---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 19 Oktober 2009 14:40 UTC



** GEMBONG PENYELUNDUP DITANGKAP  

** GORBATSJOV ANGGAP SISTEM DEMOKRASI RUSIA LELUCON 

** PBB PERKIRAKAN JUMLAH PERDAGANGAN MANUSIA 

** TOPIK TINJAUAN PERS: ABEL TASMAN YANG TERLUPAKAN DAN KEMBALIKAN NEFERTITI 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MENDONGENG DI ZAMAN DIGITAL 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGANTIN DI CINA 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SEDIKIT PARTAI INDONESIA MAU OPOSISI 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BANTUAN KORBAN GEMPA PADANG BELUM MERATA 



* GEMBONG PENYELUNDUP DITANGKAP

Seorang gembong penyelundup asal Indonesia yang akan menyelundupkan pengungsi 
Sri Lanka ke Australia ditangkap. Dia ditemukan bersembunyi dalam kapal 
pengungsi Sri Lanka yang saat ini berada di Indonesia. Demikian keterangan 
Menteri Luar Negeri Australia, Stephen Smith. 
Sang penyelundup bernama, Abraham Lauhenaspessy, dikenal sebagai Kapten Bram. 
Dia ditangkap Kepolisian Indonesia ketika pihak kepolisian menjemput para 
pencari suaka asal Sri Lanka untuk dibawa ke penampungan. 
Menurut koran Australia, FairFax, Kapten Bram telah menyelundupkan sekitar 1500 
pengungsi ke Australia sejak dia memimpin sebuah organisasi penyelundupan 
manusia di Indonesia pada tahun 1999. Juru bicara pengungsi Sri Lanka telah 
mengkonfirmasi keberadaan Kapten Bram. Akhir pekan lalu para pengungsi 
mengakhiri aksi mogok makan untuk menolak perintah keluar dari kapal.


* GORBATSJOV ANGGAP SISTEM DEMOKRASI RUSIA LELUCON

Mantan Presiden Uni Soviet, Mikail Gorbatsjov, menggangap sistem demokrasi 
Rusia saat ini hanya sebuah lelucon. Hal ini ia ungkapkan dalam sebuah 
wawancara dengan koran oposisi, Novaja Gazeta. Gorbatsjov keluarkan nada sinis 
atas hasil pemilu terbaru di Rusia. Dalam Pemilu tersebut Partai Rusia Bersatu 
dari presiden Vladimir Putin menang 80 persen dari hasil pemungutan suara. 
Setelah pemilu secara demonstratif tiga partai lainnya keluar dari parlemen. 
Menurut Gorbatsjov  hal ini menunjukkan hilangnya kepercayaan atas hasil 
pemilu. Pengamat independen dan partai-partai politik mengeluh tentang adanya 
penipuan suara dalam pemilu.


* PBB PERKIRAKAN JUMLAH PERDAGANGAN MANUSIA

Kira-kira 270 ribu orang di Uni Eropa menjadi korban perdagangan manusia. 
Demikian diberitakan organisasi PBB anti kejahatan dan narkorika, United Nation 
Office on Drugs and Crime (UNODC), kemarin pada hari Anti Perdagangan Manusia 
di Eropa. UNODC mengharapkan pemerintah negara-negara Uni Eropa segera 
memperketat aturan guna mencegah terjadinya lebih banyak lagi perdagangan 
manusia. Hanya sedikit pedagang manusia yang diselidiki dan diadili. Hanya 1 
dari 100 ribu tuduhan atas perdagangan manusia yang dijatuhkan vonis di 
pengadilan. 
Perempuan muda biasanya yang menjadi korban perdagangan manusia. Mereka 
biasanya diancam untuk bekerja sebagai prostitusi. Korban laki-laki sering 
ditemui di pekerjaan bangunan dan pertanian. Sekitar 10 persen dari korban 
adalah anak-anak. Demikian laporan Unodc.


* IRAN: SERAHKAN PEMIMPIN JUNDULLAH
 
Iran ingin Pakistan menyerahkan pemimpin serangan yang terjadi hari Minggu 
kemarin. Gerakan Suni Jundullah dituduh bertanggungjawab atas serangan 
tersebut. Menurut Teheran, pemerintah Islamabad harus menyerahkan Abdul Malik 
Rigi. Gerakan Jundullah berjuang melawan kekuasaan Syiah di Iran dan 
bertanggungjawab atas berbagai serangan di perbatasan Iran, Pakistan dan 
Afganistan. Serangan hari Minggu kemarin terjadi di Tenggara kota Pishin. 
Empatpuluh dua orang tewas. Di antara para korban terdapat tujuh tentara Gardu 
Revolusi. Menurut Iran, Gerakan Jundullah mendapat dukungan dari Amerika 
Serikat dan Inggris.




* SIDANG AWAL KASUS ABU GARDA

Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag memulai proses sidang awal kasus 
pemimpin pemberontak Bahr Idriss Abu Garda dari Darfur. Dalam waktu beberapa 
minggu ini para hakim harus menentukan apakah penuntut telah memiliki cukup 
bukti sebelum proses sidang yang sebenarnya dilaksanakan.  Abu Garda dan ribuan 
pengikutnya dituduh telah menyerang basis tentara perdamaian Afrika dengan 
persenjataan tingkat tinggi pada tanggal 29 September 2007. Dia juga 
bertanggunjawab atas pembunuhan dan penjarahan berbagai daerah di Sudan. Abu 
Garda adalah tersangka pertama yang secara suka rela datang ke Den Haag, dengan 
tujuan menunjukkan ketidakbersalahannya dalam kasus ini.


* SATU TEWAS DALAM KECELAKAAN BUS DI SPANYOL

Satu orang tewas dalam sebuah kecelakaan bus yang membawa murid-murid sekolah 
menengah asal Belanda ke Spanyol. Korban adalah anak perempuan berusia 16 
tahun. Dua murid terluka parah dan 17 penumpang lainnya luka ringan. Bus berisi 
murid sekolah dan guru-guru Canisius College di Nijmegen ini terbalik di sebuah 
tikungan di jalan tol kota Gerona, Spanyol.  Bus pariwisata ini berangkat hari 
minggu malam dari Belanda menuju Barcelona. Terdapat sekitar 60 penumpang 
didalamnya. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan ini. 
Penyebab kecelakaan belum diketahui. Menurut operator tur supir bis terkejut 
ketika tiba-tiba sesuatu menyebrang jalan dan oleh karena itu dia berusaha 
menghindar.


* PENGHARGAAN MO IBRAHIM TIDAK DIUMUMKAN

Penghargaan Mo Ibrahim untuk pemerintahan terbaik di Afrika tidak diumumkan 
tahun ini. Juri tidak dapat memutuskan pemenang. Tidak jelas apakah ini karena 
terlalu banyak atau kenihilan kandidat. Hadiah Mo Ibrahim adalah inisiatif 
seorang pengusaha Sudan bernama Mo Ibrahim. Uang berjumlah lima juta dolar 
dikeluarkan untuk pemberian hadiah kurun waktu 10 tahun berturut-turut. Tiap 
tahun pemenang mendapatkan 200 ribu dolar Amerika. Tahun 2007 mantan presiden 
Mozambik, Joaquim Chisanno, menjadi juara. Tahun lalu hadiah diberikan kepada 
mantan pemimpin Botswana, Festus Mogae.


* AKSI BALON UDARA TERNYATA TIPUAN

Aksi Balon helium di Colorado minggu lalu ternyata hanya tipuan sang ayah. 
Demikian diberitakan kepolisian Amerika Serikat. Sejak hari Kamis lalu telah 
banyak keraguan atas aksi lepasnya balon helium besar yang dikira berisi 
seorang bocah berusia 6 tahun. Seluruh dunia dibuat percaya bahwa balon itu 
membawa terbang sang bocah. Ketika balon akhirnya mendarat beberapa ratus 
kilometer dari rumah, sang bocah ternyata tidak ada di dalamnya. Dia 
bersembunyi di atas garasi dalam rumah. Dalam sebuah wawancara di televisi dia 
mengatakan bahwa, ini hanya untuk show. Sejak itu media menyangka apa yang 
dikatakan si anak benar.  Kedua orangtua telah merencanakan aksi tersebut untuk 
mendapatkan publikasi dunia, jelas kepala polisi. Ini dilakukan untuk 
mendapatkan kontrak reality show. Pengacara pasangan suami istri tersebut 
menyatakan bahwa mereka bersedia menyerahkan diri. Mereka terancam tuduhan 
pemalsuan laporan, persekongkolan, dan penyalahgunaan anak.


* LELANG RAMBUT ELVIS PRESLEY

Sebuah pelelangan di Chicago, Amerika Serikat, melelang beberapa helai rambut 
Elvis Presley seharga 15 ribu Dolar Amerika. Rambut ini diambil ketika Elvis 
mencukur rambutnya tahun 1958. Ketika itu Elvis sedang menjalani wajib militer. 
Seorang rekan Elvis menyimpan rambut itu. Identitas pembeli tidak boleh 
diketahui. Pembelian dilakukan lewat telefon. Namun ini bukan penjualan barang 
termahal bekas sang raja rock-n-roll ini. T-shirtnya terjual seharga 52 ribu 
dolar Amerika. Barang lain yang dilelang kali ini antara lain, foto pernikahan, 
kartu-kartu natal yang dikirim langsung oleh Elvis dan piringan hitam dengan 
tanda-tangan Elvis.


* BERITA BURSA

Sewaktu dibuka hari Senin bursa-bursa penting di Eropa nilainya naik. Tidak 
lama setelah pembukaan perdagangan, Index-AEX dicatat 0,6 persen lebih tinggi 
pada 324, 27 poin. Bursa di Frankfurt, London dan Paris naik 0,8 persen. 

Kurs saham di Jepang merugi saat ditutup, setelah bursa Wall Street di Amerika 
Serikat mengumpulkan reaksi keuntungan perusahaan. 
Index Nikkei turun 0,21 persen pada 10. 236, 51 poin. 

Hari Jumat lalu, bursa efek di Wall Street juga merugi saat ditutup.
Index Dow Jones berakhir pada 9995, 91 poin. merugi 0, 7 persen. 
Nasdaq turun 0, 8 persen, berakhir pada 2156, 80 poin. 

1 Euro = 1, 49 US Dollar
1 Euro = 14, 035 Rupiah
1 Us Dollar = 9, 400 Rupiah


* ABEL TASMAN YANG TERLUPAKAN DAN KEMBALIKAN NEFERTITI

Koran Belanda De Telegraaf menyorot Abel Tasman, penjelajah Belanda. Sekitar 
tanggal 7 dan 17 Oktober 1659 Abel Tasman meninggal di kota Batavia, atau 
sekarang Jakarta, dalam usia 56 tahun. Ia adalah seorang pelaut dan penjelajah 
yang ditugaskan oleh VOC. Sekitar tahun 1642 dan 1643 Tasman menemukan Selandia 
Baru, pulau Tasmania dan Tonga. Di tiga tempat itu namanya dijunjung tinggi 
sebagai tokoh sejarah nasional. Tapi di Belanda, negara asalnya, dia dilupakan. 
Dalam daftar orang-orang terkenal di Belanda sepanjang waktu dia berada 
diperingkat 50.  

Lain halnya didesa kelahiran Tasman, Lutjegast. Di desa kecil di Propinsi 
Groningen ini nama Tasman diagungkan. Sebuah museum kecil bernama, 'Het Abel 
Tasman Kabinet', dibuat untuk memperlihatkan betapa berartinya Tasman bagi 
penduduk desa. Di Belanda hanya museum kecil inilah yang memiliki koleksi 
tentang sejarah Abel Tasman. Menurut Laura Gal, pengurus museum Abel Tasman, 
pertahunnya kira-kira 1000 orang datang ke sana. Sebagian besar berasal dari 
Australia. 

"Bagi kami dia sekaliber Vasco de Gama atau Columbus. Di Australia namanya 
disebut dimana-mana, tapi di Belanda tidak. Awal abad ke-17 VOC masih mencari 
jalan menuju koloni Spanyol di Amerika. Tasman justru menemukan tempat lain. Di 
mata VOC temuannya tidak bernilai. Sayangnya pemikiran ini berlangsung terus 
sampai sekarang," Jelas Jeroen Onderwater, sejarahwan dan direktur Abel Tasman 
Kabinet. 


Koran International Herald Tribune menampilkan tulisan mengenai patung 
Nefertiti. Hari Jumat lalu Museum Nueus di Berlin kembali dibuka. Perayaan 
pembukaan museum dihadiri oleh kanselir Jerman Angela Merkel. Namun perayaan 
ini juga diramaikan dengan perselisihan antara Jerman dan Mesir tentang satu 
benda bersejarah yang ada dalam Museum itu. Mesir ingin patung Ratu Nefertiti 
dikembalikan. Patung batu gamping ini berusia 3.300 tahun dan telah berada di 
Jerman sejak 1913. 

Kepala Dinas Purbakala Mesir, Zahi Hawass, menjelaskan pada media di Jerman 
tentang penyelidikan resmi yang meneliti bagaimana Nefertiti bisa berada di 
Jerman. Dia yakin Nefertiti dibawa ke Jerman secara illegal. Ini adalah pertama 
kalinya Mesir mengeluarkan pernyataan resmi meminta Nefertiti kembali. 

Pihak Jerman menyangkal. "Ada dokumentasi resmi. Perjanjian disetujui kedua 
belah pihak. Prosesnya jelas legal," ujar seorang proffesor sejarah bernama 
Monika Grutters. Ada isu bahwa tuntutan Mesir ini diangkat karena kegagalan 
Menteri Kebudayaan Mesir, Faruq Hosni, menjadi direktur Unesco.


* MENDONGENG DI ZAMAN DIGITAL

Dongeng berasal dari masa kanak-kanak, mereka biasanya duduk rapi dan 
mendengarkan orang dewasa mendongeng. Kalau ada yang berpendapat di zaman 
moderen ini dongeng sudah tidak ada, maka kayaknya mereka salah. Maklum, di 
Amsterdam baru saja berlangsung festival dongeng internasional yang diikuti 
oleh peserta dari seluruh penjuru dunia. Laporan redaktur siaran Inggris 
Marijke Peters.

Pada festival ini, pendongeng Belanda Stan Fritschy membacakan cerita dari buku 
Revolting Rhymes karangan Roald Dahl. Ditulis pada tahun 1980an, puisi ini 
merupakan versi lucu dari dongeng-dongeng Barat terkenal seperti Cinderella dan 
Litte Red Riding Hood. Dongeng-dongeng ini disukai anak-anak, tetapi menurut 
Stan Fritschy sebenarnya banyak orang dewasa yang tetap tertarik.

Stan Firtschy: "Dongeng itu tidak hanya makin disukai di Belanda tapi juga di 
negara Eropa lain. Contohnya ya festival ini. Di sekolah-sekolah, anak-anak 
belajar cara mendongeng, jadi ini terus membesar saja."

Pendongeng dari India, Britania dan Amerika seperti juga dari tuan rumah 
Belanda diundang pada Festival Dongeng Belanda kedua ini. Semuanya berlangsung 
di sebuah kapal. Penyelenggara festival memilih tempat unik ini untuk 
menciptakan suasana intim. Selain itu berlayar di laut juga selalu dikaitkan 
dengan dongeng.

Walau pun tema festival kedua ini adalah langit dan bintang, banyak hal tetap 
muncul, biasanya berasal dari pengalaman pendongeng sendiri. Pendongeng 
Britania Peter Chand memusatkan penampilan pada latar belakang Indianya, tidak 
jarang ia menggunakan beberapa kata bahasa Punjab, memperelok penampilannya 
dengan nyanyian dan tarian. Katanya supaya penampilan itu baik, seseorang harus 
benar-benar menghayati cerita yang dituturkannya.

Peter Chand: "Pendongeng itu adalah seseorang yang harus bisa melibatkan 
pendengarnya dan untuk itu dia harus percaya pada dongeng yang dituturkannya. 
Sebaiknya dia bawakan cerita yang memang berarti baginya. Terlalu banyak orang 
yang menuturkan cerita yang baginya indah, menegangkan atau berwarna-warni. 
Tetapi yang terbaik adalah cerita yang benar-benar bergema dalam diri 
penuturnya. Keluarga saya berasal dari India, jadi saya tuturkan banyak cerita 
dari bagian dunia itu menggunakan bahasa setempat. Tempat-tempat yang pernah 
saya kunjungi juga masuk dalam dongeng saya."

Tidak seorangpun pengunjung festival khawatir dongeng akan punah ketika 
sekarang teknologi sudah begitu maju. Menurut mereka dongeng adalah bentuk seni 
yang justru makin populer, baik bagi anak-anak mau pun orang dewasa. Dongeng 
kuno bisa disesuaikan supaya cocok dengan zaman sekarang. Demikian Peter Chand.

Peter Chand: "Dongeng itu selalu berubah-ubah. Berubah caranya, tetapi 
ceritanya tetap sama. Tiap hari kita dengar dongeng. Di dalam bis bisa didengar 
cerita. Pulang sekolah, anak-anak bercerita tentang apa yang dilakukan anak 
lain terhadap mereka. Itu juga cerita."

20 tahun belakangan dongeng telah lahir kembali. Menurut Peter Chand dongeng 
adalah seni yang akan terus ada, apa pun bentuknya. Menurutnya inilah sebabnya 
kenapa cerita yang sama terus diulang-ulang bahkan sampai seribu tahun 
kemudian. Kalau tidak disukai oleh satu generasi saja, pasti dongeng itu sudah 
musnah.


* PENGANTIN DI CINA

Walaupun terjadi krisis ekonomi di Cina, pesta pora pernikahan termasuk 
pengambilan banyak foto pasangan yang menikah makin populer saja. Generasi yang 
dulu tidak punya foto perkawinan karena dilarang oleh Revolusi Budaya, sekarang 
malah berusaha membuat foto itu. Laporan koresponden Karen Meirik.

Di foto studio "Senja Merah di Cina", ini di kota Shanghai, Nyonya Fan, berusia 
70 tahun, tengah didandani oleh seorang perias trendy. Lengkap dengan pakaian 
smoking, suami Fan yang bernama Lin, tak sabar menanti. Mereka sebenarnya sudah 
menikah tahun 1959, tapi baru sekarang dapat kesempatan membuat foto. "Situasi 
politik tahun 1950an tidak memungkinkan," kata Lin. "Waktu itu berdandan dan 
berpakaian mewah tidak cocok dengan cita-cita membangun Cina baru."

Sekarangpun Lin sebenarnya tidak terlalu suka dengan segala macam tetek bengek 
foto perkawinan, tetapi dalam peringatan 50 tahun perkawinan, putrinya 
menghadiahi rangkaian foto di studio. Istrinya, nyonya Fan, sangat suka. Ketika 
Nyonya Fan masuk studio mengenakan pakaian pengantin, Lin sempat terhentak. 
"Cantik," katanya, sementara Nyonya Fan tampil genit membawa payung, sibuk 
berpose di hadapan fotograf. 

Jas Mao
Sementara itu, nyonya Shi dan tuan Yan melihat-lihat katalogus foto studio 
Senja Merah di Cina. Mereka juga menikah di zaman Revolusi Budaya yang 
berlangsung antara tahun 1966 sampai 1976. Saat itu hanya foto hitam putih yang 
ada, sekarang warnanya sudah kekuning-kuningan. Mengenakan jas Mao, mereka 
tampak risi berhadapan dengan kamera. "Begitu saja saya sudah dikecam pedas 
oleh Garda Merah," kata Yan. Istrinya berujar, "Kami takut sekali, waktu itu 
tidak mungkin menyelenggarakan upacara perkawinan. Keluarga dan handai tolan 
tidak berani datang. Sekarang memang sulit dibayangkan."

Wu Yubin, pendiri dan pemilih foto studio "Senja Merah di Cina" sudah terbiasa 
dengan cerita semacam ini. Ia mengkhususkan diri pada foto pengantin bagi 
pasangan yang sudah berusia. Sementara ini dia sudah punya lebih dari 20 
cabang, tersebar di seantero Cina. Tentu saja ini berkat Revolusi Budaya, yang 
melarang rambut keriting, gincu atau pakaian berwarna-warni, dicibir sebagai 
borjuis jadi anti komunisme.

Berdandan komplit
"Ketika masih kecil saya sering dengar orang tua mengeluh tidak punya foto 
perkawinan," kata Wu, si pemilik foto studio. "Itulah impian mereka. Maka 
muncul ide untuk merayakan pesta 50 tahun perkawinan dalam dandanan komplit."

Itu terjadi pada tahun 1989. Tak lama kemudian, tetangga, teman dan handai 
tolan ingin juga. Sampai-sampai Wu seperti punya mata pencarian baru. 
"Segenerasi ini tidak pernah punya foto perkawinan karena Revolusi Budaya. Dan 
saya mendapati betapa asyiknya membantu mereka mewujudkan impian itu."

50 tahun ke atas
Pasangan yang memperoleh kesempatan membuat foto perkawinan, sering datang 
kembali untuk membuat foto kelompok tarian atau kelompok sport mereka. Di 
tengah-tengah masyarakat Cina yang sekarang cepat menua, kelompok yang berusia 
50 tahun ke atas sering dilupakan, padahal mereka masih punya banyak 
kemungkinan.

Walau begitu, Wu menegaskan ia berbuat demikian bukan semata-mata karena alasan 
uang. "Pasangan yang tidak mampu kami bantu," katanya. Ia punya dana khusus 
untuk mereka. "Yang penting adalah membahagiakan generasi tua. Itu lebih 
penting katimbang sekedar uang."

Pengantin Cina
Tiap tahun sekitar 10 juta roang Cina menikah dan upacara pernikahan itu selalu 
diabadikan dalam foto. Pasangan pengantin dipotret dalam pelbagai dandanan. 
Yang jelas qipao atau cheongsam, gaun pengantin tradisional Cina tidak boleh 
dilupakan, demikian pula gaun pengantin baratnya, lebih baik lagi kalau 
dipotret dari pelbagai sudut. Sedangkan dalam upacara perkawinan, perjalanan 
pengantin perempuan dari rumah orang tua ke tempat perjamuan merupakan bagian 
yang tidak boleh terlupakan. Sekarang itu dilangsungkan dengan mobil-mobil 
mewah.

Walau begitu minat masyarakat pada tata cara perkawinan tradisional meningkat 
juga. Di sini pengantin perempuan mengenakan gaun merah. Ia dijemput dari rumah 
orang tuanya dengan kursi panggul tradisional. Kalau ada pasangan yang suka 
sejarah, maka bisa dipastikan mereka akan mengenakan jas Mao.


* SEDIKIT PARTAI INDONESIA MAU OPOSISI

Indonesia sedang menanti lahirnya pemerintahan baru pimpinan presiden terpilih 
Susilo Bambang Yudhoyono. Namun sejauh ini hanya beberapa partai yang 
menyatakan mau beroposisi, itulah Partai Hanura pimpinan Wiranto dan mungkin 
PDI-P. Apa artinya ini bagi kehidupan dan budaya politik Indonesia?  Radio 
Nederland Wereldomroep menghubungi Hotman M Siahaan, pakar politik Universitas 
Airlangga di Surabaya. Ikutilah pandangannya tentang gejala tersebut. 

Demokrasi kualitas rendah
Hotman Siahaan [HS]: Ya wajar kalau kita fahami karakteristik partai politik di 
Indonesia. Terutama yang dibentuk sesudah reformasi ini. Karena tampaknya untuk 
meningkatkan mobilitas vertikal banyak sekali orang Indonesia ini ya memalui 
partai politik. Sehingga kita melihat banyak sekali orang yang membentuk partai 
politik dan tujuannya salah satu adalah mendapatkan kekuasaan. Saya kira dengan 
karakteristik semacam itu, partai ini kan bukan partai profesional sebagai 
partai politik. Kita bisa fahami itu pertama dari sudut manajemen partai itu 
sendiri yang tidak cukup memadai untuk hidup sebagai partai.

Yang kedua, ideologi partai itu juga tidak jelas. Banyak partai yang 
ideologinya hanya di sekitar-sekitar situ saja. Saya tidak bisa melihat apa 
perbedaan partai demokrat dengan, misalnya, PDI-Perjuangan atau dengan Golkar. 
Dalam posisi semacam ini, partai tidak bisa hidup dengan iuran anggotanya. 
Secara profesional, mereka akan berusaha mendapatkan kekuasaan di parlemen, 
apalagi di kabinet.

Karena hal itu bisa menjadi sumber dana bagi partai. Sebab mengelola partai 
biayanya kan cukup mahal. Dengan cara seperti ini orang berlomba-lomba 
mendapatkan kekuasaan. Saya kira dipahami betul oleh SBY. Oleh karena itu sejak 
awal ia mencoba menggalang kekuatan itu dengan janji-janji, sehingga kita 
melihat kabinet yang sekarang ini selama dua tiga hari ini, kan banyak balas 
jasa terhadap partai-partai politik itu. Bahkan termasuk Golkar sekalipun, 
ketika SBY ikut mendukung terpilihnya Aburizal Bakrie dan menunjukkan bahwa 
memang Golkar akan segera berkoalisi ke partai Demokrat.

Jadi dilihat dari karakter itu tidak ada yang aneh. Kita lihat PDI-P sendiri 
tarik-menarik. Kan Taufik Kiemas itu berupaya untuk berkoalisi. Sementara 
Megawati dengan keras betul mengatakan tidak. Pernyataan mereka sangat 
pragmatis kan, "kita sudah beroposisi selama lima tahun, suara PDI-P turun". 
Kan gitu. Kenapa, untuk apa lagi beroposisi. Pragmatis saja. Kira-kira itulah 
yang terjadi sekarang. Dilihat dari perkembangan demokrasi memang demokrasi 
Indonesia ini kwalitasnya rendah banget gitu.

RNW:  Kalau begitu, bisakah dikatakan bahwa partai-partai yang muncul, besar 
atau kecil di Indonesia ini, tidak profesional. Jadi merupakan suatu partai 
yang tidak bisa diharapkan oleh rakyat yang susahlah, lapisan bawah maksud 
saya. Apakah demikian?

HS: Ya secara santai, itulah yang terjadi. Sehingga rakyat itu, konstituen 
selalu ditinggalkan, kostituen itu didekati ketika mau pendapatkan suaranya. 
Tapi sesudah itu, apa perjuangannya kepada konstituen, kan hampir tidak ada. 
Kita lihat begitu banyak orang bertaruh. Karena memang mobilitas vertikal yang 
dialami oleh banyak masyarakat, dengan cepat mendapatkan kekuasaan, mendapatkan 
kekayaan, itu melalui partai politik.

Budaya tanding
RNW: Kalau begitu, pemerintahan tanpa oposisi yang kuat, apakah ini tidak 
mencerminkan suatu perkembangan politik yang  tidak wajar dan jelek di 
Indonesia, tanpa adanya kontrol terhadap pemerintah?

HS: Pertama Indonesia belum terdidik dalam kehidupan politiknya tidak mengenal 
oposisi. Itu salah satu kenyataan yang harus dihadapi. Ketika orang sekarang 
harus melihat realita politik di Indonesia ini, untuk mendewasakan demokrasi 
ini, secara teori dibutuhkan oposisi. Lalu muncullah wacana oposisi. Tapi 
bagaimana sesungguhnya oposisi di Indonesia, kan sosoknya belum jelas. Oposisi 
itu sebetulnya kan harus menjadi counter culture. Yaitu budaya tanding 
konsep-konsep kekuasaan. Tapi kita melihat ini kan hanya amarah-amarah yang 
muncul, hanya mengkritik terus, dan itu tidak cukup memadai, untuk mendewasakan 
rakyat agar memahami; o iya partai yang melakukan oposisi itu layak didukung. 
Ini kan tidak. Kita kan belajar dari kasus lima tahun terakhir ini, ketika 
PDI-Perjuangan, konon mengambil sikap meremehkan oposisi.

Saya memahami partai oposisi itu juga harus punya suatu kekuatan, satu 
pemikiran akternastif yang cukup baik, dan dipahami oleh rakyat. Nah sepanjang 
partai politik itu tidak mampu, katakanlah melontarkan isu-isu yang lebih baik 
dari apa yang dikerjakan pemerintah, Ya bagaimana kita mau menyatakan sebagai 
oposisi.


* BANTUAN KORBAN GEMPA PADANG BELUM MERATA

Setelah lebih dari dua minggu, bantuan kepada para korban gempa Padang masih 
belum merata. Malah banyak para korban di daerah terpencil yang belum menerima 
bantuan. Pemerintah sendiri tidak tahu berapa jumlah bantuan yang datang dari 
luar negeri. Demikian tandas Rick Rivai seorang warga asal Padang yang tinggal 
di Belanda. Ini semua berdasarkan pengalamannya pribadi setelah mengunjungi 
kawasan yang dilanda gempa. 

Menurut warga Minang yang sudah cukup lama tinggal di negeri kincir angin ini, 
bantuan tidak merata karena tidak ada koordinasi yang baik. Selain itu ada 
pemberi bantuan yang tidak mengontrol penyaluran bantuan.

 "Ada juga bantuan yang didrop begitu saja, tandas Rick Rivai, "tanpa melihat 
berapa jumlah orang yang dibantu."
Di daerah Lupuk Pasung ia melihat banyak warga tidur di tenda-tenda dari 
pelastik yang ditambal-tambal. Warga asal Padang yang tinggal di Arnhem, 
Belanda Timur ini, merasa aneh melihat para korban tetap senyum. Ia 
mengkhayati, bahwa para pengungsi itu seolah sudah pasrah saja. 

Rick Rivai: "Jadi tidak ada pergerakan. Hanya mau menerima dan menanti uluran 
tangan. Dan mencari orang yang mampu begerak agar bantuan itu tersalur."

Di daerah Pariaman Rick Rivai bersama timnya dari NGO lokal melihat banyak 
sekali orang minta-minta. "Mereka mengeroyok minta bantuan, " katanya.

Selain memberi bantuan medis, Rick Rivai dan rombongannya juga memberi bantuan 
untuk anak-anak sekolah. Dan orang tua mereka juga diberi bantuan. 

Walhasil Rick Rivai merasa pesimis pemberian bantuan akan segera terkoordinir. 
Menurut Rick Rivai, mereka tidak tahu berapa jumlah bantuan dari luar negeri. 

Rick Rivai: "Mereka tidak tahu berapa bantuan dari Arab Saudi. Berapa bantuan 
dari Jepang dan berapa bantuan dari Australia, dari PMI Eropa. Mereka tidak 
tahu."

Padahal jumlah bantuan milyunan sehingga bisa "membangun Sumara Barat", katanya.

Rick Rivai khawatir kejadian seperti yang terjadi di Aceh bisa terjadi di 
daerah asalnya itu.  Di Aceh dulu, katanya, setelah para relawan asing pergi 
dari sana, banyak orang yang memperkaya diri. 

Rick Rivai: "Saya justru prihatin kalau mereka itu menjadi kaya di atas 
penderitaan atau kematian orang lain."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke