---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 12 Januari 2005 15:40 UTC



** DANA PEMBANGUNAN KEMBALI ASIA SETELAH TSUNAMI.

** TAWARAN BAIK CINA UNTUK TAIWAN.

** LEDAKAN DI PABRIK PETASAN DI CINA.

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: FAKTOR KEAMANAN MENGHALANGI PELAKSANAAN 
PEMILU IRAK.

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MENURUT PBB NEGARA DONOR TIDAK BOLEH INGKAR 
JANJI.

** TINJAUAN PERS: TERHAMBATNYA BANTUAN DI ACEH DAN BENCANA TSUNAMI SEBAGAI 
MURKA ALLAH. 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: CLUB PARIS HANYA BERIKAN MORATORIUM SATU TAHUN 
KEPADA INDONESIA.

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : PERDAMAIAN BAGI ACEH MEMPEROLEH KESEMPATAN BARU.



* DANA PEMBANGUNAN KEMBALI ASIA SETELAH TSUNAMI.

Dunia internasional menjanjikan 700 juta dolar untuk pembangunan Asia setelah 
bencana tsunami. Hal ini disampaikan dalam konferensi donor di Jenewa. Menurut 
PBB dana ini sudah masuk dan dapat digunakan dalam beberapa hari. PBB yang 
mengatur penyaluran dana bantuan menyatakan belum pernah mengumpulkan uang 
sebanyak ini. 
Pada konferensi Jenewa ini, Belanda menyatakan sanggup memberi 200 juta euro 
untuk pembangunan kembali negara-negara korban tsunami. Dana ini disebar dalam 
jangka lima tahun.
Jumlah korban jiwa bencana tsunami di Asia saat ini mencapai 159.000 orang. 
Indonesia adalah negara dengan korban jiwa terbanyak, mencapai lebih dari 
106.000 jiwa.


* TAWARAN BAIK CINA UNTUK TAIWAN.

Cina bersedia membuka penerbangan langsung antara Taiwan dan Cina daratan 
menyambut tahun baru Cina bulan depan. Tawaran Beijing ini dianggap sebagai 
niat baik. Cina selalu menempuh garis keras terhadap Taiwan dan tidak 
segan-segan melakukan kekerasan militer untuk mencegah Taiwan menjadi negara 
merdeka. Pemerintahan nasional Taiwan tahun 1949 melarang jalur penerbangan 
langsung dan pelayaran langsung antara Taiwan dan negara komunis Cina. Presiden 
Taiwan Chen Shui-bian belum menanggapi tawaran pemerintah Beijing ini.


* LEDAKAN DI PABRIK PETASAN DI CINA.

Sebuah ledakan di pabrik petasan di Cina menewaskan 25 orang, terutama pegawai 
wanita. Ledakan ini terjadi di Provinsi Shanxi, Cina Utara. Sampai saat ini 
belum jelas apa penyebab ledakan. Industri petasan dan kembang api Cina saat 
ini bekerja keras menyambut tahun baru Cina 9 Februari mendatang. Menurut angka 
resmi, tahun lalu dalam sembilan bulan sekitar 192 orang menjadi korban ledakan 
di pabrik kembang api.


* KEKERASAN DI DARFUR MENINGKAT.

Peperangan yang terjadi di Darfur kembali meningkat, dan terancam akan menyebar 
ke daerah-daerah lain di Sudan. Demikian utusan khusus sekjen PBB untuk Sudan, 
Jan Pronk, di depan Dewan Keamanan PBB. 
Tidak tertutup kemungkinan, perjanjian perdamaian di Sudan Selatan menyebabkan 
meningkatnya kekerasan di Darfur. Jumlah penyebaran senjata di wilayah ini 
meningkat dan para pemberontak menyerang instalasi minyak lebih sering, 
demikian Pronk. Pronk menambahkan, saat ini di Darfur dibutuhkan tambahan 
polisi, pasukan perdamaian dan wakil organisasi hak-hak asasi manusia.
Kaum pemberontak di wilayah Barat menuduh pemerintah Sudan berniat ganda. 
Menurut mereka, karena adanya perjanjian perdamaian di Selatan, Khartoum kini 
punya banyak waktu untuk memerangi daerah lain.


* PENCARIAN SENJATA PEMUSNAH MASSAL DIHENTIKAN. 

Pencarian senjata pemusnah massal oleh Amerika di Irak dihentikan bulan lalu. 
Demikian diberitakan oleh koran terkemuka The Washington Post. Koran ini 
memberitakan kembalinya tim penyidik dari Irak sebelum Natal. Hal ini diduga 
disebabkan oleh banyaknya kekerasan di Irak dan kurangnya informasi. Penasihat 
CIA, Charles Dueffler yang memimpin pencarian, sudah membuat laporan September 
lalu. Menurut laporan itu, rejim Saddam Hussein berniat membuat senjata 
pemusnah massal, namun tidak mampu menjalankan niatnya. Sebuah sumber di 
pemerintahan membenarkan Duefler telah kembali, tapi mengelak mengenai 
dihentikannya pencarian senjata ini secara definitif.
Kemungkinan adanya senjata pemusnah massal di Irak adalah salah satu alasan 
terbesar serangan Amerika terhadap negara ini.


* BELANDA AKAN LANGSUNGKAN UPACARA MENGENANG KORBAN TSUNAMI.

Di Belanda upacara mengenang para korban bencana tsunami Asia dengan Ratu 
Beatrix dan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende akan dilangsungkan pada 
tanggal 25 Januari mendatang. Putra Mahkota Pangeran Willem-Alexander dan 
istrinya Putri Maxima juga akan menghadiri upacara ini.
Demikian disampaikan Dinas Penerangan Kerajaan Belanda RVD, Rabu ini. Rencana 
di mana pertemuan dengan korban dan keluarga yang ditinggalkan dalam bencana 
ini, masih belum ditetapkan. 

Dalam resepsi tahun baru Selasa kemarin di Amsterdam Ratu Beatrix berseru, 
"Dibandingkan dengan penderitaan para korban bencana, sepertinya masalah kita 
tidak ada artinya". Ratu juga mengatakan, banyak orang Belanda, memulai 
kegiatan-kegiatan bantuan, besar atau kecil, karena kejadian ini benar-bernar 
menyentuh mereka. Luxemburg, ketua bergilir Uni Eropa, meminta Belanda 
mengkordinasi penyaluran bantuan dari Eropa. Beatrix menganggap permintaan ini 
sebagai sebuah kehormatan.


* BERITA BURSA.

Pasar uang di Eropa pagi ini tidak memperlihatkan langkah-langkah berarti. Di 
Amsterdam indeks AEX naik 0,1 % pada 353 poin. Di London dan Paris 
pergerakannya lebih kecil. Frankfurt dibuka turun dengan 0,2 %.

Index Nikkei di Tokyo turun 0,75 % pada 11.453 poin. Penurunan ini disebabkan 
oleh penjualan saham yang dipengaruhi suasana pesimis di Wall Street, New York. 


Satu euro bernilai 1,3096 dolar.


* FAKTOR KEAMANAN MENGHALANGI PELAKSANAAN PEMILU DI IRAK.

Selasa lalu, Perdana menteri interim Irak Iyad Allawi untuk pertama kali secara 
resmi mengakui tidaklah mungkin melangsungkan pemilihan umum di semua wilayah 
di Irak tanggal 30 Januari mendatang. Itu karena kurangnya faktor keamanan. 
Sebelumnya Allawi memperkirakan hanya sebagian kecil wilayah Irak yang tidak 
aman, tetapi luas wilayah berbahaya itu ternyata jauh lebih besar dari yang 
diperkirakan sebelumnya, sehingga bisa mengurangi kredibilitas pemilihan umum 
dengan serius. Ulasan redaktur senior Timur Tengah Bertus Hendriks:

Pemilihan umum di Irak masih tinggal beberapa minggu lagi. Selama beberapa 
bulan terakhir banyak pihak memperkirakan pemerintah interim dan pasukan 
kamanan Irak mampu menjaga keamanan para pemilih. Tetapi kenyataan sehari-hari 
yang menyakitkan akhirnya memaksa Perdana Menteri Iyad Allawi mengaku bahwa 
sebagian wilayah Irak masih terlalu berbahaya, sehingga tidak bisa dilaksanakan 
pemilu. Tetapi seberapa besar luas wilayah kantong yang berbahaya ini? Perdana 
Menteri Allawi berpendapat wilayah itu tidak seberapa luas, sementara 
pihak-pihak lain termasuk komandan militer Amerika justru beranggapan lebih 
parah lagi. Menurut mereka empat dari 18 propinsi di Irak tidaklah aman untuk 
pemilu. Pada empat propinsi ini warga Sunni merupakan mayoritas, dan ditempat 
itu pemberontakan belum juga mereda. 

Pasukan keamanan Irak yang baru sebetulnya bertugas menjaga keamanan selama 
pemilihan umum, tetapi hingga sekarang mereka menjadi sasaran bom-bom mobil, 
bom-bom di pinggir jalan atau berbagai serangan berdarah lainnya. Bahkan para 
pejabat tinggi pemerintah yang mendapat penjagaan ketat, seperti gubernur 
ibukota Bagdad dan wakil kepala staf kepolisian, belum lama ini menjadi korban 
serangan berdarah. Sekarang orang dapat dengan tegas menyatakan tidak mungkin 
melangsungkan pemilu jurdil di propinsi-propinsi yang dikuasai kalangan Sunni. 
Hal ini menyebabkan kendala politik sangat besar untuk Amerika Serikat dan 
pemerintah Perdana Menteri Allawi.

Pemilu 30 januari mendatang akan memilih 275 anggota parlemen baru yang 
bertugas menyusun undang-undang dasar baru. Parlemen yang harus membicarakan 
masa depan Irak, tetapi tanpa wakil warga Sunni jelas tidaklah menghormati 
kesatuan dan persatuan di Irak. Sementara menunda pemilu di wilayah-wilayah 
berbahaya, tidaklah mungkin karena pemilu Irak berazas pembagian suara 
proporsional. Ini berarti seluruh wilayah Irak dianggap sebagai satu distrik 
pemilihan. Apabila sebuah partai mendapat separoh suara nasional, maka partai 
itu mendapat setengah kursi di parlemen. Tidak peduli apakah suara itu datang 
dari wilayah Irak Utara, Timur, Barat, Tengah atau Selatan. Apabila Irak dibagi 
menjadi sejumlah distrik pemilihan, misalnya setiap propinsi mengirim 15 wakil 
dalam parlemen, maka akan mungkin melaksanakan pemilu di daerah yang aman 
tanggal 30 Januari mendatang dan di wilayah yang rusuh setelah keamanan 
dipulihkan.

Sekarang pemilu sudah tidak bisa ditunda lagi. Dan itulah sebenarnya yang 
dituntut partai-partai Sunni serta sejumlah tokoh Irak lainnya. Usulan mereka 
ditentang keras kalangan Syi'ah dan pemimpin tertinggi mereka Ayatollah Ali 
Sistani. Sekitar 60% warga Irak pengikut Syi'ah, dan selama pemerintahan kaum 
Sunni di Irak, mereka sangatlah menderita. Hanya 20% warga Irak yang menganut 
Islam Sunni. Warga Syi'ah melihat pemilu mendatang sebagai kesempatan untuk 
mengambil alih kekuasaan. Selain itu menurut mereka penundaan sama saja dengan 
membenarkan kekerasan serta aksi-aksi jihad yang telah membunuh banyak sekali 
warga Syi'ah termasuk sejumlah pemimpin agama mereka. Karena itu tidak ada 
jaminan bahwa keamanan akan membaik dalam enam bulan mendatang, seperti yang 
dikemukakan pemerintah Amerika dan pemerintah Allawi. 

Pemerintah Irak sangat ingin memecahkan persoalan dan menghindari pemilu yang 
diboikot penduduk Sunni Arab dengan alasan keamanan. Karena itu mereka meminta 
bantuan negara-negara tetangga Sunni lainnya untuk meyakinkan penduduk Sunni 
Irak supaya menghentikan aksi-aksi menyabot pemilu. Kecil harapan itu akan 
berhasil. Pihak Amerika bahkan bersedia mulai berunding dengan "Persatuan 
Cendekiawan Muslim Sunni". Kelompok ini dikenal sangat menentang pendudukan 
Amerika dan dipercaya punya pengaruh sangat besar di kalangan Sunni Irak. 
Mereka menawarkan membantu menghentikan aksi-aksi kekerasan dan sebagai 
gantinya ingin ikut menentukan penarikan mundur pasukan Amerika dari Irak. 
Persyaratan itu ditolak Washington. Hingga sekarang kendala belum terpecahkan, 
sementara Irak menghadapi pemilihan umum di mana peluru bisa berbicara sama 
kuat dengan kertas suara.


* MENURUT PBB NEGARA DONOR TIDAK BOLEH INGKAR JANJI.

Belanda menyediakan bantuan tambahan sebesar 200 juta euro kepada 
wilayah-wilayah yang tertimpa bencana gempa bumi dan tsunami di Asia. Demikian 
Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Agnes van Ardenne Selasa kemarin, sewaktu 
konprepensi negara-negara donor di Jenewa. Para menteri keuangan negara-negara 
yang tertimpa bencana dan negara donor bersidang membicarakan situasi terakhir 
dan operasi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Perserikatan Bangsa-bangsa. 
Laporan redaktur kerjasama internasional Pieternel Gruppen dari Jenewa:

Pemerintah Belanda sampai sekarang telah memberi bantuan darurat sebesar 30 
juta dolar. Dana tambahan sebesar 200 juta euro yang dijanjikan Menteri 
Kerjasama Pembangunan Agnes van Ardenne di Jenewa akan disediakan dalam waktu 
lima tahun mendatang. Dana ini juga hanya ditujukan bagi pembangunan kembali 
wilayah yang tertimpa bencana.

Agnes van Ardenne: Kami ingin agar dana itu dimanfaatkan di Aceh dan Srilangka, 
karena dua tempat ini paling parah dilanda tsunami. Belanda sudah lama membantu 
kedua negara. Di Indonesia misalnya kami sudah bertahun-tahun aktif di bidang 
pendidikan dan air. Kegiatan seperti ini akan juga kami lakukan di Aceh, 
bekerjasama dengan pemerintah Indonesia. 

Menurut Van Ardenne sangatlah penting untuk mengawasi pendanaan pembangunan 
kembali karena dana bantuan darurat sebesar 1 milyar dolar sudah dicairkan. 
Koordinator bantuan kemanusiaan PBB Jan Egeland menekankan sekarang ini 
situasinya unik. Menurutnya, belum pernah terjadi dalam waktu singkat 
dikumpulkan uang begitu banyak, bahkan sebelum PBB mengeluarkan permintaan 
resmi. Karena itu PBB dapat mencegah timbulnya gelombang penderitaan baru. 
Demikian Egeland:

Jan Egeland: Saya kira, dapat saya katakan bahwa gelombang kedua pemusnahan, 
kematian dan penularan penyakit seperti yang pernah saya ramalkan beberapa hari 
setelah bencana tsunami, mungkin tidak bakal terjadi. Ternyata kita tidak 
melihat adanya epidemi atau kelaparan.

Tetapi Egeland sangat khawatir dibutuhkan waktu setengan tahun sebelum dana 
yang dijanjikan setelah pemberian bantuan darurat benar-benar masuk. 
Negara-negara donor kebanyakan kurang semangat untuk memberikan uang apabila 
tidak ada lagi perhatian media massa. Misalnya pemulihan jaringan komunikasi 
sewaktu pembangunan kembali tidak menarik perhatian media dibandingkan 
pembagian bantuan pangan darurat langsung setelah bencana.

Selain itu dari pengalaman sejarah banyak negara menjanjikan uang akhirnya 
mengingkari janji. Setelah gempa bumi di kota Bam, Iran, masyarakat 
internasional hanya menyalurkan dana sebesar 17,5 juta dolar dari dana satu 
milyar dolar yang dijanjikan. Mozambik hanya menerima separoh dari 400 juta 
dolar yang dijanjikan dunia setelah bencana banjir di tahun 2000. Karena itu 
menurut Jan Egeland sudah waktunya diadakan perubahan. Menurutnya PBB bersedia 
dimintai pertanggungjawaban seperti agen yang bekerja di bawah. Tapi PBB juga 
akan meminta tanggung jawab negara-negara donor untuk benar-benar menepati 
janji. Kata-kata harus cocok dengan tindakan, demikian Egeland. 

Justru karena penduduk dunia secara massal mengumpulkan uang dalam jumlah 
besar, sangatlah penting untuk membuat sistim pengawasan yang terbuka untuk 
semua orang. Demikian Jan Egeland. Karena itu PBB meluncurkan situs 
www.reliefweb.int Di situ tercantum hitam di atas putih semua janji yang dibuat 
negara-negara donor atau organisasi. Di dalamnya dapat dilihat dengan persis 
berapa banyak uang yang dijanjikan suatu negara atau organisasi dan berapa yang 
benar-benar dicairkan. Situs internet ini dikelola oleh biro akuntansi Price 
Waterhouse and Cooper, yang menyediakan secara cuma-cuma pakar mereka. Jadi 
sekarang tugas publik dan media untuk langsung mengeluarkan peringatan apabila 
dana itu tidak cocok.


* TERHAMBATNYA BANTUAN DI ACEH DAN BENCANA TSUNAMI SEBAGAI MURKA ALLAH. 

Regu bantuan sukarelawan asing yang ingin membantu di Aceh harus dapat ijin 
dari pemerintah Indonesia. Hal ini menghambat masuknya bantuan ke Aceh, 
demikian diberitakan harian Belanda de Telegraaf. Menurut Budi Atmaji, Kepala 
Staf Operasi Tim Nasional Penanganan Bencana Aceh pemerintah Indonesia tidak 
bisa menjamin keamanan para sukarelawan di luar Banda Aceh dan Meulaboh, karena 
ancaman pemberontak GAM.

Tentara Indonesia mengingatkan kemungkinan serangan GAM terhadap sukarelawan 
asing. Panglima TNI Jenderal Endriartono Soetarto menawarkan gencatan senjata. 
Dia juga mengulangi tuduhannya: para pemberontak mencoba mencuri bahan bantuan 
untuk korban bencana tsunami. Juru bicara GAM menolak tuduhan: banyak anggota 
GAM juga menjadi korban bencana, tentara pemerintah mencoba mengkambing 
hitamkan GAM.

De Telegraaf juga memberitakan PBB sudah memulai penyebaran bahan pangan di 
Aceh. Sekitar 160.000 orang mendapat persediaan makanan untuk sebulan. Sampai 
saat ini PBB telah meyebarkan 8080 ton bahan pangan kepada sekitar sejuta 
korban bencana tsunami dari Asia tenggara sampai Somalia. 

Sekitar 8 milyar dolar dijanjikan oleh banyak negara untuk membantu korban 
bencana, sampai saat ini baru 2,7 milyar dolar yang masuk. PBB khawatir kalau 
terlalu lama, janji ini tidak akan terpenuhi. PBB juga ingin mencegah korupsi 
karena uang bencana tidak diurus dengan baik. Mereka merencanakan dibangunnya 
situs agar pendonor dapat mengikuti ke mana perginya uang mereka.

Harian sore Belanda NRC Handelsblad menulis bahwa orang Aceh melihat bencana 
Tsunami sebagai murka Allah. Sesudah bencana banyak orang Aceh bertobat, tapi 
tidak semuanya. Itu terbukti dari sudah mulainya pelbagai tindakan kriminal, 
mayat-mayat yang dilucuti perhiasannya, rumah-rumah yang dijarah dan 
sebagainya. Dosa lama kembali ada di Aceh. 

Mengutip seorang ulama Aceh, NRC Handelsblad berlanjut, masyarakat Aceh melihat 
bencana besar ini sebagai kemunafikan politisi Aceh. Hukum syariah sudah 
diberlakukan di Serambi Mekkah, tetapi tidak ditaati dan mereka terus 
melanggarnya. Karena itu Tuhan marah, dan episentrum atau pusat gempanya 
terletak di bawah pantai Aceh. 

NRC Handelsblad juga menulis betapa banyak mesjid yang tetap tegak. Misalnya 
Mesjid Baiturahman di Banda Aceh dan Mesjid Nurul Huda di Meulaboh. Pembangunan 
mesjid tidak melibatkan anemer, tetapi masyarakat sendiri. Dananya tidak 
dikorupsi, karena itu mesjid-mesjid tetap kokoh. Sedangkan gedung-gedung baru, 
seperti hotel mewah Kuala Tripa sekarang runtuh seperti rumah kartu. Mengutip 
seorang ulama, menurut NRC Handelsblad itu karena tidak semua dana digunakan 
membangunnya. Jadi gabungan antara korupsi dan munafik membangkitkan amarah 
Tuhan.

Koran sore NRC Handesblad juga menulis bahwa gencatan senjata yang ditawarkan 
para pemimpin GAM di Swedia kembali merupakan wujud kemunafikan itu. GAM yang 
selalu bersembunyi di gunung-gunung, setelah bencana turun ke wilayah-wilayah 
yang rusak. Di sana terjadilah kontak militer dengan pasukan Indonesia. Sabtu 
lalu ada kontak senjata di markas besar PBB. Mungkin saja, kata NRC 
Handelsblad, ini adalah provokasi supaya pihak asing membayar perlindungan dari 
TNI. Yang jelas, tentara Indonesia melihat dengan mata kosong bagaimana dunia 
asing masuk ke dalam Aceh. Karena itu dengan mudah mereka jatuh dalam dosa masa 
lampau.

Demikian NRC Handelsblad dan demikian pula tinjauan pers untuk hari ini.


* CLUB PARIS HANYA BERIKAN MORATORIUM SATU TAHUN KEPADA INDONESIA.

Rabu ini para anggota Club Paris akan memutuskan moratorium hutang, atau 
penundaan pembayaran hutang, antara lain, kepada Indonesia. Sudah pasti ada 
penundaan satu tahun hingga tahun 2006, tetapi Indonesia tetap harus membayar 
bunga. Hutang Indonesia kepada negara-negara Club Paris hanya mencapai 
sepertiga dari keseluruhan hutang Indonesia. Karena itu didesak untuk 
memberikan moratorium selama lima tahun dan tanpa bunga, sehingga benar-benar 
dapat mengurangi beban Jakarta. Demikian penjelasan Ivan Hadar, direktur 
eksekutif INFID, yaitu Forum Kerjasama LSM. Selain itu diharapkan banyak negara 
memberi hibah, seperti Jepang.

Ivan Hadar [IH]: Bagi kami sebenarnya moratorium belum menyelesaikan masalah, 
tapi sebagi inisiatif oke. Dan dalam moratorium memang bisa dijanjikan 
misalnya; pengunduran minimal 5 tahun, dan pada waktu jatuh temponya nanti 
hanya stok hutang aja yang dibayar, tidak termasuk bunga.

Radio Nederland [RN]: Tetapi didalam pernyataan disebutkan juga bahwa hutang 
Indonesia kepada Club Paris itu hanya sepertiganya, dan moratorium itu 
sehendaknya diberikan untuk seluruh hutang kepada Indonesia, bagaimana ini?

IH: Karena itu INFID juga mengusulkan dilakukannya konferensi tentang hutang, 
yang melibatkan seluruh negara-negara kreditor dan lembaga keuangan 
internasional untuk duduk satu meja dengan pemerintah Indonesia. Kemudian ada 
pihak ketiga yang melakukan audit dan penelitian, penilaian tentang kelayakan 
hutang-hutang yang dibuat Indonesia dan apa saja sekiranya secara moral maupun 
perhitungan-perhitungan ekonomi tidak perlu dibayar atau dengan kata lain harus 
dihapus sebagai hutang Indonesia. Dan itu lebih baik lagi dalam kepemimpinan 
PBB, sebagai lembaga yang saat ini memang lewat persetujuan millenium 
development itu, mewajibkan semua negara anggotanya untuk misalnya dalam hal 
kemiskinan pada tahun 2015 mengurangi separoh dari angka kemiskinan yang ada 
disetiap negara.

RN: Pak Ivan, seberapa besar kemungkinan moratorium ini akan dipenuhi, karena 
selama ini baru hanya sekedar usulan-usulan saja?

IH: Saya kira penawarannya, paling tidak untuk negara-negara Paris Club, 
sepanjang yang kita bisa pantau, nampaknya tidak ada masalah. Mereka akan 
menawarkan Indonesia moratorium tapi hanya untuk 1 tahun, dan itu pengunduran 
hutang plus bunga yang harus dibayar pada tahun 2006. Jadi sebatas itu saya 
pikir. Bahwa ada nanti ada usulan seperti dari Inggris untuk pemotongan 
sebagian hutang, dan mungkin ada beberapa negara yang menunjukkan minatnya juga 
untuk memotong sebagian hutang, itu diluar kesepakatan bersama. Jadi harus 
dilakukan oleh pihak Indonesia secara bilateral maupun multilateral. Tapi yang 
realistis saya pikir karena pemerintah Indonesia sendiri juga kayaknya 
ogah-ogahan gitu ya, sejak awal ketika ditawari oleh konselir Jerman, kemudian 
juga oleh Gordon Brown dari Inggris, itu sebagian dari anggota kabinet malah 
nampaknya apakah malu atau mencemaskan rating Indonesia, kemudian bersikap 
setengah hati. Jadi maksimal yang akan dicapai, menurut perkiraan kami ya 
sekedar moratorium satu tahun itu.

RN: Ini juga merupakan salah satu kendala ya pak ya, karena beberapa menteri 
dalam kabinet itu dituduh sangat pro IMF. Seberapa besar peran IMF nanti dalam 
penjadawalan kembali hutang-hutang kembali Indonesia ini Pak?

IH: Tidak ada sebenarnya, kalau Paris Club sekarang IMF bukan anggota, jadi IMF 
bisa diminta untuk memberikan masukkan, tapi bukan pengambil keputusan. Jadi 
pengaruh untuk besok, Paris Club memang relatif kecil. Tapi secara keseluruhan 
untuk pencari solusi terbaik bagi penyelesaian hutang Indonesia memang peran 
IMF cukup besar. Dan kalau pihak ketiga yang melakukan audit tentang hutang 
Indonesia obyektifitasnya bisa dijamin, dan saya pikir publik dunia juga akan 
melihat bahwa memang ada cukup banyak hutang Indonesia yang layak untuk dihapus.

RN: Lalu Pak, Indonesia kan sebenarnya menghendaki uang yang mengalir ke 
Indonesia ya pak ya, kalau misalnya disepakati apakah ada dana yang akan 
dicairkan atau prosesnya bagaimana pak?

IH: Kita curiga bahwa nanti dalam sidang GGI tanggal 19 permohonan Indonesia 
untuk mengambil hutang baru, padahal sekarang ini kita menuntut agar stop 
hutang baru kan? Sebenarnya cukup banyak hutang lamapun masih belum dicairkan 
karena berbagai persyaratannya belum bisa dipenuhi. Yang kita inginkan 
sebenarnya sekarang ini cukup grant dan pemotongan hutang. Sama seperti yang 
dilakukan oleh Jepang sekarang ini kaitannya dengan Aceh, dan beberapa negara 
yang terkena tsunami kan Jepang memberikan 500 juta US dolar. Dan itu tanpa ada 
bunga dan tidak perlu dibayar kembali.

RN: Tetapi Pak, kalau moratorium itu dengan bunga kan berarti hutangnya juga 
bertambah pak?

IH: Iya, itu yang kita tolak, jadi moraorium sebenarnya hanya memindahkan 
masalah hari ini ke tahun depan.

Demikian Ivan Hadar, direktur eksekutif INFID, Forum Kerjasama LSM.


* PERDAMAIAN BAGI ACEH MEMPEROLEH KESEMPATAN BARU.

Intro: Jakarta menyatakan ingin berunding dengan GAM untuk menangani Aceh yang 
sekarang terserang bencana. Itu jelas hal baru, tapi Jakarta tidak bisa 
berleha-leha. Kalau memang ingin mencapai perdamaian, maka perundingan itu 
harus cepat-cepat dilakukan. Laporan koresponden Step Vaessen dari Jakarta.

Kalau memang ada saat yang paling tepat untuk menghentikan konflik berdarah 
yang sudah puluhan tahun merobek-robek Aceh, maka saat itu adalah sekarang. 
Akibat bencana tsunami, hampir sejuta orang Aceh harus menanti bantuan, ratusan 
ribu menderita trauma. Berlanjutnya letusan senjata jelas tidak mereka 
inginkan. Hanya satu hal yang didambakan rakyat Aceh sekarang, itulah membangun 
lagi kehidupan dan penghidupan mereka dalam perdamaian. Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono sudah menyatakan siap berunding dengan Gerakan Aceh Merdeka GAM. 
Secara rahasia konon perundingan itu juga sudah dimulai. Bukannya dengan para 
pimpinan GAM di Swedia, karena menurut SBY mereka bukanlah mitra berunding. SBY 
ingin berunding dengan para pimpinan GAM di Aceh atau Malaysia.

Sampai-sampai awal pekan ini SBY meminta saran para duta besar Amerika Serikat, 
Britania, Swedia, Singapura dan Libya. Ini menarik, karena sampai sekarang Aceh 
selalu dianggap sebagai masalah dalam negeri Indonesia. Menurut seorang 
jurubicaranya, SBY sekarang tengah mempertimbangkan otonomi khusus dan amnesti 
bagi para anggota GAM yang bersedia menyerah. Tetapi sampai sekarang GAM tidak 
ingin mengubah pendiriannya, Aceh harus keluar dari NKRI menjadi negara 
merdeka. Sekarang pun, di tengah penderitaan rakyat Aceh yang begitu besar, GAM 
tampaknya juga tidak akan mundur dari pendirian macam ini.

Kehadiran sukarelawan asing laksana durian jatuh bagi GAM. Hampir dua tahun ini 
Aceh tertutup bagi dunia luar. Akibat operasi militer itu, GAM juga dipaksa 
mundur ke wilayah pegunungan. Sekarang, GAM berharap masyarakat internasional 
bisa mengulurkan bantuan. Dunia bisa melihat sendiri bagaimana Jakarta 
seolah-olah membiarkan orang-orang Aceh yang tertimpa bencana. Bukan hanya 
bantuan itu datang sangat terlambat, tetapi akibat bencana tsunami tetap sulit 
saja untuk meyakinkan orang Aceh bahwa Indonesia tetap berniat baik untuk 
Serambi Mekah ini. Pembangunan ekonomi Aceh tertatih-tatih, korupsi meraja 
lela, dan terus saja terjadi penyiksaan dan pembunuhan warga yang tidak berdosa.

Tetapi GAM juga tidak bisa berbuat lebih dari itu. GAM sendiri juga bukan 
merupakan satu kesatuan utuh. Hanya sebagian kecil yang sibuk dengan urusan 
politik. Yang lainnya malah membentuk semacam regu perampok. Niat baik mereka 
juga diragukan, karena kelompok ini mencuri, mengintimidasi dan memeras warga. 
GAM juga dituduh melakukan pembunuhan, khususnya orang Aceh yang bekerja 
sebagai pegawai negeri atau guru. Sampai sekarang tidak satu negara pun 
mendukung cita-cita GAM untuk memerdekakan Aceh. Dunia tampaknya juga tidak 
akan berubah pendirian dengan mendukung GAM. Karena itu GAM tidak punya pilihan 
lain kecuali menerima tawaran perundingan yang diajukan oleh Jakarta. Tetapi 
yang lebih penting lagi adalah, Jakarta juga harus memandang rakyat Aceh 
sebagai mitra berunding, karena sudah hampir dua tahun rakyat Aceh terjepit 
antara GAM dan TNI.

Tetapi sampai kapan SBY bisa menahan tekanan tentara yang selalu ingin tindakan 
militer terhadap GAM? Sebagai menko polkam, dua tahun lalu, upaya SBY mencapai 
perdamaian di Aceh juga gagal. Di bawah tekanan TNI yang begitu hebat, SBY 
harus menghentikan perundingan. Kemudian Megawati mengumumkan hukum darurat 
militer. TNI berupaya mati-matian menundukkan GAM. Walau pun sudah ada gencatan 
senjata yang diumumkan menyusul bencana tsunami, tetap saja terjadi bentrokan 
senjata. Separuh dari sekitar 30 ribu pasukan TNI di Aceh dikerahkan untuk 
memberikan bantuan, dan separuh lainnya bertugas memerangi GAM. Pasukan TNI 
selalu berkata, karena diserang mereka juga harus membalas. GAM sendiri 
menyebut ini cuma kampanye memburuk-burukan mereka. Alhasil Jakarta harus 
bergegas kalau memang betul-betul ingin berunding. Situasi Aceh sekarang mulai 
menjadi normal, dan itu berarti bahwa pemusuhan TNI dan GAM akan terus 
berlanjut. Kalau ini sampai terjadi maka Indonesia sudah membiarkan kesempatan 
emas berlalu begitu saja.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke