--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 24 Desember 2009 13:50 UTC ** MERTUA NOORDIN M TOP DITANGKAP ** CINA BERANG TERHADAP CAMPUR TANGAN ASING ** TENTARA YAMAN BUNUH TERSANGKA AL-QAEDA ** TOPIK TINJAUAN PERS: LIMA TAHUN TSUNAMI, RATUSAN MASIH TINGGAL DI BARAK DAN MENURUT BELANDA 'INDONESIA MERDEKA 1949' ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KORBAN PENDUDUK SIPIL OLEH MILITER BELANDA DI AFGHANISTAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENJAGAAN KEAMANAN SELAMA NATAL ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: NATALAN DI ACEH * MERTUA NOORDIN M TOP DITANGKAP Satuan polisi anti teror menahan ayah mertua gembong teroris Noordin M Top di Jawa Barat. Baharudin Latif alias Baridin, adalah kaki tangan anak menantunya yang tewas dalam baku tembak dengan polisi September lalu. Noordin Top dianggap sebagai dalang di balik berbagai serangan bom, termasuk serangan di dua hotel mewah di Jakarta Juli lalu. Sebanyak sembilan orang tewas termasuk dua warga Belanda. Pada operasi penggerebekan polisi Juli lalu, Baridin berhasil lolos. Pada waktu itu polisi menemukan bahan-bahan pembuat bom. * CINA BERANG TERHADAP CAMPUR TANGAN ASING Cina berang terhadap apa yang disebut Beijing sebagai 'campur tangan asing' terhadap proses peradilan disiden Cina Liu Xiaobo. Liu, penulis berusia 54 tahun, diadili dengan tuduhan 'berupaya menjatuhkan pemerintahan'. Ia terlibat dalam peluncuran petisi Charta-08, yang meminta demokrasi lebih besar. Kasus ini juga merisaukan luar negeri. Amerika Serikat, Uni Eropa, serta organisasi-organisasi hak azasi manusia mengatakan proses tersebut bermotivasi politik. Tapi Beijing menolaknya. Menurut Cina, ini adalah masalah dalam negeri, dan negara lain tidak perlu ikut campur. Rabu kemarin, dua diplomat asal Kanada dan Australia diusir dari ruang sidang pengadilan Liu. Pengadilan akan mengeluarkan keputusan besok. Liu bisa diganjar 15 tahun penjara. * TENTARA YAMAN BUNUH TERSANGKA AL-QAEDA Tentara Yaman mengatakan telah membunuh 34 tersangka pejuang al-Qaeda. Ini berlangsung ketika serangan udara di propinsi Chabwa, sebelah Selatan ibukota Sanaa. Para tersangka teroris sedang mengadakan pertemuan di sana. Pekan lalu, tentara Yaman membunuh 28 anggota al-Qaeda. Mereka kabarnya berencana melakukan aksi bunuh diri termasuk di negara tetangga Arab Saudi. Sebanyak 17 pemberontak ditahan. Sejak serangan 11 September, Yaman berada di belakang Amerika Serikat dalam memerangi teroris. Negara itu menjadi sarang teroris radikal Islam. Di Yaman Utara, tentara berperang melawan kelompok Syiah yang ingin memisahkan diri. Sedangkan di Selatan, mereka menghadapi kelompok separatis lainnya. * TABRAKAN KAPAL DI TELUK MANILA Sedikitnya 27 orang hilang dalam kecelakaan kapal di Filipina. Mereka adalah para awak dari dua kapal yang bertabrakan di Teluk Manila. Peristiwa terjadi di tengah malam yang gelap. Kedua kapal tenggelam. Para petugas penyelamat Filipina sejauh ini berhasil menyelamatkan 46 orang. * EPIDEMI FLU H1N1 TAMPAKNYA SUDAH BERLALU Epidemi Flu H1N1 di Belanda tampaknya sudah berlalu. Demikian dikatakan lembaga peneliti Nivel. Beberapa pekan belakangan, jumlah orang yang terkena flu menurun. Pekan lalu, jumlahnya berada di bawah ambang batas epidemi. Wabah flu disebut epidemi apabila dokter sudah menetapkan apabila lebih dari 51 dari 100-ribu penduduk menderita gejala flu selama dua pekan. Pekan lalu, angka tersebut mencapai 44. Apabila angka itu tetap rendah pekan ini, maka bisa dipastikan bahwa epidemi sudah berlalu. Kasus flu pertama di Belanda ditemukan pertengahan Juli lalu. Pada saat puncaknya, jumlah orang yang sakit tetap lebih sedikit dibanding epidemi flu biasa misalnya selama musim dingin 2004-2005 dan 1999-2000. Epidemi flu Meksiko berlangsung selama sepuluh pekan, yang juga sering ditemukan pada flu musim dingin yang normal. Menurut Nivel, epidemi flu ini ternyata epidemi yang ringan. Juga di negara-negara tetangga seperti Belgia, Jerman, dan Inggris, jumlah penularan virus H1N1 menurun. * KEBAKARAN LANDA AUSTRALIA TENGGARA LAGI Australia Tenggara kembali dilanda kebakaran hutan hebat. Di negara bagian Victoria, dilakukan evakuasi dari tempat-tempat perkemahan sehari sesudah api meluluhlantakkan tiga belas rumah. Suhu udara di Australia Selatan sangat panas, sekitar 40 derajat Celcius. Api semakin berkobar akibat angin kencang. Pemerintah memperingatkan, jalan raya antara Melbourne dan Sydney akan ditutup apabila situasi memburuk. Juli lalu, negara bagian Victoria juga dilanda kebakaran hutan hebat. Sebanyak 173 orang tewas. * PERBATASAN GEORGIA-RUSIA DIBUKA KEMBALI Jalur perbatasan antara Georgia dan Rusia akan dibuka kembali. Demikian disepakati oleh pemerintah di Tblisi dan Moskou. Jalaur tersebut ditutup tiga tahun lalu karena ketegangan yang semakin meningkat antara kedua negara. Tahun lalu pecah perang mengenai kawasan yang memberontak yaitu Abkhazia dan Ossetia Selatan. Jalur perbatasan yang dibuka kembali itu adalah satu-satunya penghubung antara kedua negara yang tidak melewati dua kawasan tersebut. Pemerintah Georgia berharap perbatasan akan dibuka kembali Maret mendatang, * OBAMA PAHAMI KEKECEWAAN HASIL KTT IKLIM Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dapat memahami kekecewaan atas hasil KTT Iklim Kopenhagen. Dalam wawancara televisi, Obama mengatakan semua negara harus mengurangi cukup banyak emisi gas rumah kacanya tahun-tahun mendatang, tapi KTT Kopenhagen tidak mampu memastikan hal itu. KTT hanya menghasilkan pernyataan tekad dari para negara peserta untuk melakukan sesuatu terhadap emisi CO2. Tapi secara hukum, kesepakatan itu tidak ada artinya. * KORBAN WARGA SIPIL OLEH TENTARA BELANDA Tentara Belanda di Afghanistan membunuh sedikitnya delapan puluh warga sipil sejak mengawali misi mereka di Afghanistan. Sedangkan lebih dari seratus warga cedera. Demikian angka yang diperoleh dari Kementerian Pertahanan Belanda. Televisi RTL memberitakan, angka tersebut didapat dengan menggunakan Undang-Undang Tranparansi Pemerintahan. Sebagian besar korban berada di propinsi Uruzgan. Korban tewas terbanyak, 70 jiwa terjadi ketika berlangsung pertempuran di Chora pada tahun 2007. Belanda memberi ganti rugi seluruhnya sebanyak 350 ribu euro. Setiap korban mendapatkan 1500 dolar yang dibayarkan kepada sanak keluarga korban. Di Afghanistan, jumlah tersebut berarti satu tahun gaji. Para pemilik rumah dan ladang yang hancur juga mendapat kompensasi. * LAURA DEKKER INGINKAN KEBEBASAN Gadis pelayar Belanda, Laura Dekker hanya memiliki satu tujuan ketika menaiki pesawat yang membawanya ke Sint Maarten pekan lalu, yaitu: meninggalkan Belanda selamanya. Demikian tertera dalam surat gadis itu kepada ayahnya, dikutip oleh harian AD. Laura, 14 tahun, menulis: "Aku sekarang akan mencari kebebasanku. Aku tidak mau berurusan lagi dengan Belanda dan tidak akan pernah pulang kembali'. Kemudian tambahnya: 'Belanda nyaris berhasil menghancurkan hidupku. Tapi aku harus menggalang keberanian dan mulai mencoba menata kembali hidupku selanjutnya'. Rabu kemarin, pengadilan menetapkan Laura boleh tinggal dengan ayahnya. Biro layanan remaja menghendaki agar Laura ditempatkan di luar rumah orangtuanya, tapi hakim menolak. Laura ditemukan di Pulau Sint Maarten Ahad lalu, dan balik ke Belanda dua hari kemudian. * GUINEA DIAJUKAN KE MAHKAMAH INTERNASIONAL Prancis berpendapat Dewan Keamanan PBB harus mengajukan pelanggaran hak-hak azasi manusia di Guinea kepada Mahkamah Internasional. Pekan ini muncul laporan PBB tentang aksi keras tentara Guinea terhadap anggota oposisi. Mereka berkumpul di sebuah stadion sepakbola di ibukota Conarky akhir September lalu. Lebih dari 150 orang tewas. Menurut laporan PBB, tentara bersalah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan para pemimpin militer bertanggungjawab atas itu. Junta di Guinea sudah merencakan pemilihan umum dan menghendaki rekonsiliasi. Sudah setahun lalu, junta militer mengambil alih kekuasaan. Internasional sudah lama mengkritik pemerintah militer di Guinea. Beberapa pekan lalu, junta mendapat pukulan keras ketika pemimpin mereka Moussa Dadis Camara luka ditembak. * PESAWAT CHARTER UNTUK PENUMPANG AIR COMET Pemerintah Spanyol menyewa empat pesawat untuk mengangkut pulang para penumpang Air Comet yang terdampar. Akibat masalah keuangan di maskapai penerbangan tersebut, maka ribuan penumpang terdampar di bandara-bandara di Spanyol dan Amerika Latin. Pekan ini, Air Comet meminta penundaan pembayaran. Seluruh karyawan berjumlah 600 orang sudah dinonaktifkan. Terlebih lagi, otoritas penerbangan Spanyol telah menarik ijin terhadap maskapai bersangkutan. Sejak itu, ada ratusan penumpang terdampar hanya di bandara Madrid saja. Karena kepadatan natal, maka sedikit saja dari mereka yang bisa mendapatkan kursi di pesawat lain. Para penumpang yang putus asa ini mengancam untuk melakukan mogok makan apabila tidak ada solusi. Pemerintah Spanyol memperkirakan lebih dari enam juta euro harus dikeluarkan untuk menyewa pesawat-pesawat charter. Air Comet menawarkan penerbangan murah antara Madrid dan Amerika Latin. Akibat krisis ekonomi globa, maskapai itu sudah lama dilanda masalah keuangan. * BERITA BURSA Bursa-bursa Eropa mengawali perdagangan Kamis ini dengan keuntungan tipis. Di Amsterdam, indeks AEX naik 0,23% pada 333 menjelang perdagangan tengah hari. Bursa Paris, Frankfurt, dan London, naik hingga 0,23%. Bursa-bursa Asia menutup perdagangan pekan ini dengan keuntungan. Indeks Nikkei di Tokyo ditutup 1,53% lebih tinggi pada 10.536. Nilai tukar euro tercatat 1, 4393 dolar, 1 euro = Rp. 13.679,- 1 dolar = Rp. 9.504,- * LIMA TAHUN TSUNAMI, RATUSAN MASIH TINGGAL DI BARAK DAN MENURUT BELANDA 'INDONESIA MERDEKA 1949' Kementrian Luar Negeri Belanda tetap berpendapat Indonesia merdeka tanggal 27 Desember 1949 ketika dilakukan serah terima kedaulatan di Istana de Dam, dan bukan pada 17 Agustus 1945 ketika Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan. Itulah berita yang diangkat harian sore Belanda NRC Handelsblad mengenai jawaban pemerintah Belanda terhadap petisi yang diajukan 22 tokoh Belanda terdiri dari penulis, sejarawan, dan pakar hukum. Para tokoh itu, antara lain penulis Adrian van Dis, Nelleke Noordervliet, Rudy Kousbroek; sejarawan Hans Blom, Geert Mak, serta pakar Asia Henk dan Nico Schulte Noordholt, berpendapat pemerintah Belanda harus mengakui bahwa proklamasi kemerdekaan 1945 merupakan tindakan sah. Namun kementerian luar negeri menyatakan: "Penyerahan kekuasaan yang sebenarnya baru terjadi 27 Desember 1949; Indonesia pada waktu itu menerima kedaulatan tersebut. Ini merupakan fakta sejarah dan yuridis yang tidak bisa dibubah lagi, 60 tahun kemudian". Namun para tokoh berpendapat, bukan Belanda pihak satu-satunya bisa memonopoli tanggal kemerdekaan. "Rakyat Indonesia sudah menetapkan sendiri kemerdekaan mereka'. Di samping itu, mereka juga berpendapat pemerintah Belanda kurang mengakui secara politik peristiwa antara 45 dan 49. "Tidak adanya pengakuan politik penuh oleh Belanda merupakan keteledoran sejarah yang tidak adil terhadap rakyat Indonesia', demikian pendapat mereka seperti dikutip NRC Handelsblad. Beralih ke Indonesia. Tanggal 26 Desember 2004, bencana tsunami melanda Aceh. Lebih dari 168 ribu orang tewas dan ratusan ribu warga kehilangan tempat tinggal. Hari ini, lima tahun kemudian, belum semua korban mendapatkan tempat tinggal. Sri Walyani misalnya masih tinggal di kamp pengungsian Barak Bakoi di Banda Aceh. 'Saya harap saya akan dapat rumah tapi saya tidak tahu apakah nama saya tertera dalam daftar', katanya. Barak pengungsi tempatnya tinggal tampak menyedihkan. Fasilitas sangat minim. Pemerintah di Aceh mengakui masih ada warga yang tinggal di barak tapi tidak tahu jumlah pastinya. Menurut juru bicara Djuanda Jamal tidak semua orang yang tinggal di barak adalah korban tsunami. 'Sejumlah orang miskin ikut tinggal di sana'. Tentu saja, pernyataan seperti itu membuat Sri Walyani meradang. "Saya tidaklah tinggal di sini dengan sukarela". Menurut Jamal lagi, mereka yang saat ini masih tinggal di barak nantinya akan mendapatkan rumah tapi ia mengatakan tidak tahu kapan hal itu akan terlaksana. Mungkin saja rumah-rumah kosong yang dibangun bagi korban tsunami, bisa memecahkan masalah. Sekitar 20% dari 141 ribu rumah yang dibangun sesudah tsunami, saat ini masih kosong. Namun Bruno Dercon, penasehat PBB di Indonesia tidak melihat hal itu sebagai jalan keluar. 'Rumah-rumah baru yang dibangun sebagian besar didirikan di atas tanah hak milik. Apabila anda mengijinkan orang lain tinggal di sana, maka mereka tidak akan pernah pergi lagi atau mereka harus mendapatkan ganti rugi untuk mau pindah', demikian kata penasehat PBB seperti dikutip koran Trouw. Sekian tinjauan pers kali ini. * KORBAN PENDUDUK SIPIL OLEH MILITER BELANDA DI AFGHANISTAN Stasiun televisi komersial RTL Rabu lalu menyiarkan berita tentang jumlah penduduk sipil di Uruzgan dan propinsi Helmand di Afghanistan yang menjadi korban oleh militer Belanda. Disebutkan bahwa 110 penduduk sipil tewas dan 90 luka-luka. Untuk pertama kali berita yang begitu rinci diberitakan oleh sebuah negara yang mengirim tentaranya ke Afghanistan. Kami sampaikan analisa redaktur Hans de Vreij. Pemberitaan itu diberitakan setelah bersitegang antara stasiun televisi RTL dengan pihak kementrian pertahanan Belanda selama dua tahun. RTL memperoleh informasi intern kementrian pertahanan mengenai briefing yang diberikan oleh panglima angkatan bersenjata yang ketika itu dipegang oleh jendral Peter van Uhm. RTL juga berhasil mendapat daftar ganti rugi yang diberikan oleh militer Belanda di Uruzgan. Seluruhnya berjumlah 35 ribu Euro. Ganti rugi diberikan dalam dollar. Chora Bagian terbesar dari jumlah tersebut sekitar dua ratus ribu dollar, diberikan sebagai ganti rugi "Operasi Pathan Ghar" di lembah Baluchi dan "Penyerbuan Chora" bulan Juni 2007. Pertempuran terbesar militer Belanda selama ini dalam menghadapi Taliban. Selain itu ada pula jumlah yang lebih kecil. Yaitu ganti rugi kepada keluarga korban yang menurut standar berjumlah 1500 dollar. Mereka adalah keluarga korban militer dan polisi Afghanistan dan penduduk sipil lain. Ganti rugi yang lebih kecil lagi diberikan apabila terjadi kerusakan material seperti pintu, jendela, rumah, lahan pertanian, kecelakaan lalu-lintas, hewan peternakan dan orang-orang yang ditahan tapi kemudian ternyata tidak bersalah. 110 atau 80 Jumlah penduduk sipil yang menjadi korban paling banyak terjadi ketika dilancarkan Penyerbuan di Chora, saat sekitar seribu penjuang Taliban berusaha merebut sebagian wilayah Uruzgan. Menurut pemberitaan resmi kementrian pertahanan Belanda, 70 penduduk sipil tewas dan antara 30 sampai 40, luka-luka. Informasi tersebut kemudian diralat. Menurut jurubicara kementrian pertahanan, jumlah korban tewas beriksar antara 30 sampai 40 orang dan 70 luka-luka. Tapi stasiun televisi RTL tetap menganggap berita pertama yang benar yang menyebutkan 70 korban tewas. Hal itu menurut RTL didasarkan pada laporan sebuah komisi HAM AIHRC dan sebuah misi PBB di Afghanistan, UNAMA. Jadi menurut RTL penduduk sipil yang tewas berjumlah 110, tapi menurut kementrian pertahanan antara 70 dan 80 saja. Tidak Lengkap Informasi kementrian pertahanan Belanda kurang jelas dan tidak lengkap. Misalnya, jumlah penjuang Taliban yang tewas ditambah menjadi 7 orang. Tapi di Chora saja jumlah Taliban yang tewas mencapai sekitar 100. Juga disebutkan 2 tentara Afghanistan tewas oleh tembakan yang dilepaskan oleh sebuah helikopter Apache. Tapi tidak disebutkan tentang jumlah tentara Afghanistan yang tewas oleh tembakan militer Belanda dalam operasi "Kapcha As" Januari 2008. Dipihak lain ada informasi yang ditambahkan bahwa seorang sopir Afghanistan dari konvoi militer Belanda ditembak mati oleh tembakan musuh, bukan oleh pasukan Belanda. Sasaran Keliru Pendek kata hanya disebutkan beberapa insiden saja. Misalnya seorang penumpang mobil yang ditembak mati karena mobilnya tidak berhenti setelah diberikan tembakan peringatan. Atau 4 orang yang tewas ketika helikopter Apache keliru menembak sebuah peternakan karena informasi yang salah dari pasukan Australia di darat. Bagaimanapun juga informasi yang akhirnya diberikan oleh kementrian pertahanan tentang jumlah penduduk sipil yang menjadi korban militer Belanda di Aghanistan, merupakan sikap yang positip sekalipun membutuhkan begitu banyak waktu. Termasuk ganti rugi yang diberikan kepada keluarga korban. Dipihak lain, tetap dipertanyakan mengapa sampai laporan yang diberikan begitu simpang-siur ? Banyak pihak menuntut agar informasi yang diberikan lebih lengkap dan jelas. * PENJAGAAN KEAMANAN SELAMA NATAL Pihak kepolisian menjamin keamanan selama perayaan Natal di ibukota. Hal ini perlu untuk menjamin keamanan selama kebaktian atau misa Natal di berbagai gereja. Kepada Radio Nederland, pengamat sejarah Jakarta Universitas Indonesia JJ Rizal, mejelaskan latar belakang perkembangan hubungan antar umat beragama di Jakarta. Apa latar belakang masalah keamanan yang setiap tahun muncul sekitar Natal? Sejak 10 tahun lalu, sejak reformasi, perayaan Natal selalu diliputi kecemasan. Takut ada serangan yang memang pernah terjadi. Dalam sejarah tidak pernah terjadi seperti 10 tahun terakhir. Inilah dampak muncunya unsur-unsur orang-orang yang memiliki masalah dengan agama lain. Dulu perayaan Natal dan Tahun Baru yang di Betawi disebut perayaan Tahun Baru Belanda, itu selalu dirayakan bersama orang Betawi yang agamanya Islam. Warisan makanan dan kue-kue Belanda, Ananas Taart atau Nestar dan sebagainya adalah makanan hari raya Kristen yang juga disajikan selama Lebaran. Jadi tidak ada suasana yang bisa mengundang kecemasan selama Natal seperti 10 tahun terakhir ini. Lebaran, Tahun Baru dan Natal yang sebenarnya adalah pesta bersama tidak terjadi lagi. Di Jakarta ada minoritas Tugu dan Belanda Depok yang melakukan perayaan bersama dengan tetangga Betawi. Tapi solidaritas antar umat beragama masih ada, misalnya para pemuda organisasi muslim ikut menjaga keamanan gereja. Ini menarik, karena dari masyarakat sendiri tumbuh toleransi. Selama ini tidak ada masalah mengucapkan Selamat Lebaran atau Natal, sekarang ada suara-suara setelah reformasi dari LSM dan pemerintah sendiri yang mengharamkan. Ini yang merusak perilaku toleransi di Jakarta. Ketegangan itu sebenarnya muncul dari pemerintah sendiri dengan penjagaan keamanan yang ekstra ketat seolah-olah mencerminkan ada bahaya-bahaya intoleransi umat yang satu dengan yang lain. Kesan ini terasa kuat padahal di tengah masyarakat tidak begitu. Demikian JJ Rizal, pengamat sejarah Jakarta Universitas Indonesia. Anda bisa mendengarkan wawancara lengkap bersama JJ Rizal soal kemananan sekitar Natal di Jakarta di:http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/pengamanan-hari-natal-di-jakarta * GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DISKRIMINASI TERHADAP ODHA MASIH TERJADI DISKRIMINASI TERHADAP ODHA MASIH TERJADI Sudah 21 tahun Hari Aids sedunia diperingati. Selama itu pula berbagai LSM terus berkampanye melawan diskriminasi, tapi tetap saja ODHA atau Orang dengan HIV/Aids kerap dijauhi serta didiskriminasi. Vivi misalnya, masih terus berjuang mendapatkan pekerjaan, sementara Ririn hanya bisa sesekali bekerja membantu LSM, membagikan kondom untuk perempuan pekerja seks. Kepada Reporter KBR68H Dede Riani, keduanya menceritakan diskriminasi yang harus mereka alami sehari-hari. Puput, gadis kecil berusia 8 tahun dan juga Vivi, ibunya, adalah ODHA alias Orang dengan HIV/Aids. Ayo nak, ayo bangun nak sekolah, bangun, enggak aah, sudah bunda masakin air eehhhmm ayo bangun sayang, ntr dulu kenapa bunda, udah dimasakin air sayang..enggak entar.. Vivi terinfeksi HIV dari suaminya, pengguna narkoba. Ia baru tahu keberadaan virus itu di dalam tubuhnya ketika anaknya sakit parah. Si kecil mengalami diare akut dan mulutnya dipenuhi sariawan. Saat itu Puput baru berusia 40 hari. Vivi seperti tersambar petir begitu tahu yang kena HIV bukan hanya dia, tapi juga anaknya. Sejak itu, Vivi menjaga anaknya dengan sangat hati-hati, terutama soal kebersihan. Dokter bilang penyakit HIV/AIDS itu kita juga harus jaga kebersihan, misalnya ketika saat pulang gw disuruh ganti horden, disuru bersihin kasur, soalnya anak gw itu khan alergi juga, jadi emang perawatannya khusus sampe sekarang itu gw lakukan, dot juga harus direbus, karena HIV yang ringan jadi berat, diare ringan aja bisa jadi berat karena fungsi kekebalan tubuhnya udah enggak ada Vivi juga harus menjaga supaya Puput tak terluka akibat diskriminasi yang mereka terima. Dikucilkan teman, tetangga dan keluarga. Pertama kali didiskriminasi dari keluarga dulu karena mereka gak tahu penularaannya dan infonya masih minum, trus gw makan minum dipisahin, trus si Puput main ke tetangga sebelah mau minum, disuruh pulang ambil gelas sendiri, gw tanya sama anak gw khan udah 3 tahun ya, kenapa de kok bawa gelas, iya disuruh bawa gelas sama Bu Alivin bawa gelas, sedih banget gw langsung ngeluarin air mata Sembilan tahun terinfeksi HIV/Aids, diskriminasi itu masih ada. Vivi membuktikan kepada saya, betapa sulitnya ia mencari pekerjaan di luar komunitas HIV/Aids. Ia menunjukkan sebuah iklan di surat kabar. Di situ tertera: dicari, pramuniaga. Vivi menelfon nomor yang tertera di iklan tersebut. Tat tit tut tat ti tut (suara memencet nomer telepon) tuuuuuuuuuut tuuuuuuuuuuutt..penampilan menarik lagi, nanti kalau HIV bagaimana? Hallooo, Selamat pagi, iya selamat pagi, mbak aku baca di koran ini dibutuhkan SPG, SPB ya, ini alamatnya di Jakarta Utara yaa, iya betul, pasti, aku udah tahu yaa persyaratan lengkapnya seperti biasa, bikin surat lamaran kaya gitu2 yaa mbak, Iya umurnya maksimal 27, utamanya menarik untuk SPG, iya iya mbak, mbak, aku boleh bicara sedikit gak mbak? Mengenai apa? Khan aku ada sakit aku nih, Kenapa? Aku ada penyakitnya, penyakitnya apa? HIV, Haaa? HIV..tuuuutt tut tut tut tut Ririn juga harus hidup dengan diskriminasi. Ini semua akibat narkoba yang diakrabinya sejak SMP. Dari narkoba, berlanjut ke seks bebas, sampai akhirnya ia hamil di luar nikah. Pengguna narkoba jarum suntik tahun 1998, tapi waktu itu 2 tahun mengalami adiksi dengan narkoba tapi gak ngerti bakalan terkena HIV AIDS begitu pakai pertama kali pun jarum suntiknya bagi berlima terusss tahu status tahun 2004 itu karena anak aku yang ke tiga sakit, anak di tes ternyata HIV positif, di situlah aku tes ternyata HIV positif tapi Ririn mengaku dikucilkan keluarga dan tetangga akibat penyakitnya. Butuh waktu 4 tahun sampai akhirnya ia bisa diterima. Dulu aku sempat tinggal di rumah mertua, jadi semuanya itu kasur, gelas, semuanya dipecahin, dia buang dia bakar depan rumahnya dan aku diharuskan cerai sama suami ku pertama, kebayang donk 3 anak meninggal , punya suami disuruh cerai, HIV Positif pula, aku juga pasti ujungnya mati ujungnya mati gak ada obatnya, gak ngerti, gak ngerti HIV itu kaya apa gak ngerti. Bapakku juga diskriminasi, Ia jadi gak mau minum satu gelas, satu piring dan satu kamar mandi, Saudara Ririn, Nelly Ariani, sempat menjauhi Ririn. Bagi Nelly, HIV/AIDS adalah penyakit yang menakutkan. Jadi gini kalau dia datang, setiap dia ngomong kita agak jauh, dalam jarak 1 meter, gitu khan terus dia ngomong kita agak menutup hidup, yaa ngerinya dari pembicaraan khan tertular lewat udara yaa, kaya influenza kaya flu, yaa itu lah menyeramkan, loe gak papa tapi penyakit loe itu loh yang agak menyeramkan Padahal HIV tidak menular lewat udara, ketika bersalaman atau menggunakan alat makan bersama-sama. Ririn kini hidup berdua dengan Endru, anaknya yang kini berusia 3 tahun. Endru beruntung karena virus HIV tak mampir dalam tubuhnya. Tik.. Tik..Tik...Tik..Bunyi apa ?hujan, di atas? Genteng, terus..?Kita berhitung aja deh, satu, dua, delapan, tiga, enam, gimana sih (tergelak tawa..) Ririn sudah memulai hidup baru dengan bekerja sebagai relawan di sebuah komunitas pengidap HIV. Aku sekarang aktivitasnya kerja di LSM, aku di LSM Tegak Tegar, jadi penjangkauan yang mendata wanita perkerja seks, daerahnya Jakarta Selatan, Jadi aku ngedata mereka, kasih informasi soal HIV AIDS terus menyuruh mereka untuk tes HIV AIDS dan IMS 21 tahun sudah Hari Aids dirayakan dan diperingati. Tapi problem diskriminasi masih saja ada, menghambat para ODHA memulai hidup baru. loh kok dimantiin sih Mbak, Loh Kalau punya penyaki HIV berobat dulu ya, kenapa? Klo punya penyakit HIV berobat aja dulu. Oooohh gak boleh yaa? Iya Gak boleha(lalu telepon langsung diputus oleh perusahaan) Pagi itu Vivi dan Puput, anaknya, ikut piknik bersama yang diadakan Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan Lentera Anak Pelangi. Ini adalah LSM untuk anak-anak yang orangtuanya pengguna narkoba dan terinfeksi HIV. Mereka menuju ke Taman Impian Jaya Ancol. Hari ini gw mau ke Ancol sama anak gw, sama temen-temen gw terus semuanya senang senang..yaa supaya anak-anak lebih punya motivasi dan punya semangat lah walupun statusnya HIV Kebanyakan peserta tamasya ini adalah ODHA, Orang dengan HIV/Aids. Orang dewasa dan anak-anak. suara anak kecil..bunyi priwitanayeeeeee horeeeeasuara tertawa anakaheiii jangan jalan dulu Asti bahagia melihat anaknya, Shifa bisa tersenyum. Biasanya jarang, kata dia. Kata Asti, Shifa sering diledek teman sepermainannya. Karena virus HIV di dalam tubuhnya, Shifa jadi rentan terkena penyakit. Apalagi saat dia kena Infeksi Oportunisticnya koreng-koreng gitu khan bau amis, sering diledek bau amis, dia ngadu ke mamanya? Iya, temen-temen ku bilang aku amis amis amis padahal udah kita kasi minyak wangi tapi tetap saja amis, karena memang berkoreng khan, yaa udah saya bilang sabar, nanti kita ilangin jadi kita obatin terus sampai sekarang Kegiatan piknik bersama ini merupakan upaya pencegahan dampak HIV AIDS pada anak-anak yang orang tuanya terinfeksi HIV AIDS dan pengguna jarum suntik. Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat PPM Lidia Laksana Hidayat mengatakan anak-anak pengidap HIV rentan mengalami diskriminasi. Karenanya, harus dipastikan anak-anak ini bertumbuh kembang di lingkungan yang baik. Terhadap keadaan mereka, memberi sedikit kebahagian kepada mereka, diantara mereka ada beberapa orang yang sudah positif, orang tuannya sebagian postif sebagian negatif, ada yang sudah yatim piatu sehingga mitigasi itu untuk mengurangi sebanyak mungkin dampak yang ditimbulkan HIV AIDS bagi mereka yang masih punya masa depan. Di sinilah pemerintah mesti terlibat penuh. Salah satunya dalam bentuk menjamin akses dukungan kebutuhan ekonomi dan sosial. Deputi Program Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, Kemal Siregar. Jadi kita sekarang ini yang namanya penanganan HIV AIDS itu kita melakukan pendekatan intervensi struktural, jadi yang kita internvensi itu strukturnya, struktur pemerintahannya, struktur politik, struktur kebijakan, dan sosial, sehingga ODHA yang berada di lingkungan sosial itu menjadi hidupnya nyaman lah tidak terdiskriminasi. Kenyataannya, ODHA masih banyak mengalami kesulitan menjalani hidup mereka. Mulai dari kesulitan mendapatkan obat antiretroviral, sampai terdiskriminasi di tengah masyarakat. Ririn hanya ingin anaknya, Endru, sukses. Juga bangga pada ibunya. Supaya dia bisa cerita dan bisa bilang ke masyarakat, walupun orang tua aku mantan pecandu narkoba dan HIV positif tapi dia bisa membuat aku jadi seperti ini, * NATALAN DI ACEH Bagaimana minoritas Kristiani memperingati hari natal di Aceh? Rekan Fedya Andina melaporkan dari Meulaboh, di mana umat kristen mendapat kesempatan merayakan natal juga, hanya bukan di gereja, karena gereja tidak ada lagi. Di Meulaboh tidak ada tanda-tanda perayaan Natal, mayoritas beragama Islam. Tidak sampai 1000 orang umat kristiani yang tinggal di situ. Sebelum tsunami masih ada satu gereja, kini tidak ada lagi karena hancur. Tidak dibangun lagi, alasannya banyak, antara lain masyarakat keberatan. Sebagai alternatif umat kristen melakukan kebaktian di rumah-rumah merka. Tahun ini ada tempat yang disediakan pemerintah untuk Natal. Letaknya ditengah kota, 2 atau 3 ruko yang dijadikan satu. Di Banda Aceh ada 3 gereja, di kota-kota lain hampir tidak ada gereja karena penduduk kristennya hanya beberapa ratus saja. sangat minoritas. Penduduk beragama kristen menyesuaikan diri dengan budaya islam di Meulaboh.Mislanya mengenai jilbab. Memang mereka tidak diwajibkan mengenakan jilbab tapi kadang-kadang mereka juga dirazia oleh polisi syariah. Menurut salah satu tokoh Tionghoa di sana, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan polisi syariah yang beranggapan bahwa syariah itu berlaku untuk semua perempuan. Menurut Fediya, kelompok minoritas merasa cukup dilindungi. Karena mereka minoritas, maka mereka menurut saja. Hanya kadang-kadang ada pihak yang tidak suka, seperti pembangunan gereja sangat susah direalisasikan. Menurut mereka, ada provokator yang tidak suka atau cemburu. Menurut Fediya lagi, masa depan Aceh cukup baik, hanya ada beberapa daerah saja yang sangat religius. Di Banda Aceh itu tidaklah terlalu ketat. Tetapi mungkin kalau semua perda sudah diberlakukan mulai 1 Januari mendatang, maka akan berbeda. Umat kristiani bisa merayakan natal di Aceh tapi di sana tidak ada hiasan-hiasan natal seperti di Belanda atau di Jakarta. Tidak tampak tanda-tanda bahwa ini adalah hari natal. Wawancara dengan Fediya Andina dapat didengar di: www.ranesi.nl --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
