---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 13 Januari 2005 14:10 UTC



** WASHINGTON MINTA PEJELASAN JAKARTA IHWAL PEMBATASAN PASUKAN ASING DI ACEH 

** PESAWAT PENUMPANG BRITISH AIRWAYS TERPAKSA BALIK KE LONDON

** PEMENANG HADIAH NOBEL PERDAMAIAN IRAN SHIRIN EBADI DIINTEROGASI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AMERIKA KEMBALI BEBASKAN TAHANAN GUANTANAMO 
BAY 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEMATIAN PEMUDA EINDHOVEN DI KASHMIR TETAP 
DILIPUTI MISTERI

** GEMA WARTA ULASAN PERS:KONTROVERSI PASUKAN ASING DI ACEH DAN GARA-GARA 
TSUNAMI AMERIKA SERIKAT RUJUK DENGAN PBB

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: INDONESIA BELUM SEPENUHNYA TERIMA TAWARAN KLUB 
PARIS

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DIBUTUHKAN SUATU MASTERPLAN UNTUK MASA DEPAN ACEH

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PEMULIHAN PEMERINTAHAN SIPIL ACEH PASCA TSUNAMI



* WASHINGTON MINTA PEJELASAN JAKARTA IHWAL PEMBATASAN PASUKAN ASING DI ACEH 

Amerika Serikat menanggapi pernyataan wapres Jusuf Kalla yang meminta pasukan 
asing meninggalkan Aceh akhri Maret mendatang. Amerika Serikat mengirim sekitar 
2 ribu  tentara Marinir ke Aceh untuk memberi bantuan kemanusiaan kepada para 
korban tsumani. Di samping itu Jakarta juga membatasi ruang gerak tentara 
Amerika, mereka tidak diijinkan menyandang senjata dan pada malam hari harus 
kembali ke kapal mereka. Sampai saat ini pasukan Amerika ini tinggal di kamp di 
daratan Sumatera.

Sementara itu Jakarta mengumumkan akan menambah tentaranya di Aceh sampai 50 
ribu. Pemerintah Indonesia melarang kehadiran orang asing sebelum tsunami di 
Aceh. Setelah malapetaka ini, para relawan dan wartawan asing mendapat ijin 
dengan ruang gerak terbatas untuk mengunjungi propinsi dengan gerakan separatis 
ini. Dalam hal ini PBB mengkhawatirkan pembatasan yang diterapkan Jakarta untuk 
orang asing akan menghambat proses pemberian bantuan kepada para korban 
tsunami. Sebaliknya pemerintah Indonesia menyatakan pembatasan ini bertujuan 
untuk mengamankan mereka dari ancaman kekerasan pihak GAM.


* PESAWAT PENUMPANG BRITISH AIRWAYS TERPAKSA BALIK KE LONDON

Hal ini terjadi karena pihak yang berwajib di Amerika Srikat menemukan nama 
seorang yang dicurigai teroris dalam daftar nama penumpang. Pesawat dengan 239 
penumpang saat itu sudah berada selama 3 jam dalam perjalanan dan terpaksa 
pulang ke bandara Heathrow di London. Sesampainya di London, tersangka teroris 
ini diinterogasi selama 2 jam namun dibebaskan lagi. Menurut Amerika Serikat 
nama sang tersangka sama dengan nama seorang teroris Maroko.


* PEMENANG HADIAH NOBEL PERDAMAIAN IRAN SHIRIN EBADI DIINTEROGASI

Shirin Ebadi menyatakan ia harus melapor ke pengadilan dalam waktu 3 hari, dan 
diancam akan ditahan kalau tidak mengindahkan perintah ini. Belum jelas alasan 
perintah melapor ini. Ia belum menentukan apakah akan menurut perintah ini. 

Aktivis HAM dan demokrasi di Iran yang berusia 57 tahun ini menerima hadiah 
nobel untuk perdamaian pada tahun 2003. Wanita Iran ini tetap bersitegang 
dengan penguasa Iran, terutama dengan pihak kehakiman yang didominasi kelompok 
konservatif Islam.


* MARK THATCHER, PUTERA MANTAN PERDANA MENTERI INGGRIS TERLIBAT KUDETA

Ia mengaku keterlibatannya dalam kudeta gagal di negara Afrika Guinea 
Ekuatorial di depan pengadilan di Afrika Selatan. Putera mantan perdana menteri 
Margaret Thacher  membantu dengan dana kepada para pemberontak yang bertujuan 
menjatuhkan pemerintah Guinea Ekuatorial. Mark Thatcher ditahan di rumahnya di 
Cape Town, Afrika Selatan, lewat perjanjian dengan pengadilan ia tidak perlu 
masuk penjara. Namun ia diwajibkan membayar denda 380 ribu euro sebelum hari 
Sabtu.


* KEKERASAN DI IRAK BERLANJUT TERUS

Kawanan bersenjata di ibukota Irak Bagdad menyerang sebuah minibus dan 
menyandera seorang usahawan Turki. Enam karyawannya dibunuh. Selanjutnya di 
selatan Bagdad, serangan menyebabkan 6 orang tewas. Salah seorang korbannya 
adalah pembantu pemimpin Syiah Ali al-Sistani.


* BERITA BURSA

Bursa Eropa dibuka dengan laba. Nilai indeks AEX di Amsterdan naik dalam waktu 
setengah jam dengan 0,5 persen pada 352. Hal yang sama juga terjadi dengan 
bursa di London, Frankfurt dan Paris.

Bursa Tokio ditutup 95,17 poin lebih rendah pada 11.385,22. Ini berarti 
kerugian 0,8 persen kalau dibandingkan dengan Rabu lalu. Kerugian ini terutama 
disebabkan oleh turunnya nilai dolar. Dolar yang murah merupakan rintangan bagi 
para investor karena ekspor Jepang ke Amerika Serikat akan berkurang.


Nilai tukar Euro: C 1,- = $ 1,3235


* AMERIKA KEMBALI BEBASKAN TAHANAN GUANTANAMO BAY 

Amerika Serikat menyatakan akan membebaskan empat warga Inggris dan seorang 
warga Australia dari kamp tahanan di Guantanamo Bay, walaupun mereka masih 
dianggap sebagai pasukan musuh. Kerabat dan keluarga para tahanan ini 
menyatakan pembebasan tersebut membuktikan bahwa mereka tidak bersalah. Walau 
begitu bukan berarti kelimanya telah bebas dari semua gugatan. Tentang mereka, 
pemerintah Inggris dan Australia telah memberikan apa yang dinamakan "jaminan 
keamanan" kepada Washington. Berikut penjelasan pakar hukum internasional Avril 
McDonald mengenai arti jaminan tersebut:

Ini bisa berarti banyak. Mungkin ini berarti bahwa kasus mereka akan ditinjau 
ulang  begitu mereka sampai di kampung halaman. Tujuannya untuk memastikan 
apakah terdapat bukti untuk memproses mereka lebih lanjut. Atau ini bisa juga 
berarti bahwa mereka akan diamati seperti yang biasanya terjadi terhadap para 
tersangka teroris. 

Walaupun mereka telah ditahan selama tiga tahun, tapi status mereka belumlah 
ditetapkan. Pentagon telah mendirikan komisi milter dan mereka sudah 
mengisyaratkan bahwa sejumlah orang yang akan diadili, tapi keempat orang 
tersebut tidak ada di antara nama-nama yang disebut-sebut. Jadi kalau 
seandainya ada bukti bahwa mereka teroris, maka jelas pemerintah sudah 
melakukan prosedur pengadilan. Tiga tahun adalah waktu yang cukup lama. Apabila 
dalam tiga tahun itu tidak ada bukti yang bisa digunakan terhadap mereka maka 
tampaknya tidak akan ada bukti-bukti baru. 

Banyak orang yang ditahan dan kemudian dibebaskan dari Guantanamo ataupun 
tempat-tempat lain di mana mereka ditahan oleh pemerintah Amerika. Padahal 
tidak ada secuil bukti pun bahwa mereka bersalah. Tidak pernah ada pengadilan 
yang bisa dikatakan berhasil terhadap mereka ini. Sesudah periode panjang, maka 
hal itu  bisa mencerminkan bahwa sistim yang ada tidaklah benar. 

Sanak keluarga bekas tahanan Guantanamo asal Australia yang telah dibebaskan, 
menyatakan akan menuntut ganti rugi karena mereka salah ditahan. Tetapi Perdana 
Menteri Australia John Howard mengatakan ganti rugi itu tidak mungkin karena 
mereka ditahan secara sah. Memang anda berhak menahan seseorang apabila ada 
bukti dan kemudian mengadilinya. Tidak semua orang yang pernah ditahan dan 
kemudian dibebaskan berhak mendapatkan ganti rugi. Tetapi kembali ke pertanyaan 
inti, apakah mereka itu ditahan secara benar, apakah itu merupakan tindakan 
berdasar hukum.


* KEMATIAN PEMUDA EINDHOVEN DI KASHMIR TETAP DILIPUTI MISTERI

Intro: Di Belanda kalangan Islam radikal ternyata sudah lama ada, dan bukan 
tahun lalu saja ketika salah seorangnya membunuh sineas Theo van Gogh. Kisah 
mereka cukup misterius, karena sampai sekarang belum jelas bagaimana keduanya 
bisa tewas. Laporan redaktur dalam negeri Eric Hesen:

Itu adalah untuk pertama kalinya Negeri Belanda berkenalan dengan kalangan 
Islam ekstrim dari tanah sendiri. Tepat tiga tahun silam, pada tanggal 13 
Januari 2002 dua orang warga kota Eindhoven yaitu Ahmed el Bakiouli, 22 tahun, 
dan Khalid el Hassnoui, 21 tahun, ditembak mati oleh penjaga perbatasan India 
di Kashmir. Mungkin keduanya tengah dalam perjalanan menuju kamp latihan di 
Afghanistan. Mungkin saja, karena sampai sekarang tetap tidak jelas kenapa 
kedua pemuda itu ditembak mati.

Yang pasti adalah bahwa keduanya pada tanggal 17 Desember 2001 terbang ke New 
Delhi dari Amsterdam. Tiket pesawat terbangnya hanya sekali jalan, jadi mereka 
tidak memiliki tiket kembali ke Belanda. Setelah menetap seminggu di ibukota 
India, mereka naik kereta api ke Srinagar, ibukota Kashmir di kaki pegunungan 
Himalaya.

Menurut dinas rahasia Belanda AIVD, Ahmed dan Khalid menganut Islam radikal. 
Mesjid Fourqaan di Eindhoven, Belanda Selatan, konon menurut AIVD, menarik 
keduanya untuk ikut berjihad di Afganistan. Mesjid Fourqaan itu, sekali lagi 
menurut dinas rahasia AIVD, memang tempat untuk menjaring pemuda keturunan 
Maroko ikut jihad. Yang jelas Ahmed dan Khalid adalah pengunjung tetap mesjid 
Fourqaan. 

"Perjalanan ke Srinagar karena itu bukannya tidak masuk akal," demikian Siem 
Eikelenboom, penulis buku yang berjudul Djihad in de Polder. Di sekitar 
Srinagar terdapat dua kamp. Bukannya kamp seperti yang dimiliki Osama Bin 
Laden, tetapi semacam posko di mana orang bisa menekuni Islam yang dianggap 
Islam sejati. Selain itu Ahmed dan Khalid juga mendapat latihan menggunakan 
senjata dan alat peledak. Mungkin kamp semacam itulah yang ingin mereka tuju. 
Demikian Siem Eikelenboom.

Di Srinagar, Ahmed dan Khalid menginap di sebuah kapal hunian, selama seminggu. 
Pada pagi buta tanggal 13 Januari mereka berangkat, tanpa bagasi atau paspor. 
Mereka melewati pos kontrol pertama tanpa masalah, tetapi pada pos kontrol 
kedua mereka tidak bisa terus. Konon waktu itu Ahmed dan Khalid menyerang pos 
perbatasan kedua menggunakan pisau dapur. Menurut laporan polisi India, para 
penjaga perbatasan tidak punya pilihan lain kecuali menembak mati keduanya.

Rieks Holtkamp wartawa harian Belanda Eindhovens Dagblad mengikuti kasus ini 
selama bertahun-tahun, dan tidak percaya versi polisi India itu. Menurutnya 
Ahmed dan Khalid mungkin sedang dalam perjalanan menemui penghubung yang akan 
membawa mereka ke kamp latihan. Karena itu, mereka tentu tidak mau menarik 
perhatian. Kalau mereka tiba-tiba menyerang sebuah pos perbatasan, maka tujuan 
itu tentu saja gagal. Demikian Holtkamp.

Penjelasan Holtkamp didukung oleh sejumlah saksi anonim. Mereka menyatakan 
bahwa para penjaga pos perbatasan mendatangi kedua warga Belanda tersebut. 
Setelah itu para penjaga menembak mati keduanya.

Menurut Rieks Holtkamp pernyataan ini cocok dengan desas-desus lain, yaitu 
bahwa penjaga perbatasan India sudah tahu kedatangan kedua pemuda Eindhoven 
tersebut. Para penjaga mendapat tugas menghalangi kedua pemuda tadi mencapai 
tujuan mereka, dengan cara apapun. Penulis buku Siem Eikelenboom mengatakan 
punya petunjuk-petunjuk yang hampir sama. Menurutnya mungkin polisi India sudah 
mengikuti gerak-gerak kedua pemuda tersebut selama beberapa waktu, mungkin juga 
ada seseorang yang mengatakan keduanya akan datang. Bisa jadi pihak tersebut 
adalah dinas rahasia Belanda AIVD atau polisi. Wartawan Rieks Holtkamp juga 
tidak menutup kemungkinan polisi India diberi tahu oleh Belanda.

Tetapi yang paling logis adalah bahwa dinas intel Belanda AIVD membocorkan 
rencana perjalanan Ahmed dan Khalid. Hingga sekarang AIVD tidak mau memberikan 
keterangan mengenai kejadian ini. Mereka juga tidak mau menjawab apakah 
intel-intel Belanda telah mengikuti gerak-gerik kedua pemuda Eindhoven itu 
sebelum berangkat ke Kashmir. Keduanya adalah muslim-ekstremis dan menurut AIVD 
pernyataan tersebut sudah cukup. Sikap yang sama juga diperlihatkan Deplu 
Belanda. Laporan polisi India yang cuma satu halaman dan juga tidak jelas, 
dianggap cukup oleh Deplu Belanda.

Menurut wartawan Rieks Holtkamp sikap ini tidak dapat dimengerti. Apabila 
banyak sekali hal-hal yang tidak benar dalam laporan polisi India, maka 
sangatlah aneh jika pemerintah Belanda tidak mau menyelidiki kasus tersebut. 
Hal yang sama juga dinyatakan oleh penulis buku Siem Eikelenboom. Menurutnya 
apa pun tujuan perjalanan kedua pemuda Eindhoven ini, mereka adalah warga 
negara Belanda. Dan tiga tahun setelah kematin mereka masih belum jelas apa 
sebenarnya yang terjadi di Kashmir.


* ULASAN PERS KONTROVERSI PASUKAN ASING DI ACEH DAN GARA-GARA TSUNAMI AMERIKA 
SERIKAT RUJUK DENGAN PBB

Pernyataan Wapres Jusuf Kalla bahwa pasukan asing selambat-lambatnya akhir 
Maret harus hengkang dari bumi rencong ditanggapi kritis oleh pers 
internasional. Wakil gubernur Aceh, Azwar Abubakar menyatakan tidak setuju 
dengan ide Jakarta ini, karena Aceh masih membutuhkan bantuan tentara asing, 
antara lain untuk membangun pelabuhan baru di Aceh barat. Menurut Azwar ia sama 
sekali tidak dikonsultasi sebelumnya oleh Jusuf Kalla. Demikian diberitakan 
kantor berita internasional.

Koran Belanda Algemeen Dagblad menulis keinginan Jakarta membatasi 
keikutsertaan tentara asing bukan saja datang dari militer. Kelompok-kelompok 
Islam semacam Front Pembela Islam khawatir pengaruh barat akan masuk Aceh 
bersama tentara asing ini: bahaya kemaksiatan seks dan misionaris Kristen 
mengancam Serambi Mekah, demikian koresponden Algemeen Dagblad dari Jakarta 
mengungkapkan sikap kelompok muslim radikal Indonesia.

Kecurigaan kalangan muslim radikal terhadap keberadaan relawan dan pasukan 
asing di Aceh juga ditulis harian The International Herald Tribune. Harian ini 
mengutip sebuah sumber anonim yang menyamakan agenda Amerika Serikat untuk Aceh 
dengan Irak. Apakah setelah Irak, Indonesia akan menjadi target Amerika yang 
baru. Seorang diplomat Barat di Jakarta menyatakan, opini publik di Indonesia 
kini cenderung menentang pengambilalihan kekuasaan oleh pihak asing di Aceh.

Tsunami di Aceh ini memang menyebabkan kebingungan di kalangan umat Muslim 
Aceh, seperti yang diberitakan harian pagi Belanda Trouw. Harian ini menulis 
ihwal fatwa para ulama bahwa halal tidaknya makanan bantuan asing di Aceh untuk 
sementara tidak perlu digubris dulu. Aceh berada dalam keadaan darurat, dan 
semua bantuan pangan mendapat cap halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Peran Amerika Serikat dalam proses bantuan bagi Aceh ini mendapat sorotan 
kritis dalam media internasional. Harian pagi Belanda Trouw menyinggung tulisan 
presiden Bush yang dikirim ke berbagai media internasional. Washington tadinya 
sangat kikir dengan bantuan untuk para korban tsunami. Baru setelah kritik 
internasional, Bush bersedia memperbesar bantuannya. Dan dalam artikel untuk 
pers internasional yang ditulis ini, Bush menjanjikan keterlibatan Amerika 
untuk jangka waktu lama. Trouw mengutip komentar media international yang 
menganggap artikel Bush ini sebagai upaya Washington untuk memperbaiki citranya 
di dunia Islam.

Perubahan sikap Amerika ini berdampak positif untuk tugas kemanusiaan PBB, 
demikian ditulis harian sore Belanda NRC Handelsblad. Sikap antipati Washington 
terhadap badan dunia ini kini mulai berubah. Washington setuju melibatkan PBB 
dalam bantuan untuk Asia. Paman Sam akan menyesuaikan program bantuannya dengan 
program bantuan PBB untuk menghindari proyek dobel atau lubang-lubang dalam 
program bantuan internasional.

Demikian NRC handelsblad, dan sekian ulasan pers kali ini.


* INDONESIA BELUM SEPENUHNYA TERIMA TAWARAN KLUB PARIS

Pemerintah Indonesia menyatakan belum menerima sepenuhnya tawaran Klub Paris, 
yang terdiri atas 19 negara-negara kaya, untuk menunda pembayaran utang paling 
tidak selama tiga bulan. Rabu lalu, dalam sidang di Paris, kepada negara-negara 
yang tertimpa bencana gempa dan tsunami Klub Paris menawarkan penundaan 
pembayaran utang hingga Maret mendatang. Sementara keputusan akhir baru akan 
diambil Klub Paris sewaktu perundingan berikut bulan Maret mendatang. Ulasan 
redaktur ekonomi Wendy Braanker:

Kenyataan bahwa pemerintah Indonesia meragukan tawaran Klub Paris bagi 
penundaan perlunasan utang, berhubungan dengan rasa ketakutan Jakarta. Rabu 
lalu setelah sidang negara-negara donor berakhir, 19 negara anggota Klub Paris 
menyatakan tawaran pembekuan utang ini tidak akan disertai dengan sejumlah 
persyaratan tambahan. Biasanya penundaan pembayaran selalu disertai tuntutan 
tambahan, misalnya pemerintah suatu negara harus menata kembali keuangan 
nasional mereka. Setelah perundingan berakhir, Klub Paris mengatakan bencana 
alam yang sangat besar ini menuntut kerja yang lebih berat, karena itu tidak 
akan disertakan syarat tambahan. Walau begitu, Indonesia kelihatannya belum 
benar-benar yakin.

Kamis kemarin, Menteri Keuangan Yusuf Anwar menyatakan pemerintah Indonesia 
pertama-tama akan mempelajari dengan cermat persyaratan yang diajukan. Apabila 
persyaratan dianggap berlebihan, maka Jakarta tidak akan mengajukan permintaan 
untuk mendapat penundaan pembayaran utang. Sementara Menteri Luar Negeri Hassan 
Wirayuda menyatakan bantuan internasional tidak boleh berdampak negatif bagi 
Indonesia. Menurutnya, penundaan pembayaran bisa berakibat hutang luar negeri 
Indonesia di masa depan akan semakin menggunung. Ini dapat disamakan dengan 
neraca berimbang, apabila layak kredit Indonesia turun maka bunga yang harus 
dibayar akan bertambah.

Pembekuan utang diharapkan akan berdampak positif, misalnya tambahan dana cair 
untuk negara yang tertimpa bencana. Menurut Bank Dunia, hutang luar negeri 
Indonesia sekarang mencapai 132 milyar dolar, dan tahun 2005 ini Jakarta harus 
membayar sekitar 3 milyar dolar. Pembekuan sementara hutang seharusnya 
meringankan beban Jakarta. Selain itu juga berdampak positif untuk 
negara-negara lain yang tertimpa bencana seperti Srilanka dan Seychelles.

Sementara itu, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasionl IMF akan meneliti 
kelayakan hutang negara-negara yang menderita akibat bencana tsunami. Analisa 
tersebut akan diserahkan dalam waktu dekat, antara lain atas permintaan 
Belanda. Kemungkinan besar, para anggota Klub Paris dapat menetapkan keputusan 
definitif untuk menolong negara-negara yang tertimpa bencana, berdasarkan 
analisa tersebut. Keputusan Rabu lalu di Paris itu boleh dibilang satu langkah 
kecil ke depan.


* GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DIBUTUHKAN SUATU MASTERPLAN UNTUK MASA DEPAN ACEH

Banyak pihak berpendapat, pasca bencana gempa dan tsunami harus digunakan 
pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka untuk menyelesaikan masalah Aceh sampai 
setuntas-tuntasnya. Tapi sampai sekarang baik GAM maupun Jakarta tampak tidak 
bergairah menggunakan kesempatan emas ini. Pengamat Aceh dan aktivis HAM Otto 
Syamsuddin Ishak menyatakan, sekarang memang belum tepat waktunya untuk memulai 
perundingan perdamaian, terutama karena kedua belah pihak belum datang dengan 
konsep maupun agenda perundingan. Lebih baik kalau Jakarta mapun GAM menyusun 
dulu sebuah rencana untuk merekonstruksi Aceh ke depan. Lebih lanjut berikut 
Otto Syamsuddin Ishak kepada Radio Nederland.

Otto Syamsuddin Ishak [OSI]: Bukan tidak bergairah sebenarnya. Pertama memang 
perbincangan tentang perundingan belum tepat pada saat ini. Karena orang 
berbicara tentang emergency situasi kemanusiaan. Yang kedua agenda-agenda 
perundingan itu pun sebenarnya bisa dilakukan kalau berkaitan dengan 
penyelesaian masalah emergency kemanusiaan di Aceh. Misalnya para pihak harus 
menyatakan dirinya untuk melakukan gencatan senjata. Itu jauh lebih dibutuhkan 
daripada untuk berbicara masalah dialog untuk perundingan Aceh. 

Kemudian juga dari sisi lain, mungkin kalau perundingan-perundingan itu pun mau 
dilakukan sebenarnya para pihak tidak mempunyai gagasan apa yang akan mereka 
lakukan. GAM tidak punya konsep. RI juga tidak punya konsep. Saya mengusulkan 
substansi dari perundingan itu ke depan hanya membicarakan bagaimana 
merekonstruksi Aceh ke depan. Jadi tidak berbicara masalah-masalah yang 
berkaitan dengan soal-soal keamanan maupun soal-soal politik.

Radio Nederland [RN]: Tapi jelas bahwa rekonstruksi ke depan itu tidak bisa 
hanya dilakukan oleh Jakarta, RI saja dan tidak dilakukan oleh GAM saja. Mereka 
harus bekerjasama ya?

OSI: Ya. Saya kira mereka harus bekerjasama dan meminta pihak ketiga untuk 
membuat suatu masterplan tentang bagaimana rekonstruksi Aceh ke dapan. Jadi 
sekarang misalnya GAM tidak punya masterplan tentang Aceh ke depan. Indonesia 
juga tidak punya masterplan tentang Aceh ke depan. Saya kira memang pihak 
ketiga selain berperan sebagai mediator, ada juga pihak ketiga yang mengurus 
atau menyusun bagaimana masterplan untuk rekonstruksi Aceh ke depan.

Masyarakat dunia harus juga sebenarnya pro-aktif mendesakkan kepada pemerintah 
Indonesia maupun masyarakat Aceh bahwa mereka akan melakukan rekonstruksi 
berdasarkan masterplan yang mereka susun. Kemudian dibicarakan dengan 
masyarakat Aceh, dengan GAM maupun dengan pihak Indonesia.

RN: Tapi konon kabarnya di Aceh sendiri sudah mulai ada semacam pendekatan gitu 
antara Jakarta dengan GAM tapi melalui para ulama yang konon kabarnya juga 
dekat dengan GAM. Bagaimana anda menilai langkah semacam ini?

OSI: Yakin betul langkah akan menuju perundingan, itu langkah-langkah yang pra 
perundingan? Karena apa? Pemerintah khususnya, pemerintah Indonesia dan ulama 
yang mereka hubungi adalah pihak-pihak yang berada di luar struktur politik 
GAM. Jadi mereka tidak punya wewenang apa pun untuk mengambil suatu kebijakan 
apakah dialog dilangsungkan atau tidak.

Jadi sebaiknya memang pemerintah Indonesia menggunakan pihak ketiga untuk 
berbicara dengan GAM. GAM juga begitu menggunakan pihak ketiga untuk 
membicarakan masalah dialog dengan pihak Indonesia. Jadi jangan pihak Indonesia 
sendiri mengklaim misalnya telah menerima ulama yang pro-GAM untuk maju ke 
perundingan. Tidak ada ulama yang pro-GAM maupun pro-NKRI. Ulama tetap 
double-standard. Bagaimana mereka selamat di situlah mereka berpijak, 
sebenarnya. 

RN: Jadi perundingan dengan ulama ini kalau itupun terjadi, itupun baru 
merupakan langkah awal yang hati-hati menuju perundingan yang sebenarnya?

OSI: Ya. Ini merupakan suatu penciptaan pra-kondisi untuk kondisi adanya 
perundingan itu sendiri. 

Demikian pengamat Aceh dan aktivis HAM Otto Syamsuddin Ishak.


* GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PEMULIHAN PEEMRINTAHAN SIPIL ACEH PASCA TSUNAMI

Intro: Upaya memulihkan kembali Aceh pasca bencana tsunami, terasa sangat 
lambat, apalagi pemerintahan daerah di beberapa wilayah masih lumpuh. Laporan 
berikut mengangkat bagaimana kondisi pemerintahan di Aceh, dan apa saja upaya 
pemerintah pusat untuk memulihkan kembali pemerintahan di sana. Laporan kantor 
Berita 68H di Jakarta.

Pekan ketiga setelah gempa dan tsunami mengamuk di Nanggore Aceh Darussalam 
hampir berakhir. Tetapi kegiatan banyak kantor pemerintahan sipil di Aceh masih 
belum juga pulih. Sejak pekan pertama, pegawai negeri sipil masih terlihat 
membersihkan sisa-sisa lumpur hitam dan puing-puing reruntuhan. Gedung DPRD 
Banda Aceh belum bekerja sama sekali. Sementara kegiatan di Pendopo Gubernur 
Aceh, seluruh bagian depan Gedung DPRD, masih berkisar soal pengungsi. 


Pemerintah telah menugaskan Wakil Gubernur Nangroe Aceh Darusalam untuk 
memulihkan pemerintahan setempat. Seperti dilaporkan reporter 68h dari Banda 
Aceh, Taufik Wijaya. 

Taufik Wijaya: Saudara, pemerintah menunjuk dan memerintahkan wakil Gubernur 
NAD, Azwar Abubakar untuk segera memulihkan pemerintahan di Aceh, pasca gempa 
bumi dan tsunami. ...

Bencana tsunami menyebabkan Pemerintah Provinsi Aceh kehilangan 600 orang 
pegawainya. Sampai saat ini baru separuhnya yang berhasil didata. Belasan lain 
masih dinyatakan hilang. Departemen Dalam Negeri mencatat di seluruh Aceh 
jumlah PNS yang hilang hampir mencapai 80%. Keadaan pemerintahan tingkat 
kabupaten juga tak jauh berbeda, roda pemerintahan belum berjalan normal. 
Kembali reporter Taufik Wijaya tentang Kabupaten Pidie. 

Taufik Wijaya: Berdasarkan pemantauan kami, di kabupaten Pidie, pemerintahan di 
kabupaten tersebut sejak pekan lalu sudah berjalan, meski belum sepenuhnya. 
Menurut penjelasan sekretaris pelaksana posko bencana gempa dan tsunami 
kabupaten Pidie, Salman Ishak beberapa hari pasca gempa, pemerintahan kabupaten 
Pidie telah berjalan, meski belum seluruh karyawan dapat bekerja, karena 
terkena musibah. 

Sementara itu Budi Atmadi Adiputra, kepala operasi tim nasional bencana Aceh 
mengatakan pemulihan pemerintahan di Aceh mesti dibarengi dengan pemulihan 
situasi darurat. Karena menurut Budi Atmadi, keduanya saling berhubungan.

Budi Atmadi: Itu yang dikatakan harus berjalan berendeng: pemuilihan 
pemerintahan dan kedaruratan. Karena tidak mungkin darurat ini berjalan kalau 
pemerintahannya tidak pulih. Tidak mungkin pulih kalau tidak ditangani darurat. 
Gitu, loh. Ini yang sekarang dikerjakan.

Pemulihan pemerintahan di Nanggroe Aceh Darussalam menjadi perhatian Departemen 
Dalam Negeri. Hingga kini, 74 pejabat eselon dari pusat ditugaskan ke Aceh 
untuk menghidupkan pemerintahan daerah. Pejabat dari pusat itu disebarkan ke 
daerah-daerah dengan tingkat kerusakan cukup tinggi. Juru bicara Departemen 
Dalam Negeri Ujang Sudirman mengatakan, tugas mereka hanya mendampingi 
pemerintah daerah, dan bukan menggantikan pejabat pemerintah daerah yang hilang 
atau tewas akibat bencana.

Ujang Sudirman: 74, terdiri dari eselon 1,2,3 dan 4. Itu tim pengendali, 
istilah pak menteri Satgas yang dikirim ke NAD untuk melakukan pendampingan 
pemerintahan kepada pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten kota. Khususnya 
di daerah-daerah yang tingkat kerusakannya cukup tinggi. 

Menurut Ujang Sudirman tugas pendampingan itu akan dilakukan selama sebulan dan 
jika dibutuhkan masih bisa diperpanjang. Selain itu, Depdagri juga mengirim 
lebih dari 300 orang praja Sekolah Tinggi pemerintahan Dalam Negeri STPDN ke 
Aceh. Mereka bertugas mendata dan memobilisasi Pegawai Negeri Sipil di seluruh 
Aceh. Para praja itu juga akan mendata sarana dan prasarana kantor pemerintahan 
yang rusak atau yang masih bisa digunakan di Nanggroe Aceh Darussalam.

Banyak pihak menilai langkah ini sebagai pihak sebagai upaya tepat. Pengamat 
otonomi daerah Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah KPPOD Agung Pambudi 
menilai kedatangan para praja bisa membantu menyelesaikan berbagai hal penting 
dalam proses pemulihan pemerintahan di Aceh.

Agung Pambudi: Mereka bisa menjalankan tugas-tugas pemerintahan yang 
sehari-hari yah. Sambil juga mengidentifikasi potensi SDM pemerintahan yang 
masih ada dan bersama menjalankan pemerintahan seperti biasanya. Tentunya di 
dalamnya, termasuk juga  konsolidasi macam-macam arsip.

Menurut Agung, selain membantu dan mengkonsolisasikan pejabat pemerintahan 
Aceh, tugas para praja selanjutnya adalah menginventarisir prioritas kebutuhan 
masyarakat Aceh. Agung mengatakan, pemulihan kesehatan dan pembangunan kembali 
rumah penduduk merupakan salah satu prioritas yang mesti diutamakan. Keadaan 
darurat Aceh memang menuntut seluruh kekuatan yang ada dari seluruh negeri 
untuk dikerahkan ke Serambi Mekah. Bukan saja agar masyarakat Aceh segera dapat 
menjalani kehidupan normal kembali, tetapi juga supaya mereka tetap merasa 
bagian di dalam Indonesia.

Tim Liputan 68H, Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum




---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke