--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 13 Desember 2008 12:30 UTC ** KTT IKLIM DI POZNAN BERAKHIR TANPA HASIL BESAR ** MANTAN PRESIDEN TAIWAN DIBEBASKAN BERSYARAT ** PYONGYANG MUNGKIN AKAN TUNDA PERLUCUTAN INSTALASI NUKLIRNYA ** GEWA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: YUNANI TIDAK NYAMAN ** GEMA WARTA TOPIK INTENRNASIONAL: PARA PENENTANG MENANG DI KTT EROPA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SULTAN YOGYA : KUDA HITAM PILPRES 2009? ** TOPIK AKHIR PEKAN: NEGARA BERKEMBANG BERKIBAR DI KTT IKLIM * KTT IKLIM DI POZNAN BERAKHIR TANPA HASIL BESAR KTT Iklim di Poznan, Polandia, ditutup terlambat dan tanpa hasil-hasil besar. Selama hampir dua minggu berunding KTT ini hampir tidak menghasilkan kemajuan nyata untuk memerangi pemanasan bumi. Wakill-wakil dari 192 negara berhasil berjanji untuk sering bertemu di masa mendatang. Konferensi Iklim PBB keempat belas ini bertujuan untuk menyusun persiapan-persiapan lebih jauh bagi perjanjian lingkungan internasional baru. Perjanjian itu dijadwalkan tuntas akhir tahun depan dan akan dijadikan sebagai dasar untuk menggantikan protokol Kyoto, yang berakhir pada 2012. Pertemuan di Poznan semestinya ditutup kemarin, tapi karena tidak berhasil mencapai kesepakatan sempat diperpanjang. Akhirnya Sabtu pagi pertemuan berakhir. * MANTAN PRESIDEN TAIWAN DIBEBASKAN BERSYARAT Mantan presiden Taiwan Chen-Shui-bian dibebaskan bersyarat. Setelah dipenjarakan satu bulan ia baru kemarin resmi didakwah melakukan korupsi. Chen, yang menjabat presiden dari 2000 sampai 2008, tidak boleh ke luar negeri dan harus selalu memberi tahu polisi di mana ia berada. Mantan presiden, 58 tahun, dan isterinya dituduh menggelapkan jutaan dana pemerintah dan mengantongi uang sogok dalam berbagai transaksi tanah. Ketika menjabat presiden dan memimpin Partai Demokratik Progresif, Chen berusaha untuk memerdekakan Taiwan. Chen menyatakan dirinya tidak bersalah dan mengatakan adanya upaya para penentangnya untuk menjelekkan namanya. Menurut Chen mereka itu dipengaruhi Cina. * PYONGYANG MUNGKIN AKAN TUNDA PERLUCUTAN INSTALASI NUKLIRNYA Korea Utara mungkin akan menunda perlucutan intalasi nuklirnya. Hal tersebut dikatakan menteri Kim Kye-gwam sebagai reaksi terhadap keputusan Amerika Serikat yang mau menunda pemasokan bahan bakar ke negeri itu. Washignton mengumumkan hal itu atas nama empat negara lain yang sudah bertahun-tahun terlibat dalam perundingan dengan Korea Utara. Mereka menilai, negara berfaham Stalin itu terlebih dahulu harus mengizinkan pengawasan program nuklirnya, sebelum bahan bakar mulai dipasok lagi. Korea Utara sebelumnya telah berjanji dengan Barat, pihaknya akan menghentikan program nuklir dengan imbalan diberi bantuan pangan untuk penduduk miskin dan energi. * GENERAL MOTORS AKAN TUTUP 20 PABRIKNYA General Motors akan menutup sementara 20 pabriknya dan akan mengurangi produksi mobil. Selama tiga bulan mendatang jumlah produksi akan berkurang sebanyak seperempat juta di Amerika, Kanada dan Meksiko. Sejumlah karyawan akan dirumahkan sementara. Mereka akan diberi tunjangan. General Motors banyak memproduksi mobil yang banyak menghabiskan bensin dan permintaan untuk itu turun drastis akibat krisis keuangan belakangan. Senat Amerika kemarin tidak menyetujui injeksi modal 14 milyar dolar untuk GM dan Chysler, yang berada di ambang kebangkrutan. Presiden Bush kini mempertimbangkan untuk membantu industri otomotif Amerika dengan menggunakan dana bantuan khusus bagi sektor finansial. * BADAI SALJU MELANDA AMERIKA TIMUR LAUT Amerika Timur Laut dilanda badai salju. Turunnya salju yang dahsyat dan hujan es mengganggu kawasan itu. Jalan raya dan rel kereta api tertutup karena tangkai-tangkai pohon dan kabel listerik patah dan putus karena dibebani es. Di tujuh negara bagian termasuk New York, New Hampshire dan Massachusetts, sekitar sejuta warga kehilangan sarana listrik. Di berbagai negara bagian diberlakukan keadaan darurat. Di Maine semua gedung pemerintah ditutup dan sebagian besar kegiatan sehari-hari terhenti. Orang dianjurkan untuk tidak membuka pintu, kecuali kalau sangat diperlukan. * PERDANA MENTERI YUNANI TIDAK MAU TURUN Perdana menteri Yunani Costas Karamanlis menolak untuk turun dan untuk menggelar pemilu dipercepat. Oposisi mengimbau hal tersebut setelah negeri itu dilanda protes keras selama seminggu. Justru pada saat krisis ekonomi, Yunani memerlukan seorang bertangan besi sebagai pemimpin, tegas Karamanlis. Serangkaian protes terjadi Sabtu minggu lalu setelah polisi menembak mati demonstran berusia 15 tahun. Jumat sore Athena kembali dipenuhi para pengunjuk rasa sehingga terjadi lagi kekacauan parah. Remaja kiri melempari polisi dengan bom molotov dan batu. Kota-kota Eropa lain hari-hari belakangan juga sempat rusuh, karena banyak remaja juga turun ke jalan menunjukkan rasa solidernya terhadap teman sebaya mereka di Yunani. * EMPAT TENTARA INGGRIS TEWAS DI AFGANISTAN Akibat dua serangan di Afganistan, empat tentara Inggris anggota pasukan internasional ISAF meninggal. Kedua insiden itu terjadi di Helmand, Afganistan Selatan, tempat Taliban bercokol. Seorang serdadu tewas akibat ledakan bom ketika berpatroli. Tidak lama setelah itu tiga sejawatnya tewas akibat bom yang disembunyikan di sebuah gerobak dorong. Britania Raya memiliki pasukan di Afganistan sebanyak 8300 orang . Selama tujuh tahun keberadaan mereka di sana, sudah 132 serdadu Inggris tewas. * MONUMEN PEMBEBASAN BORNEO DIRESMIKAN Enam veteran Australia meresmikan monumen peringatan pembebasan pulau Borneo di Brunei. Enam orang ini mewakili 20 ribu tentara Australia yang ikut operasi OBOE pada Juni 1945 melawan pendudukan Jepang. Lebih dari seratus orang Australia meninggal dalam operasi itu. Peresmian monumen itu dihadiri antara lain oleh menteri urusan veteran Ausralia Bill Corey dan wakil menteri pertahanan Brunei Mohammad Yasmin. Selain itu banyak warga Ausralia yang tinggal di Brunei juga hadir. * YUNANI TIDAK NYAMAN Intro: Berhari-hari jalan-jalan Thessaloniki menjadi panggung kerusuhan, penjarahan dan perusakan. Sekarang ketika keamanan sudah bisa dikatakan pulih, orang membersihkan puing-puing dan reruntuhan. Yang tersisa tinggal pertanyaan kenapa ketidakpuasan orang Yunani bisa begitu gawat? Laporan koresponden Thijs Papot dari Thessaloniki. Di wilayah pertokoan ramai kota Thessaloniki, Yunani utara, kehidupan tampak pulih kembali. Orang-orang terlihat membawa tas belanja yang penuh sesak, maklum natal hampir tiba. Tetapi sisa-sisa penjarahan hari-hari belakangan masih terlihat. Bangunan kantor pos mendapat kaca baru, dan di tengah-tengah puing yang masih berasap, orang meruntuhkan bangunan rusak untuk mulai membangun kembali. Anarki total, demikian Costas, salah seorang buruh bangunan, menyebut situasi kota pelabuhan Yunani Thessaloniki. Tapi ia tidak kaget. Costas: Ini juga terjadi di Prancis. Dan tampaknya juga akan terjadi di bagian dunia lain. Kematian anak muda berusia 15 tahun oleh peluru polisi cuma penyebab langsungnya. Eskalasi ini terjadi karena masalah yang lebih besar lagi. Ketidakpuasan besar masyarakat Yunani punya pelbagai sebab. Kemiskinan, pengangguran besar kalangan muda, dan krisis keuangan. Inilah himpunan pebagai faktor, kata Angeliki Alvanoudi, aktivis mahasiswa Thessaloniki. Korupsi politisi, marah terhadap reformasi pendidikan. Semua frustrasi yang sudah lama ada sekarang tampil ke permukaan, dan semua itu ditumpahkan pada pundak perdana menteri Kostas Karamanlis yang beraliran liberal konservatif. Tapi pantaskah mereka melampiaskan amarah pada bangunan bank dan toko-toko internasional? Angeliki Alvanoudi: Saya bisa mengerti motivasi orang-orang yang membakar gedung-gedung ini. Ini merupakan perjuangan melawan kapitalisme. Dan mereka melihat toko-toko ini sebagai simbul gengsi, kekayaan, ekonomi neo liberal, pasar bebas, dan mereka memprotesnya. Demonstran Yunani kebanyakan mahasiswa kiri, ditambah kaum anarkis urakan dan perusuh kampungan. Tetapi mereka sulit dibedakan. Pria: Orang-orang yang membakar rumah dan mobil ini, mungkin saja pendukung pemerintah yang justru ingin memburuk-burukkan para demonstran. Apostolis, remaja berusia 20 tahun, ikut berdemonstrai melawan pemerintah dan ia masih belum puas juga. Apostolis: Bahkan kalau pemerintah ini sudah mundur, saya akan tetap berdemonstrasi. Harus terjadi lebih banyak lagi sebelum Yunani bisa disebut negara sehat. Masalah yang dihadapi Yunani begitu besar, sehingga pemerintah barupun tidak akan bisa mengatasinya. Para mahasiswa Thessaloniki dan Athena masih tetap menduduki kampus mereka. * PARA PENENTANG MENANG DI KTT EROPA Tambahan kompensasi buat negara-negara yang memiliki pusat tenaga listerik batu bara tua. Dan hak mengemisi gratis buat industri-industri yang menghadapi kesulitan. Dengan kompromi ini, KTT Eropa tentang iklim di Brussel akhirnya mencapai kesepakatan. Tidak ada persetujuan yang menjadi pencoreng muka. Toh kanselir Jerman Angela Merkel sempat secara terbuka mengancam akan menghalangi perjanjian jika keinginannya tidak dipenuhi. Laporan redaktur Eropa Perro de Jong dari Brussel. "Ini bersejarah," kata presiden Nicolas Sarkozy lega sebagai ketua bergilir Uni Eropa. "Tidak ada benua yang berhasil memutuskan paket aturan seperti ini." Kanselir Jerman Angela Merkel dan presiden Prancis Nicolas Sarkozy tahun lalu sempat muncul seperti pasangan raja. Mereka bersama-sama membuat janji tentang masa depan Eropa, berkas rumit seperti Traktat Lisabon. Lalu muncul krisis keuangan. Sementara Sarkozy memanfaatkan kesempatan untuk tampil sebagai pemimpin Eropa, tapi krisis justru hampir menyulitkan Merkel di dalam negeri. Atas desakan partainya sendiri, ia pun bangkit sebagai pelindung industri Jerman yang merupakan pencemar itu dan penentang Sarzoky. Masuk kantong pemegang saham. Persetujuan ini merugikan Eropa, tegas Claude Turmes dari partai hijau Jerman, perunding iklim di parlemen Eropa. Dengan kompromis ini, berbagai industri tidak ditindak kalau mereka harus bersaing dengan negara-negara di luar Eropa yang tidak perlu menuruti kesepakatan iklim. Contohnya industri kimia atau baja Jerman. Industri-industri ini diberi hak mengemisi gratis, ketimbang membeli mereka dengan harga mahal di pelelangan, seperti direncanakan semula. "Uang yang semula bisa dihemat para pencemar akan masuk kantong para pemegang saham," kata Turmes. Padahal semula tujuannya tidaklah demikian. Semestinya uang ini bisa dimanfaatkan untuk energi ramah lingkungan, "tandas Turmes. Perdana menteri Belanda Jan Peter Balkenende melihatnya tidak begitu negatif. Jan Peter Balkenende: "Kita sekarang berada pada tahap pertumbuhan. Ini berarti kita dapat mengatakan: inilah sistemnya, dan ini bisa banyak menyumbang pengurangan CO2. Di beberapa sektor, hal itu terjadi cukup banyak, misalnya di bidang energi. Di bidang industri, masih terbatas, tapi kita sekarang berada dalam tahap pertumbuhan. Jadi, lama kelamaan ini akan banyak menghasilkan sarana." Lanjutan KTT Iklim Eropa Balkenende menekankan tidak ada kesepakatan yang sempurna. Sarkozy mengatakan akan melakukan apa saja untuk menghasilkan kesepakatan. Dengan ini ia memberikan senjata pada negara-negara penentang kesepakatan. Namun demikian, menurut penasehat CO2-Albert de Haan dampak yang ditimbulkan dari komitmen Prancis itu tidak separah yang dibayangkan. 'Yang paling penting adalah target penurunan CO2 sebesar 20 persen pada 2020 masih tetap dipakai. Untuk itu semakin sedikit hak emisi yang bisa dibagi. Ini akan memaksa negara-negara industri untuk menyesuaikan diri dan membatasi emisi mereka". Pendapat lain disampaikan pelobi iklim Claude Turmes. Berbagai kompensasi yang diberikan itu menghilangkan mendesaknya penurunan emisi gas asam arang. Inovasi energi alternatif bisa terhambat karenanya. Claude Turmes: "Kekuatan ekonomi Eropa adalah kemampuannya berinovasi, khususnya di bidang efisiensi energi dan hal-hal yang diperbarui. Kalau banyak 'pintu belakang' dipakai, tekanan untuk mencari sumber energi ramah lingkungan akan makin turun. Undang-undang yang keras kadang diperlukan untuk menghasilkan inovasi". Berbagai pegiat lingkungan kecewa dengan kesepakatan yang dicapai Brussel. * KUDA HITAM PILPRES 2009? Sultan Hamengku Buwono X disebut-sebut bisa menjadi kuda hitam menuju pemilihan presiden 2009. Tapi, bagaimana mungkin seorang Raja Jawa dapat meraih dukungan dari luar Jawa, dan mengancam dua capres yang paling berpeluang, yaitu SBY-JK, dan Megawati dan pasangannya? Ada dua pintu bagi Sultan. Yaitu, krisis kepemimpinan Partai Golkar, dan krisis PDI-P jika Megawati Soekarnoputri berhadapan dengan SBY-JK. Kedua opsi ini dapat melahirkan dinamika politik baru. Namun, kuncinya satu: yaitu menjadi sandaran untuk ketenteraman publik. Demikian menurut pengamat Sukardi Rinakit, anggota Tim Pelangi Perubahan, gerakan masyarakat yang menjadi motor pemenangan Sultan Yogya. Laporan koresponden Aboeprijadi Santoso. Rekam-jejak Sultan Hamengku Buwana X mirip ayahnya, Hamengku Buwana IX. Keduanya, betapa pun, adalah Raja Jawa, yang bersedia turun ke lapangan ketika republik ini genting di simpang jalan. Ayahnya, HB IX, menyediakan Yogyakarta sebagai ibukota perjuangan. Hamengku Buwana ke X pun turun ke kancah saat Soeharto jatuh, dan mampu menjaga suasana protes yang damai. Tak satu pun kaca pecah di Yogya ketika Surakarta rusuh dan Jakarta berdarah-darah Mei 1998 itu. Modal moral dan kharisma inilah yang membuat Sultan Jawa ini menjadi panutan publik, sebuah bekal penting untuk memasuki ajang Pilpres. Dengan kata lain, Sultan ini dapat menjadi sandaran demi ketentreraman, dibanding para pesaingnya. Sukardi Rinakit [SR]: Nah, figur Sultan bisa menjadi sandara publik untuk bisa tenteram. Pak SBY itu karena ketegasannya menjadi pertanyaan publik begitu. Akibatnya tidak bisa menjadikan publik itu bersandar pada beliau untuk bisa merasa tenteram. mBak Mega meskipun punya partai sangat kuat, sentimennya tidak sekuat sebelum jadi presiden. Memang beras tidak naik, minyak tidak naik. Tetapi orang itu butuh mimpi baru, dan mBak Mega tidak bisa memberikan mimpi baru lagi. Karena kan sudah pernah menjadi presiden, gitu kan. Dan itu menjadi ukuran publik. Nah, Yogya misalnya, mungkin pertumbuhan ekonomi tidak tinggi. Dari sisi kemakmuran rakyat tidak luar biasa. Tetapi indeks harapan hidup Yogyakarta itu tertinggi di Indonesia. Artinya orang tidak kaya sekali, tetapi orang bisa tenteram. Nah, aspek kepemimpinannya itu mesti memainkan peranan penting. Menurut Sukardi Rinaikit, bahkan Soeharto yang diktator pun mengakui wibawa moral Sultan. SR: Sultan itu orangnya tulus. Punya keberanian untuk keluar dari kerangkeng rasa amannya. Reformasi 1998 itu sangat luar biasa. Tiba-tiba keluar dari kerangkengnya. Waktu Pak Harto sudah turun, saya tanya Pak Harto, bapak mengapa akhirnya memutuskan turun. Jawaban Pak Harto adalah, karena raja Jawa itu sudah turun ke gelanggang. Itu sebagai simbul Pak Harto harus tahu diri, mundur. Ada kesan, Sultan yang Raja Jawa ini pun mampu meraih simpati dan dukungan dari publik di luar Jawa. SR: Justru dukungan terbesar dan paling mudah itu dari luar Jawa, ternyata. Kita sudah keliling ke seluruh luar Jawa, dan itu ternyata selalu disambut luar biasa sebagai orang yang bisa dijadikan sandaran mereka untuk rasa aman, untuk tetap tegak dengan pluralismenya, dengan kebhinekaannya. Dan yang paling penting mereka menginginkan seorang pemimpin yang bisa menginspirasi mereka bahwa Indonesia harus berubah. Namun jalan menuju kursi RI Satu, tentu, tak pernah mulus, demikian juga bagi Sultan Yogya ini. Yang menarik, justru dua hambatannya, yaitu SBJ-JK yang didukung Golkar, dan Megawati dgn PDI-P-nya dapat melahirkan peluang bagi Sultan. Di Golkar, kelompok Jusuf Kalla, bisa menjadi penghalang. SR: Nah, kelompok ini yang mempertahankan pasangan Pak SBY-JK, ini akan menghadapi tantangan luar biasa apabila, misalnya suara Partai Demokrat nanti turun, maka akan terjadi dinamika luar biasa. Golkar akan mengkritik Pak Jusuf Kalla, bahwa untuk apa kita berpasangan dengan figur yang perolehan partainya turun. Sebaliknya kalau Golkar yang suaranya turun, langsung terjadi dinamika internal dalam Golkar yang juga luar biasa yagn akan bisa memojokkan Pak Jusuf Kalla. Jadi, pada dasarnya Pak Jusuf Kalla itu sedang maju kena mundur kena. Itu yang itu yang jadi problem di tubuh Golkar, karena enggak ada pemimpin yang memang bisa menjadi nomer satu. Dan pilihannya enggak ada lain kecuali Sultan sebenarnya. Dialektika serupa juga bisa terjadi di dalam PDI-P SR: Karena PDI Perjuangan itu, semua orang memperkirakan legislatif pasti akan dominan. Pasti akan menang. Tetapi eksekutif bisa jadi lepas. Kalau misalnya terjadi persaingan sengit antara mBak Mega dengan Pak SBY, banyak orang memperkirakan akan kalah mBak Mega. Jadi tidak tertutup kemungkinan akan ada kombinasi baru yang terjadi di PDI Perjuangan. Akan ada dinamika internal gitu. Dan itu ada peluang Sultan juga di sana. Menjadi King Maker yang sangat-sangat berwibawa mBak Mega. Itu juga bisa. Walhasil nasib dan peluang Sultan Hamengku Buwana X ini boleh jadi bergantung pada krisis Golkar yang dapat memaksa partai ini mencalonkan Sultan, atau krisis PDI-Perjuangan yang dapat menjadikan Megawati berperan Queen Maker dalam memilih capres PDI-Perjuangan. Demikian Sukardi Rinakit. * NEGARA BERKEMBANG BERKIBAR DI KTT IKLIM Menjelang KTT di Poznan, organisasi lingkungan dan bantuan serta berbagai pemerintah negara berusaha sekuat tenaga untuk menekankan pentingnya Konferensi Lingkungan PBB di Polandia ini. Di bawah pimpinan Uni Eropa mereka akan mengambil langkah-langkah baru untuk mencegah dunia dari bencana lingkungan. Dan memang begitu kenyataannya. Negara-negara berkembang justru memegang peranan penting di sana. Suasana tertutup dan aman di pusat konferensi, yang jarang disinari matahari di waktu siang dan di mana alat penyegar udara menyala bertentangan dengan hujan rintik-rintik di Polandia dan bau batu kawi di jalan-jalan Poznan. Seolah kita berada di dunia lain. Dunia di mana para pembuat kebijakan dan pengunjuk rasa memenuhi gang dan jalanan. Organisasi-organisasi lingkungan hidup menggelar aksi-aksi dengan cara lucu dan menyebar pamflet-pamflet untuk menyatakan bahwa perundingan berjalan terlalu lamban. Sementara itu para pegawai senior dan menteri dari negara-negara Barat berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan bahwa ada kemajuan tercapai dan bahwa konferensi tidak akan berakhir begitu dramatis seperti diduga semua orang. Lesu Meski semua usaha dilakukan agar proses konferensi tetap bergairah, persiapan pertemuan ini diliputi kelesuan. Amerika Serikat kini dalam tahap masa peralihan presiden dan tidak ikut serta. Uni Eropa pecah belah tentang rencana iklim mereka sendiri. Oleh karena itu mata Poznan lebih terarah pada perundingan iklim di Brussel, ketimbang menfokuskan keberhasilan konferensi Poznan sendiri. Perdangangan emisi - kebanggaan Uni Eropa- yang sangat penting bagi pengurangan CO2 dan unik di dunia- selama konferensi gagal digolkan. Dengan demikian Uni Eropa menjadi korban konferensi. Karena, kalau Eropa sendiri tidak mampu mencapai kesepakatan, bagaimana mereka bisa memberi petunjuk kepada negara-negara lain. Pesta Karenanya KTT di Poznan menjadi pesta negara-negara berkembang. Tidak sepenuhnya mengagetkan dan malah dengan tegas, negara-negara berkembang meluncurkan berbagai rencana dan memberikan janji-janji kongkret. Meksiko mengumumkan akan memulai melakukan pengurangan emisi CO2, padahal negara berkembang ini secara resmi belum perlu berbuat apa-apa. Brasil berjanji akan mengambil tindakan terhadap penggundulan hutan dan India meluncurkan proyek energi surya yang menelan dana milyaran. Cina sudah siap memegang peranan penting dalam debat soal iklim. Menjelang KTT ini Cina sudah berjanji akan mengalokasikan 600 milyar dolar untuk tehnologi bersih dan pengurangan CO2. Dengan demikian negeri ini tidak lagi berada di pinggiran perundingan. Malah delegasi pegawai senior mereka melakukan lobi dan berdebat dengan sangat aktif yang tak ada taranya. Dan ini menjadi perhatian mantan wakil presiden Amerika Al Gore. Ia memuji Cina atas kemampuannya bertindak, dan sekaligus menekankan pentingnya kesigapan. Juga ketika merinci Adaptation Funds - dana yang bisa digunakan negara-negara berkembang untuk menghadapi dampak perubahan iklim seperti kemarau, banjir dan badai, negara-negara berkembang juga memperdengarkan suaranya. Mereka tidak mau bergantung pada lembaga-lembaga Barat seperti Bank Dunia. Mereka berpendapat, semua negara harus punya hak suara yang sama. Sinyal Negara-negara berkembang yang besar berhasil memberikan sinyal dengan tindakan mereka tersebut. Mereka menunjukkan kepemimpinan pada saat negara-negara lain tidak mampu berbuat demikian. Memang Meksiko, Brasil dan negara-negara serupa tergantung pada bantuan keuangan Barat untuk bisa menjalankan rencana mereka. Tapi mereka tidak lagi berpangku tangan dan menunggu apa yang akan dilakukan Negara-negara industri. Supaya jangan malu, negara-negara Barat harus mencontoh mereka. Kesalahan Tindakan tegas negara-negara berkembang di KTT di Poznan ini bertentangan dengan sikap negara-negara Eropa Timur yang ekonominya mulai maju. Mereka masih berpendapat, bahwa tindakan-tindakan soal iklim itu suatu hal yang buruk bagi ekonomi dan terlalu banyak menelan beaya. Padahal negara-negara ini justru bisa mencegah agar kesalahan-kesalahan yang dilakukan Barat sejak revolusi Industri, tidak terulang lagi. Kalau Eropa Timur sekarang mau berinvestasi di " Revolusi Hijau" - sebagaimana disebutkan sekjen PBB Ban Ki-moon-, dan pusat-pusat tenaga listerik tua akan digantikan oleh tehnologi hijau atas bantuan Barat, maka kawasan itu bisa maju pesat. Karena, lama kelamaan Eropa Timur juga harus mengambil tindakan untuk iklim. Kalau sekarang sudah bisa, kenapa menungu sampai nanti. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
