--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 12 Juli 2010 14:30 UTC ** ORANJE TETAP DIBAWA KELILING KANAL AMSTERDAM ** SPANYOL BERPESTA RIA ** PERTEMUAN NEGARA HARIMAU DI BALI ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: SOROTAN MEDIA TENTANG LAGA FINAL PIALA DUNIA ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: APA BOLEH BUAT KITA KALAH ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: MEDIA ASING MENCINCANG KESEBELASAN BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERLUKAH UU PERLINDUNGAN BARU BAGI SAKSI DAN KORBAN? * ORANJE TETAP DIBAWA KELILING KANAL AMSTERDAM Kesebelasan Belanda Selasa nanti tetap akan dibawa naik kapal mengelilingi kanal-kanal Amsterdam menjelang pemberian penghargaan di Alun-Alun Museumplein. Demikian diumumkan pemkot Amsterdam Senin (12/07). Sebelumnya keliling kanal itu akan diadakan hanya kalau Oranje menjadi juara pertama. Setelah berunding dengan para pemain akhirnya pemkot memasukkan acara keliling kanal. Dengan cara ini, menurut walik kota Eberhard van der Laan, para fans bisa melihat para jagoan mereka. Selain itu juga ada alasan keamanan. Dengan adanya acara keliling kanal, maka pengunjung tersebar di berbagai tempat. Acala keliling kanal itu berlangsung dua jam dan dimulai sekitar jam 15:00. Pada jam 17.00 sampai 17.45 para pemain akan diberi penghargaan di Museumplein. * SPANYOL BERPESTA RIA Di kota-kota seperti Madrid, Barcelona, Sevilla dan Zaragoza warga ramai-ramai turun ke jalan Ahad pagi untuk merayakan kemenangan timnasnya. Sejumlah orang Belanda dan kelompok migran ikut memeriahkan pesta di pusat kota Barcelona. Demikian tulis koran El Pais. Meski warga Catalan kurang menyenangi kesebelasan nasional Spanyol, tapi sekitar 75 ribu warga di jalan raya Maria Cristina nonton barang. Di gunung olympiade Montjuich di Barcelona berbagai penggemar bola mencoba membakar bendera Catalan. Namun polisi berhasil mencegah peristiwa itu. Di Madrin sekitar 250.000 warga nonton bareng. Seusai pertandingan, dan Spanyol ternyata menang, di jalan raya terjadi arak-arakan mobil dengan kegaduhan klaksonnya. Beberapa jam kemudian ternyata banyak warga pingsan dan sekitar empat puluh orang terpaksa dirawat di rumah sakit. * PERTEMUAN NEGARA HARIMAU DI BALI Tiga belas negara mengadakan pertemuan di Bali untuk membahas nasib harimau. Ke-13 "negara macan" akan menyusun rancangan agenda KTT di Rusia September nanti. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dalam pidato pembukaan antara lain mengatakan, pertemuan itu digelar karena terhadap nasib binatang buas itu. Harimau di Indonesia semakin terancam punah. Tiap tahun banyak harimau dibunuhi oleh penduduk kampung dan pemburu liar. Menteri Kehutanan menyebut "tidak adanya penegakan hukum" merupakan penyebabnya. Negara-negara yang akan hadir pada KTT di St Petersburg, Rusia itu adalah Banglades, Butan, Cina, India, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Rusia, Thailand dan Vietnam. * FORLAN RAIH BOLA EMAS, SNEIJDER PERAK Pemain sepak bola Uruguay Diego Forlan terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2010. Ia meraih 23,4 persen suara dari para jurnalis sepak bola. Nilai ini memadai untuk meraih Bola Emas. Wesley Sneijder dianugerahi Bola Perak. Ia menduduki posisi kedua dengan 21,8 persen suara. Pemain Spanyol meraih nomor tiga, dengan 16,9 persen. Forlan menggantikan posisi Zinedine Zidane, pemain bola Prancis yang terpilih sebagai pemain terbaik pada 2006. * EDISI PERTAMA MAJALAH AL QAIDAH Edisi pertama majalah Al Qaidah yang berbasis di Yaman diterbitkan Ahad (11/07). Edisi online yang terdiri dari 67 halaman itu memuat berbagai artikel berupa tip tentang jihad. Tulisan yang terutama ditujukan buat muslim Amerika itu misalnya memberi informasi tentang bagaimana membuat bom dari bahan yang didapati di rumah sehari-hari seperti gula, baterei dan sebagainya. Ada juga tip kepada calon mujahid agar menyelami budaya lokal tempat ia tinggal. Majalah ini juga memuat artikel tetang cara berkomunikasi dengan ponsel yang aman. Selain itu ada juga tulisan tentang pembawaan barang menggunakan rangsel dan lain-lain. * TIDAK ADA KERUSUHAN BERARTI DI BELANDA Meski tim Oranje kalah, di Belanda tidak terjadi kerusuhan yang berarti. Menurut kepolisian, insiden hanya terjadi di berbagai kota. Di Den Haag polisi anti huru hara menindak dan menangkap empat puluh orang perusuh. Di kota-kota lain kadang-kadang terjadi kerusuhan, tapi bisa teratasi. Amsterdam, tempat 180.000 orang nonton barang, relatif tenang. Jawatan kereta api Belanda NS mengerahkan tambahan kereta untuk mengangkut penumpang ke dan dari ibukota Belanda itu. * PENCABUTAN MANTAN TALIBAN DI DAFTAR PBB Presiden Afghanistan Hamid Karzai ingin agar lima puluh mantan fungsionaris Taliban dikeluarkan dari daftar teroris PBB. Demikian diberitakan koran Amerika The Washington Post. Karzai konon berpendapat, tindakan itu akan mempermudah perundingan rekonsiliasi dengan Taliban. Reaksi PBB skeptis. Organisasi dunia ini ingin melihat dulu bukti bahwa para mantan pejuang Taliban itu bena-benar telah meninggalkan kekerasan. Upaya mendekati Taliban ini merupakan keputusan KTT Perdamaian yang diselenggarakan awal Juni lalu. Apa yang disebut Jirga ini, yang dihadiri 1600 wakil suku kelompok etnis dan para pemimpin agama itu, memutuskan sebuah pernyataan. Pernyataan itu terdiri dari enam belas poin yang di antaranya imbauan rekonsiliasi dan perlucutan senjata. * BOM DI KAMPALA, UGANDA Akibat pemboman di Uganda 64 orang meninggal. Jumlah yang terluka juga sekitar 64 orang. Dua bom meledak serentak di ibukota Kampala. Ini terjadi di lokasi tempat orang menonton bersama laga final Piala Dunia. Korban terbanyak di klab rugby, yang jumlahnya 49 orang. Satu bom lagi meledak di sebuah restoran. Menurut kantor berita AP, pemboman itu ditujukan kepada warga Eropa dan Amerika. Kedutaan Amerika mengatakan, seorang warga Amerika tewas. Polisi Uganda menduga, kelompok militan Somalia berada di balik pemboman. Ini untuk pertama kali kelompok yang berkaitan dengan Al Qaidah itu, aktif di luar Somalia. * ISRAEL SALAH MENYERANG KONVOI KEMANUSIAAN Tentara Israel membuat kesalahan besar waktu aksi 31 Mei menyerang konvoi bantuan yang menuju ke Gaza, lalu menewaskan 9 aktivis pro Palestina. Demikian tercantum dalam laporan penyelidikan tentara Israel sendiri menurut harian Yediot Ahronoth. Di sejumlah jajaran komando, dari perwira paling atas sampai di tentara yang melakukan aksi, ada yang salah. Persiapan aksi tidak beres, instruksi tempur tidak jelas dan tentara tidak mempunyai informasi yang dapat dipercaya mengenai konvoi itu. Komisi yang diketuai mantan jenderal Giora Eiland akan mengumumkan laporan hari ini. Tebalnya 150 halaman dan merupakan akhir penyelidikan pertama terhadap aksi militer di Laut Tengah. Selain itu masih ada juga penyelidikan sipil mengenai insiden tersebut. * BELANDA KALAH, AMBON TEGANG Polisi Indonesia di kota Ambon, Maluku, bersiaga penuh setelah terjadi kerusuhan akibat kekalahan kesebelasan Belanda dalam final Piala Dunia 2010. Keributan terjadi saat pertandingan baru dimulai. Pendukung tim Spanyol dan Belanda saling lempar batu di kawasan Batu Gantung. Ketika pertandingan usai, para pendukung Belanda yang emosi berpawai dan kembali baku hantam dengan pendukung Spanyol. Keributan kemudian berubah menjadi kerusuhan. Akibatnya 11 toko dan satu kendaraan bermotor hancur. Tidak ada korban jiwa dalam persitiwa ini. Gubernur Ambon meminta semua pihak tenang dan menjaga keamanan. Ambon 10 tahun silam dikoyak perang saudara antara warga muslim dan kristen. Konflik berjalan selama lima tahun dan ribuan orang tewas dalam peristiwa itu. Selama Piala Dunia berlangsung Maluku, kota Ambon khususnya berwarna oranye dan di mana-mana berkibar bendera Belanda. Warga mendukung kesebelasan Belanda karena faktor sejarah dan hubungan kekeluargaan. Salah satu pemain inti Oranje, Giovanni van Bronckhorst, berdarah Maluku. * AFRIKA SELATAN BANGGA PIALA DUNI BERHASIL Media Afrika Selatan bangga dengan keberhasilan Piala Dunia. Skenario negatif yang diramalkan tidak terjadi sama sekali. Afsel pun malah ingin berusaha menjadi tuan rumah Olympiade. Koran Afrika Selatan The Times muncul dengan kepala berita "Kita berhasil." Menjelang Piala Dunia ada kekhawatiran kriminalitas yang tinggi dan keamanan yang tidak memadai bisa menganggu keamanan. Tapi Piala Dunia berjalan lancar tanpa ada insiden yang berarti. * BURSA ASIA POSITIF Nilai bursa-bursa Asia naik saat dibuka Senin (12/07). Ini berkat data positif makro ekonomi dari Cina. Namun Indeks Nikkei saat ditutup merugi 0,4 persen pada 9548,11 poin. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,6 persen bertengger pada 1734, 05 poin. Nilai euro Rp 11401,3574 dan nilai dolar Rp 9050,50 * SOROTAN MEDIA TENTANG LAGA FINAL PIALA DUNIA Semua koran tentunya menyorot kekalahan tim Oranje merebut Piala Dunia di Afrika Selatan. Oranje kalah 0-1 dari Spanyol dalam perpanjangan waktu. Untuk ketiga kalinya kesebelasan Belanda gagal di final kejuaraan dunia. Semua persiapan pesta besar-besaran Oranje Minggu malam, lenyap ibarat kabut yang hilang diterpa sinar matahari dari selatan. Berita utama koran TROUW. Kalah tapi bangga demikian koran SPITS. Wasit Inggris delapan kali membagi kartu kuning dan satu kartu merah. Oranje menangis di pertandingan dramatis di final kejuaraan dunia di Johannesburg demikian koran Algemeen Dgablad dengan menampilkan foto Arjen Robben yang "terkapar" dengan di rumput stadion Soccercity. Dengan foto yang sama di halaman muka koran de Volkskrant terbit dengan judul "Lagi-lagi Gagal". Di halaman muka koran dengan oplag terbesar de Telegraaf tampak foto van Persie dan Robben yang kecewa berat. "Bertarung seperti singa" dengan judul de Telegraaf. Dan koran berbahasa Inggris menampilkan foto mantan presiden Nelson Mandela dan istrinya Graca Machel melambai-lambaikan tangan menutup kejuaraan dunia sepakbola 2010 di Afrika Selatan. Polisi di Ambon disiap siagakan setelah pecah kerusuhan setelah kekalahan tim Oranje. Bgeitu pertandingan final Belanda-Spanyol dimulai berbagai insiden. Pendukung tim Oranje dan Spanjol saling melempar batu di Gunung Batu. Begitu pertandingan selesai fans Oranje yang kecewa turun ke jalan. Mereka baku-hantam dengan fans Spanyol. Insiden semakin marak dan menjadi kerusuhan. 11 toko dan mobil dirusak. Tidak dilaporkan berapa jatuh korban. Gubernur Maluku mengimbau semua warga agar tetap tenang. Selama kejuaraan dunia bola 2010, fans berbusana dengan atribut Oranje turun ke jalan. Dukungan bagi Belanda tentunya berlatar belakang historis selain hubungan keluarga. Banyak warga Maluku tinggal di Belanda atau punya keluarga di Belanda. Giovanni van Bronckhorst, selaku captain kesebelasan Oranje di Afrika Selatan berdarah Maluku. Sepuluh tahun lalu Ambon menjadi ajang kerusuhan berdarah antara warga Muslim mdan Kristen. Kerusuhan yang berlangsung selsama 5 tahun menelan ribuan korban jiwa. * APA BOLEH BUAT KITA KALAH Tidak saja kecewa tapi fans bola Belanda di Soccer City Johannesburg juga marah atas kekalahan tim Oranje. Siapa biangnya: wasit, ketua Fifa Blatter, semua bersalah. Suasana selama pertandingan tegang terus sejak awal, karena gol yang ditunggu-tunggu tidak juga muncul sampai babak kedua selesai. Di lapangan di luar stadion bola terbesar di benua Afrika itu, pertandingan susah diikuti. Saat pertandingan akan dimulai, sekelompok pemuda Afrika bernyanyi dan menari di depan stadion. Dua helikopter terbang di atas Soccer City. Mereka yang kurang beruntung mendapat tiket berkumpul di luar stadion di udara yang dingin mencekam. Mereka tidak bisa mengikuti apa yang terjadi di dalam stadion sampai akhir pertandingan. Juga ketika Spanyol mencetak gol, mereka tidak tau tim apa yang skor. Mereka baru tahu ketika sejumlah fans Spanyol keluar stadion, berteriak: "Espana ! Senang banget! Spanyol menang piala dunia! Pertandingan yang luar biasa." Bagi fans Belanda, kekalahan begitu pahit, sampai beberapa fans hanya bisa mengutarakan kekecewaan mereka dengan menggerutu. "Brengsek habis deh!!" Fans lain masih punya harapan sampai detik terakhir. "Saya kira kami akan bertahan sampai penalti. Tiba-tiba Spanyol bikin goal. Teman-teman di Belanda bilang itu off-side. Itu benar-benar susah sekali diterima", kata seorang fans. Banyak fans Belanda punya rasa sentimen yang sama dan ada yang mengkritik presiden FIFA, Sepp Blatter. "Sayang. Lagi-lagi salah wasit dan kalau Blatter tetap tidak mau menggunakan rekaman kamera, dia lebih baik langsung masuk rumah jompo saja. Tidak masuk akal dia masih menghalangi. Tidak bisa begitu lagi. Ini tidak saja terjadi terhadap kesebelasan Belanda, tapi juga terhadap negara-negara lain. Tidak boleh terjadi lagi." Seorang fans Oranje lain sangat kritis terhadap wasit. "Wasit sangat berperan penting. Terlalu banyak kartu kuning. Lalu juga kartu merah. Pemain tim Oranje tinggal 10 orang lawan 11. Tendangan penalti lebih adil," katanya. Orang-orang asing yang mendukung Oranje menanggapi kekalahan Belanda dengan kepala dingin. "Pertandingan yang bagus. Apa boleh buat ? Kita kalah." * MEDIA ASING MENCINCANG KESEBELASAN BELANDA Citra kesebelasan Belanda di media asing tercemar, setelah mereka kalah di final melawan Spanyol. Hujan kartu kuning dan satu kartu merah. Menurut semua media pertandingan berjalan kasar. Terutama, atau hanya tim Oranje saja. Radio Cadena SER di Spanyol sangat negatip mengenai permainan Belanda. Stasiun radio ini menuduh Oranje 'main kotor'. Menurut Radio Cadena SER tim pelatih Bert van Marwijk itu sama sekali tidak mirip lagi kesebelasan Belanda yang begitu terkenal seperti tahun tujuh puluhan. Harian Katalonia La Vanguardia berpendapat tim Spanyol tidak memperlihatkan permainan yang bagus karena dua alasan. Pertama kegugupan pemain Spanyol sendiri, dan kedua kekasaran dalam permainan Belanda. Harian-harian Belgia memperparah luka pemain dan fans Belanda. 'Spanyol memberi Oranje trauma baru setelah 117 menit', tulis De Morgen. Harian itu menunjuk ke final tahun 1974 dan 1978 di mana Belanda juga kalah. De Standaard menyimpulkan Belanda berduka. Namun ada satu hiburan dalam drama ini: fans Oranje tidak menunggu hasil pertandingan untuk menggelar pesta besar yang meriah dan nasionalistis. Pindah ke negara tetangga Jerman, harian Frankurter Allgemeine berpendapat Spanyol jarang bisa bermain lancar karena permainan kasar dan kegigihan tim Belanda. Die Tageszeitung menulis kadang-kadang terdengar protes di Soccer City kalau ada lagi seorang Spanyol yang melayang. Harian tabloid Bild menyebut-nyebut 'final jelek'. Menurut mereka seharusnya Nigel de Jong kena kartu merah karena 'tendangan kungfu' ke dada Xabi Alonso. Di Inggeris The Daily Telegraph menyebut final Piala Dunia 'sangat jelek'. Harian itu berpendapat bahwa terutama Belanda yang bersalah karena melakukan banyak pelanggaran. Harian-harian lain di Inggeris juga mencela dengan tajam tim Belanda. Menurut The Independent tidak perlu sedih karena Belanda tidak menjadi juara dunia. Kesimpulannya Oranje bersedia melakukan apapun untuk mengalahkan tim Spanyol di bawah pimpina pelatih Vicente del Bosque. 'Suatu keajaiban hanya Johnny Heitinga, pemain belakang Everton, yang satu-satunya mendapat kartu merah', tulis The Independent. Koran-koran di Afrika pada umumnya lebih lunak. Cape Times di Afrika Selatan menyebut kesebelasan Belanda 'tim terbaik yang belum pernah meraih Piala Duna.' Tayangan di radio dan tv di Ghana memperlihatkan bahwa Spanyol memang wajar menjadi juara dunia. Tapi sebaliknya orang Belanda pahlawan karena nasibnya sama dengan timnas Ghana melawan Uruguay. Dukungan paling kuat untuk Oranje datang dari masyarakat Kenya. The Daily Nation menulis bahwa kekalahan pukulan yang menyakitkan buat orang Belanda. Ucapan presentator tv-show di Kenya paling menarik: "Hari ini saya akan cuci kaus oranyeku karena bernoda air mata." * PERLUKAH UU PERLINDUNGAN BARU BAGI SAKSI DAN KORBAN? Dengan terjadinya penganiayaan terhadap seorang akvitis Indonesian Corruption Watch (ICW, Tama S Langkun, pekan lalu, timbul pertanyaan apakah perlu dibuat undang-undang (UU) baru guna melindungi saksi dan korban? Belum memadaikah UU yang selama ini sudah ada? Berikut uraian Harry Wibowo dari KONTRAS tentang kasus tersebut kepada Radio Nederland Wereldomroep. Harry Wibowo [HW]: Kita perlu memperjelas bahwa undang-undang perlindungan saksi dan juga korban, saya rasa sudah cukup memadai. Undang-undang perlindungan saksi dan korban di dalamnya juga termasuk lembaganya. Yang kedua seharusnya Indonesia sudah menanda-tangani suatu deklarasi tentang Human Right Defendance ini deklarasi yang sebenarnya tidak hanya manyangkut Human Right Defendance secara khusus, tetapi juga para aktivis umumnya. Yaitu perlindungan yang memadai, dengan asumsi, tentu saja, bahwa aktivis-aktivis anti-korupsi termasuk bagian di dalamnya. Kedua hal ini secara undang-undang, secara hukum sudah cukup memadai, jika pemerintah memang sungguh-sungguh mengungkap kejahatan yang dilakukan terhadap kaum aktivis ini, penganiayaan, lalu teror, intimidasi dan lain sebagainya. Tapi di lain sisi juga pemerintah seharusnya cukup melindungi. Saya kira undang-undang yang ada sudah cukup memadai. Sehingga sekarang terpulang pada inforcement dari pihak pemerintah dalam hal ini sudah tentu pihak kepolisian. Radio Nederlandd Wereldomroep [RW]:: Kalau undang-undangnya sudah cukup memadai, sudah cukup menjamin, tetapi toh kembali terjadi praktek-praktek seperti jaman Orde Baru. Ini bagaimana bisa ter jadi, di mana letak persoalannya? HW: Saya rasa ini tidak lepas dari praktek, selain korupsi tentu saja, praktek kolusi dari kekuasaan yang saya rasa masih ada. Ini juga seperti yang terjadi atau yang diungkap oleh Majalah Tempo - korupsi di Kepolisian. Wawancara selengkapnya dengan Harry Wibowo ini dapat anda ikuti di link di bawah ini: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/perlukah-uu-baru-perlindungan-saksi --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
