---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 06 Juli 2010 14:40 UTC



** LEDAKAN BOM MOLOTOW DI TEMPO

** KEADAAN DARURAT DI THAILAND

** PESAWAT IRAN TETAP ISI BAHAN BAKAR

** GEMA WARTA, TOPIK PIALA DUNIA: URUGUAY SIAP MENCAKAR ORANJE

** GEMA WARTA, TOPIK PIALA DUNIA; CAPE TOWN, PESTA ORANJE

** GEMA WARTA TOPIK PIALA DUNIA: KELUARGA KERAJAAN DUKUNG ORANJE

** GEMA WARTA, TOPIK PIALA DUNIA: VAN MARWIJK UTAMAKAN KESATUAN ORANJE

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: MENGAPA KEKURANGAN PETIKEMAS LAUT

** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA; KANTOR MAJALAH TEMPO DILEMPARI MOLOTOV COCKTAIL 



* LEDAKAN BOM MOLOTOW DI TEMPO

Dua orang bersepeda motor melempar 2 bom molotow ke kantor majalah Tempo. 
Ledakan bom ini tidak mengakibatkan jatuhnya korban. Demikian pemimpin redaksi 
Tempo, Wahyu Muryadi. Serangan ini terjadi seminggu setelah Tempo menurunkan 
laporan ihwal korupsi di kalangan polisi. Polisi sedang mengusut siapa yang 
berada di balik lemparan bom molotow ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
meminta polisi juga mengusut tuduhan korupsi di kalangan pimpinan polisi 
seperti yang dilaporkan Tempo.


* KEADAAN DARURAT DI THAILAND

Pemerintah Thailand hari Selasa ini menyatakan keadaan darurat yang 
diberlakukan di sepertiga wilayah negara ini diperpanjang. Keadaan darurat ini 
berlaku setelah aksi protes para pendemo oposisi. Mereka memprotes 
digulingkannya mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Unjuk rasa ini 
meminta korban 90 orang tewas dan sekitar 2 ribu orang luka-luka. Keadaan 
darurat ini berlaku di 18 propinsi dan ibukota Bangkok.


* PESAWAT IRAN TETAP ISI BAHAN BAKAR

Departemen Luar negri Iran membantah pesawat penerbangan sipil Iran tidak bisa 
mengisi bahan bakar di bandara Britania Raya, Jerman serta Emirat Arab. 
Jurubicara Iran menyatakan pesawat Iran tetap bisa mengisi bahan bakar. Hal ini 
bertentangan dengan berita kantor berita Iran yang memberitakan Senin kemarin 
sanksi baru yang dikenakan terhadap Iran sehubungan dengan program nuklirnya 
menyebabkan boikot ini. Barat mencurigai Iran berniat membikin senjata nuklir, 
namun Teheran membantah, program nuklirnya bertujuan damai. Bulan Juni lalu 
Dewan Keamanan PBB, menerapkan tahap baru dalam sanksi ini. Embargo senjata dan 
pembatasan ruang gerak sektor perbankan Iran adalah bagian sanksi baru ini.


* MATA-MATA KOREA UTARA RINDU IBU

Seorang mantan mata-mata Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan ditangkap 
karena bekerja lagi untuk Korea Utara. Pada tahun 1969, ia tertangkap basah 
ketika sedang melakukan spionase di Korea Selatan. Setelah bebas dari penjara, 
ia tetap tinggal di Korea Selatan. Ibunya masih tinggal di Korea Utara, namun 
tidak bisa ia jenguk. Korea Utara kemudian menawarkan ia boleh menjumpai ibunya 
dengan persyaratan menjadi mata-mata Korea Utara lagi. Minggu lalu ia kembali 
ditahan Korea Selatan atas tuduhan terlibat komplot usaha pembunuhan seorang 
petinggi Korea Selatan.


* PRANCIS DILANDA SKANDAL

Presiden Nicolas Sarkozy dikritik  karena menerima sumbangan 150 ribu euro  
dari wanita terkaya Prancis, Liliane Bettencourt. Uang ini diperuntukkan bagi 
kampanye Sarkozy pada tahun 2007, dan tidak dilaporkan ke dinas perpajakan. 
Wanita ini adalah pewaris kekayaan perusahaan kosmetik L'Oreal. Sebelumnya dua 
menteri pemerintah Sarkozy turun gara-gara menyalahgunakan uang negara. Seorang 
di antara mereka mengeluarkan 12 ribu euro untuk membeli cerutu dan yang kedua 
menyewa pesawat untuk menghadiri pertemuan di pulau Martinique, dengan uang 
negara sebesar 116.500 euro.


* SELAMA FORMASI KABINET TWITTER DIISTIRAHATKAN

Belanda saat ini sedang mencoba membentuk pemerintah baru setelah pemilu 9 juni 
lalu. Pada masa formasi ini disepakati oleh para pemimpin 4 parpol yang 
terlibat untuk tidak menyebarkan informasi lewat twitter. Di samping itu juga 
tidak akan diadakan konperensi pers lewat radio dan televisi. Sepi informasi 
ihwal formasi kabinet Belanda disepakati untuk mencegah kesimpangsiuran lewat 
media tentang jalannya pembentukan kabinet. Hal ini akan menhambat proses 
fromasi, demikian para pemimpin partai politik yang ikut serta: VVD (Liberal 
Konservatif), PvdA (Sosial Demokrat), D'66 (Demokrat '66) serta Groenlinks 
(Kiri Hijau).


* WILDERS DAN UMAT KRISTEN INDONESIA

Partai PVV pimpinan Geert Wilders yang berhaluan populis kanan meminta 
pemerintah Belanda segera beraksi dan menuntut Indonesia menjamin keamanan 
minoritas Kristen di Bekasi dan tempat-tenpat lain di Indonesia. Belanda 
sebaiknya membekukan kerjasama dengan Indonesia, demikian PVV. Geert Wilders 
bersama rekan separtainya De Roon meminta hal ini kepada menteri luar negri 
Maxim Verhagen. Permintaan ini diajukan PVV setelah tersebar berita seruan 
kepada mesjid-mesjid untuk mempersiapkan jihad terhadap Kristenisasi.


* PULUHAN MILITAN PAKISTAN TEWAS

Dalam baku tembak antara pasukan Pakistan dan satuan keamanan lainnya sekitar 
23 aktivis militan tewas. Baku tembak ini berlangsung di daerah Lower Dir di 
barat laut Pakistan. Hal ini diumumkan polisi dan militer Pakistan. Kekerasan 
di kawasan ini dan di lembah Swat semakin parah sejak 2007. Pemimpim kelompok 
radikal Maulana Fauzullah  menyerukan pemberontakan ini. Para pengikutnya 
memberontak untuk mendirikan negara Islam. Pemberontakan ini dihantam pasukan 
Pakistan, setelah ketahuan para militan aktif di daerah ini.


* DUBAI TOLAK "BODYSCANNER"

Dua bandara Dubai tidak akan memansang 'bodyscanner' karena  alat ini 
bertentangan dengan Islam. Hal ini diumumkan media setempat setelah berhubungan 
dengan kepala dinas keamanan bandara, Ahmad Mohammad Bin Thani. Apa yang 
disebut full-body scanner dianggap melanggar privasi para penumpang dan 
kebebasan individual. Alat ini mempertunjukkan apakah ada suatu kejanggalan di 
tubuh atau pakaian seorang penumpang. Namun menurut Bin Thani keamanan di 
bandara sudah memenuhi standar internasional dan untuk sementara tidak ada 
perubahan dalam kebijakan keamanan.


* URUGUAY SIAP MENCAKAR ORANJE
Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, Uruguay berhasil lolos ke semifinal Piala 
Dunia. Malam ini kesebelasan Uruguay harus menghadapi tim nasional Belanda 
untuk memperebutkan tempat di final. Masa lalu sepak bola negara Amerika Latin 
ini amat cemerlang, namun prestasi gemilang Uruguay sudah lama terkubur. Kali 
ini, Uruguay berdebar penuh ketegangan. Duel malam ini mungkin tak akan jadi 
pertandingan spektakuler, namun yang pasti Uruguay siap mencakar Oranje.
Ramon Haniotis 
La garra charrua atau 'cakar charrua' pasti bisa memberi kekuatan pada 
kesebelasan nasional. Demikian tulis media Uruguay mengenai pertandingan Selasa 
(06/07) malam. Media merujuk kepada Charrua, penduduk asli Uruguay, yang punya 
tekad kuat dalam menghadapi tantangan apa pun. 
Alun-alun Penuh
Berbeda dengan warga Belanda, 3,2 juta penduduk Uruguay tidak berkeliaran 
dengan kaus kesebelasan nasional. Suasana kota pun normal-normal saja, tak ada 
atribut sepak bola dipamerkan. Namun beberapa minggu terakhir, selepas 
pertandingan Uruguay, alun-alun selalu penuh sesak oleh orang-orang yang 
merayakan kemenangan tim nasional. Mereka bangga, akhirnya kesebelasan nasional 
mereka mengikuti jejak nenek moyang yang cemerlang. 
Prestasi gemilang Uruguay di masa lalu mungkin tak bisa ditandingi lagi. Pada 
Olimpiade 1924 di Paris dan Olimpiade 1928 di Amsterdam, Uruguay merebut medali 
emas. Keberhasilan ini membuat FIFA, yang waktu itu baru didirikan, memutuskan 
menjadikan Montevideo, ibukota Uruguay, sebagai tuan rumah Piala Dunia pertama. 
Piala Dunia pertama yang digelar tahun 1930 kembali dimenangkan Uruguay, sang 
tuan rumah. Empat tahun kemudian, pada Piala Dunia di Roma, Uruguay 
mengundurkan diri dari kompetisi sebagai protes menentang rezim fasisme Benito 
Mussolini. Dan pada 1950 di stadion terkemuka Maracana di Rio de Janeiro, 
Uruguay berhasil menaklukkan Brasil di final dengan 2-1.
Satu-satunya 
Sudah berhari-hari media massa Uruguay dipenuhi sejarah sepak bola Uruguay. 
Tentu saja, media juga menganalisis kualitas pemain kesebelasan nasional saat 
ini, seperti Diego Forlan, pemain Atletico Madrid, Luis Suarez dan Nicolas 
Lodeiro, yang juga bermain untuk Ajax. Ketidakhadiran penyerang Suarez di 
semifinal, akibat kartu merah yang diterimanya ketika bertanding melawan Ghana, 
merupakan bencana bagi Uruguay.
Senin (05/07) kapten Diego Lugano masih belum berani berkomentar mengenai 
kemungkinan lolos ke final. Namun ia cukup puas dengan hasil pertandingan 
sampai saat ini: luar biasa bahwa negara kecil seperti Uruguay jadi 
satu-satunya negara Amerika Latin yang masih bertahan di Piala Dunia. Sedangkan 
negara-negara Latin lainnya, Brasil yang penuh percaya diri, Argentinia, dan 
Paraguay sudah terlebih dahulu diusir pulang. 
Dalam wawancara dengan koran La Repuplica, Gelandang Diego Perez menyatakan, 
"ia merasa terhormat untuk mewakili seluruh kontinen Amerika Latin." Perez 
sadar, Belanda adalah "lawan kuat dengan teknik sangat bagus," namun ia juga 
percaya, timnya mampu mengambil langkah tepat pada waktu yang tepat. 
Permainan Luar Biasa 
Koran Spanyol El Pais menulis, sudah empat kali Uruguay dan Belanda bertanding 
melawan satu sama lain. Tiga dari empat pertandingan dimenangkan Uruguay. 
Satu-satunya kekalahan Uruguay terjadi pada Piala Dunia 1974 di Jerman, ketika 
tim Belanda bermain dengan sangat spektakuler. Sejak saat itu, di seluruh 
Amerika Selatan, kesebelasan Belanda dijuluki 'Naranja Mecanica' - merujuk pada 
permainan tanpa cacat yang disajikan Oranje. 
Oscar Washington Tabarez, pelatih Uruguay, mengakui kekuatan tiga negara Eropa 
yang masih bertahan di Piala Dunia dan berusaha memperebutkan titel Juara Dunia 
di Afrika Selatan. Toh ia lebih percaya kepada kemampuan timnya. "Kami punya 
impian besar. Jika kami tidak punya mimpi dan tak berani mencoba mewujudkannya, 
kami tak akan berada di sini sekarang."




* CAPE TOWN, PESTA ORANJE
Di pasar gelap, harga tiket pertandingan semifinal Uruguay-Belanda malam ini 
meroket sampai 600 dolar. Namun harga selangit itu tetap tak bisa mengurungkan 
niat pendukung membanjiri pertandingan di Cape Town. Penduduk Afrika Selatan 
yang ikut jadi pendukung Belanda, membuat warna oranye menyelimuti kota 
tersebut.
Eric Beauchemin
SOUND - BAND OUTSIDE AIRPORT 
Sekelompok musisi Afrika menghibur wisatawan dan penggila sepak bola yang tiba 
di bandara internasional Cape Town. Bandara ini beroperasi 24 jam untuk 
menangani fans bola domestik dan mancanegara yang membanjiri kota untuk 
menonton semifinal Piala Dunia. Sebagian besar pendukung Belanda tiba di Cape 
Town tak lama setelah kesebelasan Oranje menaklukkan Brasil di Port Elizabeth, 
Jumat lalu. Salah satu fans Oranje yang sedang dalam perjalanan ke Cape Town 
adalah Dirk Jan Aarts yang spontan memutuskan terbang dari Nigeria. 
QUOTE - AARTS
"Setelah menonton kemenangan Oranje atas Brasil di Nigeria, saya spontan 
memutuskan terbang ke Cape Town. Saya menelepon teman-teman, bertanya apa ada 
yang mau ikut. Saya memesan tiket lewat internet dan akhirnya cuma berangkat 
sendiri. Tapi di sini, banyak sekali orang Belanda, saya tak akan kesepian. Oh, 
saya senang sekali."
SOUND - BAND 
Di Waterfront, pusat perdagangan Cape Town, ada sejumlah band menghibur fans 
sepak bola dan pengunjung lainnya. Michel Vekermans, fans bola dari Belanda, 
berada di Afrika Selatan sejak awal Piala Dunia.  
QUOTE - VEKEMANS 
"Kami beruntung Ghana sudah tersingkir. Orang Afrika Selatan mendukung Belanda, 
antara lain karena mereka suka warna oranye.  Saya kira Selasa ini bakal ada 
pesta lagi di kota."
Para supporter Belanda hari ini menyelenggarakan pesta selama enam jam, dihibur 
band dari Belanda dan Afrika Selatan. Mereka juga menggelar kontes Miss Oranje 
dan walikota Cape Town rencananya akan menghadiri event tersebut. 
Sangat sulit bagi orang yang baru datang untuk memperoleh tiket pertandingan 
semifinal, tapi karena banyak tim sudah gugur, banyak orang menjual tiket 
mereka, pasar gelap pun bermunculan. Seperti yang ditemukan tiga fans Belanda 
yang tiba Senin lalu (05/07) di Cape Town: 
"Kebetulan kami datang ke apartemen ini, lalu tiba-tiba ada yang menawarkan 
tiket seharga sekitar $600. Kami mau lihat dulu, apa itu tak terlalu mahal. 
Tapi sepertinya, tidak ada pilihan lain. Kami kan datang khusus untuk nonton 
pertandingan semifinal." 
Seorang supporter Belanda-Kanada Henry Dielemans beruntung, ia masih bisa 
memperoleh tiket lewat jalur resmi. Untuk tiket dari awal sampai akhir 
turnamen, ia harus merogoh kocek sebanyak 2.000 dolar Amerika.  
QUOTE - DIELEMANS
"Dari Kanada, saya berhasil memesan tiket lewat FIFA. Dua atau tiga Piala Dunia 
sebelumnya saya gagal dapat tiket. Sekarang saya bisa nonton pertandingan, dari 
awal sampai final. Jadi kalau Belanda lolos, dan semoga saja terjadi, saya bisa 
nonton mereka di final." 
SOUND - BAND 
Satu hal yang jelas: Berapa pun harga tiket yang sudah dibeli, semua 
jerih-payah akan terbayar jika Belanda lolos ke final.




* KELUARGA KERAJAAN DUKUNG ORANJE 
Tak beda dengan rakyat biasa, keluarga kerajaan Belanda juga mati-matian 
mendukung Oranje. Putri-putri pangeran Willem-Alexander, misalnya, mengikuti 
dengan serius perjuangan kesebelasan nasional di Piala Dunia.
Pada sesi foto tahunan yang digelar Senin lalu (05/07), pangeran 
Willem-Alexander, putri Maxima dan ketiga putri mereka menunjukkan dukungan 
terhadap Oranje. Awalnya, ketiga putri Willem-Alexander dan Maxima berpose di 
depan puluhan fotografer dan juru kamera, namun tak lama kemudian, Amalia (6), 
Alexia (5) dan Ariane (3) sudah asyik mengejar-ngejar bola oranye. Dengan 
ceria, putri Amalia kemudian meniup vuvuzela oranye. 
Sekarang, pasangan putra mahkota ini berada di Afrika Selatan untuk menonton 
pertandingan semifinal Belanda-Uruguay. Kok putri-putri kecil mereka tak ikut? 
"Pertandingan baru mulai pukul 20.30 malam. Mereka kan masih kecil-kecil, jam 
segitu sudah harus tidur," jawab pangeran Willem-Alexander.




* VAN MARWIJK UTAMAKAN KESATUAN ORANJE

Kesebelasan Belanda di ambang final Piala Dunia. Menurut banyak orang ini 
berkat pelatih Bert van Marwijk. Ketika ditunjuk sebagai pelatih tahun 2008, 
orang bersikap skeptis. Tapi kini ia dipuji-puji sebagai pemimpin revolusi 
budaya tim Oranje. 

Bert van Marwijk, 58 tahun, pengganti tokoh legendaris Marco van Basten, tahun 
2008. Orang curiga padanya, karena dikenal sebagai pelatih konservatif yang 
mengutamakan profesionalisme dan kesatuan. Sementara tahun-tahun sebelumnya 
pelatih seperti Van Basten, Louis van Gaal dan Frank Rijkaard terutama ingin 
memperagakan sepakbola indah dan menyerang. Namun pada akhir turnamen, tidak 
ada hasilnya.

Feyenoord
Van Marwijk lahir di Deventer, Belanda timur. Tahun 1970an dan 1980an ia, 
sebagai pemain penyerang dan gelandang, aktif di empat klub sepakbola Belanda, 
termasuk AZ'67 Alkmaar. Ia satu kali bermain untuk kesebelasan Belanda, yakni 
tahun 1975, mengenakan baju oranye dalam pertandingan persahabatan melawan 
Yugoslavia. Namun tanpa sukses. Di waktu istirahat, Belanda ketinggalan 0-2. 
Van Marwijk diganti pemain lain. 

Karirnya sebagai pelatih jauh lebih sukses. Akhir tahun 1990an ia memimpin klub 
kecil Limburg, Fortuna Sittard dan berhasil membawanya lolos ke final Piala 
Belanda (namun kalah melawan Ajax). Menarik bahwa ketika itu ia telah mengasuh 
Mar van Bommel. Van Bommel, kini pemain Bayern Munchen, salah satu pemain utama 
kesebalasan Belanda yang sekarang. Serta anak mantu Van Marwijk. 

Tahun 2000 Van Marwijk pindah klub, yakni Feyenoord, salah satu dari tiga klub 
besar Belanda. Dua tahun kemudian ia mencatat sukses terbesar sebagai pelatih: 
bersama Feyenoord ia menang Piala UEFA ketika dalam babak final berhasil 
menaklukkan Borussia Dortmund, Jerman 3-2. Itu berkat pelatihan khas Van 
Marwijk: ia mengasah tim Feyenoord sehingga menjadi kesatuan yang dengan kerja 
keras mencapai hasil terbaik. 

Ditertawakan
Setelah menjadi pelatih Borussia Dortmund dan lagi-lagi Feyenoord, ia menjadi 
pelatih nasional Oranje tahun 2008. Van Marwijk memulai tugas barunya dengan 
berkata: "Kami punya misi. Kami ingin menjadi juara dunia." Jumat, seusai 
menang atas Brasil 2-1, Van Marwijk menanggapi pernyataannya itu. "Saya sering 
ditertawakan gara-gara ungkapan saya tersebut. Namun kini terbukti kami 
berhasil juga."

Juga ada Piala Dunia di Afrika Selatan terdengar kritikan keras dari Belanda, 
kendati Oranje menang atas Denmark, Jepang, Kamerun dan Slovakia. Di mana 
penggila bola di negara-negara lain sangat bahagia dengan empat kemenangan 
berturut-turut Piala Dunia, fans Belanda malah mengeluhkan gaya konservatif dan 
pertandingan membosankan. Mantan bintang sepakbola Johan Cruijf telah menyebut 
Cile, Oranje baru, karena negeri itu memperagakan sepakbola spektakuler. 

Van Marwijk menanggapi semua kritik dengan terus mengulang bahwa ini bukan soal 
permainan cantik, melainkan menang. Kesatuan, membentuk suatu kelompok dan 
tetap terfokus, itulah kata-kata pelatih timnas. Dan ternyata berhasil. Karena 
tim Belanda tetap satu, sesuatu yang tidak lazim bagi tim Oranje, melihat 
seringkali terjadinya percekcokan intern pada turnamen-turnamen sebelumnya. 

[Percekcokan kecil intern, ketika striker Robin van Persie secara terbuka 
mengeluh ketika ia diganti, telah diselesaikan Van Marwijk dengan mengumpulkan 
seluruh tim dan berbicara kepada mereka.] 

Titik balik
Sementara itu, semua kritik terhadap Van Marwijk bungkam sudah. Ini terjadi 
setelah kemenangan heroik dalam perempat final melawan Brasil. Titik balik itu 
tepatnya pada waktu istirahat. Setelah Oranje pada babak pertama ketinggalan 
0-1, seluruh Belanda bertanya-tanya apa yang harus dilakukan. Analis sepakbola 
di pelbagai studio televisi sibuk membahas pemain mana yang harus diganti. 

Tapi apa yang dilakukan Van Marwijk? Tidak satu pun. Ia tetap mengandalkan 
formasi dasar dan para pemain tidak merusak kepercayaan pelatihnya. Belanda 
menang 2-1 dan taktik Van Marwijk untuk tidak mengganti pemain kini banyak 
dipuji. Van Marwijk: "Mengapa pelatih selalu harus melakukan perubahan? 
Kadang-kadang lebih berani untuk tidak merubah sesuatu." Bisa saja Van Marwijk, 
dengan gaya non-Belanda itu, memegang piala dunia.


* MENGAPA KEKURANGAN PETIKEMAS LAUT

Kekurangan petikemas laut di seluruh dunai mengancam pemulihan kemerosotan 
perdagangan dunia. Namun menurut dunia pengangkutan Belanda, terdapat lebih 
banyak persoalan ketimbang hanya kekurangan saja. Para pengusaha cargo 
berkepentingan dengan kekurangan itu, karena harga menjadi naik. 
Organisasi-organisasi Cargo EVO punya dugaan semacam itu, namun tidak bisa 
membuktikannya. Laporan Johan Huizinga.

Sudah selama beberapa pekan beredar berita dari para analis pasar.  Terjadi 
kekurangan  2 sampai 2,5 juta petikemas  laut, demikian perkiraan peneliti 
pasar Dirk Visser van Dynamar. Dan ia pasti bukan satu-satunya yang 
memperdengarkan lonceng darurat itu. 

Berlayar perlahan

Tentang sebabnya, semua orang sepakat. Akibat resesi perdagangan dunia merosot 
dan permintaan atas petikemas jauh berkurang. 

Jumlah petikemas  yang dibuat berkurang dan para pengangkut bergerak lebih 
lambat guna menghemat  bahan  bakar.  Juga penawaranpun  berkurang,  karena 
petikemas  lebih lama berlayar di laut .  Tetapi menurut Joost  van Doesburg, 
penasehat  politik EVO, itu belum semuanya. 

Kami merasa jengkel bahwa hal itu mengakibatkan tarif yang lebih tingg. Kami 
juga tahu bahwa para pengangkut telah mengambil sejumlah besar petikemas  dari 
pasaran. Banyak petikemas  tua dihancurkan. Namun juga ada  yang nganggur 
menunggu, misalnya kapal-kapal yang ditarik dari pelayaran dan sekarang 
tertambat di Singapura. Atau mereka melakukan hal  itu  dengan sengaja,  agar 
harga tetap mengambang. Sayang kami belum punya bukti itu.

Hampir dua kali lipat

Tetapi menurut Richard ter Haak, direktur perusahaan petikemas  Ter Haak Groep 
Amsterdam, kapal-kapal yang berada di depan Singapura itu hanya merupakan 
bagian dari kekurangan di seluruh dunia. 

Perusahaannya, salah satu yang paling besar di Amsterdam,  tetap sibuk antara 
lain  dengan  produksi, penjualan dan penyewaan berbagai jenis peti kemas. Ia 
masih memproduksinya di Rumania, namun mengambil petikemas  yang paling banyak 
dari Cina. Ia terutama gembira bahwa harga petikemas dalam kurun waktu setengah 
tahun hampir dua kali lipat. 

Mungkin kekurangan itu memang dengan sedar diciptakan, di mana ongkos 
pengangkutan akan melambung, tampak masuk akal.  Tetapi orang juga harus ingat 
bahwa perusahaan-perusahaan cargo itu dalam tahun-tahun yang lalu menderita 
kerugian  maha besar. Jadi memang masuk akal apabila  orang berusaha menutup 
kerugian-kerugian itu. 

Pulang

Kekurangan peti kemas itu tidak bisa cepat diatasi. Tahun-tahun belakangan 
banyak produksi di Cina dihentikan. Para buruh disuruh pulang, kembali ke 
pedalaman, tempat mereka bisa mendapat penghasilan yang hampir sama dengan di 
sektor pertanian, tandas Ter Haak. Mengawali produksi kembali, tidaklah gampang 
seperti diduga. Makanya, kekurangan itu, menurut para analis, bisa berlangsung 
sampai pertengahan tahun depan. 

Masalah lain adalah masalah lama, yakni mengaktifkan kembali ekspor dari Cina 
ke Eropa, tapi peti kemas itu sering kosong kalau kembali ke Asia. Maklum Eropa 
lebih sedikit mengekspor ke Cina. Peti kemas kosong banyak menelan beaya bagi 
perkapalan. Sementara itu, perusahaan cargo berusaha merongrong kekuasaan 
pemilik kapal.  Kemungkinan itu ada, jelas Joost van Doesburg dan EVO>

Peti kemas abu-abu

"Pasti ada. Itu kami sebut "peti kemas abu-abu". Peti kemas yang bisa disewa 
oleh perusahaan cargo atau ekspeditur, tapi bukan milik pemilik kapal. 
Bandingkan dengan palet. Kan bisa disewa juga. Kita bayar sewanya dan kalau 
tidak perlu lagi, kita kembalikan. Sistem ini bisa juga diterapkan dengan peti 
kemas."

Direktur Ter Haak tidak begitu setuju. Tapi sebenarnya tidak ada salahnya. 
Kalau kita menjadi produsen peti kemas atau penyewanya, pasti berkepentingan 
dengan harga yang baik, dan tidak suka dengan peti kemas abu-abu, yang bisa 
disewa dengan murah.


* KANTOR MAJALAH TEMPO DILEMPARI MOLOTOV COCKTAIL

Pada Selasa hari ini sekitar pukul 3:00 subuh, dua orang tak dikenal dengan 
berpakaian hitam dan berkendaran sepeda motor telah melemparkan dua bom Molotov 
cocktrail ke kantor Majalah Tempo di Jakarta. Majalah Tempo pekan lalu 
melaporkan adanya kasus korupsi di kalangan petinggi kepolisian Indonesia. 
Namun sejauh ini belum diketahui, siapa berada di belakang pelemparan ini dan 
apa morifnya. Berikut ikutilah penjelasan Indria Fernida wakil koordinator 
KONTRAS tentang peristiwa tersebut.

Indria Fernida [IF]: Kebetulan pagi tadi kami terima informasi itu, kemudian 
ada beberapa kawan Kontras yang mencoba untuk mengecek ke sana dan mendepat 
penjelasan dari kawan-kawan Tempo. Jadi betul  ada kejadian itu. 

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Apakah ada korban dan sebagainya? 

IF: Sejauh ini kayaknya tidak ada. Itu memang dilakukan pagi-pagi subuh gitu, 
jari ga ada korban apa-apa. 

RNW: Apakah ini merupakan suatu upaya sebagai suatu reaksi dari laporan Tempo 
yang lalu mengenai Polri? 

IF: Mungkin saja. Tetap kerena ini juga baru terjadi dan memang kita coba  
untuk melalui prosedur hukum yang berlaku, jadi ini menjadi kewenangannya 
polisi. Itu untuk melihat apa yang terjadi. pagi itu. Karena bisa saja kondisi 
yang carut-marut ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang lain. Jadi saya pikir, 
penyelidikan polisi itu menjadi penting untuk melihat siapa sebenarnya yang 
melakukan ini. 

RNW: Apa yang dilemparkan itu? Diberitakan bahwa ada dua orang bersepeda motor 
yang berpakaian hitam, apa memang demikian keadaannya?

IF: Saya sendiri masih tidak tahu persis ya, karena itu memang informasi yang 
disampaikan oleh Satpam yang di Tempo ya. Tspi karena mereka yang melihat 
langsung, mungkin juga. 

RNW: Dari pihak Tempo sediri bagaimana? Adakah mereka menduga-duga siapa yang 
berada di belakang ini? 

IF: Ya semua dugaan itu bisa saja. Karena keadaan yang dialami Tempo pada saat 
ini memang membuka ruang respon balik dari pihak-pihak yang dilaporkan 
Tempo.Tapi sekali lagi, karena ini juga merupakan bentuk tindakan minimal gitu 
ya,. Jadi saya kira penting memang untuk dilakukan penyelidikan. 

Wawancara .lengkap dengan Indria Fernida ini dapat anda jumpai dalam situs web 
kami   www .rnw.nl


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke