---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Minggu 11 Juli 2010 14:00 UTC



** FIDEL CASTRO TAMPIL DI MUKA UMUM

** PERINGATAN JATUHNYA KANTUNG SREBRENICA

** ROSSETA MELINTASI LUTESIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SEBELAS TIP UNTUK KALAHKAN SPANYOL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AMSTERDAM SIAP-SIAP BERPESTA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AYAH ALMA HILANG UNTUK SELAMANYA DI 
SREBRENICA



* FIDEL CASTRO TAMPIL DI MUKA UMUM

Havana (ANP/EFE) - Untuk kali pertama sejak beberapa bulan terakhir ini, mantan 
Presiden Kuba, Fidel Castro, tampil di muka umum. Ia berkunjung ke Pusat 
Penelitian Ilmiah Nasional, di ibukota Havana. Situs web pemerintah, Cuba 
Debate, Sabtu lalu menayangkan gambar kunjungan mantan presiden yang berusia 
lanjut tersebut.

Fidel Castro, yang kini berusia 83 tahun, pada tahun 2006 mengalihkan kekuasaan 
negara pada adik laki-lakinya, Raul Castro. Selanjutnya Fidel Castro menjalani 
operasi berat, dan berusaha untuk memulihkan kesehatannya kembali. Pada 
Februari 2008, Raul Castro resmi dipilih oleh parlemen Kuba sebagai presiden. 
Sampai sekarang Fidel Castro masih menjadi pemimpin partai komunis Kuba. Fidel 
Castro tampil terakhir kali, Desember tahun lalu.


* PERINGATAN JATUHNYA KANTUNG SREBRENICA

Potocari (ANP) - Ahad ini, puluhan ribu orang diharapkan akan hadir dalam acara 
peringatan jatuhnya kantung Srebrenica, pada bulan Juli 1995. Begitu berhasil 
menguasai kota Srebrenica dan bukit-bukit di sekitarnya, tentara Bosnia Serbia, 
di bawah komando Jendral Mladic, membunuh ribuan pria muslim. Diperkirakan, 
delapan ribu orang tewas, dalam kasus kejahatan perang paling parah di Eropa, 
sejak Perang Dunia Kedua.

Akan ikut menghadiri acara peringatan, di antaranya, Presiden Serbia, Boris 
Tadic, Presiden Kroasia, Ivo Josipovic, dan Perdana Menteri Turki, Tayyip 
Erdogan. Belanda mengirim Menteri Pertahanan, Eimet van Middelkop. Pada tahun 
1995, pasukan PBB asal Belanda mendapat tugas untuk melindungi kantung 
pengungsi di Srebrenica. Mereka ternyata tidak mampu mencegah tentara Serbia 
memisahkan pengungsi pria, mengangkut muslimin Bosnia tersebut ke tempat lain, 
dan kemudian membunuhnya.


* ROSSETA MELINTASI LUTESIA

Paris (ANP/AFP) - Sabtu kemarin, Rosseta, pesawat ruang angkasa tanpa awak 
milik Eropa berhasil terbang melintasi asteroida Lutesia. Rosseta berhasil 
membuat beberapa foto benda angkasa tersebut. Dengan demikian, pada masa yang 
akan datang, mungkin manusia mampu melindungi planet bumi dari benturan benda 
angkasa seperti itu.

Rosseta terbang dengan kecepatan sekitar 48.000 kilometer per jam, di lapangan 
asteroida, di antara Mars dan Jupiter. Pesawat seharga 1 milyar euro ini, 
berhasil mendekati Lutesia hingga jarak sekitar 3.200 kilometer.


* KRISIS GEREJA ANGLIKAN

London (ANP) - Di Inggris, gereja Anglikan berada dalam suasana krisis. Sabtu 
malam kemarin, usul kompromi untuk memungkinkan pengangkatan uskup wanita, 
tidak disetujui. Menurut usul kompromi tersebut, keberadaan uskup wanita bisa 
diterima, dengan syarat ia berfungsi bersama seorang uskup pria.
Tadinya, dengan usul ini, Kardinal Cantenbury, Rowan Williams, masih berharap 
akan bisa membujuk kalangan penentang uskup wanita. Namun, para penentang 
mengancam, mereka akan pindah ke geraja Katolik Roma, jika wanita bisa diangkay 
menjadi uskup. Sementara itu, Paus Benedictus ke XVII menyatakan, pintu gereja 
Katolik Roma terbuka bagi mereka.


* SOMALIA HARAMKAN NONTON BOLA

Mogadishu (ANP) - Dengan makin mendekatnya saat pertandingan final kejuaraan 
sepakbola dunia di Afrika Selatan, keadaan di banyak negeri juga makin tegang. 
Ketegangan tidak hanya melanda Belanda dan Spanyol. Di Somalia, hal ini, 
kadang, benar-benar merupakan urusan hidup atau mati. Penguasa penganut garis 
islam radikal di Somalia tidak menyukai olahraga paling populer di dunia ini, 
dan memaksakan pendapat tersebut pada penduduk.

Sejak kejuaraan berlangsung, banyak berita dari Somalia melaporkan adanya 
penangkapan, penyiksaan di muka umum, hingga eksekusi hukuman mati, dengan 
tuduhan menonton pertandingan sepakbola di televisi. Hari Ahad ini, milisi 
al-Shabaab dan Hizbul Islam menyatakan, larangan tersebut masih tetap berlaku. 
Untuk menyaksikan pertandingan sepakbola, pecandu bola di Somalia harus berani 
mempertaruhkan nyawa mereka. Menurut koran Washington Post, yang terbit hari 
ini, selama satu bulan ini, sudah terjadi lima kali eksekusi hukuman mati, 
karena melanggar larangan nonton sepakbola.


* KORBAN TOPAN ALEX DI MEKSIKO

Mexico City (ANP) - Regu penyelamat bencana banjir di Meksiko menemukan dua 
orang gadis cilik yang berhasil menyelamatkan diri, di sebuah pohon. Dua gadis 
berusia sembilan dan sepuluh tahun tersebut berhasil selamat karena memeluk 
erat-erat batang pohon. Mereka berada di atas pohon, selama empat malam, tanpa 
makan dan minum. Menurut polisi negara bagian, Tamaulipas, di Meksiko 
Timurlaut, orangtua kedua gadis tersebut tewas tenggelam. Topan Alex, yang 
pekan lalu melanda Meksiko Timurlaut, dipastikan telah menewaskan 30 jiwa.


* UNJUK RASA DI KATALONIA

Barcelona (ANP) - Sabtu kemarin, di Barcelona, ratusan ribu warga Katalonia 
turun ke jalan menuntut kemerdekaan dari Spanyol. Dengan moto, 'kami merupakan 
negara tersendiri', dan 'kami ingin menentukan nasib kami sendiri', mereka 
menentang putusan Mahkamah Agung Spanyol beberapa pekan lalu, yang mencabut 
pasal-pasal mengenai status otonomi Katalonia.
Kepala negara bagian Katalonia, pemimpin partai sosialis, Jose Montilla, 
memimpin aksi unjuk rasa di pusat kota Barcelona. Pihak polisi memperkirakan, 
sekitar satu juta orang, ikut melakukan aksi unjuk rasa ini.


* BANJIR LANDA CINA SELATAN

Beijing (ANP/RTR) - Bencana banjir dan longsor di Cina Selatan menelan puluhan 
korban jiwa. Limabelas orang masih dinyatakan hilang, menyusul hujan deras yang 
berlangsung selama beberapa hari. Sejak awal Juli lalu, cuaca buruk membuat 
lebih dari 17 juta penduduk menghadapi berbagai kesulitan. Hingga saat ini, 
sekitar 42.000 rumah roboh, dan 121.000 lainnya mengalami rusak berat. Ratusan 
ribu lahan pertanian hancur. Diperkirakan, kerugian materi sudah mencapai satu 
milyar euro.


