---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 24 Desember 2009 13:50 UTC



** MERTUA NOORDIN M TOP DITANGKAP

** CINA BERANG TERHADAP CAMPUR TANGAN ASING

** TENTARA YAMAN BUNUH TERSANGKA AL-QAEDA

** TOPIK TINJAUAN PERS: LIMA TAHUN TSUNAMI, RATUSAN MASIH TINGGAL DI BARAK DAN 
MENURUT BELANDA 'INDONESIA MERDEKA 1949'

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KORBAN PENDUDUK SIPIL OLEH MILITER BELANDA 
DI AFGHANISTAN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENJAGAAN KEAMANAN SELAMA NATAL

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: NATALAN DI ACEH



* MERTUA NOORDIN M TOP DITANGKAP
Satuan polisi anti teror menahan ayah mertua gembong teroris Noordin M Top di 
Jawa Barat. Baharudin Latif alias Baridin, adalah kaki tangan anak menantunya 
yang tewas dalam baku tembak dengan polisi September lalu.

Noordin Top dianggap sebagai dalang di balik berbagai serangan bom, termasuk 
serangan di dua hotel mewah di Jakarta Juli lalu. Sebanyak sembilan orang tewas 
termasuk dua warga Belanda. 

Pada operasi penggerebekan polisi Juli lalu, Baridin berhasil lolos. Pada waktu 
itu polisi menemukan bahan-bahan pembuat bom.


* CINA BERANG TERHADAP CAMPUR TANGAN ASING
Cina berang terhadap apa yang disebut Beijing sebagai 'campur tangan asing' 
terhadap proses peradilan disiden Cina Liu Xiaobo.

Liu, penulis berusia 54 tahun,  diadili dengan tuduhan 'berupaya menjatuhkan 
pemerintahan'. Ia terlibat dalam peluncuran petisi Charta-08, yang meminta 
demokrasi lebih besar.  Kasus ini juga merisaukan luar negeri.

Amerika Serikat, Uni Eropa, serta organisasi-organisasi hak azasi manusia 
mengatakan proses tersebut bermotivasi politik.  Tapi Beijing menolaknya. 
Menurut Cina, ini adalah masalah dalam negeri, dan negara lain tidak perlu ikut 
campur.

Rabu kemarin, dua diplomat asal Kanada dan Australia diusir dari ruang sidang 
pengadilan Liu. Pengadilan akan mengeluarkan keputusan besok. Liu bisa diganjar 
15 tahun penjara.


* TENTARA YAMAN BUNUH TERSANGKA AL-QAEDA
Tentara Yaman mengatakan telah membunuh 34 tersangka pejuang al-Qaeda. Ini 
berlangsung ketika  serangan udara di propinsi Chabwa, sebelah Selatan ibukota 
Sanaa. Para tersangka teroris sedang mengadakan pertemuan di sana.

Pekan lalu, tentara Yaman membunuh 28 anggota al-Qaeda. Mereka kabarnya 
berencana melakukan aksi bunuh diri termasuk di negara tetangga Arab Saudi. 
Sebanyak 17 pemberontak ditahan.

Sejak serangan  11 September, Yaman berada di belakang Amerika Serikat dalam 
memerangi teroris. Negara itu menjadi sarang teroris radikal Islam. Di Yaman 
Utara, tentara berperang melawan kelompok Syiah yang ingin memisahkan diri. 
Sedangkan di Selatan, mereka menghadapi kelompok separatis lainnya.


* TABRAKAN KAPAL DI TELUK MANILA

Sedikitnya 27 orang hilang dalam kecelakaan kapal di Filipina. Mereka adalah 
para awak dari dua kapal yang bertabrakan di Teluk Manila. Peristiwa terjadi di 
tengah malam yang gelap. Kedua kapal tenggelam. Para petugas penyelamat 
Filipina sejauh ini berhasil menyelamatkan 46 orang.


* EPIDEMI FLU H1N1 TAMPAKNYA SUDAH BERLALU

Epidemi Flu H1N1 di Belanda tampaknya sudah berlalu. Demikian dikatakan lembaga 
peneliti Nivel. Beberapa pekan belakangan, jumlah orang yang terkena flu 
menurun. Pekan lalu, jumlahnya berada di bawah ambang batas epidemi. 

Wabah flu disebut epidemi apabila dokter sudah menetapkan apabila lebih dari 51 
dari 100-ribu penduduk  menderita gejala flu selama dua pekan. Pekan lalu, 
angka tersebut mencapai 44. Apabila angka itu tetap rendah pekan ini, maka bisa 
dipastikan bahwa epidemi sudah berlalu. 

Kasus flu pertama di Belanda ditemukan pertengahan Juli lalu. Pada saat 
puncaknya, jumlah orang yang sakit tetap lebih sedikit dibanding epidemi flu 
biasa misalnya selama musim dingin 2004-2005 dan 1999-2000. 

Epidemi flu Meksiko berlangsung selama sepuluh pekan, yang juga sering 
ditemukan pada flu musim dingin yang normal. 

Menurut Nivel, epidemi flu ini ternyata epidemi yang ringan. Juga di 
negara-negara tetangga seperti Belgia, Jerman, dan Inggris, jumlah penularan 
virus H1N1 menurun.


* KEBAKARAN LANDA AUSTRALIA TENGGARA LAGI

Australia Tenggara kembali dilanda kebakaran hutan hebat. Di negara bagian 
Victoria, dilakukan evakuasi dari tempat-tempat perkemahan sehari sesudah api 
meluluhlantakkan tiga belas rumah. 

Suhu udara di Australia Selatan sangat panas, sekitar 40 derajat Celcius. Api 
semakin berkobar akibat angin kencang. 

Pemerintah memperingatkan, jalan raya antara Melbourne dan Sydney akan ditutup 
apabila situasi memburuk. 

Juli lalu, negara bagian Victoria juga dilanda kebakaran hutan hebat. Sebanyak 
173 orang tewas.


* PERBATASAN GEORGIA-RUSIA DIBUKA KEMBALI

Jalur perbatasan antara Georgia dan Rusia akan dibuka kembali. Demikian 
disepakati oleh pemerintah di Tblisi dan Moskou. 

Jalaur tersebut ditutup tiga tahun lalu karena ketegangan yang semakin 
meningkat antara kedua negara. 

Tahun lalu pecah perang mengenai kawasan yang memberontak yaitu Abkhazia dan 
Ossetia Selatan.

Jalur perbatasan yang dibuka kembali itu adalah satu-satunya penghubung antara 
kedua negara yang tidak melewati dua kawasan tersebut. Pemerintah Georgia 
berharap perbatasan akan dibuka kembali Maret mendatang,


* OBAMA PAHAMI KEKECEWAAN HASIL KTT IKLIM

Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dapat memahami kekecewaan atas hasil KTT 
Iklim Kopenhagen. Dalam wawancara televisi, Obama mengatakan semua negara harus 
mengurangi cukup banyak emisi gas rumah kacanya tahun-tahun mendatang, tapi KTT 
Kopenhagen tidak mampu memastikan hal itu. 

KTT hanya menghasilkan pernyataan tekad dari para negara peserta untuk 
melakukan sesuatu terhadap emisi CO2. Tapi secara hukum, kesepakatan itu tidak 
ada artinya.


* KORBAN WARGA SIPIL OLEH TENTARA BELANDA

Tentara Belanda di Afghanistan membunuh sedikitnya delapan puluh warga sipil 
sejak mengawali misi mereka di Afghanistan. Sedangkan lebih dari seratus warga 
cedera. Demikian angka yang diperoleh dari Kementerian Pertahanan Belanda.

Televisi RTL memberitakan,  angka tersebut didapat dengan menggunakan 
Undang-Undang Tranparansi Pemerintahan. 

Sebagian besar korban berada di propinsi Uruzgan. Korban tewas terbanyak, 70 
jiwa terjadi ketika berlangsung pertempuran di Chora pada tahun 2007. Belanda 
memberi ganti rugi seluruhnya sebanyak 350 ribu euro. Setiap korban mendapatkan 
1500 dolar yang dibayarkan kepada sanak keluarga korban. Di Afghanistan, jumlah 
tersebut berarti satu tahun gaji. 

Para pemilik rumah dan ladang yang hancur juga mendapat kompensasi.


* LAURA DEKKER INGINKAN KEBEBASAN

Gadis pelayar Belanda, Laura Dekker hanya memiliki satu tujuan ketika menaiki 
pesawat yang membawanya ke Sint Maarten pekan lalu, yaitu: meninggalkan Belanda 
selamanya. Demikian tertera dalam surat gadis itu kepada ayahnya, dikutip oleh 
harian AD. 

Laura, 14 tahun, menulis: "Aku sekarang akan mencari kebebasanku. Aku tidak mau 
berurusan lagi dengan Belanda dan tidak akan pernah pulang kembali'. Kemudian 
tambahnya: 'Belanda nyaris berhasil menghancurkan hidupku. Tapi aku harus 
menggalang keberanian dan mulai mencoba menata kembali hidupku selanjutnya'. 

Rabu kemarin, pengadilan menetapkan Laura boleh tinggal dengan ayahnya. Biro 
layanan remaja menghendaki agar Laura ditempatkan di luar rumah orangtuanya, 
tapi hakim menolak.

Laura ditemukan di Pulau Sint Maarten Ahad lalu, dan balik ke Belanda dua hari 
kemudian.


* GUINEA DIAJUKAN KE MAHKAMAH INTERNASIONAL

Prancis berpendapat Dewan Keamanan PBB harus mengajukan pelanggaran hak-hak 
azasi manusia di Guinea kepada Mahkamah Internasional. Pekan ini muncul laporan 
PBB tentang aksi keras tentara Guinea terhadap anggota oposisi. Mereka 
berkumpul di sebuah stadion sepakbola di ibukota Conarky akhir September lalu. 
Lebih dari 150 orang tewas.

Menurut laporan PBB, tentara bersalah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, 
dan para pemimpin militer bertanggungjawab atas itu. 

Junta di Guinea sudah merencakan pemilihan umum dan menghendaki rekonsiliasi. 
Sudah setahun lalu, junta militer mengambil alih kekuasaan. 

Internasional sudah lama mengkritik pemerintah militer di Guinea. Beberapa 
pekan lalu, junta mendapat pukulan keras ketika pemimpin mereka Moussa Dadis 
Camara luka ditembak.


* PESAWAT CHARTER UNTUK PENUMPANG AIR COMET

Pemerintah Spanyol menyewa empat pesawat untuk mengangkut pulang para penumpang 
Air Comet yang terdampar. Akibat masalah keuangan di maskapai penerbangan 
tersebut, maka ribuan penumpang terdampar di bandara-bandara di Spanyol dan 
Amerika Latin.

Pekan ini, Air Comet meminta penundaan pembayaran. Seluruh karyawan berjumlah 
600 orang sudah dinonaktifkan. Terlebih lagi, otoritas penerbangan Spanyol 
telah menarik ijin terhadap maskapai bersangkutan. Sejak itu, ada ratusan 
penumpang terdampar hanya di bandara Madrid saja. Karena kepadatan natal, maka 
sedikit saja dari mereka yang bisa mendapatkan kursi di pesawat lain.

Para penumpang yang putus asa ini mengancam untuk melakukan mogok makan apabila 
tidak ada solusi. 

Pemerintah Spanyol memperkirakan lebih dari enam juta euro harus dikeluarkan 
untuk menyewa pesawat-pesawat charter.

Air Comet menawarkan penerbangan murah antara Madrid dan Amerika Latin. Akibat 
krisis ekonomi globa, maskapai itu sudah lama dilanda masalah keuangan.


* BERITA BURSA

Bursa-bursa Eropa mengawali perdagangan Kamis ini dengan keuntungan tipis. Di 
Amsterdam, indeks AEX naik 0,23% pada 333 menjelang perdagangan tengah hari. 
Bursa Paris, Frankfurt, dan London, naik hingga 0,23%.

Bursa-bursa Asia menutup perdagangan pekan ini dengan keuntungan. Indeks Nikkei 
di Tokyo ditutup 1,53% lebih tinggi pada 10.536. 

Nilai tukar euro tercatat 1, 4393 dolar,
1 euro = Rp. 13.679,-
1 dolar = Rp.   9.504,-


* LIMA TAHUN TSUNAMI, RATUSAN MASIH TINGGAL DI BARAK DAN MENURUT BELANDA 
'INDONESIA MERDEKA 1949'

Kementrian Luar Negeri Belanda tetap berpendapat Indonesia merdeka tanggal 27 
Desember 1949 ketika dilakukan serah terima kedaulatan di Istana de Dam, dan 
bukan pada 17 Agustus 1945 ketika Soekarno dan Hatta memproklamirkan 
kemerdekaan. Itulah berita yang diangkat harian sore Belanda NRC Handelsblad 
mengenai jawaban pemerintah Belanda terhadap petisi yang diajukan 22 tokoh 
Belanda terdiri dari penulis, sejarawan, dan pakar hukum. 

Para tokoh itu, antara lain penulis Adrian van Dis, Nelleke Noordervliet, Rudy 
Kousbroek; sejarawan Hans Blom, Geert Mak, serta pakar Asia Henk dan Nico 
Schulte Noordholt,  berpendapat pemerintah Belanda harus mengakui bahwa 
proklamasi kemerdekaan 1945 merupakan tindakan sah. 

Namun kementerian luar negeri menyatakan:  "Penyerahan kekuasaan yang 
sebenarnya baru terjadi 27 Desember 1949; Indonesia pada waktu itu menerima 
kedaulatan tersebut. Ini merupakan fakta sejarah dan yuridis yang tidak bisa 
dibubah lagi, 60 tahun kemudian". 

Namun para tokoh berpendapat, bukan Belanda pihak satu-satunya bisa memonopoli 
tanggal kemerdekaan. "Rakyat Indonesia sudah menetapkan sendiri kemerdekaan 
mereka'. Di samping itu, mereka juga berpendapat pemerintah Belanda kurang 
mengakui secara politik peristiwa antara 45 dan 49. "Tidak adanya pengakuan 
politik penuh oleh Belanda merupakan keteledoran sejarah yang tidak adil 
terhadap rakyat Indonesia', demikian pendapat mereka seperti dikutip NRC 
Handelsblad. 

Beralih ke Indonesia. Tanggal 26 Desember 2004, bencana tsunami melanda Aceh. 
Lebih dari 168 ribu orang tewas dan ratusan ribu warga kehilangan tempat 
tinggal. Hari ini, lima tahun kemudian, belum semua korban mendapatkan tempat 
tinggal. 

Sri Walyani misalnya masih tinggal di kamp pengungsian Barak Bakoi di Banda 
Aceh. 'Saya harap saya akan dapat rumah tapi saya tidak tahu apakah nama saya 
tertera dalam daftar', katanya. Barak pengungsi tempatnya tinggal tampak 
menyedihkan. Fasilitas sangat minim. 

Pemerintah di Aceh mengakui masih ada warga yang tinggal di barak tapi tidak 
tahu jumlah pastinya. Menurut juru bicara Djuanda Jamal tidak semua orang yang 
tinggal di barak adalah korban tsunami. 'Sejumlah orang miskin ikut tinggal di 
sana'. Tentu saja, pernyataan seperti itu membuat Sri Walyani meradang. "Saya 
tidaklah tinggal di sini dengan sukarela".

Menurut Jamal lagi, mereka yang saat ini masih tinggal di barak nantinya akan 
mendapatkan rumah tapi ia mengatakan tidak tahu kapan hal itu akan terlaksana. 
Mungkin saja rumah-rumah kosong yang dibangun bagi korban tsunami, bisa 
memecahkan masalah. Sekitar 20% dari 141 ribu rumah yang dibangun sesudah 
tsunami, saat ini masih kosong. 

Namun Bruno Dercon, penasehat PBB di Indonesia tidak melihat hal itu sebagai 
jalan keluar. 'Rumah-rumah baru yang dibangun sebagian besar didirikan di atas 
tanah hak milik. Apabila anda mengijinkan orang lain tinggal di sana, maka 
mereka tidak akan pernah pergi lagi  atau mereka harus mendapatkan ganti rugi 
untuk mau pindah', demikian kata penasehat PBB seperti dikutip koran Trouw.

Sekian tinjauan pers kali ini.


* KORBAN PENDUDUK SIPIL OLEH MILITER BELANDA DI AFGHANISTAN

Stasiun televisi komersial RTL Rabu lalu menyiarkan berita tentang  jumlah 
penduduk sipil di Uruzgan dan propinsi Helmand di Afghanistan yang menjadi 
korban oleh militer Belanda. Disebutkan bahwa 110 penduduk sipil tewas dan 90 
luka-luka. Untuk pertama kali berita yang begitu rinci diberitakan oleh sebuah 
negara yang mengirim tentaranya ke Afghanistan. Kami sampaikan analisa redaktur 
Hans de Vreij.

Pemberitaan itu diberitakan setelah bersitegang antara stasiun televisi RTL 
dengan pihak kementrian pertahanan Belanda selama dua tahun. RTL memperoleh 
informasi intern kementrian pertahanan mengenai briefing yang diberikan oleh 
panglima angkatan bersenjata yang ketika itu dipegang oleh jendral Peter van 
Uhm. RTL juga berhasil mendapat daftar ganti rugi yang diberikan oleh militer 
Belanda di Uruzgan. Seluruhnya berjumlah 35 ribu Euro. Ganti rugi diberikan 
dalam dollar.

Chora
Bagian terbesar dari jumlah tersebut sekitar dua ratus ribu dollar, diberikan 
sebagai ganti rugi "Operasi Pathan Ghar" di lembah Baluchi dan "Penyerbuan 
Chora" bulan Juni 2007. Pertempuran terbesar militer Belanda selama ini dalam 
menghadapi Taliban. Selain itu ada pula jumlah yang lebih kecil. Yaitu ganti 
rugi kepada keluarga korban yang menurut standar berjumlah 1500 dollar. Mereka 
adalah keluarga korban militer dan polisi Afghanistan dan penduduk sipil lain. 
Ganti rugi yang lebih kecil lagi diberikan apabila terjadi kerusakan material 
seperti pintu, jendela, rumah, lahan pertanian, kecelakaan lalu-lintas, hewan 
peternakan dan orang-orang yang ditahan tapi kemudian ternyata tidak bersalah.

110 atau 80
Jumlah penduduk sipil yang menjadi korban paling banyak terjadi ketika 
dilancarkan Penyerbuan di Chora, saat sekitar seribu penjuang Taliban berusaha 
merebut sebagian wilayah Uruzgan. Menurut pemberitaan resmi kementrian 
pertahanan Belanda, 70 penduduk sipil tewas dan antara 30 sampai 40, luka-luka. 
Informasi tersebut kemudian diralat. Menurut jurubicara kementrian pertahanan, 
jumlah korban tewas beriksar antara 30 sampai 40 orang dan 70 luka-luka. Tapi 
stasiun televisi RTL tetap menganggap berita pertama yang benar yang 
menyebutkan 70 korban tewas. Hal itu menurut RTL didasarkan pada laporan sebuah 
komisi HAM AIHRC dan sebuah misi PBB di Afghanistan, UNAMA. Jadi menurut RTL 
penduduk sipil yang tewas berjumlah 110, tapi menurut kementrian pertahanan 
antara 70 dan 80 saja.

Tidak Lengkap
Informasi kementrian pertahanan Belanda kurang jelas dan tidak lengkap. 
Misalnya, jumlah penjuang Taliban yang tewas ditambah menjadi 7 orang. Tapi di 
Chora saja jumlah Taliban yang tewas mencapai sekitar 100. Juga disebutkan 2 
tentara Afghanistan tewas oleh tembakan yang dilepaskan oleh sebuah helikopter 
Apache. Tapi tidak disebutkan tentang jumlah tentara Afghanistan yang tewas 
oleh tembakan militer Belanda dalam operasi "Kapcha As" Januari 2008. Dipihak 
lain ada informasi yang ditambahkan bahwa seorang sopir Afghanistan dari konvoi 
militer Belanda ditembak mati oleh tembakan musuh, bukan oleh pasukan Belanda. 

Sasaran Keliru
Pendek kata hanya disebutkan beberapa insiden saja. Misalnya seorang penumpang 
mobil yang ditembak mati karena mobilnya tidak berhenti setelah diberikan 
tembakan peringatan. Atau 4 orang yang tewas ketika helikopter Apache keliru 
menembak sebuah peternakan karena informasi yang salah dari pasukan Australia 
di darat. 

Bagaimanapun juga informasi yang akhirnya diberikan oleh kementrian pertahanan 
tentang jumlah penduduk sipil yang menjadi korban militer Belanda di 
Aghanistan, merupakan sikap yang positip sekalipun membutuhkan begitu banyak 
waktu. Termasuk ganti rugi yang diberikan kepada keluarga korban. Dipihak lain, 
tetap dipertanyakan mengapa sampai laporan yang diberikan begitu simpang-siur ? 
Banyak pihak menuntut agar informasi yang diberikan lebih lengkap dan jelas.


* PENJAGAAN KEAMANAN SELAMA NATAL

Pihak kepolisian menjamin keamanan selama perayaan Natal di ibukota. Hal ini 
perlu untuk menjamin keamanan selama kebaktian atau misa Natal di berbagai 
gereja. Kepada Radio Nederland, pengamat sejarah Jakarta Universitas Indonesia 
JJ Rizal, mejelaskan latar belakang perkembangan  hubungan antar umat beragama 
di Jakarta. Apa latar belakang masalah keamanan yang setiap tahun muncul 
sekitar Natal?

Sejak 10 tahun lalu, sejak reformasi, perayaan Natal selalu diliputi kecemasan. 
Takut ada serangan yang memang pernah terjadi. Dalam sejarah tidak pernah 
terjadi seperti 10 tahun terakhir. Inilah dampak muncunya unsur-unsur 
orang-orang yang memiliki masalah dengan agama lain. Dulu perayaan Natal dan 
Tahun Baru yang di Betawi disebut perayaan Tahun Baru Belanda, itu selalu 
dirayakan bersama orang Betawi yang agamanya Islam. Warisan makanan dan kue-kue 
Belanda, Ananas Taart atau Nestar dan sebagainya adalah makanan hari raya 
Kristen yang juga disajikan selama Lebaran. Jadi tidak ada suasana yang bisa 
mengundang kecemasan selama Natal seperti 10 tahun terakhir ini.

Lebaran, Tahun Baru dan Natal yang sebenarnya adalah pesta bersama tidak 
terjadi lagi. Di Jakarta ada minoritas Tugu dan Belanda Depok yang melakukan 
perayaan bersama dengan tetangga Betawi. Tapi solidaritas antar umat beragama 
masih ada, misalnya para pemuda organisasi muslim ikut menjaga keamanan gereja. 
Ini menarik, karena dari masyarakat sendiri tumbuh toleransi. 

Selama ini tidak ada masalah mengucapkan Selamat Lebaran atau Natal, sekarang 
ada suara-suara setelah reformasi dari LSM dan pemerintah sendiri yang 
mengharamkan. Ini yang merusak perilaku toleransi di Jakarta. Ketegangan itu  
sebenarnya muncul dari pemerintah sendiri dengan penjagaan keamanan yang ekstra 
ketat seolah-olah mencerminkan ada bahaya-bahaya intoleransi umat yang satu 
dengan yang lain. Kesan ini terasa kuat padahal di tengah masyarakat tidak 
begitu.

Demikian JJ Rizal, pengamat sejarah Jakarta Universitas Indonesia.

Anda bisa mendengarkan wawancara lengkap bersama JJ Rizal soal kemananan 
sekitar Natal di Jakarta 
di:http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/pengamanan-hari-natal-di-jakarta


* GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DISKRIMINASI TERHADAP ODHA MASIH TERJADI

DISKRIMINASI TERHADAP ODHA MASIH TERJADI

Sudah 21 tahun Hari Aids sedunia diperingati. Selama itu pula  berbagai LSM 
terus berkampanye melawan diskriminasi, tapi tetap saja  ODHA atau Orang dengan 
HIV/Aids kerap dijauhi serta didiskriminasi. Vivi misalnya, masih terus 
berjuang mendapatkan pekerjaan, sementara Ririn hanya bisa sesekali bekerja 
membantu LSM, membagikan kondom untuk perempuan pekerja seks. Kepada Reporter 
KBR68H Dede Riani, keduanya menceritakan diskriminasi yang harus mereka alami 
sehari-hari.




Puput, gadis kecil berusia 8 tahun dan juga Vivi, ibunya, adalah ODHA alias 
Orang dengan HIV/Aids. 

Ayo nak, ayo bangun nak sekolah, bangun, enggak aah, sudah bunda masakin air 
eehhhmm ayo bangun sayang, ntr dulu kenapa bunda, udah dimasakin air 
sayang..enggak entar..

Vivi terinfeksi HIV dari suaminya, pengguna narkoba. Ia baru tahu keberadaan 
virus itu di dalam tubuhnya ketika anaknya sakit parah. Si kecil mengalami 
diare akut dan mulutnya dipenuhi sariawan. Saat itu Puput baru berusia 40 hari. 
Vivi seperti tersambar petir begitu tahu yang kena HIV bukan hanya dia, tapi 
juga anaknya. Sejak itu, Vivi menjaga anaknya dengan sangat hati-hati, terutama 
soal kebersihan. 

Dokter bilang penyakit HIV/AIDS itu kita juga harus jaga kebersihan, misalnya 
ketika saat pulang gw disuruh ganti horden, disuru bersihin kasur, soalnya anak 
gw itu khan alergi juga, jadi emang perawatannya khusus sampe sekarang itu gw 
lakukan, dot juga harus direbus, karena HIV yang ringan jadi berat, diare 
ringan aja bisa jadi berat karena fungsi kekebalan tubuhnya udah enggak ada

Vivi juga harus menjaga supaya Puput tak terluka akibat diskriminasi yang 
mereka terima. Dikucilkan teman, tetangga dan keluarga. 

Pertama kali didiskriminasi dari keluarga dulu karena mereka gak tahu 
penularaannya dan infonya masih minum, trus gw makan minum dipisahin, trus si 
Puput main ke tetangga sebelah mau minum, disuruh pulang ambil gelas sendiri, 
gw tanya sama anak gw khan udah 3 tahun ya, kenapa de kok bawa gelas, iya 
disuruh bawa gelas sama Bu Alivin bawa gelas, sedih banget gw langsung 
ngeluarin air mata

Sembilan tahun terinfeksi HIV/Aids, diskriminasi itu masih ada. Vivi 
membuktikan kepada saya, betapa sulitnya ia mencari pekerjaan di luar komunitas 
HIV/Aids. Ia menunjukkan sebuah iklan di surat kabar. Di situ tertera: dicari, 
pramuniaga. Vivi menelfon nomor yang tertera di iklan tersebut.

Tat tit tut tat ti tut (suara memencet nomer telepon) tuuuuuuuuuut 
tuuuuuuuuuuutt..penampilan menarik lagi, nanti kalau HIV bagaimana? Hallooo, 
Selamat pagi, iya selamat pagi, mbak aku baca di koran ini dibutuhkan SPG, SPB 
ya, ini alamatnya di Jakarta Utara yaa, iya betul, pasti, aku udah tahu yaa 
persyaratan lengkapnya seperti biasa, bikin surat lamaran kaya gitu2 yaa mbak, 
Iya umurnya maksimal 27, utamanya menarik untuk SPG, iya iya mbak, mbak, aku 
boleh bicara sedikit gak mbak? Mengenai apa? Khan aku ada sakit aku nih, 
Kenapa? Aku ada penyakitnya, penyakitnya apa? HIV, Haaa? HIV..tuuuutt tut tut 
tut tut  

Ririn juga harus hidup dengan diskriminasi. Ini semua akibat narkoba yang 
diakrabinya sejak SMP. Dari narkoba, berlanjut ke seks bebas, sampai akhirnya 
ia hamil di luar nikah.

Pengguna narkoba jarum suntik tahun 1998, tapi waktu itu 2 tahun mengalami 
adiksi dengan narkoba tapi gak ngerti bakalan terkena HIV AIDS begitu pakai 
pertama kali pun jarum suntiknya bagi berlima terusss tahu status tahun 2004 
itu karena anak aku yang ke tiga sakit, anak di tes ternyata HIV positif, di 
situlah aku tes ternyata HIV positif tapi

Ririn mengaku dikucilkan keluarga dan tetangga akibat penyakitnya. Butuh waktu 
4 tahun sampai akhirnya ia bisa diterima. 


Dulu aku sempat tinggal di rumah mertua, jadi semuanya itu kasur, gelas, 
semuanya dipecahin, dia buang dia bakar depan rumahnya dan aku diharuskan cerai 
sama suami ku pertama, kebayang donk 3 anak meninggal , punya suami disuruh 
cerai, HIV Positif pula, aku juga pasti ujungnya mati ujungnya mati gak ada 
obatnya, gak ngerti, gak ngerti HIV itu kaya apa gak ngerti. Bapakku juga 
diskriminasi, Ia jadi gak mau minum satu gelas, satu piring dan satu kamar 
mandi,

Saudara Ririn, Nelly Ariani, sempat menjauhi Ririn. Bagi Nelly, HIV/AIDS adalah 
penyakit yang menakutkan. 


Jadi gini kalau dia datang, setiap dia ngomong kita agak jauh, dalam jarak 1 
meter, gitu khan terus dia ngomong kita agak menutup hidup, yaa ngerinya dari 
pembicaraan khan tertular lewat udara yaa, kaya influenza  kaya flu, yaa itu 
lah menyeramkan, loe gak papa tapi penyakit loe itu loh yang agak menyeramkan

Padahal HIV tidak menular lewat udara, ketika bersalaman atau menggunakan alat 
makan bersama-sama. Ririn kini hidup berdua dengan Endru, anaknya yang kini 
berusia 3 tahun. Endru beruntung karena virus HIV tak mampir dalam tubuhnya.  


Tik.. Tik..Tik...Tik..Bunyi apa ?hujan, di atas? Genteng, terus..?Kita 
berhitung aja deh, satu, dua, delapan, tiga, enam, gimana sih  (tergelak tawa..)

Ririn sudah memulai hidup baru dengan bekerja sebagai relawan di sebuah 
komunitas pengidap HIV. 


Aku sekarang aktivitasnya kerja di LSM, aku di LSM Tegak Tegar, jadi 
penjangkauan yang mendata wanita perkerja seks, daerahnya Jakarta Selatan, Jadi 
aku ngedata mereka, kasih informasi soal HIV AIDS terus menyuruh mereka untuk 
tes HIV AIDS dan IMS

21 tahun sudah Hari Aids dirayakan dan diperingati. Tapi problem diskriminasi 
masih saja ada, menghambat para ODHA memulai hidup baru. 


loh kok dimantiin sih Mbak, Loh Kalau punya penyaki HIV berobat dulu ya, 
kenapa? Klo punya penyakit HIV berobat aja dulu. Oooohh gak boleh yaa? Iya Gak 
boleha(lalu telepon langsung diputus oleh perusahaan)

Pagi itu Vivi dan Puput, anaknya, ikut piknik bersama yang diadakan Pusat 
Pemberdayaan Masyarakat dan Lentera Anak Pelangi. Ini adalah LSM untuk 
anak-anak yang orangtuanya pengguna narkoba dan terinfeksi HIV. Mereka menuju 
ke Taman Impian Jaya Ancol.


Hari ini gw mau ke Ancol sama anak gw, sama temen-temen gw terus semuanya 
senang senang..yaa supaya anak-anak lebih punya motivasi dan punya semangat lah 
walupun statusnya HIV

Kebanyakan peserta tamasya ini adalah ODHA, Orang dengan HIV/Aids. Orang dewasa 
dan anak-anak. 


suara anak kecil..bunyi priwitanayeeeeee horeeeeasuara tertawa anakaheiii 
jangan jalan dulu

Asti bahagia melihat anaknya, Shifa bisa tersenyum.  Biasanya jarang, kata dia. 
Kata Asti, Shifa sering diledek teman sepermainannya. Karena virus HIV di dalam 
tubuhnya, Shifa jadi rentan terkena penyakit. 


Apalagi saat dia kena Infeksi Oportunisticnya koreng-koreng  gitu khan bau 
amis, sering diledek bau amis, dia ngadu ke mamanya? Iya, temen-temen ku bilang 
aku amis amis amis padahal udah kita kasi minyak wangi tapi tetap saja amis, 
karena memang berkoreng khan, yaa udah saya bilang sabar, nanti kita ilangin 
jadi kita obatin terus sampai sekarang

Kegiatan piknik bersama ini merupakan upaya pencegahan dampak HIV AIDS pada 
anak-anak yang orang tuanya terinfeksi HIV AIDS dan pengguna jarum suntik. 
Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat PPM Lidia Laksana Hidayat mengatakan 
anak-anak pengidap HIV rentan mengalami diskriminasi. Karenanya, harus 
dipastikan anak-anak ini bertumbuh kembang di lingkungan yang baik. 

Terhadap keadaan mereka, memberi sedikit kebahagian kepada mereka, diantara 
mereka ada beberapa orang yang sudah positif, orang tuannya sebagian  postif 
sebagian negatif, ada yang sudah yatim piatu sehingga mitigasi itu untuk 
mengurangi sebanyak mungkin dampak yang ditimbulkan HIV AIDS bagi mereka yang 
masih punya masa depan.

Di sinilah pemerintah mesti terlibat penuh. Salah satunya dalam bentuk menjamin 
akses dukungan kebutuhan ekonomi dan sosial. Deputi Program Komisi 
Penanggulangan AIDS Nasional, Kemal Siregar.

Jadi kita sekarang ini yang namanya penanganan HIV AIDS itu kita melakukan 
pendekatan intervensi struktural, jadi yang kita internvensi itu strukturnya, 
struktur pemerintahannya, struktur politik, struktur kebijakan, dan sosial, 
sehingga ODHA yang berada di lingkungan sosial itu menjadi hidupnya nyaman lah 
tidak terdiskriminasi. 

Kenyataannya, ODHA masih banyak mengalami kesulitan menjalani hidup mereka. 
Mulai dari kesulitan mendapatkan obat antiretroviral, sampai terdiskriminasi di 
tengah masyarakat.  Ririn hanya ingin anaknya, Endru, sukses. Juga bangga pada 
ibunya. 

Supaya dia bisa cerita dan bisa bilang ke masyarakat, walupun orang tua aku 
mantan pecandu narkoba dan HIV positif tapi dia bisa membuat aku jadi seperti 
ini,


* NATALAN DI ACEH

Bagaimana minoritas Kristiani memperingati hari natal di Aceh? Rekan Fedya 
Andina melaporkan dari Meulaboh, di mana umat kristen mendapat kesempatan 
merayakan natal juga, hanya bukan di gereja, karena gereja tidak ada lagi.

Di Meulaboh tidak ada tanda-tanda perayaan Natal, mayoritas beragama Islam. 
Tidak sampai 1000 orang umat kristiani yang tinggal di situ. Sebelum tsunami 
masih ada satu gereja, kini tidak ada lagi karena hancur. Tidak dibangun lagi, 
alasannya banyak, antara lain masyarakat keberatan. 

Sebagai alternatif umat kristen melakukan kebaktian di rumah-rumah merka. Tahun 
ini ada tempat yang disediakan pemerintah untuk Natal. Letaknya ditengah kota, 
2 atau 3 ruko yang dijadikan satu. Di Banda Aceh ada 3 gereja, di kota-kota 
lain hampir tidak ada gereja karena penduduk kristennya hanya beberapa ratus 
saja. sangat minoritas. 

Penduduk beragama kristen menyesuaikan diri dengan budaya islam di 
Meulaboh.Mislanya mengenai jilbab.  Memang mereka tidak diwajibkan mengenakan 
jilbab tapi kadang-kadang mereka juga dirazia oleh polisi syariah. Menurut 
salah satu tokoh Tionghoa di sana, hal ini disebabkan oleh kurangnya 
pengetahuan polisi syariah yang beranggapan bahwa syariah itu berlaku untuk 
semua perempuan. 

Menurut Fediya, kelompok minoritas merasa cukup dilindungi. Karena mereka 
minoritas, maka mereka menurut saja. Hanya kadang-kadang ada pihak yang tidak 
suka, seperti pembangunan gereja sangat susah direalisasikan. Menurut mereka, 
ada provokator yang tidak suka atau cemburu.

Menurut Fediya lagi, masa depan Aceh cukup baik, hanya ada beberapa daerah saja 
yang sangat religius. Di Banda Aceh itu tidaklah terlalu ketat. Tetapi mungkin 
kalau semua perda sudah diberlakukan mulai 1 Januari mendatang, maka akan 
berbeda. 

Umat kristiani bisa merayakan natal di Aceh tapi di sana tidak ada 
hiasan-hiasan natal seperti di Belanda atau di Jakarta. Tidak tampak 
tanda-tanda bahwa ini adalah hari natal. 

Wawancara dengan Fediya Andina dapat didengar di: www.ranesi.nl


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke