--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 25 Maret 2005 12:50 UTC ** 80% KORBAN TSUNAMI ADALAH PEREMPUAN ** PEMILU PRESIDEN KIRGIZIA JUNI MENDATANG ** PAUS YOHANNES PAULUS PILIH ENAM KARDINAL UNTUK MISA PASKAH ** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: KRISIS KABINET BELANDA MASIH TERUS BERLANJUT DAN RAKYAT KIRGIZIA SUDAH KEHILANGAN KESABARAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEMILU PARLEMEN ZIMBABWE PASTI DIMENANGKAN PARTAI PRESIDEN MUGABE ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KOMISI HAM PBB TURUT DESAK PENYELESAIAN KASUS MUNIR ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KETIDAKSEIMBANGAN JENDER AKIBAT TSUNAMI * 80% KORBAN TSUNAMI ADALAH PEREMPUAN Jumlah korban perempuan yang tewas akibat bencana gempa dan tsunami 26 Desember lalu, empat kali lebih banyak dibandingkan laki-laki. Demikian laporan penyelidikan LSM Amerika Oxfam. Atau dengan kata lain, 80% dari jumlah korban tewas adalah perempuan. Menurut penyelidkan sebagian besar kaum pria sedang bekerja di ladang atau jauh di lepas pantai ketika tsunami menyerang. Selain itu sebagian besar perempuan berusaha melindungi anak-anak mereka dan pada umunya tidak pintar berenang atau memanjat pohon. Dicemaskan perimbangan jender antara perempuan dan laki-laki di wilayah bencana terganggu dan dampaknya di bidang sosial dan ekonomi akan dirasakan selama bertahun-tahun mendatang. * PEMILU PRESIDEN KIRGIZIA JUNI MENDATANG Bulan Juni mendatang akan dilangsungkan pemilu presiden baru di Kirgizia. Demikian presiden interim Kurmanbek Bakijev. Sewaktu sidang darurat parlemen Kamis kemarin, pemimpin oposisi itu diangkat sebagai presiden interim sekaligus pejabat perdana menteri. Bakijev memang menjabat sebagai perdana menteri hingga Mei 2002. Presiden interim ini menyatakan perubahan kekuasaan di negaranya tidak berdampak untuk pangkalan militer Amerika dan Rusia di Kirgizia. Pemerintahnya tetap akan menjalankan persetujuan internasional yang disepakati. Kamis kemarin di Kirgizia sedikitnya tiga orang tewas akibat rangkaian kerusuhan. Menurut seorang juru bicara pihak oposisi, rakyat menjarah toko-toko dan menjadikan jalan-jalan di ibukota Bisjkek tidak aman. Kemungkinan jumlah korban yang tewas atau cedera lebih banyak lagi. Saat ini situasi di ibukota diberitakan relatif tenang. Kamis lalu ribuan demonstran mengambil alih istana presiden dan gedung stasiun televisi nasional. Presiden Askar Akajev diberitakan melarikan diri, kemungkinan ke negara tetangga Kazakstan. * PAUS YOHANNES PAULUS PILIH ENAM KARDINAL UNTUK MISA PASKAH Paus Yohannes Paulus II telah memilih enam orang kardinal yang harus memimpin misa Paskah di Roma. Menurut para pakar teologi Vatikan, Paus ingin mencegah agar orang tidak mendapat kesan bahwa ia sedang mencari pengganti dirinya. Keenam kardinal ini juga dianggap sebagai calon pengganti pemimpin gereja Katholik dunia itu. Secara resmi Vatikan tidak memberikan pernyataan mengenai kondisi kesehatan Paus, tetapi belakangan santer berita bahwa kondisinya semakin gawat. Pekan ini Paus Yoahnnes Paulus muncul dua kali di depan jendela di Vatikan. Sejak keluar dari rumah sakit dua minggu lalu, ia tidak lagi berpidato di muka umum. * BASHAR ASSAD TERLIBAT PEMBUNUHAN RAFIK HARIRI Tim penyelidik Perserikatan bangsa-Bangsa menuduh Presiden Suriah Bashar al-Assad terlibat pembunuhan mantan perdana menteri Libanon Rafik Hariri. Menurut para penyelidik, tahun lalu ketika Hariri masih menjabat sebagai perdana menteri, ia pernah diancam pribadi oleh Assad apabila tetap menentang kehadiran Suriah di Libanon. Karena itu PBB diminta melakukan penyelidikan menyeluruh di taraf internasional. Mantan perdana menteri Libanon ini tewas akibat ledakan bom di ibukota Beirut 14 Februari lalu. Menurut para pejabat PBB tim penyelidik Libanon melakukan sejumlah kesalahan besar sewaktu menjalankan tugas mereka. Setelah kematian Hariri pecah demo anti-Suriah di Libanon. Rangkaian demonstrasi ini menyebabkan jatuhnya pemerintah Libanon yang pro-Suriah pimpinan Perdana Menteri Omar Karami. Selanjutnya Damaskus memutuskan untuk menarik mundur pasukan Suriah dari Libanon. * PBB KIRIM PASUKAN PERDAMAIAN KE SUDAN SELATAN Dewan Keamanan PBB akhirnya memutuskan untuk mengirim 10 ribu pasukan perdamaian ke Sudan Selatan. Pasukan perdamaian bertugas mengawasi pelaksanaan persetujuan perdamaian yang ditandatangai awal 2005. Persetujuan antara pemerintah Khartum dengan pihak pemberontak di Sudan Selatan mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung selama 21 tahun. Dua juta orang tewas menjadi korban, sementara empat juta warga Sudan lainnya terpaksa melarikan diri. Dewan Keamanan belum mengambil keputusan apakah akan mengirim pasukan perdamaian ke Darfur. Minggu lalu komisi PBB yang terdiri atas 15 orang pakar mendesak PBB untuk campur tangan di Darfur. Menurut tim PBB ini setiap bulannya seribu orang tewas di Darfur. * AS TETAP LANJUTKAN KASUS BOBBY FISCHER Pemerintah Amerika Serikat tetap akan melanjutkan kasus hukum terhadap Bobby Fischer, walaupun mantan juara dunia catur ini sudah menjadi warga Islandia dan tinggal di negara tersebut. Departemen Luar Negeri Amerika menyatakan kecewa ketika Fischer akhirnya batal di ekstradisi setelah menerima kewarganegaraan Islandia. Washington ingin mengadili jago catur yang berusia 62 tahun ini karena melanggar embargo ekonomi terhadap Yugoslavia di awal tahun 1990-an, ketika bertanding catur melawan jago Rusia Boris Spassky. Keduanya pernah berhadapan dalam kejuaraan dunia tahun 1972 di Islandia. Tokoh eksentrik ini ditangkap di Jepang bulan Juli lalu, dan kelihatannya ekstradisi ke Amerika tinggal faktor waktu saja. Tetapi Fischer menentangnya, dan Jepang membebaskan jago catur itu setelah beberapa hari sebelumnya Fischer menerima paspor Islandia. * 113 MENINGGAL DUNIA AKIBAT VIRUS MARBURG Di Angola jumlah korban yang meninggal dunia akibat wabah virus Marburg meningkat hingga 113 orang. Demikian dilaporkan para pejabat kesehatan di negara tersebut. Mayoritas para korban tinggal di Propinsi Uwige di Utara. Virus Marburg dapat disamakan dengan virus Ebola. Virus ini pertama kali dijumpai di berbagai laboratoium di Eropa tahun 1967 antara lain di kota Marburg di Jerman. Sejumlah pakar kesehatan sakit akibat tertular virus yang dibawa sejumlah kera dari Uganda. Saat ini virus Marburg hanya dijumpai di Afrika. * 11 ORANG TEWAS DI IRAK Sediktinya 11 orang tewas akibat serangan terhadap sebuah pos polisi di Irak. 14 orang lainya diberitakan cedera. Seorang pria meledakkan diri sendiri di dalam mobilnya di kota Ramadi, 100 kilometer di Barat ibukota Baghdad. Ramadi dikenal sebagai pusat pemberontakan melawan Amerika. Bulan lalu pasukan Amerika menempatkn pos-pos penjagaan di tiap jalan keluar ke kota tersebut. * 30 MENINGGAL AKIBAT KECELAKAAN KAPAL DI PAKISTAN Di Pakistan kemungkinan 30 orang meninggal dunia ketika kapal yang mereka tumpangi tenggelam. Kapal itu tenggelam setelah menabrak sebuah jembatan di Sunagi Indus, pakistan Tengah. Dari 45 orang awak serta penumpang kapal, hanya 14 yang berhasil menyelamatkan diri. Regu penyelamat sekarang masih mencari korban yang hilang. Operasi ini dipersulit cuaca buruk dan arus sungai yang sangat deras. * BERITA BURSA Jumat agung ini sektor bursa dan perbankan di Eropa libur. Hari kerja terakhir bursa efek di Amsterdam menjelang Paskah ditutup dengan nilai positif. Indeks AEX ditutup 0,7% lebih tinggi pada 372. Nilai tukar euro terhadap dolar Amerika tercatat: $1, 2966. Sementara pasar bursa jepang lebih positif lagi, akibat nilai dolar Amerika yang kuat sehingga berdampak positif untuk ekspor Jepang. Indeks Nikkei ditutup 0,13 lebih tinggi pada 11.761. Sementara di New York, indeks Dow Jones ditutup 0,1% lebih rendah pada 10.442. Indeks nasdaq justru lebih tinggi pada 1991. Jumlah pengangguran di Amerika bertambah dan tidak banyak order masuk untuk barang-barang mewah. Hal itu memperkecil pertumbuhan inflasi dan suku bunga. * TOPIK ULASAN PERS: KRISIS KABINET BELANDA MASIH TERUS BERLANJUT DAN RAKYAT KIRGIZIA SUDAH KEHILANGAN KESABARAN Jumat ini halaman depan koran-koran Belanda masih dihiasi dengan krisis kabinet yang terus berlanjut. Kamis malam kemarin ketiga partai koalisi pemerintah berunding untuk menyelamatkan kabinet II pimpinan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende. Rabu lalu Menteri Pembaruan kepemerintahan Thom de Graaf dari partai koalisi terkecil, Demokrat 66, mengundurkan diri setelah RUU yang diajukannya mengenai walikota terpilih ditolak para senator majelis tinggi Belanda. Dua menteri D66 lainnya mengancam akan mengundurkan diri apabila kabinet tidak memberikan kompensasi yang seimbang atas kekalahan telak D66 ini. Tarik ulur antara ketiga partai koalisi ini yang menjadi masalah sekarang. Partai kristen-demokrat CDA dan partai liberal VVD yang juga duduk dalam koalisi kelihatannya tidak mau berkonsesi terlalu banyak untuk menyelamatkan kabinet. Harian Trouw memberitakan D66 harus menyelenggarakan kongres khusus untuk menentukan apakah mereka masih mau duduk dalam pemerintahan. Para anggota partai harus menentukan tema-tema baru yang menjadi persyaratan untuk ikut duduk dalam kabinet. Saat ini mayoritas anggota D66 tidak menganggap reformasi kepemerintahan di Belanda sebagai tema penting. Mereka lebih mengutamakan sektor pendidikan, lingkungan dan inovasi teknologi. Demikian Trouw. Menurut analisa koran NRC handelsbald, apabila kabinet Belanda jatuh, maka Partai CDA dan VVD tidak yakin akan menang apabila dilangsungkan pemilu antara. Saat ini nasib kabinet Belanda berada di tangan ketiga pimpinan fraksi. Pengunduran diri Menteri De Graaf juga disebabkan sikap ketua fraksi D66 yang tidak lagi mementingkan RUU pemilu atau reformasi pemerintahan sebagai syarat utama keikutsertaan dalam kabinet. Menurut NRC Handelsblad, D66 menggunakan kesempatan ini untuk menyesuaikan persetujuan tersebut. Apabila D66 sepakat mengajukan tokoh lain sebagai pengganti De Graaf, maka RUU pemilu dan reformasi kepemerintahan bukan lagi agenda terpenting D66. Dari belanda kita Kirgizia. Halaman depan harian de Volkskrant dihiasi foto sejumlah tokoh oposisi yang mengambil-alih kantor Preiden Askar Akajev yang digulingkan. Satu lagi negara bekas Uni Sovyet menjadi korban revolusi massa. Bedanya dengan Georgia dan Ukraina, Kirgizia tidak punya satu tokoh karismatis yang menyatukan seluruh rakyat. Selain itu mereka tidak berniat mengubah haluan ke Barat. Suasana di ibukota Bisjkek dapat dikatakan agresif. Seorang warga asing yang menjadi saksi mata di Bisjkek menyatakan pihak oposisi Kirgizia terbagi dalam beberapa kubu, karena itu revolusi ini lebih seperti rangkaian kerusuhan. Tiap kota dan desa punya pemimpin tersendiri, dan tidak ada satu pun dari mereka yang mengajukan rencana alternatif pemerintah baru. De Volkskrant melanjutkan di awal tahun 90-an Askar Akajev adalah presiden yang dicintai rakyat Kirgizia. Akajev dianggap Barat sebagai presiden yang cukup moderat. Bahkan IMF bersedia memberikan pinjaman milyaran dolar. Akajev menjadikan negaranya pasar terbuka dan surga ekonomi di Asia Tengah, dengan julukan Swis Asia. Baru di pertengahan tahun 90-an ia berubah arah dengan membatasi kekuasaan parlemen. Askajev berubah menjadi presiden yang otoriter yang menekan pihak oposisi. Sewaktu pemilu tahun 1995 dan 2000 terjadi penggelapan suara besar-besaran, demi kepentingan bisnis keluarga Akajev. Situasi ekonomi memburuk, lebih dari separoh rakyatnya hidup di bawah garis kemiskinan. Rasa ketidakpuasan semakin berkembang di Kirgizia Selatan yang merasa terbelakang dari segi ekonomi maupun politik. Setelah pemilu terakhir, banyak warga yang kehilangan kesabarannya dan memberontak. Demikian de Volkskrant. Dan sekian ulasan pers. * PEMILU PARLEMEN ZIMBABWE PASTI DIMENANGKAN PARTAI PRESIDEN MUGABE Para kritikus di Zimbabwe mengatakan, pemilihan umum parlemen tanggal 31 Maret mendatang tidak akan berjalan dengan jujur dan adil. Presiden Robert Mugabe sudah diperkirakan akan tetap berkuasa, walaupun negara itu sedang dilanda krisis ekonomi dan bahan pangan. Yang menjadi pertanyaan mengapa partai oposisi MDC tidak bisa menggalang cukup kekuatan untuk mengalahkan partai pemerintah ZANU-PF. Will Simbanga seorang wartawan Zimbabwe mengatakan, untuk sementara Presiden Mugabe sudah mengambil langkah mengamankan posisinya dalam pemilu nanti: Langkah pertama yang dilkakukan oleh presiden Robert Mugabe adalah menghapus hak pilih warga Zimbabwe yang tinggal di luar negeri. Padahal ada sekitar 3 juta pemilih di luar negeri yang berpotensi memilih oposisi. Kebanyakan mereka lari ke luar negeri karena kesalahan manajemen, korupsi dan gangguan dalam negeri di ZImbabwe. Kedua, ada sekitar 800 ribu pemilih hantu ghost vote dikoordinir untuk memilih Zanu PF. Jadi sebelum perhitungan suara dimulai partainya Mugabe sudah mengantongi 800 ribu suara. Langkah ketiga, proses pemilihan itu diatur oleh militer yang saat ini sudah dipolitisasi. Mereka kini merupakan pendukung Zanu PF. Menurut informasi yang dipercaya jika orang memilih maka dicatat nomer seri kertas suara, dan harus membuktikan bahwa mereka memilih Zanu PF. Cara lain yang dipakai Mugabe adalah membiarkan pendukung partai oposisi MDC kelaparan. Seperti diketahui Mugabe menolak semua bantuan internasional pangan untuk Zimbabwe. Ia menyatakan negaranya tidak membutuhkan bantuan tersebut. Namun hal itu hanyalah alat bagi Mugabe untuk membiarkan oposisi kelaparan. Selanjutnya partai Zanu PF diberi monopoli menjual bahan pangan. Hal itu dilakukan Mugabe menjelang Pemilu kali ini. Sementara media juga dikendalikan oleh pemerintah Robert Mugabe. Media tidak menyampaikan berita berimbang tentang jalannya pemilu. TV dan Radio yang dikuasai pemerintah tidak mau menerima iklan kampanye partai oposisi. Demikian juga dengan koran-koran yang tidak mau memuat artikel kampanye partai-partai oposisi. * KOMISI HAM PBB TURUT DESAK PENYELESAIAN KASUS MUNIR Kamis kemarin, Ketua Komisi Tinggi HAM PBB Makarim Wibisono menyatakan mendukung penyelesaian kasus Munir. Langkah ini disambut hangat Koalisi LSM Indonesia untuk Advokasi HAM Internasional. Sementara, Suciwati, janda mendiang Munir, telah memberikan kesaksian di depan sidang Komisi HAM PBB. Kami tanyakan kepada Rafendi Djamin, koordinator Human Rights Working Group seperti apa testimoninya ini? Rafendi Djamin [RD]: Ia dengan tegas mengatakan bahwa hal seperti ini menunjukkan bahwa, dalam suatu masyarakat seperti Indonesia, yang seolah-olah sudah menegakkan praktek demokrasi dalam bentuk keberhasilan pemilu tiga kali dalam setahun kemarin itu, tidak berarti bahwa persoalan-persoalan perlindungan hak asasi manusia sudah selesai. Persoalan ini yang justru akan mengancam demokrasi itu sendiri. Dan dia tentu kemudian mendesak kepada semua anggota Komisi HAM PBB, dan juga kantor Komisi Tinggi HAM sendiri untuk melakukan monitoring dan tekanan politik ke pemerintah Indonesia agar supaya kasus ini bisa betul-betul dituntaskan. Radio Nederland [RN]: Ketua Komisi Tinggi HAM PBB, Makarim Wibisono mendukung penyelesaian kasus Munir. Dukungan seperti apa yang ia janjikan? RD: Dia mengatakan, yang bisa saya lakukan adalah, saya sebagai Makarim Wibisono menghendaki dan mendukung secara moral, agar kasus ini bisa betul-betul dituntaskan oleh pihak-pihak penegak hukum di Indonesia. Karena itu berarti akan mendukung posisinya dia yang pada saat ini memegang, sebagai Ketua Komisi HAM. Ketua Komisi HAM, dia katakan sendiri, memang tidak bisa memanggil suatu sikap tertentu pada negara tertentu saja. Karena dia mendapatkan mandat dari 53 negara. Dia hanya bisa memberikan suatu pernyataan misalnya, yang sifatnya tematis, dalam arti konteks pembunuhan aktivis ham Munir itu, itu masuk di dalam agenda yang selama ini selalu dibicarakan di Komisi HAM PBB, yaitu persoalan perlindungan terhadap kewajiban negara untuk melindungi aktivitas para pembela-pembela ham. Nah, dalam konteks itu dia memang bisa melakukan, tergantung pada pertama, laporan dari pelapor-pelapor khusus PBB, perlindungan terhadap pembela ham dan juga tergantung kepada pembahasan di dalam sidang tersebut. RN: Apa yang diharapkan dari Komisi Tinggi HAM PBB? RD: Yang kita harapkan tentu saja, bahwa dengan langkah ini, ada inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah, oleh negara Indonesia, untuk misalnya mengundang suatu mekanisme yang berkaitan dengan proteksi pembela ham. Itu yang disebut sebagai perwakilan khusus PBB tentang masalah perlindungan pembela ham. Dengan mengundang pakar ataupun eksper mengenai perlindungan ham ini ke Indonesia, dia akan melakukan semacam dialog dengan berbagai macam instansi-instansi yang berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia, mulai dari polisi, kejaksaan, tentara, kehakiman, bahkan kemudian sampai ke parlemen untuk bagaimana supaya bisa memperbaiki atau membangun suatu mekanisme nasional yang berkaitan dengan kewajiban negara untuk melindungi para aktivis ham. RN: Dalam penyelidikan kasus Munir ini, apakah Anda melihat keseriusan pemerintah untuk mengungkapkannya? RD: Nah itulah yang sebetulnya menjadi tantangan yang telah kita lakukan selama ini, yang telah kita perjuangkan selama ini. Kita tahu bahwa pembunuhan itu terjadi hampir tujuh bulan yang lalu, pada bulan September. Dan prosesnya memang begitu lama. Dan ini suatu petunjuk bahwa keseriusan itu memang harus semacam ditekan. Harus ada suatu mekanisme politik yang kemudian memaksa untuk elemen-elemen dari penegakan ham ini bisa bekerja serius. Persoalannya keseriusan itu kan terhambatannya selalu pada persoalan politik. Sehingga kalau misalnya tidak ada upaya dari masyarakat sipil, yaitu komunitas ham di Indonesia, untuk mendesak Presiden, membentuk apa yang disebut sebagai tim pencari fakta, yang pada akhirnya kemudian Presiden menyetujui lembaga itu didirikan. Nah lembaga itu kan sebetulnya adalah sebuah lembaga ekstrajudisiallah. Yang sifatnya dibentuk, dia menggunakan mandat Presiden, mendorong dan mendukung pekerjaan-pekerjaan polisi di dalam rangka menuntaskan kasus ini. Yang kita tahu masih banyak elemen-elemen lama yang berkuasa dalam sistem politik di Indonesia. Jadi keseriusan itu selalu harus dilakukan dalam bentuk tekanan politik. Baik nasional maupun internasional. Demikian Rafendi Djamin kepada Radio Nederland. * KETIDAKSEIMBANGAN JENDER AKIBAT TSUNAMI Menurut laporan LSM Internasional Oxfam, perempuan yang meninggal akibat tsunami jauh lebih besar dibandingkan pria. Bahkan di sejumlah desa di Aceh, jumlah korban meninggal, 80 persen adalah perempuan. Ini berdampak terhadap keseimbangan jender di sana. Tidak hanya itu saja, aktivis perempuan dari Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan, Samsidar, menambahkan bahwa perempuan adalah kelompok yang paling menderita akibat bencana itu. Oleh karena itu, kenyataan ini perlu diperhitungkan dalam rencana pemulihan kembali Aceh. Samsidar: Sudah seharusnya memang dari awal, itu dijadikan starting point untuk apapun kebijakan recovery dan rekonstruksi di Aceh, di mana bahwa perempuan yang paling banyak menjadi korban. Itu satu. Satu lagi sebenarnya yang menjadi persoalan adalah orang yang tinggal, dia yang rumahnya hilang atau kehilangan anggota tubuh atau perekonomiannya, yaitu perempuan. Itu yang menjadi persoalan yang sangat mendasar. Kebijakan apapun yang harusnya dibuat untuk rehabilitasi, recovery dan rekonstruksi Aceh, itu adalah sebuah dasar seperti apa Aceh ini ke depannya. Kalau saya lihat, suara-suara perempuan yang dalam artian sebuah kebutuhan perempuan tentang perempuan, tidak cukup banyak ruang yang diberikan kepada perempuan ataupun persoalan-persoalan yang dirasakan oleh perempuan itu. Itu yang menjadi masalah. Radio Nederland: Anda melihat dalam masalah perencanaan pemulihan kembali Aceh ini, perempuan dan suara perempuan belum diperhitungkan? Samsidar: Saya tidak mengatakan belum, tapi itu kurang sekali. Orang beranggapan bahwa kelompok perempuan itu tidaklah penting. Kalau saya lihat, itu hanya sekedar supaya jangan dikomplain bahwa tidak ada suara perempuan di sana. RN: Tampaknya pendapat bahwa suara perempuan kan sudah terwakili oleh suara pria, itu masih kuat? Samsidar: Ketika saya ke desa atau di dalam seminar, orang selalu mengatakan kenapa harus mempersoalkan perempuan di tsunami ini. Kan korbannya bukan hanya perempuan. Ini bukan soal laki-laki dan perempuan? Jadi melihatanya itu masih seperti itu. RN: Kembali ke situasi terkini dari para pengungsi perempuan. Sudah adakah perbaikan-perbaikan? Samsidar: Sudah ada perbaikan-perbaikan tetapi juga ada sebuah kondisi yang tetap tidak bisa disembunyikan dan itu harus mendapat perhatian. Yaitu soal perlindungan perempuan dari kekerasan. Itu yang khususnya di barak-barak. Misalnya pelecehan seksual atau pembatasan informasi, dan sebagianya. Ada pernikahan-pernikahan yang kolusi. Saya bilang kolusi kenapa, karena ada laki-laki yang mendatangi tempat perempuan dan itu sebagai suatu jebakan biar dia dikawinin padahal perempuannya tidak ada apa-apa. Nah, hal-hal yang berhubungan dengan kekerasan terhadap perempuan ini masih disembunyikan. Padahal muncul terus persoalan-persoalan itu. Bagaimana perlindungan, keamanan terhadap perempuan supaya perempuan bebas dari kekerasan apapun baik yang berasal dari komunitasnya maupun dari pihak yang lain. Itu saya rasa menjadi satu hal penting yang belum diperhatikan sampai hari ini. Demikian Samsidar, aktivis dari Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK). --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
