--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 22 Januari 2005 13:00 UTC ** SANDERA CINA DI IRAK DIBEBASKAN ** KONFERENSI KOBE BERAKHIR ** FLU BURUNG KEMBALI TEWASKAN DUA ORANG ** TINJAUAN INTERNASIONAL: JANJI DANA BANTUAN KORBAN TSUNAMI TERANCAM MENGUAP ** TINJAUAN INTERNASIONAL: PENGUSAHA BELANDA KERANJINGAN UNTUK MELEBARKAN SAYAP KE CINA * SANDERA CINA DI IRAK DIBEBASKAN Di Irak delapan warga asal Cina yang awal pekan ini diculik telah dibebeaskan. Para sandera telah diserahkan kepada organisasi Islam Sunni, Komite Muslim Terpelajar. Kedelapan orang Cina itu diculik karena mereka dianggap bekerja bagi Amerika. Para penyandera mengancam akan membunuh keseluruh sandera kalau Beijing dalam 48 jam tidak menjelaskan posisi politiknya terhadap Irak. Menurut para penculik penguasa Cina buru-buru berjanji akan menerbitkan larangan perjalanan ke Irak. Menurut laporan pemerintah Beijing juga tidak memberikan uang agar sandera Cina dibebaskan. * KONFERENSI KOBE BERAKHIR Delegasi dari sekitar 150 negara yang berkumpul di kota Kobe, Jepang, sepakat untuk mengambil tindakan-tindakan pencegahan terhadap ancaman bencana alam. Menurut teks akhir konferensi tersebut, setiap negara akan melakukan upayanya masing-masing untuk meningkatkan kemampuan pencegahan. Juga disepakati pengembangan alat peringatan dini tsunami di Samudera Hindia akan dilakukan dibawah koordinasi PBB. Hasil dari konferensi itu merupakan imbauan simbolik saja, mengingat teks kesepakatan tidak mengikat. Masing-masing negara anggota peserta konferensi mempunyai usulan sendiri-sendiri yang beberapanya sulit disetujui oleh semua pihak. Pertemuan itu sejatinya merupakan peringatan atas 10 tahun gempa Kobe, namun kini dipakai untuk membicarakan antisipasi pasca gempa laut 26 Desember 2004 lalu. * FLU BURUNG KEMBALI TEWASKAN DUA ORANG Vietnam kembali mengumumkan adanya dua korban tewas akibat flu burung. Kedua korban tewas itu adalah seorang perempuan berusia 35 tahun dan seorang pemuda usia 17 tahun. Yang pertama meninggal Jumat kemarin sedangkan yang kedua pada pekan lalu. Dengan demikian jumlah korban tewas akibat flu burung dalam tiga pekan belakangan naik menjadi sembilan orang. * BIS NEPAL MASUK JURANG: 40 TEWAS Dalam kecelakaan bis di Nepal, dipastikan 40 orang tewas dan 19 lainnya luka berat. Kecelakaan terjadi di Nepal Barat ketika bis itu meluncur masuk jurang sedalam 100 meter. Sebab mengapa bis itu masuk jurang belum diketahui. Diantara penumpang yang menjadi korban terdapat kelompok warga yang hendak melangsungkan perkawinan. Pengantin pria tewas sedang perempuannya luka-luka. Bis itu sarat penuh penumpang hingga di atas atap. * AL-AQSA SETUJU GENCATAN BERSYARAT Perundingan presiden Palestina Mahmud Abbas dengan kelompok radikal di Jalur Gaza nampaknya membuahkan hasil positip. Fraksi militan Brigade Martir Al-Aqsa mengatakan mereka bersedia melakukan gencatan senjata dengan Israel. Tapi Israel harus terlebih dulu menghentikan serangan terhadap militan Palestina dan juga menghentikan aktivitas militer di wilayah pendudukan. Al-Aqsa juga menuntut pembebasan beberapa tahanan Palestina. Menurut media Israel, Jihad Islami juga setuju menghentikan serangan dengan syarat tertentu. Namun ini dibantah juru bicaranya. * MUMI BERUSIA 4000 TAHUN DITEMUKAN Di utara Mesir tim arkeolog Jepang menemukan mumi berusia 4000 tahun dalam kondisi sempurna. Mumi pria itu ditemukan dalam peti tertutup dalam sebuah makam terawat dekat Dahshur. Penutup muka mumi itu dicat dengan warna biru dan merah. Sebuah tulisan Mesir kuno, hieroglyphs, di peti menjelaskan bahwa pria mumi tersebut kemungkinan merupakan pegawai negeri. Menurut para peneliti dari Universitas Waseda di Tokyo, penemuan tersebut mempunyai makna penting bagi perkembangan pengetahuan. * VCD BENCANA TSUNAMI BEREDAR LUAS Rekaman gambar bencana alam gempa dan tsunami di Asia Tenggara mulai beredar di pasaran. Rekaman dalam bentuk kepingan video CD itu ditemukan di berbagai pasar atau pusat perbelanjaan di kota-kota besar seperti Jakarta, Batam, Pukhet hingga Penang dan Kuala Lumpur. Per keping dijual seharga 10 ribu hingga 15 ribu rupiah. Tayangan mirip film dokumenter itu berisikan rekaman-rekaman yang sering dilihat dalam siaran berita. Ini bukan kali pertama peristiwa horor dijual secara bebas. Sebelumnya di Indonesia VCD tentang pembantaian Ambon, Poso hingga film-film kerusuhan lainnya dijual secara bebas, ilegal namun ternyata laris. * JANJI DANA BANTUAN KORBAN TSUNAMI TERANCAM MENGUAP Sebulan setelah bencana gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakan pantai-pantai di Asia, perhatian dunia mulai pudar. Wartawan mulai meninggalkan lokasi bencana dan kepala berita halaman muka koran sudah berganti lagi dengan berita-berita lain. Pekan-pekan sebelumnya dunia berjanji akan memberi bantuan jumlah besar kepada para korban tsunami. Sekarang, sudah saatnya memenuhi janji yang ditebar. Dan ini tidak gampang. Lebih lanjut laporan redaktur kerjasama pembangunan, Pieternel Gruppen. Awalnya seperti lomba kecantikan. Para menteri bersaing mengumbar janji bantuan pada pelbagai konferensi internasional donor tsunami. Belum pernah terjadi dalam sejarah, bantuan dunia datang begitu serempak. Kendato demikian Sekretaris Jendral PBB, Kofi Annan, tetap bersikap tenang. Ia menakankan dana yang dijanjikan, harus benar-benar dikucurkan. Kofi Annan: Saya harap semua dana yang dijanjikan benar-benar dicairkan dan ini adalah dana tambahan yang segar. Annan bersikap cukup realistis, mengingat pelbagai operasi bantuan sebelumnya. Negara-negara donor ternyata tidak selalu mengeluarkan dana seperti yang mereka janjikan. Terkadang janji-janji itu terdengar lebih indah daripada kenyataan sebenarnya, demikian Magda Ninaber dari OCHA, organisasi PBB yang mengkoordinasi bantuan korban tsunami di Asia. Magda Ninaber: Pemerintah negara tertentu yang tidak akan saya sebut namanya, menjanjikan banyak dana bagi pembangunan Afganistan. Ketika kami meneliti kontraknya ternyata banyak syarat yang dilekatkan pada bantuan itu. Bantuan itu misalnya baru bisa dicairkan 10 tahun mendatang dan kontrak pembangunannya juga harus diserahkan pada perusahaan yang berasal dari negara itu. Adalah tugas Ninaber untuk memantau secara cermat negara mana dan janjinya apa. Pada konperensi donor PBB, para menteri memang menyebut jumlah tetapi tidak memberikan syarat dan perinciannya. Umpamanya apakah bantuan itu berbentuk barang atau uang kontan. Kalau berupa barang, barang apa? Untuk mengetahui itu, Ninaber mengundang pelbagai duta besar untuk PBB di Jenewa dan bertanya apa tawaran negaranya dan sudah sejauh mana realisasinya. Ninaber berharap dilibatkan sedini mungkin, sehingga bantuan itu bisa disalurkan berdasarkan kebutuhan. Magda Ninaber: Kami lebih senang kalau jauh pada awalnya kami sudah dilibatkan, dan bukannya pada saat sudah diambil keputusan tentang bentuk bantuan yang akan diberikan. Kalau sudah dari awal terlibat maka kita bisa bersama-sama melihat bantuan apa yang sebaiknya bisa diulurkan. Pada saat itu juga akan berkembang prosedurnya. Sekarang ini kami khawatir berjangkitnya wabah campak di Aceh. Baru 20% anak-anak Aceh yang mendapat vaksinasi campak. Pada pekan-pekan mendatang kami akan meminta perhatian para donor mengenai hal ini. Koordinasi sangatlah penting untuk operasi bantuan sebesar ini, demikian Ninaber. Ia juga ingin dilibatkan soal dana yang langsung disalurkan kepada organisasi bantuan internasional. Berdasarkan pengalaman, organisasi bantuan yang sudah menerima "dompet" biasanya lupa melaporkannya pada OCHA yang bertindak sebagai koordinator. Informasi ini sangat penting karena setiap lapisan harus mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Jangan sampai pada satu wilayah dibangun lima rumah sakit, dan di tempat lain saktu dokter pun tidak ada. Sebuah situs internet memantau sejauh mana proyek-proyek benar-benar dijalankan untuk memenuhi semua kebutuhan bantuan. Lebih dari itu Ninaber kerap kali menilpun para diplomat mengingatkan janji negaranya, meskipun tidak ada sanksi. Magda Ninaber: Maka akan saya katakan, anda sudah berjanji. Kalau anda tidak bisa menepati janji itu, maka anda juga harus mengabarkannya kepada dunia. Anda juga harus berani mengatakan waktu itu anda terlalu bergairah untuk menyumbang, tapi belum melihat semua jaringan birokrasi pemerintahan. Publikasi atau pemberitaan adalah satu-satunya cara yang bisa dipakai. Magda Ninaber berusaha keras untuk menyebarkan berita soal negara yang tidak menepati janji. Sebaliknya dia juga akan mengumumkan secara positif, negara yang berusaha keras membantu. Bahkan, Magda Ninaber sampai terharu melihat negara kecil seperti Senegal dan Burkina Faso, yang baru dapat bantuan memberantas hama belalang, sudah menawarkan bantuan. Apalagi Timor Leste, negara miskin tetangga selatan Indonesia ini, langsung mengulurkan bantuan. Magda Ninaber: Pada tanggal 27 Desember, sehari setelah bencana, saya mendapat telpon dari Timor Timur. Pemerintah Dili memutuskan untuk menyumbang dana sebesar 50 ribu dolar. 50 ribu dolar dari 80 juta dolar apbn Timor Timur jelas luar biasa. Saya memprioritaskan inisiatif seperti ini, supaya dana mereka digunakan sebaik-baiknya. * PENGUSAHA BELANDA KERANJINGAN UNTUK MELEBARKAN SAYAP KE CINA Sebanyak 16 perusahaan Belanda pekan ini mengadakan perlawatan ke Cina. Semua berharap bisa ikut memetik keuntungan dari pertumbuhan ekonomi tinggi Cina tahun-tahun belakangan. Tetapi jalan menuju gunung emas itu panjang. Lebih dari itu, bagaimana lagi soal hak-hak azasi manusia di Cina? Laporan redaktur ekonomi Pelle Matla 'Serahkan kartu nama anda dengan dua tangan. Pelajari kartu nama yang anda terima baik-baik dan selama pembicaraan letakkan kartu nama itu di atas meja.' Demikian salah satu adat istiadat yang berlaku di Cina yang harus diperhatikan oleh para pebisnis Belanda untuk bisa menarik hati mitra bisnis mereka. Pesan-pesan ini bisa dibaca dalam buku saku tipis yang berjudul, Cina: Negeri dengan Kemungkinan Tidak Terbatas? Penerbitnya adalah pesatuan pengusaha kecil dan menengah Belanda dan Bank ABN AMRO. Buku ini ditulis khusus untuk pengusaha Belanda yang ingin mengadu untung di Cina. Cina banyak diminati di Belanda. Tidak hanya oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Philips atau Akzo Nobel, tetapi juga oleh perusahaan kecil dan menengah. Karena itu banyak pengusaha kecil ikut dalam perlawatan Menteri Muda Perekonomian Belanda Karien van Gennip ke Cina, pekan ini. Semula hanya 35 perusahaan yang boleh ikut. Tetapi karena besarnya minat jumlah rombongan berkembang menjadi 63. Sang menteri muda berharap missi ini akan membawa hasil. Karien van Gennip: Saya ingin menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana orang berusaha di Cina. Bagaimana dinamika ekonomi Cina yang kita lihat begitu besar itu muncul. Saya berharap banyak dari pembicaraan dengan rekan-rekan di Cina. Menteri Perekonomian Cina akhir tahun lalu juga sudah berkunjung ke Belanda. Kami sudah mengadakan pembicaraan mengenai WTO dan pertumbuhan ekonomi. Jadi kami ingin belajar dari semua itu, juga ingin melihat perusahaan Cina mana yang tertarik untuk berinvestasi di Belanda. Tampaknya memang banyak yang bisa dipetik di Cina. Sejak negeri ini menjadi anggota organisasi perdagangan dunia WTO, makin banyak saja perusahaan asing yang masuk Cina. Cina sendiri juga makin aktif di pasar dunia. Pendorongnya adalah pertumbuhan ekonomi Cina. Pertumbuhan 9% itu, jelas lebih besar dari Indonesia yang pertumbuhannya mencapai 5%. Dengan meningkatnya kemakmuran, meningkat pula permintaan para konsumen Cina. Para pengusaha internasional seolah-olah mengalir air liurnya mendengar jumlah konsumen Cina mencapai 1,3 milyar orang. Walau begitu, para pengusaha Belanda yang ikut dalam missi ke Cina ini sebaiknya tidak cepat-cepat merasa sudah untung. Demikian diingatkan oleh Arie Kraaijeveld, ketua Kamar Dagang Cina Belanda. Kraaijeveld sudah sering bertandang ke Cina dan paham benar kebiasaan berdagang di negeri naga merah. Menurutnya orang akan kecewa kalau beranggapan pasti untung kalau berusaha di Cina. Yang paling penting adalah membangun hubungan usaha, demikian Kraaijeveld. Arie Kraaijeveld: Bagi pebisnis Cina, syarat mutlaknya adalah kelanggengan dan konsistensi. Jadi salah besar kalau orang beranggapan seminggu di Cina seorang pengusaha akan bisa mengantongi pesanan besar. Sering dibutuhkan waktu setahun sebelum seorang pebisnis bisa memperoleh kontrak pesanan. Banyak hambatan untuk bisa menjadi pengusaha besar di Cina. Pengusaha Ronald Develing juga ikut dalam missi ke Cina. Ia tidak suka pada begitu rumitnya birokrasi Cina, terutama di daerah yang jauh dari ibukota. Kebijakan Beijing memperbesar kesempatan berusaha tidak sampai ke daerah. Selain itu, biaya mengirim uang ke Cina juga sangat tinggi. Menurut Develing, biaya transfer uang ke Cina mencapai setengah persen, sementara perusahaan-perusahaan Cina hanya membayar beberapa permil kalau mengirim uang ke Eropa. Sebagai anggota WTO, Cina sekarang harus memberesi banyak hambatan perdagangan itu. Menteri Muda Perekonomian Karien van Gennip yang di luar negeri berhak menyebut diri sebagai menteri perdagangan, menyampaikan soal tingginya biaya transfer uang ini kepada menteri perdagangan Cina Bo Xilai. Menurut Van Gennip, Bo menyatakan paham akan masalah itu. Selain itu Van Gennip juga mendesak supaya Cina menindak setiap bentuk pembajakan hak milik intelektual. Dengan sibuknya orang mengurus perdagangan, maka soal hak-hak azasi manusia tidak diperhatikan lagi. Pengusaha Belanda yang ikut perlawatan ke Cina sudah memperoleh informasi mengenai situasi hak-hak azasi manusia Cina dari LSM Amnesty International. Tetapi soal hak-hak azasi manusia ini tidak muncul pada agenda Menteri Muda Perekonomian Karien van Gennip. Ia hanya memperoleh penjelasan mengenai situasi kerja para buruh Cina di pabrik-pabrik negeri itu. Dan kepada parlemen, Van Gennip mengatakan bahwa kepada para pengusaha Belanda juga sudah disebarkan petunjuk tentang berusaha yang bertanggung jawab. Menurut Ruud Bosgraaf, jurubicara organisasi hak-hak azasi manusia Amnesty International, sekarang makin sulit saja untuk menempatkan masalah hak-hak azasi manusia pada agenda pembicaraan dengan Cina. Apalagi karena pertumbuhan ekonomi negeri naga merah ini begitu tingginya. "Pemerintah selalu berupaya membangkitkan kesan bahwa situasi Cina sudah membaik. Itu jelas tidak benar. Nyatanya hak-hak azasi manusia tetap dilanggar secara besar-besaran." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
