--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 11 Februari 2009 15:20 UTC ** KAPAL TENGGELAM DI NTT ** PEMERINTAH INDONESIA KALAH LAGI DARI TOMMY ** SERANGAN BOM BUNUH DIRI DI KABUL ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SIAPA MENANG PEMILU ISRAEL? ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TEMPAT AMAN UNTUK KAUM PRIA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PEMERINTAH TUTUP MATA ATAS MASALAH PRT ANAK ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MORATORIUM PEMEKARAN DAERAH: SAMPAI KAPAN? ** TINJAUAN PERS MENYOROT KEBAKARAN HOTEL MEWAH DI BEIJING DAN BUKU RADIKAL DI INDONESIA * KAPAL TENGGELAM DI NTT Seorang kapten dan lima anak buah kapal hilang, setelah sebuah kapal tenggelam di perairan Nusa Tenggara Timur. Kapal Anugerah Mulia tenggelam Selasa pagi, empat hari sesudah menjalani pelayaran dari ibukota Timor Timur, Dili, ke Kupang di Timor Barat. Kapal Angkatan Laut dan tim SAR setempat, masih mencari awak kapal yang hilang. * PEMERINTAH INDONESIA KALAH LAGI DARI TOMMY Pengadilan Indonesia menolak gugatan pemerintah terhadap anak bungsu bekas diktator Soeharto. Gugatan Rp. 4,045 trilyun tersebut ditolak ketiga majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Pusat. Menurut mereka perusahaan Tommy Soeharto tak terkait dengan perusahaan-perusahaan lain yang juga digugat dalam kasus penyelewengan dana. Jaksa Penuntut Umum menyatakan banding. Keputusan ini menjadi rangkaian kegagalan pemerintah Jakarta untuk mendapatkan kembali uang negara yang dikorupsi keluarga Soeharto. Sebelumnya pengadilan Inggris juga memutuskan untuk mencairkan dana milik Tommy di Bank Paribas. Jaksa Indonesia yang berusaha menjegal upaya tersebut gagal. * SERANGAN BOM BUNUH DIRI DI KABUL Sekelompok teroris menyerang dua bangunan pemerintah di ibukota Kabul, Afganistan. Setidaknya sembilan orang tewas dan 50 luka. Lima lelaki, dengan rompi sarat bom, memaksa masuk kementrian kehakiman. Petugas keamanan mencoba menghentikan mereka. Dalam tembak menembak, empat pejuang tewas, dan beberapa petugas serta pegawai kementrian turut jadi korban. Serangan bom bunuh diri lain terjadi terhadap kantor lembaga pemasyarakatan. Taliban mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan. * KADIMA UNGGUL TIPIS PEMILU ISRAEL Partai Kadima pimpinan Tzipi Livni, menang pemilu Israel. Kadima meraih 28 kursi, unggul tipis satu kursi dari partai kanan Likud, pimpinan Benjamin Netanyahu. Kedua partai tak mendapatkan mayoritas, sehingga perlu mencari koalisi beberapa partai. Livni telah meminta Likud untuk bersama-sama membentuk pemerintah nasional. Tapi diragukan apakah Netanyahu mendukung hal itu. Ia bisa juga membentuk koalisi dengan partai-partai kanan lain. Kekalahan terbesar diderita partai buruh, yang cuma mendapat 13 kursi. Ini merupakan hasil terburuh sepanjang sejarah partai kiri dalam pemilu Israel. * RIBUAN KORAN OPOSISI MALAYSIA DISITA Pemerintah Malaysia menyita ribuan eksemplar dua koran oposisi di salah satu negara bagian di utara. Lebih dari 20 ribu eksemplar harian partai oposisi Anwar ibrahim dimusnahkan dan sebagaian besar koran partai Islam PAS diambil dari penjual dan distributor. Sekretaris unit pengawasan publikasi dari kementrian dalam negeri menyatakan koran-koran itu disita karena melanggar peraturan. * VONIS ATAS PERUSUH TIBET Pejabat Cina telah menyerahkan vonis hukuman pengadilan kepada 76 orang. Mereka dianggap terlibat kerusuhan anti Cina tahun lalu di Lhasa, ibukota Tibet. Menurut pejabat bersangkutan, hukuman bervariasi dari penjara tiga tahun sampai seumur hidup. Kerusuhan Anti Cina meletus di Lhasa dan menyebar ke wilayah Tibet lain. Pemerintah Tibet di pengasingan mengatakan lebih dari 200 warga tewas dan 1000 lainnya terluka dalam operasi lanjutan. Angka-angka tersebut ditolak pemerintah Beijing. Kelompok-kelompok hak asasi manusia Tibet menyebut ribuan ditangkap. * PRESIDEN CILE KUNJUNGI KUBA Presiden Cile Michelle Bachelet memulai kunjungan empat hari ke Kuba. Ia bertemu dengan rekan sejawatnya Raul Castro di ibukota Havana. Bachelet akhir pekan ini juga berencana menjenguk Fidel Castro yang sedang sakit. Belum jelas apakah bezoek ini jadi atau tidak. Inilah untuk pertama kalinya dalam 37 tahun, seorang presiden Cile mengunjungi Kuba. Terakhir kali kunjungan itu dilakukan oleh Salvador Allende, pada tahun 1972, setahun sebelum ia dikudeta jendral Augusto Pinochet dan bunuh diri. * WILDERS TETAP INGIN KE INGGRIS Pemimpin partai anti Islam PVV, Geert Wilders, bagaimanapun juga, akan pergi ke Inggris, Kamis besok. Sebelumnya dinas imigrasi Britania menyatakan, dia tidak boleh masuk negeri tersebut karena dicemasi menimbulkan gangguan ketertiban. Pemerintah London menunjuk pada film anti muslim Fitna. Kelihatannya Wilders bakal langsung dipulangkan oleh petugas imigrasi Inggris begitu ia mendarat di London. Pemimpin PVV diundang anggota parlemen Britania untuk memberikan penjelasan tentang filmnya. Parlemen Belanda de Tweede Kamer protes atas keputusan London yang tidak mengijinkan Wilders masuk. Tidak hanya oposisi, partai pemerintah juga menyesalkan penolakan itu. Mentri luar negeri Belanda Maxime Verhagen memprotes pemerintah Britania. * BERITA BURSA Bursa-bursa Eropa gagal mengubah sentimen negatif saat pembukaan pasar Rabu ini. Pada perdagangan tengah hari angka index masih pada posisi minus. Index Amsterdam AEX turun 0,4 persen di posisi 250,44 poin. Bursa London, Paris dan Frankfurt turun 0,2 persen hingga 0,7 persen. Index bursa Asia juga mengalami penurunan pada tingkat yang sama, setelah Wall Street jatuh hampir 5 persen merespon kekecewaan pasar atas rencana pemulihan ekonomi Obama. Satu Euro setara dengan 1,2935 dolar. 1 euro = 15.388,8 rupiah 1 dolar= 11.892,37 rupiah * SIAPA MENANG PEMILU ISRAEL? Selasa kemarin Israel memilih parlemen baru. Tapi masih belum jelas siapa bakal menjabat perdana menteri dan bagaimana susunan pemerintah baru. Selasa malam kemarin, Tzipi Livni, pemimpin partai kanan tengah Kadima serta Benjamin Netanyahu dari partai kanan Likud, menyatakan diri menang. Setelah 99% suara dihitung, Kadima nyaris partai terbesar. Tapi dalam hari-hari mendatang, setelah perhitungan suara pemilih militer, Likud masih bisa unggul. Yang pasti, di Knesset, yakni parlemen Israel, kubu kanan meraih mayoritas mutlak. Dengan demikian, Netanyahu paling mungkin menjabat perdana menteri. Laporan koresponden Ad Bloemendaal dari Tel Aviv. Prestasi baik Kadima, jelas kejutan. Di Intercontinental Hotel, Tel Aviv, ratusan pendukungnya bersorak-sorai ketika pemancar televisi meramalkan Kadima unggul dua kursi. Jajak pendapat pekan-pekan belakangan selalu menampilkan suatu kemenangan bagi Likud. Kiri tersingkirkan Hasil sementara menunjukkan, pada titik akhir banyak pendukung partai kiri beralih memilih Kadima. Ini untuk mencegah Netanyahu menjadi perdana menteri baru. Tapi ini juga berarti era terburuk bagi kubu kiri, termasuk partai buruh pimpinan Ehud Barak. Persaingan menegangkan antara Kadima dan Likud menarik lebih banyak pemilih ketimbang pada pemilu sebelumnya tahun 2006. Tapi suasananya suaram. Ini bukan hanya disebabkan cuaca buruk. Pemilu digelar tidak lama setelah invasi militer di Jalur Gaza. Kampanye militer terpusat pada ancaman Iran, yang kabarnya berupaya keras mengembangkan senjata atom. Perdamaian bukan isyunya 'Proses perdamaian' hampir tak disebut. Para pemimpin politik tampaknya sependapat bahwa perundingan dengan Palestina untuk sementara tidak menghasilkan apa-apa, dan sebaiknya semua perhatian diarahkan pada bahaya yang mengancam Israel dari pelbagai arah: Hamas di Jalur Gaza, Hizbullah dan Suriah di utara dan terutama Iran. Para calon telah berusaha keras tampil mampu berjuang. Livni, satu-satunya perempuan, tampak kesulitan dalam hal ini. Pada pelbagai pertemuan di Israel terkait pemilu, ia berulangkali mengatakan tidak akan mengurus kopi bagi para lelaki, melainkan mengambil keputusan. Pada poster-poster Likud ia diggambarkan sebagai orang yang sangat butuh obat sakit kepala. Poster itu lengkap dengan tulisan "lemah di bidang pertahanan". Suram Suasana suram semasa kampanye menyebabkan pergeseran ke kanan. Dalam 'pidato kemenangan' Selasa kemarin kemarin, Netanyahu berkata jumlah kursi 'kamp nasional', yakni semua partai kanan, meningkat dari 50 menjadi 64. "Saya sudah berbicara dengan semua pemimpin partai. Kami secepatnya memulai perundingan tentang pembentukan pemerintah baru", katanya. Kendati demikian, Netanyahu harus menanti dulu apakah ia akan menerima tugas membentuk pemerintah baru. Hari-hari mendatang, para pemimpin fraksi akan berkonsultasi dengan Presiden Shimon Peres soal siapa tokoh yang harus menerima tugas itu. Melihat situasi baru, Netanyahu berpeluang lebih besar ketimbang Livni, karena Oktober silam Livni gagal membentuk pemerintah baru. Banyak tergantung pada partai kanan Israel, Beitenu, yang dengan 15 kursi menduduki posisi kunci. Pemimpin Beitenu, Avigdor Lieberman, Selasa malam berkata semua kemungkinan terbuka. Tapi ia juga tampak lebih memilih pemerintah di bawah pimpinan Netanyahu. Berbagi Bagaimana pun juga perundingan pembentukan pemerintah kelihatan tak membawa harapan. Netanyahu bisa saja membentuk pemerintah murni kanan, tapi ia tampak tidak berniat melakukannya. Netanyahu tidak bisa bergerak dengan pemerintah kanan, terutama di bidang kebijakan politik. Kerja sama dengan Kadima paling mungkin, tapi suasananya tidak memungkinkan. Beberapa komentator juga menyebut sebuah pemerintah dipimpin perdana menteri secara bergilir. Ini telah terjadi di Israel tahun 1984, ketika Shimon Peres dari Partai Buruh dan Yitshak Shamir dari Likud, menjabat perdana menteri masing-masing separuh masa jabatan. - - - - - - - - - - - - - - - - - Partai Buruh Ehud Barak meraih 13 kursi (dibanding 19 kursi sekarang). Partai kiri liberal Meretz memperoleh 3 kursi (dulunya 5). Sisa pembagian kursi dalam Knesset yang beranggotakan 120 orang: Kadima 28 (dulunya 29), Likud 27 (12), partai kanan Israel Beitenu 15 (11), partai religius Shas 11 (12). Partai-partai kecil Arab meraih 11 kursi (dulunya 10) dan sisa kursi jatuh ke tangan partai-partai kecil religius dan radikal. Suara Pemilih Arab Sedikit terkejut, warga Arab menerima hasil pemilu Israel dan mereka tidak berharap akan ada perubahan. Ziad Hamouri, kepala Pusat Hak Ekonomi dan Sosial CESR menyatakan, dalam soal Palestina tidak akan ada perbedaan antara pemerintahan yang dipimpin oleh Likud atau oleh Kadima. Kadima sebelumnya sudah menyatakan akan melanjutkan perundingan perdamaian dengan Palestina. Tetapi menurut Hamouri, kenyataannya sejak pembicaraan di Annapolis, Amerika, perundingan perdamaian Timur Tengah tetap jalan di tempat. Orang-orang Arab yang tinggal di Israel cemas dengan tampilnya Avigdor Lieberman pemimpin partai nasionalis Israel Beitenu (Israel Rumah Kita). Mahmoud Darawshe, salah satu pemuka masyarakat Arab Israel menegaskan, Lieberman adalah kabar buruk, bukan hanya bagi kalangan Arab tapi juga bagi negara demokratis Israel sendiri. Menurutnya, kalau Lieberman sampai ikut dalam pemerintahan koalisi, dan kemungkinan ini besar, maka dikhawatirkan akan meningkat kekerasan antara kalangan Arab dan Yahudi di Israel, seperti terlihat Selasa lalu di kota Umm al Fahhem. Naser Laham, pemimpin redaksi kantor berita Maan, milik Palestina menulis, "warga Palestina letih mengahadapi demokrasi Israel yang hanya mengusungn kaum ekstrimis dan kalangan haus perang pada kekuasaan. Menurut Laham, bintang pemilu ini menang setelah menindas orang Palestina di Gaza dan menebar kebencian serta diskriminasi terhadap orang Arab. - - - - - - - - - - - - - - - - - * TEMPAT AMAN UNTUK KAUM PRIA Rumah penampung korban kekerasan rumah tangga. Bagi perempuan, prasarana seperti ini sudah lama ada. Tapi kini juga tersedia bagi kaum lelaki. Empat kota besar Belanda membuka rumah penampungan, tempat kaum pria bisa tinggal sementara dan membangun masa depan yang lebih baik. Proyek ini mendapat subsidi pemerintah. Laporan redaktur Belnada Philip Smet. Rumah aman bagi 40 laki-laki. Di Amsterdam, Rotterdam, Den Haag dan Utrecht kini dibuka rumah penampung laki-laki, korban kekerasan rumah tangga, penganiayaan fisik atau mental oleh pasangan atau anggota keluarga lain, pemerasan. Departemen Kesejahteraan, Kesehatan dan Olahraga menyebut mereka 'korban kekerasan dalam situasi ketergantungan'. Menteri muda Jet Bussemaker secara simbolis membuka Rumah Penampung Laki-laki di Den Haag. Tamu: "Setelah dianiaya bertahun-tahun, kami merasa cukup sudah. Kami seolah-olah dilempar ke mari, antara orang tua, antara orang tak dikenal. Keluarga kami suka pakai kekerasan. Jadi di sana pun kami tak bisa tinggal." Demikian kata laki-laki berusia 18 tahun yang bersama kakaknya ditampung di rumah penampung Amsterdam. Mereka lari dari rumah. Setelah orang tua cerai, 14 tahun lalu, mereka tinggal di pelbagai tempat. Terakhir mereka tinggal bersama ayah. Tapi belakangan, ayah menghampiri mereka dengan pisau besar. "Saya tidak tahu mengapa ia tiba-tiba menusukkan pisau di tempat tidur kakak. Mungkin ia mau menakut-nakuti kami. Tapi kami merasa cukup sudah. Kami pertimbangkan cari sesuatu yang baru," tutur korban berusia 18 tahun ini. Akhirnya polisi memutuskan, kakak-beradik ini tak lagi bisa tinggal di rumah. Setelah beberapa malam tidur di bawah kolong jembatan, teman lama memperkenalkan mereka pada rumah penampung. Bentuk kekerasan Ada pelbagai bentuk kekerasan yang membuat para lelaki memutuskan meminta bantuan rumah penampung. Tapi jumlah pria korban kekerasan rumah tangga tidak jelas. Demikian direktur rumah penampung Den Haag, Patricia Gho. Patricia Gho: "Berdasarkan laporan yang masuk pada polisi, satu dari lima korban adalah laki-laki. Beberapa tamu kami korban kekerasan rumah tangga. Pelakunya bisa isteri, tapi, dalam hubungan homosexual, bisa juga pasangan lelakinya. Kami juga pernah menampung laki-laki, korban pembunuhan demi kehormatan. Kami menampung korban perdagangan manusia, yang misalnya dipaksa melakukan prostitusi." Banyak laki-laki malu minta bantuan. Adalah tabu, kalau seorang pria sampai harus mengaku korban penganiayaan. Akhirnya mereka ditampung juga di rumah penampung, yakni melalui polisi atau dokter keluarga. Rumah ini bukan saja aman, tapi penghuninya juga bisa tinggal dan memperoleh makanan. Mereka juga diberi dukungan praktis dan psikis sehingga bisa membangun kembali hidup mereka. "Tujuan akhirnya adalah kembali memberi mereka perspektif, sehingga bisa bertahan dan mengendalikan sendiri hidup mereka," kata menteri muda Bussemaker dalam pidato pembukaannya. Untung Bahwa tinggal di rumah penampungan bisa menerobos situasi tanpa harapan, telah dialami kakak-beradik di Amsterdam. Merasa aman? "Tentu," jawab si adik, dan ia menyebut alamat rumah penampungan, tempat mereka tinggal. Bersama kakaknya ia ingin mencari rumah baru, tempat mereka bisa hidup tenang. Tamu: "Kami untung ditampung di sini. Setiap pagi orang datang minta bantuan, tapi tidak ada tempat lagi. Kami tidak mau keluar rumah, tapi polisi menyuruh kami. Kami beruntung bisa ditampung di sini." Tahun lalu Menteri Muda Kesejahteraan Rakyat Jet Bussemaker mengucurkan dana sebesar 800 ribu euro untuk rumah penampung di empat kota besar. Akhir 2009 ia akan melihat apakah ada cukup tempat penampungan dan apakah sistem bekerja baik. * PEMERINTAH TUTUP MATA ATAS MASALAH PRT ANAK Pemerintah RI kurang melindungi PRT anak dari pelecehan dan eksploitasi. Demikian tercantum dalam laporan organisasi Hak-Hak Asasi Manusia Amerika Human Rights Watch. Seberapa buruk sebenarnya kondisi PRT anak di Indonesia? Ikuti keterangan Agnes Widanti, Koordinator Jaringan Perempuan dan Anak Jawa Tengah di Semarang. Agnes Widanti [AW]: Karena kultur yang masih kental, paternalistik, dan juga diskriminasi yang masih berlaku, maka PRT anak sulit sekali dideteksi, karena diprotek para majikan. Dalam arti diprotek, tidak bisa memberikan informasi ke luar. Kalau ditanya seberapa buruk, memang buruk sekali. Saya pernah mencoba mengambil PRT anak. Ada tiga orang di rumah. Umurnya di antara 12 sampai 15 tahun. Dari daerah yang miskin di Wonosobo. Mereka mengatakan bahwa sudah pindah majikan. Pada majikan yang pertama, dia hanya digaji 100.000 rupiah per bulan. Di samping itu mereka pekerjaannya juga serabutan. Kalau mereka nggak mau kerja, itu kadang-kadang kekerasan yang dia terima. Saya sudah mengadakan penelitian mengenai PRT ini tahun 80 sampai 90. Jadi sudah lama memang, selama sepuluh tahun, itu memang tidak ada perubahan. Terakhir tahun 2003, karena ada kerja sama dengan sponsor mengadakan penelitian di daerah-daerah mengenai kondisi PRT, bayarnya terlalu kecil. Jadi antara separuh sampai sepertiga PRT biasa. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Apakah anak-anak ini tidak punya hak dasar pekerja? AW: Mereka sebetulnya kan belum bisa dipekerjakan. Ini kan melanggar hukum, karena sudah ada undang undang perlindungan anak. Mereka baru bisa bekerja kalau umurnya sudah kira-kira 16 sampai 17 tahun. Umur-umur sebelumnya itu, itu memang diperbolehkan kerja dalam undang undang, asal mereka hanya tiga jam sehari. Lalu gajinya juga sesuai dengan gaji yang berlaku. Tapi kenyataannya mereka jadi PRT, waktunya nggak menentu. RNW: Tapi mengapa hal ini bisa terjadi? AW: Karena pemerintah nggak peduli dengan hal-hal ini. Pernah saya mengajukan draft undang undang PRT di propinsi pada gubernur. Lalu gubernur mengatakan bahwa masalah yang lebih penting itu banyak. Kenapa kita ngurusi PRT? Itu kan juga melecehkan. Jadi nggak ada komitmen sama sekali. Mereka buat undang undang, tapi mereka tidak melaksanakan undang undang itu sendiri. RNW: Jadi pemerintah seolah-olah menutup mata atas masalah ini ya? AW: Ya, itu dianggap masalah dalam rumah tangga. Padahal di dalam perlindungan anak, itu dikatakan bahwa pekerjaan domestik, itu berbahaya. Pekerjaan yang berbahaya. RNW: Tapi kalau itu termasuk pekerjaan berbahaya, mengapa tetap saja banyak anak perempuan memilih untuk bekerja sebagai PRT? AW: Sama saja seperti sekarang banyak TKW, tenaga kerja wanita yang dikirim ke luar negeri. Mereka tahu kalau nanti TKW itu sampai di rumah, sudah mati, sudah meninggal. Tapi mereka tetap saja mau mengadu untung. Kenapa? Karena mereka sangat miskin. Nggak bisa makan. Daripada nganggur, ya udah, dia kerja seadanya. RNW: Jadi di satu sisi pekerjaan rumah tangga dibutuhkan anak-anak sebagai pemasokan tambahan buat keluarganya? AW: Ya. Mereka itu mengirimkan penghasilannya ke keluarga. RNW: Lalu bagaimana supaya ini bisa seimbang antara kebutuhan pekerjaan dan hak anak? AW: Saya itu kan koordinator Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Jawa Tengah. Kita baru memikirkan mengenai masalah ini. Bagaimana PRT anak itu bisa dihapuskan. Karena PRT dewasa pun juga mendapat gaji yang kecil. Jadi di bawah upah minimum. Upah minimum sekarang 680.000 rupiah per bulan. Gaji PRT dewasa itu 300.000 sampai 350.000 rupiah. Jadi masih di bawah sekali. * MORATORIUM PEMEKARAN DAERAH: SAMPAI KAPAN? Menyusul insiden tewasnya Abdul Aziz Angkat, ketua DPRD Sumatra Utara, pemerintah Jakarta datang dengan usul moratorium pemekaran, baik propinsi, kabupaten mau pun kota di seluruh Indonesia. Golkar dan Partai Demokrat misalnya sudah mendukung usul ini. Niat menghentikan pemekaran daerah ini sebenarnya bukan hal baru. Tetapi dipicu oleh insiden demo maut di Medan. Sampai kapan moratorium ini harus berlaku? Berikut penjelasan Pratikno, pakar otonomi daerah dari Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Pratikno: "Sebetulnya pemerintah itu sejak tahun 2004, sudah mulai risau dengan pemekaran daerah yang terus berkembang. Memang ada beberapa alasan yang sangat masuk akal. Bahwa daerah itu mengusulkan pemekaran misalnya, dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Agar akses ke pemerintahan menjadi lebih dekat dan lain-lain. Pembangunan wilayah berkembang gitu ya." "Tetapi belakangan kan juga ada unsur-unsur, orang-orang yang kecewa secara politik. Terus kemudian mencari jabatan mendapatkan promosi di jabatan-jabatan politik dan birokrasi. Jadi pemerintah itu membicarakan akan melakukan moratorium sejak tahun 2004. Presiden itu akhir tahun 2004 ya, sudah menyatakan bahwa pemekaran harus dievaluasi dan kemudian perlu ditinjau ulang. Tapi sampai sekarang jalan terus." "Jadi kalau pun sekarang pemerintah memutuskan untuk menyetop pemekaran, satu, itu adalah keberanian yang sudah lama tertunda. Kedua, memang perlu ada klarifikasi jauh. Distop itu apakah selama pemilu legislatif dan pemilihan presiden tahun 2010, ataukah memang sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Itu hal yang punya implikasi berbeda." "Kalau memang itu disetop hanya karena alasan pemilu legislatif tahun 2009 dan pemilu presiden, itu sudah rencana lama bukan rencana baru. Rencana lama memang begitu, undang-undang juga tidak memungkinkan pemecahan daerah pemilihan selama proses pemilihan toh." Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: "Dengan langkah ini, yang menyusul insiden di Medan itu, menurut Anda bagaimana? Provinsi Tapanuli akan terwujud atau tidak?" Pratikno: "Dari sisi proses hukum bisa memungkinkan. DPR mendorong itu atau, sebuah DPRD segera mengeluarkan rekomendasi ataukah tidak. Kemudian pemerintah pusat memprosesnya ataukah tidak. Selama ini juga ada kasus-kasus semacam itu dan kemudian prosesnya berlanjut." "Tetapi sekarang ini, saya kira adalah momentum bagi pemerintah yang selama ini menginginkan untuk menyetop, nah saat inilah saat untuk menyetop. Kalau dugaan saya sih, pemerintah mempunyai amunisi yang cukup kuat untuk melakukan penyetopan usulan pembentukan provinsi Tapanuli." RNW: "Yang pasti memang ada moratorium ini terhadap pemekaran daerah ya mas Pratikno?" Pratikno: "Kalau moratorium sementara, itu jelas ya. Bahwa selama hiruk-pikuk pemilu ini jelas. Yang sekarang tidak jelas kan apakah moratorium itu sampai batas waktu yang tidak ditentukan, itu yang saya kira memang tidak jelas. Karena undang-undang tentang pemerintahan daerah masih memberikan kesempatan bagi pemekaran." RNW: "Kalau menurut Anda sendiri yang sudah lama menekuni masalah pemekaran daerah ini, jadi gimana nih masa depannya. Moratorium ini sementara ataukah kemudian akan berlanjut?" Pratikno: "Ya sebaiknya moratorium ini untuk sementara. Kalau usul saya, dibuat peraturan pemerintah pengganti undang-undang, yang mengatakan untuk sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan pemekaran daerah distop. Sampai kemudian muncul undang-undang baru yang memberikan peluang lagi. Kayaknya itu yang harus keluar." "Mengapa kok demikian? Kalau pemekaran itu ditutup untuk sementara, dan nanti habis pilpres dibuka lagi, itu bahayanya punya implikasi terhadap kualitas pilpres. Orang kemudian akan menggunakan isu pemekaran sebagai komoditas politik untuk membangun dukungan politik bagi pemilu legislatif maupun pilpres." RNW: "Anda mengatakan harus dibentuk undang-undang ya, mas Pratikno. Kalau menurut Anda sendiri undang-undang itu harus seperti apa, sehingga pemekaran daerah betul-betul murni karena masalah daerah, bukan misalnya karena ada politisi yang frustrasi gitu?" Pratikno: "Itu sangat sulit. Mengapa? Karena sangat sulit akan membedakan antara aspirasi masyarakat dengan kepentingan elit daerah. Itu sangat sulit untuk membedakan dua hal tersebut. Karena masyarakat memang berharap melalui pemekeran itulah mereka mendapat pelayanan publik yang lebih baik." "Misalnya mereka mendapatkan akses transportasi, mereka mendapatkan pelayanan kesehatan. Kapan lagi mereka mempunya rumah sakit kalau tidak menjadi ibu kota kabupaten misalnya. Jadi kalau memang stop sekarang, toh untuk batas waktu yang tidak ditentukan untuk menghindari politisasi usulan pemekaran di arena pemilu legislatif dan pilpres." "Kemudian beri solusi kepada masyarakat bahwa mereka bisa menikmati pelayanan lebih baik, mereka bisa membangun daerahnya tanpa harus melalui pemekaran. Itu kan hal yang penting untuk dikembangkan sebagai sebuah alternatif. Nah, kalau misalnya kondisinya sudah mapan, mungkin sepuluh tahun yang akan datang, DPR dan presiden, jika dianggap perlu, membuka lagi peluang bagi pemekaran." Demikian Pratikno, pakar otonomi daerah dari Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. * TINJAUAN PERS MENYOROT KEBAKARAN HOTEL MEWAH DI BEIJING DAN BUKU RADIKAL DI INDONESIA Kebakaran di bangunan -hampir jadi- hotel mewah Beijing "The Mandarin Oriental" memunculkan beragam pesan. Demikian tulis harian The International Herald Tribune. Penyidik menyalahkan Televisi Sentral Cina karena pegawainya main mercon raksasa terlalu dekat dengan kompleks kebanggaan ibukota tersebut. Kantor siaran negara memang tidak jauh dari lokasi. CCTV kemudian memasang pengumuman maaf pada situs internetnya. Ini terasa janggal, karena di Cina jarang-jarang perusahaan negara sekuat itu memohon maaf. Terlebih, warga sendiri sangat sulit menemukan gambar ataupun berita tentang amuk api di televisi dan koran. Belakangan bocor sebuah memo pejabat propaganda berisi perintah untuk mengurangi perhatian publik atas kebakaran. Pengumuman maaf menunjukkan Beijing bingung bagaimana harus menyikapi sebuah peristiwa sensitif. Di sisi lain, sensor sebenarnya tak lagi ampuh pada era internet. Para blogger sudah mengunggah berbagai berita, foto dan film ke internet. Senjata mereka handphone kamera dan perekam jinjing. Foto-video juga beredar lewat email dan pesan singkat multimedia. Salah satu rekaman menunjukkan bagaimana jahnwe raksasa mendarat di atap gedung karya arsitek Belanda Rem Koolhaas tersebut. Seorang blogger menulis, sebenarnya pegawai CCTV telah tak sengaja menciptakan cerita besar dan gagal untuk meliputnya. Dalam konteks ini jurnalisme warga telah mengalahkan media mapan. Blog lain melihat sisi yang lain lagi. Pembangunan ulang bangunan mewah citra Beijing itu akan membuka peluang bisnis baru, pelanggan baru dan, tentu saja, korupsi baru. Yang penting, produk domestik nasional akan meningkat dan masyarakat akan terus maju dalam harmoni, demikian The International Herald Tribune. Kini kita beralih ke urusan buku radikal Islam. Koran The New York Times menurunkan artikel tentang bagaimana warga menanggapi buku-buku jihad di Indonesia. Di kota Solo, Jawa Tengah, mudah ditemukan beberapa toko buku kecil atau kios yang menjual pelbagai barang dengan pesan jihad. Sekalipun si penjual mengatakan buku-buku itu hadir karena ada permintaan, nyatanya, penjualan tidak begitu laris. Sebuah buku karya seorang pelaku bom Bali misalnya, cuma laku 10 ribu eksemplar. Walau demikian, penerbitan-penerbitan tersebut mendapat perhatian khusus. Pengamat terorisme cemas, buku menjadi medium antara kelompok radikal dan pijakan gerakan Jemaah Islamiyah. Saat bersamaan buku juga berperan positif. Anggota-anggota JI yang bermain bawah tanah jadi muncul ke permukaan. Dengan kata lain lebih mudah terlacak. Dan, terdorong untuk mempromosikan pesan jihad tanpa mengedepankan kekerasan. Tetapi pejabat berwenang memandang penerbitan sebagai hal yang berbahaya. Buku-buku itu dapat menggiring kelompok muda masuk lingkaran Jemaah Islamiyah dan bisa jadi pasukan teror. Sang penjual tak cemas tentang kemungkinan pemerintah menutup tokonya. Jika pemerintah mencoba mencampuri urusan penerbitan, maka itu berbahaya bagi demokrasi. Intervensi hanya membangkitkan perlawanan baru dan merendahkan demokrasi itu sendiri. Demikian The New York Times dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
