--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 12 Januari 2005 15:40 UTC ** DANA PEMBANGUNAN KEMBALI ASIA SETELAH TSUNAMI. ** TAWARAN BAIK CINA UNTUK TAIWAN. ** LEDAKAN DI PABRIK PETASAN DI CINA. ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: FAKTOR KEAMANAN MENGHALANGI PELAKSANAAN PEMILU IRAK. ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MENURUT PBB NEGARA DONOR TIDAK BOLEH INGKAR JANJI. ** TINJAUAN PERS: TERHAMBATNYA BANTUAN DI ACEH DAN BENCANA TSUNAMI SEBAGAI MURKA ALLAH. ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: CLUB PARIS HANYA BERIKAN MORATORIUM SATU TAHUN KEPADA INDONESIA. ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : PERDAMAIAN BAGI ACEH MEMPEROLEH KESEMPATAN BARU. * DANA PEMBANGUNAN KEMBALI ASIA SETELAH TSUNAMI. Dunia internasional menjanjikan 700 juta dolar untuk pembangunan Asia setelah bencana tsunami. Hal ini disampaikan dalam konferensi donor di Jenewa. Menurut PBB dana ini sudah masuk dan dapat digunakan dalam beberapa hari. PBB yang mengatur penyaluran dana bantuan menyatakan belum pernah mengumpulkan uang sebanyak ini. Pada konferensi Jenewa ini, Belanda menyatakan sanggup memberi 200 juta euro untuk pembangunan kembali negara-negara korban tsunami. Dana ini disebar dalam jangka lima tahun. Jumlah korban jiwa bencana tsunami di Asia saat ini mencapai 159.000 orang. Indonesia adalah negara dengan korban jiwa terbanyak, mencapai lebih dari 106.000 jiwa. * TAWARAN BAIK CINA UNTUK TAIWAN. Cina bersedia membuka penerbangan langsung antara Taiwan dan Cina daratan menyambut tahun baru Cina bulan depan. Tawaran Beijing ini dianggap sebagai niat baik. Cina selalu menempuh garis keras terhadap Taiwan dan tidak segan-segan melakukan kekerasan militer untuk mencegah Taiwan menjadi negara merdeka. Pemerintahan nasional Taiwan tahun 1949 melarang jalur penerbangan langsung dan pelayaran langsung antara Taiwan dan negara komunis Cina. Presiden Taiwan Chen Shui-bian belum menanggapi tawaran pemerintah Beijing ini. * LEDAKAN DI PABRIK PETASAN DI CINA. Sebuah ledakan di pabrik petasan di Cina menewaskan 25 orang, terutama pegawai wanita. Ledakan ini terjadi di Provinsi Shanxi, Cina Utara. Sampai saat ini belum jelas apa penyebab ledakan. Industri petasan dan kembang api Cina saat ini bekerja keras menyambut tahun baru Cina 9 Februari mendatang. Menurut angka resmi, tahun lalu dalam sembilan bulan sekitar 192 orang menjadi korban ledakan di pabrik kembang api. * KEKERASAN DI DARFUR MENINGKAT. Peperangan yang terjadi di Darfur kembali meningkat, dan terancam akan menyebar ke daerah-daerah lain di Sudan. Demikian utusan khusus sekjen PBB untuk Sudan, Jan Pronk, di depan Dewan Keamanan PBB. Tidak tertutup kemungkinan, perjanjian perdamaian di Sudan Selatan menyebabkan meningkatnya kekerasan di Darfur. Jumlah penyebaran senjata di wilayah ini meningkat dan para pemberontak menyerang instalasi minyak lebih sering, demikian Pronk. Pronk menambahkan, saat ini di Darfur dibutuhkan tambahan polisi, pasukan perdamaian dan wakil organisasi hak-hak asasi manusia. Kaum pemberontak di wilayah Barat menuduh pemerintah Sudan berniat ganda. Menurut mereka, karena adanya perjanjian perdamaian di Selatan, Khartoum kini punya banyak waktu untuk memerangi daerah lain. * PENCARIAN SENJATA PEMUSNAH MASSAL DIHENTIKAN. Pencarian senjata pemusnah massal oleh Amerika di Irak dihentikan bulan lalu. Demikian diberitakan oleh koran terkemuka The Washington Post. Koran ini memberitakan kembalinya tim penyidik dari Irak sebelum Natal. Hal ini diduga disebabkan oleh banyaknya kekerasan di Irak dan kurangnya informasi. Penasihat CIA, Charles Dueffler yang memimpin pencarian, sudah membuat laporan September lalu. Menurut laporan itu, rejim Saddam Hussein berniat membuat senjata pemusnah massal, namun tidak mampu menjalankan niatnya. Sebuah sumber di pemerintahan membenarkan Duefler telah kembali, tapi mengelak mengenai dihentikannya pencarian senjata ini secara definitif. Kemungkinan adanya senjata pemusnah massal di Irak adalah salah satu alasan terbesar serangan Amerika terhadap negara ini. * BELANDA AKAN LANGSUNGKAN UPACARA MENGENANG KORBAN TSUNAMI. Di Belanda upacara mengenang para korban bencana tsunami Asia dengan Ratu Beatrix dan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende akan dilangsungkan pada tanggal 25 Januari mendatang. Putra Mahkota Pangeran Willem-Alexander dan istrinya Putri Maxima juga akan menghadiri upacara ini. Demikian disampaikan Dinas Penerangan Kerajaan Belanda RVD, Rabu ini. Rencana di mana pertemuan dengan korban dan keluarga yang ditinggalkan dalam bencana ini, masih belum ditetapkan. Dalam resepsi tahun baru Selasa kemarin di Amsterdam Ratu Beatrix berseru, "Dibandingkan dengan penderitaan para korban bencana, sepertinya masalah kita tidak ada artinya". Ratu juga mengatakan, banyak orang Belanda, memulai kegiatan-kegiatan bantuan, besar atau kecil, karena kejadian ini benar-bernar menyentuh mereka. Luxemburg, ketua bergilir Uni Eropa, meminta Belanda mengkordinasi penyaluran bantuan dari Eropa. Beatrix menganggap permintaan ini sebagai sebuah kehormatan. * BERITA BURSA. Pasar uang di Eropa pagi ini tidak memperlihatkan langkah-langkah berarti. Di Amsterdam indeks AEX naik 0,1 % pada 353 poin. Di London dan Paris pergerakannya lebih kecil. Frankfurt dibuka turun dengan 0,2 %. Index Nikkei di Tokyo turun 0,75 % pada 11.453 poin. Penurunan ini disebabkan oleh penjualan saham yang dipengaruhi suasana pesimis di Wall Street, New York. Satu euro bernilai 1,3096 dolar. * FAKTOR KEAMANAN MENGHALANGI PELAKSANAAN PEMILU DI IRAK. Selasa lalu, Perdana menteri interim Irak Iyad Allawi untuk pertama kali secara resmi mengakui tidaklah mungkin melangsungkan pemilihan umum di semua wilayah di Irak tanggal 30 Januari mendatang. Itu karena kurangnya faktor keamanan. Sebelumnya Allawi memperkirakan hanya sebagian kecil wilayah Irak yang tidak aman, tetapi luas wilayah berbahaya itu ternyata jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya, sehingga bisa mengurangi kredibilitas pemilihan umum dengan serius. Ulasan redaktur senior Timur Tengah Bertus Hendriks: Pemilihan umum di Irak masih tinggal beberapa minggu lagi. Selama beberapa bulan terakhir banyak pihak memperkirakan pemerintah interim dan pasukan kamanan Irak mampu menjaga keamanan para pemilih. Tetapi kenyataan sehari-hari yang menyakitkan akhirnya memaksa Perdana Menteri Iyad Allawi mengaku bahwa sebagian wilayah Irak masih terlalu berbahaya, sehingga tidak bisa dilaksanakan pemilu. Tetapi seberapa besar luas wilayah kantong yang berbahaya ini? Perdana Menteri Allawi berpendapat wilayah itu tidak seberapa luas, sementara pihak-pihak lain termasuk komandan militer Amerika justru beranggapan lebih parah lagi. Menurut mereka empat dari 18 propinsi di Irak tidaklah aman untuk pemilu. Pada empat propinsi ini warga Sunni merupakan mayoritas, dan ditempat itu pemberontakan belum juga mereda. Pasukan keamanan Irak yang baru sebetulnya bertugas menjaga keamanan selama pemilihan umum, tetapi hingga sekarang mereka menjadi sasaran bom-bom mobil, bom-bom di pinggir jalan atau berbagai serangan berdarah lainnya. Bahkan para pejabat tinggi pemerintah yang mendapat penjagaan ketat, seperti gubernur ibukota Bagdad dan wakil kepala staf kepolisian, belum lama ini menjadi korban serangan berdarah. Sekarang orang dapat dengan tegas menyatakan tidak mungkin melangsungkan pemilu jurdil di propinsi-propinsi yang dikuasai kalangan Sunni. Hal ini menyebabkan kendala politik sangat besar untuk Amerika Serikat dan pemerintah Perdana Menteri Allawi. Pemilu 30 januari mendatang akan memilih 275 anggota parlemen baru yang bertugas menyusun undang-undang dasar baru. Parlemen yang harus membicarakan masa depan Irak, tetapi tanpa wakil warga Sunni jelas tidaklah menghormati kesatuan dan persatuan di Irak. Sementara menunda pemilu di wilayah-wilayah berbahaya, tidaklah mungkin karena pemilu Irak berazas pembagian suara proporsional. Ini berarti seluruh wilayah Irak dianggap sebagai satu distrik pemilihan. Apabila sebuah partai mendapat separoh suara nasional, maka partai itu mendapat setengah kursi di parlemen. Tidak peduli apakah suara itu datang dari wilayah Irak Utara, Timur, Barat, Tengah atau Selatan. Apabila Irak dibagi menjadi sejumlah distrik pemilihan, misalnya setiap propinsi mengirim 15 wakil dalam parlemen, maka akan mungkin melaksanakan pemilu di daerah yang aman tanggal 30 Januari mendatang dan di wilayah yang rusuh setelah keamanan dipulihkan. Sekarang pemilu sudah tidak bisa ditunda lagi. Dan itulah sebenarnya yang dituntut partai-partai Sunni serta sejumlah tokoh Irak lainnya. Usulan mereka ditentang keras kalangan Syi'ah dan pemimpin tertinggi mereka Ayatollah Ali Sistani. Sekitar 60% warga Irak pengikut Syi'ah, dan selama pemerintahan kaum Sunni di Irak, mereka sangatlah menderita. Hanya 20% warga Irak yang menganut Islam Sunni. Warga Syi'ah melihat pemilu mendatang sebagai kesempatan untuk mengambil alih kekuasaan. Selain itu menurut mereka penundaan sama saja dengan membenarkan kekerasan serta aksi-aksi jihad yang telah membunuh banyak sekali warga Syi'ah termasuk sejumlah pemimpin agama mereka. Karena itu tidak ada jaminan bahwa keamanan akan membaik dalam enam bulan mendatang, seperti yang dikemukakan pemerintah Amerika dan pemerintah Allawi. Pemerintah Irak sangat ingin memecahkan persoalan dan menghindari pemilu yang diboikot penduduk Sunni Arab dengan alasan keamanan. Karena itu mereka meminta bantuan negara-negara tetangga Sunni lainnya untuk meyakinkan penduduk Sunni Irak supaya menghentikan aksi-aksi menyabot pemilu. Kecil harapan itu akan berhasil. Pihak Amerika bahkan bersedia mulai berunding dengan "Persatuan Cendekiawan Muslim Sunni". Kelompok ini dikenal sangat menentang pendudukan Amerika dan dipercaya punya pengaruh sangat besar di kalangan Sunni Irak. Mereka menawarkan membantu menghentikan aksi-aksi kekerasan dan sebagai gantinya ingin ikut menentukan penarikan mundur pasukan Amerika dari Irak. Persyaratan itu ditolak Washington. Hingga sekarang kendala belum terpecahkan, sementara Irak menghadapi pemilihan umum di mana peluru bisa berbicara sama kuat dengan kertas suara. * MENURUT PBB NEGARA DONOR TIDAK BOLEH INGKAR JANJI. Belanda menyediakan bantuan tambahan sebesar 200 juta euro kepada wilayah-wilayah yang tertimpa bencana gempa bumi dan tsunami di Asia. Demikian Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Agnes van Ardenne Selasa kemarin, sewaktu konprepensi negara-negara donor di Jenewa. Para menteri keuangan negara-negara yang tertimpa bencana dan negara donor bersidang membicarakan situasi terakhir dan operasi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Perserikatan Bangsa-bangsa. Laporan redaktur kerjasama internasional Pieternel Gruppen dari Jenewa: Pemerintah Belanda sampai sekarang telah memberi bantuan darurat sebesar 30 juta dolar. Dana tambahan sebesar 200 juta euro yang dijanjikan Menteri Kerjasama Pembangunan Agnes van Ardenne di Jenewa akan disediakan dalam waktu lima tahun mendatang. Dana ini juga hanya ditujukan bagi pembangunan kembali wilayah yang tertimpa bencana. Agnes van Ardenne: Kami ingin agar dana itu dimanfaatkan di Aceh dan Srilangka, karena dua tempat ini paling parah dilanda tsunami. Belanda sudah lama membantu kedua negara. Di Indonesia misalnya kami sudah bertahun-tahun aktif di bidang pendidikan dan air. Kegiatan seperti ini akan juga kami lakukan di Aceh, bekerjasama dengan pemerintah Indonesia. Menurut Van Ardenne sangatlah penting untuk mengawasi pendanaan pembangunan kembali karena dana bantuan darurat sebesar 1 milyar dolar sudah dicairkan. Koordinator bantuan kemanusiaan PBB Jan Egeland menekankan sekarang ini situasinya unik. Menurutnya, belum pernah terjadi dalam waktu singkat dikumpulkan uang begitu banyak, bahkan sebelum PBB mengeluarkan permintaan resmi. Karena itu PBB dapat mencegah timbulnya gelombang penderitaan baru. Demikian Egeland: Jan Egeland: Saya kira, dapat saya katakan bahwa gelombang kedua pemusnahan, kematian dan penularan penyakit seperti yang pernah saya ramalkan beberapa hari setelah bencana tsunami, mungkin tidak bakal terjadi. Ternyata kita tidak melihat adanya epidemi atau kelaparan. Tetapi Egeland sangat khawatir dibutuhkan waktu setengan tahun sebelum dana yang dijanjikan setelah pemberian bantuan darurat benar-benar masuk. Negara-negara donor kebanyakan kurang semangat untuk memberikan uang apabila tidak ada lagi perhatian media massa. Misalnya pemulihan jaringan komunikasi sewaktu pembangunan kembali tidak menarik perhatian media dibandingkan pembagian bantuan pangan darurat langsung setelah bencana. Selain itu dari pengalaman sejarah banyak negara menjanjikan uang akhirnya mengingkari janji. Setelah gempa bumi di kota Bam, Iran, masyarakat internasional hanya menyalurkan dana sebesar 17,5 juta dolar dari dana satu milyar dolar yang dijanjikan. Mozambik hanya menerima separoh dari 400 juta dolar yang dijanjikan dunia setelah bencana banjir di tahun 2000. Karena itu menurut Jan Egeland sudah waktunya diadakan perubahan. Menurutnya PBB bersedia dimintai pertanggungjawaban seperti agen yang bekerja di bawah. Tapi PBB juga akan meminta tanggung jawab negara-negara donor untuk benar-benar menepati janji. Kata-kata harus cocok dengan tindakan, demikian Egeland. Justru karena penduduk dunia secara massal mengumpulkan uang dalam jumlah besar, sangatlah penting untuk membuat sistim pengawasan yang terbuka untuk semua orang. Demikian Jan Egeland. Karena itu PBB meluncurkan situs www.reliefweb.int Di situ tercantum hitam di atas putih semua janji yang dibuat negara-negara donor atau organisasi. Di dalamnya dapat dilihat dengan persis berapa banyak uang yang dijanjikan suatu negara atau organisasi dan berapa yang benar-benar dicairkan. Situs internet ini dikelola oleh biro akuntansi Price Waterhouse and Cooper, yang menyediakan secara cuma-cuma pakar mereka. Jadi sekarang tugas publik dan media untuk langsung mengeluarkan peringatan apabila dana itu tidak cocok. * TERHAMBATNYA BANTUAN DI ACEH DAN BENCANA TSUNAMI SEBAGAI MURKA ALLAH. Regu bantuan sukarelawan asing yang ingin membantu di Aceh harus dapat ijin dari pemerintah Indonesia. Hal ini menghambat masuknya bantuan ke Aceh, demikian diberitakan harian Belanda de Telegraaf. Menurut Budi Atmaji, Kepala Staf Operasi Tim Nasional Penanganan Bencana Aceh pemerintah Indonesia tidak bisa menjamin keamanan para sukarelawan di luar Banda Aceh dan Meulaboh, karena ancaman pemberontak GAM. Tentara Indonesia mengingatkan kemungkinan serangan GAM terhadap sukarelawan asing. Panglima TNI Jenderal Endriartono Soetarto menawarkan gencatan senjata. Dia juga mengulangi tuduhannya: para pemberontak mencoba mencuri bahan bantuan untuk korban bencana tsunami. Juru bicara GAM menolak tuduhan: banyak anggota GAM juga menjadi korban bencana, tentara pemerintah mencoba mengkambing hitamkan GAM. De Telegraaf juga memberitakan PBB sudah memulai penyebaran bahan pangan di Aceh. Sekitar 160.000 orang mendapat persediaan makanan untuk sebulan. Sampai saat ini PBB telah meyebarkan 8080 ton bahan pangan kepada sekitar sejuta korban bencana tsunami dari Asia tenggara sampai Somalia. Sekitar 8 milyar dolar dijanjikan oleh banyak negara untuk membantu korban bencana, sampai saat ini baru 2,7 milyar dolar yang masuk. PBB khawatir kalau terlalu lama, janji ini tidak akan terpenuhi. PBB juga ingin mencegah korupsi karena uang bencana tidak diurus dengan baik. Mereka merencanakan dibangunnya situs agar pendonor dapat mengikuti ke mana perginya uang mereka. Harian sore Belanda NRC Handelsblad menulis bahwa orang Aceh melihat bencana Tsunami sebagai murka Allah. Sesudah bencana banyak orang Aceh bertobat, tapi tidak semuanya. Itu terbukti dari sudah mulainya pelbagai tindakan kriminal, mayat-mayat yang dilucuti perhiasannya, rumah-rumah yang dijarah dan sebagainya. Dosa lama kembali ada di Aceh. Mengutip seorang ulama Aceh, NRC Handelsblad berlanjut, masyarakat Aceh melihat bencana besar ini sebagai kemunafikan politisi Aceh. Hukum syariah sudah diberlakukan di Serambi Mekkah, tetapi tidak ditaati dan mereka terus melanggarnya. Karena itu Tuhan marah, dan episentrum atau pusat gempanya terletak di bawah pantai Aceh. NRC Handelsblad juga menulis betapa banyak mesjid yang tetap tegak. Misalnya Mesjid Baiturahman di Banda Aceh dan Mesjid Nurul Huda di Meulaboh. Pembangunan mesjid tidak melibatkan anemer, tetapi masyarakat sendiri. Dananya tidak dikorupsi, karena itu mesjid-mesjid tetap kokoh. Sedangkan gedung-gedung baru, seperti hotel mewah Kuala Tripa sekarang runtuh seperti rumah kartu. Mengutip seorang ulama, menurut NRC Handelsblad itu karena tidak semua dana digunakan membangunnya. Jadi gabungan antara korupsi dan munafik membangkitkan amarah Tuhan. Koran sore NRC Handesblad juga menulis bahwa gencatan senjata yang ditawarkan para pemimpin GAM di Swedia kembali merupakan wujud kemunafikan itu. GAM yang selalu bersembunyi di gunung-gunung, setelah bencana turun ke wilayah-wilayah yang rusak. Di sana terjadilah kontak militer dengan pasukan Indonesia. Sabtu lalu ada kontak senjata di markas besar PBB. Mungkin saja, kata NRC Handelsblad, ini adalah provokasi supaya pihak asing membayar perlindungan dari TNI. Yang jelas, tentara Indonesia melihat dengan mata kosong bagaimana dunia asing masuk ke dalam Aceh. Karena itu dengan mudah mereka jatuh dalam dosa masa lampau. Demikian NRC Handelsblad dan demikian pula tinjauan pers untuk hari ini. * CLUB PARIS HANYA BERIKAN MORATORIUM SATU TAHUN KEPADA INDONESIA. Rabu ini para anggota Club Paris akan memutuskan moratorium hutang, atau penundaan pembayaran hutang, antara lain, kepada Indonesia. Sudah pasti ada penundaan satu tahun hingga tahun 2006, tetapi Indonesia tetap harus membayar bunga. Hutang Indonesia kepada negara-negara Club Paris hanya mencapai sepertiga dari keseluruhan hutang Indonesia. Karena itu didesak untuk memberikan moratorium selama lima tahun dan tanpa bunga, sehingga benar-benar dapat mengurangi beban Jakarta. Demikian penjelasan Ivan Hadar, direktur eksekutif INFID, yaitu Forum Kerjasama LSM. Selain itu diharapkan banyak negara memberi hibah, seperti Jepang. Ivan Hadar [IH]: Bagi kami sebenarnya moratorium belum menyelesaikan masalah, tapi sebagi inisiatif oke. Dan dalam moratorium memang bisa dijanjikan misalnya; pengunduran minimal 5 tahun, dan pada waktu jatuh temponya nanti hanya stok hutang aja yang dibayar, tidak termasuk bunga. Radio Nederland [RN]: Tetapi didalam pernyataan disebutkan juga bahwa hutang Indonesia kepada Club Paris itu hanya sepertiganya, dan moratorium itu sehendaknya diberikan untuk seluruh hutang kepada Indonesia, bagaimana ini? IH: Karena itu INFID juga mengusulkan dilakukannya konferensi tentang hutang, yang melibatkan seluruh negara-negara kreditor dan lembaga keuangan internasional untuk duduk satu meja dengan pemerintah Indonesia. Kemudian ada pihak ketiga yang melakukan audit dan penelitian, penilaian tentang kelayakan hutang-hutang yang dibuat Indonesia dan apa saja sekiranya secara moral maupun perhitungan-perhitungan ekonomi tidak perlu dibayar atau dengan kata lain harus dihapus sebagai hutang Indonesia. Dan itu lebih baik lagi dalam kepemimpinan PBB, sebagai lembaga yang saat ini memang lewat persetujuan millenium development itu, mewajibkan semua negara anggotanya untuk misalnya dalam hal kemiskinan pada tahun 2015 mengurangi separoh dari angka kemiskinan yang ada disetiap negara. RN: Pak Ivan, seberapa besar kemungkinan moratorium ini akan dipenuhi, karena selama ini baru hanya sekedar usulan-usulan saja? IH: Saya kira penawarannya, paling tidak untuk negara-negara Paris Club, sepanjang yang kita bisa pantau, nampaknya tidak ada masalah. Mereka akan menawarkan Indonesia moratorium tapi hanya untuk 1 tahun, dan itu pengunduran hutang plus bunga yang harus dibayar pada tahun 2006. Jadi sebatas itu saya pikir. Bahwa ada nanti ada usulan seperti dari Inggris untuk pemotongan sebagian hutang, dan mungkin ada beberapa negara yang menunjukkan minatnya juga untuk memotong sebagian hutang, itu diluar kesepakatan bersama. Jadi harus dilakukan oleh pihak Indonesia secara bilateral maupun multilateral. Tapi yang realistis saya pikir karena pemerintah Indonesia sendiri juga kayaknya ogah-ogahan gitu ya, sejak awal ketika ditawari oleh konselir Jerman, kemudian juga oleh Gordon Brown dari Inggris, itu sebagian dari anggota kabinet malah nampaknya apakah malu atau mencemaskan rating Indonesia, kemudian bersikap setengah hati. Jadi maksimal yang akan dicapai, menurut perkiraan kami ya sekedar moratorium satu tahun itu. RN: Ini juga merupakan salah satu kendala ya pak ya, karena beberapa menteri dalam kabinet itu dituduh sangat pro IMF. Seberapa besar peran IMF nanti dalam penjadawalan kembali hutang-hutang kembali Indonesia ini Pak? IH: Tidak ada sebenarnya, kalau Paris Club sekarang IMF bukan anggota, jadi IMF bisa diminta untuk memberikan masukkan, tapi bukan pengambil keputusan. Jadi pengaruh untuk besok, Paris Club memang relatif kecil. Tapi secara keseluruhan untuk pencari solusi terbaik bagi penyelesaian hutang Indonesia memang peran IMF cukup besar. Dan kalau pihak ketiga yang melakukan audit tentang hutang Indonesia obyektifitasnya bisa dijamin, dan saya pikir publik dunia juga akan melihat bahwa memang ada cukup banyak hutang Indonesia yang layak untuk dihapus. RN: Lalu Pak, Indonesia kan sebenarnya menghendaki uang yang mengalir ke Indonesia ya pak ya, kalau misalnya disepakati apakah ada dana yang akan dicairkan atau prosesnya bagaimana pak? IH: Kita curiga bahwa nanti dalam sidang GGI tanggal 19 permohonan Indonesia untuk mengambil hutang baru, padahal sekarang ini kita menuntut agar stop hutang baru kan? Sebenarnya cukup banyak hutang lamapun masih belum dicairkan karena berbagai persyaratannya belum bisa dipenuhi. Yang kita inginkan sebenarnya sekarang ini cukup grant dan pemotongan hutang. Sama seperti yang dilakukan oleh Jepang sekarang ini kaitannya dengan Aceh, dan beberapa negara yang terkena tsunami kan Jepang memberikan 500 juta US dolar. Dan itu tanpa ada bunga dan tidak perlu dibayar kembali. RN: Tetapi Pak, kalau moratorium itu dengan bunga kan berarti hutangnya juga bertambah pak? IH: Iya, itu yang kita tolak, jadi moraorium sebenarnya hanya memindahkan masalah hari ini ke tahun depan. Demikian Ivan Hadar, direktur eksekutif INFID, Forum Kerjasama LSM. * PERDAMAIAN BAGI ACEH MEMPEROLEH KESEMPATAN BARU. Intro: Jakarta menyatakan ingin berunding dengan GAM untuk menangani Aceh yang sekarang terserang bencana. Itu jelas hal baru, tapi Jakarta tidak bisa berleha-leha. Kalau memang ingin mencapai perdamaian, maka perundingan itu harus cepat-cepat dilakukan. Laporan koresponden Step Vaessen dari Jakarta. Kalau memang ada saat yang paling tepat untuk menghentikan konflik berdarah yang sudah puluhan tahun merobek-robek Aceh, maka saat itu adalah sekarang. Akibat bencana tsunami, hampir sejuta orang Aceh harus menanti bantuan, ratusan ribu menderita trauma. Berlanjutnya letusan senjata jelas tidak mereka inginkan. Hanya satu hal yang didambakan rakyat Aceh sekarang, itulah membangun lagi kehidupan dan penghidupan mereka dalam perdamaian. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyatakan siap berunding dengan Gerakan Aceh Merdeka GAM. Secara rahasia konon perundingan itu juga sudah dimulai. Bukannya dengan para pimpinan GAM di Swedia, karena menurut SBY mereka bukanlah mitra berunding. SBY ingin berunding dengan para pimpinan GAM di Aceh atau Malaysia. Sampai-sampai awal pekan ini SBY meminta saran para duta besar Amerika Serikat, Britania, Swedia, Singapura dan Libya. Ini menarik, karena sampai sekarang Aceh selalu dianggap sebagai masalah dalam negeri Indonesia. Menurut seorang jurubicaranya, SBY sekarang tengah mempertimbangkan otonomi khusus dan amnesti bagi para anggota GAM yang bersedia menyerah. Tetapi sampai sekarang GAM tidak ingin mengubah pendiriannya, Aceh harus keluar dari NKRI menjadi negara merdeka. Sekarang pun, di tengah penderitaan rakyat Aceh yang begitu besar, GAM tampaknya juga tidak akan mundur dari pendirian macam ini. Kehadiran sukarelawan asing laksana durian jatuh bagi GAM. Hampir dua tahun ini Aceh tertutup bagi dunia luar. Akibat operasi militer itu, GAM juga dipaksa mundur ke wilayah pegunungan. Sekarang, GAM berharap masyarakat internasional bisa mengulurkan bantuan. Dunia bisa melihat sendiri bagaimana Jakarta seolah-olah membiarkan orang-orang Aceh yang tertimpa bencana. Bukan hanya bantuan itu datang sangat terlambat, tetapi akibat bencana tsunami tetap sulit saja untuk meyakinkan orang Aceh bahwa Indonesia tetap berniat baik untuk Serambi Mekah ini. Pembangunan ekonomi Aceh tertatih-tatih, korupsi meraja lela, dan terus saja terjadi penyiksaan dan pembunuhan warga yang tidak berdosa. Tetapi GAM juga tidak bisa berbuat lebih dari itu. GAM sendiri juga bukan merupakan satu kesatuan utuh. Hanya sebagian kecil yang sibuk dengan urusan politik. Yang lainnya malah membentuk semacam regu perampok. Niat baik mereka juga diragukan, karena kelompok ini mencuri, mengintimidasi dan memeras warga. GAM juga dituduh melakukan pembunuhan, khususnya orang Aceh yang bekerja sebagai pegawai negeri atau guru. Sampai sekarang tidak satu negara pun mendukung cita-cita GAM untuk memerdekakan Aceh. Dunia tampaknya juga tidak akan berubah pendirian dengan mendukung GAM. Karena itu GAM tidak punya pilihan lain kecuali menerima tawaran perundingan yang diajukan oleh Jakarta. Tetapi yang lebih penting lagi adalah, Jakarta juga harus memandang rakyat Aceh sebagai mitra berunding, karena sudah hampir dua tahun rakyat Aceh terjepit antara GAM dan TNI. Tetapi sampai kapan SBY bisa menahan tekanan tentara yang selalu ingin tindakan militer terhadap GAM? Sebagai menko polkam, dua tahun lalu, upaya SBY mencapai perdamaian di Aceh juga gagal. Di bawah tekanan TNI yang begitu hebat, SBY harus menghentikan perundingan. Kemudian Megawati mengumumkan hukum darurat militer. TNI berupaya mati-matian menundukkan GAM. Walau pun sudah ada gencatan senjata yang diumumkan menyusul bencana tsunami, tetap saja terjadi bentrokan senjata. Separuh dari sekitar 30 ribu pasukan TNI di Aceh dikerahkan untuk memberikan bantuan, dan separuh lainnya bertugas memerangi GAM. Pasukan TNI selalu berkata, karena diserang mereka juga harus membalas. GAM sendiri menyebut ini cuma kampanye memburuk-burukan mereka. Alhasil Jakarta harus bergegas kalau memang betul-betul ingin berunding. Situasi Aceh sekarang mulai menjadi normal, dan itu berarti bahwa pemusuhan TNI dan GAM akan terus berlanjut. Kalau ini sampai terjadi maka Indonesia sudah membiarkan kesempatan emas berlalu begitu saja. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