* SEBELAS TIP UNTUK KALAHKAN SPANYOL
Enambelas juta warga Belanda tahu bagaimana cara mengalahkan Spanyol di final 
kejuaraan sepakbola dunia. Khusus bagi pelatih tim nasional Bert van Marwijk: 
sebelas tip untuk menggondol piala dunia tersebut.
1. Metode Swiss
Pada babak penyisihan grup, Swiss menunjukkan cara mengalahkan Spanyol: 
ramai-ramai menjaga pertahanan, mengulur-ulur waktu dan keberuntungan (dan ini 
harus agak dipaksakan). Hasilnya: menang 1-0. Sehari setelah kesalahan bodoh 
ini terjadi, suatu koran pagi Belanda menulis: "Spanyol tidak tahu harus 
berbuat apa menghadapi gaya permainan bola seperti itu. Sutradara Andres 
Iniesta menebar sekian banyak operan-operan pendek, tapi barisan depan tidak 
dilengkapi dengan kemampuan menembak akurat, kecermatan dan keberuntungan."
3. Obrak-abrik lapangan tengah
Namanya sudah disebut: Andres Iniesta. Sutradara La Furia Roja. Intinya, terus 
kuasai bola, dan superior di runag gerak sempit. Di lapangan tengah, berusaha 
menciptakan kombinasi bersama Xavi, Busquts dan Xabi Alonso: empat orang ini 
bisa membuat orang terkesima. Mereka akan meluncur ke kotak penalti, dan dengan 
operan jitu, menciptakan peluang untuk mencetak gol. Obrak-abrik mereka, dan 
Spanyol akan bingung. Tugas menarik bagi Mark van Bommel dan Nigel de Jong.
3. Singkirkan top scorer Villa
Spanyol sangat tergantung pada top scorer David Villa. Dari tujuh gol 
kemenangan Spanyol di putaran final kejuaraan sepakbola ini, lima di antaranya 
atas nama Villa. Karena itu, singkirkan Villa, dan Spanyol akan mampu mencetak 
gol. Dan tim yang tidak bisa mencetak gol, juga tidak akan menang. 
4. Wes we can!
Tip paling jitu tentunya dari orakel sepakbola Belanda, Johan Cruijff, yang 
sebelum kejuaraan dunia ini berlangsung pun sudah menunjuk Spanyol sebagai 
favorit. Setelah duel melawan Jerman, Cruijff menyatakan, tim Spanyol bermain 
seperti FC Barcelona: "penguasaan bola, bermain menusuk, dan langsung mengurung 
lawan jika kehilangan bola."  Agar bisa mengalahkan Barcelona, orang harus 
bermain seperti Inter Milan, juara Champions League. Dan siapa motor di 
belakang kekuatan Inter? Wesley Sneijder. Ia belum lama ini menyatakan, sama 
sekali tidak takut menghadapi Spanyol. "Usahakan jangan kehilangan bola di 
lapangan tengah, dan jika menguasai bola, tunjukkan keberanian."
5. Kali ketiga akan berhasil
Oranje tampil untuk kali ke tiga di babak final kejuaraan dunia. Dua kali 
sebelumnya cukup terkenal; dua kali konfrontasi, melawan Jerman pada tahun 
1974, dan melawan Argentina pada tahun 1978. Dan sayangnya, dua kali kalah. 
Saat tepat untuk mengutip ungkapan Belanda kuno: 'drie keer is scheepsrecht' 
yang artinya, kali ketiga pasti akan berhasil. Lagipula, Spanyol pun belum 
pernah jadi juara dunia. Bahkan belum pernah lolos ke babak final.
6. Keuntungan bermain di kandang lawan
Selain itu, di babak final, Belanda dua kali harus bertanding melawan tuan 
rumah. Posisi yang sangat tidak menguntungkan. Tapi, di Afrika Selatan ini, 
kasusnya lain. Selanjutnya, lebih banyak warga Afrika Selatan keturunan 
Belanda, ketimbang keturunan Spanyol. Singkat kata: walaupun bermain di luar 
kandang, tapi Belanda lebih diuntungkan.
7. Lagu kebangsaan Spanyol
Jika dua lagu kebangsaan dikumandangkan, Belanda sudah unggul 1-0. Karena, 
sementara tim Belanda menyanyikan lagu kebangsaan Wilhelmus dengan penuh 
semangat, pada saat lagu kebangsaan mereka dikumandangkan, tim Spanyol terpaksa 
tutup mulut. Ternyata lagu kebangsaan Spanyol tidak dilengkapi dengan teks. 
Lagi pula, lagu kebangsaan Spanyol, La Marcha Real, atau Mars Kerajaan, berasal 
dari abad ke XVIII, sementara Wilhelmus dari tahun 1932. Jadi, jauh lebih muda. 
Yang lebih muda, akan menggondol piala.
8. Sekali lagi permalukan Jerman
Jerman ternyata tidak bisa menerima kekalahan mereka. Belanda tahu ini, dan 
tadinya, bersedia memaklumi hal itu. Hingga, usai kalah dalam duelmelawan 
Spanyol menyatakan, pelatih tim nasional Jerman Joachim Low menyatakan: 
"Spanyol akan jadi juara dunia." Menurut Low, Belanda sama sekali tidak punya 
peluang. Wie Bitte? Orang Jerman menganggap Belanda tidak punya peluang? Oranje 
tidak perlu punya motivasi lain lagi!
9. Gelang keseimbangan
Hal yang banyak dibicarakan dan tidak bisa dianggap remeh. Senjata rahasia dan 
jimat Oranje. Gagasan Wesley Sneijder: gelang yang menggambarkan kesatuan tim 
Oranje. Semua pemain menggenakan gelang ini. "Walaupun hal ini cuma akan 
membantu 0,1 persen saja," kata Dirk Kuijt, menaksir manfa'at gelang tersebut.
10. Dendam 1983
Masih ingat? Pada tahun 1983, Spanyol dan Belanda bertarung memperebutkan satu 
tempat di putaran final kejuaraan Eropa 1984. Desember sebelumnya, Belanda 
mengalahkan Malta dengan skor 5-0. Di grup ini, tinggal tersisa duel Spanyol 
lawan Malta. Spanyol harus menang dengan selisih sebelas gol, agar selisih 
saldo mereka lebih banyak dari Belanda. Hasilnya 12-1. Kini masih beredar 
desas-desus, bahwa Spanyol menyogok Malta. Cukup alasan untuk balas dendam!
11. Percaya kekuatan sendiri
Alasan paling penting untuk bisa berhasil dalam pertandingan bersejarah ini 
tentu: percaya pada kekuatan sendiri. Bagaimana kemampuan Oranje? Dan ini 
sebenarnya tidak usah dipertanyakan. Enam duel tak terkalahkan selama babak 
final ini. Tim yang sangat berpengalaman, serangkaian keberhasilan, memiliki 
seorang pemain yang selama musim sepakbola tahun ini tampil paling sukses, 
Wesley Sneijder, sebagaimana halnya seorang pemain lain yang paling 
mengagumkan, Robben, dan seorang pelatih, yang sudah pernah menjadi juara dunia.
Oke, memang cuma juara main kartu klaverjassen, tapi toh ...




* AMSTERDAM SIAP-SIAP BERPESTA
Keputusan pertama yang diambil walikota baru Amsterdam Eberhard van der Laan 
adalah memastikan ibukota akan menjadi tuan rumah perayaan untuk timnas Belanda 
ketika pulang dari Afrika Selatan. Nicola Chadwick 
Juru bicara walikota mengatakan: 
"Kami selama satu tahun melakukan persiapan perayaan Hari Ratu, yang dikunjungi 
750.000 orang. Kini kami punya waktu lima hari untuk menyelenggarakan pesta 
yang dihadiri satu juta orang. "
Jika tim Belanda mengalahkan Spanyol dalam final Piala Dunia Ahad (11/07) satu 
juta orang diperkirakan datang untuk menyaksikan pemain sepak bola yang dengan 
perahu keliling kanal-kanal terkenal Amsterdam menuju lapangan Museumplein. 
Jika kalah, tur keliling kanal dibatalkan. 
Rumah perahu
Dewan kota telah memeriksa rute yang dimulai dari pangkalan angkatan laut. Tur 
hanya melewat sembilan rumah perahu. Semuanya telah difoto dan difilm 
seandainya nanti mengalami kerusakan. Pada perayaan Piala Eropa 1988, gara-gara 
banyak orang berdiri di atas rumah perahu, beberapa di antaranya tenggelam. 
Dua jembatan ditutup untuk umum karena tidak mampu menahan begitu banyak orang.
Rijksmuseum dan museum Van Gogh telah memutuskan untuk tutup Selasa(13/07) 
selama perayaan. Kedua museum akan memasang spanduk besar di depan bangunan 
untuk ikut meramaikan suasana. Spanduk oranye yang dipasang di museum Van Gogh 
Jumat (09/07) bertuliskan "Sukses Oranje!"
Sementara spanduk di Rijksmuseum bergambarkan foto Putri Amalia meniup vuvuzela 
berukuran enam kali enam meter. 
Massa
Tindakan tambahan diambil untuk menjamin massa dapat dikendalikan. Tiga perusuh 
sepak bola, yang menghina petugas polisi seusai semifinal Selasa (06/07) tetap 
ditahan sampai perayaan di ibukota selesai. 
Dalam harian Belanda Trouw, mantan walikota Ed van Thijn memperingatkan bahwa 
ini penting untuk memastikan pemain sepak bola mencapai tujuan tepat waktu. 
"Kerumunan warga yang tidak sabar sangatlah berbahaya," katanya. 
28 Juni 1988 merupakan hari perayaan terbesar sejak pembebasan Belanda pada 
akhir Perang Dunia II, ketika ratusan ribu orang berdiri di pinggir kanal, 
menyaksikan tim pemenang lewat dengan perahu terbuka. 
Begitu mereka mencapai lapangan Museumplein, Ruud Gullit harus meminta massa 
mundur sedikit karena orang-orang di depan terdesak. 
Habis
Tiket penerbangan untuk final di Afrika Selatan habis terjual. Pangeran Mahkota 
Willem-Alexander, Putri Maxima dan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende akan 
menghadiri pertandingan di stadion Soccer City di Johannesburg.
Layar lebar besar akan dipasang di sejumlah alun-alun kota Belanda sehingga 
orang bisa menonton pertandingan di luar. Pertandingan bahkan ditayangkan 3D di 
bioskop. Pengunjung acara-acara seperti North Sea Jazz Festival dan festival 
Over het IJ juga melakukan persiapan sehingga orang bisa menonton final. 
Tapi tidak semua orang akan menonton pertandingan. Beberapa kota Belanda yang 
sangat fundamentalis agama, tidak memperbolehkan menonton televisi pada hari 
Minggu. Surat kabar Kristen ortodoks Reformatorisch Dagblad tidak melaporkan 
pertandingan karena berlangsung pada hari Tuhan -hari Ahad-.
Hak siaran
Sementara itu pelbagai pertanyaan timbul dalam parlemen bagaimana asosiasi 
sepakbola Belanda (KNVB) bisa menjual hak eksklusif penyiaran perayaan Selasa 
kepada stasiun televisi komersial SBS6. Menurut anggota partai Kristen Demokrat 
CDA Joop Atsma, itu adalah acara publik, diselenggarakan dewan kota dan karena 
itu harus bisa disiarkan semua media. 
"KNVB bermain dengan api. Pihak berwenanglah yang memungkinkan perayaan ini dan 
untuk itu telah mengeluarkan banyak waktu dan uang di mana tengah dilakukan 
penghematan di kepolisian dan bidang-bidang lain. Sangat aneh KNVB minta uang 
untuk hak siaran. "




* AYAH ALMA HILANG UNTUK SELAMANYA DI SREBRENICA

Akhir pekan ini, adalah 15 tahun lalu pembantaian masal terjadi di desa Bosnia, 
Srebrenica. Pembantaian masal di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Militer Bosnia 
Serbia membunuh 8 ribu warga muslim, termasuk ayah Alma  Mustafic, Ia adalah 
karyawan militer Belanda yang bekerja sebagai pasukan perdamaian PBB. Laporan 
Sebastiaan Gottlieb.

Rizo Mustafic bekerja sebagai mekanik listrik di Dutchbat, tentara PBB Belanda 
ketika pasukan Bosnia Serbia menyerang Srebrenica pada 11 juli 1995. Bersama 
keluarganya ia mengungsi ke pangkalan militer PBB asal Belanda yang lebih aman. 
Ia tidak sendiri, puluhan ribu pengungsi muslim lainnya juga berada di 
Srebenica. Mustafoc diijinkan masuk dan masuk daftar orang yang akan diungsikan 
oleh tentara Belanda. Namun Alma dan ibunya kaget, ketika ayahnya, Rizo, pada 
menit terakhir toh harus pergi. Ia diserahkan kepada tentara Serbia, Alama 
menjelaskan: 

Semuanya berlangsung dengan cepat sekali. Ia didorong begitu saja, kami harus 
jalan terus. yang masih saya ingat saya menoleh melulu, mau tahu apakah masih 
bisa melihat ayah untuk terakhir kali. Dan ibu berkata setiap kali: "Jangan 
menoleh, jangan menoleh, nanti kami ditahan juga!"

Ini adalah untuk kali terakhir Alma melihat ayahnya. Setelah itu tidak ada 
kabar lagi darinya, dan sisa-sisa jasadnya tidak ditemukan. 

Alma pindah ke Belanda setelah Srebrenica jatuh ke tangan Serbia. Ini adalah 
keinginan almarhum ayahnya. Ia tidak mau Alma menjadi besar di negara yang 
korup. Alma mengganti kewarganegaraannya dan kini mengajar hukum perpajakan di 
Sekolah Tinggi Utrecht, Hoogeschool Utrecht. 

Ia merasa kurang senang tinggal di negara yang tidak membantunya pada tahun 
1995:

Saya tidak yakin para serdadu secara pribadi bisa mengubah situasi saat itu, 
saya yakin kalau pimpinan tentara Belanda bersikap lain, maka kasus ini akan 
berakhir beda. Bayangkan, ayah 100 persen yakin mendapat perlindungan, namun 
karena kesalahan seorang karyawan dinas kepegawaian dikirim ke nasib maut. Ini 
menyakitkan sekali. Saya selalu ingat, ia sebenarnya masih bisa tinggal di 
sini. Dan tidak ada kata maaf.

Kesalahan

Yang menjengkelkan Alma adalah ketidak-pastian yang tetap ada sekitar apa yang 
sebenarnya terjadi di Srebrenica. Ia mau kebenaran akan terungkap dan 
pemerintah Belanda mengaku melakukan beberapa kesalahan:

"Kalau Belanda tidak melakukan kesalahan, mengapa ada begitu banyak dokumen 
rahasia yang tidak boleh kita lihat. Orang Belanda tahu bahwa ada banyak 
pembantaian dan di hari-hari berikutnya akan terjadi pembunuhan massal. Saya 
kira kalau semua fakta terungkap maka akan kentara pemerintah Belanda 
meelakukan begitu banyak kesalahan dan mereka takut akan dituntut ganti rugi 
yang luar biasa besarnya".

Pekan ini Alma Mustafic dan keluarga korban lainnya meminta kejaksaan Belanda 
menuntut pimpinan pasukan PBB asal Belanda di Srebrenica dengan hukum pidana. 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Jalan panjang penggalian mayat

Cintia Taylor

Setelah 15 tahun kejadian genosida di Srebrenica penggalian kuburan masal masih 
berlangsung di daerah ini. Sampai saat ini sudah 73 kuburan masal yang digali 
kembali dan 6,481 korban sudah diidentifikasi. Namun jumlah korban yang belum 
ditemukan adalah 1500, itulah sebabnya para penyelidik yakin jumlah kuburan 
masal masih akan bertambah.

Kuburan yang baru saja digali lagi dekat Srebrenica adalah Zalazje. Makam 
sebesar 45 m x 15 m ini diperkirakan adalah bagian dari 6 sampai 8 kuburan 
masal yang sama dan yang dikaitkan dengan pembunuhan  "Gudang Kravica", di mana 
sekitar 1000 orang laki-laki dibunuh dengan granat tangan.

Menurut para pakar forensik Komisi Internasional Untuk Orang Hilang (ICMP), 
kuburan ini adalah kuburan kedua, artinya jasad yang ditemukan sebelumnya sudah 
dikubur ditempat lain. Dalam pemindahan ini terjadi kerusakan  pada jasad-jasad 
ini. 

Direktur Jenderal ICMP Kathryne Bomberger menyebut fakta ini sebagai penghalang 
identifikasi  para korban: "Diusahakan untuk memindahkan jasad-jasad ini dari 
sekian banyak kuburan masal ke kuburan lain yang menyebabkan jasad-jasad ini 
tetap tidak dikenal". Sebagai contoh, seorang pria yang bagian-bagian jasadnya 
ditemukan di 11 lokasi pemakaman.

Selanjutnya Kathryne Bomberger juga menunjuk pada kenyataan bahwa para pelaku 
genosida ini tetap membisu dan menolak bekerjasama dengan para penyidik. 
Penemuan kuburan masal dengan demikian tergantung dari keterangan para saksi 
saja dan dari penemuan fakta oleh Tribunal Kriminal Internasional untuk bekas 
Yugoslavia di Den Haag.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke