---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 11 Februari 2009 15:20 UTC



** KAPAL TENGGELAM DI NTT

** PEMERINTAH INDONESIA KALAH LAGI DARI TOMMY

** SERANGAN BOM BUNUH DIRI DI KABUL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SIAPA MENANG PEMILU ISRAEL?

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TEMPAT AMAN UNTUK KAUM PRIA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PEMERINTAH TUTUP MATA ATAS MASALAH PRT ANAK

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MORATORIUM PEMEKARAN DAERAH: SAMPAI KAPAN?

** TINJAUAN PERS MENYOROT KEBAKARAN HOTEL MEWAH DI BEIJING DAN BUKU RADIKAL DI 
INDONESIA



* KAPAL TENGGELAM DI NTT

Seorang kapten dan lima anak buah kapal hilang, setelah sebuah kapal tenggelam 
di perairan Nusa Tenggara Timur. Kapal Anugerah Mulia tenggelam Selasa pagi, 
empat hari sesudah menjalani pelayaran dari ibukota Timor Timur, Dili, ke 
Kupang di Timor Barat. Kapal Angkatan Laut dan tim SAR setempat, masih mencari 
awak kapal yang hilang.


* PEMERINTAH INDONESIA KALAH LAGI DARI TOMMY

Pengadilan Indonesia menolak gugatan pemerintah terhadap anak bungsu bekas 
diktator Soeharto. Gugatan Rp. 4,045 trilyun tersebut ditolak ketiga majelis 
hakim pengadilan negeri Jakarta Pusat. Menurut mereka perusahaan Tommy Soeharto 
tak terkait dengan perusahaan-perusahaan lain yang juga digugat dalam kasus 
penyelewengan dana. Jaksa Penuntut Umum menyatakan banding. Keputusan ini 
menjadi rangkaian kegagalan pemerintah Jakarta untuk mendapatkan kembali uang 
negara yang dikorupsi keluarga Soeharto. Sebelumnya pengadilan Inggris juga 
memutuskan untuk mencairkan dana milik Tommy di Bank Paribas. Jaksa Indonesia 
yang berusaha menjegal upaya tersebut gagal.


* SERANGAN BOM BUNUH DIRI DI KABUL

Sekelompok teroris menyerang dua bangunan pemerintah di ibukota Kabul, 
Afganistan. Setidaknya sembilan orang tewas dan 50 luka. Lima lelaki, dengan 
rompi sarat bom, memaksa masuk kementrian kehakiman. Petugas keamanan mencoba 
menghentikan mereka. Dalam tembak menembak, empat pejuang tewas, dan beberapa 
petugas serta pegawai kementrian turut jadi korban. Serangan bom bunuh diri 
lain terjadi terhadap kantor lembaga pemasyarakatan. Taliban mengaku 
bertanggung jawab atas kedua serangan.


* KADIMA UNGGUL TIPIS PEMILU ISRAEL

Partai Kadima pimpinan Tzipi Livni, menang pemilu Israel. Kadima meraih 28 
kursi, unggul tipis satu kursi dari partai kanan Likud, pimpinan Benjamin 
Netanyahu. Kedua partai tak mendapatkan mayoritas, sehingga perlu mencari 
koalisi beberapa partai. Livni telah meminta Likud untuk bersama-sama membentuk 
pemerintah nasional. Tapi diragukan apakah Netanyahu mendukung hal itu. Ia bisa 
juga membentuk koalisi dengan partai-partai kanan lain. Kekalahan terbesar 
diderita partai buruh, yang cuma mendapat 13 kursi. Ini merupakan hasil 
terburuh sepanjang sejarah partai kiri dalam pemilu Israel.


* RIBUAN KORAN OPOSISI MALAYSIA DISITA

Pemerintah Malaysia menyita ribuan eksemplar dua koran oposisi di salah satu 
negara bagian di utara. Lebih dari 20 ribu eksemplar harian partai oposisi 
Anwar ibrahim dimusnahkan dan sebagaian besar koran partai Islam PAS diambil 
dari penjual dan distributor. Sekretaris unit pengawasan publikasi dari 
kementrian dalam negeri menyatakan koran-koran itu disita karena melanggar 
peraturan.


* VONIS ATAS PERUSUH TIBET

Pejabat Cina telah menyerahkan vonis hukuman pengadilan kepada 76 orang. Mereka 
dianggap terlibat kerusuhan anti Cina tahun lalu di Lhasa, ibukota Tibet. 
Menurut pejabat bersangkutan, hukuman bervariasi dari penjara tiga tahun sampai 
seumur hidup. Kerusuhan Anti Cina meletus di Lhasa dan menyebar ke wilayah 
Tibet lain. Pemerintah Tibet di pengasingan mengatakan lebih dari 200 warga 
tewas dan 1000 lainnya terluka dalam operasi lanjutan. Angka-angka tersebut 
ditolak pemerintah Beijing. Kelompok-kelompok hak asasi manusia Tibet menyebut 
ribuan ditangkap.


* PRESIDEN CILE KUNJUNGI KUBA

Presiden Cile Michelle Bachelet memulai kunjungan empat hari ke Kuba. Ia 
bertemu dengan rekan sejawatnya Raul Castro di ibukota Havana. Bachelet akhir 
pekan ini juga berencana menjenguk Fidel Castro yang sedang sakit. Belum jelas 
apakah bezoek ini jadi atau tidak. Inilah untuk pertama kalinya dalam 37 tahun, 
seorang presiden Cile mengunjungi Kuba. Terakhir kali kunjungan itu dilakukan 
oleh Salvador Allende, pada tahun 1972, setahun sebelum ia dikudeta jendral 
Augusto Pinochet dan bunuh diri.


* WILDERS TETAP INGIN KE INGGRIS

Pemimpin partai anti Islam PVV, Geert Wilders, bagaimanapun juga, akan pergi ke 
Inggris, Kamis besok. Sebelumnya dinas imigrasi Britania menyatakan, dia tidak 
boleh masuk negeri tersebut karena dicemasi menimbulkan gangguan ketertiban. 
Pemerintah London menunjuk pada film anti muslim Fitna. Kelihatannya Wilders 
bakal langsung dipulangkan oleh petugas imigrasi Inggris begitu ia mendarat di 
London. Pemimpin PVV diundang anggota parlemen Britania untuk memberikan 
penjelasan tentang filmnya. Parlemen Belanda de Tweede Kamer protes atas 
keputusan London yang tidak mengijinkan Wilders masuk. Tidak hanya oposisi, 
partai pemerintah juga menyesalkan penolakan itu. Mentri luar negeri Belanda 
Maxime Verhagen memprotes pemerintah Britania.


* BERITA BURSA

Bursa-bursa Eropa gagal mengubah sentimen negatif saat pembukaan pasar Rabu 
ini. Pada perdagangan tengah hari angka index masih pada posisi minus. 

Index Amsterdam AEX turun 0,4 persen di posisi 250,44 poin. Bursa London, Paris 
dan Frankfurt turun 0,2 persen hingga 0,7 persen.

Index bursa Asia juga mengalami penurunan pada tingkat yang sama, setelah Wall 
Street jatuh hampir 5 persen merespon kekecewaan pasar atas rencana pemulihan 
ekonomi Obama.

Satu Euro setara dengan 1,2935 dolar.
1 euro = 15.388,8 rupiah
1 dolar= 11.892,37 rupiah


* SIAPA MENANG PEMILU ISRAEL?

Selasa kemarin Israel memilih parlemen baru. Tapi masih belum jelas siapa bakal 
menjabat perdana menteri dan bagaimana susunan pemerintah baru. Selasa malam 
kemarin, Tzipi Livni, pemimpin partai kanan tengah Kadima serta Benjamin 
Netanyahu dari partai kanan Likud, menyatakan diri menang. Setelah 99% suara 
dihitung, Kadima nyaris partai terbesar. Tapi dalam hari-hari mendatang, 
setelah perhitungan suara pemilih militer, Likud masih bisa unggul. Yang pasti, 
di Knesset, yakni parlemen Israel, kubu kanan meraih mayoritas mutlak. Dengan 
demikian, Netanyahu paling mungkin menjabat perdana menteri. Laporan 
koresponden Ad Bloemendaal dari Tel Aviv.

Prestasi baik Kadima, jelas kejutan. Di Intercontinental Hotel, Tel Aviv, 
ratusan pendukungnya bersorak-sorai ketika pemancar televisi meramalkan Kadima 
unggul dua kursi. Jajak pendapat pekan-pekan belakangan selalu menampilkan 
suatu kemenangan bagi Likud. 

Kiri tersingkirkan
Hasil sementara menunjukkan, pada titik akhir banyak pendukung partai kiri 
beralih memilih Kadima. Ini untuk mencegah Netanyahu menjadi perdana menteri 
baru. Tapi ini juga berarti era terburuk bagi kubu kiri, termasuk partai buruh 
pimpinan Ehud Barak. 

Persaingan menegangkan antara Kadima dan Likud menarik lebih banyak pemilih 
ketimbang pada pemilu sebelumnya tahun 2006. Tapi suasananya suaram. Ini bukan 
hanya disebabkan cuaca buruk. Pemilu digelar tidak lama setelah invasi militer 
di Jalur Gaza. Kampanye militer terpusat pada ancaman Iran, yang kabarnya 
berupaya keras mengembangkan senjata atom. 

Perdamaian bukan isyunya
'Proses perdamaian' hampir tak disebut. Para pemimpin politik tampaknya 
sependapat bahwa perundingan dengan Palestina untuk sementara tidak 
menghasilkan apa-apa, dan sebaiknya semua perhatian diarahkan pada bahaya yang 
mengancam Israel dari pelbagai arah: Hamas di Jalur Gaza, Hizbullah dan Suriah 
di utara dan terutama Iran.

Para calon telah berusaha keras tampil mampu berjuang. Livni, satu-satunya 
perempuan, tampak kesulitan dalam hal ini. Pada pelbagai pertemuan di Israel 
terkait pemilu, ia berulangkali mengatakan tidak akan mengurus kopi bagi para 
lelaki, melainkan mengambil keputusan. Pada poster-poster Likud ia diggambarkan 
sebagai orang yang sangat butuh obat sakit kepala. Poster itu lengkap dengan 
tulisan "lemah di bidang pertahanan". 

Suram
Suasana suram semasa kampanye menyebabkan pergeseran ke kanan. Dalam 'pidato 
kemenangan' Selasa kemarin kemarin, Netanyahu berkata jumlah kursi 'kamp 
nasional', yakni semua partai kanan, meningkat dari 50 menjadi 64. "Saya sudah 
berbicara dengan semua pemimpin partai. Kami secepatnya memulai perundingan 
tentang pembentukan pemerintah baru", katanya. 

Kendati demikian, Netanyahu harus menanti dulu apakah ia akan menerima tugas 
membentuk pemerintah baru. Hari-hari mendatang, para pemimpin fraksi akan 
berkonsultasi dengan Presiden Shimon Peres soal siapa tokoh yang harus menerima 
tugas itu. Melihat situasi baru, Netanyahu berpeluang lebih besar ketimbang 
Livni, karena Oktober silam Livni gagal membentuk pemerintah baru.

Banyak tergantung pada partai kanan Israel, Beitenu, yang dengan 15 kursi 
menduduki posisi kunci. Pemimpin Beitenu, Avigdor Lieberman, Selasa malam 
berkata semua kemungkinan terbuka. Tapi ia juga tampak lebih memilih pemerintah 
di bawah pimpinan Netanyahu. 

Berbagi
Bagaimana pun juga perundingan pembentukan pemerintah kelihatan tak membawa 
harapan. Netanyahu bisa saja membentuk pemerintah murni kanan, tapi ia tampak 
tidak berniat melakukannya. Netanyahu tidak bisa bergerak dengan pemerintah 
kanan, terutama di bidang kebijakan politik. Kerja sama dengan Kadima paling 
mungkin, tapi suasananya tidak memungkinkan. Beberapa komentator juga menyebut 
sebuah pemerintah dipimpin perdana menteri secara bergilir. Ini telah terjadi 
di Israel tahun 1984, ketika Shimon Peres dari Partai Buruh dan Yitshak Shamir 
dari Likud, menjabat perdana menteri masing-masing separuh masa jabatan.

- - - - - - - - - - - - - - - - - 
Partai Buruh Ehud Barak meraih 13 kursi (dibanding 19 kursi sekarang). Partai 
kiri liberal Meretz memperoleh 3 kursi (dulunya 5). Sisa pembagian kursi dalam 
Knesset yang beranggotakan 120 orang: Kadima 28 (dulunya 29), Likud 27 (12), 
partai kanan Israel Beitenu 15 (11), partai religius Shas 11 (12). 
Partai-partai kecil Arab meraih 11 kursi (dulunya 10) dan sisa kursi jatuh ke 
tangan partai-partai kecil religius dan radikal.

Suara Pemilih Arab
Sedikit terkejut, warga Arab menerima hasil pemilu Israel dan mereka tidak 
berharap akan ada perubahan. Ziad Hamouri, kepala Pusat Hak Ekonomi dan Sosial 
CESR menyatakan, dalam soal Palestina tidak akan ada perbedaan antara 
pemerintahan yang dipimpin oleh Likud atau oleh Kadima. Kadima sebelumnya sudah 
menyatakan akan melanjutkan perundingan perdamaian dengan Palestina. Tetapi 
menurut Hamouri, kenyataannya sejak pembicaraan di Annapolis, Amerika, 
perundingan perdamaian Timur Tengah tetap jalan di tempat. 

Orang-orang Arab yang tinggal di Israel cemas dengan tampilnya Avigdor 
Lieberman pemimpin partai nasionalis Israel Beitenu (Israel Rumah Kita). 
Mahmoud Darawshe, salah satu pemuka masyarakat Arab Israel menegaskan, 
Lieberman adalah kabar buruk, bukan hanya bagi kalangan Arab tapi juga bagi 
negara demokratis Israel sendiri. Menurutnya, kalau Lieberman sampai ikut dalam 
pemerintahan koalisi, dan kemungkinan ini besar, maka dikhawatirkan akan 
meningkat kekerasan antara kalangan Arab dan Yahudi di Israel, seperti terlihat 
Selasa lalu di kota Umm al Fahhem.

Naser Laham, pemimpin redaksi kantor berita Maan, milik Palestina menulis, 
"warga Palestina letih mengahadapi demokrasi Israel yang hanya mengusungn kaum 
ekstrimis dan kalangan haus perang pada kekuasaan. Menurut Laham, bintang 
pemilu ini menang setelah menindas orang Palestina di Gaza dan menebar 
kebencian serta diskriminasi terhadap orang Arab.

- - - - - - - - - - - - - - - - -


* TEMPAT AMAN UNTUK KAUM PRIA

Rumah penampung korban kekerasan rumah tangga. Bagi perempuan, prasarana 
seperti ini sudah lama ada. Tapi kini juga tersedia bagi kaum lelaki. Empat 
kota besar Belanda membuka rumah penampungan, tempat kaum pria bisa tinggal 
sementara dan membangun masa depan yang lebih baik. Proyek ini mendapat subsidi 
pemerintah. Laporan redaktur Belnada Philip Smet.

Rumah aman bagi 40 laki-laki. Di Amsterdam, Rotterdam, Den Haag dan Utrecht 
kini dibuka rumah penampung laki-laki, korban kekerasan rumah tangga, 
penganiayaan fisik atau mental oleh pasangan atau anggota keluarga lain, 
pemerasan. Departemen Kesejahteraan, Kesehatan dan Olahraga menyebut mereka 
'korban kekerasan dalam situasi ketergantungan'. Menteri muda Jet Bussemaker 
secara simbolis membuka Rumah Penampung Laki-laki di Den Haag. 

Tamu: "Setelah dianiaya bertahun-tahun, kami merasa cukup sudah. Kami 
seolah-olah dilempar ke mari, antara orang tua, antara orang tak dikenal. 
Keluarga kami suka pakai kekerasan. Jadi di sana pun kami tak bisa tinggal."

Demikian kata laki-laki berusia 18 tahun yang bersama kakaknya ditampung di 
rumah penampung Amsterdam. Mereka lari dari rumah. 

Setelah orang tua cerai, 14 tahun lalu, mereka tinggal di pelbagai tempat. 
Terakhir mereka tinggal bersama ayah. Tapi belakangan, ayah menghampiri mereka 
dengan pisau besar. "Saya tidak tahu mengapa ia tiba-tiba menusukkan pisau di 
tempat tidur kakak. Mungkin ia mau menakut-nakuti kami. Tapi kami merasa cukup 
sudah. Kami pertimbangkan cari sesuatu yang baru," tutur korban berusia 18 
tahun ini. 

Akhirnya polisi memutuskan, kakak-beradik ini tak lagi bisa tinggal di rumah. 
Setelah beberapa malam tidur di bawah kolong jembatan, teman lama 
memperkenalkan mereka pada rumah penampung. 

Bentuk kekerasan
Ada pelbagai bentuk kekerasan yang membuat para lelaki memutuskan meminta 
bantuan rumah penampung. Tapi jumlah pria korban kekerasan rumah tangga tidak 
jelas. Demikian direktur rumah penampung Den Haag, Patricia Gho. 

Patricia Gho: "Berdasarkan laporan yang masuk pada polisi, satu dari lima 
korban adalah laki-laki. Beberapa tamu kami korban kekerasan rumah tangga. 
Pelakunya bisa isteri, tapi, dalam hubungan homosexual, bisa juga pasangan 
lelakinya. Kami juga pernah menampung laki-laki, korban pembunuhan demi 
kehormatan. Kami menampung korban perdagangan manusia, yang misalnya dipaksa 
melakukan prostitusi."

Banyak laki-laki malu minta bantuan. Adalah tabu, kalau seorang pria sampai 
harus mengaku korban penganiayaan. Akhirnya mereka ditampung juga di rumah 
penampung, yakni melalui polisi atau dokter keluarga.

Rumah ini bukan saja aman, tapi penghuninya juga bisa tinggal dan memperoleh 
makanan. Mereka juga diberi dukungan praktis dan psikis sehingga bisa membangun 
kembali hidup mereka. "Tujuan akhirnya adalah kembali memberi mereka 
perspektif, sehingga bisa bertahan dan mengendalikan sendiri hidup mereka," 
kata menteri muda Bussemaker dalam pidato pembukaannya. 

Untung
Bahwa tinggal di rumah penampungan bisa menerobos situasi tanpa harapan, telah 
dialami kakak-beradik di Amsterdam. Merasa aman? "Tentu," jawab si adik, dan ia 
menyebut alamat rumah penampungan, tempat mereka tinggal. Bersama kakaknya ia 
ingin mencari rumah baru, tempat mereka bisa hidup tenang. 

Tamu: "Kami untung ditampung di sini. Setiap pagi orang datang minta bantuan, 
tapi tidak ada tempat lagi. Kami tidak mau keluar rumah, tapi polisi menyuruh 
kami. Kami beruntung bisa ditampung di sini."

Tahun lalu Menteri Muda Kesejahteraan Rakyat Jet Bussemaker mengucurkan dana 
sebesar 800 ribu euro untuk rumah penampung di empat kota besar. Akhir 2009 ia 
akan melihat apakah ada cukup tempat penampungan dan apakah sistem bekerja baik.


* PEMERINTAH TUTUP MATA ATAS MASALAH PRT ANAK

Pemerintah RI kurang melindungi PRT anak dari pelecehan dan eksploitasi. 
Demikian tercantum dalam laporan organisasi Hak-Hak Asasi Manusia Amerika Human 
Rights Watch. Seberapa buruk sebenarnya kondisi PRT anak di Indonesia? Ikuti 
keterangan Agnes Widanti, Koordinator Jaringan Perempuan dan Anak Jawa Tengah 
di Semarang.

Agnes Widanti [AW]: Karena kultur yang masih kental, paternalistik, dan juga 
diskriminasi yang masih berlaku, maka PRT anak sulit sekali dideteksi, karena 
diprotek para majikan. Dalam arti diprotek, tidak bisa memberikan informasi ke 
luar. 

Kalau ditanya seberapa buruk, memang buruk sekali. Saya pernah mencoba 
mengambil PRT anak. Ada tiga orang di rumah. Umurnya di antara 12 sampai 15 
tahun. Dari daerah yang miskin di Wonosobo. 

Mereka mengatakan bahwa sudah pindah majikan. Pada majikan yang pertama, dia 
hanya digaji 100.000 rupiah per bulan. Di samping itu mereka pekerjaannya juga 
serabutan. Kalau mereka nggak mau kerja, itu kadang-kadang kekerasan yang dia 
terima. 

Saya sudah mengadakan penelitian mengenai PRT ini tahun 80 sampai 90. Jadi 
sudah lama memang, selama sepuluh tahun, itu memang tidak ada perubahan. 
Terakhir tahun 2003, karena ada kerja sama dengan sponsor mengadakan penelitian 
di daerah-daerah mengenai kondisi PRT, bayarnya terlalu kecil. Jadi antara 
separuh sampai sepertiga PRT biasa. 

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Apakah anak-anak ini tidak punya hak dasar 
pekerja? 

AW: Mereka sebetulnya kan belum bisa dipekerjakan. Ini kan melanggar hukum,  
karena sudah ada undang undang perlindungan anak. Mereka baru bisa bekerja 
kalau umurnya sudah kira-kira 16 sampai 17 tahun. 

Umur-umur sebelumnya itu, itu memang diperbolehkan kerja dalam undang undang, 
asal mereka hanya tiga jam sehari. Lalu gajinya juga sesuai dengan gaji yang 
berlaku. Tapi kenyataannya mereka jadi PRT, waktunya nggak menentu. 

RNW: Tapi mengapa hal ini bisa terjadi? 

AW: Karena pemerintah nggak peduli dengan hal-hal ini. Pernah saya mengajukan 
draft undang undang PRT di propinsi pada gubernur. Lalu gubernur mengatakan 
bahwa masalah yang lebih penting itu banyak. Kenapa kita ngurusi PRT?

Itu kan juga melecehkan. Jadi nggak ada komitmen sama sekali. Mereka buat 
undang undang, tapi mereka tidak melaksanakan undang undang itu sendiri. 

RNW: Jadi pemerintah seolah-olah menutup mata atas masalah ini ya?

AW: Ya, itu dianggap masalah dalam rumah tangga. Padahal di dalam perlindungan 
anak, itu dikatakan bahwa pekerjaan domestik, itu berbahaya. Pekerjaan yang 
berbahaya. 

RNW: Tapi kalau itu termasuk pekerjaan berbahaya, mengapa tetap saja banyak 
anak perempuan memilih untuk bekerja sebagai PRT?

AW: Sama saja seperti sekarang banyak TKW, tenaga kerja wanita yang dikirim ke 
luar negeri. Mereka tahu kalau nanti TKW itu sampai di rumah, sudah mati, sudah 
meninggal. Tapi mereka tetap saja mau mengadu untung. 

Kenapa? Karena mereka sangat miskin. Nggak bisa makan. Daripada nganggur, ya 
udah, dia kerja seadanya. 

RNW: Jadi di satu sisi pekerjaan rumah tangga dibutuhkan anak-anak sebagai 
pemasokan tambahan buat keluarganya?

AW: Ya. Mereka itu mengirimkan penghasilannya ke keluarga. 

RNW: Lalu bagaimana supaya ini bisa seimbang antara kebutuhan pekerjaan dan hak 
anak?

AW: Saya itu kan koordinator Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Jawa Tengah. 
Kita baru memikirkan mengenai masalah ini. Bagaimana PRT anak itu bisa 
dihapuskan. Karena PRT dewasa pun juga mendapat gaji yang kecil. 

Jadi di bawah upah minimum. Upah minimum sekarang 680.000 rupiah per bulan. 
Gaji PRT dewasa itu 300.000 sampai 350.000 rupiah. Jadi masih di bawah sekali.


* MORATORIUM PEMEKARAN DAERAH: SAMPAI KAPAN?

Menyusul insiden tewasnya Abdul Aziz Angkat, ketua DPRD Sumatra Utara, 
pemerintah Jakarta datang dengan usul moratorium pemekaran, baik propinsi, 
kabupaten mau pun kota di seluruh Indonesia. Golkar dan Partai Demokrat 
misalnya sudah mendukung usul ini. Niat menghentikan pemekaran daerah ini 
sebenarnya bukan hal baru. Tetapi dipicu oleh insiden demo maut di Medan. 
Sampai kapan moratorium ini harus berlaku? Berikut penjelasan Pratikno, pakar 
otonomi daerah dari Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.

Pratikno: "Sebetulnya pemerintah itu sejak tahun 2004, sudah mulai risau dengan 
pemekaran daerah yang terus berkembang. Memang ada beberapa alasan yang sangat 
masuk akal. Bahwa daerah itu mengusulkan pemekaran misalnya, dengan tujuan 
meningkatkan kualitas pelayanan publik. Agar akses ke pemerintahan menjadi 
lebih dekat dan lain-lain. Pembangunan wilayah berkembang gitu ya."

"Tetapi belakangan kan juga ada unsur-unsur, orang-orang yang kecewa secara 
politik. Terus kemudian mencari jabatan mendapatkan promosi di jabatan-jabatan 
politik dan birokrasi. Jadi pemerintah itu membicarakan akan melakukan 
moratorium sejak tahun 2004. Presiden itu akhir tahun 2004 ya, sudah menyatakan 
bahwa pemekaran harus dievaluasi dan kemudian perlu ditinjau ulang. Tapi sampai 
sekarang jalan terus."

"Jadi kalau pun sekarang pemerintah memutuskan untuk menyetop pemekaran, satu, 
itu adalah keberanian yang sudah lama tertunda. Kedua, memang perlu ada 
klarifikasi jauh. Distop itu apakah selama pemilu legislatif dan pemilihan 
presiden tahun 2010, ataukah memang sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 
Itu hal yang punya implikasi berbeda." 

"Kalau memang itu disetop hanya karena alasan pemilu legislatif tahun 2009 dan 
pemilu presiden, itu sudah rencana lama bukan rencana baru. Rencana lama memang 
begitu, undang-undang juga tidak memungkinkan pemecahan daerah pemilihan selama 
proses pemilihan toh." 

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: "Dengan langkah ini, yang menyusul insiden 
di Medan itu, menurut Anda bagaimana? Provinsi Tapanuli akan terwujud atau 
tidak?"  

Pratikno: "Dari sisi proses hukum bisa memungkinkan. DPR mendorong itu atau, 
sebuah DPRD segera mengeluarkan rekomendasi ataukah tidak. Kemudian pemerintah 
pusat memprosesnya ataukah tidak. Selama ini juga ada kasus-kasus semacam itu 
dan kemudian prosesnya berlanjut." 

"Tetapi sekarang ini, saya kira adalah momentum bagi pemerintah yang selama ini 
menginginkan untuk menyetop, nah saat inilah saat untuk menyetop. Kalau dugaan 
saya sih, pemerintah mempunyai amunisi yang cukup kuat untuk melakukan 
penyetopan usulan pembentukan provinsi Tapanuli."  

RNW: "Yang pasti memang ada moratorium ini terhadap pemekaran daerah ya  mas 
Pratikno?"

Pratikno: "Kalau moratorium sementara, itu jelas ya. Bahwa selama hiruk-pikuk 
pemilu ini jelas. Yang sekarang tidak jelas kan apakah moratorium itu sampai 
batas waktu yang tidak ditentukan, itu yang saya kira memang tidak jelas. 
Karena undang-undang tentang pemerintahan daerah masih memberikan kesempatan 
bagi pemekaran." 

RNW: "Kalau menurut Anda sendiri yang sudah lama menekuni masalah pemekaran 
daerah ini, jadi gimana nih masa depannya. Moratorium ini sementara ataukah 
kemudian akan berlanjut?"

Pratikno: "Ya sebaiknya moratorium ini untuk sementara. Kalau usul saya, dibuat 
peraturan pemerintah pengganti undang-undang, yang mengatakan untuk sampai 
dengan batas waktu yang tidak ditentukan pemekaran daerah distop. Sampai 
kemudian muncul undang-undang baru yang memberikan peluang lagi. Kayaknya itu 
yang harus keluar."

"Mengapa kok demikian? Kalau pemekaran itu ditutup untuk sementara, dan nanti 
habis pilpres dibuka lagi, itu bahayanya punya implikasi terhadap kualitas 
pilpres. Orang kemudian akan menggunakan isu pemekaran sebagai komoditas 
politik untuk membangun dukungan politik bagi pemilu legislatif maupun 
pilpres." 

RNW: "Anda mengatakan harus dibentuk undang-undang ya, mas Pratikno. Kalau 
menurut Anda sendiri undang-undang itu harus seperti apa, sehingga pemekaran 
daerah betul-betul murni karena masalah daerah, bukan misalnya karena ada 
politisi yang frustrasi gitu?"

Pratikno: "Itu sangat sulit. Mengapa? Karena sangat sulit akan membedakan 
antara aspirasi masyarakat dengan kepentingan elit daerah. Itu sangat sulit 
untuk membedakan dua hal tersebut. Karena masyarakat memang berharap melalui 
pemekeran itulah mereka mendapat pelayanan publik yang lebih baik." 

"Misalnya mereka mendapatkan akses transportasi, mereka mendapatkan pelayanan 
kesehatan. Kapan lagi mereka mempunya rumah sakit kalau tidak menjadi ibu kota 
kabupaten misalnya. Jadi kalau memang stop sekarang, toh untuk batas waktu yang 
tidak ditentukan untuk menghindari politisasi usulan pemekaran di arena pemilu 
legislatif dan pilpres." 

"Kemudian beri solusi kepada masyarakat bahwa mereka bisa menikmati pelayanan 
lebih baik, mereka bisa membangun daerahnya tanpa harus melalui pemekaran. Itu 
kan hal yang penting untuk dikembangkan sebagai sebuah alternatif. Nah, kalau 
misalnya kondisinya sudah mapan, mungkin sepuluh tahun yang akan datang, DPR 
dan presiden, jika dianggap perlu, membuka lagi peluang bagi pemekaran."

Demikian Pratikno, pakar otonomi daerah dari Universitas Gadjah Mada di 
Yogyakarta.


* TINJAUAN PERS MENYOROT KEBAKARAN HOTEL MEWAH DI BEIJING DAN BUKU RADIKAL DI 
INDONESIA

Kebakaran di bangunan -hampir jadi- hotel mewah Beijing "The Mandarin Oriental" 
memunculkan beragam pesan. Demikian tulis harian The International Herald 
Tribune. 

Penyidik menyalahkan Televisi Sentral Cina karena pegawainya main mercon 
raksasa terlalu dekat dengan kompleks kebanggaan ibukota tersebut. Kantor 
siaran negara memang tidak jauh dari lokasi. CCTV kemudian memasang pengumuman 
maaf pada situs internetnya. 

Ini terasa janggal, karena di Cina jarang-jarang perusahaan negara sekuat itu 
memohon maaf. Terlebih, warga sendiri sangat sulit menemukan gambar ataupun 
berita tentang amuk api di televisi dan koran. 

Belakangan bocor sebuah memo pejabat propaganda berisi perintah untuk 
mengurangi perhatian publik atas kebakaran. Pengumuman maaf menunjukkan Beijing 
bingung bagaimana harus menyikapi sebuah peristiwa sensitif.

Di sisi lain, sensor sebenarnya tak lagi ampuh pada era internet. Para blogger 
sudah mengunggah berbagai berita, foto dan film ke internet. Senjata mereka 
handphone kamera dan perekam jinjing.

Foto-video juga beredar lewat email dan pesan singkat multimedia. Salah satu 
rekaman menunjukkan bagaimana jahnwe raksasa mendarat di atap gedung karya 
arsitek Belanda Rem Koolhaas tersebut.

Seorang blogger menulis, sebenarnya pegawai CCTV telah tak sengaja menciptakan 
cerita besar dan gagal untuk meliputnya. Dalam konteks ini jurnalisme warga 
telah mengalahkan media mapan.

Blog lain melihat sisi yang lain lagi. Pembangunan ulang bangunan mewah citra 
Beijing itu akan membuka peluang bisnis baru, pelanggan baru dan, tentu saja, 
korupsi baru. Yang penting, produk domestik nasional akan meningkat dan 
masyarakat akan terus maju dalam harmoni, demikian The International Herald 
Tribune.

Kini kita beralih ke urusan buku radikal Islam. Koran The New York Times 
menurunkan artikel tentang bagaimana warga menanggapi buku-buku jihad di 
Indonesia. Di kota Solo, Jawa Tengah, mudah ditemukan beberapa toko buku kecil 
atau kios yang menjual pelbagai barang dengan pesan jihad.

Sekalipun si penjual mengatakan buku-buku itu hadir karena ada permintaan, 
nyatanya, penjualan tidak begitu laris. Sebuah buku karya seorang pelaku bom 
Bali misalnya, cuma laku 10 ribu eksemplar. 

Walau demikian, penerbitan-penerbitan tersebut mendapat perhatian khusus. 
Pengamat terorisme cemas, buku menjadi medium antara kelompok radikal dan 
pijakan gerakan Jemaah Islamiyah.

Saat bersamaan buku juga berperan positif. Anggota-anggota JI yang bermain 
bawah tanah jadi muncul ke permukaan. Dengan kata lain lebih mudah terlacak. 
Dan, terdorong untuk mempromosikan pesan jihad tanpa mengedepankan kekerasan.

Tetapi pejabat berwenang memandang penerbitan sebagai hal yang berbahaya. 
Buku-buku itu dapat menggiring kelompok muda masuk lingkaran Jemaah Islamiyah 
dan bisa jadi pasukan teror.

Sang penjual tak cemas tentang kemungkinan pemerintah menutup tokonya. Jika 
pemerintah mencoba mencampuri urusan penerbitan, maka itu berbahaya bagi 
demokrasi. Intervensi hanya membangkitkan perlawanan baru dan merendahkan 
demokrasi itu sendiri.

Demikian The New York Times dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke