--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 19 Oktober 2009 14:40 UTC ** GEMBONG PENYELUNDUP DITANGKAP ** GORBATSJOV ANGGAP SISTEM DEMOKRASI RUSIA LELUCON ** PBB PERKIRAKAN JUMLAH PERDAGANGAN MANUSIA ** TOPIK TINJAUAN PERS: ABEL TASMAN YANG TERLUPAKAN DAN KEMBALIKAN NEFERTITI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MENDONGENG DI ZAMAN DIGITAL ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGANTIN DI CINA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SEDIKIT PARTAI INDONESIA MAU OPOSISI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BANTUAN KORBAN GEMPA PADANG BELUM MERATA * GEMBONG PENYELUNDUP DITANGKAP Seorang gembong penyelundup asal Indonesia yang akan menyelundupkan pengungsi Sri Lanka ke Australia ditangkap. Dia ditemukan bersembunyi dalam kapal pengungsi Sri Lanka yang saat ini berada di Indonesia. Demikian keterangan Menteri Luar Negeri Australia, Stephen Smith. Sang penyelundup bernama, Abraham Lauhenaspessy, dikenal sebagai Kapten Bram. Dia ditangkap Kepolisian Indonesia ketika pihak kepolisian menjemput para pencari suaka asal Sri Lanka untuk dibawa ke penampungan. Menurut koran Australia, FairFax, Kapten Bram telah menyelundupkan sekitar 1500 pengungsi ke Australia sejak dia memimpin sebuah organisasi penyelundupan manusia di Indonesia pada tahun 1999. Juru bicara pengungsi Sri Lanka telah mengkonfirmasi keberadaan Kapten Bram. Akhir pekan lalu para pengungsi mengakhiri aksi mogok makan untuk menolak perintah keluar dari kapal. * GORBATSJOV ANGGAP SISTEM DEMOKRASI RUSIA LELUCON Mantan Presiden Uni Soviet, Mikail Gorbatsjov, menggangap sistem demokrasi Rusia saat ini hanya sebuah lelucon. Hal ini ia ungkapkan dalam sebuah wawancara dengan koran oposisi, Novaja Gazeta. Gorbatsjov keluarkan nada sinis atas hasil pemilu terbaru di Rusia. Dalam Pemilu tersebut Partai Rusia Bersatu dari presiden Vladimir Putin menang 80 persen dari hasil pemungutan suara. Setelah pemilu secara demonstratif tiga partai lainnya keluar dari parlemen. Menurut Gorbatsjov hal ini menunjukkan hilangnya kepercayaan atas hasil pemilu. Pengamat independen dan partai-partai politik mengeluh tentang adanya penipuan suara dalam pemilu. * PBB PERKIRAKAN JUMLAH PERDAGANGAN MANUSIA Kira-kira 270 ribu orang di Uni Eropa menjadi korban perdagangan manusia. Demikian diberitakan organisasi PBB anti kejahatan dan narkorika, United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC), kemarin pada hari Anti Perdagangan Manusia di Eropa. UNODC mengharapkan pemerintah negara-negara Uni Eropa segera memperketat aturan guna mencegah terjadinya lebih banyak lagi perdagangan manusia. Hanya sedikit pedagang manusia yang diselidiki dan diadili. Hanya 1 dari 100 ribu tuduhan atas perdagangan manusia yang dijatuhkan vonis di pengadilan. Perempuan muda biasanya yang menjadi korban perdagangan manusia. Mereka biasanya diancam untuk bekerja sebagai prostitusi. Korban laki-laki sering ditemui di pekerjaan bangunan dan pertanian. Sekitar 10 persen dari korban adalah anak-anak. Demikian laporan Unodc. * IRAN: SERAHKAN PEMIMPIN JUNDULLAH Iran ingin Pakistan menyerahkan pemimpin serangan yang terjadi hari Minggu kemarin. Gerakan Suni Jundullah dituduh bertanggungjawab atas serangan tersebut. Menurut Teheran, pemerintah Islamabad harus menyerahkan Abdul Malik Rigi. Gerakan Jundullah berjuang melawan kekuasaan Syiah di Iran dan bertanggungjawab atas berbagai serangan di perbatasan Iran, Pakistan dan Afganistan. Serangan hari Minggu kemarin terjadi di Tenggara kota Pishin. Empatpuluh dua orang tewas. Di antara para korban terdapat tujuh tentara Gardu Revolusi. Menurut Iran, Gerakan Jundullah mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Inggris. * SIDANG AWAL KASUS ABU GARDA Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag memulai proses sidang awal kasus pemimpin pemberontak Bahr Idriss Abu Garda dari Darfur. Dalam waktu beberapa minggu ini para hakim harus menentukan apakah penuntut telah memiliki cukup bukti sebelum proses sidang yang sebenarnya dilaksanakan. Abu Garda dan ribuan pengikutnya dituduh telah menyerang basis tentara perdamaian Afrika dengan persenjataan tingkat tinggi pada tanggal 29 September 2007. Dia juga bertanggunjawab atas pembunuhan dan penjarahan berbagai daerah di Sudan. Abu Garda adalah tersangka pertama yang secara suka rela datang ke Den Haag, dengan tujuan menunjukkan ketidakbersalahannya dalam kasus ini. * SATU TEWAS DALAM KECELAKAAN BUS DI SPANYOL Satu orang tewas dalam sebuah kecelakaan bus yang membawa murid-murid sekolah menengah asal Belanda ke Spanyol. Korban adalah anak perempuan berusia 16 tahun. Dua murid terluka parah dan 17 penumpang lainnya luka ringan. Bus berisi murid sekolah dan guru-guru Canisius College di Nijmegen ini terbalik di sebuah tikungan di jalan tol kota Gerona, Spanyol. Bus pariwisata ini berangkat hari minggu malam dari Belanda menuju Barcelona. Terdapat sekitar 60 penumpang didalamnya. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan ini. Penyebab kecelakaan belum diketahui. Menurut operator tur supir bis terkejut ketika tiba-tiba sesuatu menyebrang jalan dan oleh karena itu dia berusaha menghindar. * PENGHARGAAN MO IBRAHIM TIDAK DIUMUMKAN Penghargaan Mo Ibrahim untuk pemerintahan terbaik di Afrika tidak diumumkan tahun ini. Juri tidak dapat memutuskan pemenang. Tidak jelas apakah ini karena terlalu banyak atau kenihilan kandidat. Hadiah Mo Ibrahim adalah inisiatif seorang pengusaha Sudan bernama Mo Ibrahim. Uang berjumlah lima juta dolar dikeluarkan untuk pemberian hadiah kurun waktu 10 tahun berturut-turut. Tiap tahun pemenang mendapatkan 200 ribu dolar Amerika. Tahun 2007 mantan presiden Mozambik, Joaquim Chisanno, menjadi juara. Tahun lalu hadiah diberikan kepada mantan pemimpin Botswana, Festus Mogae. * AKSI BALON UDARA TERNYATA TIPUAN Aksi Balon helium di Colorado minggu lalu ternyata hanya tipuan sang ayah. Demikian diberitakan kepolisian Amerika Serikat. Sejak hari Kamis lalu telah banyak keraguan atas aksi lepasnya balon helium besar yang dikira berisi seorang bocah berusia 6 tahun. Seluruh dunia dibuat percaya bahwa balon itu membawa terbang sang bocah. Ketika balon akhirnya mendarat beberapa ratus kilometer dari rumah, sang bocah ternyata tidak ada di dalamnya. Dia bersembunyi di atas garasi dalam rumah. Dalam sebuah wawancara di televisi dia mengatakan bahwa, ini hanya untuk show. Sejak itu media menyangka apa yang dikatakan si anak benar. Kedua orangtua telah merencanakan aksi tersebut untuk mendapatkan publikasi dunia, jelas kepala polisi. Ini dilakukan untuk mendapatkan kontrak reality show. Pengacara pasangan suami istri tersebut menyatakan bahwa mereka bersedia menyerahkan diri. Mereka terancam tuduhan pemalsuan laporan, persekongkolan, dan penyalahgunaan anak. * LELANG RAMBUT ELVIS PRESLEY Sebuah pelelangan di Chicago, Amerika Serikat, melelang beberapa helai rambut Elvis Presley seharga 15 ribu Dolar Amerika. Rambut ini diambil ketika Elvis mencukur rambutnya tahun 1958. Ketika itu Elvis sedang menjalani wajib militer. Seorang rekan Elvis menyimpan rambut itu. Identitas pembeli tidak boleh diketahui. Pembelian dilakukan lewat telefon. Namun ini bukan penjualan barang termahal bekas sang raja rock-n-roll ini. T-shirtnya terjual seharga 52 ribu dolar Amerika. Barang lain yang dilelang kali ini antara lain, foto pernikahan, kartu-kartu natal yang dikirim langsung oleh Elvis dan piringan hitam dengan tanda-tangan Elvis. * BERITA BURSA Sewaktu dibuka hari Senin bursa-bursa penting di Eropa nilainya naik. Tidak lama setelah pembukaan perdagangan, Index-AEX dicatat 0,6 persen lebih tinggi pada 324, 27 poin. Bursa di Frankfurt, London dan Paris naik 0,8 persen. Kurs saham di Jepang merugi saat ditutup, setelah bursa Wall Street di Amerika Serikat mengumpulkan reaksi keuntungan perusahaan. Index Nikkei turun 0,21 persen pada 10. 236, 51 poin. Hari Jumat lalu, bursa efek di Wall Street juga merugi saat ditutup. Index Dow Jones berakhir pada 9995, 91 poin. merugi 0, 7 persen. Nasdaq turun 0, 8 persen, berakhir pada 2156, 80 poin. 1 Euro = 1, 49 US Dollar 1 Euro = 14, 035 Rupiah 1 Us Dollar = 9, 400 Rupiah * ABEL TASMAN YANG TERLUPAKAN DAN KEMBALIKAN NEFERTITI Koran Belanda De Telegraaf menyorot Abel Tasman, penjelajah Belanda. Sekitar tanggal 7 dan 17 Oktober 1659 Abel Tasman meninggal di kota Batavia, atau sekarang Jakarta, dalam usia 56 tahun. Ia adalah seorang pelaut dan penjelajah yang ditugaskan oleh VOC. Sekitar tahun 1642 dan 1643 Tasman menemukan Selandia Baru, pulau Tasmania dan Tonga. Di tiga tempat itu namanya dijunjung tinggi sebagai tokoh sejarah nasional. Tapi di Belanda, negara asalnya, dia dilupakan. Dalam daftar orang-orang terkenal di Belanda sepanjang waktu dia berada diperingkat 50. Lain halnya didesa kelahiran Tasman, Lutjegast. Di desa kecil di Propinsi Groningen ini nama Tasman diagungkan. Sebuah museum kecil bernama, 'Het Abel Tasman Kabinet', dibuat untuk memperlihatkan betapa berartinya Tasman bagi penduduk desa. Di Belanda hanya museum kecil inilah yang memiliki koleksi tentang sejarah Abel Tasman. Menurut Laura Gal, pengurus museum Abel Tasman, pertahunnya kira-kira 1000 orang datang ke sana. Sebagian besar berasal dari Australia. "Bagi kami dia sekaliber Vasco de Gama atau Columbus. Di Australia namanya disebut dimana-mana, tapi di Belanda tidak. Awal abad ke-17 VOC masih mencari jalan menuju koloni Spanyol di Amerika. Tasman justru menemukan tempat lain. Di mata VOC temuannya tidak bernilai. Sayangnya pemikiran ini berlangsung terus sampai sekarang," Jelas Jeroen Onderwater, sejarahwan dan direktur Abel Tasman Kabinet. Koran International Herald Tribune menampilkan tulisan mengenai patung Nefertiti. Hari Jumat lalu Museum Nueus di Berlin kembali dibuka. Perayaan pembukaan museum dihadiri oleh kanselir Jerman Angela Merkel. Namun perayaan ini juga diramaikan dengan perselisihan antara Jerman dan Mesir tentang satu benda bersejarah yang ada dalam Museum itu. Mesir ingin patung Ratu Nefertiti dikembalikan. Patung batu gamping ini berusia 3.300 tahun dan telah berada di Jerman sejak 1913. Kepala Dinas Purbakala Mesir, Zahi Hawass, menjelaskan pada media di Jerman tentang penyelidikan resmi yang meneliti bagaimana Nefertiti bisa berada di Jerman. Dia yakin Nefertiti dibawa ke Jerman secara illegal. Ini adalah pertama kalinya Mesir mengeluarkan pernyataan resmi meminta Nefertiti kembali. Pihak Jerman menyangkal. "Ada dokumentasi resmi. Perjanjian disetujui kedua belah pihak. Prosesnya jelas legal," ujar seorang proffesor sejarah bernama Monika Grutters. Ada isu bahwa tuntutan Mesir ini diangkat karena kegagalan Menteri Kebudayaan Mesir, Faruq Hosni, menjadi direktur Unesco. * MENDONGENG DI ZAMAN DIGITAL Dongeng berasal dari masa kanak-kanak, mereka biasanya duduk rapi dan mendengarkan orang dewasa mendongeng. Kalau ada yang berpendapat di zaman moderen ini dongeng sudah tidak ada, maka kayaknya mereka salah. Maklum, di Amsterdam baru saja berlangsung festival dongeng internasional yang diikuti oleh peserta dari seluruh penjuru dunia. Laporan redaktur siaran Inggris Marijke Peters. Pada festival ini, pendongeng Belanda Stan Fritschy membacakan cerita dari buku Revolting Rhymes karangan Roald Dahl. Ditulis pada tahun 1980an, puisi ini merupakan versi lucu dari dongeng-dongeng Barat terkenal seperti Cinderella dan Litte Red Riding Hood. Dongeng-dongeng ini disukai anak-anak, tetapi menurut Stan Fritschy sebenarnya banyak orang dewasa yang tetap tertarik. Stan Firtschy: "Dongeng itu tidak hanya makin disukai di Belanda tapi juga di negara Eropa lain. Contohnya ya festival ini. Di sekolah-sekolah, anak-anak belajar cara mendongeng, jadi ini terus membesar saja." Pendongeng dari India, Britania dan Amerika seperti juga dari tuan rumah Belanda diundang pada Festival Dongeng Belanda kedua ini. Semuanya berlangsung di sebuah kapal. Penyelenggara festival memilih tempat unik ini untuk menciptakan suasana intim. Selain itu berlayar di laut juga selalu dikaitkan dengan dongeng. Walau pun tema festival kedua ini adalah langit dan bintang, banyak hal tetap muncul, biasanya berasal dari pengalaman pendongeng sendiri. Pendongeng Britania Peter Chand memusatkan penampilan pada latar belakang Indianya, tidak jarang ia menggunakan beberapa kata bahasa Punjab, memperelok penampilannya dengan nyanyian dan tarian. Katanya supaya penampilan itu baik, seseorang harus benar-benar menghayati cerita yang dituturkannya. Peter Chand: "Pendongeng itu adalah seseorang yang harus bisa melibatkan pendengarnya dan untuk itu dia harus percaya pada dongeng yang dituturkannya. Sebaiknya dia bawakan cerita yang memang berarti baginya. Terlalu banyak orang yang menuturkan cerita yang baginya indah, menegangkan atau berwarna-warni. Tetapi yang terbaik adalah cerita yang benar-benar bergema dalam diri penuturnya. Keluarga saya berasal dari India, jadi saya tuturkan banyak cerita dari bagian dunia itu menggunakan bahasa setempat. Tempat-tempat yang pernah saya kunjungi juga masuk dalam dongeng saya." Tidak seorangpun pengunjung festival khawatir dongeng akan punah ketika sekarang teknologi sudah begitu maju. Menurut mereka dongeng adalah bentuk seni yang justru makin populer, baik bagi anak-anak mau pun orang dewasa. Dongeng kuno bisa disesuaikan supaya cocok dengan zaman sekarang. Demikian Peter Chand. Peter Chand: "Dongeng itu selalu berubah-ubah. Berubah caranya, tetapi ceritanya tetap sama. Tiap hari kita dengar dongeng. Di dalam bis bisa didengar cerita. Pulang sekolah, anak-anak bercerita tentang apa yang dilakukan anak lain terhadap mereka. Itu juga cerita." 20 tahun belakangan dongeng telah lahir kembali. Menurut Peter Chand dongeng adalah seni yang akan terus ada, apa pun bentuknya. Menurutnya inilah sebabnya kenapa cerita yang sama terus diulang-ulang bahkan sampai seribu tahun kemudian. Kalau tidak disukai oleh satu generasi saja, pasti dongeng itu sudah musnah. * PENGANTIN DI CINA Walaupun terjadi krisis ekonomi di Cina, pesta pora pernikahan termasuk pengambilan banyak foto pasangan yang menikah makin populer saja. Generasi yang dulu tidak punya foto perkawinan karena dilarang oleh Revolusi Budaya, sekarang malah berusaha membuat foto itu. Laporan koresponden Karen Meirik. Di foto studio "Senja Merah di Cina", ini di kota Shanghai, Nyonya Fan, berusia 70 tahun, tengah didandani oleh seorang perias trendy. Lengkap dengan pakaian smoking, suami Fan yang bernama Lin, tak sabar menanti. Mereka sebenarnya sudah menikah tahun 1959, tapi baru sekarang dapat kesempatan membuat foto. "Situasi politik tahun 1950an tidak memungkinkan," kata Lin. "Waktu itu berdandan dan berpakaian mewah tidak cocok dengan cita-cita membangun Cina baru." Sekarangpun Lin sebenarnya tidak terlalu suka dengan segala macam tetek bengek foto perkawinan, tetapi dalam peringatan 50 tahun perkawinan, putrinya menghadiahi rangkaian foto di studio. Istrinya, nyonya Fan, sangat suka. Ketika Nyonya Fan masuk studio mengenakan pakaian pengantin, Lin sempat terhentak. "Cantik," katanya, sementara Nyonya Fan tampil genit membawa payung, sibuk berpose di hadapan fotograf. Jas Mao Sementara itu, nyonya Shi dan tuan Yan melihat-lihat katalogus foto studio Senja Merah di Cina. Mereka juga menikah di zaman Revolusi Budaya yang berlangsung antara tahun 1966 sampai 1976. Saat itu hanya foto hitam putih yang ada, sekarang warnanya sudah kekuning-kuningan. Mengenakan jas Mao, mereka tampak risi berhadapan dengan kamera. "Begitu saja saya sudah dikecam pedas oleh Garda Merah," kata Yan. Istrinya berujar, "Kami takut sekali, waktu itu tidak mungkin menyelenggarakan upacara perkawinan. Keluarga dan handai tolan tidak berani datang. Sekarang memang sulit dibayangkan." Wu Yubin, pendiri dan pemilih foto studio "Senja Merah di Cina" sudah terbiasa dengan cerita semacam ini. Ia mengkhususkan diri pada foto pengantin bagi pasangan yang sudah berusia. Sementara ini dia sudah punya lebih dari 20 cabang, tersebar di seantero Cina. Tentu saja ini berkat Revolusi Budaya, yang melarang rambut keriting, gincu atau pakaian berwarna-warni, dicibir sebagai borjuis jadi anti komunisme. Berdandan komplit "Ketika masih kecil saya sering dengar orang tua mengeluh tidak punya foto perkawinan," kata Wu, si pemilik foto studio. "Itulah impian mereka. Maka muncul ide untuk merayakan pesta 50 tahun perkawinan dalam dandanan komplit." Itu terjadi pada tahun 1989. Tak lama kemudian, tetangga, teman dan handai tolan ingin juga. Sampai-sampai Wu seperti punya mata pencarian baru. "Segenerasi ini tidak pernah punya foto perkawinan karena Revolusi Budaya. Dan saya mendapati betapa asyiknya membantu mereka mewujudkan impian itu." 50 tahun ke atas Pasangan yang memperoleh kesempatan membuat foto perkawinan, sering datang kembali untuk membuat foto kelompok tarian atau kelompok sport mereka. Di tengah-tengah masyarakat Cina yang sekarang cepat menua, kelompok yang berusia 50 tahun ke atas sering dilupakan, padahal mereka masih punya banyak kemungkinan. Walau begitu, Wu menegaskan ia berbuat demikian bukan semata-mata karena alasan uang. "Pasangan yang tidak mampu kami bantu," katanya. Ia punya dana khusus untuk mereka. "Yang penting adalah membahagiakan generasi tua. Itu lebih penting katimbang sekedar uang." Pengantin Cina Tiap tahun sekitar 10 juta roang Cina menikah dan upacara pernikahan itu selalu diabadikan dalam foto. Pasangan pengantin dipotret dalam pelbagai dandanan. Yang jelas qipao atau cheongsam, gaun pengantin tradisional Cina tidak boleh dilupakan, demikian pula gaun pengantin baratnya, lebih baik lagi kalau dipotret dari pelbagai sudut. Sedangkan dalam upacara perkawinan, perjalanan pengantin perempuan dari rumah orang tua ke tempat perjamuan merupakan bagian yang tidak boleh terlupakan. Sekarang itu dilangsungkan dengan mobil-mobil mewah. Walau begitu minat masyarakat pada tata cara perkawinan tradisional meningkat juga. Di sini pengantin perempuan mengenakan gaun merah. Ia dijemput dari rumah orang tuanya dengan kursi panggul tradisional. Kalau ada pasangan yang suka sejarah, maka bisa dipastikan mereka akan mengenakan jas Mao. * SEDIKIT PARTAI INDONESIA MAU OPOSISI Indonesia sedang menanti lahirnya pemerintahan baru pimpinan presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono. Namun sejauh ini hanya beberapa partai yang menyatakan mau beroposisi, itulah Partai Hanura pimpinan Wiranto dan mungkin PDI-P. Apa artinya ini bagi kehidupan dan budaya politik Indonesia? Radio Nederland Wereldomroep menghubungi Hotman M Siahaan, pakar politik Universitas Airlangga di Surabaya. Ikutilah pandangannya tentang gejala tersebut. Demokrasi kualitas rendah Hotman Siahaan [HS]: Ya wajar kalau kita fahami karakteristik partai politik di Indonesia. Terutama yang dibentuk sesudah reformasi ini. Karena tampaknya untuk meningkatkan mobilitas vertikal banyak sekali orang Indonesia ini ya memalui partai politik. Sehingga kita melihat banyak sekali orang yang membentuk partai politik dan tujuannya salah satu adalah mendapatkan kekuasaan. Saya kira dengan karakteristik semacam itu, partai ini kan bukan partai profesional sebagai partai politik. Kita bisa fahami itu pertama dari sudut manajemen partai itu sendiri yang tidak cukup memadai untuk hidup sebagai partai. Yang kedua, ideologi partai itu juga tidak jelas. Banyak partai yang ideologinya hanya di sekitar-sekitar situ saja. Saya tidak bisa melihat apa perbedaan partai demokrat dengan, misalnya, PDI-Perjuangan atau dengan Golkar. Dalam posisi semacam ini, partai tidak bisa hidup dengan iuran anggotanya. Secara profesional, mereka akan berusaha mendapatkan kekuasaan di parlemen, apalagi di kabinet. Karena hal itu bisa menjadi sumber dana bagi partai. Sebab mengelola partai biayanya kan cukup mahal. Dengan cara seperti ini orang berlomba-lomba mendapatkan kekuasaan. Saya kira dipahami betul oleh SBY. Oleh karena itu sejak awal ia mencoba menggalang kekuatan itu dengan janji-janji, sehingga kita melihat kabinet yang sekarang ini selama dua tiga hari ini, kan banyak balas jasa terhadap partai-partai politik itu. Bahkan termasuk Golkar sekalipun, ketika SBY ikut mendukung terpilihnya Aburizal Bakrie dan menunjukkan bahwa memang Golkar akan segera berkoalisi ke partai Demokrat. Jadi dilihat dari karakter itu tidak ada yang aneh. Kita lihat PDI-P sendiri tarik-menarik. Kan Taufik Kiemas itu berupaya untuk berkoalisi. Sementara Megawati dengan keras betul mengatakan tidak. Pernyataan mereka sangat pragmatis kan, "kita sudah beroposisi selama lima tahun, suara PDI-P turun". Kan gitu. Kenapa, untuk apa lagi beroposisi. Pragmatis saja. Kira-kira itulah yang terjadi sekarang. Dilihat dari perkembangan demokrasi memang demokrasi Indonesia ini kwalitasnya rendah banget gitu. RNW: Kalau begitu, bisakah dikatakan bahwa partai-partai yang muncul, besar atau kecil di Indonesia ini, tidak profesional. Jadi merupakan suatu partai yang tidak bisa diharapkan oleh rakyat yang susahlah, lapisan bawah maksud saya. Apakah demikian? HS: Ya secara santai, itulah yang terjadi. Sehingga rakyat itu, konstituen selalu ditinggalkan, kostituen itu didekati ketika mau pendapatkan suaranya. Tapi sesudah itu, apa perjuangannya kepada konstituen, kan hampir tidak ada. Kita lihat begitu banyak orang bertaruh. Karena memang mobilitas vertikal yang dialami oleh banyak masyarakat, dengan cepat mendapatkan kekuasaan, mendapatkan kekayaan, itu melalui partai politik. Budaya tanding RNW: Kalau begitu, pemerintahan tanpa oposisi yang kuat, apakah ini tidak mencerminkan suatu perkembangan politik yang tidak wajar dan jelek di Indonesia, tanpa adanya kontrol terhadap pemerintah? HS: Pertama Indonesia belum terdidik dalam kehidupan politiknya tidak mengenal oposisi. Itu salah satu kenyataan yang harus dihadapi. Ketika orang sekarang harus melihat realita politik di Indonesia ini, untuk mendewasakan demokrasi ini, secara teori dibutuhkan oposisi. Lalu muncullah wacana oposisi. Tapi bagaimana sesungguhnya oposisi di Indonesia, kan sosoknya belum jelas. Oposisi itu sebetulnya kan harus menjadi counter culture. Yaitu budaya tanding konsep-konsep kekuasaan. Tapi kita melihat ini kan hanya amarah-amarah yang muncul, hanya mengkritik terus, dan itu tidak cukup memadai, untuk mendewasakan rakyat agar memahami; o iya partai yang melakukan oposisi itu layak didukung. Ini kan tidak. Kita kan belajar dari kasus lima tahun terakhir ini, ketika PDI-Perjuangan, konon mengambil sikap meremehkan oposisi. Saya memahami partai oposisi itu juga harus punya suatu kekuatan, satu pemikiran akternastif yang cukup baik, dan dipahami oleh rakyat. Nah sepanjang partai politik itu tidak mampu, katakanlah melontarkan isu-isu yang lebih baik dari apa yang dikerjakan pemerintah, Ya bagaimana kita mau menyatakan sebagai oposisi. * BANTUAN KORBAN GEMPA PADANG BELUM MERATA Setelah lebih dari dua minggu, bantuan kepada para korban gempa Padang masih belum merata. Malah banyak para korban di daerah terpencil yang belum menerima bantuan. Pemerintah sendiri tidak tahu berapa jumlah bantuan yang datang dari luar negeri. Demikian tandas Rick Rivai seorang warga asal Padang yang tinggal di Belanda. Ini semua berdasarkan pengalamannya pribadi setelah mengunjungi kawasan yang dilanda gempa. Menurut warga Minang yang sudah cukup lama tinggal di negeri kincir angin ini, bantuan tidak merata karena tidak ada koordinasi yang baik. Selain itu ada pemberi bantuan yang tidak mengontrol penyaluran bantuan. "Ada juga bantuan yang didrop begitu saja, tandas Rick Rivai, "tanpa melihat berapa jumlah orang yang dibantu." Di daerah Lupuk Pasung ia melihat banyak warga tidur di tenda-tenda dari pelastik yang ditambal-tambal. Warga asal Padang yang tinggal di Arnhem, Belanda Timur ini, merasa aneh melihat para korban tetap senyum. Ia mengkhayati, bahwa para pengungsi itu seolah sudah pasrah saja. Rick Rivai: "Jadi tidak ada pergerakan. Hanya mau menerima dan menanti uluran tangan. Dan mencari orang yang mampu begerak agar bantuan itu tersalur." Di daerah Pariaman Rick Rivai bersama timnya dari NGO lokal melihat banyak sekali orang minta-minta. "Mereka mengeroyok minta bantuan, " katanya. Selain memberi bantuan medis, Rick Rivai dan rombongannya juga memberi bantuan untuk anak-anak sekolah. Dan orang tua mereka juga diberi bantuan. Walhasil Rick Rivai merasa pesimis pemberian bantuan akan segera terkoordinir. Menurut Rick Rivai, mereka tidak tahu berapa jumlah bantuan dari luar negeri. Rick Rivai: "Mereka tidak tahu berapa bantuan dari Arab Saudi. Berapa bantuan dari Jepang dan berapa bantuan dari Australia, dari PMI Eropa. Mereka tidak tahu." Padahal jumlah bantuan milyunan sehingga bisa "membangun Sumara Barat", katanya. Rick Rivai khawatir kejadian seperti yang terjadi di Aceh bisa terjadi di daerah asalnya itu. Di Aceh dulu, katanya, setelah para relawan asing pergi dari sana, banyak orang yang memperkaya diri. Rick Rivai: "Saya justru prihatin kalau mereka itu menjadi kaya di atas penderitaan atau kematian orang lain." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
