--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 08 Maret 2005 16:20 UTC ** ABU BAKAR BA'ASYIR NYATAKAN BANDING ** RUU CINA CEGAH PISAHNYA TAIWAN ** SEKJEN PBB SERUKAN DK SOAL DARFUR ** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: KETEGANGAN HUBUNGAN AMERIKA-ITALIA SERTA INDONESIA DAN MALAYSIA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KAUM PEREMPUAN PERBARUI TEKAD KONPERENSI BEIJING 10 TAHUN SILAM ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: CINA LUNCURKAN UU BARU ANTI SEPARATISME TAIWAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SURIAH JUGA MENGHADAPI PERUBAHAN BESAR AKIBAT GEJOLAK DI LIBANON ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: INDONESIA NEGARA TERKORUP DI ASIA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TIM PENCARI FAKTA MUNIR MENGARAHKAN PENYELIDIKANNYA KELUAR GARUDA * ABU BAKAR BA'ASYIR NYATAKAN BANDING Abu Bakar Ba'asyir menyatakan banding dengan vonis dua setengah tahun penjara sehubungan dengan keterlibatannya pada pemboman Bali. Menurut pengacara Ba'asyir bukti-bukti yang diajukan di pengadilan lemah. Australia dan Amerika melancarkan menyesalkan keputusan hukuman penjara singkat buat Ba'asyir. Menurut kedua negara tersebut, Ba'asyir adalah otak serangan bom di Bali, Oktober 2002 yang menewaskan 200 orang. * RUU CINA CEGAH PISAHNYA TAIWAN Rancangan undang-undang mencegah terpisahnya Taiwan diusulkan pada sidang tahunan parlemen Konggres Republik Demokrat Rakyat Cina. Pada rancangan itu diajukan bahwa Cina jika perlu, menggunakan langkah kekerasan mengatasi Taiwan. Hal tersebut akan dilakukan jika Taiwan menyatakan kemerdekaannya atau tak ditemukan jalan damai lagi untuk mempertahankan Taiwan. Cina tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan Taiwan, atau setidaknya seperti Hongkong satu negara dengan dua sistem. Rancangan undang-undang itu kemungkinan besar akan diterima oleh Konggres. Sidang tahunan parlemen Cina akan berlangsung hingga 14 Maret mendatang. * SEKJEN PBB SERUKAN DK SOAL DARFUR Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan kembali menyerukan agar Dewan Keamanan berbuat sesuatu untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Darfur. Menurut Annan, dunia belum berbuat maksimal untuk mengakhiri kekerasan di wilayah tersebut. Annan segara mengadakan pertemuan menyusul pembunuhan dan perkosaan yang tak ada hentinya. DK PBB Belum menemukan resolusi usai pertemuan tersebut. Senin kemarin organisasi bantuan Dokter Nirbatas menerbitkan laporan yang menyatakan militer Sudan dan milisi Arab bertanggung jawab dengan perkosaan besar-besaran yang terjadi di wilayah tersebut. Organisasi Dokter Nirbatas menangani sekitar 500 wanita dan anak perempuan yang diperkosa dalam setengah tahun terakhir atau hanya sebagian kecil dari jumlah koban keseluruhan. Kamp pengungsi juga bukan merupakan tempat yang aman bagi para wanita. * AS: KEBIJAKAN SURIAH TIDAK PENUH Amerika Serikat menanggap langkah Suriah menarik mundur pasukannya dari Libanon timur hanya merupakan kebijakan yang tidak penuh. Amerika menganggap Suriah seharusnya secara penuh menarik mundur seluruh pasukannya dari Libanon. Selain itu Israel juga merasa puas jika seluruh pasukan Suriah tak lagi mendiami seluruh wilayah Libanon sebelum pemilihan umum Mei mendatang. Mentri luar negeri Israel Silvan Shalom mengatakan Suriah harus menarik mundur seluruh pasukannya. Sementara presiden Suriah Bashar al Assad dan rekannya presiden Israel Emile Lahoud mencapai kesepakatan bersama yaitu penarikan mundur pasukan Suriah sebanyak dua tahap. Namun belum ditentukan tanggal pasti penarikan mundur penuh pasukan Suriah. * SEORANG PRIA INGGRIS TEWAS DI KABUL Seorang pria Inggris tewas tertembak di ibukota Afghanistan Kabul. Steven McQueen, korban tersebut, merupakan penasihat pemerintahan Afghanistan. Tembakan itu berasal dari sebuah mobil lainnya ketika ia mengendarai kendaraannya melintas kedutaan besar Belanda. Pelakunya melarikan diri dan penembakan itu merupakan yang pertama kalinya tahun ini ditujukan buat warga asing. * PEREMPUAN LEBIH SERING JADI KORBAN SENJATA Perempuan lebih sering menjadi korban kekerasan senjata. Demikian laporan Organisasi Hak Asasi Manusia, Amnesty International, organisasi bantuan internasional Oxfam dan Jaringan Internasional melawan Senjata. Menurut laporan yang dikeluarkan menghadapi hari perempuan internasional, perempuan merupakan korban tersembunyi dari meningkatnya jumlah senjata ringan. Di Afrika Selatan, seorang perempuan tewas tertembak setiap 18 jam oleh suami atau mantan suaminya. Organisasi bantuan internasional itu berharap adanya tindakan untuk membatasi kepemilikan senjata. Dengan tujuan mengurangi jumlah kematian. Langkah itu bisa menjadi sukses seperti di Kanada ketika korban tewas turun menjadi 40 persen sejak diberlakukannya undang-undang kepemilikan senjata tahun 1995. * LUKISAN EDVARD MUNCH DITEMUKAN Polisi Norwegia menemukan kembali tiga lukisan karya Edvard Munch yang dicuri 24 jam terakhir. Dua lukisan adalah lithograf--gambar di atas batu dan sebuah adalah lukisan cat air yang raib dari sebuah hotel di Moss, Norwegia. Lukisan tersebut ditemukan di Oslo dan polisi telah menahan sembilan orang. Lukisan-lukisan itu belum dibilang sebagai masterpiece. Bulan Agustus lalu, di Oslo dua lukisan hasil karya Edvard Munch hilang, Salah satu di antaranya adalah lukisan terkenal "The Scream" dan sampai saat ini maish belum ditemukan. * MENLU KUBA KECEWA HUBUNGAN DEKAT EROPA-AMERIKA Menteri luar negeri Kuba, Felipe Perez Roque menyatakan Eropa terlampau bergantung pada Amerika Serikat. Dalam kunjungannya ke negara-negara Eropa, menlu Roque berupaya memperbaiki hubungan dengan Eropa namun selalu terhalangi oleh ketergantungan Uni Eropa terhadap Amerika. Menlu Roque juga akan menghadiri konferensi PBB tentang hak asasi manusia di Jenewa. Uni Eropa membekukan hubungan dengan Kuba tahun 2003 ketika, puluhan pemberontak ditangkap dan divonis. Awal tahun ini hubungan antara Uni Eropa dan Kuba mulai membaik. * INDONESIA NEGARA TERKORUP DI ASIA Menurut survei yang dilakukan di antara kaum ekspatriat, Indonesia merupakan negara terkorup di Asia dan menimbulkan kekuatiran dengan larinya dana sumbangan korban tsunami. Menurut Konsultan Kajian Politik dan Ekonomi PERC, Singapura, Jepang dan Hongkong merupakan negara terbersih di wilayah Asia. PERC melakukan survei tersebut kepada 900 kaum ekpatriat yang tersebar di seluruh Asia bulan Januari dan Februari. * ITALIA TUNTUT AS SELIDKI DAN HUKUM PENEMBAK Italia menuntut agar Amerika menyelidiki dan menjatuhkan hukuman bagi pelaku penembakan yang menewaskan anggota dinas rahasia Nicola Calipari. Mentri Luar Negeri Gianfranco Fini menolak pernyataan Amerika yang menyatakan kejadian itu disebabkan masalah komunikasi. Menurut menlu Fini agen rahasia itu telah melakukan langkah persyaratan yang diperlukan. Calipari tewas ditembak militer Amerika ketika ia melindungi wartawan Giuliana Sgrena dalam perjalanan ke bandara. * PM KOSOVO SERAHKAN DIRI KE TRIBUNAL YUGOSLAVIA Menurut sumber pemerintah Kosovo, perdana menteri Ramush Haradinaj mundur dan menyerahkan diri ke tribunal Yugoslavia. Politikus itu didakwa oleh tribunal karena melakukan kejahatan perang di Kosovo akhir tahun 90 an. Menurut berita yang belum dikonfirmasi Haradinaj terbang ke Den Haag Rabu besok. Parlemen Kosovo menunjuk mantan komandan Pembebasan Kosovo UCK itu sebagai pemimpin Desember lalu. * BERITA BURSA Lantai bursa di Amsterdam dimulai dengan nada kurang bergairah. Sesaat setelah pembukaan, indeks AEX berada pada titik 379 poin. Hal tersebut merupakan kerugian sebesar 0,2 persen. Sementara lantai bursa Eropa lainnya juga dibukan dengan sedikit kerugian. Bursa Tokyo ditutup dengan kerugian. Indeks Nikkei berada pada titik 11.086,91 atau lebih rendah 38,45 poin atau 0,32 persen dibanding saat pembukaan. Sementara itu indeks Nasdaq di New York ditutup dengan satu persen lebih tinggi yaitu pada titik 2090,21 poin. Indeks Dow Jones mencapai 0,03 persen lebih rendah atau pada titik 10. 936,86 poin. C 1 = $ 1, 3250 sen * KETEGANGAN HUBUNGAN AMERIKA-ITALIA SERTA INDONESIA DAN MALAYSIA Sahabat tampaknya kini berubah menjadi musuh, demikian judul harian sore Belanda NRC Handelsblad menyusul tewasnya agen dinas rahasia Italia di tangan militer Amerika, saat pembebasan wartawati Italia. Menurut NRC Handelsblad, di Italia kini timbul keraguan apakah Amerika tetap merupakan kawan. Sementara itu harian de Volkskrant menulis Italia berduka dengan terbunuhnya Nicola Calipari. Menurut koran pagi Belanda ini serangan terhadap Calipari dipastikan karena kesalahan. Sebaliknya wartawati yang bebas Giuliani Sgrena menuduh Amerika menginginkan kematiannya karena ia tahu terlampau banyak. Dari Italia, kita beralih ke masalah dalam negeri Indonesia Harian Algemeen Dagblad menulis, banyak anggota militan muslim berada di balik terali, namun generasi baru mulai bermunculan, siap mengacaukan Indonesia. Selanjutnya pakar Jemaah Islamiyah Sidney Jones seperti dikutip Algemeen Dagblad memperingatkan, vonis pejara terhadap Abu Bakar Ba'asyir serta 180 muslim militan lain tidak akan membuat Indonesia aman. Penahanan itu sendiri bukan jaminan, karena pembuat bom anggota kelompok teror itu sampai sekarang masih terus berkeliaran. Demikian juga dengan jaringan Jemaah Islamiyah. Ibarat pepatah patah tumbuh hilang berganti, kelompok teror itu akan terus mencoba mencari anggota baru lewat segala cara. Termasuk melalui jaringan lamanya seperti anak, cucu maupun mantan anggota gerakan Darul Islam yang aktif di tahun 1950an. Bukti Darul Islam bangkit kembali, tambah Algemeen Dagblad, terlihat pada pemboman kedubes Australia. Peristiwa itu mendapat bantuan dari sebuah kelompok yang merupakan reinkarnasi Darul Islam Banten. Pelaku bunuh diri sendiri adalah anak laki-laki seorang bekas anggota Darul Islam. Jemaah Islamiyah tidak hanya mendapat bantuan dari Banten melainkan juga dari cabang Darul Islam lainnya seperti di Sulawesi dan Aceh Barat. Algemeen Dagblad juga menulis kabar baik. Jemaah Islamiyah jarang menjaring anggotanya dari luar Darul Islam, selain sedikitnya animo dari kelompok radikal muslim untuk melakukan kegiatan teror. Sebaliknya kabar buruk lain adalah hanya sedikit sumber gerakan radikal yang tidak dapat aktif seperti misalnya hukuman penjara, pertentangan internal dan masalah kepemimpinan. Masalah internal pun, lanjut Algemeen Dagblad tidak menjadi halangan Jemaah Islamiyah untuk melanjutkan aksinya. Contohnya Abu Bakar Ba'asyir adalah mantan pemimpin lama Darul Islam yang kemudian mendirikan kelompoknya sendiri Jemaah Islamiyah tahun 1992. JI sendiri tumbuh besar dan setiap saat dapat memukul Indonesia. Harian pagi de Volkskrant menulis masalah kawasan Ambalat masih menjadi titik ketegangan Indonesia dan Malaysia. Indonesia mengirim tujuh kapal perangnya ke pantai timur Kalimantan. Namun Malaysia seperti diucapkan perdana menteri Abdullah Badawi tetap bersikeras menyatakan kawasan Ambalat adalah milik mereka. Sementara presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tak ada keraguan lagi kawasan itu tetap dan milik Indonesia. Siapa yang benar belum ada yang memutuskan. Ketegangan itu memuncak ketika Shell perusahaan minyak Inggris/Belanda medapatkan izin dari Petronas untuk mengebor di Blok Ambalat. Malaysia mengakui kawasan itu menurut peta tahun 1979, namun Indonesia tidak pernah mengakuinya. Indonesia, tambah de Volkskrant tentu saja akan mati-matian setelah pukulan menyakitkan dengan hilangnya wilayah Sipadan Ligitan tahun 2002. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya bersiap untuk berjuang sampai titik terakhir dan Malaysia pun tampaknya juga akan melakukan hal yang sama. Demikian de Volkskrant dan demikian pula ulasan pers kali ini. * KAUM PEREMPUAN PERBARUI TEKAD KONPERENSI BEIJING 10 TAHUN SILAM Sampai seberapa jauh kaum perempuan bisa bangkit dalam pembangunan ekonomi dan mengakhiri diskriminasi tehadap mereka? Itulah pertanyaan yang ingin dijawab oleh sekitar 6000 perempuan pekan ini di New York. 10 tahun setelah konperensi perempuan di Beijing, mereka ingin menilai bagaimana nasib kaum perempuan di seluruh dunia. Laporan redaktur kerjasama pembangunan Pieternel Gruppen. Sepuluh tahun lalu kaum perempuan dari segenap penjuru dunia berkumpul di Beijing untuk menghadiri konperensi perempuan internasional. Walau pun ini sudah merupakan konperensi perempuan keempat, tetapi perhatian dunia sangat tercurah padanya. Hasil terpenting konperensi itu adalah Rencana Aksi Beijing yang diterima oleh 189 negara yang menghadirinya. Disepakati untuk menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan dan untuk meningkatkan status sosial, politik dan ekonomi perempuan. Menurut wakil Ghana, Bisis janji-janji Beijing 10 tahun lalu itu ternyata tidak benar-benar dipraktekkan. Bisis: Dalam 10 tahun ini semangat Bejing masih hidup, tetapi janji-janji Beijing belum juga dipenuhi. Kita tahu banyak alasan kenapa itu belum terjadi. Buruknya perekonomian dunia, kurangnya minat politik, kurangnya tanggung jawab perusahaan, pokoknya dalihnya banyak sekali. Tetapi menurut Fieneke van der Veen yang dulu hadir di Beijing sebagai jurubicara Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda, ada juga kemajuan yang dicapai. Khususnya di Afrika sekarang lebih banyak anak perempuan disekolahkan katimbang 10 tahun silam. Dalam soal peran serta perempuan dalam politik, negara-negara Afrika juga berprestasi baik. Fieneke van der Veen: Misalnya anak-anak perempuan Liberia sekarang berhak memperoleh warisan tanah, bisa memperoleh kredit bantuan dan sebagianya. Liberia juga mengangkat menteri urusan gender. Saya kira itu merupakan dampak Rencana Beijing. Walaupun masalah yang dihadapi perempuan sudah ditangani dalam 10 tahun belakangan, ternyata muncul masalah baru juga. Kemajuan perempuan misalnya dihalangi oleh wabah AIDS. Lebih dari itu konflik bersenjata, khususnya di Afrika, juga meningkat. Tetapi bukan hanya kaum perempuan negara-negara berkembang yang mengalami kemunduran. Demikian Leontine Bijleveld, anggota serikat buruh Belanda FNV. Dalam soal perbedaan laki-laki perempuan, kaum perempuan di negara-negara maju juga menghadapi banyak masalah. Bahkan kaum perempuan Belanda menghadapi kemunduran dalam soal persamaan hak laki-laki perempuan. Leontine Bijleveld: Di Beijing, pemerintah Belanda dan organisasi perempuan termasuk berada di garis depan. Kita sangat aktif dan bangga pada Rencana Aksi Beijing. Tapi tak lama kemudian semangat turun, baik di kalangan kaum perempuan maupun pemerintah. Dalam 10 tahun terakhir ini keadaannya memang merosot. Leontin menduga memudarnya perhatian berkaitan dengan perubahan kekuasaan di Belanda. Menteri yang membawahi urusan persamaan hak pria dan perempuan mengatakan bahwa saat ini tidak diperlukan pembaruan kebijakan masalah ini. Namun Bijleveld tidak sependapat dan mengatakan bahwa jalan yang harus dilalui masih panjang. Leontine Bijleveld: Jika kita menilik partisipasi di pasar tenaga kerja, maka hanya 50 persen perempuan yang aktif berpartisipasi. Sedangkan kaum pria mencapai 80 persen. Selanjutnya sebagian besar perempuan di Belanda bekerja paruh waktu. Hal ini karena jadwal sekolah di Belanda yang tidak masuk akal dan langkanya sarana penampungan anak. Sekolah dasar misalnya tidak diwajibkan untuk menyediakan makan siang bagi murid. Walhasil orang tua harus bergegas pulang untuk menyediakan makan siang. Selain itu gaji seorang karyawan perempuan lebih kecil dibandingkan dengan pria. Leontine Bijleveld mempersalahkan pemerintah Belanda karena memburuknya perimbangan hak perempuan dengan laki-laki. Menurut Bissi, aktivis perempuan Ghana ketimpangan hak pria wanita itu merupakan kecenderungan di mana-mana. Bissi: Siapa yang membuat Rencana Aksi Beijing? Itu tidak lain adalah pemerintah dan lembaga internasional. Jadi kita harus balik kepada pemerintah untuk menuntut mereka bertanggung jawab kalau mereka melaporkan apa yang sudah dicapai sejak Beijing. Kita harus mengerti prasarana apa yang ingin mereka sediakan untuk memenuhi agenda Beijing. Sering kita dengar pelbagai pemerintahan menyatakan tidak punya dana. Tetapi masalahnya bukanlah soal dana melainkan soal mana yang dipentingkan dulu. Jadi harus dipertanyakan seberapa penting perempuan bagi mereka? Apakah perempuan memang harus dipentingkan? Pertemuan di New York pekan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali Rencana Aksi Beijing. Sekarang terserah kepada pelbagai kelompok perempuan di seluruh dunia untuk mendesak pemerintah mereka supaya menepati janji-janji Beijing. Kaum perempuan harus mengambil tanggung jawab dan bertindak lebih aktif. Demikian Bissi. Bissi: Menurut hemat saya kaum perempuan sebaiknya jangan bersikap pasif dan menunggu sampai sidang PBB yang berikutnya. Setiap gerakan perempuan sebaiknya menggelar sendiri konperensi setiap dua atau tiga tahun. Kami misalnya sepakat untuk menggelar konprensi perempuan di Afrika setiap 2 atau 3 tahun. Yang jelas kaum perempuan jangan hanya menunggu kebijakan PBB. * CINA LUNCURKAN UU BARU ANTI SEPARATISME TAIWAN Cina meluncurkan undang-undang baru yang mengizinkan penggunaan kekerasan terhadap Taiwan. Undang-undang anti separatisme itu memungkinkan cara-cara non damai untuk memaksa Taiwan bertekuk lutut. Taiwan pada gilirannya menolak pendekatan Beijing dalam masalah separatisme ini. Beijing menerapkan apa yang disebut satu negara dua sistim. Undang-undang baru Cina itu menimbulkan keresahan di kawasan. Namun Charles Hutzler, wartawan harian Asian Wall Street Journal di Beijing mengemukakan bahwa undang-undang itu sebenarnya tidak terlalu seram. Undang-undang baru itu bertujuan meningkatkan tekanan politik terhadap Taiwan. Selain itu juga bertujuan memuaskan sayap konservatif dalam tubuh struktur politik Cina, khususnya kubu militer. Cara-cara non damai dalam pasal undang-undang tersebut justru memberikan ruang gerak kepada pucuk pimpinan Cina. Mereka tidak perlu serta merta melancarkan serangan total, tetapi bisa memilih cara lain, seperti misalnya menjatuhkan sanksi atau memblokir pelabuhan Taiwan. Cara-cara non damai dalam pasal tersebut telah menimbulkan polemik berlebih. Padahal kata-kata tersebut justru dimasukkan untuk menekankan bahwa Cina ingin memecahkan masalah ini dengan damai. Beijing justru menghindari penggunaan kata-kata pilihan militer. Hal ini dikemukakan oleh seorang pejabat yang terlibat dalam penyusunan undang-undang baru tersebut. Taiwan pada gilirannya gusar dan menyatakan bahwa Cina bertujuan mencaplok negara itu. Cina memang selalu bersikap emosional dan rajin berekayasa dalam merumuskan kebijakannya terhadap Taiwan. Walaupun undang-undang baru tersebut sebenarnya tidak memberikan kekuatan baru kepada Beijing dan tidak merubah kenyataan di lapangan. Namun isyarat itu nampaknya mengindikasikan Beijing berikap keras. Walau demikian dampak undang-undang baru itu akan tergantung dari reaksi Taiwan. Kalau menurut skenario terbaik maka baik Taiwan maupun Cina akan bereaksi gusar. Setelah itu Cina dan Taiwan akan melanjutkan kembali upaya merajut hubungan baik yang sudah terbina selama dua dan tiga bulan belakangan. Pada bulan Januari lalu kedua pihak membuka jalur hubungan udara komersial langsung pertama. Ini adalah hubungan udara langsung pertama sejak perang saudara Cina. Walau hanya berlangsung selama tahun baru Cina, namun hal ini menunjukkan perbaikan hubungan Cina-Taiwan. Di lain pihak Taiwan dapat bereaksi lebih keras lagi dan menyusun sejumlah undang-undang tangkisan. Selain itu Taiwan juga dapat merencanakan untuk menggelar referendum. Cina menyatakan akan meneruskan solusi damai melalui pendekatan satu negara dua sistim. Namun hal ini tidak dapat diterima Taiwan. Oleh karena itu pemecahan politik tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Namun masih ada kesempatan bagi kedua pihak untuk melanjutkan perbaikan hubungan yang telah terjalin selama beberapa bulan belakangan. * SURIAH JUGA MENGHADAPI PERUBAHAN BESAR AKIBAT GEJOLAK DI LIBANON 'Langkah yang setengah jalan', demikian masyarakat internasional mencap hasil KTT Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan presiden Libanon, Emile Lahoud. Awalnya, pasukan Suriah akan ditarik mundur ke lembah Bekaa di Libanon. Tapi belum jelas kapan pasukan ini akan benar-benar meninggalkan Libanon dan menyeberangi perbatasan. Juga masyarakat Suriah sendiri merasa tidak senang dengan situasi sekarang. Koresponden Bernard Bouwman melaporkan dari Damaskus. Suriah kembali mengecewakan dunia. Ketika presiden Bashar al-Assad berpidato di depan parlemen Sabtu lalu, Damaskus berharap agar penarikan mundur pasukan Suriah dari Libanon cepat menjadi kenyataan. Assad menegaskan dulu pasukan Suriah masuk negara tetangga yang hancur akibat perang saudara, atas undangan Libanon sendiri. Suriah membantu Libanon, seperti layaknya perbuatan seorang tetangga yang baik. Tapi apabila Libanon merasa sudah tiba saatnya mengurus diri sendiri, maka kami akan pergi, tapi dengan rasa harga diri. Kami telah menjalankan kewajiban kami. Demikian Bashar al-Assad. Mendengarkan pidato Assad tersebut, dunia memperkirakan KTT dengan presiden Libanon Emile Lahoud Senin lalu di Damaskus, akan menghasilkan penarikan mundur cepat pasukan Suriah. Hasilnya jauh dari harapan itu. Dalam pekan-pekan mendatang pasukan Suriah akan dipindahkan ke lembah Bekaa. Setelah itu akan diambil keputusan baru mengenai penarikan mundur selanjutnya. Penarikan mundur pasukan ternyata penuh syarat, yang jelas tidak seperti diperkirakan banyak orang setelah pidato Assad Sabtu lalu. Akibatnya, Suriah kembali menghadapi masalah baru. Hampir semua masyarakat internasional, termasuk Rusia, sahabat Suriah, mendesak Assad, dan menyatakan kini telah tiba waktunya untuk mengakhiri bab Libanon. Tapi walau Suriah melakukan itu, masih ada daftar panjang masalah lain antara Suriah terutama dengan Amerika Serikat. Washington masih sangat marah bahwa beberapa kelompok ekstrem Palestina yang melancarkan serangan bunuh diri di Israel, begitu bebas bergerak di Damaskus. Selain itu, pemerintah Bush menilai Suriah tidak cukup berupaya memeriksa perbatasan dengan Irak. Menurut Washington, Suriah memberikan banyak bantuan kepada para pemberontak di Irak. Tentu saja Suriah tidak menerima begitu saja tuduhan semacam ini. Washington, demikian Damaskus, tidak bersikap netral dalam masalah Timur Tengah. Selain itu Washington tidak mau mengakui bahwa Israel masih tetap menduduki wilayah Suriah. Sementara Damaskus, yang sudah berupaya sekuat tenaga menangkap kaum ekstremis Muslim, mengakui juga tidak mampu memeriksa perbatasannya sendiri. Tapi Amerika Serikat, demikian Assad dalam pidatonya Sabtu lalu, juga tidak mampu melakukan itu. Apakah perbatasan Amerika dengan Meksiko bukanlah masalah besar pula? Benar atau tidak tuduhan-tuduhan itu, kenyataannya adalah bahwa Suriah makin dikucilkan. Ini juga berdampak terhadap situasi politik di Suriah sendiri. Suriah, ketika masih di bawah pimpinan Hafez al Assad, ayah presiden yang sekarang, adalah sebuah diktatur yang kejam. Ribuan orang hilang, disiksa sampai mati atau dieksekusi begitu saja. Sang presiden dipuji sedemikian rupa sehingga semua warga Suriah harus bertepuk tangan apabila namanya disebut. Pada suatu hari, demikian menurut sebuah lelucon Suriah, sang presiden menyamar, dan menghadiri sebuah pertemuan. Ketika namanya disebut, semua orang bertepuk tangan, kecuali presiden sendiri. 'Tepuklah tangan, tepuklah tangan, karena kalau tidak maka anda bisa dipenjarakan.' Demikian ia dianjurkan oleh seorang yang berdiri di sampingnya. Kekuasaan Bashar jelas tidak sebesar ayahnya. Ini membuat sistem politik Suriah tidak jelas. Tidak seorangpun tahu siapa yang mengambil keputusan akhir soal penarikan mundur pasukan dari Libanon. Apakah sang presiden sendiri, atau para jenderal, atau pemerintah? "Mungkin sang presiden duduk di ruangan tempat keputusan diambil." Demikian aktivis hak-hak asasi manusia Bounni. 'Tapi apakah ia juga berbicara atau hanya mendengarkan ungkapan orang lain, saya tidak tahu." Karena itu banyak warga Suriah mencemaskan masa depan mereka. Perselisihan dalam rezim makin meningkat. Apa yang disebut kancil, yakni sahabat-sahabat Hafez, ayah Bashar al-Assar, makin tidak puas melihat lambannya reformasi di Suriah. Sebuah kelompok lain marah karena Suriah terancam kehilangan sumber penghasilan Libanon, di mana opium, tempat-tempat judi dan uang suap menjadi sumber penghasilan yang penting. Menurut penulis Abdulhamid Ammir, ada tiga skenario buat masa depan Suriah. Mungkin sang presiden akan menerapkan operasi pembersihan, dan menyingkirkan semua penentang. Tapi, bisa juga kelompok dalam rezim Suriah sendiri akan bekerja sama dengan Amerika. Atau ada juga kemungkinan sang presiden dibunuh oleh para penentang dalam rezim. Setiap hari yang baru di Suriah membawa ketidakjelasan yang baru pula. * INDONESIA NEGARA TERKORUP DI ASIA Indonesia lagi-lagi mendapat predikat negara terkorup di antara negara negara yang dilanda musibah tsunami. Kali ini giliran lembaga kajian PERC, Political and Economic Risk Consultancy yang menyematkan predikat itu. Berdasarkan kajian tersebut negara-negara terbersih di Asia adalah Singapura, Jepang dan Hongkong. Andaikan pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono mampu memerangi korupsi, maka kinerja perekonomian bakal membaik dan kelompok radikal Islam akan terpinggirkan. Berikut tanggapan Sudirman Said dari Masyarakat Transparansi Indonesia di Jakarta. Sudirman Said [SS]: Mengenai perbaikan ekonomi saya kira logis saja. Salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Orang yang berinvestasi tentu membutuhkan keamanan, membutuhkan suatu kepastian. Kalau korupsinya masih tinggi tentu orang akan berfikir ulang untuk menanamkan modalnya. Kemudian yang berkaitan dengan gerakan radikal. Ini saya kira berlaku tidak hanya bagi kelompok Islam, tetapi setiap gerakan radikal itu kalau ditelisik maka akarnya itu kan karena merasa diperlakukan tidak adil. Jadi ada sekelompok masyarakat yang merasa tidak diperlakukan adil, kemudian ada sekelompok masyarakat lainnya yang memperoleh sesuatu yang bukan haknya, yaitu lewat jalur korupsi, manipulasi dan sebagainya. Kalau korupsi diberantas, maka gerakan gerakan radikal yang sebetulnya refleksi dari rasa frustasi tentu akan turun itu. Dan itu berlaku bagi kelompok manapun, tidak hanya kelompok Islam. Yang jadi persoalan sebenarnya begini. Mungkin rangking itu kan relatif dengan negara negara lain. Nah ketika itu disandingkan, negara lain juga mengalami kemajuan. Walhasil posisi kita selalu berada di bawah. Radio Nederland [RN]: Indonesia tertinggal dibandingkan dengan Singapura, Jepang dan Hongkong. Mereka terus berbenah diri memberantas korupsi. Bagaimana ini, karena negara negara jiran kan juga berpacu? SS: Ya karena itu yang terbaik bagi Indonesia atau negara manapun adalah sebaiknya punya parameter tersendiri untuk mengukur kemajuan di bidang penanggulangan korupsi. Oke secara rating relatif tentu kita akan selalu tertinggal dibadning negara-negara tadi. Karena improvement itu kan terjadi di mana-mana. Kalau kita makin maju negara yang makin maju tentu akan maju juga. Nah karena itu akan baik kalau kita punya parameter kalau kita ukur 2004 itu katakanlah starting point nya ABCD nah itu nanti 2009 akan seperti apa kalau kita ukur dengan lima tahunan. Jadi dengan itu kita tidak ada rasa frustasi kok, seperti dihakimi terus menerus tidak ada kemajuan. RN: Kemudian yang terakhir, dalam kajian ini juga katakanlah yang disebut sebagai suatu "peluang" bagi pemerintah Indonesia untuk melakukan dengan benar dan transparan bantuan yang mengalir ke Aceh.. SS: Pemerintahan SBY-Yusuf Kalla saya kira memang punya momentum yang sangat baik dilihat dari berbagai sisi. Nomer satu dia dipilih langsung artinya betul-betul mendapat mandat dari masyarakat luas. Yang kedua banyak kejadian yang seharusnya menjadi satu momentum untuk tadi membuktikan bahwa kita memang lebih baik lah. Kaitannya dengan Aceh, saya kira pemerintah juga berfikir ke sana karena akan ada semacam dulu namanya badan otorita tapi sekarang berkembang menjadi badan pelaksana pembangunan Aceh. Dan itu suatu lembaga yang diperkirakan menjadi independen artinya memang lembaga pemerintah tapi akan punya otonomi untuk mengelola proses rekonstruksi. Jadi kalau lembaga itu bisa dibuat sebagai contoh "island of integrity "(kepulauan integritas) dari pulau yang menjunjung tinggi integritas barangkali ini secara politik akan sangat baik bagi pemerintah untuk membuktikan dirinya bahwa bisa membuktikan sistem yang transparan tidak dikorup dan seterusnya begitu. Demikian Sudirman Said dari Masyarakat Tranparansi Indonesia di Jakarta. * TIM PENCARI FAKTA MUNIR MENGARAHKAN PENYELIDIKANNYA KELUAR GARUDA Keterlibatan pejabat dan pilot Garuda pada pembunuhan aktivis hak-hak azasi manusia Munir tidak menjelaskan motif mengapa perusahaan ini melakukan tindak kriminal itu. Apalagi sebagai maskapai penerbangan Garuda harus menjaga citranya supaya bisa menerbangkan penumpang sebanyak mungkin. Menurut Usmad Hamid anggota Tim Pencari Fakta Pembunuhan Munir, untuk mengetahui motifnya, maka penyelidikan timnya sekarang diarahkan keluar Garuda. Usman Hamid [UH]: Untuk mengetahui hal itu saya kira masih perlu penelusuran lebih lanjut ya. Memang secara formal sebuah perusahaan penerbangan tentu tidak punya tujuan untuk melakukan pembunuhan terhadap seseorang apalagi penumpangnya. Itu punya implikasi yang buruk terhadap kredibilitas perusahaan penerbangan. Tapi saya kira kalau dilihat perkembangan yang terakhir memang kejahatan ini merupakan suatu konspirasi yang sangat besar yang sampai hari ini kita baru temukan titik keterlibatan Garuda. Dan apakah memang keterlibatan Garuda ini disebabkan oleh faktor internal dalam perusahaan penerbangan Garuda sendiri atau memang ada faktor eksternal yang menyebabkan pihak direksi Garuda sulit untuk tidak terlibat dalam pembunuhan ini. Saya kira itu yang justru yang menjadi tantangan dan menjadi agenda investigasi lebih lanjut. Radio Nederland [RN]: Kalau faktor internal kan memang sudah tidak mungkin? UH: Ya internal dalam pengertian internal kelembagaan bisa internal individu-individu kan juga sangat tidak tertutup kemungkinan. Tapi saya tidak hanya ingin berspekulasi masalah ini, adalah penting untuk menindak lanjuti lebih jauh. Kalau motif pembunuhannya jelas kita memiliki keyakinan bahwa pembunuhan ini bersifat politik untuk menghentikan aktivitas Munir, dalam arti untuk menghentikan aktivitas-aktivitas hak-hak azasi manusia dalam perjuangan yang dilakukan oleh Munir selama ini. Tapi motivasi di balik setiap individu yang terlibat dalam konspirasi ini saya kira bisa berbeda bisa beragam. Ada yang mungkin sifatnya taktis ada juga yang strategis untuk jangka panjang. Nah itu yang masih perlu ditelusuri oleh Tim Pencari Fakta maupun Tim Penyelidik Mabes Polri. RN: Kalau begitu arahnya sekarang kemana ini? Dalam wawancara dengan mingguan Tempo Rachland Nashidik, salah satu anggota Tim Pencari Fakta, mengatakan bahwa arahnya ke atas begitu. Anda sepakat dengan Rachland? UH: Oh ya, itu memang satu kesepakatan di dalam Tim Pencari Fakta sendiri untuk melanjutkan apa yang sudah dilakukan dan apa yang sudah didapatkan sejauh ini. Saya kira kita sudah berada pada titik di luar tempat kejadian perkara. Saya kira masih perlu ditelusuri ke atas siapa yang sebenarnya paling memiliki kepentingan untuk pembunuhan ini. Atau siapa yang paling memiliki kepentingan untuk memaksa atau tidak memaksa secara langsung atau tidak langsung direksi Garuda untuk memberi justifikasi atau membangun alibi-alibi atau membangun sistem administrasi yang seolah-olah ingin menutup-nutupi usaha untuk mengungkap peristiwa ini. Saya kira langkah lanjutan yang kemarin juga sempat dibahas dalam pertemuan dengan Presiden adalah menelusuri adanya keterlibatan anggota Badan Intelijen Negara dalam kasus ini. Nah itu yang saya kira masih perlu menunggu perkembangan lebih lanjut. RN: Dari pengalaman masa lampau terlihat bahwa kalangan intelijen ini sering "memakai" Garuda untuk operasi-operasi mereka. Sejauh mana anda bisa leluasa dalam menyidik kalangan intelijen ini mengingat bahwa kerjasama dengan Garuda itu sudah lama? UH: Justru di situlah letak tantangannya. Justru disitulah letak ujiannya. Apakah memang ada kesungguhan proses investigasi ini. Atau memang justru banyak yang belum berubah dalam soal menyentuh mereka-mereka yang kemungkinan terlibat dan berada dalam posisi-posisi yang penting atau berada dalam instansi-instansi yang selama ini tidak tersentuh. Sinyal positif yang diberikan presiden itu sangat baik tinggal perlu diuji apakah memang sinyal positif yang diberikan presiden tersebut akan efektif dalam pelaksanaanya di lapangan. Kemungkinan gagalnya juga ada tapi kemungkinan berhasil juga ada. Makanya hanya waktu mungkin yang bisa memastikan apakah memang ternyata kondisi kita berubah atau memang ada sedikit kemajuan dalam arti memberikan keleluasaan kepada para penegak hukum apakah itu penyidik Polri atau yang membantunya dalam hal ini Tim Pencari Fakta untuk membuktikan dugaan-dugaan yang telah berkembang di media selama ini. Demikian Usman Hamid, salah satu anggota Tim Pencari Fakta pemunuhan Munir. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
