---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 09 Maret 2005 15:40 UTC



** PERUNDINGAN INDONESIA MALAYSIA PERIHAL DAERAH MINYAK

** INDONESIA DAN TIMOR LESTE BENTUK KOMISI BERSAMA 

** DELAPAN ORANG KOREA UTARA MELARIKAN DIRI LEWAT CINA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEMATIAN MASKHADOV JAUHKAN PENYELESAIAN 
DAMAI CHECHNYA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TURUN JABATAN PERDANA MENTERI KOSOVO, RAMUSH 
HARADINAJ MENYERAHKAN DIRI KE DEN HAAG

** TOPIK TINJAUAN PERS: DEMONSTRASI DUKUNG SURIAH DI BEIRUT SERTA KEBERANGKATAN 
PIHAK ASING DARI ACEH DIKHAWATIRKAN MENUTUP KEMBALI PROPINSI ITU 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BILA ADA MUSUH BERSAMA MAKA RAKYAT BERSATU

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KELOMPOK HAK-HAK AZASI MANUSIA TOLAK PEMBENTUKAN 
KKP



* PERUNDINGAN INDONESIA MALAYSIA PERIHAL DAERAH MINYAK

Indonesia tetap bersikeras mengenai penyesaian konflik dengan Malaysia perihal 
Ambalat. Pemerintah Jakarta tidak akan melakukan konsesi apa-apa. Masalah ini 
akan dibicarakan siang ini oleh para menteri luar negeri kedua negara di 
Jakarta. Indonesia dan Malaysia bersedia menyelesaikan masalah melalui 
diplomasi, tapi kesepakatan akan sulit tercapai. Kedua negara menyatakan hak 
milik atas daerah kaya minyak di Timur Laut Kalimantan. Daerah perairan ini 
terletak dekat pulau Sipadan dan Ligitan yang dua tahun lalu harus diserahkan 
kepada Malaysia atas perintah Mahkamah Internasional. Pemerintah Jakarta tidak 
bersedia melakukan konsensi teritorial. Untuk itu pemerintah Indonesia 
mengirimkan kapal-kapal dan pesawat-pesawat perang ke daerah ini.


* INDONESIA DAN TIMOR LESTE BENTUK KOMISI BERSAMA 

Indonesia dan Timor Leste membentuk komisi bersama untuk penyelidikan kekerasan 
dalam referendum kemerdekaan tahun 1999. Para Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
dan Xanana Gusmao menandatangani perjanjian Komisi Kebenaran dan Persahabatan 
di Jakarta. Pada tahun 1999 diyakini milisi pro Indonesia melakukan tindakan 
kejam yang membunuh ratusan warga Timor Timur. Tugas komisi ini bukan melakukan 
pembalasan, tapi justru mencari kebenaran, demikian presiden Xanana Gusmao. PBB 
mengkritik perjanjian ini karena khawatir tidak akan ditemukannya bukti-bukti 
mengenai kejahatan perang.


* DELAPAN ORANG KOREA UTARA MELARIKAN DIRI LEWAT CINA

Di Beijing delapan warga Korea Utara melarikan diri ke sebuah sekolah Jepang. 
Enam orang wanita, seorang pria dan seorang anak ini tidak lama kemudian dibawa 
ke kedutaan besar Jepang di Beijing. Mereka mencoba dengan jalan ini dapat 
masuk Korea Selatan. Hal ini telah sering terjadi, warga Korea Utara melarikan 
diri ke Cina untuk kemudian melalui kedutaan besar asing beralih ke luar 
negeri. Cina secara resmi tidak mau bekerja sama dalam hal ini, tapi dalam 
prakteknya ini sering terjadi.


* DITEMUKAN 19 MAYAT DI IRAK 

Di Qaim, di Irak Barat , polisi menemukan 19 mayat. Para korban, di antaranya 
seorang wanita, mengenakan pakaian penduduk biasa. Sebab kematian masih belum 
jelas. Qaim yang terletak dekat perbatasan Suriah sering menjadi ajang 
pertikaian antara tentara Irak dan tentara Amerika. Selasa kemarin tentara Irak 
menemukan 15 mayat tanpa kepala di bekas markas tentara di selatan Bagdad. 
Diduga  ini merupakan mayat orang-orang Syiah yang berjiarah ke kota suci 
Karbala dan Najaf.


* TENTARA SURIAH MULAI MENARIK DIRI DARI LIBANON 

Tentara Suriah mulai menarik diri dari Libanon. Demikian diberitakan tentara 
Libanon. Militer Suriah menarik diri ke Lembah Bekaa di daerah timur Libanon. 
Belum jelas kapan tentara Suriah secara definitif harus meninggalkan Libanon. 
Penarikan mundur pasukan Suriah akan selesai sebelum bulan Mei, demikian duta 
besar Suriah di Amerika Serikat,  Imad Moustapha. Sebelumnya Presiden Amerika 
Serikat George Bush mengancam Suriah supaya meninggalkan Libanon sebelum 
pemilihan umum bulan Mei mendatang. Selasa kemarin di pusat kota Beirut terjadi 
demonstrasi yang menolak kepergian tentara Suriah. Demonstrasi ini diatur oleh 
organisasi Hisbullah yang menganggap penarikan tentara Suriah sebagai campur 
tangan Amerika.


* ASLAN MASKHADOV TEWAS 

Dalam aksi militer Rusia di Chechnya Aslan Maskhadov tewas. Pemimpin separatis 
ini tewas dalam sebuah tempat persembunyian di sebuah rumah, di desa sebelah 
utara Ibukota Grosny. Kematian Maskhadov dikuatkan oleh pernyataan juru 
bicaranya di London, Ahmed Zakayev. Kematian Maskhadov adalah kehilangan besar 
untuk pemberontak Chechnya, dan dalam beberapa hari akan ditunjuk pengikutnya, 
demikian tambah Zakayev. Maskhadov, 53 tahun, yang pernah terpilih sebagai 
presiden, bulan lalu mengumumkan gencatan senjata. Dia mengajukan perundingan 
dengan Moskow, tapi Kremlin tidak mau bereaksi. Rusia menganggap Maskhadov 
bertanggung jawab dalam aksi penyanderaan di sebuah theater di Moskow dan 
sebuah sekolah di Beslan.


* ASURANSI JIWA UNTUK PENGIDAP HIV 

Di Belanda, para pengidap HIV yaitu virus penyebab penyakit AIDS, dalam waktu 
dekat ini dapat mengajukan asuransi jiwa. Enam perusahaan asuransi Belanda 
memulai jenis asuransi ini. Syarat terpenting dalam asuransi ini adalah 
pengidap HIV harus mengikuti perawatan Haart, dan tidak mengikuti perawatan 
lain. Metode perawatan baru Haart telah berhasil menekan risiko kematian 
pengidap HIV.
Di Belanda terdaftar sekitar 10.000 pengidap HIV. Sampai saat ini mereka tidak 
bisa mengajukan Asuransi jiwa. Hal ini dapat menimbulkan masalah besar di 
Belanda, misalnya dalam mengajukan hipotik untuk membeli rumah.


* 12 ORANG ANAK TEWAS DALAM BIS DI CINA

12 orang anak meninggal dunia di Provinsi Shandong, Cina, ketika sebuah bis 
taman-kanak-kanak terbakar. Kejadian ini terjadi Selasa lalu ketika bis ini 
membawa anak-anak dari sekolah menuju rumah. Lima orang anak meninggal ditempat 
dan tujuh lainya meninggal dalam perawatan. Sebab-sebab kecelakaan masih 
diselidiki.


* TIGA ORANG PEMANJAT GUNUNG TEWAS DI SELANDIA BARU 

Tiga orang pemanjat gunung tewas dalam ekspedisi di gunung tertinggi di 
Selandia Baru. Seorang Inggris, Jepang, dan seorang pemandu asal Selandia baru 
ini bagian dari kelompok berjumlah delapan orang yang memanjat Gunung Mount 
Cook berketinggian 3754 meter. Salah seorang dari mereka jatuh dan menarik dua 
korban lainnya. Regu penyelamat saat ini telah menemukan jenazah mereka.


* SISTEM DONOR ORGAN BELANDA TETAP BERLAKU 

Belanda tetap mempertahankan sistem registrasi donor organ yang berlaku saat 
ini. Parlemen Belanda telah menolak ajuan sistem baru yang bernama opt-out 
system. Menurut sistem ini semua warga Belanda secara otomatis harus menjadi 
donor organ, kecuali apabila mereka secara resmi menolak hal ini. Saat ini 
hanya orang yang mendaftarkan diri dapat menjadi donor, dan hal ini tidak akan 
berubah. Saat ini di Belanda terdaftar 1300 orang yang menunggu donor organ 
tubuh. Waktu tunggu untuk sebuah organ dapat berkisar sampai empat atau lima 
tahun. Setiap tahun meninggal sekitar 200 orang yang menunggu donor organ 
karena tidak mendapatkan organ tubuh yang dibutuhkan.


* BERITA BURSA

Bursa-bursa Eropa saat ini berada dalam posisi cukup tinggi. Damrak di 
Amsterdam mencatat Index AEX pagi ini naik 0,2% pada 378 poin. 

Di Tokyo kurs saham meningkat. Berita positif mengenai ekonomi Jepang menaikkan 
Index Nikkei 1,7% pada 11.967 poin.

Di Wall Street terjadi beberapa penurunan akibat tingginya harga minyak dan 
kemungkinan penarikan keuntungan perusahaan teknologi Texas Instruments. Index 
dow Jones turun 0,2% pada 10.913 poin, Index teknologi Nasdaq turun 0,8% pada 
2074 poin.

1 euro bernilai 1,3370 dolar Sen.


* KEMATIAN MASKHADOV JAUHKAN PENYELESAIAN DAMAI CHECHNYA

Intro: Selasa kemarin pasukan Rusia menembak mati Aslan Maskhadov, pemimpin 
Chechnya yang moderat. Sangat dipertanyakan apakah kematian Maskhadov akan bisa 
membawa penyelesaian damai bagi Chechnya. Laporan koresponden Geert Groot 
Koerkamp dari Moskow

Lima tahun lebih Aslan Maskhadov adalah tokoh Chechnya yang tidak bisa 
ditangkap. Ia selicin belut. Berkali-kali pemerintah Rusia memberitakan ia 
terluka, atau bahkan tewas, namun setiap kali Maskhadov sendiri yang menyangkal 
berita kematiannya. Dalam beberapa wawancara langka yang pernah ia berikan pada 
media Rusia, Aslan Maskhadov menggarisbawahi perlunya berunding. Itu adalah 
satu-satunya cara mengakhiri pertumpahan darah seputar konflik Chechnya. 
Terakhir kali ia mengatakan hal ini, awal Februari. 

Maskhadov mengumumkan gencatan senjata secara sepihak. Ini, katanya adalah 
bukti ia punya itikad baik dan agar pimpinan Rusia bersedia meninjau kembali 
masalah Chechnya. Gencatan senjata ini juga adalah usaha Maskhadov pamer pada 
Rusia dan dunia internasional bahwa ialah satu-satunya tokoh yang sepenuhnya 
bisa mengkontrol Chechnya. 

Menurut Kremlin, Maskhadov sudah tidak punya wewenang, karena sekarang 
kekuasaan ada di tangan Shamil Basayev, tokoh yang jauh lebih radikal katimbang 
Maskhadov. Lenyapnya Maskhadov dari percaturan konflik Chechnya melicinkan 
jalan bagi Basayev dan Doku Umarov yang militan bergerak menuju perjuangan yang 
lebih radikal. Kedua tokoh itu disebut-sebut sebagai pemimpin para pemberontak. 

Basayev adalah teroris nomor satu di daftar teroris Rusia. Ia menyatakan 
bertanggungjawab akan drama penyanderaan kejam dan berdarah di Beslan. 
Penyanderaan di sekolah di Beslan itu mengorbankan 339 nyawa. Lebih dari 
separohnya adalah murid-murid sekolah. Adalah Basayev juga yang menjadi otak 
penyanderaan dan serangan bom yang menyebabkan ratusan korban tewas dan 
luka-luka. Pada 1999 sekelompok pemberontak Chechnya menyerbu tetangga mereka 
Republik Dagestan. Itu adalah isyarat perang baru.

Berkali-kali secara terbuka Aslan Maskhadov menyatakasn cara Basayev berperang 
tidak disukainya. Ia menekankan pertempurannya diarahkan terhadap tentara 
Rusia, bukan perempuan dan anak-anak negeri itu. Oleh karena itu Basayev 
dicopot dari pelbagai jabatan resmi dari kalangan perlawanan Chechnya.

Aslan Maskhadov berkarier dalam pasukan Uni Soviet. Pada tahun 1992 ia keluar 
dari dinas kemiliteran untuk membangun angkatan bersenjata Chechnya kalau tanah 
kelahirannya bisa merdeka. Sebagai panglima, pada perang Chechnya pertama 
Maskhadov memimpin perlawanan terhadap pasukan Rusia. Karena itu ia sangat 
populer di kalangan rakyat Chechnya.

Pada awal tahun 1996 presiden Chechnya Dzokhar Dudayev dibom oleh rudal Rusia, 
tetapi kegirangan Rusia tidaklah lama. Empat bulan kemudian, para pemberontak 
yang dikomandani bersama-sama oleh Maskhadov dan Basayev merebut ibukota 
Grozny, sehingga Kremlin harus menelan pahit kekalahan ini. 

Pada pemilihan presiden tidak lama sesudah itu, Maskhadov mengalahkan telak 
saingannya Shamil Basayev. Banyak orang Chechnya berharap Maskhadov akan 
berupaya memperbaiki hubugan dengan Moskow. Tetapi ternyata Maskhadov tidak 
mampu menghentikan kekerasan yang bergejolak di Chechnya setelah perang pertama 
itu.

Banyak terjadi penculikan dan para pembantu dekat Maskhadov terlibat dalam 
perdagangan manusia yang basah. Upaya Maskhadov untuk menertibkan Shamil 
Basayev ketika pada tahun 1999 kembali mengangkat senjata terhadap Rusia 
ternyata tidak berhasil. Moskow sendiri mengabaikan upaya-upaya Maskhadov untuk 
menghindari perang. Moskow bahkan kembali mengirim pasukan ke Chechnya. Sampai 
sekarang perang yang sudah menewaskan ribuan warga dan lebih dari 6000 prajurit 
Rusia ini ternyata terus berlanjut. Dengan kematian Maskhadov tampaknya 
penyelesaian damai masalah Chechnya makin jauh saja.


* TURUN JABATAN PERDANA MENTERI KOSOVO, RAMUSH HARADINAJ MENYERAHKAN DIRI KE 
DEN HAAG

Rabu kemarin, Ramush Haradinaj yang sampai Selasa lalu menjabat perdana menteri 
Kosovo, datang ke Den Haag untuk menyerahkan diri kepada Tribunal Yugoslavia. 
Tribunal mendakwanya melakukan kejahatan perang selama perang gerilya di Kosovo 
melawan pasukan Serbia tahun 1998. Sejak perang itu Kosovo diperintah oleh PBB, 
dan bulan-bulan mendatang akan dibahas masa depan wilayah yang mayoritas 
penduduknya orang-orang Albania itu. Lebih lanjut berikut laporan koresponden 
Eropa Timur Henk Hirs dari Budapest

Tuduhan utama terhadap Ramush Haradinaj  adalah tewasnya puluhan warga, baik 
Serbia maupun Albania yang moderat karena dibunuh atau dianiaya oleh para 
gerilyawan. Haradinaj yang sekarang berusia 36 tahun sebelum perang gerilya 
tinggal di Swiss. Ia adalah komandan Pasukan Pembebasan di Kosowo Barat, tempat 
terjadinya pembunuhan dan penganiayaan itu. 

Kelihatannya keberangkatan Ramush Haradinaj ke Den Haag ini disiapkan dengan 
saksama. Dalam sebuah sidang istimewa ia mengajukan permohonan mengundurkan 
diri pada permintah. Oleh karena itu ditunjuk penggantinya. Dengan demikian 
pemerintah bisa berfungsi sebagaimana biasa tanpa ada kekosongan kekuasaan.

Haradinaj mengimbau agar rakyat Kosovo tetap tenang dan tidak menggunakan 
kekerasan. Sebagai tindakan jaga-jaga, PBB menempatkan 1000 perajurit tambahan 
untuk menjaga keamanan. Pasukan itu berasal dari Inggris dan Jerman 
diterbangkan untuk memperkuat pasukan PBB yang sudah ada. Kesiagaan di Kosovo 
Barat terutama ditingkatkan karena PBB khawatir timbul kegelisahan terutama 
penduduk keturunan Albania. Tapi sampai sekarang tampaknya keadaan tetap 
tenang. 

Walaupun demikian orang-orang Kosovo keturunan Albania tidak suka perdana 
mentri mereka diadili. Bagi mereka perjuaan para gerilyawan adalah pembebasan. 
Namun mereka sering meremehkan kenyataan bahwa pasukan itu juga melakukan 
kejahatan antara lain untuk memancing reaksi Serbia dan kemudian minta 
intervensi internasional. 

Haradinaj bersikeras dirinya tidak bersalah. Walaupun demikian ia memutuskan 
datang sukarela ke Den Haag. Dengan demikian ia bisa mencegah menjadi perintang 
dalam pembicaraan status dan masa depan Kosovo. Propinsi ini secara formal 
masih tetap merupakan wilayah Serbia. 

Pembicaraan akan dimulai musim panas ini di bawah pimpinan PBB. Mayoritas warga 
Albania di Kosovo yang jumlahnya sekitar 2 juta jiwa ingin kemerdekaan, dan 
tidak puas harus menunggu begitu lama. Namun sekitar 100.000 warga Serbia di 
Kosovo, dengan dukungan Serbia, sangat menentang keinginan mayoritas Albania. 
Bagi minoritas Serbia paling jauh Kosovo bisa memperoleh otonomi disertai 
jaminan hak bagi minoritas. Orang-orang Serbia ini takut menjadi warga negara 
kelas dua. Kekhawatiran ini beralasan, tahun lalu terjadi kericuhan pihak-pihak 
Albania yang anti Serbia membunuh dan membakari rumah-rumah dan gereja. 

Mencari penyelesaian ini cukup sulit. Tidak bisa diramalkan apa dampak proses 
peradilan ini dan apa yang akan terjadi bila mantan perdana menteri dan mantan 
pemimpin gerilya ini dijatuhi hukuman. Itu sebabnya dunia internasional tidak 
ingin Haradinaj Desember lalu menjadi perdana mentri. Sebabnya adalah karena 
pada waktu itu sudah jelas Tribunal Yugoslavia menudunya melakukan kejahatan 
perang. Tapi mungkin juga alasan ia tetap diangkat menjadi Perdana mentri 
adalah cetusan keinginan orang-orang Albania untuk merdeka dari Serbia.


* DEMONSTRASI DUKUNG SURIAH DI BEIRUT SERTA KEBERANGKATAN PIHAK ASING DARI ACEH 
DIKHAWATIRKAN MENUTUP KEMBALI PROPINSI ITU 

"Kita sekarang berdiri disini bersama-sama, karena Suriah, warga Suriah dan 
tentara Suriah yang selama bertahun-tahun telah mendukung kita," demikian 
teriakan Hassan Nasrallah yang disambut para demonstran, di Beirut kemarin. 
Setelah banyaknya demonstrasi anti Suriah di Libanon minggu lalu, kemarin lebih 
dari 100 ribu demonstran pendukung Suriah mendapat giliran. Demikian 
diberitakan de Volkskrant hari ini. 

Demonstrasi pro Suriah ini sama besarnya dengan demonstrasi anti Suriah. Para 
demonstran berdatangan menyambut panggilan pimpinan Hisbullah Hassan Nasrallah. 
Ini adalah demokrasi, mereka yang anti Suriah sudah mendapat giliran 
mengungkapkan perasaan mereka. Sekarang giliran kami. Demikian disampaikan 
salah seorang mahasiswa, seperti dikutib de Volkskrant.

Ini adalah pesan untuk dunia internasional dan rakyat Libanon. Tidak akan mudah 
untuk melucuti kami, kami berjumlah banyak. Apabila kalian ingin demokrasi, 
bicaralah dengan kami. Demikian pernyataan pakar politik Libanon Amal Said 
Ghorayeb menutup berita utama de Volkskrant hari ini. 

Dari Libanon kita beralih ke dalam negeri. Proses pemulihan Aceh baru saja 
dimulai, tindakan pemerintah membatasi sukarelawan sangat mengecilkan hati. 
Demikian diberitakan oleh koran South China Morning Post. Sampai tanggal 26 
Maret mendatang akan dilakukan pemeriksaan ulang untuk kembali membatasi jumlah 
sukarelawan asing.

Diberitakan, beberapa sukarelawan harus didaftar dan dikawal tentara dalam 
perjalanan, 8000 visa yang dikeluarkan akan berakhir 26 Maret dan tidak mungkin 
diperpanjang lagi. Kantor UNHCR, yaitu Badan PBB urusan pengungsi telah 
menerima surat bahwa mereka tidak diterima lagi di Aceh. 

Ketatnya peraturan pemulihan Aceh dapat menimbulkan banyaknya resiko korupsi, 
pelanggaran hak-hak asasi manusia, dan kuatnya kuasa militer di Aceh. Demikian 
tambah South China Morning Post. Selain itu kehadiran sukarelawan asing dapat 
membantu transparansi proses perdamaian GAM dan pemerintah Indonesia. Menutup 
daerah bencana dan keterlibatan sukarelawan dapat mengakibatkan meningkatnya 
kekerasan.

Mungkin Jakarta punya rencana sendiri dengan menutup Aceh dari dunia 
Internasional. Mungkin distribusi bantuan digunakan sebagai senjata tawar 
menawar dengan GAM. Seharusnya kebutuhan dan kesejahteraan rakyat Aceh menjadi 
prioritas, demikian South China Moning Post menutup beritanya. 

Sementara itu harian Inggris Financial Times menulis rencana pertemuan 
Indonesia-Malaysia minggu ini di Jakarta untuk membahas daerah pengeboran 
Minyak Ambalat. Ketegangan semakin meningkat. Diberitakan Jakarta mengirim 
kapal dan pesawat perang, dan demonstrasi anti Malaysia bermunculan

Masalah ini dimulai ketika perusahaan minyak Malaysia Petronas Bulan lalu 
memberi konsesi kepada perusahaan minyak Britania-Belanda Shell untuk melakukan 
pengeboran di Blok Ambalat. Namun Desember lalu Indonesia telah memberi konsesi 
kepada perusahaan Amerika Unocal untuk melakukan pengeboran di wilayah yang 
sama.

Kedua belah pihak setuju untuk menyelesaikan masalah ini di meja diplomasi. 
Apabila diplomasi tidak dapat menyelesaikan masalah, dikhawatirkan api 
kemarahan warga Indonesia akan semakin besar. Ketegangan antara dua negara saat 
ini telah mencapai tingkat tertinggi sejak konflik 1960, demikian disampaikan 
Merle Ricklefs, pengamat sejarah Indonesia, dalam Financial Times.


Dan demikian juga Tinjauan pers hari ini.


* BILA ADA MUSUH BERSAMA MAKA RAKYAT BERSATU

Malaysia dan Indonesia dua negara bertetangga dan dua negara anggota ASEAN 
bersitegang. Ketegangan perbatasan antar kedua negara sudah pernah terjadi 
sebelumnya. Apa sebenarnya latar belakang sikap kedua negara memainkan kartu 
perbatasan sekitar Ambalat. Radio Nederland mengajukan pertanyaan itu pada Tian 
Chua dari Parti Keadilan Rakyat di Malaysia: 

Tian Chua [TC]: Ini telah memperlihatkan kelemahan kedua pemerintah. Indonesia 
dan Malaysia sepatutnya, sebagai ASEAN mempunyai semangat perpaduan untuk 
menyelesaikan masalah ini secara mufakat. Tapi malangnya ini telah menunjukkan 
kedua negara ini telah gagal menyelesaikan masalah secara sendiri dan aman dan 
damai. 

Saya percaya konflik antara Indonesia dan Malaysia sebenarnya berpuncak dari 
nasib TKI di Malaysia, karena layanan yang buruk terhadap TKI oleh 
setengah-setengah majikan di Malaysia dan juga pemerintah Malaysia yang 
mengambil sikap keras terhadap TKI ilegal. Ini telah menyebabkan kemarahan 
masyarakat Indonesia secara umum. Ini adalah puncaknya. Kalau kita tidak 
membetulkan keadaan di Malaysia ini dalam menangani isyu TKI kemarahan orang 
Indonesia terhadap Malaysia akan makin meningkat. 

Disput dalam kawasan kelautan ini sebenarnya hanya manifestasi kemarahan rakyat 
Indonesia terhadap Malaysia.

RN: Jadi anda melihat kaitan antara perlakuan Malaysia terhadap TKI dengan 
ketegangan yang terjadi seputar Ambalat. Mungkin anda minoritas, karena di 
Indonesia orang menganggap Malaysia bersikap profokatif.

TC: Saya tidak pasti, karena keadaan ini sebenarnya rekaan yang zaman modern. 
Malaysia dan Indonesia sebelum zaman penjajahan tidak ada. Konflik perbatasan 
ini akan selalu berlaku, karena kedua negara erat dari segi budaya diantara 
kedua bangsa. Tapi sikap untuk menyelesaikan adalah perundingan. Ini adalah 
tradisi lama. Tapi tiba-tiba ini, seolah-olah sekarang ada break down. Saya 
percaya kedua pemerintah ingin melindungi kesejahteraan rakyat masing-masing. 
Dari segi Malaysia: pemerintah Malaysia  mengambil sikap yang angkuh terhadap 
tenaga kerja. Dan isyu ini , isyu perbatasan dialakan untuk mengalihkan 
pandangan rakyat Malaysia terhadap permusuhan dengan Indonesia. Dan pada 
masanya, saya juga percaya pemerintah Presiden SBY juga gagas mengambil suatu 
pendirian yang tegas untuk melindungi pekerja-pekerja Indonesia di Malaysia. 
Dalam perusuhan yang gagal ini itulah menggunakan isyu perbatasan sebagi suatu 
cara untuk menutup kegagalan pemerintah Indonesia. Jadi saya tidak memihak 
kepada mana-mana, dan saya khawatir isyu ini telah diperbesarkan menjadi 
permusuhan diantara dua pihak, yang menjadi mangsa adalah rakyat sendiri.

RN: Yang terbaik adalah pemerintah Malaysia dan pemerintah Indonesia jadi 
menyelesaikan melalui jalan diplomatik. Itu yang terbaik. Apalagi sebagai dua 
negara yang bertetangga dan dua negara anggota ASEAN. Tapi menurut anda 
bagaimana konflik antara Malaysia dan Indonesia  itu, tahun 1963 juga sudah 
terjadi ya? Seputar Sabah ya? Ketika itu belum ada ASEAN, menurut anda apakah 
kedua negara ini siap untuk menyelesaikan melalui jalan diplomatik?

TC: Saya harap kedua negara ini ada komitmen atau keikhlasan untuk 
menyelesaikan. Tapi nampaknya seolah-olah untuk kepentingan masing-masing, isyu 
ini telah dipolitikkan. Itu pada tahun 60-an kita tidak mempunyai ASEAN. 
Maksudnya kita tidak mempunyai mekanisma untuk bersama, untuk berdikusi, untuk 
menyelesaikan masalah. Tapi dengan wujudnya ASEAN, sepatutnya semua ini  boleh 
diselesaikan diatas meja diplomatik. Tapi nampaknya kedua-dua pemerintah tidak 
mempunyai keinginan untuk melakukan itu. Mengapa Malaysia dan Indonesia, 
pemerintah masing-masing mengambil sikap yang tegas, mengambil suatu pendirian 
yang provokatif, yang akhirnya menjadi mangsa adalah rakyat sendiri.


* KELOMPOK HAK-HAK AZASI MANUSIA TOLAK PEMBENTUKAN KKP

Intro: Bersama Presiden Timor Leste Xanana Gusmao, di Jakarta kemarin Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani pembentukan Komisi Kebenaran dan 
Persahabatan KKP. Komisi dua negara ini bertugas menyelesaikan masalah-masalah 
hak-hak azasi manusia yang tersisa setelah referendum kemerdekaan Timor Timur 
September 1999. Tetapi kalangan hak-hak azasi manusia Indonesia tidak setuju 
dengan komisi macam ini, komisi ini tidak melibatkan PBB. Dari awal PBB sudah 
terlibat dalam urusan Timor Timur. Berikut penjelasan Rafendi Djamin dari Human 
Rights Working Group di Jakarta:

Rafendi Djamin [RD]: Pertama-tama jelas kami komunitas hak asasi manusia di 
Indonesia menolak adanya upaya membilateralkan persoalan keadilan. Karena 
persoalan keadilan tidak bisa diselesaikan dengan politik bilateral antara dua 
negara. Ya. itu suatu hal yang prinsipiil. Kedua, keberadaan komisi ini sama 
sekali tidak melibatkan masyarakat korban di dalam proses pencarian kebenaran. 
Ini semata-mata inisiatif elemen negara, yaitu pemerintah.

Sebetulnya kedua belah pihak itu merendahkan institusi pengadilan mereka 
sendiri-sendiri. Itu upaya untuk menegakkan keadilan dan perlindungan terhadap 
hak-hak azasi manusia. Memang proses rekonsiliasi dalam konteks persahabatan 
itu boleh-boleh saja, tapi untuk menjawab persoalan keadilan, itu adalah sebuah 
hal yang sangat mendasar kesalahannya dan sebetulnyanya mengkhianati cita-cita 
keadilan sendiri, begitu.

Radio Nederland [RN]: Sebenarnya menurut anda siapa yang datang dengan gagasan 
ini, karena Indonesia kan sebenarnya berada pada posisi yang tidak terlalu 
diuntungkan oleh masalah Timor-timur ini.

RD: Itu yang sangat aneh. Sebetulnya yang aktif melakukan lobi terhadap ide 
komite persahabatan seperti ini, itu adalah Jose Ramos Horta. Mungkin dia 
mempunyai suatu ambisi pribadi begitu untuk, katakanlah, menemukan sebuah 
penyelesaian masalah keadilan di tingkat internasional.

Yang saya heran itu diikuti oleh diplomasi pimpinan Pak Hasan Wirayuda. 
Seharusnya ada suatu sikap yang tersendiri dong. Malah diintrodusir oleh 
Ramos-Horta dan kemudian pihak Indonesia sendiri sekarang ini mengambil posisi 
bahwa komisi pakar itu yang dibentuk oleh Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan itu 
ditolak oleh Indonesia, sementara Timor-timur sendiri tidak menolak. Jadi lucu 
gitu loh. Pemerintah Indonesia kelihatan sendiri motivasinya, adalah untuk 
mengagalkan kemudian menggunakan KKP ini sebagi suatu pembenaran. Bahwa komisi 
ekspert itu sangat tidak diperlukan, sementara posisinya berbeda dengan Timor 
Timur, yang menganggap komisi ekspert boleh aja jalan berdampingan begitu 
dengan komisi persahabatan ini. 

Dari sini saja udah memperlihatkan bahwa Indonesia ini berada dalam posisi yang 
agak aneh. Dan satu hal lagi yang sangat menarik adalah, diplomasi untuk 
menolak komisi pakar PBB sebagai sebuah bagian tanggung jawab internasional 
kita, itu ternyata tidak didukung oleh elemen-elemen di tingkat nasional. 
Misalnya saja apa yang dikatakan oleh pihak Mahkamah Agung, yaitu Bagir Manan, 
atau pun pihak kejaksaan. Bahkan yang terakhir adalah pernyataan beberapa hakim 
agung.

Buat mereka pekerjaan komisi pakar PBB ini adalah sebuah konsekuensi logis dari 
kepercayaan internasional yang telah diberikan kepada Indonesia, ternyata tidak 
berhasil menciptakan keadilan bagi persoalan Timor Timur. Harusnya komisi pakar 
PBB itu dilihat sebagai upaya memperbaiki mekanisme nasional. Dan harusnya 
berada dalam spirit seperti itu. Dan itu yang dianut spiritnya oleh Jaksa 
Agung, oleh Mahkamah Agung. Mereka bilang, oke-oke saja kok, boleh datang 
komisi pakar. Kita menyadari banyak kelemahan, kita mau belajar dalam proses 
itu, begitu.

RN: Dengan kata lain, Indonesia sebenarnya tidak bisa menghindari peran PBB 
dalam masalah yang dihadapinya dengan Timor Timur ini ya?

RD: Persis. Itu harusnya, pertama bersikap legowo ya. Kita udah diberi 
kepercayaan internasional. Karena problem politik di tingkat nasionalnya belum 
selesai, sehingga pengadialn yang kita bikin di tingkat nasional itu tidak 
berhasil menciptakan keadilan bagi para korban. Nah, sekarang ada langkah 
lanjut PBB melalui sekretaris jenderal, itu adalah sebuah langkah logis yang 
harus diterima oleh pihak Indonesia.

Ini tidak ada kaitannya sama persoalan kedaulatan negara. Karena ini sudah 
menyangkut pada komitmen kita sendiri. Sebagai sebuah negara yang siap untuk 
melakukan pengadilan di tingkat nasional, mekanisme nasional untuk menghindari 
tribunal interansional pada tahun 2000 ya. Saya kira begitu. Jadi agak aneh 
gitu ya. Penolakan itupun ternyata tidak didukung oleh elemen-elemen di tingkat 
nasional. Apalagi oleh kita, dari kalangan komunitas hak-hak azasi manusia.

Demikian Rafendi Djamin dari Human Rights Working Group di Jakarta


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke