---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Minggu 18 Oktober 2009 12:30 UTC



** TENTARA PAKISTAN HANTAM TALIBAN

** AMERIKA TUNGGU HASIL PILPRES AFGHANISTAN

** SERANGAN BUNUH DIRI DI IRAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PABRIK KOKAIN BELANDA RANGSANG SERDADU



* TENTARA PAKISTAN HANTAM TALIBAN

Pemerintah Pakistan menyatakan telah berhasil mengambil-alih beberapa sarang 
kelompok Taliban di Waziristan Selatan. Sejak Sabtu kemarin, tentara Pakistan 
memulai ofensif darat, yang telah lama dipersiapkan. Diperkirakan, korban tewas 
telah berjumlah puluhan jiwa, namun informasi mengenai hal ini sulit diperoleh, 
karena semua hubungan telepon putus. Sebagian besar wartawan telah meninggalkan 
wilayah Waziristan Selatan, bersama lebih dari seratus ribu pengungsi. Banyak 
pihak mengkhawatirkan, jumlah pengungsi masih akan bertambah.


* AMERIKA TUNGGU HASIL PILPRES AFGHANISTAN

Amerika tidak usah tergesa-gesa mengirim pasukan tambahan ke Afghanistan, 
selama belum ada kepastian tentang pemerintahan baru negeri ini. Demikian 
pernyataan senator, John Kerry, Ketua Komisi Luar Negeri, Senat Amerika. 
Menurut senator John Kerry, pengiriman pasukan tambahan pada masa sekarang ini, 
sama sekali tidak bisa dipertanggung-jawabkan. Afghanistan, saat ini masih 
menunggu hasil penelitian internasional mengenai kemungkinan adanya kecurangan 
dalam pemilihan presiden, beberapa waktu berselang. Diperkirakan, peraihan 
suara Presiden Afghanistan saat ini, Hamid Karzai, mungkin tidak sebanyak hasil 
penghitungan semula. Dan dengan demikian, mungkin perlu diselenggarakan 
pemilihan presiden babak kedua. Jika harus berlangsung pemilihan babak kedua, 
pelaksanaannya mungkin awal tahun depan.


* SERANGAN BUNUH DIRI DI IRAN

Di Iran Selatan, terjadi suatu serangan bunuh diri pada Garda Revolusi. 
Dipastikan, lima komandan Garda Revolusi tewas. Demikian pemberitaan televisi 
pemerintah Iran. Selanjutnya, masih ada limabelas korban tewas lainnya, namun 
masih belum jelas, apakah mereka juga termasuk anggota Garda Revolusi. Di 
antara lima komandan tersebut, terdapat seorang jendral. Mereka sedang dalam 
perjalanan menuju suatu upacara di dekat perbatasan dengan Pakistan, ketika 
pelaku serangan, meledakkan bom bunuh diri. Sejauh ini masih belum diketahui, 
kelompok mana yang bertanggung jawab bagi serangan tersebut.


* PERANG NARKOBA DI RIO DE JANEIRO

Di Rio de Janeiro, dalam suatu pertempuran yang melibatkan kelompok bandit 
narkotika, dipastikan duabelas orang tewas, di antaranya dua orang polisi. Dari 
wilayah kumuh kota Rio de Janeiro, beberapa anggota bandit menembaki helikopter 
polisi. Helikopter ini berhasil melakukan pendaratan darurat di lapangan 
sepakbola. Namun, kemudian langsung terbakar, dan meledak. Saat ini, beberapa 
gembong narkoba mencoba menguasai wilayah kumuh Brasil. Sering terjadi, baku 
tembak di antara berbagai kelompok bandit, yang bersaing satu sama lain. 
Setelah berhasil menembak jatuh helikopter, kelompok bandit terus menghujani 
satuan polisi dengan rentetan tembakan. Sebagai aksi pembalasan terhadap 
operasi polisi, kelompok bandit membakar delapan buah bus.


* HEBOH IKLAN MUSIUM LILIN THAILAND

Menyusul protes kedutaan besar Israel dan Jerman, pemerintah Thailand menutup 
suatu papan reklame dengan gambar Adolf Hitler. Reklame tersebut dipasang oleh 
musium patung lilin, Louis Tussaud, untuk memancing pengunjung. Di bawah gambar 
Hitler, dengan pose sedang menyampaikan gaya acungan tangan nazi, tertera 
tulisan "Hitler belum mati". Jurubicara kedutaan Israel dan Jerman menyatakan, 
gambar tersebut menunjukkan selera rendah, dan sangat tidak bermoral. Sejak 
pemasangan iklan tersebut dua pekan lalu, musium lilin telah menerima lebih 
dari seratus protes. Direktur musium lilin Louis Tussaud Thailand mengajukan 
permohonan ma'af. Ia tidak berniat melukai perasaan siapa pun juga.


* QUIZ SOMALIA BERHADIAH SENAPAN

Dalam suatu acara quiz di Somalia, seorang pemuda berusia 17 tahun berhasil 
memenangkan sejumlah besar senjata api. Penyelenggara quiz radio ini, adalah 
kelompok Islam radikal, Al Shabaab. Tujuannya, menarik para pemuda ke dalam 
perang jihad, melawan musuh-musuh Islam. Para peserta quiz, yang berusia antara 
10 hingga 25 tahun harus mampu membaca ayat-ayat Al Qur'an di luar kepala. 
Selain itu mereka juga harus menjawab pertanyaan tentang budaya dan ilmu 
pengetahuan. Para pemenang antara lain mendapat hadiah: satu senapan mesin 
Kalashnikov, dua granat tangan dan sebuah ranjau darat anti tank. Mereka yang 
kalah juga berpeluang mendapat hadiah. Bagi mereka, ada undian, dengan hadiah 
sebuah senapan mesin, lengkap berserta peluru.


* PABRIK KOKAIN BELANDA RANGSANG SERDADU

Jika perlu narkotika, datanglah ke Belanda. Bagi kalangan terbatas, sejak tahun 
1900 Belanda sudah dikenal sebagai pemasok. Ketika itu, di Amsterdam ada sebuah 
pabrik, yang pada masa Perang Dunia Pertama, memasok kokain dalam jumlah besar, 
bagi serdadu Jerman dan Inggris. Berkat bubuk putih tersebut, serdadu berubah 
jadi mesin perang yang gagah berani. Conny Braam menulis sebuah roman mengenai 
kisah ini. Judulnya, 'De handelsreiziger van de Nederlandsche Cocaine Fabriek' 
atau 'Penjaja keliling pabrik kokain Belanda'. Laporan Saskia van Reenen.
Cuplikan dari buku: "Seorang perawat mengamati keadaan Robin, lalu merogoh 
kotak obat, mengambil sebuah botol kecil, dan membuka tutupnya. 'Buka mulutmu', 
katanya. Robin memandang ketakutan padanya. Sang perawat lalu membuka mulut 
Robin, memasukkan sebuah tablet, dan memberinya seteguk rum. Kini Robin tidak 
gemetar lagi. Robin merasa ceria. 'Pasukan, kita maju terus', teriak seorang 
perwira dengan mata meleotot."

Roman sejarah
Demikianlah, dalam roman yang ia tulis, 'Penjaja keliling pabrik kokain 
Belanda', Conny Braam menguraikan bagaimana Robin Ryder, pada masa Perang Dunia 
Pertama, mendapat perawatan dengan menggunakan kokain. Saat itu, serdadu 
Inggris ini sedang terbaring di parit perlindungan.
Kisah mengenai penjaja kokain asal Belanda ini benar-benar terjadi. Tapi, 
pemeran utama dalam cerita, dua tokoh fiktif. Lucien Hirschland adalah penjaja 
keliling, pemasok narkotika pada perusahaan farmasi Inggris dan Jerman. Dan 
Robin Ryder adalah serdadu yang menelan bubuk putih tadi.
Dari berbagai sumber arsip Conny Braam menemukan informasi, bahwa Belanda, pada 
masa Perang Dunia Pertama, pemasok terbesar kokain. Tanaman coca, 
dibudi-dayakan di tanah jajahan, di Pulau Jawa. Selanjutnya, daun coca, yang 
banyak mengandung alkaloide, diolah di pabrik, di Weespertrekvaart, menjadi 
kokain murni.

Perangsang
Menurut Conny Braam, dampak pembiusan obat ini, sejak sekitar tahun 1900 sudah 
diketahui. Psikiater Sigmund Freud melakukan beberapa eksperimen menggunakan 
obat ini, dan menulis mengenai hal ini, dalam karyanya, 'Uber Kokain'. Walaupun 
demikian, semua kemungkinan bahaya tidak dihiraukan, dan Belanda, yang selama 
Perang Dunia Pertama bersikap netral,  memasok obnat ini pada semua pihak yang 
sedang berperang. Jerman, Britania Raya, Amerika Serikat, Prancis dan Kanada.
Conny Braam: "Saya menemukan suatu hasil penelitian ilmuwan Jerman, pada akhir 
abad ke sembilanbelas. Ia menyatakan, obat tersebut merupakan zat mujarab. Obat 
ini menghilangkan rasa lapar, membuat orang jadi sangat agresif. Orang 
kehilangan kemampuan memperhitungkan bahaya. Dan hal ini sangat cocok dalam 
suasana perang gila-gilaan saat itu, di mana puluhan ribu serdadu, melalui 
timbunan mayat rekan mereka, maju merangkak, menyongsong tembakan mitraliur 
Jerman."
Dari suatu majalah mingguan industri farmasi, Conny Braam menemukan bukti, 
bahwa, saat itu, kokain produksi pabrik Belanda, tidak digunakan sebagai obat 
bius. Tapi sebagai perangsang. Menurut majalah ini, pabrik yang bersangkutan, 
selama masa perang, mereguk untung besar.

Pecandu narkoba
Sebelum merangkak ke luar dari parit perlindungan, para serdadu mengkonsumsi 
kokain dan seteguk rum. Alkohol memperkuat dampak narkotika. Dari koran 
Inggris, The Time, Conny Braam juga menjumpai berita tentanag suatu perusahaan 
Inggris, sekitar tahun 1914, memasarkan suatu tablet dengan nama 'Forced 
March'. Tablet ini mengandung kokain. Dalam iklan pemasaran tercantum, tablet 
ini sangat cocok, untu dijadikan kado, bagi anggota keluarga yang di kirim ke 
medan perang. Berkat narkotika, terciptalah tentara baru. Tentara pecandu 
narkotika.
Conny Braam: "Dampak yang paling menyedihkan adalah, selain sekian banyak 
korban jiwa, setelah Perang Dunia Pertama muncul sekian banyak serdadu pecandu 
narkotika. Usai perang, mereka berupaya mencari obat tersebut."
Juga mantan serdadu Robin Ryder mengembara ke berbagai kota dan negeri, mencari 
kokain. Perama, ia bisa mendapatkannya di rumahsakit, jika ia luka parah. 
Akhirnya, wajah Robin Ryder rusak parah. Dan selanjutnya, ia hidup menggunakan 
masker. Pengembaraannya mencari narkotika, membawanya pada penjaja keliling, 
Lucien Hirschland.
Cuplikan buku: "Isi bungkusan kecil yang ia terima dari Lucien Hirschland ia 
curahkan ke meja. Lalu ia mengisap semua bubuk tersebut. Sebentar tampak ia 
agak terhuyung, akibat ledakan yang ia rasakan ada di bagian belakang kepala, 
darahnya serasa membuih, dan debaran jantung menggoyang tulang iganya."

Bisnis legal
Usai perang, orang mengira, bisnis kokain berpindah tempat, dari pabrik legal 
ke pasar gelap. Tapi, Conny Braam menemukan, juga setelah tahun 1918, produksi 
pabrik tetap tinggi. Pabrik ini tetap beroperasi hingga tahun 1963. 
Conny Braam: "Mingguan industri farmasi melaporkan, pabrik kokain ini berhasil 
mengeruk sekian banyak laba pada masa Perang Dunia Pertama, sehingga pada tahun 
1942, mampu memproduksi amfetamine. Bagi tentara Jerman, manfa'at obat ini sama 
dengan kokain. Produk ini zat pertangsang, bukan obat. Itu semua, merupakan 
lembaran hitam dalam sejarah Belanda."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke