--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Minggu 15 November 2009 15:10 UTC ** POLISI INDONESIA TANGKAP PENYELUNDUP AFGHANISTAN ** KOPENHAGEN TIDAK AKAN GANTIKAN KYOTO ** HIMBAUAN PEMBEBASAN AUNG SAN SUU KYI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: IKATAN KELUARGA BELANDA MASIH KUAT * POLISI INDONESIA TANGKAP PENYELUNDUP AFGHANISTAN Polisi Indonesia melepaskan tembakan peringatan, menyusul serangan sekelompok warga Afghanistan pada awak kapal, dalam upaya menyelundup masuk ke Australia. Warga Afghanistan ini bertolak dari Pulau Lombok dan polisi memergoki mereka di lepas pantai Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Mereka memprotes penangkapan dan memaksa awak kapal untuk melanjutkan perjalanan ke Australia. Kelompok warga Afghanistan ini mulai menyerang awak kapal, yang mengikuti perintah polisi, tidak bersedia melanjutkan perjalanan. Polisi juga menangkap kapten dan sembilan awak kapal lainnya, dengan tuduhan berusaha menyelundupkan manusia. * KOPENHAGEN TIDAK AKAN GANTIKAN KYOTO Konperensi iklim yang akan diselenggarakan di Kopenhagen, Desember mendatang, tidak akan membuat kesepakatan baru, untuk menggantikan Traktat Kyoto. Sisa waktu yang masih tersedia, ternyata terlalu singkat, untuk menyusun kesepakatan baru mengenai remisi gas asam arang. Hal ini tampak pada KTT negara-negara di sekitar Lautan Pasifik, APEC, di Singapura. Di sela-sela persidangan, Presiden Barack Obama berbicara dengan para pemimpin negara industri lainnya mengenai konperensi iklim mendatang. Untuk itu, Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, tuan rumah konperensi tersebut, sengaja datang ke Singapura. Perdana Menteri Rasmussen mengusulkan rencana dua tahap. Pada dasarnya, usul ini menyatakan, tidak cukup tersedia waktu, untuk menyusun kesepakatan yuridis baru. Konperensi Kopenhagen hanya mungkin membuat kesepakatan, bagi pelaksanaan konperensi berikutnya lagi. * HIMBAUAN PEMBEBASAN AUNG SAN SUU KYI Presiden Barack Obama menghimbau Myanmar agar segera membebaskan tokoh oposisi Aung San Suu Kyi. Presiden Obama menyampaikan himbauan ini pada pertemuan dengan para pemimpin ASEAN di Singapura, yang juga dihadiri oleh Perdana Menteri Myanmar, Thein Sein. Walaupun demikian, Presiden Barack Obama, tidak mengadakan pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Thein Sein. Pernyataan akhir para pemimpim ASEAN juga tidak mencantumkan seruan pembebasan Aung San Suu Kyi. Sudah sejak lama, ASEAN tidak mendukung tekanan berlebihan pada Myanmar. Pemerintah Amerika ingin Aung San Suu Kyi segera bebas, agar dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti kancah pemilu tahun depan. * PRAHA PERINGATI RUNTUHNYA KOMUNISME Praha memperingati runtuhnya pemerintahan rezim komunis di Cekoslowakia 20 tahun silam. Sekitar 500 orang undangan hadir dalam upara peringatan, yang antara lain menampilkan musisi pop, seperti Lou Reed dan Suzanne Vega. Para musisi ini tampil atas undangan Presiden Vaclav Havel, seorang tokoh pembangkang pada masa lalu. Upacara juga menayangkan pesan video dari Presiden Barack Obama, Kanselir Angela Merkel dan mantan Presiden Uni Sovyet, Michail Gorbatsjov. Pergantian kekuasaan di Cekoslowakia dinamakan Revolusi Beludru, karena berlangsung tanpa kekerasan. * WARGA UIGHUR LEBIH MEMILIH AUSTRALIA Cina mungkin menekan Australia untuk menolak enam orang warga Uighur, yang dibebaskan dari kamp tahanan Guantanamo Bay. Demikian pernyataan Presiden Palau, Johnson Toribiong. Sang presiden merasa heran, mengapa Australia menolak mereka. Empat tahun lalu, enam warga Uighur tersebut telah dinyatakan bebas, dan boleh meninggalkan Guantanamo Bay. Namun, pemerintah Amerika tidak bisa mengirim mereka ke Cina, karena khawatir Cina akan menyiksa mereka. Pemerintah Cina memang menganggap enam orang ini teroris. Palau, adalah sebuah pulau kecil di Lautan Pasifik, bekas wilayah yang dikuasai oleh Amerika. Hingga sekarang, anggaran negara pulau ini, hampir sepenuhnya tergantung pada bantuan Amerika. Beberapa waktu lalu, Palau menyatakan bersedia menerima enam warga Uighur tersebut, untuk sementara. Salah seorang warga Uighur ini menyatakan, mereka akan lebih senang, jika ditampung di negeri lain, yang memiliki komunitas Uighur, seperti misalnya Australia. * PENCARI SUAKA ASAL SRI LANKA Pemerintah Indonesia memberi izin tinggal selama tiga bulan, pada 22 orang pencari suaka asal Sri Lanka. Para pencari suaka tersebut, bagian dari 78 orang warga Tamil, yang diselamatkan di perairan Indonesia, oleh awak kapal Oceanic Viking, milik Australia. Ketika mendarat di Bintan, semua warga Tamil ini menolak meninggalkan kapal. Kelompok 22 orang tersebut, baru bersedia meninggalkan kapal, setelah mendapat jaminan, dalam waktu empat hingga enam pekan, mereka akan dipindahkan ke Australia. * 'ALLAH' HANYA UNTUK KALANGAN MUSLIM The Herald, suatu berkala mingguan warga katolik Malaysia, boleh melanjutkan penerbitan mereka. Pekan lalu, The Herald menyatakan pemerintah belum bersedia memperpanjang izin penerbitan untuk tahun depan. Ketika itu, yang jadi masalah adalah penggunaan kata 'Allah' oleh berkala katolik dalam edisi Bahasa Melayu. Menurut pemerintah Malaysia, kata 'Allah' hanya boleh digunakan oleh kalangan muslim. Pemerintah tetap menolak izin penerbitan The Herald, dalam Bahasa Melayu. * IKATAN KELUARGA BELANDA MASIH KUAT Kehidupan berkeluarga di Belanda sehat. Pekan lalu suatu tim peneliti menyimpulkan, ikatan kekeluargaan di Belanda ternyata masih kokoh. Kesimpulan yang cukup mengejutkan, pada masa individualisme, pesatnya mobilitas dan dugaan meningkatnya ketidak-perdulian. Namun, jika kita mengamati temuan penelitian lebih lanjut, ternyata dasar utama ikatan kekeluargaan tersebut adalah keberhasilan ekonomi. Emosi ternyata tidak diperhitungkan. Laporan Martijn Tol. Ikatan kekeluargaan Kamis lalu, di Madurodam, Menteri urusan Keluarga, Andre Rouvoet, sembari tersenyum menerima hasil penelitian ini, suatu dukungan ilmiah pada gambaran ideal Kristen tentang keluarga bahagia. "Keluarga ternyata masih penting," simpul Joop Schippers, salah seorang anggota tim peneliti. Kesimpulan ini berdasarkan penelitian luas, melibatkan sekitar 10.000 keluarga Belanda. Setengah dari anak-anak dewasa tinggal dalam radius sepuluh kilometer dari orangtua mereka. Keluarga muda ini mengurus anak-anak mereka sendiri, dan juga berusaha selama mungkin mengurus orangtua mereka. Tenaga perawat profesional baru mereka hubungi, jika mereka sendiri benar-benar sudah tidak mampu lagi. Tanggapan sosiolog Beberapa dasawarsa lalu, kalangan sosiolog sebenarnya telah menyatakan hilangnya ikatan kekeluargaan di Belanda. Alasannya, pada tahun 1970- dan 80-an, ikatan tersebut sudah ketinggalam zaman, bersifat represif dan terutama karena dianggap model keluarga burjuis. Atau, alasan pada tahun 1990-an, peran keluarga sudah digantikan oleh individu yang penuh perhitungan. Bukankah warga Belanda tinggal di negeri, yang menempatkan orang lanjut usia, yang sudah tidak ada gunanya lagi, di berbagai rumah jompo? Ternyata tidak. Ikatan kekeluargaan tetap bertahan. Dan hubungan anak - orangtua tetap kokoh. Generasi 'baby boom' Para peneliti menyajikan gambaran generasi 'baby boom'. Yaitu, generasi orangtua berpendidikan tinggi, punya banyak uang, dan punya banyak waktu luang. Mereka mampu membiayai pendidikan anak-anak setinggi mungkin. Jika anak-anak mereka mulai bekerja, hubungan mulai berkurang. Ketika cucu mulai lahir, hubungan kembali dekat. "Kakek dan nenek ternyata penunggu bayi yang baik, gratis dan punya banyak waktu," tambah salah seorang anggota peneliti lain, Freek Bucx. Pada masa ini, anak-anak paling tidak bertemu dengan orangtua mereka setiap pekan. Usia 40 Saat perubahan penting dalam kehidupan keluarga adalah, pada saat anak-anak mencapai usia 40 tahun, jelas Eva Maria Merz, salah seorang anggota tim peneliti lainnya. "Hingga usia tersebut orangtua menyokong anak-anak. Dan setelah usia ini, anak-anak mulai membantu orangtua. Hingga akhirnya, anak-anak sepenuhnya mengurus orangtua mereka." Pada kenyataannya, kelompok yang 'menyelamatkan ikatan kekeluargaan' ini jumlahnya relatif terbatas. Jadi, kelompok ini tidak mungkin menjadi penyebab tetap terpeliharanya ikatan kekeluargaan. Selain itu, tampaknya, jumlah 'orangtua muda', usia antara 55 hingga 75 tahun, yang berpendidikan tinggi, punya banyak uang dan waktu luang, semakin berkurang. Karena, orangtua sekarang tidak berhak lagi minta pensiun dipercepat. Malah, mungkin harus kerja hingga usia 67 tahun. Dengan demikian, tidak punya waktu untuk jadi penunggu bayi. Karena itu, menjadi tanda tanya pula, apakah anak-anak masih punya waktu untuk menemui atau mengurus orangtua? Keluarga migran Pada keluarga pendatang, juga situasi rumah yang tampak "ramai dan penuh keakraban" lebih merupakan akibat desakan ekonomi, ketimbang demi tujuan untuk memelihara kehangatan hubungan. Dalam kelompok ini juga berlaku, orang-orang yang berpendidikan tinggi bisa memberi lebih banyak kelonggaran pada diri mereka sendiri dan anak-anak mereka, karena secara finansial dan budaya, mereka mampu melakukan hal itu. Berbeda dengan kelompok miskin, orang-orang kaya, mampu bersikap individualistis. Orang-orang miskin, mau tidak mau, harus solider satu sama lain. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
