--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 22 Januari 2010 21:04 UTC ** ADOPSI HARIMAU SUMATRA ** PENGUMPULAN DANA TAHITI ** KARZAI RAYU TALIBAN DENGAN UANG ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: PEREKONOMIAN CINA DAN LARANGAN REBONDING DI JAWA TIMUR ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TEMBOK BAJA PISAHKAN GAZA DARI DUNIA LUAR ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA SOLIDER DENGAN HAITI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: YOUNUS MASIH MENGHITUNG HARI DI GUANTANAMO ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: GUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: REBONDING HARAM! ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MARI ADOPSI HARIMAU SUMATRA! * ADOPSI HARIMAU SUMATRA Indonesia ingin membuka kemungkinan adopsi harimau Sumatra bagi yang berminat. Jakarta ingin mencegah hewan langka ini punah: sekarang tinggal beberapa ratus harimau Sumatra hidup. Mereka terancam punah akibat perburuan dan penebangan hutan. Orang yang tertarik mengadopsi harimau Sumatra harus memiliki uang dan tempat tinggal luas: biaya adopsi berkisar sekitar 76 ribu euro (atau sekitar seratus juta rupiah) per tahun. Harimau-harimau ini harus tinggal di kandang yang minimal berukuran 6 X 10 meter. Adopsi ini hanya berlaku untuk harimau yang sudah ditangkap dan tidak lagi ganas. Menurut pejabat pemerintah, banyak pesanan masuk dari orang-orang Indonesia yang kaya. Mereka berminat mengadopsi, dan mereka melihat harimau Sumatra sebagai simbol status. Dalam proses adopsi harimau, secara rutin akan didatangkan dokter untuk mengontrol keadaan harimau tersebut. Organisasi lingkungan Greenpeace mengkritik rencana ini. Menurut mereka, jika pemerintah ingin melindungi harimau Sumatra, lebih baik mereka melarang penebangan hutan. * PENGUMPULAN DANA TAHITI Hasil akhir aksi pengumpulan dana untuk Haiti lewat giro 555 berkisar sekitar 41 juta euro. Jumlah ini dilipatgandakan oleh Menteri Bart Koenders - jadi total akhirnya berjumlah 83,4 juta euro. Banyak aksi pengumpulan dana masih berlangsung sampai sekarang, namun hasilnya tidak akan lagi dilipatgandakan oleh kabinet Belanda. Aksi pengumpulan dana yang digelar Kamis kemarin dimulai lewat marathon radio lewat radio 555. Dalam siaran tersebut tujuh stasiun radio ikut serta, termasuk RNW. Radio 555 berhasil mengumpulkan dana sekitar 8,6 juta euro. malam harinya stasiun TV mengambil-alih dengan pagelaran akbar. Dinas penerangan Belanda juga menyatakan, Ratu Belanda Beatrix telah menyumbang melalui Giro 555. Besarnya sumbangan tidak diberitahukan. * KARZAI RAYU TALIBAN DENGAN UANG Presiden Afghanistan Hamid Karzai berencana mengiming-imingi uang dan pekerjaan kepada pejuang Taliban yang mau menaruh senjata. Minggu depan ia akan berusaha meminta dukungan untuk rencana tersebut di sebuah konferensi internasional. Karzai berharap, donor dari Barat juga mau menyumbangkan uang. Pekerja Afghanistan miskin biasanya memilih untuk bergabung dengan Taliban, karena mereka menerima lebih banyak uang ketimbang jika mereka bekerja untuk pemerintah Afghanistan. Karzai menyatakan, usulnya hanya berlaku untuk pejuang Taliban yang tidak memiliki motif ideologis. Anggota Al-Qaida Afghanistan tidak termasuk dalam kelompok ini, tegas Karzai. Mentri Pertahanan Amerika Robert Gates menyatakan, Taliban adalah bagian dari politik Afghanistan. Pertanyaannya adalah: apakah gerakan tersebut siap menggunakan cara politik ketimbang kekerasan. * CINA BUNGKAM SOAL GOOGLE Cina bungkam mengenai reaksi pemerintah Amerika Serikat dalam kasus Google. Minggu lalu, perusahaan pencari data di internet ini mengancam akan menarik diri dari Cina akibat berbagai pembatasan yang diberlakukan Beijing dan percobaan pembobolan inbox surat elektronik. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menyatakan khawatir atas politik internet Cina. Menurut Beijing, Washington harus menahan diri untuk ikut campur dan tidak perlu mengeluarkan kritik yang akan merusak hubungan bilateral kedua negara. * BUMI MAKIN PANAS Pada tahun-tahun nol bumi ada dalam kondisi terpanas sejak dimulainya pengukuran suhu. Demikian dinyatakan organisasi luar angkasa Amerika NASA. Jika kita lihat tahun per tahun, 2005 adalah tahun terpanas, diikuti oleh 2009. Menurut NASA, tiga puluh tahun terakhir, bumi bertambah panas 20 derajat tiap dekadenya. Secara umum, sejak 1880 bumi bertambah panas satu derajat. Kesimpulan NASA ini berdasarkan lebih dari seribu laporan cuaca dan data satelit mengenai temperatur permukaan laut, dan juga stasiun penelitian di Kutub Selatan. * REVOLUSI ALFABET DI INTERNET Dominasi alfabet Latin akan berakhir. Setidaknya untuk alamat e-mail atau surat elektronik. ICANN - instansi yang mengawasi nama domain di internet - telah menyatakan bahwa Rusia, Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab boleh membuat nama domain dalam alfabet Cyrilic dan Arab. Kepala ICANN menyatakan, ini adalah perubahan teknis terbesar yang terjadi di internet sejak internet ditemukan. ICANN beralasan, perubahan ini harus terjadi karena lebih dari setengah dari satu setengah milyar pengguna internet tidak menggunakan bahasa yang ditulis dalam huruf Latin. * DONASI BEBAS UNTUK PARTAI DI AMERIKA Mulai sekarang, perusahaan, yayasan, dan organisasi Amerika bebas memberikan uang untuk kampanye partai politik. Jumlah yang didonasikan juga bebas. Mahkamah Agung telah menghapus limit donasi. Alasannya adalah karena hal itu akan membatasi kebebasan mengeluarkan berpendapat. Lima juri menyetujui penghapusan limit, sedangkan empat lainnya menolak. Presiden Barack Obama tidak menyetujui keputusan ini. Menurutnya, hal ini akan menguntungkan perusahaan-perusahaan minyak besar, bank di Wall Street dan perusahaan asuransi. Mereka bisa jadi sangat berpengaruh di Washington dan menutupi suara rakyat Amerika. Demikian dinyatakan Obama. Ia menegaskan akan menjawab putusan pengadilan tersebut dengan keras. Di Amerika bukan hal biasa bahwa seorang presiden bereaksi sangat keras terhadap putusan Mahkamah Agung. * BERITA BURSA Tak lama setelah dibuka, indeks AEX Amsterdam berada di 330 poin, dengan kekalahan 0.6%. London, Paris, Frankfurt juga rugi 0.6%. Indeks Nikkei turun 2,6% dan ditutup pada 10.590,55 poin. 1 Eur = USD 1.41 1 Eur = Rp.13.130,- 1 USD = Rp. 9.280,- * PEREKONOMIAN CINA DAN LARANGAN REBONDING DI JAWA TIMUR Ekonomi Cina kembali Tumbuh Harian Belanda Trouw menyatakan ekonomi Cina berkembang pesat. dalam waktu dekat Cina akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat kedua di dunia, persis di bawah Amerika Serikat. Tahun ini Cina diramalkan akan merebut posisi kedua Jepang dalam bidang ekonomi. Demikian Trouw. Awal tahun ini Cina mengalahkan Jerman sebagai pengekspor terbesar dunia. Negara komunis ini juga berhasil menjadi produsen mobil terbesar di dunia. Perkembangan ini tidak lepas dari paket stimulasi Cina untuk mengatasi krisis global. Tujuan paket ini adalah menstimulasi konsumen Cina supaya membelanjakan uang dan memperbaiki infrastruktur dalam negeri. Tidak hanya itu, pemerintah Cina juga ambisius menjadikan Cina duplikat Dubai. Mereka, misalnya, berencana membangun gedung perumahan mewah berbentuk peta dunia di Beijing. Demikian Trouw. Toh di balik ambisi Cina menjadi nomor satu di dunia, harian Belanda de Volkskrant menulis, jika Cina ingin mempertahankan ekonomi, negara ini perlu meningkatkan ekspor dan konsumsi masyarakat dalam negeri. Kesempatan Cina berkembang sangat tipis, begitu ditekankan de Volkskrant. Menurut harian ini ekonomi Cina terlalu bergantung pada ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa. Cina harus mencari lahan lain untuk ekspor. Demikian de Volkskrant. Hal yang sama ditulis harian sore Belanda NRC Handelsblad. Dunia khawatir karena Cina ingin menerapkan kebijakan finansial berlebihan. Lucunya, pertumbuhan ekonomi yang digaung-gaungkan Cina sama sekali tidak mengubah jurang antara masyarakat miskin dan kaya. Cina harus hati-hati, kata NRC Handelsblad, jangan sampai ambisi mereka malah menghancurkan ekonomi yang sudah dibangun selama ini. Pelurusan Rambut di Indonesia Beralih ke Indonesia. Harian Algemeen Dagblad mengangkat fenomena baru di Indonesia: fatwa haram rebonding atau pelurusan rambut. Rebonding bisa berbahaya untuk moral. Demikian tegas Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa Timur. Pelarangan ini berlaku tidak hanya untuk pelurusan rambut, tapi juga untuk model rambut lain seperti dreadlocks - gimbal - dan punk. Demikian Algemeen Dagblad. Komisi Fatwa telah dengan resmi meminta para alim ulama untuk melarang model rambut yang dianggap "aneh" karena model-model aneh ini dipercaya bertentangan dengan hukum islam. Toh seorang juru bicara komisi juga menyatakan, hal ini bukan prioritas. Juru bicara lain dari organisasi perempuan Islam juga menyatakan hal serupa. Baginya pelarangan poligami dan sunat perempuan jauh lebih penting ketimbang mengurusi model rambut. Demikian Algemeen Dagblad. * TEMBOK BAJA PISAHKAN GAZA DARI DUNIA LUAR "Kami toh tak akan kehilangan apa-apa lagi," kata Mustafa. Mereka yang menggali lubang di Jalur Gaza, belum lama berselang harus memperhitungkan ancaman baru bagi tindakan yang sudah begitu gawat ini. Mesir mulai memasang tembok bawah tanah sepanjang perbatasannya dengan Jalur Gaza. Tembok itu adalah lempengan baja tebal yang dimasukkan ke dalam tanah. Laporan koresponden David Poort dari Jalur Gaza. Dengan hati-hati Mustafa memanjat masuk mulut terowongan menggunakan semacam bandulan. Temannya, menggunakan timba listrik sepanjang 16 meter, memasukkannya ke dalam terowongan. Sampai di bawah Mustafa, 29 tahun, berseru lewat walkietalkienya, aywah, artinya ya. Lebih mencekam Terowongan sempit itu lembab dan menyesakkan. Mustafa dan dua penggali terowongan lain tidak bisa berdiri tegak. Berlulut dalam cahaya remang-remang mereka menggerakkan timba yang memuat tanah galian ke permukaan. Sebagian terowongan ini seminggu lalu runtuh. Mustafa sekarang memimpin perbaikannya. Para penggali terowongan tidak mau dipotret. Mereka curiga besar terhadap wartawan. Maklum beredar desas-desus bahwa terowongan yang didatangi wartawan akan segera diserang angkatan udara Israel. Tetapi itu bukanlah yang paling ditakutkan para penggali terowongan. Yang lebih mencekam bagi mereka adalah pembangunan yang dilakukan Mesir di dekat perbatasan. Terowongan Mustafa tidak jauh dari tempat otoritas Mesir membangun tembok bawah tanah. Menurut koran Israel Haaretz, sepajang sembilan kilometer di perbatasan, akan ditanam lempengan baja pada kedalaman 20 meter. Tujuannya adalah memotong terowongan yang sudah ada. Baja itu juga tidak akan tembus las. Dari wilayah Gaza terlihat bagaimana orang Mesir mulai mempersiapkan tembok bawah tanah itu. Tidak jauh dari pagar yang merupakan perbatasan resmi, mesin penggali mengeruk tanah dalam-dalam. Menurut pihak berwajib Mesir, lubang itu akan dipakai untuk menempatkan pipa baja. Itu saja. Mereka tidak bersedia memberi keterangan lebih lanjut. 1000 terowongan Mesir ditekan supaya menindak terowongan yang dipakai sebagai jalur selundupan itu. Walau begitu, Kairo tidak berhasil menghentikan jaringan bawah tanah itu. Sekarang konon terdapat 1000 terowongan di dekat kota Rafah, perbatasan Palestina dengan Mesir. Penyelundupan pangan, obat-obatan dan senjata berkembang pesat, juga karena petugas perbatasan Mesir sudah disuap. Penggalian terowongan itu menekan biaya antara 120 ribu sampai 150 dolar. "Jadi kepentingannya besar, juga di pihak Mesir," kata Mustafa. Bahkan konon ada terowongan yang digali sehingga bisa dilalui mobil pribadi. Lantai teworongan semacam ini dicor dengan beton. Di Jalur Gaza masalah terowongan ini merupakan rahasia, tetapi bagi warganya terowonganlah satu-satunya penjelasan bagi puluhan mobil buatan tahun 2009 yang berseliweran di jalan-jalan Gaza. Israel menutup wilayah perbatasan dengan Jalur Gaza setelah Hamas pada Musim Panas 2007 mengambil alih wilayah ini. Mengalirkan listrik Banyak penggali terowongan tidak percaya bahwa lubang-lubang yang dibuat otoritas Mesir bertujuan untuk membangun tembok bawah tanah. Mereka terutama takut Mesir akan memompakan air laut ke dalam lubang-lubang itu. Tanah akan lembek sehingga terowongan yang ada akan runtuh. Selain itu juga beredar desas desus bahwa Mesir akan mengalirkan listrik ke tanah yang akan dibasahi itu. Walau bahaya mengancam, Mustafa terus bekerja menggali terowongan. Di balik jasnya ia mengenakan korset untuk menstabilkan punggungnya. Beberapa pekan berselang kabel yang mengereknya sempat putus dan Mustafa jatuh. Ia kesakitan, tapi tidak bisa memperoleh pekerjaan lain yang cukup untuk memberi makan keluarganya. Ia sendiri juga tidak takut oleh tembok bawah tanah yang konon akan dibangun Mesir. "Baru kalau tembok itu mencapai 30 meter di bawah tanah, kami akan kena masalah. Kalau sampai begitu maka kami akan melas tembok itu untuk membuat lubang," kata Mustafa. Pada saat itu ia juga mengerek karung besar berisi tanah ke atas. "Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk menghindari tembok itu. Kami toh tak akan kehilangan apa-apa lagi." * BELANDA SOLIDER DENGAN HAITI Seorang koki papan atas memasak sup kacang polong di stasiun, anak-anak mengumpulkan botol untuk memperoleh uang, pendek kata Kamis kemarin Negeri Belanda secara massal mengumpulkan uang untuk Haiti. Dalam aksi dana besar-besaran di radio, televisi, internet dan Twitter, kawula muda, para dewasa, orang Belanda terkenal dan tidak terkenal mengumpulkan dana sampai mencapai 41 juta euro lebih. Pemerintah mengumumkan akan menggandakan jumlah itu sebelum disumbangkan ke Haiti. Semula dikhawatirkan aksi ini tidak akan berhasil, karena banyak orang skeptis terhadap efektivitas dana bantuan sebesar itu. Pemerintah dan organisasi bantuan ternyata berhasil meyakinkan khalayak ramai bahwa dana bantuan itu akan disalurkan semuanya kepada yang membutuhkan. Untuk itu, de Rekenkamer, BPKnya Belanda, akan melakukan pengawasan. Menguras tabungan Akhirnya, perasaan lega meliputi seantero Belanda Kamis kemarin. Belanda yang terkenal hemat dan kikir, ternyata sanggup merogoh kocek dalam-dalam. Kesebelasan nasional Belanda ternyata sanggup menyumbang 60 ribu euro. Kota Rotterdam datang dengan 60 ribu euro untuk Haiti. Belum lagi anak-anak Belanda yang menguras tabungan mereka. Sepanjang Kamis 21 Januari itu, orang Belanda bisa menelpon untuk memberi tahu sumbangan mereka. Pusat telponnya dijaga oleh kalangan terkenal Belanda. Misalnya Menteri Keuangan Wouter Bos duduk berdampingan di sebelah saingan politiknya, politikus anti muslim Geert Wilders. Keduanya menjawab telpon warga Belanda yang bermurah hati mengulurkan sumbangan untuk Haiti. Setelah siaran radio dan televisi maraton selama 16 jam, akhirnya hasil pengumpulan dana itu diumumkan, 83 juta euro sekitar Rp 10,9 trilyun. Media elektronik Belanda punya tradisi panjang dengan aksi seperti ini, setelah terjadi gempa. Pada tahun 2004 misalnya dihimpun dana seperti ini untuk korban tsunami. Demikian pula taifun Mitch yang melanda Amerika Tengah tahun 1998 dan gempa bumi di Pakistan tahun 2005. Hasilnya dikumpulkan oleh kerjasama organisasi bantuan Belanda antara lain Oxfam dan Palang Merah. Seolah tertular Pakar sosiologi Rene Bekkers pernah meneliti kenapa orang Belanda merogok kocek untuk tujuan amal. "Melalui aksi besar seperti ini terlihat betapa banyak orang Belanda yang menyumbang," demikian Bekkers. Begitu tahu orang lain menyumbang, orang seolah tertular ikut menyumbang. Menurutnya ini menyebabkan orang makin terdorong untuk merogok kocek. Pada aksi pengumpulan dana seperti ini, ada juga orang-orang yang terdorong ingin jadi terkenal, walaupun mungkin cuma untuk beberapa detik. Orang bisa menunjukkan besar sumbangannya melalui radio atau televisi. Mereka berharap-harap nama mereka akan disebut atau wajah mereka tampil di layar televisi. Itu jelas membantu dan orang suka itu. Tentu saja alasan terpenting adalah orang bersikap solider dengan para korban. Penderitaan mereka terlihat dengan jelas di layar televisi, orang juga sadar betapa besar bencana di Haiti. Pada kesempatan itu juga muncul kesempatan untuk mengulurkan bantuan bagi pembangunan kembali. Karena itu aksi pengumpulan dana cukup menggugah. Tapi, pakar sosiologi Rene Bekkers masih melihat hal lain. "Yang dihimbau adalah perasaan kebersamaan, kita semua sama-sama mengulurkan bantuan. Lalu masih ada juga perasaan kita harus membantu. Jangan sampai ketinggalan." Negara-negara lain juga melancarkan aksi seperti ini. Pada hari yang sama Belgia menghimpun dana enam juta euro bagi Haiti. Jumat 22 Januari berlangsung aksi televisi besar-besaran di Amerika Serikat. Artis-artis kelas dunia seperti Madonna dan Beyonce ikut serta. * YOUNUS MASIH MENGHITUNG HARI DI GUANTANAMO Hermionee Gee Persis setahun lampau, pada hari keduanya di Gedung Putih, Presiden Amerika Barack Obama berjanji untuk menutup penjara Guantanamo Bay di Kuba, dalam 12 bulan. Ternyata, seperti diketahui oleh 240 orang yang tetap meringkuk di sana, Obama tidak menjangkau tenggat waktu itu. Sampai sekarang belum diumumkan batas waktu baru untuk menutup Guantanamo Bay. Terus memperhatikan Guantanamo, itulah yang dilakukan oleh Reprieve, organisasi hak-hak para tahanan yang mewakili 33 orang yang sampai sekarang masih meringkuk dalam pusat tahanan Amerika di Kuba itu. Reprieve sudah berhasil membebaskan 50 orang, walaupun tidak bisa langsung menemui mereka dan tidak punya hak berbicara rahasia dengan kliennya. Menurut Christopher Chang, jurubicara Reprieve, paling sulit adalah mengusahakan perbaikan kondisi penjara. Kisah manusia Walau demikian menurut Chang, organisasinya berhasil membuat Guantanamo tetap menjadi perhatian dunia. Pers juga tidak melupakan penjara Amerika di Kuba ini. Dengan begitu khalayak ramai tetap bisa berkata bahwa penjara itu tidak benar. Tetapi Christopher Chang mengakui dalam tahun kesembilan Guantanamo sebagai penjara, banyak tahanan masih menderita. Biasanya orang bicara tentang Guantanamo secara teori dan angka-angka. Tetapi dari situ tidak terungkap kisah manusianya. Oleh karena itu mari kita perhatikan nasib salah seorang tahanan. Namanya Younus Abdurrahman Chekkouri, warga Maroko yang sudah mendekam di Guantanamo sejak 2002. Younus berangkat ke Pakistan tahun 1990 bersama saudara-saudara dan suami salah satu saudara perempuannya. Ia dengar pendidikan di Pakistan lebih murah katimbang di Eropa, ia berharap bisa meraih gelar sebelum pulang kampung ke Maroko. Tetapi, seperti dijelaskanoleh Christopher Chang, Younus dan keluarganya harus berjuang supaya bisa hidup di Pakistan. Ia pindah ke Yaman kemudian ke Suriah untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dan pendidikan yang lebih murah. Akhirnya, pada tahun 2001, ia sampai di Afghanistan untuk bekerja bagi organisasi bantuan yang membantu warga Maroko setempat. Bertampang Arab Menyusul serangan 11 September 2001 terhadap Amerika, Kabul kacau balau, maka Younus memutuskan pulang kampung saja. Itulah saat ketika kesusahan dan nasib malang menimpanya, kata Christopher Chang. Seperti banyak orang lain, Younus berupaya lari ke Pakistan. Tetapi ia ditangkap tentara Pakistan dan diserahkan kepada tentara Amerika. Di wilayah perbatasan itu terjadi penangkapan mereka yang berwajah Arab. Siapa saja yang bertampang Arab pasti ditangkap. Sayangnya pengalaman Younus tidaklah unik. Banyak klien Reprieve ditangkap dalam cara ini, mereka lalu dibawa ke Guantanamo. Kedengarannya memang klise, kata Christopher Chang, tetapi banyak orang yang dibawa ke Guantanamo itu karena mereka berada di tempat dan waktu yang salah. Walaupun Younus tidak didakwa melakukan pelanggaran hukum, pihak berwajib Amerika mencurigainya anggota kelompok teroris Maroko yang bertempur di Afghanistan. Tuduhan ini dibantahnya. Tetapi tanpa dakwaan, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Melawan Amerika Sebuah laporan yang dikeluarga oleh Kementerian Pertahanan Amerika Pentagon memperkirakan sekitar 20% orang yang dibebaskan dari Guantanamo kembali berperang melawan Amerika. Karena serangan gagal terhadap pesawat yang terbang ke Amerika hari Natal lalu, Presiden Barack Obama sekarang menghadapi masalah besar dalam soal Guantanamo ini. Kongres Amerika menolak menyediakan dana bagi pemindahan para tahanan ini ke Amerika. Sedangkan negara lain menolak menerima bekas tahanan itu. Di balik semua hambatan ini, awal bulan ini, Presiden Obama kembali menegaskan tekatnya untuk menutup Guantanamo Bay. "Jangan salah," katanya, "kami akan menutup Guantanamo secepatnya." Sekarang Obama sudah belajar untuk tidak menetapkan batas waktu bagi janjinya itu. * GUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR Dalam penggunaan bahasa Surat Kabar Pikiran Rakyat mengacu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun, tambah Imam, kalau ada kata-kata yang tidak tercantum dalam kamus, mereka berunding dengan para pakar bahasa di Pusat Bahasa. Misalnya, setelah berunding dengan Pusat Bahasa, Pikiran Rakyat menggunakan "kredibel" meskipun kata ini tidak ada di kamus. Kekhasan Sunda Namun sebagai koran yang mayoritas pembacanya warga Sunda Pikiran Rakyat kadang-kadang berusaha mempertahankan keaslian bahasa mayoritas warga Jawa Barat itu. Contohnya meski di KBBI tertulis "peraji", koran terbesar di Jawa Barat ini menggunakan kata "paraji" seperti dituturkan orang Sunda. "Itu agar terbina keakraban khas Sundanya, " katanya. Pada tahun 2009 Pikiran Rakyat meraih peringkat kelima dalam penggunaan bahasa terbaik. Imam menganngap ini adalah penghargaan luar biasa bagi koran daerah seperti Pikiran Rakyat. Memperhatikan atau memperhatikan? Tiap lima tahun KBBI direvisi. Perubahan-perubahan itu tetap diikuti oleh Pikiran Rakyat. Misalnya perubahan kata "memerhatikan" menjadi "memperhatikan". Perubahan ini, jelas Imam, berkaitan dengan lemanya. Menurut KBBI Edisi Ketiga, "memerhatikan" kata dasarnya "perhati". Imam: "Tapi dalam KBBI keempat lemanya itu diubah dikembalikan ke "hati". Jadi bentukan yang tepat "memperhatikan" karena imbuhannya "memper-kan". Wartawan baru Redaktur bahasa koran terbesar di Jawa Barat ini juga mengerti kenapa banyak wartawan baru banyak melakukan kesalahan. Maklum karena mereka belum begitu baik menguasai Bahasa Indonesia. Contoh mereka sering menghilangkan kata "dengan" pada frase "sesuai dengan". Imam menduga, ini karena pengaruh bahasa tutur. Peranan pers Terakhir Imam JP mengharapkan agar orang jangan menganggap enteng bahasa Indonesia. Jangankan rakyat awam, para siswa, mahasiswa pun banyak yang menyepelekan bahasa nasional ini. Menggalakkan penggunaan bahasa yang baik itu bukan hanya tugas para pakar bahasa saja, tapi juga tugas pers. Dan caranya antara lain dengan memberi contoh yang baik. "Dengan memberikan bimbingan yang benar lewat penulisan bahasa yang benar di media, " tandasnya. * REBONDING HARAM! Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa Timur dan Madura mengeluarkan larangan bagi remaja putri untuk rebonding atau meluruskan rambut, mengecatnya dengan warna merah dan kuning serta berambut gaya punk serta rasta. Dengan alasan itu bisa menjurus ke hal-hal yang tidak baik. Samsul, reporter Radio Bonansa Media Swara di Kediri, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan pelarangan ini dan apa reaksi masyarakat setempat. Bukan fatwa Kamis minggu lalu, di Kediri, dilangsungkan Bahsul Masa'il. Ini adalah forum pembahasan masalah-masalah di lingkungan pondok pesantren, tepatnya Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri se Jawa dan Madura. Dalam Bahsul Masa'il kemarin diputuskan sebuah rumusan, jadi bukan fatwa, mengharamkan rebonding, pengecatan rambut dengan warna merah dan kuning. Itu untuk perempuan yang masih berstatus lajang. Dasar merumuskan haram ini adalah, akan cenderung ke arah maksiat. Sedangkan untuk perempuan yang sudah bersuami, itu justru dianjurkan atau sahih. Karena perempuan yang telah bersuami wajib menyenangkan suaminya. Salah satunya dapat dilakukan dengan mempercantik diri, termasuk rebonding, mengecat rambut dan sejenisnya, asal itu digunakan di dalam rumah. Sementara kalau keluar rumah, perempuan yang sudah bersuami ini tetap dianjurkan untuk menutup aurat, termasuk rambut, dengan menggunakan jilbab. * MARI ADOPSI HARIMAU SUMATRA! Sepasang harimau bisa "diadopsi" sebagai hewan peliharaan dengan deposit satu miliar rupiah. Syaratnya harimau adopsi itu harus diinspeksi tiga bulan sekali oleh petugas departemen kehutanan dan dokter hewan. Wacana tersebut langsung menimbulkan diskusi di media. WWF Indonesia masih berhati-hati dalam berkomentar. Lembaga Konservasi Alam terbesar dunia cabang Indonesia masih menunggu klarifikasi departemen kehutanan. Menurut Chaerul Saleh koordinator konservasi jenis WWF Indonesia banyak cara lain untuk memelihara habibat harimau Sumatera yang semakin langka. Chaerul Saleh: Belum ada pengumuman resmi mengenai kebijakan itu. Kami belum dengar. Perlu dibuka dialog tentang hal tersebut dengan stake-holders dari departemen kehutanan. Kami masih percaya bahwa memang perlindungan harimau liar di habibatnya itu harus menjadi prioritas utama. Radio Nederland: Menurut pengamatan WWF bagaimana cara terbaik untuk menjaga kelestarian harimau Sumatera yang makin punah? Membangun tata ruang Chaerul Saleh: Yang paling penting adalah populasi harimau Sumatera yang liar. Mereka sekarang terancam. Habibatnya terfragmentasi, kemudian di beberapa daerah masih ada kegiatan perburuan misalnya. Perlindungan ini yang harus diprioritaskan. Apakah mungkin membangun koridor bagi misalnya habibat yang terbatas itu? Sekarang juga sudah ada inisiasi dari 10 gubernur di Sumatra dengan empat kementrian. Mereka sudah sepakat untuk membangun tata-ruang di pulau Sumatera yang berbasis ekosistim. Artinya mereka juga menyediakan dan mengakomodasi ruang untuk "bio-diversity" termasuk harimau. Prosesnya sedang berjalan kearah itu. Bagaimana bentuk penyelamatan yang ingin dilakukan. Radio Nederland: Apa yang sangat mengancam habibat harimau Sumatra? Chaerul Saleh: Yang mengancam saya pikir ada dua. Salah satunya adalah natural forest conversion untuk kepentingan non-kehutanan. Maksudnya "Konversi hutan alam". Itu yang salah satu yang mengancam. Silakan klik www.ranesi.nl untuk membaca keseluruhan artikel. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
