---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 11 Oktober 2010 15:10 UTC



** ALASAN PENUNDAAN KUNJUNGAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

** PRESIDEN AFGHANISTAN BEREMBUK DENGAN TALIBAN

** JUNTA MILITER MYANMAR LEPAS TAPOL

** GEMA WARTA, TINJAUAN PERS: DAMPAK HADIAH NOBEL PERDAMAIAN BAGI CINA DAN SBY 
SEBETULNYA TIDAK TAKUT

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: PENELITIAN MEDIS TIDAK ETIS SUDAH ADA SEJAK 
DULU

** GEMA WARTA, TOPIK BELANDA: BELANDA, SURGA PENGUNGSI HOMOSEKSUAL?

** GEMA WARTA, TOPIK SEPAK BOLA: SWEDIA: WAKTU TEPAT MELAWAN BELANDA 

** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA: PEMBATALAN KUNJUNGAN SBY KE BELANDA MASIH ADA 
EKORNYA, SBY ANTARA LAIN DINILAI PENAKUT



* ALASAN PENUNDAAN KUNJUNGAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Presiden Yudhoyono membatalkan kunjungannya ke Belanda bukan karena khawatir 
akan ditahan seperti yang dituntut RMS. Demikian jurubicara luar negeri Teuku 
Faizasyah dalam artikel di harian Belanda Trouw. Indonesia tahu seorang kepala 
negara mendapat kekebalan hukum. Yang menjadi kejutan di Indonesia adalah waktu 
sidang pengadilan, mengapa justru pada saat kunjungan kenegaraan presiden SBY, 
dan tidak sebelum atau sesudahnya. Memang pengadilan Belanda independen, namun 
dampak sidang kilat ini adalah pesan negatif yang sangat berbeda dengan 
kehangatan dan kehormatan bagi ratu Beatrix selama kunjungan kenegaraan ke 
Indonesia pada tahun 1995. Demikian Teuku Faizasyah dalam koran Trouw.


* PRESIDEN AFGHANISTAN BEREMBUK DENGAN TALIBAN

Presiden Hamid Karzai menyatakan hal ini dalam wawancara dengan televisi 
Amerika CNN. Ia menyebut pertemuan sampai sekarang tidak resmi dan pribadi 
serta sudah berlangsung beberapa waktu. Pertemuan antara pemerintah Afghanistan 
dengan Taliban sudah dilaporkan harian Amerika The Washington Post pekan lalu. 
Presiden Karzai sudah lama berusaha berunding dengan Taliban namun usaha ini 
gagal karena Taliban hanya bersedia berunding, kalau pasukan asing meninggalkan 
Afghanistan. Perundingan saat ini masih dalam tahap awal, namun diharapkan akan 
lebih bersifat formal dengan dibentuknya Dewan Perdamaian. Demikian presiden 
Hamid Karzai kepada CNN.


* JUNTA MILITER MYANMAR LEPAS TAPOL

Junta militer Myanmar berencana melepas 3 ribu tahanan, mereka diberi 
kesempatan mencontreng dalam pemilu bulan depan. Demikian seorang sumber di 
kalangan kehakiman Myanmar. Belum jelas siapa yang akan dibebaskan, namun tapol 
paling penting Aung San Suu Kyi diperkirakan tidak termasuk daftar mereka yang 
akan dibebaskan. Seorang jurubicara Partai Demokrat pimpinan Aung San Suu Kyi, 
memperkirakan yang dibebaskan oleh junta militer adalah 3 ribu pencuri gurem. 
LSM hak-hak asasi manusia menyatakan sekitar 2200 tapol mendekam dalam penjara 
Myanmar, namun pemerintah menyangkal menahan aktivis politik di 43 penjara dan 
100 kamp tahanan Myanmar.


* PARA TOKOH WANITA BELANDA KECEWA

Para tokoh perempuan Belanda yang aktif dalam dunia bisnis dan politik kecewa, 
formatur kabinet baru Belanda, Mark Rutte memilih tokoh laki-laki yang 
berpengalaman. Jumlah menteri perempuan untuk kabinet baru hanya dua orang 
saja. Demikian Neelie Kroes, komisaris Uni Eropa dan seorang tokoh perempuan 
penting Belanda yang kecewa karena pesannya pada Rutte tidak digubris. Yang 
penting adalah kesepakatan menyebut kuota jumlah menteri perempuan sebelumnya, 
ada cukup tokoh perempuan Belanda yang tepat untuk jabatan menteri. Jumlah 
wanita yang menduduki posisi penting harus seimbang. Demikian komisaris Eropa 
Neelie Kroes.


* JEPANG DAN CINA RUJUK

Menteri pertahanan Jepang dan Cina berembuk di Vietnam untuk menyelesaikan 
masalah kedaulatan beberapa pulau di Laut Cina Timur yang kaya sumber alamnya. 
Demikian media pemerintah Cina. Rembukan antara kedua negara besar Asia ini 
adalah yang pertama setelah Beijing membekukan hubungan diplomatik tingkat 
tinggi dengan Tokio. Mereka sepakat untuk membentuk jaringan komunikasi 
diplomatik yang bisa menangani perselisihan antara kedua negara.


* DALAI LAMA KRITIK SIKAP CINA

Tanggapan negatif Beijing atas hadiah Nobel perdamaian untuk disiden Liu Xiabao 
adalah sikap tidak menerima suara-suara para kritisi di Cina. Demikian pemimpin 
Tibet Dalai Lama yang juga menerima penghargaan Nobel untuk perdamaian tahun 
1989. Sikap Beijing adalah dampak berkuasanya kelompok keras yang berpegang 
teguh pada cara berpikir kuno. Demikian lanjut dalai Lama. Beijing juga menuduh 
Dalai Lama seorang pembangkang dan separatis. Sementara itu, LSM Human Rights 
Watch di Amerika Serikat menyatakan, Liu Xiaobo mempersembahkan hadiah Nobel 
perdamaian ini untuk para korban huru-hara selama unjuk rasa mahasiswa di 
lapangan Tienanmen pada tahun 1989. Istrinya dikenakan tahanan rumah hari 
minggu kemarin.


* PEMILU DI KIRGHIZIA

Di luar dugaan kelompok nasionalis memenangkan pemilu di negara Asia tengah 
ini. Pemilu ini adalah yang pertama dalam kurun waktu 20 tahun. Awal tahun ini 
terjadi bentrok etnis antara warga Kirghizia dengan minoritas Usbekistan. 
Kemenangan partai nasionalis Ata Zhurt, mencemaskan para pengamat. Partai ini 
menyatakan tidak akan ada perlakuan sama bagi kaum minoritas. Sementara 
presiden Rosa Otunbajeva menyatakan pemilu ini adalah pemilu bersejarah dan 
organisasi keamanan dan kerjasama Eropa OESO menyatakan puas dengan jalannya 
pemilu.


* BERITA BURSA

Bursa Amsterdam dibuka positif setelah Wall Street di New York Jum'at lalu 
ditutup dengan laba. Di Asia bursa saham memberi gambaran beraneka ragam. Para 
pelaku bursa saham mengharapkan suntikan dana oleh bank sentral Amerika, 
Federal Reserve, akan mendorong bursa secara positif. Indeks AEX di Amsterdam 
mencatat laba 0,4 persen mencapai 337,90 poin. Bursa London, Frankfurt dan 
Paris mendapat laba sampai 0,5 persen.

Nilai tukar Valas:
C 1 = Rp 12481,00
$ 1 = Rp   8935,00


* DAMPAK HADIAH NOBEL PERDAMAIAN BAGI CINA DAN SBY SEBETULNYA TIDAK TAKUT

Harian Algemeen Dagblad menulis, peraih Nobel Perdamaian Liu Xiabao menangis di 
selnya setelah diumumkan sebagai pemenang. Ia menangis ketika istrinya Liu Xia 
akhirnya diizinkan  untuk mengunjunginya di penjara Jinzhou. Sehari sebelumnya 
disiden Cina itu mendengar bahwa ia menerima hadiah Nobel Perdamaian.

Pencekalan Istri
Sebelum pengumuman pemenang,  kebebasan Liu Xia sang istri, dibatasi. Ia 
mengatakan bahwa polisi mencoba memindahkannya dari Beijing dan menawarkan 
kunjungan ke penjara suaminya. Sementara itu sambutan rakyat Cina akan hadiah 
Nobel Perdamaian untuk Liu Xiabao disambut dingin di jalanan di kota Beijing.

Perlu diketahui Li Xiabao harus mendekam di penjara untuk jangka waktu sebelas 
tahun. Hal itu merupakan ganjaran akibat keterlibatannya dalam mengeluakan 
petisi Charta 08 yang menuntut reformasi di Cina. Sebelumnya ia juga dipenjara 
setelah turut serta dalam peristiwa demonstrasi berdarah di Lapangan Tien An 
Men 1989.

Tidak Akan Tunduk
Orang-orang tetap diam mendengar adanya penghargaan tersebut. Mereka masih 
menganggap tabu untuk membicarakan hal itu. Dan sebetulnya, kebanyakan warga 
Cina tidak mengenal siapa Liu Xiabao. Menurut perhitungan para ahli, pemerintah 
Cina tidak akan tunduk terhadap kritik atas kebijakan hak-hak asasi manusia 
yang dilancarkan, kata Nicolas Bequelin dari Human Rights Watch di New York.

Justru sebaliknya, gerak para kritisi dan aktivis akan semakin dipersulit. 
Seperti dikatakan Xina, istri salah seorang tahanan politik dari Mongolia. 
"Kontrol terhadap internet akan diperketat dan kami tidak akan mungkin 
mendobraknya".

Presiden SBY
Dari Cina kita kembali menyorot soal pembatalan kunjungan kenegaraan Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono. 

Harian Trouw menulis Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono tidak takut, tapi 
merasa tersinggung. Menurut Tengku Faizasyah jurubicara SBY yang menulis 
artikel di koran tersebut, pembatalan itu bukan karena takut, tapi lebih karena 
menyangkut harga diri.

Akibat pengajuan tuntutan dari RMS ke Pengadilan Singkat Den Haag, agar 
pemerintah Belanda menangkap SBY, maka Presiden RI merasa harga dirinya 
tercoreng dan membatalkan kunjungan pada saat-saat terakhir menjelang 
keberangkatan.

Harga Diri
Sidang Pengadilan Singkat tersebut lanjut Faizasyah digelar sesaat sebelum 
kedatangan Presiden SBY ke Belanda. Hal itu mengejutkan SBY dan menimbulkan 
tanda tanya: Mengapa pengadilan tersebut tidak diselenggarakan sebelum atau 
sesudah kunjungan SBY ke Belanda?

Jubir presiden tersebut melanjutkan: Kelompok kecil di Belanda telah merusak 
hubungan baik antar dua negara. Mereka melukai harga diri rakyat Indonesia.

Hal itu tentu saja dapat dipahami karena hubungan erat antar dua negara 
bukanlah melalui penandatanganan kontrak dan kesepakatan. Tapi lebih karena 
rasa saling menghormati antar kedua negara.

Demikian Trouw dan sekian pula Ulasan Pers kali ini.


* PENELITIAN MEDIS TIDAK ETIS SUDAH ADA SEJAK DULU

Penelitian medis tidak etis, sudah ada sejak dulu. Contoh belum lama ini adalah 
kemarahan pemerintah Guatemala pada Amerika.

Namun, walaupun sangat tidak etis, apakah penelitian seperti itu memang 
bermanfaat? Dan jika bermanfaat, apakah hasil seperti itu tidak penuh noda?

Penisilin
Pemerintah Amerika resmi meminta maaf pada Guatemala, mengenai penelitian medis 
yang mereka lakukan pada tahun 1940-an. Ratusan warga Guatemala ketika itu 
dengan sengaja ditulari penyakit sifilis dan gonore oleh dokter Amerika. Dalam 
rangka mengetes kemanjuran obat baru, penisilin, menghadapi penularan penyakit 
kelamin pada tahap dini. Presiden Guatemala, Alvaro Colom, menamakan kasus ini 
'kejahatan terhadap kemanusiaan'.

Percobaan dilakukan pada narapidana dan pasien rumah sakit jiwa. Dalam beberapa 
kasus, tim peneliti sengaja memerintahkan pelacur penderita penyakit kelamin 
berhubungan seksual dengan narapidana.

Peneliti Amerika, Susan Reverby, menemukan kasus ini dalam arsip, ketika ia 
melakukan penelitian mengenai kasus percobaan serupa terhadap buruh kulit hitam 
Amerika, di perkebunan kapas. Januari lalu, peneliti ini menerbitkan hasil 
penelitian yang ia lakukan, di situs webnya:
(<http://www.wellesley.edu/WomenSt/fac_reverby.html>)

Nazi Jerman
Di mana-mana, di seluruh dunia berlangsung penelitian medis yang sebenarnya 
tidak etis. Yang paling parah, pada masa Nazi Jerman. Richard Zegers, sejarawan 
medis di Academisch Medisch Centrum Amsterdam menemukan banyak kisah sangat 
menyedihkan. Misalnya penelitian ilmuwan Nazi, Hans Konradt Reiter, yang 
ternyata gagal, menewaskan ratusan korban jiwa manusia.

Richard Zegers: "Hans Konradt Reiter melaksanakan serangkaian percobaan untuk 
menangani penyakit tifus, dan mencoba mengembangkan vaksin baru. Untuk tujuan 
ini ia dengan sengaja menularkan penyakit tifus pada ratusan penghuni kamp 
konsentrasi di Buchenwald, dan di Natzweiler-Struthof, kamp konsentrasi untuk 
warga Prancis. Dengan demikian mereka semua terkena penyakit tifus, dan ratusan 
orang meninggal dunia. Beberapa orang di antara mereka mendapat vaksinasi, yang 
ternyata sama sekali tidak bermanfa'at. Para penderita penyakit tifus tersebut, 
atau sebenarnya, para korban tersebut, semua meninggal dunia".

Malaikat Maut
Percobaan dokter di kamp Auschwitz, Joseph Mengele, yang dikenal dengan julukan 
'Malaikat Maut', benar-benar sadis, kata Richard Zegers. Dokter ini misalnya 
melakukan percobaan seberapa jauh tubuh manusia tahan menerima sengatan setrum 
listrik.

Ia langsung melakukan percobaan atas tubuh penghuni kamp. Satu demi satu 
penghuni kamp tersebut mendapat dosis setrum listrik, makin lama makin banyak. 
Hanya untuk mengetahui, kapan mereka jatuh pingsan, dan terutama untuk melihat 
pada saat mana mereka tidak bisa bangun lagi.

Pil KB
Juga banyak kasus baru, dari negara-negara lain. Penelitian penyakit kelamin di 
Guatemala merupakan contoh gamblang, bagaimana peneliti Amerika bisa bertindak 
kelewat batas. Demikian menurut guru besar etik medis, Toine Pieters, dari VU 
Medisch Centrum Amsterdam.

Ia menunjuk pada percobaan pil anti kehamilan. Pada tahun 1950-an, keamanan pil 
ini masih belum jelas. Terutama, dampak sampingannya. Dan di Amerika sendiri, 
sulit mendapatkan manusia yang bisa dijadikan kelinci percobaan.

Toine Pieters: "Percobaan dilakukan pada tahun 1956, pada wanita Puerto Riko. 
Kalangan miskin tentu gampang untuk dijadikan kelinci percobaan, ketimbang 
wanita Amerika yang jauh lebih kaya. Di Amerika sendiri sulit untuk melakukan 
hal seperti itu. Dan para peneliti memilih jalan paling mudah, mencari wanita 
Puerto Riko".

Rezim Jorge Rafael Videla
Lebih parah lagi percobaan dokter mata pada masa rezim Jorge Rafael Videla di 
Argentina. Tahanan menjadi obyek percobaan obat tetes selaput mata. Puluhan 
tahanan menjadi buta. Tapi, karena banyak di antara korban ini hilang begitu 
saja, kisah lengkap percobaan ini tetap menjadi misteri.

Malah, juga terdapat beberapa kasus paling anyar. Evert van Leeuwen, etikus 
medis dari Radboud Universiteit Nijmegen merujuk pada percobaan obat anti 
malaria di Filipina, pada akhir tahun 1990-an.

Evert van Leeuwen: "Penduduk setempat diberi obat pencegah malaria. Dan lalu 
mereka, sebagaimana semua orang lainnya, dibiarkan menjadi sasaran gigitan 
nyamuk. Para peneliti tinggal menunggu, apakah obat tersebut mampu mencegah 
penyakit malaria. Percobaan ini berhasil, dan obat pencegah dijual pada para 
turis. Sementara penduduk Filipina sendiri, tidak mampu membelinya".

Manfaat Percobaan
Baik Toine Pieters mau pun Evert van Leeuwen tidak menyangkal, bahwa percobaan 
yang mengerikan pun bisa saja bermanfaat. Secara ilmiah, bahkan kegunaan hasil 
penelitian Joseph Mengele pun jelas.

Memang berguna untuk mengetahui seberapa jauh tubuh manusia mampu menerima 
sengatan arus listrik. Misalnya, untuk membuat senjata setrum listrik yang 
tidak membahayakan jiwa. Dan, berbagai aturan keselamatan kerja di berbagai 
instalasi listrik pun, menggunakan hasil penelitian tersebut.

Percobaan di Filipina juga menunjukkan bahwa penelitian seperti itu bermanfaat. 
Juga percobaan pil KB pada wanita Puerto Riko. Dampak samping semua pil anti 
hamil yang beredar sekarang ini, sudah jauh berkurang. Hasil penelitian dokter 
mata di Argentina kini digunakan di seluruh dunia.

Mati Sia Sia
Walaupun demikian, kita semua harus berpikir mengenai penggunaan lebih lanjut 
hasil-hasil penelitian tersebut. Apakah kita harus menjauhinya? Atau, perlu 
melihat dengan sudut pandang lain?

Evert van Leeuwen: "Sejak tahun 1990-an, para etikus medis telah mendiskusikan 
hal ini. Beberapa orang berpendapat, kita boleh saja menggunakan hasil 
penelitian seperti itu, dengan syarat, memberi ganti imbalan pada keluarga para 
korban. Namun, ada juga orang yang selalu ingin konsisten. Bagi mereka jelas, 
jangan pernah menggunakan hasil penelitian seperti itu ... Yah, kalau begitu, 
semua korban tewas sia-sia".


* BELANDA, SURGA PENGUNGSI HOMOSEKSUAL?

Penangkapan, penyiksaan, ancaman mati. Hal-hal biasa bagi banyak pengungsi yang 
meninggalkan negara asal karena mereka homoseksual. Di Belanda mereka berharap 
bisa mendapatkan izin tinggal dan ketenangan. Tapi setiba di kamp penampungan 
pencari suaka, mereka kembali tertimpa masalah sama. Demikian ujar 
Aboutabdullah, laki-laki Palestina berusia 24 tahun. Laporan redaksi Radio 
Nederland Wereldomroep.
 
Keluarganya sendiri mengurungnya di rumah ketika tetangga melaporkan 
Aboutabdullah gay. Suatu saat ia berhasil melarikan diri, tapi dinanti kakak 
dan pamannya. Mereka menembak Aboutabdullah di kakinya. Bagi Aboutabdullah itu 
saatnya untuk segera meninggalkan tanah airnya Yordania.
 
Ia menuju Belanda, negeri yang menurut informasi di internet dan ruang chat, 
ramah terhadap kaum homoseksual. Sambil menanti keluarnya izin tinggal, 
Aboutabdullah tinggal di pusat penampungan Eindhoven. Di tempat itu ia kembali 
menerima ancaman mati.
 
"Saya ditempatkan di sebuah kamar bersama dua atau tiga laki-laki hetero. 
Mereka berbincang-bincang tentang perempuan dan kadang-kadang menggunakan 
marihuana. Ketika tahu saya gay mereka memperlakukan saya dengan kasar dan 
berbahasa kasar! Karena menurut agama mereka, saya itu bajingan." 
 
'Masalah kamu'
Aboutabdullah menjadi sasaran sindiran dan ejekan pencari suaka Islam lainnya. 
Situasi makin parah. Seorang laki-laki Somalia memukulnya hingga babak belur. 
Pelaku kedua menghampirinya di kamar mandi dan mengancamnya dengan pisau. 
Mereka tidak takut terhadap penjaga kamp: 
 
"Saya berbicara dengan petugas keamanan tentang Belanda dan hal-hal lain. Kami 
tertawa. Lalu datanglah seorang laki-laki Somalia. Ini terjadi pada bulan 
Ramadan. Ia berkata dalam bahasa Arab: Hey gay, kami akan bunuh kamu. Petugas 
keamanan sedikit mengerti bahasa Arab dan berkata: Kalau kamu nggak suka gay, 
keluar saja dari Belanda. Saya juga gay dan jika kamu nggak suka, itu masalah 
kamu. Kamu harus menghargai kami."
 
Penjaga melaporkan peristiwa ini kepada kepala pusat penampungan suaka. Baru 
ketika Aboutabdullah mengeluh pada otoritas Den Haag, ia dipindahkan.
 
Buka rahasia
Bagi Secret Garden, yayasan yang mewakili pengungsi asal negara-negara non 
Barat, kisah Aboutabdullah dan banyak orang lain menjadi alasan untuk 
melapornya pada pihak berwenang. Itu dilakukan Senin (11/10) pada hari Coming 
Out yang bermaksud menentang kekerasan terkait homofobia. Mereka menuntut 
supaya penampungan pengungsi homoseksual harus lebih aman.
 
Setelah kisahnya sempat disorot media, orang sering mengundang Aboutabdullah 
untuk tinggal di tempat mereka selama beberapa malam. Ia sering mengabulkan 
tawaran itu. Sambil menunggu keputusan tentang izin tinggalnya ia mengatakan 
lebih memilih meninggal di Belanda daripada pulang ke Yordania.
 
Namun ia tetap tidak bisa mengerti:
 
"Belanda dikenal karena memperjuangkan hak-hak homoseksual. Saya tidak tahu 
mengapa saya menghadapi masalah itu di sini. Seharusnya kan tidak."


* SWEDIA: WAKTU TEPAT MELAWAN BELANDA 
Dengan semakin didesaknya tim Belanda untuk tampil gemilang dengan gaya 
menyerang yang menarik, pertandingan melawan Swedia Selasa ini bisa menjadi 
thriller sejati. Tapi apakah tim Belanda akan tampil bersemangat penuh 
sementara ada kontroversi gaya main mereka yang agresif? Laporan Theo Thomas.
Pada akhir pekan kemarin pelatih sepak bola terkenal Guus Hiddink ikut juga 
mengkritik timnas Belanda yang bermain begitu kasar pada Piala Dunia di Afrika 
Selatan lalu. Ini bukan "cara Belanda", katanya kepada media Belanda. 
"Gaya bola yang ditampilkan Belanda pada Piala Dunia akan segera dilupakan. 
Satu-satunya yang mau diingat orang dari pertandingan final itu adalah 
pelanggaran ala kungfu yang dilakukan Nigel de Jong- dan ini sangat memalukan." 
Reputasi Belanda bertambah rusak gara-gara tandangan membabi buta yang 
dilakukan De Jong pada pertandingan sepakbola Inggris. Lawannya Hatem Ben Arfa 
patah kakinya, dan klubnya, Olympique Marseille, sekarang mengancam akan 
menggugat pemain Belanda itu.

"Memalukan"  
De Jong tidak langsung dihukum, tapi pelatih Orange Bert van Marwijk, tidak 
mengikutsertakannya dalam tim Belanda untuk Piala Eropa 2012 melawan Moldavia 
dan Swedia. 
Namun pemain Swedia Zlatan Ibrahimovic mengatakan, insiden itu terlalu 
dibesarkan. 
"Saya kira itu keputusan memalukan [mengeluarkan Nigel de Jong dari timnas 
Belanda,red.]. Jika berpikir begitu, maka bakal banyak pemain yang tidak boleh 
main untuk tim mereka. Saya kenal De Jong dan mirip saya sedikit. Kami mau 
menang." 

Pertandingan mengesankan 
Meski tanpa De Jong dan ada kritikan terhadap gaya main Belanda, pertandingan 
Selasa antara dua tim di Group E bakal tegang, karena keduanya akan bermain 
menyerang. Hasilnya akan ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan kelemahan 
lawan, tandas pelatih Swedia Erik Hamren:
"Tiap tim mempunyai kelemahan dan terserah kita untuk menemukan dan 
memanfaatkan kelemahan itu."
Hamren mengatakan, timnya memiliki kesempatan baik untuk menang melawan 
Belanda. 
"Belanda menduduki posisi kedua di rangking FIFA dan kami nomor 32: tidak 
diragukan lagi siapa favoritnya. Namun kadang-kadang saya suka bermimpi, dan 
dalam pikiran saya, kami bermain sejumlah pertandingan melawan Belanda- dan 
kami memenangkan semuanya."
Perasaan optimis Hamren ini didukung oleh mayoritas warga Swedia, kata Johan 
Orrenius, wartawan olah raga majalah Expressen. <http://www.expressen.se/> "Ini 
waktu yang tepat untuk bermain lawan Belanda," katanya. Pertama-tama, Swedia 
akan lebih bugar ketimbang lawannya, kata Orrenius. Berbeda dengan orang 
Belanda, pemain Swedia tidak diganggu oleh kecapekan Piala Dunia. Dan berbeda 
dengan Belanda, pemain Swedia tidak bermain di babak penyisihan di negara jauh 
empat hari sebelum laga mereka.  
Udara segar
Apalagi, ada angin segar bagi tim Swedia. Pelatih baru Erik Hamren, 
mengikutsertakan beberapa pemain baru dan memperkenalkan gaya main lebih nekad 
dan berisiko, jelas  Orrenius. Penggemar Swedia maupun para pemain sangat 
mengapresiasi itu. 
Di bawah pelatih lama, Lars Lagerback,  yang berhasil memimpin timnas dari 1998 
sampai 2009, permainan tim Swedia "cukup membosankan". Bintang utama Swedia 
Zlatan Ibrahimovic benci pada kepemimpinan Lars Lagerback sedemikian rupa, 
sehingga ia menyatakan mundur dari dunia bola internasional awal tahun ini. Ia 
aktif lagi ketika ia tahu bahwa  Lagerback telah mengundurkan diri setelah 
Swedia gagal ikut Piala Dunia di Afrika Selatan. 
"Zlatan orang ambisius. Ia tidak pernah menjadi bintang di tim nasional, tapi 
pada umur 28, turnamen Euro 2012 mungkin kesempatan terakhir baginya untuk 
berprestasi untuk negaranya dan memegang piala besar."   
Pemain belakang Belanda, John Heitinga membantah berbagai argumen ini. Ia 
mengatakan, timnya bugar dan mampu mengalahkan Swedia. Ia sudah siap melawan 
Zlatan:
"Pertandingan melawan Swedia Selasa ini, akan menjadi pertandingan terbuka. 
Akan menjadi pertandingan menarik dan kami akan berusaha sekuat tenaga untuk 
menang."


* .

PEMBATALAN KUNJUNGAN SBY KE BELANDA MASIH ADA EKORNYA, SBY ANTARA LAIN DINILAI 
PENAKUT

Untuk meluruskan ini Jubir Kepresidenan Urusan Luar Negeri, Teuku Faizasyah, 
menulis artikel di koran Belanda Trouw. Radio Nederland menanyakan kepadanya 
apa inti dan tujuan tulisannya itu.

Tidak Kondusif
Teuku Faizasyah mengatakan bahwa intinya adalah untuk menjelaskan bahwa 
penundaan kunjungan itu lebih banyak terkait dengan perkembangan proses 
persidangan yang dinilai akan menyebabkan kunjungan itu tidak menjadi kondusif.

Jadi ada pertimbangan, kalau pun kunjungan diteruskan, maka niatan untuk 
membangun kerjasama yang positif, yang saling menguntungkan menjadi tidak 
maksimal lagi. Karena terganggu oleh persidangan itu.

Apa yang dilakukan oleh SBY selama lima tahun pemerintahan dan juga saat 
sekarang, tambah Faizasyah,  sudah mencerminkan upaya yang sangat positif di 
bidang demokratisasi dan penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM).

Penegakan HAM
Jadi sama sekali tidak tepat apabila ada upaya-upaya untuk menyalahkan Presiden 
SBY. Politik luar negeri pemerintah RI dalam hal penegakan HAM sudah cukup 
jauh. Dan sudah ada mekanisme di dalam negeri yang memberi ruang untuk 
penanganan masalah-masalah HAM.

Faizasyah mengatakan, SBY tidak mau terbawa-bawa dalam satu proses dalam negeri 
Belanda sendiri, yang sebenarnya sudah tidak lagi kondusif bagi upaya kedua 
negara untuk memajukan hubungan bilateral.

Jubir presiden juga mengatakan pihaknya mengikuti perkembangan yang terjadi di 
Belanda sejak beberapa hari sebelum rencana keberangkatan Presiden. "Yang sulit 
kita terima bahwa pelaksanaan kunjungan itu disanding dengan persidangan itu 
sendiri," tandas Faizasyah.

Kunjungan Kehormatan
Pemerintah RI sadar bahwa pemerintah Belanda sebagai lembaga eksekutif tidak 
bisa turun tangan terhadap pengadilan sebagai badan yudikatif. Namun, 
pemerintah RI mengharapkan penghormatan dari pemerintah Belanda.

"Jadi sekalipun yudikatif terpisah dari eksekutif. Ini satu hal yang harus 
dimaklumi oleh stakeholder di Belanda bahwa akan adanya suatu kunjungan yang 
menghormati Ratu Belanda."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke