---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 07 Februari 2005 15:40 UTC



** PEMIMPIN OPOSISI THAILAND MENGUNDURKAN DIRI

** PEMERINTAH NEPAL BERSEDIA BERUNDING TANPA SYARAT DENGAN PEMBERONTAK

** PETUGAS CAPAI RERUNTUHAN PESAWAT DI AFGANISTAN

** TOPIK PERS:  PARA NELAYAN GENTENG TIMO DI PIDIE DAN TIM AHLI BELANDA DAN 
AFGANISTAN DI ACEH

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: THAKSIN SHINAWATRA MENANG MUTLAK DALAM 
PEMILU THAILAND

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DIPERTANYAKAN MANDAT KOMISI KEBENARAN YANG 
DISEPAKATI JAKARTA DAN DILI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BELANDA PUNYA INFORMASI MEMBERATKAN SOAL KASUS 
PEMBUNUHAN MUNIR



* PEMIMPIN OPOSISI THAILAND MENGUNDURKAN DIRI

Pemimpin oposisi Thailand mengundurkan diri, menyusul kemenangan telak Perdana 
Menteri Thaksin Shinawatra. Banyat Batadtan dari Partai Demokrasi sebelumnya 
menyatakan bahwa ia akan mundur apabila kalah dalam pemungutan suara Ahad 
kemarin. PM Thaksin dengan partainya Thai Rak Thai dipastikan akan meraih 
mayoritas mutlak. Sesudah 60 persen suara dihitung, partai tersebut telah 
meraih 363 dari 500 kursi di parlemen. Thaksin, 55 tahun, telah mengumumkan 
akan membentuk kabinet satu partai, yang pertama dalam sejarah parlemen 
Thailand.


* PEMERINTAH NEPAL BERSEDIA BERUNDING TANPA SYARAT DENGAN PEMBERONTAK

Pemerintah Nepal yang baru bersedia melangsungkan perundingan tanpa syarat 
dengan para pemberontak maois. Demikian berita yang dimuat di berbagai surat 
kabar di Nepal.  Pemerintah baru itu diangkat oleh Raja Gyanendra pekan lalu 
sesudah sebelumnya membubarkan kabinet pimpinan Perdana Menteri Sher Bahadur 
Deuba. Deuba gagal memulai perundingan dengan pemberontak yang sudah sembilan 
tahun lamanya mengangkat senjata terhadap rejim kerajaan Nepal. Pemberontak 
hanya bersedia berunding dengan raja dan menyebut pemerintah baru itu tidak 
sah. Para pengamat menganggap tindakan raja itu sebagai kudeta negara. Pekan 
lalu, Raja Gyanendra mengumumkan kedaan darurat: pers dibatasi dan hubungan 
telefon dengan luar negri diputus.


* PETUGAS CAPAI RERUNTUHAN PESAWAT DI AFGANISTAN

Para petugas penyelamat dari pasukan perdamaian internasional di Afganistan 
telah mencapai reruntuhan pesawat yang jatuh di sebelah timur Kabul Kamis lalu. 
Pesawat membawa 104 penumpang termasuk 24 warga asing. Sejauh ini, baru tiga 
jenazah yang ditemukan di atas pegunungan berketinggian tiga ribu meter itu. 
Nasib para penumpang lainnya masih tidak jelas, tapi dikhawatirkan mereka 
tewas. Para petugas dari NATO dan tentara pemerintah Afganistan pada awalnya 
tidak bisa mencapai reruntuhan pesawat karena cuaca buruk. Tempat tersebut 
hanya bisa dijangkau dengan helikopter.


* BELANDA BANTU BANGUN JEMBATAN DI ACEH

Belanda akan membantu membangun sembilan jembatan darurat di Aceh. Demikian 
dikatakan Menteri Luar Negri Ben Bot dalam kunjungannya di Aceh Ahad kemarin. 
Jembatan tersebut adalah pemberian Pakta NATO. Belanda bertanggung jawab atas 
pengangkutan dan pembangunannya. Di samping itu, Belanda juga membantu 
memperbaiki saluran air bersih serta sanitasi.


* SERANGAN BOM DI IRAK

Sedikitnya 19 orang tewas dalam dua serangan bom hari ini di Irak. Di Baquba, 
sebelah utara Bhagdad, seorang pelaku bunuh diri meledakkan mobil yang penuh 
bahan peledak di sebuah kantor polisi. Dipastikan delapan orang tewas. 
Sedangkan sebuah serangan bunuh diri di Mosul, meminta sebelas korban jiwa. 
Sebuah mobil bermuatan bom  menabrak sekelompok polisi di sebuah rumah sakit.


* MENLU AMERIKA IMBAU ISRAEL DUKUNG PRESIDEN PALESTINA

Menteri Luar Negri Amerika Serikat Condoleezza Rice mengimbau Israel untuk 
mendukung Presiden Palestina Mahmud Abbas. Menurut Yerusalem Post, Rice meminta 
Perdana Menteri Ariel Sharon untuk tidak mengambil tindakan yang bisa 
merongrong posisi Abbas. Pembicaraan antara Rice dengan Sharon itu resminya 
tidak diumumkan. Menurut sumber-sumber diplomatik yang dikutip surat kabar 
tersebut,  Rice berkata pada Sharon bahwa Abbas membutuhkan hasil nyata untuk 
ditunjukkan kepada rakyatnya. Pembicaraan juga membahas hubungan dengan Suriah 
serta konflik mengenai program nuklir Iran. Rice melakukan perjalanan keliling 
Eropa dan Timur Tengah. Hari ini, ia bertemu Presiden Palestina Mahmud Abbas. 
Besok, Abbas dan Sharon akan bertemu di Mesir.


* AKSI PENYANDERAAN DI KEDUBES SPANYOL BERAKHIR

Sejumlah karyawan Kedutaan Besar spanyol di ibukota Swiss Bern disandera selama 
beberapa saat. Menurut pemerintah Spanyol, aksi tersebut sementara ini telah 
berakhir dan para sandera selamat. Satu penjaga mengalami tusukan. Tidak jelas 
motif dari penyanderaan itu. Pada mulanya dikatakan aksi dilakukan oleh satu 
orang, tapi berita terakhir mengatakan bahwa pelakunya berjumlah tiga orang.


* INGGRIS PERKETAT UNDANG-UNDANG IMIGRASI

Inggris akan menyesuaikan undang-undang imigrasinya sehingga hanya pencari 
suaka yang memiliki keahlian yang diijinkan masuk. Kepada radio BBC, Perdana 
Menteri Tony Blair mengatakan bahwa jumlah pendatang harus dapat disesuaikan 
dengan kebutuhan. Ia tidak mendukung usulan kubu Konservatif untuk menetapkan 
jumlah maksimal pendatang. Blair sudah mendahului usulan Menteri Dalam Negeri 
Charles Clarke yang akan disampaikan hari ini. Ia diduga akan memperketat 
peraturan imigrasi.


* BURSA EROPA PENUH KEYAKINAN

Bursa-bursa Eropa memulai pekan ini dengan penuh keyakinan. Ini akibat 
keuntungan besar yang dialami Wall Street serta kabar perusahaan yang tidak 
begitu buruk. Di Amsterdam, Indeks AEX tercatat pada 369 atau 0,4 persen lebih 
tinggi.

Bursa Jepang juga menanggapi positip keuntungan di Wall Street akhir pekan 
lalu. Turunnya nilai tukar yen terhadap dolar yang menguntungkan bagi ekspor, 
menyebabkan para pelaku bursa memborong saham. Indeks Nikkei ditutup 1,2 persen 
lebih tinggi pada 11.500.

Nilai tukar euro tercatat $ 1,2848.


* PARA NELAYAN GENTENG TIMO DI PIDIE DAN TIM AHLI BELANDA DAN AFGANISTAN DI ACEH

Harian Algemeen Dagblad mengangkat kisah desa nelayan Genteng Timo di pantai 
Barat Pidie. Dari 1120 penduduk, sebanyak 166 tewas diterjang tsunami. Mereka 
yang selamat, tinggal di kamp-kamp pengungsi. Namun para nelayan ini sudah 
tidak sabar untuk kembali melanjutkan pekerjaan mereka: mencari ikan di laut. 
Oleh karena itu mereka juga menolak tawaran pemerintah untuk relokasi. 'Kami 
tidak bisa tinggal di pegunungan dan menanam ketela. Kami nelayan, kami mencari 
nafkah dari laut. Di samping itu, kami tidak bisa meninggalkan mereka yang 
menjadi korban'. Demikian Abdulrachman yang mewakili para nelayan Genteng Timo. 

Bantuan pemerintah untuk warga Genteng Timo sementara ini janganlah diharapkan. 
Saat ini, pemerintah masih sibuk mengurus bantuan darurat, menguburkan jenazah, 
dan memberi makan mereka yang selamat. Rehabilitasi masih lama, bertahun-tahun. 
Demikian Algemeen Dagblad. Sejumlah pengungsi meneruskan saja rencana mereka. 
Di sepanjang pantai, terlihat orang-orang yang sedang membangun. Bahkan di 
Genteng Timo, orang membangun tempat tinggal sementara. Di luar Banda Aceh, 
para relawan membantu membangun kembali sebuah desa. Sedangkan di pantai timur 
Meulaboh, rumah-rumah yang rusak ditambal dengan papan dan kain terpal supaya 
bisa ditinggali. Kepala desa Husaini memberi contoh dengan membuka kantor di 
tengah-tengah puing bangunan. 'Kalau harus menunggu pemerintah, maka akan 
terlalu lama. Kami harus melanjutkan hidup kami'. Demikian Husaini dikutip 
Algemeen Dagblad. 

Belanda akan bangun jembatan darurat di Aceh. Demikian dikatakan Mentri Luar 
Negri Belanda Ben Bot yang Ahad kemarin berada di Aceh, seperti dilaporklan 
surat kabar de Volkskrant. Koran tersebut berlanjut, Selasa besok, sebuah tim 
ahli akan berangkat ke Indonesia untuk menetapkan di mana jembatan-jembatan 
tersebut akan dipasang dan apa saja yang dibutuhkan. Kesembilan jembatan 
darurat itu adalah pemberian Pakta NATO. 

Di Aceh, Menlu Bot mengatakan, Belanda secara sadar menghindari publisitas. Ini 
berkaitan dengan masa lampau kolonial Belanda di Aceh yang berdarah. Demikian 
kata sang menlu kepada media Belanda.'Keuntungannya adalah bahwa kita mengenal 
situasi dengan baik. Kerugiannya, karena masa lalu itu, maka Belanda 
mendapatkan reputasi tertentu. Jadi Belanda harus bersikap sangat hati-hati dan 
diplomatis dalam menangani hal ini'. Demikian sang menteri. Menlu Bot juga 
mengungkapkan bahwa awal Januari lalu Belanda menawarkan pasukan zeni, tapi 
ditolak Indonesia. Demikian de Volkskrant.

Afganistan juga mengirimkan tim dokter militer ke Aceh, yang berjumlah 20 
orang. Tim tersebut dikepalai oleh Nyonya Suhailla Sidiq. Pertengahan Januari 
lalu, presiden Hamid Karzai memutuskan mengirim tim dokter tersebut ke Aceh. 
Bahwa Karzai memilih seorang perempuan untuk mengepalai tim tesrebut, 
mencerminkan bahwa masa rejim Taliban di Afganistan telah berlalu. Ketika 
ditanya bagaimana rasanya bekerja di Indonesia? Nyonya Sidiq menjawab:  'kami 
di sini untuk membantu tidak untuk mencari perbedaan budaya. Satu-satunya 
perbedaan adalah bahwa di Kabul ada salju sedangkan di sini sangat panas". 
Demikian surat kabar Trouw.

Masih dalam Trouw, tapi menyangkut topik lain, yaitu larangan berciuman di 
tempat umum. Ciuman di tempat umum dan kumpul kebo adalah tindak pidana yang 
bisa dikenai hukuman maksimal 10 tahun atau denda sekitar 26 ribu eruro. 
Demikian tertera dalam rancangan KUHP yang diajukan pemerintah ke DPR. Para 
yuris dan organisasi hak-hak asasi manusia mengkritik rancangan yang terlalu 
mengurusi hal-hal pribadi warga itu. Tetapi juru bicara kehakiman Abdullah 
menepis kritik tersebut dengan mengatakan, ini semua sesuai dengan kehendak 
penduduk. 

Demikian Trouw dan demikian pers kali ini.


* THAKSIN SHINAWATRA MENANG MUTLAK DALAM PEMILU THAILAND


Perdana menteri Muangthai Thaksin Shinawatra diberitakan memang mutlak dalam 
pemilihan umum akhir pekan lalu. Dikabarkan jumlah suara yang diperolehnya 
sangat menakjubkan dan jauh melebihi perkiraan selama ini. Ini berarti Thaksin 
akan menjadi pemimpin terpilih pertama yang paling berkuasa dalam sejarah 
Thailand. Kepopuleran Thaksin melonjak setelah tindakannya menangani bencana 
alam tsunami Desember lalu dan tentu saja pertumbuhan ekonomi Thailand yang 
luar biasa. Hanya para pemilih di Thailand Selatan yang mayoritasnya muslim, 
secara massal menolak Thaksin. Maklum 500 orang muslim tewas tahun lalu akibat 
kekerasan polisi. Menurut Kowo Chongkittavorn, redaktur harian The Nation di 
ibukota Bangkok, penolakan di Selatan ini hanyalah satu-satunya perkecualian:

Ini adalah mandat yang sangat jelas dari para pemilih Thailand yang memberikan 
Thaksin Shinawatra dukungan yang sangat besar, untuk melanjutkan propgam 
populis pemerintahannya. Itu adalah hal yang signifikan karena untuk pertama 
kalinya dalam 73 tahun sejarah pemilihan umum di Thailand, pemerintah hanya 
terdiri atas satu partai. Jadi apabila seorang pemimpin dipercaya dengan 
kekuasaan yang begitu besar, maka akan timbul persoalan di masa depan. Apakah 
rakyat tetap mempunyai kebebasan dan pemerintah tidak berubah menjadi 
pemerintah diktator, ini adalah hal yang perlu diperhatikan.

Walaupun begitu kelihatannya rakyat Thailand tidak begitu peduli dengan 
kemungkinan dampak negatif tersebut, dan secara massal mendukung Thaksin. 
Menurut Kowo Chongkittavorn  perlu dibedakan dua tema. Satu adalah pertumbuhan 
ekonomi dan yang lainnya adalah kebebasan berpolitik serta demokrasi. Apakah 
keduanya akan berjalan berdampingan atau tidak, tidak ada pihak yang tahu. Tapi 
jelas sebagian pemilih mendukung Thaksin karena keberhasilan kebijakan 
ekonominya, dan mereka berharap pertumbuhan itu akan terus berlanjut. 

Jadi sekarang tergantung dari Thaksin sendiri apakah tetap memenuhi janjinya, 
bahwa Thailand mempunyai masyarakat yang terbuka dan demokratis, walaupun ia 
punya kekuasaan mutlak untuk mengontrol parlemen. Jadi sangatlah penting untuk 
pemerintah Thaksin menjadikan Thailand negara yang terbuka dan transparan, 
tetap membuka kesempatan bagi organisasi-organisasi sipil untuk berkembang dan 
media untuk mengekspresikan pendapat mereka yan pro atau anti-pemerintah.

Sampai dua tahun lalu rakyat Thailand tidak perlu mengkhawatirkan masalah 
kebebasan, transparansi dan demokrasi. Ketika itu pemerintah Thaksin mulai 
mendekati media bahkan bekerjasama dengan sejumlah televisi dan radio, yang 
kemudian berubah menjadi pro-pemerintah. Tentu saja hal ini berbeda dengan 
media cetak, tapi belakangan sejumlah diantaranya juga bekerjasama dengan 
pemerintah. Selama masa pemerintahan pertama Thaksin, banyak lsm yang 
dirongrong oleh pemerintah. Mereka bahkan dituduh menjadi boneka asing karena 
menerima dana atau bekerjasama dengan organisasi lsm asing.

Salah satu tantangan terberat pemerintahan Thaksin Shinawatra sekarang adalah 
wilayah Thailand Selatan yang memberontak dan dihuni sebagian besar penduduk 
muslim. Apakah ada pendekatan dari Bangkok untuk menyelesaikan persoalan 
tersebut? Menurut Kowo Chongkittavorn tidak ada pendekatan sedikitpun dari 
Bangkok. Bencana tsunami 26 Desember lalu, telah mengalihkan pusat perhatian 
rakyat Thailand dan halaman muka media cetak. Selama beberapa hari mendatang, 
masalah Thailand Selatan akan dimasukkan dalam agenda pemerintah karena belum 
ada pemecahan hingga sekarang. Kerusuhan dan pertumpahan darah tetap 
berlangsung. Dalam beberapa minggu terakhir perhatian media cetak dan 
elektronik hanya terpusatkan pada pemilu, jadi hampir tidak ada laporan 
mengenai Thailand Selatan. Tapi bukan berarti persoalan ini telah selesai.


* DIPERTANYAKAN MANDAT KOMISI KEBENARAN YANG DISEPAKATI JAKARTA DAN DILI

Uskup Dili yang baru, Monseigneur Alberto Ricardo da Silva menolak usulan 
pemerintah Indonesia dan pemerintah Timor Leste membentuk Komisi Kebenaran dan 
Persahabatan, dalam rangka menyelesaikan kasus pelanggaran HAM pasca jajak 
pendapat di Timor Timur tahun 1999. Bulan lalu Jakarta dan Dili bersepakat 
membentuk komisi tersebut. Aniceto Guterres ketua Komisi Kebenaran, Penerimaan 
dan Rekonsiliasi Timor Leste CAVR, yang diberi mandat menyelediki kasus 
pelanggaran tahun 1999 mempertanyakan mandat yang akan diberikan kepada komisi 
baru tersebut. Yang dicemaskan rakyat Timor Leste, komisi baru ini akan mencari 
kebenaran yang disepakati kedua pemerintah dilatarbelakangi maksud politik yang 
amat kental:

Aniceto Guterres [AG]: Saya kira setiap komisi kebenaran di manapun tugasnya 
sama. Sesuai dengan mandat yang diinstruksikan. Biasanya itu mencari kebenaran 
dan berdasarkan temuan-temuannya itu dia membuat rekomendasi. Saya tidak tahu, 
kalau yang Komisi Kebenaran dan Persahabatan ini, karena ada persahabatan jadi 
ada tugas yang lain. Kedua menteri luar negeri sekarang sedang dalam negosiasi 
untuk membahas kerangka acuan. 

Radio Nederland [RN]: Tetapi bapak sendiri mendukung pembentukan komisi ini?

AG: Ini bukan soal mendukung atau tidak mendukung. Saya sendiri belum mengerti, 
belum tahu persis apa tujuan dari komisi itu. Karena belum ada penjelasan yang 
meyakinkan saya tentang komisi itu. Apalagi sulit membedakan posisi saya 
sebagai ketua komisi dan juga sebagai individu.

RN: Tetapi kenapa pemerintah Timor Leste mendukung pembentukan komisi ini?

AG: Kalau pemerintah sih bukan soal mendukung, karena kedua pemerintah yang 
mengambil inisiatif. Jadi itu adalah salah satu kesepakatan. Tapi penjelasan 
menteri luar negeri itu sendiri masih terlalu dangkal. Dan saya kira tidak 
hanya saya, banyak orang yang masih bingung dengan apa tujuan akhir sebenarnya.

RN: Pembentukan Komisi Kebenaran dan Persahabatan ini adalah sebagai alternatif 
dari komisi ahli. Pemerintah kedua negara sudah setuju dengan pembentukan 
komisi kebenaran ini.

AG: Statementnya memang seperti itu. Tapi menurut saya juga tahu bahwa sekjen 
PBB tidak melihat seperti itu dan tetap melihat pada inisiatifnya. Kita 
dikejutkan dengan kesepakatan di Bali. Jadi ada reaksi dari yang tidak terlalu 
keras sampai yang sangat keras, itu banyak dari dalam negeri. Mungkin itu lebih 
karena orang belum betul-betul memahami apa yang diinginkan dari komisi ini 
oleh kedua negara.

RN: Apa tanggapan komisi bapak sendiri?

AG: Kita tidak punya mandat untuk mengatakan setuju atau tidak setuju. Apalagi 
persoalannya, isinya memang terlalu politis untuk dikomentari. Kami tetap 
memusatkan perhatian untuk menyelesaikan pekerjaan kita yang tersisa. Dan 
sebentar lagi, dua atau tiga bulan lagi sudah selesai. Jadi kalau toh komisi 
itu ada, saya perkirakan itu sekitar bulan Juli atau Agustus baru bisa dia itu 
berfungsi. Jadi tidak ada masalah bagi kita.

RN: Apakah Komisi Kebenaran nanti akan mengambil-alih tugas anda, akan 
melanjutkan atau bagaimana?

AG: Kalau mengambil-alih sih tidak mungkin. Karena kami sebentar lagi mungkin 
sekitar pertengahan bulan Mei kami sudah menyelesaikan laporan akhir kita. 
Mungkin kalau ada hal-hal yang dianggap belum cukup dari pihak Indonesia, 
mereka akan memanfaatkan komisi yang baru ini. Dan kami juga sedang mempelajari 
itu apa yang kami akan merekomendasikan sehubungan dengan komisi ini. Adakah 
hal-hal yang memang perlu ditindaklanjuti oleh komisi ini.

RN: Apakah ada kemungkinan para tertuduh akan juga diajukan ke pengadilan?

AG: Saya kira komisi kebenaran di manapun termasuk Komisi Kebenaran dan 
Persahabatan ini, dia tidak akan mengganti atau mensubstitusi peran-peran 
sebuah institusi pengadilan. Rekomendasi mungkin, ya. Tapi itu hanya sebatas 
rekomendasi. Setelah itu, itu adalah sebuah proses dan adalah keputusan 
politik. 

RN: Tetapi kalau komisi bapak sudah menyelesaikan tugas yang sebenarnya sudah 
diberikan, lalu apa gunanya pembentukan lagi sebuah komisi kebenaran baru?

AG: Karena itulah saya bilang ini ada unsur politisnya. Kalau saya ditanya 
apakah anda setuju atau tidak, saya mau bertanya balik kebenaran macam apa yang 
akan diperoleh oleh Komisi Kebenaran dan Persahabatan. Jadi ada unsur 
politiknya terlalu kental di situ.

RN: Maksudnya bapak dengan unsur politiknya yang terlalu kental ini apa?

AG: Kalau bicara kebenaran, komisi yang sekarang lagi bekerja, CAVR juga punya 
mandat untuk mencari kebenaran. Kalau memang itu Komisi Kebenaran dan 
Persahabatan itu fokusnya pada kejadian atau pelanggaran-pelanggaran HAM selama 
tahun 1999, itupun untuk di Timor leste sudah ada investigasi. udah ada 
penyelidikan dari KPP HAM, dari komisi HAM PBB, dari Serious Crime Unit di 
Timor Leste juga sudah membuat investigasi. Semua pihak sudah memberikan 
investigasi dan ada laporan-laporannya. Saya tidak tahu kebenaran macam apa 
yang dicari lagi. Dan mudah-mudahan itu bukan suatu kebenaran yang lain 
daripada yang sudah diperoleh dan diketahui oleh masyarakat internasional 
termasuk orang Timor Leste. Mudah-mudahan bukan suatu kebenaran hasil kompromi 
oleh dua negara.

RN: Ini hanya mungkin sebagai pemanis saja, begitu?

AG: Ah, saya tidak mengatakn begitu. Tapi ada, maksud saya, tujuan-tujuan 
politiknya yang lebih besar, lebih penting di situ.

Demikian Aniceto Guterres ketua Komisi Kebenaran, Penerimaan dan Rekonsiliasi 
Timor Leste CAVR di Dili.


* BELANDA PUNYA INFORMASI MEMBERATKAN SOAL KASUS PEMBUNUHAN MUNIR

Intro: Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara mendesak supaya polisi 
segera menuntaskan penyelidikan kasus Munir. Pertanyaannya sekarang di mana 
harus memburu terdakwa pembunuhan Munir, di Indonesia atau di Belanda. Ulasan 
redaksi di Hilversum.

Setelah berminggu-minggu ditutupi oleh berita tsunami, akhirnya pekan ini kasus 
pembunuhan aktivis hak-hak azasi manusia Munir kembali mencuat menduduki 
pelbagai halaman depan media. Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara 
misalnya mendesak polisi supaya mempercepat penyidikan kasus pembunuhan Munir. 
Maklum, sampai sekarang polisi belum juga berhasil menuding hidung tersangka 
untuk dijadikan terdakwa. Kepada Kantor Berita Prancis AFP, Ketua Komnas HAM 
mengungkapkan kekhawatiran masyarakat luas bisa-bisa kasus pembunuhan Munir 
tidak akan terungkap sama sekali. Apalagi ketika sekarang jelas bahwa kasus ini 
bukanlah tindak kriminal biasa, karena Munir sangat aktif memperjuangkan 
masalah hak-hak azasi manusia.

Jangankan terdakwa, Suciwati, janda mendiang Munir menunjuk bahwa pada bulan 
kelima ini, polisi belum juga menuding seorangpun sebagai tersangka

Suciwati: Bagi saya sih belum ada perkembangan yang signifikan. Progresnya pun 
saya pikir lambat sekali, karena udah menginjak bulan kelima ya, mau keenam 
ini, tapi sampai hari ini polisi belum menentukan siapa tersangkanya. Kalaupun 
mereka sudah ngomong untuk 100 harinya SBY kemarin, itu saya pikir untuk 
membesar-besarkan itu aja, bahwasanya udah ada penyelidikan dua orang. Ketika 
saya tanya alamatnya sudah ditemukan belum, malah mereka ngomong belum, gitu. 
Makanya aneh sekali dua hal itu diangkat ke permukaan. 


Jadi sudah ada dua orangn yang diselidiki. Mingguan berita Tempo pekan ini 
tampil dengan teori menarik mengenai mereka. Berdasarkan sumber polisi, menurut 
Tempo, ada dua orang saksi yang bisa mengarah pada penangkapan. Yang pertama 
adalah Polly Carpus Budihari Priyanto, pilot pesawat Airbus 330 pada maskapai 
penerbangan Garuda.

Saksi kedua, demikian mingguan Tempo, adalah ELSG. Soal saksi ini terdapat 
kesimpangsiuran. Yang jelas saksi ini membantu dokter Tarmizi Tahir dalam 
meramu obat untuk menghentikan diare Munir. Tetapi dalam daftar penumpang 
Garuda tidak ada nama ELSG. Yang ada dalam daftar adalah LK, seorang apoteker 
yang tinggal di Belanda. 

Menurut beberapa kalangan yang dekat dengan Munir, LK atau ELSG itu lain sekali 
dengan ciri-ciri orang yang oleh saksi disebut membantu dokter Tarmizi. Orang 
itu ternyata berbeda sekali dengan ciri-ciri LK atau ELSG. Inilah yang tidak 
diungkapkan oleh Mingguan Tempo. Dari sini bisa disimpulkan atau para saksinya 
salah lihat atau, dan ini lebih serius lagi, telah dilakukan perubahan pada 
daftar penumpang pesawat GA 947.

Di Belanda sendiri, sementara itu, juga telah terjadi perubahan cukup berarti. 
Farah Karimi, anggota fraksi Kiri Hijau parlemen Belanda, menulis surat berisi 
pertanyaan kepada Menteri Luar Negeri Ben Bot dan Menteri Kehakiman Piet Hein 
Donner. Antara lain Karimi bertanya apakah sudah ada kesepakatan dengan Jakarta 
tetang penyerahan dokumen-dokumen dan pelaksanaan hukuman mati di Indonesia. 
Dokumen yang mana itu, tanya Farah Karimi.

Menkeh Donner maupun Menlu Bot menjawab bahwa laporan visum et repertum, 
laporan sementara bedah jenazah, laporan akhir bedah jenazah, laporan 
toksikologi pertama, laporan asli toksikologi akhir sudah diserahkan kepada 
pemerintah Indonesia. Penyerahan itu terjadi ketika delegasi polisi Indonesia 
berada di Belanda untuk melakukan penyelidikan. Dengan penyerahan itu, demikian 
Donner dan Bot, maka kepada pemerintah Inodnesia juga diberikan informasi 
sepenuhnya mengenai sebab-sebab kematian Munir. 

Yang menarik adalah dokumen-dokumen yang tidak diserahkan kepada pemerintah 
Indonesia. Menurut Menkeh Donner dan Menlu Bot dokumen-dokumen itu adalah poses 
verbaal atau berita acara dan tidak diserahkan karena informasinya bisa 
menunjuk kepada orang-orang tertentu. Kalau informasi ini diberikan maka akan 
muncul situasi di mana bantuan hukum Belanda kepada Indonesia itu akan dipakai 
sebagai barang bukti untuk menuntut dan menjatuhkan hukuman mati. Sesuai dengan 
kesepakatan Uni Eropa, Belanda dilarang mengadakan kerja sama hukum dengan 
negara-negara yang masih memberlakukan hukuman mati. Kecuali ada jaminan dari 
Indonesia bahwa hukuman mati tidak akan dituntut atau dijatuhkan pada kasus 
Munir ini.

Dari surat Menteri Kehakiman dan Menteri Luar Negeri tadi bisa disimpulkan 
bahwa Belanda memiliki informasi-informasi yang memberatkan bagi pihak-pihak 
tertentu dalam kasus pembunuhan Munir.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke