--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 06 Juli 2010 14:40 UTC ** LEDAKAN BOM MOLOTOW DI TEMPO ** KEADAAN DARURAT DI THAILAND ** PESAWAT IRAN TETAP ISI BAHAN BAKAR ** GEMA WARTA, TOPIK PIALA DUNIA: URUGUAY SIAP MENCAKAR ORANJE ** GEMA WARTA, TOPIK PIALA DUNIA; CAPE TOWN, PESTA ORANJE ** GEMA WARTA TOPIK PIALA DUNIA: KELUARGA KERAJAAN DUKUNG ORANJE ** GEMA WARTA, TOPIK PIALA DUNIA: VAN MARWIJK UTAMAKAN KESATUAN ORANJE ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: MENGAPA KEKURANGAN PETIKEMAS LAUT ** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA; KANTOR MAJALAH TEMPO DILEMPARI MOLOTOV COCKTAIL * LEDAKAN BOM MOLOTOW DI TEMPO Dua orang bersepeda motor melempar 2 bom molotow ke kantor majalah Tempo. Ledakan bom ini tidak mengakibatkan jatuhnya korban. Demikian pemimpin redaksi Tempo, Wahyu Muryadi. Serangan ini terjadi seminggu setelah Tempo menurunkan laporan ihwal korupsi di kalangan polisi. Polisi sedang mengusut siapa yang berada di balik lemparan bom molotow ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta polisi juga mengusut tuduhan korupsi di kalangan pimpinan polisi seperti yang dilaporkan Tempo. * KEADAAN DARURAT DI THAILAND Pemerintah Thailand hari Selasa ini menyatakan keadaan darurat yang diberlakukan di sepertiga wilayah negara ini diperpanjang. Keadaan darurat ini berlaku setelah aksi protes para pendemo oposisi. Mereka memprotes digulingkannya mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Unjuk rasa ini meminta korban 90 orang tewas dan sekitar 2 ribu orang luka-luka. Keadaan darurat ini berlaku di 18 propinsi dan ibukota Bangkok. * PESAWAT IRAN TETAP ISI BAHAN BAKAR Departemen Luar negri Iran membantah pesawat penerbangan sipil Iran tidak bisa mengisi bahan bakar di bandara Britania Raya, Jerman serta Emirat Arab. Jurubicara Iran menyatakan pesawat Iran tetap bisa mengisi bahan bakar. Hal ini bertentangan dengan berita kantor berita Iran yang memberitakan Senin kemarin sanksi baru yang dikenakan terhadap Iran sehubungan dengan program nuklirnya menyebabkan boikot ini. Barat mencurigai Iran berniat membikin senjata nuklir, namun Teheran membantah, program nuklirnya bertujuan damai. Bulan Juni lalu Dewan Keamanan PBB, menerapkan tahap baru dalam sanksi ini. Embargo senjata dan pembatasan ruang gerak sektor perbankan Iran adalah bagian sanksi baru ini. * MATA-MATA KOREA UTARA RINDU IBU Seorang mantan mata-mata Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan ditangkap karena bekerja lagi untuk Korea Utara. Pada tahun 1969, ia tertangkap basah ketika sedang melakukan spionase di Korea Selatan. Setelah bebas dari penjara, ia tetap tinggal di Korea Selatan. Ibunya masih tinggal di Korea Utara, namun tidak bisa ia jenguk. Korea Utara kemudian menawarkan ia boleh menjumpai ibunya dengan persyaratan menjadi mata-mata Korea Utara lagi. Minggu lalu ia kembali ditahan Korea Selatan atas tuduhan terlibat komplot usaha pembunuhan seorang petinggi Korea Selatan. * PRANCIS DILANDA SKANDAL Presiden Nicolas Sarkozy dikritik karena menerima sumbangan 150 ribu euro dari wanita terkaya Prancis, Liliane Bettencourt. Uang ini diperuntukkan bagi kampanye Sarkozy pada tahun 2007, dan tidak dilaporkan ke dinas perpajakan. Wanita ini adalah pewaris kekayaan perusahaan kosmetik L'Oreal. Sebelumnya dua menteri pemerintah Sarkozy turun gara-gara menyalahgunakan uang negara. Seorang di antara mereka mengeluarkan 12 ribu euro untuk membeli cerutu dan yang kedua menyewa pesawat untuk menghadiri pertemuan di pulau Martinique, dengan uang negara sebesar 116.500 euro. * SELAMA FORMASI KABINET TWITTER DIISTIRAHATKAN Belanda saat ini sedang mencoba membentuk pemerintah baru setelah pemilu 9 juni lalu. Pada masa formasi ini disepakati oleh para pemimpin 4 parpol yang terlibat untuk tidak menyebarkan informasi lewat twitter. Di samping itu juga tidak akan diadakan konperensi pers lewat radio dan televisi. Sepi informasi ihwal formasi kabinet Belanda disepakati untuk mencegah kesimpangsiuran lewat media tentang jalannya pembentukan kabinet. Hal ini akan menhambat proses fromasi, demikian para pemimpin partai politik yang ikut serta: VVD (Liberal Konservatif), PvdA (Sosial Demokrat), D'66 (Demokrat '66) serta Groenlinks (Kiri Hijau). * WILDERS DAN UMAT KRISTEN INDONESIA Partai PVV pimpinan Geert Wilders yang berhaluan populis kanan meminta pemerintah Belanda segera beraksi dan menuntut Indonesia menjamin keamanan minoritas Kristen di Bekasi dan tempat-tenpat lain di Indonesia. Belanda sebaiknya membekukan kerjasama dengan Indonesia, demikian PVV. Geert Wilders bersama rekan separtainya De Roon meminta hal ini kepada menteri luar negri Maxim Verhagen. Permintaan ini diajukan PVV setelah tersebar berita seruan kepada mesjid-mesjid untuk mempersiapkan jihad terhadap Kristenisasi. * PULUHAN MILITAN PAKISTAN TEWAS Dalam baku tembak antara pasukan Pakistan dan satuan keamanan lainnya sekitar 23 aktivis militan tewas. Baku tembak ini berlangsung di daerah Lower Dir di barat laut Pakistan. Hal ini diumumkan polisi dan militer Pakistan. Kekerasan di kawasan ini dan di lembah Swat semakin parah sejak 2007. Pemimpim kelompok radikal Maulana Fauzullah menyerukan pemberontakan ini. Para pengikutnya memberontak untuk mendirikan negara Islam. Pemberontakan ini dihantam pasukan Pakistan, setelah ketahuan para militan aktif di daerah ini. * DUBAI TOLAK "BODYSCANNER" Dua bandara Dubai tidak akan memansang 'bodyscanner' karena alat ini bertentangan dengan Islam. Hal ini diumumkan media setempat setelah berhubungan dengan kepala dinas keamanan bandara, Ahmad Mohammad Bin Thani. Apa yang disebut full-body scanner dianggap melanggar privasi para penumpang dan kebebasan individual. Alat ini mempertunjukkan apakah ada suatu kejanggalan di tubuh atau pakaian seorang penumpang. Namun menurut Bin Thani keamanan di bandara sudah memenuhi standar internasional dan untuk sementara tidak ada perubahan dalam kebijakan keamanan. * URUGUAY SIAP MENCAKAR ORANJE Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, Uruguay berhasil lolos ke semifinal Piala Dunia. Malam ini kesebelasan Uruguay harus menghadapi tim nasional Belanda untuk memperebutkan tempat di final. Masa lalu sepak bola negara Amerika Latin ini amat cemerlang, namun prestasi gemilang Uruguay sudah lama terkubur. Kali ini, Uruguay berdebar penuh ketegangan. Duel malam ini mungkin tak akan jadi pertandingan spektakuler, namun yang pasti Uruguay siap mencakar Oranje. Ramon Haniotis La garra charrua atau 'cakar charrua' pasti bisa memberi kekuatan pada kesebelasan nasional. Demikian tulis media Uruguay mengenai pertandingan Selasa (06/07) malam. Media merujuk kepada Charrua, penduduk asli Uruguay, yang punya tekad kuat dalam menghadapi tantangan apa pun. Alun-alun Penuh Berbeda dengan warga Belanda, 3,2 juta penduduk Uruguay tidak berkeliaran dengan kaus kesebelasan nasional. Suasana kota pun normal-normal saja, tak ada atribut sepak bola dipamerkan. Namun beberapa minggu terakhir, selepas pertandingan Uruguay, alun-alun selalu penuh sesak oleh orang-orang yang merayakan kemenangan tim nasional. Mereka bangga, akhirnya kesebelasan nasional mereka mengikuti jejak nenek moyang yang cemerlang. Prestasi gemilang Uruguay di masa lalu mungkin tak bisa ditandingi lagi. Pada Olimpiade 1924 di Paris dan Olimpiade 1928 di Amsterdam, Uruguay merebut medali emas. Keberhasilan ini membuat FIFA, yang waktu itu baru didirikan, memutuskan menjadikan Montevideo, ibukota Uruguay, sebagai tuan rumah Piala Dunia pertama. Piala Dunia pertama yang digelar tahun 1930 kembali dimenangkan Uruguay, sang tuan rumah. Empat tahun kemudian, pada Piala Dunia di Roma, Uruguay mengundurkan diri dari kompetisi sebagai protes menentang rezim fasisme Benito Mussolini. Dan pada 1950 di stadion terkemuka Maracana di Rio de Janeiro, Uruguay berhasil menaklukkan Brasil di final dengan 2-1. Satu-satunya Sudah berhari-hari media massa Uruguay dipenuhi sejarah sepak bola Uruguay. Tentu saja, media juga menganalisis kualitas pemain kesebelasan nasional saat ini, seperti Diego Forlan, pemain Atletico Madrid, Luis Suarez dan Nicolas Lodeiro, yang juga bermain untuk Ajax. Ketidakhadiran penyerang Suarez di semifinal, akibat kartu merah yang diterimanya ketika bertanding melawan Ghana, merupakan bencana bagi Uruguay. Senin (05/07) kapten Diego Lugano masih belum berani berkomentar mengenai kemungkinan lolos ke final. Namun ia cukup puas dengan hasil pertandingan sampai saat ini: luar biasa bahwa negara kecil seperti Uruguay jadi satu-satunya negara Amerika Latin yang masih bertahan di Piala Dunia. Sedangkan negara-negara Latin lainnya, Brasil yang penuh percaya diri, Argentinia, dan Paraguay sudah terlebih dahulu diusir pulang. Dalam wawancara dengan koran La Repuplica, Gelandang Diego Perez menyatakan, "ia merasa terhormat untuk mewakili seluruh kontinen Amerika Latin." Perez sadar, Belanda adalah "lawan kuat dengan teknik sangat bagus," namun ia juga percaya, timnya mampu mengambil langkah tepat pada waktu yang tepat. Permainan Luar Biasa Koran Spanyol El Pais menulis, sudah empat kali Uruguay dan Belanda bertanding melawan satu sama lain. Tiga dari empat pertandingan dimenangkan Uruguay. Satu-satunya kekalahan Uruguay terjadi pada Piala Dunia 1974 di Jerman, ketika tim Belanda bermain dengan sangat spektakuler. Sejak saat itu, di seluruh Amerika Selatan, kesebelasan Belanda dijuluki 'Naranja Mecanica' - merujuk pada permainan tanpa cacat yang disajikan Oranje. Oscar Washington Tabarez, pelatih Uruguay, mengakui kekuatan tiga negara Eropa yang masih bertahan di Piala Dunia dan berusaha memperebutkan titel Juara Dunia di Afrika Selatan. Toh ia lebih percaya kepada kemampuan timnya. "Kami punya impian besar. Jika kami tidak punya mimpi dan tak berani mencoba mewujudkannya, kami tak akan berada di sini sekarang." * CAPE TOWN, PESTA ORANJE Di pasar gelap, harga tiket pertandingan semifinal Uruguay-Belanda malam ini meroket sampai 600 dolar. Namun harga selangit itu tetap tak bisa mengurungkan niat pendukung membanjiri pertandingan di Cape Town. Penduduk Afrika Selatan yang ikut jadi pendukung Belanda, membuat warna oranye menyelimuti kota tersebut. Eric Beauchemin SOUND - BAND OUTSIDE AIRPORT Sekelompok musisi Afrika menghibur wisatawan dan penggila sepak bola yang tiba di bandara internasional Cape Town. Bandara ini beroperasi 24 jam untuk menangani fans bola domestik dan mancanegara yang membanjiri kota untuk menonton semifinal Piala Dunia. Sebagian besar pendukung Belanda tiba di Cape Town tak lama setelah kesebelasan Oranje menaklukkan Brasil di Port Elizabeth, Jumat lalu. Salah satu fans Oranje yang sedang dalam perjalanan ke Cape Town adalah Dirk Jan Aarts yang spontan memutuskan terbang dari Nigeria. QUOTE - AARTS "Setelah menonton kemenangan Oranje atas Brasil di Nigeria, saya spontan memutuskan terbang ke Cape Town. Saya menelepon teman-teman, bertanya apa ada yang mau ikut. Saya memesan tiket lewat internet dan akhirnya cuma berangkat sendiri. Tapi di sini, banyak sekali orang Belanda, saya tak akan kesepian. Oh, saya senang sekali." SOUND - BAND Di Waterfront, pusat perdagangan Cape Town, ada sejumlah band menghibur fans sepak bola dan pengunjung lainnya. Michel Vekermans, fans bola dari Belanda, berada di Afrika Selatan sejak awal Piala Dunia. QUOTE - VEKEMANS "Kami beruntung Ghana sudah tersingkir. Orang Afrika Selatan mendukung Belanda, antara lain karena mereka suka warna oranye. Saya kira Selasa ini bakal ada pesta lagi di kota." Para supporter Belanda hari ini menyelenggarakan pesta selama enam jam, dihibur band dari Belanda dan Afrika Selatan. Mereka juga menggelar kontes Miss Oranje dan walikota Cape Town rencananya akan menghadiri event tersebut. Sangat sulit bagi orang yang baru datang untuk memperoleh tiket pertandingan semifinal, tapi karena banyak tim sudah gugur, banyak orang menjual tiket mereka, pasar gelap pun bermunculan. Seperti yang ditemukan tiga fans Belanda yang tiba Senin lalu (05/07) di Cape Town: "Kebetulan kami datang ke apartemen ini, lalu tiba-tiba ada yang menawarkan tiket seharga sekitar $600. Kami mau lihat dulu, apa itu tak terlalu mahal. Tapi sepertinya, tidak ada pilihan lain. Kami kan datang khusus untuk nonton pertandingan semifinal." Seorang supporter Belanda-Kanada Henry Dielemans beruntung, ia masih bisa memperoleh tiket lewat jalur resmi. Untuk tiket dari awal sampai akhir turnamen, ia harus merogoh kocek sebanyak 2.000 dolar Amerika. QUOTE - DIELEMANS "Dari Kanada, saya berhasil memesan tiket lewat FIFA. Dua atau tiga Piala Dunia sebelumnya saya gagal dapat tiket. Sekarang saya bisa nonton pertandingan, dari awal sampai final. Jadi kalau Belanda lolos, dan semoga saja terjadi, saya bisa nonton mereka di final." SOUND - BAND Satu hal yang jelas: Berapa pun harga tiket yang sudah dibeli, semua jerih-payah akan terbayar jika Belanda lolos ke final. * KELUARGA KERAJAAN DUKUNG ORANJE Tak beda dengan rakyat biasa, keluarga kerajaan Belanda juga mati-matian mendukung Oranje. Putri-putri pangeran Willem-Alexander, misalnya, mengikuti dengan serius perjuangan kesebelasan nasional di Piala Dunia. Pada sesi foto tahunan yang digelar Senin lalu (05/07), pangeran Willem-Alexander, putri Maxima dan ketiga putri mereka menunjukkan dukungan terhadap Oranje. Awalnya, ketiga putri Willem-Alexander dan Maxima berpose di depan puluhan fotografer dan juru kamera, namun tak lama kemudian, Amalia (6), Alexia (5) dan Ariane (3) sudah asyik mengejar-ngejar bola oranye. Dengan ceria, putri Amalia kemudian meniup vuvuzela oranye. Sekarang, pasangan putra mahkota ini berada di Afrika Selatan untuk menonton pertandingan semifinal Belanda-Uruguay. Kok putri-putri kecil mereka tak ikut? "Pertandingan baru mulai pukul 20.30 malam. Mereka kan masih kecil-kecil, jam segitu sudah harus tidur," jawab pangeran Willem-Alexander. * VAN MARWIJK UTAMAKAN KESATUAN ORANJE Kesebelasan Belanda di ambang final Piala Dunia. Menurut banyak orang ini berkat pelatih Bert van Marwijk. Ketika ditunjuk sebagai pelatih tahun 2008, orang bersikap skeptis. Tapi kini ia dipuji-puji sebagai pemimpin revolusi budaya tim Oranje. Bert van Marwijk, 58 tahun, pengganti tokoh legendaris Marco van Basten, tahun 2008. Orang curiga padanya, karena dikenal sebagai pelatih konservatif yang mengutamakan profesionalisme dan kesatuan. Sementara tahun-tahun sebelumnya pelatih seperti Van Basten, Louis van Gaal dan Frank Rijkaard terutama ingin memperagakan sepakbola indah dan menyerang. Namun pada akhir turnamen, tidak ada hasilnya. Feyenoord Van Marwijk lahir di Deventer, Belanda timur. Tahun 1970an dan 1980an ia, sebagai pemain penyerang dan gelandang, aktif di empat klub sepakbola Belanda, termasuk AZ'67 Alkmaar. Ia satu kali bermain untuk kesebelasan Belanda, yakni tahun 1975, mengenakan baju oranye dalam pertandingan persahabatan melawan Yugoslavia. Namun tanpa sukses. Di waktu istirahat, Belanda ketinggalan 0-2. Van Marwijk diganti pemain lain. Karirnya sebagai pelatih jauh lebih sukses. Akhir tahun 1990an ia memimpin klub kecil Limburg, Fortuna Sittard dan berhasil membawanya lolos ke final Piala Belanda (namun kalah melawan Ajax). Menarik bahwa ketika itu ia telah mengasuh Mar van Bommel. Van Bommel, kini pemain Bayern Munchen, salah satu pemain utama kesebalasan Belanda yang sekarang. Serta anak mantu Van Marwijk. Tahun 2000 Van Marwijk pindah klub, yakni Feyenoord, salah satu dari tiga klub besar Belanda. Dua tahun kemudian ia mencatat sukses terbesar sebagai pelatih: bersama Feyenoord ia menang Piala UEFA ketika dalam babak final berhasil menaklukkan Borussia Dortmund, Jerman 3-2. Itu berkat pelatihan khas Van Marwijk: ia mengasah tim Feyenoord sehingga menjadi kesatuan yang dengan kerja keras mencapai hasil terbaik. Ditertawakan Setelah menjadi pelatih Borussia Dortmund dan lagi-lagi Feyenoord, ia menjadi pelatih nasional Oranje tahun 2008. Van Marwijk memulai tugas barunya dengan berkata: "Kami punya misi. Kami ingin menjadi juara dunia." Jumat, seusai menang atas Brasil 2-1, Van Marwijk menanggapi pernyataannya itu. "Saya sering ditertawakan gara-gara ungkapan saya tersebut. Namun kini terbukti kami berhasil juga." Juga ada Piala Dunia di Afrika Selatan terdengar kritikan keras dari Belanda, kendati Oranje menang atas Denmark, Jepang, Kamerun dan Slovakia. Di mana penggila bola di negara-negara lain sangat bahagia dengan empat kemenangan berturut-turut Piala Dunia, fans Belanda malah mengeluhkan gaya konservatif dan pertandingan membosankan. Mantan bintang sepakbola Johan Cruijf telah menyebut Cile, Oranje baru, karena negeri itu memperagakan sepakbola spektakuler. Van Marwijk menanggapi semua kritik dengan terus mengulang bahwa ini bukan soal permainan cantik, melainkan menang. Kesatuan, membentuk suatu kelompok dan tetap terfokus, itulah kata-kata pelatih timnas. Dan ternyata berhasil. Karena tim Belanda tetap satu, sesuatu yang tidak lazim bagi tim Oranje, melihat seringkali terjadinya percekcokan intern pada turnamen-turnamen sebelumnya. [Percekcokan kecil intern, ketika striker Robin van Persie secara terbuka mengeluh ketika ia diganti, telah diselesaikan Van Marwijk dengan mengumpulkan seluruh tim dan berbicara kepada mereka.] Titik balik Sementara itu, semua kritik terhadap Van Marwijk bungkam sudah. Ini terjadi setelah kemenangan heroik dalam perempat final melawan Brasil. Titik balik itu tepatnya pada waktu istirahat. Setelah Oranje pada babak pertama ketinggalan 0-1, seluruh Belanda bertanya-tanya apa yang harus dilakukan. Analis sepakbola di pelbagai studio televisi sibuk membahas pemain mana yang harus diganti. Tapi apa yang dilakukan Van Marwijk? Tidak satu pun. Ia tetap mengandalkan formasi dasar dan para pemain tidak merusak kepercayaan pelatihnya. Belanda menang 2-1 dan taktik Van Marwijk untuk tidak mengganti pemain kini banyak dipuji. Van Marwijk: "Mengapa pelatih selalu harus melakukan perubahan? Kadang-kadang lebih berani untuk tidak merubah sesuatu." Bisa saja Van Marwijk, dengan gaya non-Belanda itu, memegang piala dunia. * MENGAPA KEKURANGAN PETIKEMAS LAUT Kekurangan petikemas laut di seluruh dunai mengancam pemulihan kemerosotan perdagangan dunia. Namun menurut dunia pengangkutan Belanda, terdapat lebih banyak persoalan ketimbang hanya kekurangan saja. Para pengusaha cargo berkepentingan dengan kekurangan itu, karena harga menjadi naik. Organisasi-organisasi Cargo EVO punya dugaan semacam itu, namun tidak bisa membuktikannya. Laporan Johan Huizinga. Sudah selama beberapa pekan beredar berita dari para analis pasar. Terjadi kekurangan 2 sampai 2,5 juta petikemas laut, demikian perkiraan peneliti pasar Dirk Visser van Dynamar. Dan ia pasti bukan satu-satunya yang memperdengarkan lonceng darurat itu. Berlayar perlahan Tentang sebabnya, semua orang sepakat. Akibat resesi perdagangan dunia merosot dan permintaan atas petikemas jauh berkurang. Jumlah petikemas yang dibuat berkurang dan para pengangkut bergerak lebih lambat guna menghemat bahan bakar. Juga penawaranpun berkurang, karena petikemas lebih lama berlayar di laut . Tetapi menurut Joost van Doesburg, penasehat politik EVO, itu belum semuanya. Kami merasa jengkel bahwa hal itu mengakibatkan tarif yang lebih tingg. Kami juga tahu bahwa para pengangkut telah mengambil sejumlah besar petikemas dari pasaran. Banyak petikemas tua dihancurkan. Namun juga ada yang nganggur menunggu, misalnya kapal-kapal yang ditarik dari pelayaran dan sekarang tertambat di Singapura. Atau mereka melakukan hal itu dengan sengaja, agar harga tetap mengambang. Sayang kami belum punya bukti itu. Hampir dua kali lipat Tetapi menurut Richard ter Haak, direktur perusahaan petikemas Ter Haak Groep Amsterdam, kapal-kapal yang berada di depan Singapura itu hanya merupakan bagian dari kekurangan di seluruh dunia. Perusahaannya, salah satu yang paling besar di Amsterdam, tetap sibuk antara lain dengan produksi, penjualan dan penyewaan berbagai jenis peti kemas. Ia masih memproduksinya di Rumania, namun mengambil petikemas yang paling banyak dari Cina. Ia terutama gembira bahwa harga petikemas dalam kurun waktu setengah tahun hampir dua kali lipat. Mungkin kekurangan itu memang dengan sedar diciptakan, di mana ongkos pengangkutan akan melambung, tampak masuk akal. Tetapi orang juga harus ingat bahwa perusahaan-perusahaan cargo itu dalam tahun-tahun yang lalu menderita kerugian maha besar. Jadi memang masuk akal apabila orang berusaha menutup kerugian-kerugian itu. Pulang Kekurangan peti kemas itu tidak bisa cepat diatasi. Tahun-tahun belakangan banyak produksi di Cina dihentikan. Para buruh disuruh pulang, kembali ke pedalaman, tempat mereka bisa mendapat penghasilan yang hampir sama dengan di sektor pertanian, tandas Ter Haak. Mengawali produksi kembali, tidaklah gampang seperti diduga. Makanya, kekurangan itu, menurut para analis, bisa berlangsung sampai pertengahan tahun depan. Masalah lain adalah masalah lama, yakni mengaktifkan kembali ekspor dari Cina ke Eropa, tapi peti kemas itu sering kosong kalau kembali ke Asia. Maklum Eropa lebih sedikit mengekspor ke Cina. Peti kemas kosong banyak menelan beaya bagi perkapalan. Sementara itu, perusahaan cargo berusaha merongrong kekuasaan pemilik kapal. Kemungkinan itu ada, jelas Joost van Doesburg dan EVO> Peti kemas abu-abu "Pasti ada. Itu kami sebut "peti kemas abu-abu". Peti kemas yang bisa disewa oleh perusahaan cargo atau ekspeditur, tapi bukan milik pemilik kapal. Bandingkan dengan palet. Kan bisa disewa juga. Kita bayar sewanya dan kalau tidak perlu lagi, kita kembalikan. Sistem ini bisa juga diterapkan dengan peti kemas." Direktur Ter Haak tidak begitu setuju. Tapi sebenarnya tidak ada salahnya. Kalau kita menjadi produsen peti kemas atau penyewanya, pasti berkepentingan dengan harga yang baik, dan tidak suka dengan peti kemas abu-abu, yang bisa disewa dengan murah. * KANTOR MAJALAH TEMPO DILEMPARI MOLOTOV COCKTAIL Pada Selasa hari ini sekitar pukul 3:00 subuh, dua orang tak dikenal dengan berpakaian hitam dan berkendaran sepeda motor telah melemparkan dua bom Molotov cocktrail ke kantor Majalah Tempo di Jakarta. Majalah Tempo pekan lalu melaporkan adanya kasus korupsi di kalangan petinggi kepolisian Indonesia. Namun sejauh ini belum diketahui, siapa berada di belakang pelemparan ini dan apa morifnya. Berikut ikutilah penjelasan Indria Fernida wakil koordinator KONTRAS tentang peristiwa tersebut. Indria Fernida [IF]: Kebetulan pagi tadi kami terima informasi itu, kemudian ada beberapa kawan Kontras yang mencoba untuk mengecek ke sana dan mendepat penjelasan dari kawan-kawan Tempo. Jadi betul ada kejadian itu. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Apakah ada korban dan sebagainya? IF: Sejauh ini kayaknya tidak ada. Itu memang dilakukan pagi-pagi subuh gitu, jari ga ada korban apa-apa. RNW: Apakah ini merupakan suatu upaya sebagai suatu reaksi dari laporan Tempo yang lalu mengenai Polri? IF: Mungkin saja. Tetap kerena ini juga baru terjadi dan memang kita coba untuk melalui prosedur hukum yang berlaku, jadi ini menjadi kewenangannya polisi. Itu untuk melihat apa yang terjadi. pagi itu. Karena bisa saja kondisi yang carut-marut ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang lain. Jadi saya pikir, penyelidikan polisi itu menjadi penting untuk melihat siapa sebenarnya yang melakukan ini. RNW: Apa yang dilemparkan itu? Diberitakan bahwa ada dua orang bersepeda motor yang berpakaian hitam, apa memang demikian keadaannya? IF: Saya sendiri masih tidak tahu persis ya, karena itu memang informasi yang disampaikan oleh Satpam yang di Tempo ya. Tspi karena mereka yang melihat langsung, mungkin juga. RNW: Dari pihak Tempo sediri bagaimana? Adakah mereka menduga-duga siapa yang berada di belakang ini? IF: Ya semua dugaan itu bisa saja. Karena keadaan yang dialami Tempo pada saat ini memang membuka ruang respon balik dari pihak-pihak yang dilaporkan Tempo.Tapi sekali lagi, karena ini juga merupakan bentuk tindakan minimal gitu ya,. Jadi saya kira penting memang untuk dilakukan penyelidikan. Wawancara .lengkap dengan Indria Fernida ini dapat anda jumpai dalam situs web kami www .rnw.nl --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
