---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Minggu 06 Februari 2005 13:50 UTC



** BELANDA BANGUN SEMBILAN JEMBATAN DI ACEH

** PM THAKSIN MENANG BESAR DI PEMILU THAILAND

** CONDOLEEZA RICE INGIN RUSIA PATUHI DEMOKRASI

** LAPORAN KHUSUS: MENLU BELANDA KUNJUNGI ZONA MUSIBAH BANDA ACEH



* BELANDA BANGUN SEMBILAN JEMBATAN DI ACEH

Belanda akan membangun sembilan buah jembatan darurat di Aceh. Demikian Menteri 
Luar Negeri Belanda, Bernard Bot ketika meninjau kawasan gempa dan tsunami di 
Aceh. Jembatan itu merupakan hibah dari pakta NATO. Belanda akan menanganai 
angkutan dan pembangunan jembatan itu. Di samping itu Belanda juga akan 
memperbaiki dan membangun jaringan air bersih dan sarana sanitasi di Aceh.

Di samping itu, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan juga mengadakan 
kunjungan singkat di Aceh, Ahad ini. Turki berjanji akan membangun paling 
sedikit 1000 unit rumah untuk korban di Aceh. Erdogan juga mengunjungi 
organisasi relawan Turki di Aceh seperti Bulan Sabit Merah dan relawan yang 
membantu membangun kembali gedung-gedung. PM Turki itu juga bertemu dengan 
Menteri Kesra, Alwi Shihab.


* PM THAKSIN MENANG BESAR DI PEMILU THAILAND

Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, seperti diduga, meraih kemenangan 
besar pada pemilu parlemen Ahad ini. Partainya Thai Rak Thai, menurut jajak 
pendapat, mengantongi 399 dari 500 kursi di parlemen. Pada masa pemerintahan 
sekarang saja sudah menguasai 300 kursi. Diperkirakan sekitar 70 persen dari 45 
juta elektorat memberikan suara. 20 partai ikut berlaga dalam pemilu Thailand 
ini.

PM Thaksin, konglomerat kaya itu, mendapat dukungan luas dari kaum miskin 
Thailand. Ia makin populer, sejak gempa dan tsunami Thailand 26 Desember. 
Kalangan luas Thailand memuji sikap Thaksin yang cepat dan tepat mengantisipasi 
musibah. Ia adalah perdana menteri Thailand yang paling lama memerintah.


* CONDOLEEZA RICE INGIN RUSIA PATUHI DEMOKRASI

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Condoleeza Rice beranggapan bahwa Rusia 
harus lebih menghargai azas dasar demokrasi. Ia menunjuk pada sejumlah proses 
politik dan pengekangan media di Rusia. Kendati demikian Rice tidak berencana 
mengambil tindakan sanksi, karena bisa berdampak kontra produktif. Menlu 
Amerika itu bertemu dengan rekan sejawatnya dari Rusia, Sergei Lavrov di Ankara 
Turki. 

Pembicaraan itu resminya hanya mempersiapkan pertemuan Presiden George W. Bush 
dan Vadimir Putin di Bratislava, Slovakia akhir bulan ini. Ahad hari ini Rice 
bertolak ke Israel.


* BADAI TROPIS ANCAM KEPULAUAN COOK


300 wisatawan asing di kepulauan Cook di Lautan Teduh dievakuasikan, sehubungan 
ancaman badai. Pakar cuaca memperkirakan badai tropis itu akan mencapai 
kecepatan 230 km per jam.


* DELAPAN APARAT IRAK CULIK DAN DIBANTAI


Kepolisian Irak menemukan delapan mayat rekan mereka, dekat Baghdad. Tujuh 
mayat mengalami luka tembak dan satu di penggal kepalanya. Mayat mereka 
ditemukan tidak jauh dari penjara Abu Ghraib dekat Baghdad. Menurut televisi 
Amerika, delapan orang itu disandera Kamis lalu, bersama delapan orang lainnya. 
Konvoi kendaraan mereka diserbu ketika dalam perjalan menuju ibukota.


* TENTARA TOGO ANGKAT PUTRA PRESIDEN JADI PRESIDEN


Sehari setelah Presiden Togo, Gnassingbe Eyadema meninggal dunia, angkatan 
bersenjata melimpahkan tampuk kekuasaan kepada Faure Eyadema, putera almarhum.  
Organisasi Uni Afrika menilainya sebuah kudeta. 

Menurut UUD Togo, ketika presiden meninggal dunia maka, jabatan ad interim 
dipangku ketua parlemen. Namun ketika Eyadema meninggal, ketua parlemen sedang 
di Eropa. Ia tidak bisa kembali ke Togo, karena tentara menutup perbatasan 
negeri itu.


* PAUS ABSEN DI MISA MENJELANG PUASA

Paus Johannes Paulus II tidak akan menghadiri misa kebaktian di Santo Petrus, 
menandai awal bulan puasa, Rabu depan. Ia akan digantikan kardinal Amerika, 
Stafford. Ahad ini Paus Yohannes Paulus II menampakan diri dari jendela kamar 
rumah sakit, untuk memberkati umat.


* MENLU BELANDA KUNJUNGI ZONA MUSIBAH BANDA ACEH

Menteri Luar Negeri Belanda, Bernard Bot, selama sehari mengadakan kunjungan di 
Aceh. Ia melihat langsung zona bencana di Ulele, Rumah Sakit Zainul Abidin, 
proyek daurulang dan bertemu dengan relawan lsm-lsm Belanda. Kepada Radio 
Nederland, Menteri Bot menyatakan keprihatinannya dengan musibah dan puas 
dengan upaya bantuan Belanda. Ia juga berjanji akan mendesak Gerakan Aceh 
Merdeka, GAM menerima status otonomi khusus untuk Aceh. Lebih lanjut laporan 
rekan Aboeprijadi Santoso dari Banda Aceh.

Menteri Luar Negeri Belanda Bernard Bot dalam kunjungan se hari di Banda Aceh 
ini sempat melakukan banyak hal. Pada pukul 16:00 WIB pertama-tama mengunjungi 
rumah sakit terbesar Banda Aceh, Zainul Abidin yang sempat dilanda luapan 
lumpur menjadi tempat penumpukan mayat. Beliau tampak sangat terkesan oleh 
perbaikan cepat yang telah dilakukan oleh tim setempat bersama sejumlah 
organisasi dari luar negeri. 

Tim menteri Belanda ini juga mengadakan kunjungan daerah musibah di Ulele, 
sampai di masjid yang masih tegak dekat Ulele. Kemudian Menlu Bot menuju ke 
proyek daurulang, di sana ia menyaksikan cara kerja tim pembersihan kotoran dan 
juga mayat. Bot sempat melihat bungkusan mayat yang diketemukan hari ini. 

Setelah itu ia mengadakan pertemuan pers. Menjawab pertanyaan Radio Nederland 
mengenai penilaiannya tentang upaya bantuan Belanda, ia mengatakan bahwa 
Belanda telah melakukan banyak hal dan banyak dana telah dikumpulkan. 
Direncanakan Belanda akan membangun sembilan jembatan dan akan membangun 
perusahaan air minum. Sesuatu yang sangat penting, karena di Banda Aceh banyak 
sekali rakyat yang ngantri mendapatkan air bersih dari tim Australi dan 
lainnya. Belanda akan membangun proyek penyulingan air minum untuk Banda Aceh. 

Namun ditekankan oleh Menlu Bot bahwa semua itu harus dikoordinasi dengan baik 
dan dalam bentuk kerjasama yang baik dengan pemerintah Indonesia. Ketika 
ditanya mengenai, apakah tentara Belanda tidak perlu hadir di Aceh, seperti 
halnya dari negara-negara lain. Rupanya Menlu Bot telah mengadakan pembicaraan 
dengan para pejabat Indonesia dan rekan sejawatnya Hassan Wirayuda. Bot 
menyatakan tidak perlu tentara Belanda hadir, sebab sudah cukup banyak tenaga 
militer di sini.

Yang diperlukan Indonesia, menurut Menlu Hassan Wirayuda kepada Menlu Belanda 
yaitu expertise yaitu kepakaran. Nah dalam soal kepakaran ini Bot menunjuk pada 
proyek daurulang dan membicarakan dengan wakil lsm-lsm Belanda, Novib misalnya 
yang ada di Banda Aceh ini. 

Menjawab pertanyaan mengenai peran Belanda dalam konflik Aceh, atau peran Uni 
Eropa, Bot menekankan pihaknya tetap berhati-hati sekali. Menurutnya, Indonesia 
menerima dengan baik simpati luar negeri, namun demikian menganggap proses 
sebaiknya tidak diganggu dari luar. Jadi tidak perlu peranan lagi dari pihak 
luar atau dari negara Eropa yang lain. Ketika saya tanyakan apakah Belanda bisa 
berperan aktif dalam proses perdamaian ini, Menlu Bot mengatakan akan mencoba 
untuk juga membujuk pihak pemberontak GAM agar menyumbang menuju ke perdamaian, 
agar menerima proses otonomi yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia. Dalam 
hal ini nampaknya Bot ingin memberi dukungan lebih luas lagi kepada Indonesia 
dan rupanya di sini pemerintah SBY dengan upaya perdamaian di Helsinki itu 
memoles citra Jakarta di mata kalangan Eropa. Inilah pula yang mendorong pihak 
Belanda dan Eropa untuk mendukung Indonesia. Kendati demikian Belanda harus 
berhati-hati, mengingat perannya dalam sejarah penjajahan di masa lalu, 
demikian laporan rekan Aboeprijadi Santoso dari Banda Aceh.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke