bagi semua warga Sudan untuk hidup bersama. Sudan 
akan menjadi contoh toleransi di Afrika. Dengan kesepakatan ini, maka kita bisa 
cepat menemukan jalan keluar bagi konflik di Darfur. Dengan perjanjian ini, 
maka kita ini memulihkan kembali hubungan dengan Eropa dan Amerika." Demikian 
tandas Presiden Beshir. 

Warga Sudan Selatan, dan para pemberontak SPLA punya keberatan terhadap 
perjanjian damai, terutama karena kesepakatan ini tidak langsung menghasilkan 
kemerdekaan. Beberapa bulan lalu SPLA bahkan terancam bubar karena beda 
pendapat ini. Namun warga Sudan Selatan menilai masa peralihan selama enam 
tahun sebagai kesempatan untuk mencapai kesatuan di Sudan Selatan. 

Sebagian besar masyarakat Selatan menentang pemimpin pemberontak Garang serta 
SPLA yang dikuasai suku Dinka. Saat-saat paling menyedihkan semasa perang 22 
tahun adalah perselisihan antara suku Dinka dengan Nuer, atau antara Dinka dan 
Shilluk, atau pertikaian di kawasan Equatoria. Pertikaian seperti ini menelan 
lebih banyak korban ketimbang dalam perang dengan tentara pemerintah di Utara. 

Dialog antara dua belah pihak di Sudan Selatan sangat dibutuhkan untuk mencegah 
pecahnya perang baru. Garang harus mengubah diri dari seorang pemimpin 
pemberontak yang kuat menjadi seorang politikus sipil yang toleran. Mungkin ini 
adalah suatu alasan, mengapa ia, akhir pekan lalu, memanfaatkan semua 
kesempatan, untuk menegaskan dirinya tidak akan bertindak sebagai diktator, 
namun memberikan peluang bagi orang untuk mengemukakan pendapat masing-masing.


* BERBAGAI PIHAK KRITIK KEDATANGAN FPI DAN MMI DI ACEH

Intro: Pelbagai media melaporkan Majlis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Fron 
Pembela Islam (FPI) akan mengirim relawan ke Nangroe Aceh Darussalam NAD).  
Kalangan yang menyebut diri Pemerintah Aceh di pengasingan (PNA/ASNLF) di 
Swedia menyayangkan hal tersebut.  SIRA (Sentral Informasi Referendum Aceh)  
juga mengkritik. Menurut Nasrudin Abubakar, anggota Dewan Presidium SIRA, 
pengiriman kelompok "ekstrem" itu akan memperkeruh suasana di Aceh. Selain itu 
dalam suratnya kepada Sekjen PBB Kofi Annan, SIRA juga melaporkan, bahwa 
militer menghalangi pengedaran dana bantuan untuk korban tsunami. Berikut 
keterangannya kepada Radio Nederland..

Nasrudin Abubakar (NA): Laskar Mujahidin dan FPI kita mengkhawatirkan, ini 
mereka menggiring konfik Aceh itu kepada konflik agama. Karena di Aceh itu 
bukan persoalan konfik agama. Murni konflik politik. Dari mana pun orang bisa 
masuk ke Aceh untuk membantu Aceh, kita terima. Apakah dia orang Islam, siapa 
saja boleh masuk ke Aceh. Tapi tidak masuk kepada wilayah-wilayah politik. 
Karena kita takut seperti yang terjadi di Maluku, seperti yang terjadi di 
Ambon. Dengan masuknya orang FPI, masuknya Laskar Jihad justru yang terjadi di 
sana konflik horizontal, konflik agama. Di Aceh nggak ada persoalan dengan 
agama. Semua boleh tinggal di Aceh. Orang Cina aman di Aceh. Orang kristen juga 
aman di Aceh. Kita takut ini ada pihak-pihak yang menunggangi mereka gitu. 
Karena tujuan mereka masuk ke Aceh adalah untuk membantu syariat Islam. Ini 
sudah sangat bahaya. Ini sudah sangat politis. Misalnya terjadi sesuatu 
terhadap orang asing yang ada di Aceh, bisa digeneralkan (disamaratakan, red) 
oleh dunia  bahwa orang Aceh itu ekstrem. 

Radio Nederland (RN): Padahal menurut anda orang Aceh bagaimana? Tidak ekstrem?

NA: Orang Aceh itu sangat demokrat. Kita menerima perbedaan. Orang Aceh itu 
sangat terbuka. 

RN: Ada tuduhan-tuduhan bahwa kelompok minoritas di Aceh katanya 
didiskriminasi. Anda juga khawatir nanti orang Aceh lagi yang dipersalahkan?

NA: Sebelum tragedi tsunami terjadi di Aceh, justru orang non Islam, katakanlah 
orang-orang Cina yang tinggal di Aceh, dalam keadaan aman. Tidak ada pihak yang 
mengganggu mereka untuk tinggal di sana. Dan ini yang kita khawatrikan artinya 
ada pihak yang mencoba untuk melakukan diskriminasi terhadap orang-orang non 
Islam yang ada di Aceh, nantinya akan dipersalahkan orang Aceh lagi. Padahal 
yang melakukan justru pihak-pihak tidak bertanggung jawab, pihak-pihak yang 
mencoba untuk menggiring Aceh itu kepada konflik horizontal, konflik agama. 

RN: Kemudian katanya ada kasus-kasus penyelewengan bantuan untuk para korban. 
Bagaimana tentang berita itu dan di mana saja itu terjadi?

NA: Ya antara lain di bandara Iskandar Muda. Di sana ada ribuan pengungsi. Tapi 
banyak bantuan menumpuk di sana tidak diperbolehkan untuk diambil untuk dibawa 
ke pengungsi yang ada di daerah Lambaro. Yang melarang itu adalah pihak militer 
yang ada di bandara itu. Karena mereka yang menjaga semua bantuan yang masuk 
dari Jakarta, dari Medan. Itu yang sekarang sudah menumpuk di Blang Bintang 
itu. Bayangkan dalam kondisi yang sangat dekat itu orang bisa lapar di 
pengungsian. 

RN: SIRA mengkhawatirkan pemerintah Indonesia semakin banyak menambah jumlah 
tentara di sana. Kemudian lagi semakin banyak menambah orang non Aceh datang ke 
sana. Anda terutama tidak setuju kedatangan kelompok seperti Laskar Jihad dan 
sebagainya. Apakah itu tidak merupakan suatu perasaan yang terlalu 'nasionalis' 
Aceh?

NA: Kalau bicara dalam konteks itu, rakyat Aceh itu sudah cukup lama menderita. 
 Rakyat Aceh itu sudah cukup lama dikorbankan, dimarjinalkan. Dan terjadi 
diskriminasi dan rasisme. Orang Aceh seolah tidak dianggap sebagai bagian dari 
negara Indonesia. Setelah empat hari pemerintah baru menyatakan sikap untuk 
membantu dan mengirim bantuan dan segala macam. Orang Aceh itu sudah 
dikorbankan. Ribuan yang sudah menjadi mayat yang menumpuk di sungai-sungai, di 
rumah-rumah, di hutan-hutan dan sebagainya. 

RN: Bung Nasrudin, jadi kalau begitu untuk ke depan bagaimana semua pihak harus 
menyikapi? 

NA: Kita mendukung semua pihak untuk membantu Aceh, untuk membangun Aceh 
kembali. Tapi yang utama yang mesti harus dipikirkan adalah bagaimana 
menyelesaikan konflik politik yang terjadi di Aceh. Apabila ini bisa berjalan, 
saya proses rekonstruksi, prose membangun kembali Aceh, saya kira itu akan 
berjalan secara maksimal. Tapi kalau ini tidak dilakukan dan ini tidak didukung 
oleh semua pihak, maka kita khawatir akan memperparah kembali kondisi di Aceh 
dan ini tidak akan selesai-selesai. 

RN: Tapi langkah kongkret apa untuk menyelesaikan konflik politik itu? 

NA: Pemerintah Indonesia harus mencabut darurat sipil di Aceh. dan harus 
kembali kepada proses dialog.  
 
Demikian Nasrudin Abubakar, anggoa Dewan Presidium SIRA (Sentra Informasi 
Referendum Aceh).


* ACEH DITERJANG BENCANA, BAGAIMANA TNI DAN GAM HARUS BERTINDAK?

Intro: Kemarin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan pertemuan dengan 
enam duta besar yaitu Swedia, Singapura, Amerika Serikat, Inggris dan Libya 
untuk membahas masalah Gerakan Aceh Merdeka GAM. GAM jelas tidak bisa diabaikan 
begitu saja ketiak Aceh sekarang dilanda bencana besar. Tapi, bagaimana harus 
melibatkan GAM, apakah merangkulnya atau terus memeranginya? Kalangan pertama 
yang berurusan dengan GAM adalah TNI. Dan urusan TNI makin rumit saja karena 
juga harus mengawal pelbagai pasukan asing lain yang ada di Aceh. Berikut 
penjelasan pakar militer Prof. Dr. Salim Said mengenai TNI, GAM dan bencana 
yang sekarang dialami Aceh.


Salim Said: [SS]: TNI harus berjaga betul-betul, jangan sampai ada sabotase 
dari GAM, misalnya dengan menembak helikopter Amerika, apa Singapura, apa 
Jepang, apa Spanyol.

Radio Nederland [RN]: Juga TNI harus mampu mengendalikan anak buahnya di 
lapangan bukan?

SS: O kalau itu saya kira tidak ada masalah. Yang saya takutkan sabotase dari 
GAM. Kalau saya GAM saya tidak akan melakukan itu. Sebab GAM kan mestinya mau 
menunjukkan bahwa mereka mestinya lebih beradab dari TNI. Kalau mereka menembak 
tentara asing, maka dunia akan mengutuk GAM. Dan itu bertentangan dengan usaha 
GAM untuk mendapat dukungan dunia. 

Kendati demikian tugas TNI menjadi sangat berat, menjaga jangan sampai relawan 
tentara asing itu menjadi korban, ditembak atau disabot oleh GAM. Dan itu juga 
ujian apakah TNI cukup profesional menjaga tamu-tamu asing itu. Sebab anda 
harus tahu, tentara asing yang beroperasi sebagai relawan itu tidak bersenjata.

RN: Itu pasti ya?

SS: Iya, mereka dilindungi oleh TNI.

RN: Tidak juga bawa pestol?

SS: Mereka tidak boleh bawa senjata. 

RN: Tapi pakai seragam tentara asing bukan?

SS: O iya.

RN: Bencana tsunami ini betapa pun sedihnya ada pahala tersembunyi, ada 
blessing in disguise. Banyak sekali pengamat, bahkan politisi juga menjadi 
optimis, ini bisa membuka halaman baru, bagi perdamaian. Mulai dari Colin 
Powell, menlu Amerika, sampai Sidney Jones peneliti independen, mengharapkan 
dan mengira akan terjadi kesempatan emas bagi Indonesia dan bagi TNI. Nah, 
seberapa optimistis atau pesimistis anda?

SS: Pertama harus dijelaskan begini. Ini kesempatan baru bagi pemerintah 
Indonesia untuk membuktikan kepada rakyat Aceh bahwa kita prihatin pada Aceh 
dan kita membantu Aceh, ketika Aceh dalam keadaan sulit. Sebab selama ini GAM 
bisa beroperasi karena ada sejumlah tertentu orang Aceh yang sakit hati kepada 
Jakarta, karena perlakukan Jakarta dari tahun 1950an sampai orde baru kepada 
Aceh. Itu satu hal.

Hal yang kedua yaitu konflik antara GAM bersenjata dengan pemerintah republik. 
Nah ini tergantung bagaimana pemerintah republik, mungkin dengan bantuan pihak 
ketiga, pihak ketiga itu bisa asing bisa domestik, untuk meyakinkan orang-orang 
GAM bahwa jalan terbaik membangun Aceh tidak dengan melanjutkan perang. Hari 
depan GAM, kalau ada, itu masih lama sekali. Karena dunia tidak akan mendukung 
kaum separatis. Itu masalahnya.

Jadi menurut saya ada cukup alasan untuk terjadi rekonsiliasi. Masalahnya 
menurut orang Aceh, tapi saya menginterview saudara Hasballah Saad, caranya 
adalah bagaimana supaya itu bisa tercapai dengan memperhitungkan budaya Aceh, 
kebiasaan Aceh. Orang Aceh itu harus didekati dengan cara Aceh. Kalau kita 
tidak sensitif kepada itu, maka kita tidak akan ke mana-mana.

RN: Ini suara yang bahkan lebih optimistis daripada Colin Powell, Sidney Jones 
dan Hasballah Saad.

SS: Itulah wawancara saya dengan Hasballah. Jadi bagi Hasballah dan saya kira 
bagi banyak kami, ini kesempatan dua hal. Pertama kesempatan pemerintah 
republik di bawah Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan kepada rakyat Aceh bahwa 
kami betul-betul prihatin dengan Aceh. Salah satu cara adalah jangan ada 
korupsi kepada bantuan.

Masalah yang lain adalah rekonsiliasi itu. Nah, bagaimana kita meyakinkan orang 
GAM, bagaimana kita memperlakukan orang GAM supaya mereka tidak kehilangan 
harga dirinya sebagai orang Aceh dan diyakinkan bahwa jalan yang terbaik adalah 
bekerjasama, rekonsiliasi, karena pemerintah SBY adalah pemeirntah baru , bukan 
pemerintah masa lalu. 

RN: Tapi kan mereka selalu menolak tetap ada di dalam NKRI. Jadi kalau solusi 
demokratis adalah GAM melepaskan senjata dan menjadi partai politik, itu 
ditolak dan tidak ada sedikitpun pertanda bahwa GAM akan menggeser posisi ini.

SS: Ya, sebenarnya TNI kalau anda tanya juga tidak mau menggeser posisi. Bagi 
TNI separatis harus digebuk. Jadi anda lihat di sini bagaimanakah kepandaian 
Presiden SBY di satu pihak meyakinkan TNI di lain pihak meyakinkan GAM. Inilah 
persoalan yang kita hadapi di Jakarta, di Indonesia pada hari-hari ini.

RN: Baik profesor Salim Said terima kasih banyak atas komentar dan 
keterangannya bung.

SS: Sama-sama.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke