--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 07 Maret 2005 16:00 UTC ** INDONESIA DAN MALAYSIA INGIN CARI JALAN KELUAR DIPLOMATIK ** TUNTUTAN HUKUMAN PENJARA DELAPAN TAHUN BAGI ABDULLAH PUTEH ** PRESIDEN SURIAH DAN LIBANON BERTEMU ** TOPIK TINJAUAN PERS: HUBUNGAN INDONESIA-MALAYSIA MAKIN TEGANG ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MISI MILITER DI IRAK BERAKHIR, BELANDA SIAPKAN MISI MILITER BARU UNTUK AFGANISTAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TEKANAN INTERNASIONAL MASIH DIBUTUHKAN DI DARFUR ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SINN FEIN MATI-MATIAN PERBAIKI CITRANYA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SUBSIDI BBM: UNTUK RAKYAT KECIL ATAU UNTUK KALANGAN KAYA? ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: URUSAN TKW DAN TKI ADALAH WARISAN ORDE BARU * INDONESIA DAN MALAYSIA INGIN CARI JALAN KELUAR DIPLOMATIK Indonesia dan Malaysia menjamin akan mencari jalan keluar diplomatik mengakhiri konflik perbatasan. Dalam pembicaraan telpon, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi berjanji akan mencari jalan keluar damai. Dalam waktu dekat menteri luar negeri kedua negara akan membahas lebih lanjut masalah ini. Walau demikian, pemerintah RI mengirim tiga kapal angkatan laut dan empat pesawat tempur ke wilayah sengketa. Pekan lalu Indonesia telah mengirim empat kapal tempur, setelah Malaysia memberi konsesi kepada perusahaan minyak Shell untuk melakukan pengeboran di Blok Ambalat. Menurut Jakarta wilayah ini termasuk wilayah perairan Indonesia. Selain konflik minyak dua negeri ini juga dilanda konflik imigran gelap. Pemerintah Malaysia melakukan operasi pelacakan besar-besaran terhadap sepuluhribuan imigran gelap. Mayoritasnya memang berasal dari Indonesia. * TUNTUTAN HUKUMAN PENJARA DELAPAN TAHUN BAGI ABDULLAH PUTEH Jaksa penuntut menuntut hukuman penjara delapan tahun bagi Gubernur Aceh, Abdullah Puteh yang didakwa korupsi. Jaksa penuntut menuduh Puteh membeli helikopter Rusia tanpa ijin tahun 2001, yang mengakibatkan kerugian besar kas negara. Abdullah Puteh berulangkali membantah tuduhan itu dan menyatakan mendapatkan izin untuk membeli helikopter. Sidang pengadilan berikutnya akan berlangsung 14 Maret mendatang. * PRESIDEN SURIAH DAN LIBANON BERTEMU Hari ini Presiden Suriah Bashar Assad bertemu dengan rekan sejawatnya dari Libanon Emile Lahoud. Mereka akan membahas lebih jauh penarikan mundur pasukan Suriah dari negara tetangga Libanon. Menurut Menteri Pertahanan demisioner Libanon, Abdel Rahim Mrad, pasukan Suriah akan ditarik mundur langsung setelah pertemuan. Namun sejauh ini masih belum jelas apakah militer Suriah benar-benar ditarik mundur. Sejauh ini Assad hanya berjanji memindahkan pasukannya ke wilayah perbatasan. Terutama Amerika Serikat dan Prancis menekan Assad untuk secepat mungkin menarik mundur pasukannya. Washington ingin agar semua pasukan Suriah ditarik paling lambat Mei mendatang, ketika Libanon menggelar pemilu. * LAGI-LAGI SERANGAN DI IRAK Sedikitnya 10 orang tewas dalam pelbagai serangan pemberontak. Dipastikan lima militer Irak dibunuh di kota Baquba dalam pertikaian dengan sekelompok pemberontak Sunni. Seorang pelaku bunuh diri meledakkan mobil, ketika polisi membawa militer terluka ke rumah sakit. Akibatnya empat orang tewas, termasuk dua warga sipil. Sementara kantor polisi di Baquba menjadi sasaran serangan granat mortir. Dan di Balad, bom meledak di sebuah sekolah, menewaskan empat orang, termasuk seorang murid dan dua pejalan kaki. Menurut polisi, pelaku peledakan berencana melancarkan serangan terhadap kediaman pejabat tinggi Irak yang terletak di seberang sekolah. Tidak seorang pun terluka. * KORBAN TEWAS DALAM PERTANDINGAN SEPAK BOLA MADAGASKAR Dua anak-anak tewas dan 45 orang lainnya terluka dalam insiden seputar pertandingan sepak bola di Madagaskar. Insiden ini terjadi ketika ribuan suporter berupaya memasuki stadion yang ketika itu sudah penuh sesak. Karena itu timbul panik dan banyak orang terinjak-injak. Menurut federasi sepak bola Madagaskar, pertandingan antara tim USJF Ravinala dengan tim Afrika Selatan, Kaizer Chiefs menarik 50 ribu penonton. Padahal stadion Antananarivo hanya bisa menampung 25 ribu orang saja. * HOWARD STRINGER DIREKTUR BARU SONY Untuk pertama kali sejak didirikan tahun 1946 perusahaan elektronika Sony akan dipimpin warga asing. Laki-laki tersebut adalah Howard Stringer asal Britania yang Juni mendatang akan menggantikan ketua direksi Nobuyuki. Stringer yang berusia 63 tahun, yang juga memiliki paspor Amerika, kini adalah ketua direksi cabang Sony di Amerika. Sebelum bekerja pada perusahaan Jepang itu, Stringer menduduki posisi tinggi di pemancar televisi Amerika CBS. * ISRAEL SERAHKAN TULKAREM KEPADA PALESTINA Selasa besok, Israel menyerahkan kota Tulkarem di Tepi Barat Sungai Yordan kepada Palestina. Demikian seorang pejabat tinggi Palestina. Ahad kemarin para jenderal Israel dan Palestina membahas soal penyerahan lima kota Palestina di Tepi Barat Sungai Yordan yang diduduki Israel semasa intifada Palestina empat tahun. Ini adalah pertemuan penting pertama sejak serangan bunuh diri di Tel Aviv dua pekan lalu yang menewaskan lima warga Israel. Setelah serangan, Israel membatalkan semua inisiatif perdamaian. * BELANDA SERAHKAN KOMANDO DI IRAK KEPADA TENTARA BRITANIA Hari ini militer Belanda di Irak menyerahkan komando kepada tentara Inggris. Dengan demikian berakhirlah misi Belanda selama 20 bulan di Irak, yang diikuti 7000 militer. Penyerahan komando resmi dihadiri Letnan Jenderal D. L. Berlijn, pejabat pemerintah lokal Irak serta komandan pasukan Jepang di propinsi Al-Muthana. Dalam misi di negeri itu, militer Belanda memimpin sekitar 3300 pejabat keamanan Irak. Setelah penyerahan komando di Camp Smitty, pasukan Belanda masih akan berada di sana selama seminggu, menyerahkan tugasnya kepada pasukan Britania. Setelah itu sebagian besar militer akan pulang ke Belanda. Detasemen helikopter masih akan ditempatkan satu bulan di Irak. Pertengahan Mei mendatang, militer terakhir, Komandan Van Dooren akan pulang ke Belanda. * BERITA BURSA Pelbagai bursa saham Eropa dibuka positif hari ini. Bursa-bursa Frankfurt, Paris dan Amsterdam naik 0,1%. Indeks AEX di Amsterdam kini mencatat 379 poin. Bursa saham London tidak mengalami banyak perubahan pada pembukaannya. Sementara di Asia, bursa saham Tokyo ditutup positif. Indeks Nikkei naik 0,44% ditutup pada titik 11.925,36 poin. Penutupan positif ini berkat hasil positif di Wall Street serta pengangkatan Howard Stringer sebagai ketua direksi Sony. Saham Sony naik 1,5%. Dan satu euro bernilai 1,3220 dolar sen. * HUBUNGAN INDONESIA-MALAYSIA MAKIN TEGANG Malaysia Melacak Imigran Gelap Indonesia. Demikian tulis harian pagi De Volkskrant. Malaysia ingin mengusir ratusan ribu imigran gelap. Mayoritasnya berasal dari Indonesia. Tapi Kuala Lumpur tidak ingin cekcok dengan negara tetangga Indonesia, soal pendatang haram ini. Menurut de Volkskrant, televisi Indonesia sudah selama beberapa hari menayangkan gambar-gambar warga Indonesia yang ditangkap pejabat dinas imigrasi Malaysia. Mereka berlutut menunggu dideportasi. Setelah dua hari, pemerintah Malaysia berhasil menangkap 200 imigran gelap Indonesia. 400 ribu warga Indonesia tanpa surat sah, masih berada di Malaysia. Operasi pelacakan imigran gelap dilakukan berdasarkan undang undang yang diberlakukan Oktober tahun lalu. Undang undang ini dimaksud untuk membatasi mengalirnya warga Indonesia ke negeri itu. De Volkskrant memberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bolak-balik ke Malaysia untuk meminta Kuala Lumpur menunda pelacakan kaum imigran gelap. SBY menjelaskan, mayoritas imigran gelap adalah korban gempa dan gelombang pasang tsunami yang melanda Aceh 26 Desember lalu. Hasil perundingan adalah masa amnesti empat bulan untuk memberi kesempatan kepada para imigran secara sukarela meninggalkan Malaysia. Sekitar 400 imigran Indonesia memanfaatkan kesempatan ini. Harian de Volkskrant selanjutnya menulis, pemerintah Malaysia menempatkan 300.000 sukarelawan untuk melacak para pendatang haram lainnya. Pejabat Malaysia jelas berupaya tidak bertindak terlalu tegas terhadap mereka di depan kamera televisi. Mereka tidak ingin memperburuk hubungan dengan negara tetangganya. Selain itu Malaysia sangat membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia, karena merekalah yang merupakan tulang punggung ekonomi Malaysia. //Bagi banyak warga Indonesia, bekerja di Malaysia adalah salah satu cara untuk keluar dari kemiskinan. Walau menerima gaji sangat rendah, pendapatan di Malaysia masih jauh lebih besar ketimbang di tanah air. Mereka masuk ke Malaysia dengan bantuan calo yang mengurus pekerjaan serta surat-surat yang dibutuhkan. Surat itu biasanya palsu. Sebagai imbalan, calo ini meminta sebagian besar gaji mereka. Tanpa surat-surat sah, imigran Indonesia sangat bergantung pada para calo itu. // Sementara itu Indonesia meminta Malaysia memperpanjang masa amnesti, tapi tanpa hasil. Kini permohonan tersebut ditolak, kedua negara berupaya mencari jalan keluar lainnya. Indonesia membuka beberapa kantor di perbatasan Malaysia. Di kantor itu para imigran gelap yang diusir dari Malaysia diberi visa dan ijin kerja yang sah. Dengan surat itu mereka bisa kembali ke Malaysia secara legal. Demikian tulis harian pagi De Volkskrant. Konflik lain yang melanda dua negeri tersebut adalah soal pengeboran minyak di Blok Ambalat. Harian Algemeen Dagblad menulis tentang empat kapal perang Indonesia yang berpatroli di wilayah yang diklaim Indonesia mau pun Malaysia. SBY memerintahkan tentara mengamankan wilayah tersebut. 16 Februari lalu perusahaan minyak Malaysia Petronas memberi konsesi kepada perusahaan minyak Britania-Belanda Shell untuk melakukan pengeboran di Blok Ambalat. Namun Desember lalu Indonesia telah memberi konsesi kepada perusahaan Amerika Unocal untuk melakukan pengeboran di wilayah yang sama. Malaysia ingin mengatasi masalah ini lewat jalan diplomatik. Tapi angkatan laut diraja Malaysia terus berpatroli di wilayah tersebut untuk melindungi industri minyak nasional. Sementara maskapai minyak Shell serta mitra Malaysia Petronas dirugikan akibat perseteruan ini. Mereka tidak bisa berbuat lain dari menunggu sampai dua negara tetangga menemukan jalan keluar konflik ini. Demikian tulis harian Algemeen Dagblad. Dan demikian pula Ulasan Pers kali ini. * MISI MILITER DI IRAK BERAKHIR, BELANDA SIAPKAN MISI MILITER BARU UNTUK AFGANISTAN Sementara militer Belanda di Irak Selatan bersiap-siap pulang ke Belanda, Kementerian Pertahanan di Den Haag sudah mempersiapkan misi militer berikutnya, kali ini ke Afganistan. Tetapi parlemen Belanda mengumumkan berniat menyelenggarakan penyelidikan parlementer soal pengiriman militer ke luar negeri. Masalahnya, para anggota parlemen ternyata tidak diikutkan dalam mengambil keputusan soal misi baru ini yang lebih berbahaya. Lebih jauh laporan redaktur politik Hans Andringa 150 komando Belanda akan membantu pasukan Amerika di Afganistan melacak para pentolan al-Qaeda terutama pemimpinnya sendiri yaitu Osama bin Laden, tetapi tidak ketinggalan anggota bekas rezim fundamentalis Taliban. Ini adalah untuk pertama kali pasukan komando khusus militer Belanda ditempatkan di luar negeri langsung ikut serta dalam sebuah misi militer. Sejauh ini mereka hanya bergabung dalam operasi pengasawasan perdamaian internasional, biasanya di bawah PBB, sebagai pasukan baret biru. Untuk itu merupakan langkah positif kalau parlemen ikut serta mengijinkan misi-misi militer semacam itu. Karena itu menarik sekali kalau sekarang pemerintah Belanda justru berpendapat bahwa ijin parlemen bagi misi militer ke Afganistan ini tidaklah perlu. Komando Belanda ditempatkan pada misi 'Operation Enduring Freedom'. Misi ini dibentuk sebagai akibat langsung serangan teroris di Amerika Serikat tanggal 11 September 2001. Pakta militer NATO mencap serangan 11 September sebagai serangan terhadap semua negara anggotanya. Itu berarti bahwa semua negara NATO akan bisa dipanggil untuk mengirim pasukan. Dan pengiriman satuan Belanda ke Afganistan adalah salah satu bentuk bantuan itu. Dengan cara berpikir semacam ini pemerintah Belanda berpendapat tidak dibutuhkan ijin parlemen untuk mengirim misi militernya ke Afganistan. Tidaklah mengherankan kalau parlemen Belanda merasa tersingkirkan. Keputusan itu hanya diambil oleh pemerintah tanpa keterlibatan parlemen. Menariknya pemerintah sendiri berniat merahasiakan pengiriman pasukan ke Afganistan. Harrie van Bommel dari Partai Sosial dalam oposisi menyatakan: Harrie van Bommel: Saya tidak bisa menjalankan tugas dengan baik apabila pemerintah tidak berniat memberikan informasi kepada saya soal ke mana pasukan akan dikirim, apa yang mereka lakukan, dan hasil apa yang diharapkan setelah misi itu. Misi di Afganistan sebenarnya sebuah rahasia. Kami tidak memperoleh informasi tentang misi ini. Dan baru tahu soal misi itu dalam harian-harian Belanda satu pekan lalu. Saya sangat kecewa. Kami tidak tahu apakah ada misi-misi rahasia lainnya. Menurut beberapa partai oposisi, keputusan Belanda untuk mengirim pasukan komando ke Afganistan hanya bertujuan menyenangkan Amerika setelah Belanda pergi dari Irak. Sebelumnya Den Haag memang menghadapi tekanan kuat Washington untuk lebih lama lagi menempatkan pasukannya di propinsi Al Muthana, Irak Selatan. Lebih lanjut Harry van Bommel, anggota parlemen dari Partai Sosialis. Harrie van Bommel: Saya mengkritik misi yang termasuk 'Operation Enduring Freedom'. 18 ribu pasukan Amerika berperang di Afganistan. 150 orang pasukan Belanda tidak akan membawa perubahan besar dalam pertempuran tersebut. Jadi, saya menilai ini adalah imbalan politik karena pasukan kita meninggalkan Irak, sesuatu yang tidak diinginkan Amerika. Misteri misi militer ke Afganistan bertentangan dengan pelbagai misi militer Belanda sebelumnya. Parlemen merasa terganggu karena hanya diijinkan ikut membahas misi-misi yang relatif aman, dan tidak dilibatkan dalam operasi militer yang lebih bahaya. Sekarang kritik terhadap pemerintah tidak hanya datang dari oposisi kiri namun juga dari partai mitra koalisi pemerintah. * TEKANAN INTERNASIONAL MASIH DIBUTUHKAN DI DARFUR Krisis kemanusiaan di Darfur, Sudan Barat, berhasil ditangani Perserikatan Bangsa-Bangsa. Demikian diungkap Jan Egeland, Koordinator Urusan Bantuan Kemanusiaan PBB yang tengah mengunjungi Sudan. Tetapi jelas tindakan luar biasa sangat dibutuhkan untuk mengakhiri kekerasan di wilayah bermasalah Sudan Barat itu. PBB mencurahkan seluruh perhatian dan pengaruhnya untuk memberi tekanan internasional atas pemerintahan Khartoum supaya negeri itu membuka peluang perdamaian. Laporan redaksi internet Arab, Muhammed Abdelrahman. Menurut pejabat PBB di Khartoum, 9000 pekerja kemanusiaan lokal maupun asing di Darfur telah melakukan tugasnya dengan baik. Situasi Darfur yang dulu digambarkan sebagai krisis kemanusiaan terparah di bumi ini secara berangsur-angsur pulih kembali, terlepas dari pelbagai keberatan atas masih terjadinya serangan maupun aktivitas militer pemerintah Sudan maupun pihak pembangkang. "Saya merasa masyarakat internasional telah sukses dalam berbagai masalah, tapi gagal dalam masalah lainnya," ujar utusan Sekretaris Jenderal PBB urusan kemanusiaan Jan Egeland kepada wartawan di Darfur. Egeland mengatakan pokok utama keprihatinannya adalah mobilisasi internasional yang lemah bagi penyelesaian politik dan dukungan atas upaya Uni Afrika, yang menerjunkan pasukan untuk mengawasi Darfur. Sementara itu, Sudan harus mati-matian memperhatikan semua pihak. Mata yang satu harus terus-terusan mengawasi para faksi yang bertikai di wilayah Selatan, Barat dan Timur Sudan, sementara mata yang satunya lagi terarah ke komunitas Internasional yang tidak hanya mengharapkan perdamaian di Darfur, tapi juga terpenuhinya seluruh perjanjian damai antara pemerintah dan kelompok SPLA Sudan, yang ditandatangani 9 Januari lalu di Nairobi, Kenya. Kesulitan menerapkan perjanjian damai yang mengatur kesepakatan satu negara dengan dua sistem dan tiga angkatan bersenjata itu, sangatlah bergantung pada seberapa jauh komunitas internasional aktif terlibat, yang hingga saat ini dipandang sangat mengecewakan. Menurut juru bicara SPLA, lebih dari seribu pengungsi yang kembali dari kamp-kamp di Sudan maupun luar Sudan, yang kini berada di Sudan Selatan, sama sekali tidak punya makanan dan perawatan kesehatan. Beberapa organisasi kemanusiaan menggarisbawahi keprihatinan SPLA dan mengingatkan bahwa krisis kemanusiaan di Sudan Selatan hanya bisa diatasi dengan pengadaan secara kilat bahan pangan dan obat-obatan. Yang juga patut diperhatikan adalah pengumuman SPLA pekan ini, bahwa pemerintah Khartoum didukung milisi Selatan menyerang pasukan SPLA di Okobo, Sudan Tenggara. Serangan itu mengakibatkan kerugian besar dan memaksa ribuan warga sipil mengungsi, mengingat serangan lanjutan masih bisa terjadi di wilayah itu. Pejabat PBB di Sudan membenarkan terjadinya pertempuran tersebut, tetapi menekankan hal itu bisa diatasi jika semua pihak mau bekerja sama. Harus diakui, sekalipun sulit meredakan ketegangan maupun perseteruan antar suku, keterlibatan pemerintah Khartoum, jika benar, akan membuat situasi lebih parah lagi. Misi PBB di Khartoum menegaskan, keributan di Okobo menjadi salah satu contoh betapa rentannya proses perdamaian Sudan. Hanya tekad kuat masyarakat internasional yang dapat memberi harapan dan dorongan pada proses perdamaian. Di Khartoum, pusat perhatian pemerintah jauh dari mengusahakan perdamaian di dalam negeri. Mereka justru pusing akan ancaman sanksi internasional oleh Dewan Keamanan PBB. Sebuah resolusi untuk mengirim 10 ribuan pasukan perdamaian ke Sudan masih dibahas di Dewan Keamanan. Ini tertunda karena tengah dicari titik temu antara pelbagai perbedaan pendapat dan penolakan Cina, Rusia serta Aljazair, yang tidak setuju dengan sanksi terhadap Sudan. Ancaman sanksi ini menyusul kegagalan Sudan menghukum para penjahat kemanusiaan di Darfur. Di Brusel, wakil presiden Sudan Ali Taha mendesak komunitas Eropa untuk ikut campur tangan mencegah sanksi. Dalam seruannya, Sudan menyatakan sanksi tersebut akan sangat kontra produktif. Ketimbang membentuk konsolidasi stabilitas di Darfur, sangsi itu malah mengacaukan proses awal perdamaian di Selatan dan melemahkan upaya pemerintan untuk menerapkan perjanjian damai. Tetapi Kofi Annan tampak akan mengambil jalan keras terhadap Sudan. Ia menyatakan prihatin dan kecewa atas kelambanan dunia internasional. Jelas sekali Annan ingin seluruh pihak yang terkait dengan kejahatan kemanusiaan di Darfur diadili. Dan untuk itu ia ingin melakukan apa saja agar tercapai kesepakatan dalam Dewan Keamanan tentang kapan dan di mana pengadilan tersebut dilakukan. * SINN FEIN MATI-MATIAN PERBAIKI CITRANYA Sinn Fein, sayap politik organisasi militan Katolik IRA, bergumul dengan masalah citra. Demikian terungkap pada kongres tahunan partai tersebut di Dublin. Butir agenda pertemuan sebenarnya ambisi Sinn Fein untuk memainkan peranan penting di Republik Irlandia. Tapi pembunuhan Robert McCartney, warga Katolik Irlandia Utara asal Belfast, akhir Januari lalu membayangi kongres Sinn Fein. Keluarga korban menuduh IRA bersalah atas pembunuhan. Lebih jauh laporan koresponden Lia van Bekhoven dari Dublin. Pembunuhan Robert McCartney sebenarnya tidak menarik perhatian banyak orang. Tapi semua ini berubah ketika sanak keluarga korban langsung memutuskan untuk menangani sendiri kasus tersebut. Robert McCartney punyai lima kakak perempuan yang bekerja di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan dan usaha. Mereka pandai berbicara dan yang tak kalah pentingnya punya tekad teguh. Lima perempuan ini melakukan penyelidikan sendiri. Kemudian mereka mengajukan daftar nama tersangka pelaku pembunuhan kepada Sinn Fein. Daftar itu terdiri dari nama-nama anggota IRA. Pekan lalu IRA memecat tiga aktivisnya dan Sinn Fein mencoret tujuh anggotanya. Langkah ini sangat dihargai lima kakak perempuan Robert McCartney, tapi dinilai tidak memadai. Baru apabila mereka diadili, maka kami menerima bahwa anda sudah berupaya dan berbuat sekuat tenaga. Demikian tandas Paula McCartney, salah satu kakak Robert McCartney. Paula McCartney: Robert dibunuh seperti seekor binatang. Baru kalau mereka yang terlibat divonis, maka nilai kehidupannya dipulihkan kembali. Baru kalau ini terjadi maka keluarga kami dapat menerima bahwa apa yang bisa dikerjakan sudah dikerjakan. Walau kejinya pembunuhan, Robert McCartney ditikam mati akibat cekcok di sebuah kafe, polisi tidak bisa menyiapkan proses peradilan terhadap pelaku, karena tidak ada barang bukti maupun saksi. Saksi mata akan diintimidasi oleh IRA dan Sinn Fein, lebih dari itu pelakunya dilindungi dua kelompok tersebut. Pada malam pembunuhan, kafe dikunjungi sekitar 60 orang. Mayoritas pengunjung menyatakan tidak melihat apa-apa. Mereka mengatakan sedang di kamar kecil ketika insiden itu terjadi. Padahal kafe Maguiness hanya memiliki satu kamar kecil pria saja. Keluarga McCartney adalah warga nasionalis dan pendukung Sinn Fein. Tapi kini mereka menyelenggarakan demonstrasi terhadap gerakan republiken ini. Aksi ini didukung tetangga-tetangga mereka. Selama puluhan tahun, kaum Katolik Irlandia Utara cenderung mengabaikan sifat kriminal IRA. Tapi sekarang ini telah berubah. Kaum republiken Irlandia Utara sudah bertahun-tahun tidak mengalami tekanan seberat sekarang. "Kami tidak mau menampung orang yang terlibat tindakan kriminal." Demikian tandas pemimpin Sinn Fein Gerry Adams pada Kongres di Dublin. Citra Sinn Fein tercoreng berat setelah IRA dituduh terlibat perampokan besar-besaran sebuah bank, menjelang hari Natal, skandal penggelapan uang dan kini pembunuhan sopir truk Robert McCartney. Kaum republiken yang awalnya dianggap pionir sebuah Irlandia Utara baru, kini ternyata memiliki ciri-ciri mafia yang sangat bertentangan dengan citra sebagai organisasi demokratis yang moderen. * SUBSIDI BBM: UNTUK RAKYAT KECIL ATAU UNTUK KALANGAN KAYA? Hiruk pikuk pro kontra perihal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak alias BBM belum juga berakhir. Kaum yang setuju antara lain bilang, subsidi energi adalah ide yang buruk. Subsidi membuat perekonomian bangsa ini menjadi amat tergantung kepada subsidi energi. Dalam jangka panjang, pemindahan subsidi energi ke sektor lainnya ini akan berdampak positif bagi masyarakat ketimbang dengan mempertahankan subsidi energi. Lebih dari itu mereka menolak subsidi BBM karena yang menikmatinya hanya kalangan kaya. Sedangkan kaum yang anti lebih melihat pada rakyat kecil yang butuh subsidi ini sehingga harga BBM terjangkau dan mereka bisa bertahan hidup. Mereka melihat rakyat kecil harus terus disubsidi? Bisakah mereka yang anti dan yang pro subsidi bersepakat? Ulasan redaksi di Hilversum: Sejatinya rencana kenaikan harga BBM sudah lama dipropagandakan pemerintah sejak awal tahun ini. Tapi tak urung, begitu rencana itu betul-betul menjadi keputusan, maka langsung mengundang demo dan protes yang membanjir. Terus berlanjut di berbagai kota daerah. Mereka yang berunjuk rasa tidak lagi sebatas mahasiswa, tapi juga berbagai komponen di masyarakat. Hiruk pikuk itu semakin seru manakala sejumlah pakar yang tergabung dalam Freedom Institute memasang iklan satu halaman di Kompas, Sabtu 26 Februari, mendukung kenaikan harga BBM. Selanjutnya disusul aneka protes terhadap iklan mewah tersebut pada hari-hari sesudahnya. Misalnya oleh sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan peneliti. Ada yang menyatakan keprihatinannya. Ada yang mengaitkannya dengan kepanikan yang sedang dihadapi oleh para pejabat pemerintah di Jakarta, dalam membuat keputusan mengenai kenaikan harga BBM tersebut. Ada yang sekedar sinis. Namun ada juga yang marah dengan nada sangat keras, ''Antek neolib, agen imperialis penghancur rakyat! Lawan!'' Dalam pada itu, ada juga yang berpendapat, bahwa, secara prinsipiil tidak ada yang berbeda antara iklan dukungan Freedom Institute dan iklan komersial sampo Hal itu tidak bertentangan dengan kaidah demokrasi. Toh pada akhirnya semua diserahkan kepada pembaca untuk setuju atau tidak setuju. Lepas apa pun hirukpikuknya, karena ukurannya mencapai satu halaman penuh, yang mencolok dari iklan itu tidak lebih dari berlangsungnya pamer kolaborasi antara kekuasaan dan kapital. Iklan satu halaman penuh itu, selain lemah pada substansi dan konteks, cara penyampaiannya bisa melukai perasaan rakyat banyak. Mengapa perasaan rakyat? Sebab hal tersebut dikaitkan dengan janji-janji presiden sendiri. Yakni bahwa kekuatan yang mengangkat SBY ke kursi presiden itu bukan Partai politik, tetapi oleh Rakyat yang kecewa dan mengharapkan Perubahan kearah yang menguntungkan Rakyat. Tetapi kalau dalam prakteknya sikap dan tindakannya justru bertentangan dan merugikan kepentingan Rakyat banyak, maka akan hilang pula kepercayaan Rakyat kepadanya. Kepercayaan rakyat hilang, sebab tidak ada subsidi dalam bahan bakar minyak (BBM). Persoalan subsidi hanya persoalan politik energi yang macet. Ia persoalan "Subsidi yang semu". Membodohi rakyat karena pada kenyataannya pemerintah tidak keluar uang untuk subsidi BBM itu. Ujung dan muara gunjang-ganjing pro kontra kenaikan BBM, adalah: sebetulnya yang ditakutkan itu bukan naiknya harga BBM, akan tetapi apa benar dana yang tadinya dipakai untuk subsidi digunakan untuk masyarakat. Takutnya dana ini malah ditilep juga. * URUSAN TKW DAN TKI ADALAH WARISAN ORDE BARU Intro: Mencuatnya kasus Ambalat jelas menenggelamkan kasus TKI Indonesia yang terancam dideportasikan oleh Malaysia. Urusan TKW atau TKI yang amburadul itu sebenarnya warisan zaman orde baru dulu. Waktu itu orang memang lebih mementingkan devisa katimbang kesejahteraan para TKW itu. Tanpa mengutamakan kesejahteraan mereka, urusan ini akan tetap amburadul. Ulasan redaksi di Hilversum Gara-gara kedodoran mengenakan "mahkota" ekspor jasa dan penghasil devisa utama, maka TKW (Tenaga Kerja Wanita) dan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) terseok-seok menjadi keganjilan fakta sosial yang penuh beban. Keganjilan ini tidak dirasakan secara serius dan mendalam oleh para penguasa. Nyatanya, devisa harus nomor satu! Manusia boleh nomor kesekian. Maka dalam kaitan itu, yang terjadi adalah duka lara demi duka lara. Kisah dukalara paling mutakhir menyangkut TKW dan TKI kita adalah berita tentang nasib pekerja gelap di Malaysia. Diperkirakan hingga saat ini masih ada sekitar 600.000 pekerja ilegal Indonesia masih berada di Malaysia. Nasib mereka tidak jelas, karena masih banyak yang belum menerima gaji dari perusahaan di mana mereka bekerja, sekalipun sudah dicapai kesepakatan di antara kedua negara untuk mengembalikan para pekerja ini, dan lalu akan dilanjutkan dengan hal-hal lain menyangkut legalitas mereka. Kisah duka lara tadi hanyalah tetes kecil dari samudra kisah penderitaan para TKW dan TKI yang amat panjang. Seabrek data-fakta-angka-info mengenai penderitaan TKW dan TKI di atas bukan soal baru. Sejak sekitar seperempat abad lalu sampai sekarang perkara tersebut telah menjadi rutin. Nyaris menjadi info "mubazir" karena tak pernah ada tindak lanjut sampai tuntas. Penanganan biasanya hanya "reaksioner", menyelesaikan perkara orang per orang. Kasus per kasus. Baru ketika si TKW atau TKI tertentu bermasalah, orang menjadi ribut. Latar belakang dan problem di baliknya dan di dasarnya, tidak pernah dibenahi dan digarap sampai betul-betul beres dan tuntas. Karena itu, lepas dari pro-kontra, tidak sedikit kalangan berpendapat bahwa pengiriman TKW dan TKI itu sebaiknya dihentikan saja. Secepatnya! Bukan untuk sementara! Tapi untuk selamanya! Itu tidak begitu mudah, sebab, "pendewaan" devisa di atas manusia itu masih terjadi. Hal itu tidak lepas dari warisan rezim politik yang tidak punya harga diri. Heboh di sekitar arti ekonomis ekspor TKI ke luar negeri, alias bisnis manusia yang membanting harga diri bangsa itu, asal usulnya dari politik orde baru. Ini antara lain digariskan dalam Repelita VI tahun 1995-1999. Dalam periode itu diproyeksikan akan dikirim 1,25 juta TKI, sehingga pada 1999 terdapat lebih empat juta TKI di luar negeri, dengan proyeksi devisa alias uang kiriman sekitar 6% GDP RI. Entah, proyeksi tersebut terpenuhi atau tidak. Tapi umpama hal itu terpenuhi, devisa sebagai bagian ekonomi negara bukan segalanya. Lebih penting manusia-manusianya. Dan sejauh yang namanya manusia itu adalah TKW dan TKI, maka Republik Indonesia akan terus terengah-engah menghadapi deret panjang soal yang sarat dan berat - yang ujungnya adalah harga totalitas nilai kemanusiaan TKW dan TKI. Jadi, bukan sekedar harga sosialnya, yang tidak pernah kita hitung. Harga totatlitas nillai kemanusiaan yang hancur lebur dan sulit dipulihkan selama hidup. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
