---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 25 Maret 2005 12:50 UTC



** 80% KORBAN TSUNAMI ADALAH PEREMPUAN

** PEMILU PRESIDEN KIRGIZIA JUNI MENDATANG

** PAUS YOHANNES PAULUS PILIH ENAM KARDINAL UNTUK MISA PASKAH

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: KRISIS KABINET BELANDA MASIH TERUS BERLANJUT 
DAN RAKYAT KIRGIZIA SUDAH KEHILANGAN KESABARAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEMILU PARLEMEN ZIMBABWE PASTI DIMENANGKAN 
PARTAI PRESIDEN MUGABE

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KOMISI HAM PBB TURUT DESAK PENYELESAIAN KASUS 
MUNIR

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KETIDAKSEIMBANGAN JENDER AKIBAT TSUNAMI



* 80% KORBAN TSUNAMI ADALAH PEREMPUAN

Jumlah korban perempuan yang tewas akibat bencana gempa dan tsunami 26 Desember 
lalu, empat kali lebih banyak dibandingkan laki-laki. Demikian laporan 
penyelidikan LSM Amerika Oxfam. Atau dengan kata lain, 80% dari jumlah korban 
tewas adalah perempuan. Menurut penyelidkan sebagian besar kaum pria sedang 
bekerja di ladang atau jauh di lepas pantai ketika tsunami menyerang. Selain 
itu sebagian besar perempuan berusaha melindungi anak-anak mereka dan pada 
umunya tidak pintar berenang atau memanjat pohon. Dicemaskan perimbangan jender 
antara perempuan dan laki-laki di wilayah bencana terganggu dan dampaknya di 
bidang sosial dan ekonomi akan dirasakan selama bertahun-tahun mendatang.


* PEMILU PRESIDEN KIRGIZIA JUNI MENDATANG 

Bulan Juni mendatang akan dilangsungkan pemilu presiden baru di Kirgizia. 
Demikian presiden interim Kurmanbek Bakijev. Sewaktu sidang darurat parlemen 
Kamis kemarin, pemimpin oposisi itu diangkat sebagai presiden interim sekaligus 
pejabat perdana menteri. Bakijev memang menjabat sebagai perdana menteri hingga 
Mei 2002. Presiden interim ini menyatakan perubahan kekuasaan di negaranya 
tidak berdampak untuk pangkalan militer Amerika dan Rusia di Kirgizia. 
Pemerintahnya tetap akan menjalankan persetujuan internasional yang disepakati.

Kamis kemarin di Kirgizia sedikitnya tiga orang tewas akibat rangkaian 
kerusuhan. Menurut seorang juru bicara pihak oposisi, rakyat menjarah toko-toko 
dan menjadikan jalan-jalan di ibukota Bisjkek tidak aman. Kemungkinan jumlah 
korban yang tewas atau cedera lebih banyak lagi. Saat ini situasi di ibukota 
diberitakan relatif tenang. Kamis lalu ribuan demonstran mengambil alih istana 
presiden dan gedung stasiun televisi nasional. Presiden Askar Akajev 
diberitakan melarikan diri, kemungkinan ke negara tetangga Kazakstan.


* PAUS YOHANNES PAULUS PILIH ENAM KARDINAL UNTUK MISA PASKAH

Paus Yohannes Paulus II telah memilih enam orang kardinal yang harus memimpin 
misa Paskah di Roma. Menurut para pakar teologi Vatikan, Paus ingin mencegah 
agar orang tidak mendapat kesan bahwa ia sedang mencari pengganti dirinya. 
Keenam kardinal ini juga dianggap sebagai calon pengganti pemimpin gereja 
Katholik dunia itu. Secara resmi Vatikan tidak memberikan pernyataan mengenai 
kondisi kesehatan Paus, tetapi belakangan santer berita bahwa kondisinya 
semakin gawat. Pekan ini Paus Yoahnnes Paulus muncul dua kali di depan jendela 
di Vatikan. Sejak keluar dari rumah sakit dua minggu lalu, ia tidak lagi 
berpidato di muka umum.


* BASHAR ASSAD TERLIBAT PEMBUNUHAN RAFIK HARIRI

Tim penyelidik Perserikatan bangsa-Bangsa menuduh Presiden Suriah Bashar 
al-Assad terlibat pembunuhan mantan perdana menteri Libanon Rafik Hariri. 
Menurut para penyelidik, tahun lalu ketika Hariri masih menjabat sebagai 
perdana menteri, ia pernah diancam pribadi oleh Assad apabila tetap menentang 
kehadiran Suriah di Libanon. Karena itu PBB diminta melakukan penyelidikan 
menyeluruh di taraf internasional. Mantan perdana menteri Libanon ini tewas 
akibat ledakan bom di ibukota Beirut 14 Februari lalu. Menurut para pejabat PBB 
tim penyelidik Libanon melakukan sejumlah kesalahan besar sewaktu menjalankan 
tugas mereka. Setelah kematian Hariri pecah demo anti-Suriah di Libanon. 
Rangkaian demonstrasi ini menyebabkan jatuhnya pemerintah Libanon yang 
pro-Suriah pimpinan Perdana Menteri Omar Karami. Selanjutnya Damaskus 
memutuskan untuk menarik mundur pasukan Suriah dari Libanon.


* PBB KIRIM PASUKAN PERDAMAIAN KE SUDAN SELATAN

Dewan Keamanan PBB akhirnya memutuskan untuk mengirim 10 ribu pasukan 
perdamaian ke Sudan Selatan. Pasukan perdamaian bertugas mengawasi pelaksanaan 
persetujuan perdamaian yang ditandatangai awal 2005. Persetujuan antara 
pemerintah Khartum dengan pihak pemberontak di Sudan Selatan mengakhiri perang 
saudara yang telah berlangsung selama 21 tahun. Dua juta orang tewas menjadi 
korban, sementara empat juta warga Sudan lainnya terpaksa melarikan diri. Dewan 
Keamanan belum mengambil keputusan apakah akan mengirim pasukan perdamaian ke 
Darfur. Minggu lalu komisi PBB yang terdiri atas 15 orang pakar mendesak PBB 
untuk campur tangan di Darfur. Menurut tim PBB ini setiap bulannya seribu orang 
tewas di Darfur.


* AS TETAP LANJUTKAN KASUS BOBBY FISCHER

Pemerintah Amerika Serikat tetap akan melanjutkan kasus hukum terhadap Bobby 
Fischer, walaupun mantan juara dunia catur ini sudah menjadi warga Islandia dan 
tinggal di negara tersebut. Departemen Luar Negeri Amerika menyatakan kecewa 
ketika Fischer akhirnya batal di ekstradisi setelah menerima kewarganegaraan 
Islandia. Washington ingin mengadili jago catur yang berusia 62 tahun ini 
karena melanggar embargo ekonomi terhadap Yugoslavia di awal tahun 1990-an, 
ketika bertanding catur melawan jago Rusia Boris Spassky. Keduanya pernah 
berhadapan dalam kejuaraan dunia tahun 1972 di Islandia.  Tokoh eksentrik ini 
ditangkap di Jepang bulan Juli lalu, dan kelihatannya ekstradisi ke Amerika 
tinggal faktor waktu saja. Tetapi Fischer menentangnya, dan Jepang membebaskan 
jago catur itu setelah beberapa hari sebelumnya Fischer menerima paspor 
Islandia.


* 113 MENINGGAL DUNIA AKIBAT VIRUS MARBURG

Di Angola jumlah korban yang meninggal dunia akibat wabah virus Marburg 
meningkat hingga 113 orang. Demikian dilaporkan para pejabat kesehatan di 
negara tersebut. Mayoritas para korban tinggal di Propinsi Uwige di Utara. 
Virus Marburg dapat disamakan dengan virus Ebola. Virus ini pertama kali 
dijumpai di berbagai laboratoium di Eropa tahun 1967 antara lain di kota 
Marburg di Jerman. Sejumlah pakar kesehatan sakit akibat tertular virus yang 
dibawa sejumlah kera dari Uganda. Saat ini virus Marburg hanya dijumpai di 
Afrika.


* 11 ORANG TEWAS DI IRAK

Sediktinya 11 orang tewas akibat serangan terhadap sebuah pos polisi di Irak. 
14 orang lainya diberitakan cedera. Seorang pria meledakkan diri sendiri di 
dalam mobilnya di kota Ramadi, 100 kilometer di Barat ibukota Baghdad. Ramadi 
dikenal sebagai pusat pemberontakan melawan Amerika. Bulan lalu pasukan Amerika 
menempatkn pos-pos penjagaan di tiap jalan keluar ke kota tersebut.


* 30 MENINGGAL AKIBAT KECELAKAAN KAPAL DI PAKISTAN

Di Pakistan kemungkinan 30 orang meninggal dunia ketika kapal yang mereka 
tumpangi tenggelam. Kapal itu tenggelam setelah menabrak sebuah jembatan di 
Sunagi Indus, pakistan Tengah. Dari 45 orang awak serta penumpang kapal, hanya 
14 yang berhasil menyelamatkan diri. Regu penyelamat sekarang masih mencari 
korban yang hilang. Operasi ini dipersulit cuaca buruk dan arus sungai yang 
sangat deras.


* BERITA BURSA

Jumat agung ini sektor bursa dan perbankan di Eropa libur. Hari kerja terakhir 
bursa efek di Amsterdam menjelang Paskah ditutup dengan nilai positif. Indeks 
AEX ditutup 0,7% lebih tinggi pada 372.

Nilai tukar euro terhadap dolar Amerika tercatat: $1, 2966.

Sementara pasar bursa jepang lebih positif lagi, akibat nilai dolar Amerika 
yang kuat sehingga berdampak positif untuk ekspor Jepang. Indeks Nikkei ditutup 
0,13 lebih tinggi pada 11.761.

Sementara di New York, indeks Dow Jones ditutup 0,1% lebih rendah pada 10.442. 
Indeks nasdaq justru lebih tinggi pada 1991. Jumlah pengangguran di Amerika 
bertambah dan tidak banyak order masuk untuk barang-barang mewah. Hal itu 
memperkecil pertumbuhan inflasi dan suku bunga.


* TOPIK ULASAN PERS: KRISIS KABINET BELANDA MASIH TERUS BERLANJUT DAN RAKYAT 
KIRGIZIA SUDAH KEHILANGAN KESABARAN 


Jumat ini halaman depan koran-koran Belanda masih dihiasi dengan krisis kabinet 
yang terus berlanjut. Kamis malam kemarin ketiga partai koalisi pemerintah 
berunding untuk menyelamatkan kabinet II pimpinan Perdana Menteri Jan Peter 
Balkenende. Rabu lalu Menteri Pembaruan kepemerintahan Thom de Graaf dari 
partai koalisi terkecil, Demokrat 66, mengundurkan diri setelah RUU yang 
diajukannya mengenai walikota terpilih ditolak para senator majelis tinggi 
Belanda. Dua menteri D66 lainnya mengancam akan mengundurkan diri apabila 
kabinet tidak memberikan kompensasi yang seimbang atas kekalahan telak D66 ini.

Tarik ulur antara ketiga partai koalisi ini yang menjadi masalah sekarang. 
Partai kristen-demokrat CDA dan partai liberal VVD yang juga duduk dalam 
koalisi kelihatannya tidak mau berkonsesi terlalu banyak untuk menyelamatkan 
kabinet. Harian Trouw memberitakan D66 harus menyelenggarakan kongres khusus 
untuk menentukan apakah mereka masih mau duduk dalam pemerintahan. Para anggota 
partai harus menentukan tema-tema baru yang menjadi persyaratan untuk ikut 
duduk dalam kabinet. Saat ini mayoritas anggota D66 tidak menganggap reformasi 
kepemerintahan di Belanda sebagai tema penting. Mereka lebih mengutamakan 
sektor pendidikan, lingkungan dan inovasi teknologi.  Demikian Trouw.

Menurut analisa koran NRC handelsbald, apabila kabinet Belanda jatuh, maka 
Partai CDA dan VVD tidak yakin akan menang apabila dilangsungkan pemilu antara. 
Saat ini nasib kabinet Belanda berada di tangan ketiga pimpinan fraksi. 
Pengunduran diri Menteri De Graaf juga disebabkan sikap ketua fraksi D66 yang 
tidak lagi mementingkan RUU pemilu atau reformasi pemerintahan sebagai syarat 
utama keikutsertaan dalam kabinet.  Menurut NRC Handelsblad, D66 menggunakan 
kesempatan ini untuk menyesuaikan persetujuan tersebut. Apabila D66 sepakat 
mengajukan tokoh lain sebagai pengganti De Graaf, maka RUU pemilu dan reformasi 
kepemerintahan bukan lagi agenda terpenting D66.

Dari belanda kita Kirgizia. Halaman depan harian de Volkskrant dihiasi foto 
sejumlah tokoh oposisi yang mengambil-alih kantor Preiden Askar Akajev yang 
digulingkan. Satu lagi negara bekas Uni Sovyet menjadi korban revolusi massa. 
Bedanya dengan Georgia dan Ukraina, Kirgizia tidak punya satu tokoh karismatis 
yang menyatukan seluruh rakyat. Selain itu mereka tidak berniat mengubah haluan 
ke Barat. Suasana di ibukota Bisjkek dapat dikatakan agresif. Seorang warga 
asing yang menjadi saksi mata di Bisjkek menyatakan pihak oposisi Kirgizia 
terbagi dalam beberapa kubu, karena itu revolusi ini lebih seperti rangkaian 
kerusuhan. Tiap kota dan desa punya pemimpin tersendiri, dan tidak ada satu pun 
dari mereka yang mengajukan rencana alternatif pemerintah baru.

De Volkskrant melanjutkan di awal tahun 90-an Askar Akajev adalah presiden yang 
dicintai rakyat Kirgizia. Akajev dianggap Barat sebagai presiden yang cukup 
moderat. Bahkan IMF bersedia memberikan pinjaman milyaran dolar. Akajev 
menjadikan negaranya pasar terbuka dan surga ekonomi di Asia Tengah, dengan 
julukan Swis Asia. Baru di pertengahan tahun 90-an ia berubah arah dengan 
membatasi kekuasaan parlemen. Askajev berubah menjadi presiden yang otoriter 
yang menekan pihak oposisi. Sewaktu pemilu tahun 1995 dan 2000 terjadi 
penggelapan suara besar-besaran, demi kepentingan bisnis keluarga Akajev. 
Situasi ekonomi memburuk, lebih dari separoh rakyatnya hidup di bawah garis 
kemiskinan. Rasa ketidakpuasan semakin berkembang di Kirgizia Selatan yang 
merasa terbelakang dari segi ekonomi maupun politik. Setelah pemilu terakhir, 
banyak warga yang kehilangan kesabarannya dan memberontak. Demikian de 
Volkskrant.

Dan sekian ulasan pers.


* PEMILU PARLEMEN ZIMBABWE PASTI DIMENANGKAN PARTAI PRESIDEN MUGABE


Para kritikus di Zimbabwe mengatakan, pemilihan umum parlemen tanggal 31 Maret 
mendatang tidak akan berjalan dengan jujur dan adil. Presiden Robert Mugabe 
sudah diperkirakan akan tetap berkuasa, walaupun negara itu sedang dilanda 
krisis ekonomi dan bahan pangan. Yang menjadi pertanyaan mengapa partai oposisi 
MDC tidak bisa menggalang cukup kekuatan untuk mengalahkan partai pemerintah 
ZANU-PF. Will Simbanga seorang wartawan Zimbabwe mengatakan, untuk sementara 
Presiden Mugabe sudah mengambil langkah mengamankan posisinya dalam pemilu 
nanti:

Langkah pertama yang dilkakukan oleh presiden Robert Mugabe adalah menghapus 
hak pilih warga Zimbabwe yang tinggal di luar negeri. Padahal ada sekitar 3 
juta pemilih di luar negeri yang berpotensi memilih oposisi. Kebanyakan mereka 
lari ke luar negeri karena kesalahan manajemen, korupsi dan gangguan dalam 
negeri di ZImbabwe. Kedua, ada sekitar 800 ribu pemilih hantu ghost vote 
dikoordinir untuk memilih Zanu PF. Jadi sebelum perhitungan suara dimulai 
partainya Mugabe sudah mengantongi 800 ribu suara. Langkah ketiga, proses 
pemilihan itu diatur oleh militer yang saat ini sudah dipolitisasi. Mereka kini 
merupakan pendukung Zanu PF.  Menurut informasi yang dipercaya jika orang 
memilih maka dicatat nomer seri kertas suara, dan harus membuktikan bahwa 
mereka memilih Zanu PF. 

Cara lain yang dipakai Mugabe adalah membiarkan pendukung partai oposisi MDC 
kelaparan. Seperti diketahui Mugabe menolak semua bantuan internasional pangan 
untuk Zimbabwe. Ia menyatakan negaranya tidak membutuhkan bantuan tersebut. 
Namun hal itu hanyalah alat bagi Mugabe untuk membiarkan oposisi kelaparan. 
Selanjutnya partai Zanu PF diberi monopoli menjual bahan pangan. Hal itu 
dilakukan Mugabe menjelang Pemilu kali ini. Sementara media juga dikendalikan 
oleh pemerintah Robert Mugabe. Media tidak menyampaikan berita berimbang 
tentang jalannya pemilu. TV dan Radio yang dikuasai pemerintah tidak mau 
menerima iklan kampanye partai oposisi. Demikian juga dengan koran-koran yang 
tidak mau memuat artikel kampanye partai-partai oposisi.


* KOMISI HAM PBB TURUT DESAK PENYELESAIAN KASUS MUNIR

Kamis kemarin, Ketua Komisi Tinggi HAM PBB Makarim Wibisono menyatakan 
mendukung penyelesaian kasus Munir. Langkah ini disambut hangat Koalisi LSM 
Indonesia untuk Advokasi HAM Internasional. Sementara,  Suciwati, janda 
mendiang Munir, telah memberikan kesaksian di depan sidang Komisi HAM PBB. Kami 
tanyakan kepada Rafendi Djamin, koordinator Human Rights Working Group seperti 
apa testimoninya ini?

Rafendi Djamin [RD]: Ia dengan tegas mengatakan bahwa hal seperti ini 
menunjukkan bahwa, dalam suatu masyarakat seperti Indonesia, yang seolah-olah 
sudah menegakkan praktek demokrasi dalam bentuk keberhasilan pemilu tiga kali 
dalam setahun kemarin itu, tidak berarti bahwa persoalan-persoalan perlindungan 
hak asasi manusia sudah selesai. Persoalan ini yang justru akan mengancam 
demokrasi itu sendiri. 

Dan dia tentu kemudian mendesak kepada semua anggota Komisi HAM PBB, dan juga 
kantor Komisi Tinggi HAM sendiri untuk melakukan monitoring dan tekanan politik 
ke pemerintah Indonesia agar supaya kasus ini bisa betul-betul dituntaskan.

Radio Nederland [RN]: Ketua Komisi Tinggi HAM PBB, Makarim Wibisono mendukung 
penyelesaian kasus Munir. Dukungan seperti apa yang ia janjikan?

RD: Dia mengatakan, yang bisa saya lakukan adalah, saya sebagai Makarim 
Wibisono menghendaki dan mendukung secara moral, agar kasus ini bisa 
betul-betul dituntaskan oleh pihak-pihak penegak hukum di Indonesia. Karena itu 
berarti akan mendukung posisinya dia yang pada saat ini memegang, sebagai Ketua 
Komisi HAM. 

Ketua Komisi HAM, dia katakan sendiri, memang tidak bisa memanggil suatu sikap 
tertentu pada negara tertentu saja. Karena dia mendapatkan mandat dari 53 
negara. Dia hanya bisa memberikan suatu pernyataan misalnya, yang sifatnya 
tematis, dalam arti konteks pembunuhan aktivis ham Munir itu, itu masuk di 
dalam agenda yang selama ini selalu dibicarakan di Komisi HAM PBB, yaitu 
persoalan perlindungan terhadap kewajiban negara untuk melindungi aktivitas 
para pembela-pembela ham.

Nah, dalam konteks itu dia memang bisa melakukan, tergantung pada pertama, 
laporan dari pelapor-pelapor khusus PBB, perlindungan terhadap pembela ham dan 
juga tergantung kepada pembahasan di dalam sidang tersebut. 

RN: Apa yang diharapkan dari Komisi Tinggi HAM PBB? 

RD: Yang kita harapkan tentu saja, bahwa dengan langkah ini, ada inisiatif yang 
dilakukan oleh pemerintah, oleh negara Indonesia, untuk misalnya mengundang 
suatu mekanisme yang berkaitan dengan proteksi pembela ham. Itu yang disebut 
sebagai perwakilan khusus PBB tentang masalah perlindungan pembela ham. 

Dengan mengundang pakar ataupun eksper mengenai  perlindungan ham ini ke 
Indonesia, dia akan melakukan semacam dialog dengan berbagai macam 
instansi-instansi yang berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia, mulai 
dari polisi, kejaksaan, tentara, kehakiman, bahkan kemudian sampai ke parlemen 
untuk bagaimana supaya bisa memperbaiki atau membangun suatu mekanisme nasional 
yang berkaitan dengan kewajiban negara untuk melindungi para aktivis ham.

RN: Dalam penyelidikan kasus Munir ini, apakah Anda melihat keseriusan 
pemerintah untuk mengungkapkannya?

RD: Nah itulah yang sebetulnya menjadi tantangan yang telah kita lakukan selama 
ini, yang telah kita perjuangkan selama ini. Kita tahu bahwa pembunuhan itu 
terjadi hampir tujuh bulan yang lalu, pada bulan September. Dan prosesnya 
memang begitu lama. Dan ini suatu petunjuk bahwa keseriusan itu memang harus 
semacam ditekan. Harus ada suatu mekanisme politik yang kemudian memaksa untuk 
elemen-elemen dari penegakan ham ini bisa bekerja serius. 

Persoalannya keseriusan itu kan terhambatannya selalu pada persoalan politik. 
Sehingga kalau misalnya tidak ada upaya dari masyarakat sipil, yaitu komunitas 
ham di Indonesia, untuk mendesak Presiden, membentuk apa yang disebut sebagai 
tim pencari fakta, yang pada akhirnya kemudian Presiden menyetujui lembaga itu 
didirikan. Nah lembaga itu kan sebetulnya adalah sebuah lembaga 
ekstrajudisiallah. Yang sifatnya dibentuk, dia menggunakan mandat Presiden, 
mendorong dan mendukung pekerjaan-pekerjaan polisi di dalam rangka menuntaskan 
kasus ini. 

Yang kita tahu masih banyak elemen-elemen lama yang berkuasa dalam sistem 
politik di Indonesia. Jadi keseriusan itu selalu harus dilakukan dalam bentuk 
tekanan politik. Baik nasional maupun internasional.    

Demikian Rafendi Djamin kepada Radio Nederland.



* KETIDAKSEIMBANGAN JENDER AKIBAT TSUNAMI 

Menurut laporan LSM Internasional Oxfam, perempuan yang meninggal akibat 
tsunami jauh lebih besar dibandingkan pria. Bahkan di sejumlah desa di Aceh, 
jumlah korban meninggal, 80 persen adalah perempuan. Ini berdampak terhadap 
keseimbangan jender di sana. Tidak hanya itu saja, aktivis perempuan dari 
Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan, Samsidar, menambahkan bahwa perempuan 
adalah kelompok yang paling menderita akibat bencana itu. Oleh karena itu,  
kenyataan ini perlu diperhitungkan dalam rencana pemulihan kembali Aceh.  

Samsidar: Sudah seharusnya memang dari awal, itu dijadikan starting point untuk 
apapun  kebijakan recovery dan rekonstruksi di Aceh, di mana bahwa perempuan 
yang paling banyak menjadi korban. Itu satu. Satu lagi sebenarnya yang menjadi 
persoalan adalah orang yang tinggal, dia yang rumahnya hilang atau kehilangan 
anggota tubuh atau perekonomiannya, yaitu perempuan. Itu yang menjadi persoalan 
yang sangat mendasar. 

Kebijakan apapun yang harusnya dibuat untuk rehabilitasi, recovery dan 
rekonstruksi Aceh, itu adalah sebuah dasar seperti apa Aceh ini ke depannya. 
Kalau saya lihat, suara-suara perempuan yang dalam artian sebuah kebutuhan 
perempuan tentang perempuan, tidak cukup banyak ruang yang diberikan kepada 
perempuan ataupun persoalan-persoalan yang dirasakan oleh perempuan itu. Itu 
yang menjadi masalah.

Radio Nederland: Anda melihat dalam masalah perencanaan pemulihan kembali Aceh 
ini, perempuan dan suara perempuan belum diperhitungkan?

Samsidar: Saya tidak mengatakan belum, tapi itu kurang sekali. Orang 
beranggapan bahwa kelompok perempuan itu tidaklah penting. Kalau saya lihat, 
itu hanya sekedar supaya jangan dikomplain bahwa tidak ada suara perempuan di 
sana.

RN: Tampaknya pendapat bahwa suara perempuan kan sudah terwakili oleh suara 
pria, itu masih kuat?

Samsidar: Ketika saya ke desa atau di dalam seminar, orang selalu mengatakan 
kenapa harus mempersoalkan perempuan di tsunami ini. Kan korbannya bukan hanya 
perempuan. Ini bukan soal laki-laki dan perempuan? Jadi melihatanya itu masih 
seperti itu.

RN: Kembali ke situasi terkini dari para pengungsi perempuan. Sudah adakah 
perbaikan-perbaikan?

Samsidar: Sudah ada perbaikan-perbaikan tetapi juga ada sebuah kondisi yang 
tetap tidak bisa disembunyikan dan itu harus mendapat perhatian. Yaitu soal 
perlindungan perempuan dari kekerasan. Itu yang khususnya di barak-barak. 
Misalnya pelecehan seksual atau pembatasan informasi, dan sebagianya. Ada 
pernikahan-pernikahan yang kolusi. Saya bilang kolusi kenapa,  karena ada 
laki-laki yang mendatangi tempat perempuan dan itu sebagai suatu jebakan biar 
dia dikawinin padahal perempuannya tidak ada apa-apa. 

Nah, hal-hal yang berhubungan dengan kekerasan terhadap perempuan ini masih 
disembunyikan. Padahal muncul terus persoalan-persoalan itu. Bagaimana 
perlindungan, keamanan terhadap perempuan supaya perempuan  bebas dari 
kekerasan apapun baik yang berasal dari komunitasnya maupun dari pihak yang 
lain. Itu saya rasa menjadi satu hal penting yang belum diperhatikan sampai 
hari ini. 

Demikian Samsidar, aktivis dari Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK).


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke