---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Sabtu 05 Februari 2005 12:50 UTC



** PEMERINTAH RI BERENCANA MELARANG ORANG BERCIUMAN BIBIR DI TEMPAT UMUM

** DUA MANTAN PRESIDEN AS KUNJUNGI KAWASAN YANG DILANDA TSUNAMI

** AKSI MOGOK NASIONAL DI BANGLADESH

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: PBB MENYIDIK DAN AKAN MENINDAK PEJABAT TINGGI 
YANG KORUP

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: UNI EROPA IKUT PROYEK TINGKATKAN KESEJAHTERAAN 
MINORITAS ROMA

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: EKONOMI BERBASIS PENGETAHUAN, HARAPAN BELANDA 
DAN EROPA



* PEMERINTAH RI BERENCANA MELARANG ORANG BERCIUMAN BIBIR DITEMPAT UMUM

Pemerintah RI ingin melarang orang berciuman bibir di tempat umum dan berkumpul 
kebo. Hal ini tercantum dalam rancangan Kitab Undang Undang Hukum Pidana, KUHP 
baru yang harus menggantikan pasal-pasal peninggalan kolonial Belanda. Setelah 
25 tahun, rancangan undang undang untuk itu, akhirnya selesai juga. Demikian 
tandas juru bicara kementerian kehakiman, Abdul Gani Abdullah, Sabtu ini. 
Apabila rancangan ini benar-benar disahkan menjadi undang undang, maka pelaku 
bisa dikenai hukuman penjara maksimal sepuluh tahun dan/atau denda sebesar 300 
juta rupiah. Pengacara dan organisasi-organisasi hak-hak asasi manusia menilai 
ruu ini berlebihan.


* DUA MANTAN PRESIDEN AS KUNJUNGI KAWASAN YANG DILANDA TSUNAMI

Dari 19 sampai 21 Februari mendatang, mantan Presiden Amerika Serikat George 
Bush senior dan Bill Clinton akan mengunjungi negara-negara yang dilanda gempa 
laut akhir Desember lalu. Dua tokoh ini berencana berkunjung ke Indonesia, Sri 
Lanka, Thailand dan Maladewa. Demikian Gedung Putih mengumumkan Jum'at kemarin. 
Bush dan Clinton memimpin upaya pengumpulan dana bagi para korban tsunami. 
Belakangan Clinton diangkat sebagai apa yang disebut utusan khusus PBB untuk 
korban tsunami. Ia ditugaskan untuk mengamati pembangunan kembali kawasan dan 
harus berupaya agar masyarakat internasional tetap memberi bantuan.


* AKSI MOGOK NASIONAL DI BANGLADESH

Di Bangladesh banyak toko dan sekolah ditutup akibat pemogokan nasional. Juga 
sebagian besar kendaraan umum tak beroperasi. Partai oposisi Awami League yang 
menentang pemerintah, menyerukan aksi mogok ini. Aksi mogok dilakukan menyusul 
serangan granat terhadap pertemuan partai Awami League, pekan lalu, yang 
menewaskan lima jiwa. Menurut partai oposisi tersebut, pemerintah Bangladesh 
kurang berupaya melacak para pelaku serangan. Sementara di Ibukota Dhaka, 
pemerintah melipatgandakan jumlah pasukan keamanannya sampai sepuluhribu 
militer untuk mencegah kerusuhan. Jum'at malam kemarin, para demonstran 
membakar empat bis. Namun selain itu, Ibukota Dhaka, relatif tenang.


* JAN PRONK INGIN SUPAYA DIKIRIM PASUKAN KE SUDAN

Utusan PBB untuk Sudan, Jan Pronk, memohon Dewan Keamanan PBB supaya menyetujui 
permintaannya untuk mengirim 10 ribu militer dan 775 polisi ke Sudan. Pasukan 
ini harus mengawasi agar kesepakatan damai antara pemerintah Sudan dengan 
gerakan pemberontak SPLA dipatuhi. Menurut Pronk kesepakatan damai tidak dapat 
bertahan, apabila kekerasan di wilayah Darfur, Sudan Barat terus berlanjut. 
Konflik etnik di Darfur telah menelan sedikitnya 70 ribu jiwa. Sekitar dua juta 
orang lari dari kekerasan milisi Arab, Janjaweed yang didukung pemerintah 
Khartoum.


* JERMAN INGIN MEMBANTU AMERIKA DALAM PEMBANGUNAN KEMBALI IRAK

Kanselir Jerman Gerhard Schroder menawarkan bantuan kepada Amerika Serikat, 
untuk pembangunan kembali lembaga-lembaga pemerintah dan dinas keamanan Irak. 
Schroder menyampaikan pesan tersebut kepada Menteri Luar Negeri baru Amerika, 
Condoleezza Rice, yang tengah berkunjung ke Berlin. Jerman adalah negara kedua 
yang dikunjungi Rice dalam perlawatan keliling di Eropa dan Timur Tengah. 
Sebelumnya Condoleezza Rice telah bertemu dengan Perdana Menteri Britania Tony 
Blair di London. Mereka terutama membahas situasi di Irak dan Israel. Menurut 
Rice, Amerika Serikat tidak berencana melancarkan serangan di Iran. Namun ia 
mengkritik keras pemerintah Iran, yang menurutnya mendukung terorisme. Hari ini 
Rice akan berkunjung ke Polandia.


* USKUP AGUNG ATTICA TERLIBAT PRAKTEK PENGGELAPAN DAN PENYUAPAN HAKIM

Gereja ortodoks Yunani menskors uskup agung Attica sampai setengah tahun. Uskup 
agung Panteleimon diduga terlibat praktek penggelapan dan penyuapan hakim demi 
sekelompok penjual obat bius. Kehakiman Yunani menduga beberapa pastor lain dan 
sedikitnya 13 hakim juga terlibat. Satu pastor telah ditangkap karena terlibat 
penyuapan dan perdagangan ilegal barang-barang antik. Media Yunani secara 
massal menyorot skandal tersebut yang merupakan pukulan berat bagi nama baik 
gereja ortodoks Yunani. Sekitar 95% masyarakat Yunani adalah anggota gereja ini.


* FESTIVAL FILM INTERNASIONAL DI ROTTERDAM

Pada Festival Film Internasional di Rotterdam, negeri Belanda, film buatan 
Rusia, Italia dan Spanyol, dianugerahkan hadiah Tiger Awards untuk film 
terbaik. Pemenang hadiah tersebut adalah film buatan Rusia, berjudul 4 dari 
Ilya Khrzhanovsky, film buatan Italia berjudul Nemmeno Il Destino dari Daniele 
Gaglianone dan El Cielo Gira buatan sineas Spanyol, Mercedes Alvarez. Selain 
hadiah tersebut, pemenang juga diberikan hadiah berupa uang sebesar 10 ribu 
euro. Produsen asal Belanda Joost van Veen dan produsen Jerman Thomas Knel 
dianugerahkan hadiah untuk film pendek terbaik. Film Sanctuary buatan Ho Yuhang 
asal Malaysia dianugerahkan hadiah Metpac Award untuk promosi film Asia.


* PBB MENYIDIK DAN AKAN MENINDAK PEJABAT TINGGI YANG KORUP

Intro: Kamisi malam, Sekjen PBB Kofi Annan mengumumkan akan menindak mantan 
kepala program minyak untuk pangan PBB untuk Irak. Penelitian terhadap 
kemungkinan korupsi dalam program PBB ini telah mengungkapkan informasi yang 
memberatkan. Penelitian ini dipimpin oleh mantan direktur bank sentral Amerika 
Paul Volcker. Laporan koresponden Reinout van Wagtendonk dari New York:

Program minyak untuk pangan PBB bagi Irak menyangkut dana sebesar 60 milyar 
dolar. Program ini diputuskan oleh Dewan Keamanan PBB dengan tujuan untuk 
membantu rakyat Irak. Khususnya rakyat jelatan Irak sangat dikorbankan akibat 
sanksi ekonomi internasional terhadap rezim Saddam Hussein yang terus menolak 
menerima inspektur senjata PBB.

Sejak tahun 1996 Irak diijinkan menjual minyaknya, tentu saja di bawah 
pengawasan PBB. Hasilnya digunakan untuk membeli bahan pangan, obat-obatan dan 
kebutuhan kemanusiaan lain. Di sinilah terjadi korupsi besar-besaran.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat sangat mengontrol 
program minyak untuk pangan ini. Demikian pula anggota tetap Dewan Keamanan 
lain, seperti Rusia dan Prancis. Korupsi itu baru menjadi skandal ketika 
menjelang perang Irak, pemerintahan Bush merasa dihambat oleh Sekjen PBB Kofi 
Annan. Anak Kofi Annan, Kojo Annan juga punya peran tidak jelas dalam proram 
minyak untuk pangan ini. Kalangan partai Republik pendukung Presiden Bush yang 
mendukung perang Irak segera berseru skandal ini membuktikan bahwa PBB memang 
sebuah organisasi korup dan tepat saja kalau Amerika tidak menggubrisnya. 
Bahkan beberapa anggota Kongres Partai Republik menuntut supaya Kofi Annan 
mengundurkan diri saja.

Menjawab tuntutan ini, Sekjen PBB Kofi Annan segera meminta Paul Volcker untuk 
memimpin penyelidikan terhadap ketidakberesan program minyak untuk pangan. 
Kamis malam, mantan direktur Bank Sentral Amerika ini menyampaikan laporannya.

Paul Volcker tidak mendapati adanya korupsi struktural dalam program minyak 
untuk pangan PBB. Tetapi ia sempat menuding tokoh. Kepala program ini, Benon 
Sevan ditunding telah terlibat dalam konflik kepentingan serius. Akibatnya 
integritas PBB terongrong.

Paul Volcker: Saya kira kenyataannya adalah bahwa Benon Sevan menempatkan diri 
dalam konflik kepentingan yang besar dan terus berlanjut. Ini secara langsung 
merongrong wibawa PBB dan melanggar kaidah integritas yang sangat penting bagi 
pejabat tinggi internasional.

Menurut penelitian ini, Benon Sevan memberikan kontrak minyak Irak kepada 
sebuah perusahaan Swiss, milik temannya. Sevan menyangkal dan menurut 
pengacaranya, dia dijadikan kambing hitam untuk melindungi banyak kepentingan 
ekonomi dan politik PBB yang besar, termasuk kepentingan negara-negara anggota 
Dewan Keamanan PBB. Penelitian Paul Volcker belum selesai. Kesimpulan mengenai 
peran Kojo Annan, anak Kofi Annan akan dicantumkan pada laporan akhir yang akan 
diumumkan bulan-bulan mendatang. 

Anggota Kongres Amerika fraksi Partai Republik langsung memanfaatkan laporan 
Paul Volcker itu untuk kembali menyerang PBB. Dan menurut Volcker kritik ini 
adalah dampak yang paling berbahaya pada program minyak untuk pangan. PBB 
menjadi rentan. Integritas PBB, sesuatu yang sangat dibutuhkan organisasi 
internasional ini, sangat terongrong.


* UNI EROPA IKUT PROYEK TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MINORITAS ROMA

Intro: Keterbelakangan dan kemiskinan. Jutaan orang-orang Sinti dan Roma yang 
dulu disebut gipsi atau pengembara, khususnya di Eropa Tengah dan Eropa Timur, 
selalu hidup dalam keadaan yang hina dina. Menurut Uni Eropa, inilah masalah 
warga minoritas yang harus diselesaikan sendiri oleh negara-negara yang 
bersangkutan. Delapan negara Eropa Tengah dan Eropa Timur sekarang berupaya 
menangani masalah Sinti dan Roma secara serempak. Laporan redaktur pemekaran 
Eropa Thijs Papot:

Kalau bubarnya Uni Soviet dan komunisme bagi sebagai masyarakat Eropa Timur 
berujung pangkal pada meningkatnya kemakmuran, maka bagi kalangan Sinti dan 
Roma yang dulu disebut gipsi pengembara peristiwa bersejarah itu tidak membawa 
makna. Harus diakui di bawah komunisme setiap orang punya rumah dan pekerjaan. 
Sekarang dengan sistem ekonomi pasar kapitalis orang-orang Sinti dan Roma makin 
tersingkir saja. Banyak yang terpaksa menjadi gelandangan. Mereka hidup di 
wilayah kumuh pinggiran kota, tanpa tempat mandi cuci atau aliran listrik. Di 
Bulgaria dan Rumania, sekitar 80% orang Sinti dan Roma hidup di bawah garis 
kemiskinan. Harapan hidup mereka lebih rendah 10 sampai 15 tahun dari orang 
Eropa pada umumnya. Menurut anggota parlemen Eropa Jan Marinus Wiersma yang 
menekuni nasib orang Sinti dan Roma, perbedaan budaya berperan besar dalam 
keterbelakangan dan kemiskinan mereka.

Jan Marinus Wiersma: Kelompok ini sangat berpegang teguh pada tradisi dan 
budaya mereka sendiri, termasuk bahasa mereka. Oleh karena itu mereka selalu 
tidak berbaur dengan warga masyarakat lainnya. Ini sering menyebabkan benturan 
dengan warga setempat. Banyak contoh diskriminasi yang sebenarnya terlarang 
terhadap orang-orang Sinti dan Roma.

Di seantero Eropa jumlah orang Sinti dan Roma mencapai sekitar 12 juta. Lima 
juta berada dalam batas-batas Uni Eropa, dan jumlah ini akan berlipat ganda 
kalau Rumania dan Bulgaria menjadi anggota Uni Eropa. Jumlah itu sama dengan, 
misalnya, jumlah penduduk Belgia. Tetapi karena penyebaran yang begitu meluas 
dan perpecahan di kalangan mereka sendiri maka orang-orang Roma ini tidak bisa 
beremansipasi. "Pada tingkat daerah mungkin saja mereka terpilih sebagai 
anggota dewan kota, tetapi di tingkat nasional suara mereka hilang." Demikian 
Jan Marinus Wiersma.

Jan Marinus Wiersma: Di negara seperti Slowakia, terlihat bahwa minoritas 
Hongaria bisa maju dan mengemansipasikan diri. Mereka bahkan bisa masuk dalam 
pemerintahan nasional, tetapi tidaklah demikian dengan orang-orang Roma dan 
Sinti.

Tahun-tahun belakangan, anggota parlemen Eropa Jan Marinus Wiersma sempat 
berbicara dengan banyak orang Sinti dan Roma, dalam kedudukannya sebagai 
pelapor Parlemen Eropa untuk masalah mereka. Komisi ini sudah sering sekali 
mengangkat masalah Roma, dalam melakukan perundingan dengan negara-negara Eropa 
Timur dan Eropa Tengah yang ingin menjadi anggota Uni Eropa. Komisi Parlemen 
ini mengkaitkan perbaikan nasib orang Sinti dan Roma sebagai syarat untuk bisa 
menjadi anggota Uni Eropa. 

Tetapi kalau sekarang negara-negara yang memiliki warga Sinti dan Roma dalam 
jumlah besar sudah menjadi anggota Uni Eropa, misalnya Hongaria dan Slowakia, 
maka berlaku peraturan bahwa kebijakan warga minoritas merupakan wewenang 
masing-masing negara anggota. Dengan begitu tidak ada lagi tekanan dari 
Brussel. Menurut Jan Marinus Wiersma, langkah ini diambil, karena Brussel 
khawatir menangani sendiri masalah besar kalangan minoritas Sinti dan Roma.

Jan Marinus Wiersma: Ini sikap munafik, karena sebenarnya kalangan Sinti dan 
Roma tidak bisa dibandingkan dengan warga minoritas lain yang dikenal di Eropa. 
Kalangan Sinti dan Roma adalah minoritas di mana-mana yang tidak mengenal tanah 
air sendiri.

Walau begitu sekarang tampaknya ada harapan baik bagi warga Roma. Di Sofia, 
ibukota Bulgaria pekan ini dimulai apa yang disebut "Dasawarsa Integrasi 
Kalangan Sinti dan Roma." Dalam kesempatan itu, delapan negara Eropa Tengah 
berwarga minoritas Roma meluncurkan rencana jangka panjang struktural untuk 
menangani keterbelakangan warga minoritas ini. Pencetusnya antara lain jutawan 
George Soros yang keturunan Rumania. Dalam rencana ini disepakati untuk 
menangani masalah pendidikan, perumahan dan kesehatan warga Sinti dan Roma 
selama 10 tahun mendatang. Jelas ini bukan penanganan langsung Uni Eropa. 
Tetapi baik Brussel, George Soros maupun Bank Dunia menjanjikan dana bantuan 
cukup besar untuk melaksanakan proyek ini.


* EKONOMI BERBASIS PENGETAHUAN, HARAPAN BELANDA DAN EROPA

Gambaran bahwa dunia usaha Belanda berbondong-bondong ke Eropa Timur, India, 
dan Cina, telah menjadi angan-angan suram yang saat ini banyak dianut orang. 
Tetapi itu tidaklah sesuai dengan kenyataan. Memang ada kecenderungan dunia 
usaha Belanda untuk mengalihkan produksi ke negara-negara berupah murah, tapi 
ini tidak berarti bahwa ekonomi Belanda macet total. Demikian penelitian 
menyimpulkan. Walau demikian, tidak ada alasan untuk duduk tenang dan 
berleha-leha. Berikut ulasan redaktur Eropa Johan Huizinga.

Gambaran bahwa dunia usaha ramai-ramai hengkang ke Eropa Timur, India dan Cina 
berlaku tidak saja di Belanda tapi juga di seluruh Eropa. 'Apabila kita tidak 
cepat-cepat beralih ke ekonomi berbasis pengetahuan, maka kita akan tenggelam 
karena produksi industri semakin beralih ke negara-negara berupah buruh murah. 
Kita terlalu mahal, dan persaingan itu tidak akan bisa dimenangkan'. Demkian 
para pengusaha dalam sebuah acara minum-minum. Gambaran tersebut tampaknya 
telah dibesar-besarkan.

Namun penelitian yang dilakukan Biro Pusat Perencanaan dan Biro Berenschot, 
atas perintah pemerintah Belanda, memberikan gambaran yang lebih positip. Dari 
perusahaan yang diteliti, 84 persen mengatakan sementara ini tidak akan 
memindahkan produksi mereka. Alasannya macam-macam, mulai dari konservatisme 
klasik dan ketakutan akan resiko sampai perasaan menyatu dengan lokasi yang ada 
serta hasrat untuk tetap dekat dengan para pembeli dan pemasok. 

Perusahaan yang memindahkan produksi melakukannya dengan alasan sederhana saja, 
upah buruh lebih rendah dan ini berarti biaya produksi turun. Hanya sedikit 
yang menyebutkan alasan tidak puas dengan iklim usaha di Belanda. Ini berkaitan 
dengan birokrasi yang terlalu banyak serta pasar tenaga kerja yang ketat. 

Jumlah pekerjaan yang hilang dalam semua sektor, tidaklah besar. Sekitar 9000 
pekerjaan hilang tahun lalu akibat produksi yang berpindah ini. Jumlah tersebut 
hanya sebagian kecil saja dari total pekerjaan yang hilang di Belanda. Dalam 
prakteknya, memindahkan produksi ini terutama menarik bagi perusahaan yang 
relatif besar. Jadi sebagian besar pekerjaan akan hilang dengan berpindahnya 
sejumlah kecil perusahaan besar. 

Sedangkan perusahaan kecil yang ingin pindah ke negara-negara upah murah, 
misalnya ke Cina, juga akan menghadapi banyak masalah. Melakukan pengawasan 
dari jauh, membutuhkan biaya yang kadang lebih besar dari yang diperkirakan. 
Jadi pilihannya adalah membangun seluruh kantor di luar negri. Tapi hal ini 
bagi banyak perusahaan kecil adalah langkah yang agak terlampau jauh. 

Memindahkan produksi ke negara berupah rendah belum menjadi hal dramatis 
seperti yang seringkali diperkirakan orang. Namun demikian, dampaknya terhadap 
sektor tertentu sangat besar. Industri tekstil Belanda sudah lama gulung tikar. 
Sekarang nasib yang sama mengancam industri mebel. Margin laba dalam cabang 
industri padat karya ini sangatlah tipis sehingga akan lebih menguntungkan 
untuk memproduksi misalnya di India atau Cina. Bahkan biaya transpor yang 
relatif besar dari produk semacam ini bisa diimbangi dengan upah murah.

Negara seperti Belanda harus mengarah pada barang dan jasa bernilai tambah 
besar, yang membutuhkan pengetahuan tingkat tinggi. Dipertanyakan apakah 
Belanda akan berhasil beralih ke ekonomi berbasis pengetahuan ini. Oleh karena 
itu, kesenjangan antara pengetahuan dan penelitian yang ditawarkan universitas 
dengan kebutuhan khusus dunia usaha, haruslah dijembatani. Penawaran dan 
permintaan akan pengetahuan dan penelitian haruslah disesuaikan dengan baik. 
Apabila Belanda gagal, maka resiko seluruh sektor akan hilang. Dan pada 
gilirannya resiko hilangnya  tidak saja produksi tapi juga pengetahuan dan 
penelitian ke luar negri. Demikian diperingatkan para peneliti Biro Berenschot.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke