---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 19 Januari 2005 15:40 UTC



** JAKARTA INGIN KEMBALI BERDIALOG DENGAN GAM

** PASUKAN PALESTINA AKAN DITUGASKAN DI PERBATASAN JALUR GAZA

** PENDATAAN TINGGI LAUT AKIBAT BENCANA TSUNAMI OLEH UNIVERSITAS DELFT

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: MENJINAKKAN TNI DAN TSUNAMI MENAIKKAN PAMOR SBY

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: CALON MENLU AMERIKA MENYEBUT ENAM NEGARA 
YANG DIKUNGKUNGI OLEH TIRANI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: YUNANI TERANCAM SANKSI AKIBAT MEMALSUKAN 
ANGGARAN NASIONAL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGADILAN MILOSEVIC TETAP MERUPAKAN MASALAH

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PIMPINAN GAM DI SWEDIA NYATAKAN BELUM DIHUBUNGI 
PEMERINTAH

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TENTARA, ACEH DAN KECURIGAAN TERHADAP PIHAK ASING



* JAKARTA INGIN KEMBALI BERDIALOG DENGAN GAM

Januari ini pemerintah Indonesia ingin memulai kembali pembicaraan dengan pihak 
GAM di Aceh. Demikian Menteri Luar Negeri Hassan Wirayudha. Masih belum 
diberikan tanggal dan tempat yang jelas. Langsung setelah bencana gempa dan 
tsunami di Aceh, pihak GAM menyatakan gencatan senjata sepihak. Sebelumnya 
pemerintah Indonesia bersikap hat-hati, karena ada kemungkinan pertempuran akan 
kembali dilanjutkan setelah gencatan senjata berakhir. Wakil Presiden Jusuf 
Kalla menyatakan minggu lalu sewaktu mengunjungi Aceh, pemerintah menginginkan 
aturan perdamaian jangka panjang. Pembicaraan resmi antara Jakarta dan GAM 
dihentikan Mei 2003. Setelah itu Jakarta mengumumkan darurat militer dan 
mengirim pasukan TNI ke Aceh.


* PASUKAN PALESTINA AKAN DITUGASKAN DI PERBATASAN JALUR GAZA

Dalam beberapa hari mendatang pasukan keamanan Palestina akan ditugaskan di 
perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel untuk mencegah aksi-aksi kekerasan 
pihak ekstremis. Demikian hasil perundingan antara Presiden Palestina Mahmoud 
Abbas dan pimpinan gerakan radikal Hamas. Pasukan keamanan Palestina juga harus 
mencegah agar Israel tidak masuk ke wilayah Jalur Gaza. Tidak lama sebelum 
perundingan dimulai Hamas menyatakan bertanggung jawab atas satu aksi bunuh 
diri terakhir di Selatan Jalur Gaza. Seorang warga Palestina meledakkan diri di 
dekat pos penjagaan pasukan Israel. Tujuh warga Israel cedera. Sebelumnya Hamas 
juga melakukan aksi bunuh diri di tempat lain Gaza. Seorang agen dinas intel 
Israel Shin Beth tewas menjadi korban.


* PENDATAAN TINGGI LAUT AKIBAT BENCANA TSUNAMI OLEH UNIVERSITAS DELFT

Para pakar tekonolgi dari Universitas Tehnik Delft, Belanda menyatakan akibat 
bencana gempa dan tsunami 26 Desember lalu Pulau Phuket di Thailand berpindah 
tempat 10 sentimeter. Sementara Pulau Sumatra berubah tinggi permukaannya di 
sejumlah tempat sampai satu meter. Universitas Delft menyatakan punya 
registrasi unik ketinggian laut dengan bantuan radar yang dipasang di sejumlah 
satelit. Proyek ini sudah berjalan selama bertahun-tahun. Selain itu juga 
digunakan perhitungan yang dibuat sistim GPS atau sistim posisi global. Pada 
saat gempa terjadi salah satu satelit tepat berada di atas Samudera Hindia. 
Para pakar di Delft ketika itu mencatat rangkaian tsunami yang panjangnya lebih 
dari 200 kilometer. Hasil-hasil penyelidikan akan dipertunjukkan sewaktu 
kongres para pakar di Wina akhir April mendatang.


* TIGA AKSI BUNUH DIRI DI BAGDAD

10 orang tewas setelah tiga aksi bunuh diri di ibukota Irak, Bagdad. Sebuah bom 
mobil meledak di dekat gedung kedutaan besar Australia. Di tempat itu dua orang 
tewas dan enam lainnya cedera. Tidak ada petunjuk bahwa gedung kedutaan adalah 
sasaran serangan dan juga tidak ada korban warga Australia. Tidak lama kemudian 
sebuah bom mobil lainnya meledak di dekat markas besar polisi Irak. Enam orang 
tewas. Bom ketiga meledak di dekat barak tentara Irak. Dua orang tewas menjadi 
korban


* DINAS PAJAK BELANDA BURU PEMILIK RUMAH KEDUA DI SPANYOL

Dinas pajak Belanda sedang memburu warga Belanda yang memiliki rumah kedua di 
Spanyol. Menurut harian Financiele Dagblad dinas pajak Belanda telah menerima 
sejumlah besar dokumen dari pemerintah Spanyol. Selasa kemarin diberitakan 
bahwa dinas pajak Prancis telah menyerahkan puluhan ribu akte pemilikan rumah 
warga Belanda di Prancis. Warga Belanda yang tidak melaporkan kekayaan mereka 
di luar negeri ini bisa dikenai denda tinggi dan pungutan susulan. Selain itu 
dinas pajak Belanda juga ingin menyelidiki apakah rumah-rumah tersebut dibeli 
dengan uang gelap.


* TENTARA BELANDA TEMBAK MATI SATU WARGA IRAK 

Pasukan Belanda menembak mati seorang warga Irak di Irak Selatan. Menurut 
Departemen Pertahanan Belanda, orang tersebut sedang mengendarai mobil  Rabu 
pagi dan ketika mendekati pos pengawasan Belanda menolak perintah untuk 
berhenti. Setelah itu pasukan Belanda melepaskan sejumlah tembakan peringatan, 
tetapi mobil tersebut tidak juga berhenti. Akhirnya pasukan Belanda menembak ke 
arah sang pengemudi. Satu penumpang lainnya diberitakan selamat. Insiden ini 
terjadi di Propinsi Al Muthanna tempat pasukan Belanda bertugas. Polisi Irak 
dan marsose Belanda tengah menyelidiki insiden tersebut. 

Untuk kedua kalinya tentara Belanda menembak mati seorang warga Irak. Insiden 
pertama terjadi satu tahun lalu, dan sang pelaku seorang anggota marinir 
diajukan ke pengadilan. Akhirnya ia dibebaskan dari tuduhan melanggar perintah.


* PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI CALIFORNIA

Untuk pertama kalinya setelah tiga tahun dilaksanakan hukuman mati di negara 
bagian California, Amerika Serikat. Donald Beardslee pembunuh yang dijatuhi 
hukuman mati, dieksekusi dengan injeksi mematikan di rumah tahanan San Quentin. 
Ini adalah eksekusi pertama Gubernur Arnold Schwarzenegger, setelah menolak 
memberikan grasi kepada Beardslee. Pria berusia 61 tahun itu dihukum setelah 
membunuh dua perempuan muda di tahun 1981. Pengadilan California memang sering 
menjatuhkan hukuman mati, tetapi sangat jarang dipraktekkan. Ini adalah 
eksekusi ke-11 sejak hukuam mati diberlakukan kembali di California tahun 1981.


* BERITA BURSA

Bursa efek terpenting di Eropa dibuka dengan kenaikan tipis. Hal itu disebabkan 
laporan perempat tahun yang positif dari sejumlah konglomerat teknologi 
Amerika. Di Amsterdam, indeks AEX dibuka seperempat persen lebih tinggi pada 
355. Demikian pula di Frankfurt, Londen dan Paris.

Nilai tukar euro terhadap dolar Amerika tercatat $ 1,3092.

Di Tokyo indeks Nikkei ditutup o,1% lebih rendah ada 11.405.


* TOPIK ULASAN PERS: MENJINAKKAN TNI DAN TSUNAMI MENAIKKAN PAMOR SBY


"Menjinakkan TNI" demikian judul artikel di International Herald Tribune. 
Bencana tsunami di Aceh menuntut pelaksanaan tugas kemanusiaan cepat dan 
berskala besar, tetapi TNI ternyata tidak biasa melakukannya. Fanatik pada 
ideologi nasionalis dan terobsesi pada tujuan mematahkan perlawanan Gerakan 
Aceh Merdeka, pimpinan TNI bahkan mendesak Jakarta untuk membatasi gerak 
pekerja asing hingga Banda Aceh dan Meulaboh saja. TNI bahkan memaksa pasukan 
asing yang sekarang justru giat melaksanakan tugas kemanusiaan, untuk keluar 
dari Aceh sebelum 26 Maret. Batasan waktu ini akhirnya dibatalkan, setelah 
kecaman Washington.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekarang harus menegaskan kepada para 
jendralnya bahwa TNI bertanggung jawab pada presiden. Dan sebagai pemimpin yang 
dipilih secara demokratis, SBY juga harus menegaskan bahwa kebutuhan warga Aceh 
sekarang adalah prioritas utama. Sebelum sikap TNI berubah maka Amerika tetap 
membatasi hubungan dengan TNI. Selain itu, demikian International Herald 
Tribune, bagi TNI, Aceh bukan hanya wilayah bencana tetapi juga ajang konflik 
bersenjata. TNI sebenarnya harus menggunakan kesempatan terakhir ini untuk 
berdamai dan membangun kembali kepercayaan rakyat Aceh. Sebaliknya pimpinan TNI 
justru berniat mengusir semua tentara dan warga asing secepat mungkin dan 
melanjutkan kembali perlawanan berdarah di Aceh.

Sekarang harapan ada di pundak presiden SBY untuk memulai era baru pemerintah 
yang lebih bertanggung jawab. SBY sedang menghadapi tes penting yaitu mendesak 
TNI menempatkan kepentingan warga Aceh terlebih dulu. Demikian International 
Herald Tribune.

Koran pagi Belanda de Volkskrant memberitakan Susilo Bambang Yudhoyono bisa 
meraih keuntungan dari bencana di Aceh. Perdana Menteri Malaysia Abdullah 
Badawi menjanjikan, semua korban bencana di Aceh yang selamat akan punya tempat 
tinggal akhir Januari ini. Para relawan sedang sibuk memperbaiki rumah-rumah 
yang rusak, dan kepada penduduk yang kehilangan rumah disediakan bangunan 
semi-permanen. Sementara di Jakarta presiden mereorganisasi badan koordinasi 
nasional, karena gagal melaksanakan tugas. 

Selama minggu-minggu pertama pemberian bantuan berjalan sangat kacau. 
Barang-barang bantuan menumpuk di Bandara Blang Bintang, Medan dan Jakarta 
bahkan ada yang hancur karena tidak ada koordinasi yang jelas. Seharusnya 
bencana tsunami ini menjadi kesempatan emas untuk SBY. Reaksi yang cepat dan 
tepat dapat mengubah citra negatif SBY yang dianggap lamban dan ragu. 
Sebaliknya selama minggu pertama Jakarta bereaksi panik, paranoia dan tanpa 
keputusan.

Menurut de Volkskrant bencana di Aceh menyebabkan masalah psikologis untuk 
Indonesia. Aceh merasa dirinya bukan Indonesia. Aceh memberontak dan karena itu 
pasukan TNI ditugaskan untuk menjinakkan propinsi ini. Sulit bagi Jakarta untuk 
memandang Aceh sebagai wilayah bencana dan warga Aceh sebagai korban, sekaligus 
saudara kandung bangsa Indonesia. Sikap TNI harus berubah 180 derajat. 
PasukanTNI tiba-tiba dituntut menunjukkan rasa belas kasihan walaupun dibalas 
warga Aceh dengan tatapan curiga. Ini tentu saja tidak membantu proses 
pemberian bantuan.

Kendala psikologis kedua adalah kedatangan pasukan dan relawan asing di Aceh. 
Selama ini Aceh tertutup bagi warga asing. Aktivis HAM dan wartawan ditolak 
masuk Aceh, karena pemerintah tidak mau ada tamu-tamu tak diundang yang 
mengkritik aksi militer di Aceh. Indonesia bahkan dicap tidak suka pada orang 
asing. Saat ini Jakarta mulai terbiasa dengan kehadiran pasukan Australia dan 
puluhan helikopter Amerika. Paranoia mulai berkurang, kekacauan juga mereda, 
dan bantuan mulai mengalir secara terorganisir. SBY mulai menghitung berkahnya.

Ia menegur sang wapres yang tidak tegas, menggunakan perhatian dunia terhadap 
Indonesia untuk mengundang investor asing serta membuka kemungkinan baru untuk 
berdialog dengan GAM. Kemenangan terbesar adalah kedatangan tentara Amerika di 
Aceh dapat memperbaiki hubungan militer antara Washington dengan Jakarta. 
Hubungan ini putus setelah pembunuhan massal yang dilakukan pasukan TNI di 
Timor Loro Sae dan sekaligus merusak pandangan dunia terhadap Indonesia. Jadi 
walaupun kebijakan penanggulangan bencana Indonesia boleh dibilang gagal, SBY 
bisa keluar sebagai pememang dari bencana di Aceh ini. 

Demikian de Volkskrant dan sekian ulasan pers.


* CALON MENLU AMERIKA MENYEBUT ENAM NEGARA YANG DIKUNGKUNGI OLEH TIRANI


Intro: Sidang dengar pendapat di Senat Amerika tentang penunjukkan Condoleezza 
Rice sebagai menteri luar negeri Amerika berlanjut hari ini. Partai Demokrat 
yang beroposisi antara lain menyerang Rice tentang kebijakan Presiden Bush soal 
Irak. Tetapi tidak diragukan lagi, pekan ini Condoleezza Rice akan disetujui 
Senat untuk menjadi menteri luar negeri Amerika Serikat. Laporan koresponden 
Reinout van Wagtendonk dari New York.

Bisa saja hasil akhir dengar pendapat ini sudah tidak bisa diubah lagi, tetapi 
para lawan politik Presiden George W. Bush memanfaatkan kesempatan ini untuk 
mengkritik tajam kebijakan luar negeri pemerintahannya. Senator Partai Demokrat 
Joseph Biden mengeluh bahwa Amerika dengan kekuatan militernya sekarang tidak 
pernah begitu sendirian di dunia ini, karena Bush tidak tertarik mengadakan 
kerjasama internasional. Condoleezza Rice menekankan bahwa diplomasi, 
keterbukaan pada dunia luar dan mendengar pihak lain akan merupakan faktor 
penting dalam jabatannya sebagai menteri luar negeri.

Condoleezza Rice: Kita akan meningkatkan pertukaran dengan bagian dunia lain. 
Amerika harus berupaya sekuat tenaga untuk mengerti budaya lain dan belajar 
bahasa asing. Hubungan kita dengan dunia luar harus berbentuk percakapan dan 
bukan monolog. Kita tidak akan mengorbankan kaidah keamanan, walau begitu, 
kalau diplomasi kita akan berhasil maka kita tidak bisa menutup diri dari dunia 
luar.

Sebagai penasehat keamanan nasional presiden Bush, Rice merupakan tokoh sentral 
dalam perang Amerika melawan terorisme. Ia juga berperan besar dalam keputusan 
memulai perang di Irak. Tetapi tokoh yang digantinya, Menlu Colin Powell 
dianggap sebagai tokoh moderat yang mengimbangi tokoh-tokoh neo konservatif 
garis keras seperti Wakil Presiden Dick Cheney dan Menteri Pertahanan Donald 
Rumsfeld. Kalangan garis keras ini konon berpengaruh kuat pada kebijakan luar 
negeri Amerika. Sebagai wakil terpentingnya, Rice memilih tokoh yang tidak 
punya hubungan dengan kalangan garis keras. Pilihannya pada Robert Zoellick, 
duta besar perdagangan Amerika yang terpandang, merupakan isyarat bahwa Rice 
tidak akan membawa kementerian luar negeri Amerika pada pelukan kalangan garis 
keras neo-konservatif.

Kritik tertajam yang kemarin dialami oleh Condoleezza Rice datang dari Senator 
Barbara Boxer. Senator Partai Demokrat ini menyerang Rice antara lain karena 
terus bergesernya alasan pemerintah Bush menyerang Irak. Menurut Rice Irak 
diserbu bukan hanya karena negara ini memiliki senjata pemusnah massal, menurut 
Boxer itu dalih saja untuk menutup-nutupi keputusan yang salah.

Condoleezza Rice: Senator, alasannya adalah gambaran semuanya. Bukan hanya 
senjata pemusnah massal yang menyebabkan kita mengambil keputusan itu. 

Senator Boxer menyela dengan mengatakan Rice harus membaca persetujuan Senat 
untuk melancarkan perang yang tidak disetujuinya. Waktu itu senat mengadakan 
pemungutan suara untuk menyerang Irak karena negeri ini memiliki senjata 
pemusnah massal. Dengan kata lain Senator Boxer menyebut Rice sebagai 
pembohong. Calon menteri luar negeri ini sangat tidak setuju dengan sebutan itu.

Condoleezza Rice: Kita bisa berbicara dalam cara apapun yang anda sukai, tetapi 
saya benar-benar berharap anda tidak mempertanyakan integritas saya.

Situasi Irak merupakan titik berat dengar pendapat kemarin. Selain itu juga 
diangkat konflik Timur Tengah. Rice menjanjikan dirinya akan benar-benar 
terlibat dalam perundingan Timur Tengah. Ia tidak bereaksi langsung pada 
artikel yang terbit di majalah The New Yorker pekan ini. Wartawan penyelidik 
Seymor Hersh dalam tulisan tadi mengemukakan bahwa pasukan komando Amerika 
sudah masuk Iran dalam missi penjajakan. Tetapi Rice menyebut Iran masuk dalam 
negara-negara yang diperintah oleh tirani. Selain Iran, negara-negara tirani 
adalah Korea Utara, Kuba, Zimbabwe, Belarus dan Myanmar.


* YUNANI TERANCAM SANKSI AKIBAT MEMALSUKAN ANGGARAN NASIONAL


Sejumlah negara Uni Eropa seperti Prancis dan Jerman tidak mentaati peraturan 
anggaran yang ketat. Namun negara-negara lain seperti Yunani bahkan lebih parah 
lagi. Secara sistematis, Yunani memberikan data-data yang tidak benar mengenai 
defisit apbn-nya. Athena ternyata tidak memenuhi peraturan ketika memberlakukan 
mata uang euro tahun 2002. Komisi Eropa sekarang muncul dengan langkah-langkah 
pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah penyelewengan. Berikut ulasan 
redaktur Eropa Johan Huizinga.

Apa yang akan anda lakukan apabila anda ingin turut serta dalam mata uang euro 
tapi defisit apbn melampaui ketetapan tiga persen?Ya, anda tinggal menggeser 
saja sejumlah pengeluaran untuk tahun-tahun mendatang, dan melapor bahwa 
defisit berada di bawah tiga persen. Dengan cara itu, Yunani bisa memenuhi 
syarat-syarat untuk turut serta memberlakukan mata uang euro tahun 2002. Namun 
keraguan mulai terasa di Brussel pada tahun-tahun sesudah itu. Baru pada tahun 
2004, biro statistik Uni Eropa Eurostat mengambil tindakan. Eurostat yang 
bertugas mencek data negara anggota, mengadakan penyelidikan lebih lanjut dan 
hasilnya sangat mencengangkan. Ternyata defisit anggaran Yunani untuk tahun 
2004 mencapai 5,3 persen. Ini dua kali lipat dari yang diserahkan Yunani 
sebelumnya, dan jauh di atas syarat yang ditetapkan. Menggunakan metode 
penghitungan Uni Eropa yang baru, juga terbukti bahwa Athena memberikan 
gambaran yang terlalu positip tentang keuangannya untuk tahun-tahun sebelumnya. 
Michiel Vergeer dari Biro Pusat Statistik Belanda menjelaskan di mana 
kesalahannya.

Michiel Vergeer: Mereka memperkecil pengeluaran militer dan membesarkan 
kelebihan dana sosial.

Yunani tidak mencatat biaya pembelian senjata besar-besaran tapi menggesernya 
beberapa tahun lagi sampai saat senjata tersebut benar-benar telah diterima. 
Alasan Athena adalah, angka-angka disesuaikan berdasar metode penghitungan yang 
pada tahun 2000 dulu masih belum berlaku. Tetapi Vergeer membantah adanya 
perbedaan dalam metode pembukuan. Memang ada beda pendapat soal sejumlah 
pengeluaran dan penerimaan yang diselesaikan setelah berunding antara negara 
anggota. Tetapi pengeluaran untuk senjata selalu dibukukan dalam tahun 
pemesanan dilakukan. Di samping itu, Yunani juga memberi perkiraan yang terlalu 
optimis mengenai kelebihan dana sosial untuk tunjangan pengangguran dan mereka 
yang tidak bisa bekerja lagi karena sakit. Bukan hanya Yunani saja yang 
bersalah. Eurostat sebagai badan pengawas juga menuai kritik. Ini juga 
ditegaskan oleh Michiel Vergeer.

Michiel Vergeer: Eurostat bertugas mencek statistik Yunani. Awal tahun 2004 
dilaporkan belum menerima angka-angka dari Yunani. Mereka juga harus merevisi 
angka-angka selama lima tahun sebelumnya. Mereka memang melakukan tugas tapi 
lebih lambat dari seharusnya.

Masalahnya tidaklah berubah yaitu bahwa Eurostat tergantung pada angka-angka 
yang diterimanya dari biro pusat statistik negara bersangkutan. Oleh karena 
itu, Komisi Eropa tidak saja akan meningkatkan pengawasan tapi juga menambah 
tenaga. Yang juga tak kalah penting adalah usulan jaminan kemandirian biro 
statistik nasional.

Michiel Vergeer: Lembaga statistik nasional haruslah lebih mandiri, juga dalam 
melaporkan angka-angka ekonomi terutama angka defisit. 

Namun perubahan dalam budaya politik seperti itu tidak bisa dipaksakan hanya 
melalui peraturan di atas kertas. Mungkin, prinsip pasar bebas sudah lebih 
dahulu berlaku. Rating kredit Yunani di mata lembaga keuangan internasional 
turun akibat skandal tersebut.

Timbul pertanyaan, apakah penyelidikan lebih luas di negara-negera euro 
lainnya, tidak akan mengungkapkan skandal serupa? Menurut Vergeer sejauh ini 
tidak ada tanda-tanda seperti itu. Skandal ini juga tidak akan berdampak 
terhadap nilai tukar euro. Berkat lemahnya dolar Amerika, euro sangatlah kuat. 
Di samping itu, dengan ekonominya yang relatif kecil, Yunani bukanlah pemain 
besar di Eropa. Tetapi memang skandal ini menggoyahkan kepercayaan masyarakat. 
Jelas, Komisi Eropa sekarang akan memperketat pengawasan. Tetapi ada pula 
alasan lainnya. Ke 10 anggota baru Uni Eropa sekarang sudah bersemangat untuk 
nantinya bergabung ke dalam divisi sepakbola Eropa.


* PENGADILAN MILOSEVIC TETAP MERUPAKAN MASALAH

Proses peradilan terhadap mantan presiden Serbia Slobodan Milosevic yang 
berlangsung hampir tiga tahun, bisa dikatakan bahwa tahun 2004 adalah tahun 
yang paling sulit. Hakim ketua Richard May meninggal dunia, dan Milosevic 
sendiri seringkali sakit. Namun masalah terbesar adalah ketika para hakim 
memutuskan menunjuk seorang pengacara untuk mendampingi Milosevic. Lebih jauh 
berikut laporan redaktur hukum internasional Sebastiaan Gottlieb.  

"Keputusan menunjuk pengacara untuk mendampingi Milosevic adalah keputusan 
buruk." Demikian tandas pengacara Heikelien Verrijn Stuart yang dari awal 
mengikuti perkembangan di Tribunal Yugoslavia. "Gagasan majelis hakim tentang 
proses yang jurdil tidaklah jelas. Mereka membantah telah mengambil langkah 
yang tidak adil dengan menunjuk seorang pengacara. Hak untuk membela diri 
sendiri adalah hak mutlak. Namun peran pengacara pun sangat menentukan dalam 
proses peradilan yang jurdil. Memaksa seorang pencara mengambil alih kegiatan 
terdakwa bertentangan dengan peraturan yang ada. Pengacara seharusnya tidak 
mendampingi terdakwa, apabila terdakwa tidak menginginkan itu."

"Kini Milosevic diperbolehkan kembali membela diri sendiri, maka sangat 
menyedihkan melihat dua pengacara yang ditunjuk mendampingi Milosevic, yakni 
Steven Kay dan Gillian Higgins, harus diam-diam saja dalam proses. Permintaan 
mereka untuk mundur dari kasus ini, ditolak hakim. Sangat disayangkan dua 
pengacara lihai ini diwajibkan menghadiri proses peradilan, tanpa bisa 
melakukan apa pun. Panitera Tribunal bahkan mengurangi uang kompensasi mereka 
hingga separuhnya. Padahal pengacara ini, harus menyiapkan kasusnya untuk 
setiap sidang, seandainya mereka perlu bertindak."

"Milosevic mampu membela dirinya sendiri. Ia memang membuat prosesnya menjadi 
semacam proses peradilan politik. Itu jelas haknya. Ia tampak tahu betul apa 
yang dilakukannya. Para saksi yang ia panggil sangat menarik dan memberi 
perspektif baru terhadap kasus tersebut. Misalnya para saksi Rusia, termasuk 
mantan Perdana Menteri Nicolay Ryzhkov dan Yevgeny Primakov. Mereka antara lain 
mengungkapkan ada sebuah rencana Barat untuk membangun pangkalan militer di 
Kosovo yang harus mencegah agar tidak pecah lagi perang saudara yang 
dikhawatirkan bisa melibatkan Makedonia dan Yunani. Dipertanyakan apakah 
kesaksian ini benar. Namun ini tentu saja informasi baru yang memberi 
perspektif baru terhadap kasus ini." 

"Yang juga menarik adalah kesaksian kelompok guru besar Akademi Seni dan Ilmu 
Pengetahuan Beograd. Beberapa dari mereka menyusun sebuah dokumen pada tahun 
1980-an, yang dinilai nasionalis ekstrem. Melalui saksi-saksi ini Milosevic 
ingin menunjukkan bahwa dokumen tersebut bukanlah dasar bagi kebijakannya. 
Namun para saksi ini lebih mengakui sifat nasionalistis dokumen itu ketimbang 
membantahnya . Mereka membantah ada rencana untuk membangun Serbia Raya. Namun 
membenarkan bahwa mereka ingin menyatukan penduduk Serbia di Yugoslavia dan 
untuk itu dibutuhkan wilayah yang lebih luas. 

Apa tampak tahun lalu, adalah bahwa banyak orang yang bekerja di Tribunal putus 
asa dalam proses Milosevic. Mereka lelah, ingin berhenti bekerja di Tribunal 
dan pulang saja. Beberapa tokoh utama bahkan menyatakan buang waktu saja. Bukan 
hanya karena perilaku Milosevic, namun karena struktur tribunal yang begitu 
rumit. Walau demikian, ini adalah sebuah pelajaran yang baik bagi mereka untuk 
berprestasi lebih baik di Mahkamah Pidana Internasional. 

"Sekarang bisa dinyatakan bahwa dakwaan terhadap Milosevic seharusnya tidak 
perlu begitu rinci. Saya tahu bahwa jaksa penuntut utama Carla del Ponte 
menganggap penting bagi para korban supaya semua fakta dan kejahatan ditangani 
di pengadilan. Ini bisa saja dilakukan dalam kasus pembunuhan, namun tidaklah 
mungkin dalam proses soal kejahatan perang dan genosida. Para korban tindak 
kejahatan macam itu harus berupaya mengerti bahwa tidak semuanya bisa 
dibuktikan. Yang penting adalah bahwa semua kejahatan itu sebenarnya 
sistematis. Inilah yang harus dibuktikan."

"Bisa jadi sistem kontinental Eropa lebih layak untuk menerapkan proses pidana 
ketimbang sistem anglo saksis. Dalam sistem kontinental ini, hakim sendiri 
lebih aktif dan juga aktif ikut menginterogasi saksi dan terdakwa. Selain itu 
barang bukti diserahkan sebelumnya proses peradilan dimulai. Jadi hakim tidak 
perlu lagi menunggu sampai jaksa penuntut menyerahkan barang bukti dengan 
berlalunya proses. Hakim Tribunal asal Belanda Alphons Orie, menempuh jalan 
tengah, dan berhasil meraih hasil bagus. Proses yang dipimpinnya, yakni proses 
terhadap Krajisnik, mantan anggota presidium Serbia Bosnia, berjalan lebih 
cepat ketimbang proses-proses lain, dan informasi terdapat lebih cepat pula. 
Kasus ini juga bisa lebih baik diikuti oleh masyarakat. 

Namun ini tidak berdampak terahdap proses terhadap Milosevic. Proses terhadap 
Milosevic masih akan berlangsung paling tidak dua tahun, sebelum menghasilkan 
vonis hakim. Setelah itu Milosevic masih bisa naik banding, yang akan makan 
waktu paling sedikit satu tahun.


* PIMPINAN GAM DI SWEDIA NYATAKAN BELUM DIHUBUNGI PEMERINTAH


Pemerintah melalui Mentri Luar Negeri Hasan Wirayuda mengatakan bahwa saat ini 
sedang berlangsung proses pendekatan di balik layar dengan pihak Gerakan Aceh 
Merdeka GAM untuk rekonsiliasi. Dikatakan pula bahwa pertemuan antara kedua 
pihak diharapkan bisa terwujud akhir bulan ini. Tetapi Pimpinan GAM di Swedia 
melalui juru bicaranya menyatakan sejauh ini tidak ada langkah kongkrit dan 
mereka tidak pernah di hubungi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh 
pemerintah RI. Demikian tanggapan jurubicara Pemerintah Negara Acheh, Bakhtiar 
Abdullah di Swedia.

Bakhtiar Abdullah [BA]: Tidak. Saya tidak punya berita apapun tentang hal 
tersebut. Jadi saya tidak mau spekulasi atau membuat komentar apa sekalipun. 
Cuma sebagaimana yang kami katakan, kami tetap berpegang teguh pada apa yang 
telah kami keluarkan itu. Dan sampai saat ini belum ada langkah-langkah yang 
kongkrit terhadap tujuan tersebut.

Radio Nederland [RN]: Jadi, sama sekali pihak Indonesia belum mengubungi Bapak, 
baik secara langsung ataupun  tidak langsung?

BA: Tidak. Sampai saat ini belum ada lagi.

RN: Padahal berita di Jakarta mengatakan sedang berlangsung pembicaraan 
penjajakan dan bahkan akhir bulan ini diharapkan pemerintah RI akan bertemu 
dengan GAM.

BA: Itu saya tidak mau bikin komentar. Itu Anda harus buat konfirmasi dengan 
mereka. Cuma sampai saat ini saya belum dapat berita apapun.

RN: Lalu, apakah pimpinan GAM di Swedia akan membantah berita ini, memberikan 
keterangan resmi?

BA: Dalam hal ini saya tidak mau membantah ataupun membenarkan. Cuma yang jelas 
bagi pihak kami setelah apa yang kami keluarkan itu sampai saat ini belum ada 
langkah-langkah yang kongkrit, begitu. Sebab sampai saat ini, saya tidak 
mendapat berita apapun, arahan maupun dari pimpinan dan dari pihak-pihak lain. 
Apalagi berita ini datangnya dari pihak RI sendiri kan. Bagi kami tidak ada 
apa-apa.

RN: Tapi mereka sudah mengadakan jumpa pers dengan wartawan, kan itu berarti 
ada dasarnya.

BA: Sampai saat ini belum ada lagi.

RN: Apakah mungkin, bahwa pemerintah menghubungi piminan GAM di lapangan?

BA: Saya rasa tidak mungkin, karena mereka tidak ada kontak langsung. Mereka 
kontak terus dengan pimpinan GAM dan dalam hal ini juga pimpinan GAM di Aceh 
itu tunduk kepada putusan pimpinan di luar negri.

RN: Menurut pimpinan GAM di Swedia ini kenapa sampai ada pernyataan dari 
Jakarta yang seperti itu?

BA: Kan seperti yang saya katakan tadi. Berita ini datangnya dari pada mereka, 
bukan kami yang mengeluarkan. Kami hanya mengeluarkan bahwa kami menyeru kepada 
pihak RI untuk kita mencari jalan. Tetapi itu kan belum konfirmasi, belum ada 
langkah yang kongkrit. Jadi tanyakan ke mereka saja.

RN: Betul. Tapi kan setidaknya pimpinan GAM di Swedia juga ada pendapat tentang 
ini?

BA: Dalam hal ini, karena mereka mengatakan sesuatu yang kami tidak pernah 
keluarkan dan tidak pernah memberikan gambaran seperti itu. Setiap apa yang 
kami lakukan, kami memberikan pandangan. Jelas. Tetapi ini bagaimana ini.

Demikian jurubicara Pemerintah Negara Acheh, Bakhtiar Abdullah di Swedia.

Sedangkan Noor Djuly yang dianggap sebagai GAM di Malaysia menyatakan dirinya 
belum mendapat kabar atau perintah dari pimpinan GAM di Swedia berkaitan dengan 
perundingan antara pemerintah dengan GAM.

Noor Djuly [ND]: Sebenaranya ini soal perundingan yang pegang adalah Dr Zaini 
di Stockholm. Jadi tentunya saya terpaksa no comment ya. Soalnya begini, saya 
ini kan orang yang turut perintah. Tidak mempunyai jabatan apa-apa. Kalau 
tenaga saya diperlukan, saya dipanggil, saya datang, kalau tidak ya tidak. 
Tentunya segala sesuatunya itu bergantung pada pimpinan di Stockholm.

RN: Tetapi Pak Noor Djuly sendiri sudah mendapat panggilan atau perintah dari 
Stockholm?

ND: Saya sebenarnya mau pergi cuti ke Eropa, tapi bukan ke Sweden. Dan saya 
sudah beritahu lama mau pergi cuti. Barangkali kalau mereka pikir, kalau memang 
itu ada, ya dekat-dekat saja kan. Tetapi sampai saat ini saya tidak tahu 
apa-apa.

Demikian Noor Djuly.


* TENTARA, ACEH DAN KECURIGAAN TERHADAP PIHAK ASING

Intro: Semua yang berbau asing tampaknya selalu mendatangkan kecurigaan di 
Indonesia. Lebih dari itu banyak orang Indonesia yang selalu mengira bahwa 
orang asing tidak terlalu tahu apa yang terjadi di negerinya. Kecurigaan 
terhadap asing ini kembali muncul pada kasus bencana tsunami di Aceh. Menurut 
Nono Anwar Makarim dari Yayasan Aksara di Jakarta, semua ini salah. Justru 
lebih banyak orang asing yang lebih mengerti situasi Indonesia daripada yang 
selama ini dibayangkan oleh orang Indonesia. Berikut Nono Anwar Makarim kepada 
Radio Nederland:

Nono Anwar Makarim [NAM]: Menurut saya kesimpulannya mau melindungi LSM-LSM 
supaya tidak diculik oleh GAM dan lain sebagainya itu omong kosong. Program 
utamanya adalah kecemasan berdasarkan pengalaman TimTim. Bahwa NGO itu pokoknya 
merdeka semuanya. Yang berontak merdekakan saja. Itu bayangan pada TNI.

Di lain pihak bayangan NGO-NGO ini kalau terjadi konflik bersenjata, di manapun 
di dunia ini pelanggaran HAM akan terjadi. Pembunuhan terhadap masyarakat 
sipil, pelanggaran HAM berat, kejahatan terhadap kemanusiaan itu terjadi. Di 
manapun. Apakah dia di Eropa Timur, di Serbia, di Yugoslavia, di manapun 
pokoknya. Kalau kita jelajahi itu tidak bisa dihindarkan. Yang bisa dilakukan 
adalah dikurangi. Dikurangi dengan training yang luar biasa. Dan itu saya kira 
tentara kita belum mengalami, training yang berat untuk menghindari.

Kalau kita baca instruksi pada abad ke-19 kepada pasukan-pasukan Belanda yang 
menumpas pemberontakan Teuku Umar, itu instruksinya hampir sama dengan 
instruksi zaman sekarang yang harus diberikan kepada tentara. Jangan main 
bakar, kalau mau bikin markas-markas jangan ambil kayu dari rumah-rumah 
penduduk, jangan ini, jangan itu. Sama itu. Yang menyusun Snouck Hurgronje sama 
si Van Heutsz. Jenderal Van Heutsz.

Yang saya mau katakan adalah bukan hal yang unik TNI setiap konflik bersenjata 
akan makan korban sipil. Nah ini yang anehnya tidak boleh kelihatan oleh dunia 
luar. Jadi ada satu miskonsepsi di kalangan sebagian elit kita, terutama 
tentara, bahwa dunia luar itu pada hakikatnya tidak tahu apa-apa. Jadi jangan 
dikasih tahulah. Saya dulu pernah sekolah di Amerika, saya mengadakan satu 
diskusi panel mengenai korupsi di Indonesia. Saya cerita mengenai beberapa 
korupsi. Ada teman saya yang kemudian berkata sama saya, "Mas Nono itu pakaian 
kotor kita mbok jangan digantung di luar!". Lho saya bilang, pakaian kotor kita 
itu yang sudah meneliti orang bule itu banyaknya luar biasa. 

Paper-paper yang ada mengenai korupsi di Indonesia, yang nulis bule, tidak ada 
orang Indonesianya. Hal-hal seperti ini ya kita itu masih eee, apa ya, istilah 
yang tidak terlau menyakitkan hati, parokial. Masih terlalu rustic kurang 
worldly, kurang paham mengenai apa yang sedang terjadi di dunia kita ini. Bahwa 
pembicaraan telepon antara tentara dengan komandannya itu bisa disadap oleh 
pasukan asing, oleh kekuatan asing, itu tidak sepenuhnya disadari. Jadi, 
kesannya ini mau disembunyikan semuanya. Kalau mereka mau menghajar sisa-sisa 
GAM ini, itu nggak boleh tahu orang luar.

Bukan itu saja kan yang dikatakan oleh Professor (Bill) Liddle sama Professor 
(Jeffrey) Winters. Ini tentara kita kan paling kekurangan duit. Gajinya bisa 
hidup untuk kira-kira lima-enam hari. Dan sengsara musti cari makan sendiri 
kalau operasi dan lain sebagainya. Untuk menopang itu banyak terjadi 
penyelundupan. Nah hal-hal ini juga terjadi di daerah-daerah operasi. Itupun 
mau dirahasiakan.

Radio Nederland [RN]: Jadi kembali ke nasionalisme yang berlebihan, xenofobia 
dan bapak sebut tadi parokial itu, bagaimana mengusiknya bahwa itu semua tidak 
sesuai dengan kenyataan?

NAM: Saya kira saya ini minoritas dua atau tiga orang di Indonesia yang 
berpikir begitu. Jadi betul-betul belum banyak orang yang tahu ini. Yang 
lainnya semuanya termasuk orang-orang dekat saya sendiri, setuju dengan 
pendapat mayoritas bahwa yang lebih penting adalah anak-anak itu, anak-anak 
yatim piatu tinggal di dalam kulturnya sendiri.

Jadi ya pikiran kolektif lebih penting daripada nasib seorang yatim piatu. Nah 
ini semuanya saya kira bersumber pada kondisi di mana orang perorangan itu 
belum sepenting seperti di dunia Barat. Yang lebih penting adalah 
masyarakatnya, kelompoknya. Orang-perorangan jauh lebih lemah daripada 
kelompoknya. Individu, apalagi kata individualistis itu merupakan kata jorok 
dalam jargon politik. Orangnya individualis. Itu hampir sama dengan egois.

RN: Kedengarannya aneh begitu pak. Mau supaya nasib anak-anak yatim piatu ini 
menjadi baik, tapi kok jadi pilih-pilih. Pikirannya jangan diubah akidahnya?

NAM: Tapi milihnya pinter lho, milihnya pinter. Hanya terbatas pada anak-anak 
saja. Musti keluarga muslim atau tidak boleh keluar dari Aceh. Kalau bantuan 
yang lain, tidak ada itu. Boleh saja orang Kristen, orang Hindhu, orang Budha 
kasih tidak apa-apa. Tetapi kalau mengasih kasih kepada anak-anak yang yatim 
piatu ini tunggu dulu. Ini nasibnya yatim piatu di Indonesia ini sial.

Saya ingat ketika tahun 1960an, 1970an, gitu ya, itu beredar cerita bahwa 
anak-anak kita yang diadopsi oleh orang Barat, itu akan dilatih secara militer. 
Kemudian dikembalikan ke Indonesia untuk menyerang Indonesia. Nah ini beredar 
luas. Sekarang ini juga berita bohong dari seorang misionaris di Amerika yang 
mengatakan bahwa dia telah mengadopsi 300 anak Aceh, wah itu kredibilitasnya 
tingginya luar biasa di Indonesia. Karena dia mengkonfirmasi apa yang selama 
ini dicurigai, Kristen itu di mana-mana mau mengkristenkan orang Islam. Itu 
lho, jadi mentalitas dikepung dan diancam itu luar biasa hidupnya dalam 
masyarakat kita.

Demikian Nono Anwar Makarim dari Yayasan Aksara di Jakarta.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke