--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 11 Oktober 2010 15:10 UTC ** ALASAN PENUNDAAN KUNJUNGAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO ** PRESIDEN AFGHANISTAN BEREMBUK DENGAN TALIBAN ** JUNTA MILITER MYANMAR LEPAS TAPOL ** GEMA WARTA, TINJAUAN PERS: DAMPAK HADIAH NOBEL PERDAMAIAN BAGI CINA DAN SBY SEBETULNYA TIDAK TAKUT ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: PENELITIAN MEDIS TIDAK ETIS SUDAH ADA SEJAK DULU ** GEMA WARTA, TOPIK BELANDA: BELANDA, SURGA PENGUNGSI HOMOSEKSUAL? ** GEMA WARTA, TOPIK SEPAK BOLA: SWEDIA: WAKTU TEPAT MELAWAN BELANDA ** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA: PEMBATALAN KUNJUNGAN SBY KE BELANDA MASIH ADA EKORNYA, SBY ANTARA LAIN DINILAI PENAKUT * ALASAN PENUNDAAN KUNJUNGAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Presiden Yudhoyono membatalkan kunjungannya ke Belanda bukan karena khawatir akan ditahan seperti yang dituntut RMS. Demikian jurubicara luar negeri Teuku Faizasyah dalam artikel di harian Belanda Trouw. Indonesia tahu seorang kepala negara mendapat kekebalan hukum. Yang menjadi kejutan di Indonesia adalah waktu sidang pengadilan, mengapa justru pada saat kunjungan kenegaraan presiden SBY, dan tidak sebelum atau sesudahnya. Memang pengadilan Belanda independen, namun dampak sidang kilat ini adalah pesan negatif yang sangat berbeda dengan kehangatan dan kehormatan bagi ratu Beatrix selama kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada tahun 1995. Demikian Teuku Faizasyah dalam koran Trouw. * PRESIDEN AFGHANISTAN BEREMBUK DENGAN TALIBAN Presiden Hamid Karzai menyatakan hal ini dalam wawancara dengan televisi Amerika CNN. Ia menyebut pertemuan sampai sekarang tidak resmi dan pribadi serta sudah berlangsung beberapa waktu. Pertemuan antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban sudah dilaporkan harian Amerika The Washington Post pekan lalu. Presiden Karzai sudah lama berusaha berunding dengan Taliban namun usaha ini gagal karena Taliban hanya bersedia berunding, kalau pasukan asing meninggalkan Afghanistan. Perundingan saat ini masih dalam tahap awal, namun diharapkan akan lebih bersifat formal dengan dibentuknya Dewan Perdamaian. Demikian presiden Hamid Karzai kepada CNN. * JUNTA MILITER MYANMAR LEPAS TAPOL Junta militer Myanmar berencana melepas 3 ribu tahanan, mereka diberi kesempatan mencontreng dalam pemilu bulan depan. Demikian seorang sumber di kalangan kehakiman Myanmar. Belum jelas siapa yang akan dibebaskan, namun tapol paling penting Aung San Suu Kyi diperkirakan tidak termasuk daftar mereka yang akan dibebaskan. Seorang jurubicara Partai Demokrat pimpinan Aung San Suu Kyi, memperkirakan yang dibebaskan oleh junta militer adalah 3 ribu pencuri gurem. LSM hak-hak asasi manusia menyatakan sekitar 2200 tapol mendekam dalam penjara Myanmar, namun pemerintah menyangkal menahan aktivis politik di 43 penjara dan 100 kamp tahanan Myanmar. * PARA TOKOH WANITA BELANDA KECEWA Para tokoh perempuan Belanda yang aktif dalam dunia bisnis dan politik kecewa, formatur kabinet baru Belanda, Mark Rutte memilih tokoh laki-laki yang berpengalaman. Jumlah menteri perempuan untuk kabinet baru hanya dua orang saja. Demikian Neelie Kroes, komisaris Uni Eropa dan seorang tokoh perempuan penting Belanda yang kecewa karena pesannya pada Rutte tidak digubris. Yang penting adalah kesepakatan menyebut kuota jumlah menteri perempuan sebelumnya, ada cukup tokoh perempuan Belanda yang tepat untuk jabatan menteri. Jumlah wanita yang menduduki posisi penting harus seimbang. Demikian komisaris Eropa Neelie Kroes. * JEPANG DAN CINA RUJUK Menteri pertahanan Jepang dan Cina berembuk di Vietnam untuk menyelesaikan masalah kedaulatan beberapa pulau di Laut Cina Timur yang kaya sumber alamnya. Demikian media pemerintah Cina. Rembukan antara kedua negara besar Asia ini adalah yang pertama setelah Beijing membekukan hubungan diplomatik tingkat tinggi dengan Tokio. Mereka sepakat untuk membentuk jaringan komunikasi diplomatik yang bisa menangani perselisihan antara kedua negara. * DALAI LAMA KRITIK SIKAP CINA Tanggapan negatif Beijing atas hadiah Nobel perdamaian untuk disiden Liu Xiabao adalah sikap tidak menerima suara-suara para kritisi di Cina. Demikian pemimpin Tibet Dalai Lama yang juga menerima penghargaan Nobel untuk perdamaian tahun 1989. Sikap Beijing adalah dampak berkuasanya kelompok keras yang berpegang teguh pada cara berpikir kuno. Demikian lanjut dalai Lama. Beijing juga menuduh Dalai Lama seorang pembangkang dan separatis. Sementara itu, LSM Human Rights Watch di Amerika Serikat menyatakan, Liu Xiaobo mempersembahkan hadiah Nobel perdamaian ini untuk para korban huru-hara selama unjuk rasa mahasiswa di lapangan Tienanmen pada tahun 1989. Istrinya dikenakan tahanan rumah hari minggu kemarin. * PEMILU DI KIRGHIZIA Di luar dugaan kelompok nasionalis memenangkan pemilu di negara Asia tengah ini. Pemilu ini adalah yang pertama dalam kurun waktu 20 tahun. Awal tahun ini terjadi bentrok etnis antara warga Kirghizia dengan minoritas Usbekistan. Kemenangan partai nasionalis Ata Zhurt, mencemaskan para pengamat. Partai ini menyatakan tidak akan ada perlakuan sama bagi kaum minoritas. Sementara presiden Rosa Otunbajeva menyatakan pemilu ini adalah pemilu bersejarah dan organisasi keamanan dan kerjasama Eropa OESO menyatakan puas dengan jalannya pemilu. * BERITA BURSA Bursa Amsterdam dibuka positif setelah Wall Street di New York Jum'at lalu ditutup dengan laba. Di Asia bursa saham memberi gambaran beraneka ragam. Para pelaku bursa saham mengharapkan suntikan dana oleh bank sentral Amerika, Federal Reserve, akan mendorong bursa secara positif. Indeks AEX di Amsterdam mencatat laba 0,4 persen mencapai 337,90 poin. Bursa London, Frankfurt dan Paris mendapat laba sampai 0,5 persen. Nilai tukar Valas: C 1 = Rp 12481,00 $ 1 = Rp 8935,00 * DAMPAK HADIAH NOBEL PERDAMAIAN BAGI CINA DAN SBY SEBETULNYA TIDAK TAKUT Harian Algemeen Dagblad menulis, peraih Nobel Perdamaian Liu Xiabao menangis di selnya setelah diumumkan sebagai pemenang. Ia menangis ketika istrinya Liu Xia akhirnya diizinkan untuk mengunjunginya di penjara Jinzhou. Sehari sebelumnya disiden Cina itu mendengar bahwa ia menerima hadiah Nobel Perdamaian. Pencekalan Istri Sebelum pengumuman pemenang, kebebasan Liu Xia sang istri, dibatasi. Ia mengatakan bahwa polisi mencoba memindahkannya dari Beijing dan menawarkan kunjungan ke penjara suaminya. Sementara itu sambutan rakyat Cina akan hadiah Nobel Perdamaian untuk Liu Xiabao disambut dingin di jalanan di kota Beijing. Perlu diketahui Li Xiabao harus mendekam di penjara untuk jangka waktu sebelas tahun. Hal itu merupakan ganjaran akibat keterlibatannya dalam mengeluakan petisi Charta 08 yang menuntut reformasi di Cina. Sebelumnya ia juga dipenjara setelah turut serta dalam peristiwa demonstrasi berdarah di Lapangan Tien An Men 1989. Tidak Akan Tunduk Orang-orang tetap diam mendengar adanya penghargaan tersebut. Mereka masih menganggap tabu untuk membicarakan hal itu. Dan sebetulnya, kebanyakan warga Cina tidak mengenal siapa Liu Xiabao. Menurut perhitungan para ahli, pemerintah Cina tidak akan tunduk terhadap kritik atas kebijakan hak-hak asasi manusia yang dilancarkan, kata Nicolas Bequelin dari Human Rights Watch di New York. Justru sebaliknya, gerak para kritisi dan aktivis akan semakin dipersulit. Seperti dikatakan Xina, istri salah seorang tahanan politik dari Mongolia. "Kontrol terhadap internet akan diperketat dan kami tidak akan mungkin mendobraknya". Presiden SBY Dari Cina kita kembali menyorot soal pembatalan kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Harian Trouw menulis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak takut, tapi merasa tersinggung. Menurut Tengku Faizasyah jurubicara SBY yang menulis artikel di koran tersebut, pembatalan itu bukan karena takut, tapi lebih karena menyangkut harga diri. Akibat pengajuan tuntutan dari RMS ke Pengadilan Singkat Den Haag, agar pemerintah Belanda menangkap SBY, maka Presiden RI merasa harga dirinya tercoreng dan membatalkan kunjungan pada saat-saat terakhir menjelang keberangkatan. Harga Diri Sidang Pengadilan Singkat tersebut lanjut Faizasyah digelar sesaat sebelum kedatangan Presiden SBY ke Belanda. Hal itu mengejutkan SBY dan menimbulkan tanda tanya: Mengapa pengadilan tersebut tidak diselenggarakan sebelum atau sesudah kunjungan SBY ke Belanda? Jubir presiden tersebut melanjutkan: Kelompok kecil di Belanda telah merusak hubungan baik antar dua negara. Mereka melukai harga diri rakyat Indonesia. Hal itu tentu saja dapat dipahami karena hubungan erat antar dua negara bukanlah melalui penandatanganan kontrak dan kesepakatan. Tapi lebih karena rasa saling menghormati antar kedua negara. Demikian Trouw dan sekian pula Ulasan Pers kali ini. * PENELITIAN MEDIS TIDAK ETIS SUDAH ADA SEJAK DULU Penelitian medis tidak etis, sudah ada sejak dulu. Contoh belum lama ini adalah kemarahan pemerintah Guatemala pada Amerika. Namun, walaupun sangat tidak etis, apakah penelitian seperti itu memang bermanfaat? Dan jika bermanfaat, apakah hasil seperti itu tidak penuh noda? Penisilin Pemerintah Amerika resmi meminta maaf pada Guatemala, mengenai penelitian medis yang mereka lakukan pada tahun 1940-an. Ratusan warga Guatemala ketika itu dengan sengaja ditulari penyakit sifilis dan gonore oleh dokter Amerika. Dalam rangka mengetes kemanjuran obat baru, penisilin, menghadapi penularan penyakit kelamin pada tahap dini. Presiden Guatemala, Alvaro Colom, menamakan kasus ini 'kejahatan terhadap kemanusiaan'. Percobaan dilakukan pada narapidana dan pasien rumah sakit jiwa. Dalam beberapa kasus, tim peneliti sengaja memerintahkan pelacur penderita penyakit kelamin berhubungan seksual dengan narapidana. Peneliti Amerika, Susan Reverby, menemukan kasus ini dalam arsip, ketika ia melakukan penelitian mengenai kasus percobaan serupa terhadap buruh kulit hitam Amerika, di perkebunan kapas. Januari lalu, peneliti ini menerbitkan hasil penelitian yang ia lakukan, di situs webnya: (<http://www.wellesley.edu/WomenSt/fac_reverby.html>) Nazi Jerman Di mana-mana, di seluruh dunia berlangsung penelitian medis yang sebenarnya tidak etis. Yang paling parah, pada masa Nazi Jerman. Richard Zegers, sejarawan medis di Academisch Medisch Centrum Amsterdam menemukan banyak kisah sangat menyedihkan. Misalnya penelitian ilmuwan Nazi, Hans Konradt Reiter, yang ternyata gagal, menewaskan ratusan korban jiwa manusia. Richard Zegers: "Hans Konradt Reiter melaksanakan serangkaian percobaan untuk menangani penyakit tifus, dan mencoba mengembangkan vaksin baru. Untuk tujuan ini ia dengan sengaja menularkan penyakit tifus pada ratusan penghuni kamp konsentrasi di Buchenwald, dan di Natzweiler-Struthof, kamp konsentrasi untuk warga Prancis. Dengan demikian mereka semua terkena penyakit tifus, dan ratusan orang meninggal dunia. Beberapa orang di antara mereka mendapat vaksinasi, yang ternyata sama sekali tidak bermanfa'at. Para penderita penyakit tifus tersebut, atau sebenarnya, para korban tersebut, semua meninggal dunia". Malaikat Maut Percobaan dokter di kamp Auschwitz, Joseph Mengele, yang dikenal dengan julukan 'Malaikat Maut', benar-benar sadis, kata Richard Zegers. Dokter ini misalnya melakukan percobaan seberapa jauh tubuh manusia tahan menerima sengatan setrum listrik. Ia langsung melakukan percobaan atas tubuh penghuni kamp. Satu demi satu penghuni kamp tersebut mendapat dosis setrum listrik, makin lama makin banyak. Hanya untuk mengetahui, kapan mereka jatuh pingsan, dan terutama untuk melihat pada saat mana mereka tidak bisa bangun lagi. Pil KB Juga banyak kasus baru, dari negara-negara lain. Penelitian penyakit kelamin di Guatemala merupakan contoh gamblang, bagaimana peneliti Amerika bisa bertindak kelewat batas. Demikian menurut guru besar etik medis, Toine Pieters, dari VU Medisch Centrum Amsterdam. Ia menunjuk pada percobaan pil anti kehamilan. Pada tahun 1950-an, keamanan pil ini masih belum jelas. Terutama, dampak sampingannya. Dan di Amerika sendiri, sulit mendapatkan manusia yang bisa dijadikan kelinci percobaan. Toine Pieters: "Percobaan dilakukan pada tahun 1956, pada wanita Puerto Riko. Kalangan miskin tentu gampang untuk dijadikan kelinci percobaan, ketimbang wanita Amerika yang jauh lebih kaya. Di Amerika sendiri sulit untuk melakukan hal seperti itu. Dan para peneliti memilih jalan paling mudah, mencari wanita Puerto Riko". Rezim Jorge Rafael Videla Lebih parah lagi percobaan dokter mata pada masa rezim Jorge Rafael Videla di Argentina. Tahanan menjadi obyek percobaan obat tetes selaput mata. Puluhan tahanan menjadi buta. Tapi, karena banyak di antara korban ini hilang begitu saja, kisah lengkap percobaan ini tetap menjadi misteri. Malah, juga terdapat beberapa kasus paling anyar. Evert van Leeuwen, etikus medis dari Radboud Universiteit Nijmegen merujuk pada percobaan obat anti malaria di Filipina, pada akhir tahun 1990-an. Evert van Leeuwen: "Penduduk setempat diberi obat pencegah malaria. Dan lalu mereka, sebagaimana semua orang lainnya, dibiarkan menjadi sasaran gigitan nyamuk. Para peneliti tinggal menunggu, apakah obat tersebut mampu mencegah penyakit malaria. Percobaan ini berhasil, dan obat pencegah dijual pada para turis. Sementara penduduk Filipina sendiri, tidak mampu membelinya". Manfaat Percobaan Baik Toine Pieters mau pun Evert van Leeuwen tidak menyangkal, bahwa percobaan yang mengerikan pun bisa saja bermanfaat. Secara ilmiah, bahkan kegunaan hasil penelitian Joseph Mengele pun jelas. Memang berguna untuk mengetahui seberapa jauh tubuh manusia mampu menerima sengatan arus listrik. Misalnya, untuk membuat senjata setrum listrik yang tidak membahayakan jiwa. Dan, berbagai aturan keselamatan kerja di berbagai instalasi listrik pun, menggunakan hasil penelitian tersebut. Percobaan di Filipina juga menunjukkan bahwa penelitian seperti itu bermanfaat. Juga percobaan pil KB pada wanita Puerto Riko. Dampak samping semua pil anti hamil yang beredar sekarang ini, sudah jauh berkurang. Hasil penelitian dokter mata di Argentina kini digunakan di seluruh dunia. Mati Sia Sia Walaupun demikian, kita semua harus berpikir mengenai penggunaan lebih lanjut hasil-hasil penelitian tersebut. Apakah kita harus menjauhinya? Atau, perlu melihat dengan sudut pandang lain? Evert van Leeuwen: "Sejak tahun 1990-an, para etikus medis telah mendiskusikan hal ini. Beberapa orang berpendapat, kita boleh saja menggunakan hasil penelitian seperti itu, dengan syarat, memberi ganti imbalan pada keluarga para korban. Namun, ada juga orang yang selalu ingin konsisten. Bagi mereka jelas, jangan pernah menggunakan hasil penelitian seperti itu ... Yah, kalau begitu, semua korban tewas sia-sia". * BELANDA, SURGA PENGUNGSI HOMOSEKSUAL? Penangkapan, penyiksaan, ancaman mati. Hal-hal biasa bagi banyak pengungsi yang meninggalkan negara asal karena mereka homoseksual. Di Belanda mereka berharap bisa mendapatkan izin tinggal dan ketenangan. Tapi setiba di kamp penampungan pencari suaka, mereka kembali tertimpa masalah sama. Demikian ujar Aboutabdullah, laki-laki Palestina berusia 24 tahun. Laporan redaksi Radio Nederland Wereldomroep. Keluarganya sendiri mengurungnya di rumah ketika tetangga melaporkan Aboutabdullah gay. Suatu saat ia berhasil melarikan diri, tapi dinanti kakak dan pamannya. Mereka menembak Aboutabdullah di kakinya. Bagi Aboutabdullah itu saatnya untuk segera meninggalkan tanah airnya Yordania. Ia menuju Belanda, negeri yang menurut informasi di internet dan ruang chat, ramah terhadap kaum homoseksual. Sambil menanti keluarnya izin tinggal, Aboutabdullah tinggal di pusat penampungan Eindhoven. Di tempat itu ia kembali menerima ancaman mati. "Saya ditempatkan di sebuah kamar bersama dua atau tiga laki-laki hetero. Mereka berbincang-bincang tentang perempuan dan kadang-kadang menggunakan marihuana. Ketika tahu saya gay mereka memperlakukan saya dengan kasar dan berbahasa kasar! Karena menurut agama mereka, saya itu bajingan." 'Masalah kamu' Aboutabdullah menjadi sasaran sindiran dan ejekan pencari suaka Islam lainnya. Situasi makin parah. Seorang laki-laki Somalia memukulnya hingga babak belur. Pelaku kedua menghampirinya di kamar mandi dan mengancamnya dengan pisau. Mereka tidak takut terhadap penjaga kamp: "Saya berbicara dengan petugas keamanan tentang Belanda dan hal-hal lain. Kami tertawa. Lalu datanglah seorang laki-laki Somalia. Ini terjadi pada bulan Ramadan. Ia berkata dalam bahasa Arab: Hey gay, kami akan bunuh kamu. Petugas keamanan sedikit mengerti bahasa Arab dan berkata: Kalau kamu nggak suka gay, keluar saja dari Belanda. Saya juga gay dan jika kamu nggak suka, itu masalah kamu. Kamu harus menghargai kami." Penjaga melaporkan peristiwa ini kepada kepala pusat penampungan suaka. Baru ketika Aboutabdullah mengeluh pada otoritas Den Haag, ia dipindahkan. Buka rahasia Bagi Secret Garden, yayasan yang mewakili pengungsi asal negara-negara non Barat, kisah Aboutabdullah dan banyak orang lain menjadi alasan untuk melapornya pada pihak berwenang. Itu dilakukan Senin (11/10) pada hari Coming Out yang bermaksud menentang kekerasan terkait homofobia. Mereka menuntut supaya penampungan pengungsi homoseksual harus lebih aman. Setelah kisahnya sempat disorot media, orang sering mengundang Aboutabdullah untuk tinggal di tempat mereka selama beberapa malam. Ia sering mengabulkan tawaran itu. Sambil menunggu keputusan tentang izin tinggalnya ia mengatakan lebih memilih meninggal di Belanda daripada pulang ke Yordania. Namun ia tetap tidak bisa mengerti: "Belanda dikenal karena memperjuangkan hak-hak homoseksual. Saya tidak tahu mengapa saya menghadapi masalah itu di sini. Seharusnya kan tidak." * SWEDIA: WAKTU TEPAT MELAWAN BELANDA Dengan semakin didesaknya tim Belanda untuk tampil gemilang dengan gaya menyerang yang menarik, pertandingan melawan Swedia Selasa ini bisa menjadi thriller sejati. Tapi apakah tim Belanda akan tampil bersemangat penuh sementara ada kontroversi gaya main mereka yang agresif? Laporan Theo Thomas. Pada akhir pekan kemarin pelatih sepak bola terkenal Guus Hiddink ikut juga mengkritik timnas Belanda yang bermain begitu kasar pada Piala Dunia di Afrika Selatan lalu. Ini bukan "cara Belanda", katanya kepada media Belanda. "Gaya bola yang ditampilkan Belanda pada Piala Dunia akan segera dilupakan. Satu-satunya yang mau diingat orang dari pertandingan final itu adalah pelanggaran ala kungfu yang dilakukan Nigel de Jong- dan ini sangat memalukan." Reputasi Belanda bertambah rusak gara-gara tandangan membabi buta yang dilakukan De Jong pada pertandingan sepakbola Inggris. Lawannya Hatem Ben Arfa patah kakinya, dan klubnya, Olympique Marseille, sekarang mengancam akan menggugat pemain Belanda itu. "Memalukan" De Jong tidak langsung dihukum, tapi pelatih Orange Bert van Marwijk, tidak mengikutsertakannya dalam tim Belanda untuk Piala Eropa 2012 melawan Moldavia dan Swedia. Namun pemain Swedia Zlatan Ibrahimovic mengatakan, insiden itu terlalu dibesarkan. "Saya kira itu keputusan memalukan [mengeluarkan Nigel de Jong dari timnas Belanda,red.]. Jika berpikir begitu, maka bakal banyak pemain yang tidak boleh main untuk tim mereka. Saya kenal De Jong dan mirip saya sedikit. Kami mau menang." Pertandingan mengesankan Meski tanpa De Jong dan ada kritikan terhadap gaya main Belanda, pertandingan Selasa antara dua tim di Group E bakal tegang, karena keduanya akan bermain menyerang. Hasilnya akan ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan kelemahan lawan, tandas pelatih Swedia Erik Hamren: "Tiap tim mempunyai kelemahan dan terserah kita untuk menemukan dan memanfaatkan kelemahan itu." Hamren mengatakan, timnya memiliki kesempatan baik untuk menang melawan Belanda. "Belanda menduduki posisi kedua di rangking FIFA dan kami nomor 32: tidak diragukan lagi siapa favoritnya. Namun kadang-kadang saya suka bermimpi, dan dalam pikiran saya, kami bermain sejumlah pertandingan melawan Belanda- dan kami memenangkan semuanya." Perasaan optimis Hamren ini didukung oleh mayoritas warga Swedia, kata Johan Orrenius, wartawan olah raga majalah Expressen. <http://www.expressen.se/> "Ini waktu yang tepat untuk bermain lawan Belanda," katanya. Pertama-tama, Swedia akan lebih bugar ketimbang lawannya, kata Orrenius. Berbeda dengan orang Belanda, pemain Swedia tidak diganggu oleh kecapekan Piala Dunia. Dan berbeda dengan Belanda, pemain Swedia tidak bermain di babak penyisihan di negara jauh empat hari sebelum laga mereka. Udara segar Apalagi, ada angin segar bagi tim Swedia. Pelatih baru Erik Hamren, mengikutsertakan beberapa pemain baru dan memperkenalkan gaya main lebih nekad dan berisiko, jelas Orrenius. Penggemar Swedia maupun para pemain sangat mengapresiasi itu. Di bawah pelatih lama, Lars Lagerback, yang berhasil memimpin timnas dari 1998 sampai 2009, permainan tim Swedia "cukup membosankan". Bintang utama Swedia Zlatan Ibrahimovic benci pada kepemimpinan Lars Lagerback sedemikian rupa, sehingga ia menyatakan mundur dari dunia bola internasional awal tahun ini. Ia aktif lagi ketika ia tahu bahwa Lagerback telah mengundurkan diri setelah Swedia gagal ikut Piala Dunia di Afrika Selatan. "Zlatan orang ambisius. Ia tidak pernah menjadi bintang di tim nasional, tapi pada umur 28, turnamen Euro 2012 mungkin kesempatan terakhir baginya untuk berprestasi untuk negaranya dan memegang piala besar." Pemain belakang Belanda, John Heitinga membantah berbagai argumen ini. Ia mengatakan, timnya bugar dan mampu mengalahkan Swedia. Ia sudah siap melawan Zlatan: "Pertandingan melawan Swedia Selasa ini, akan menjadi pertandingan terbuka. Akan menjadi pertandingan menarik dan kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menang." * . PEMBATALAN KUNJUNGAN SBY KE BELANDA MASIH ADA EKORNYA, SBY ANTARA LAIN DINILAI PENAKUT Untuk meluruskan ini Jubir Kepresidenan Urusan Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menulis artikel di koran Belanda Trouw. Radio Nederland menanyakan kepadanya apa inti dan tujuan tulisannya itu. Tidak Kondusif Teuku Faizasyah mengatakan bahwa intinya adalah untuk menjelaskan bahwa penundaan kunjungan itu lebih banyak terkait dengan perkembangan proses persidangan yang dinilai akan menyebabkan kunjungan itu tidak menjadi kondusif. Jadi ada pertimbangan, kalau pun kunjungan diteruskan, maka niatan untuk membangun kerjasama yang positif, yang saling menguntungkan menjadi tidak maksimal lagi. Karena terganggu oleh persidangan itu. Apa yang dilakukan oleh SBY selama lima tahun pemerintahan dan juga saat sekarang, tambah Faizasyah, sudah mencerminkan upaya yang sangat positif di bidang demokratisasi dan penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM). Penegakan HAM Jadi sama sekali tidak tepat apabila ada upaya-upaya untuk menyalahkan Presiden SBY. Politik luar negeri pemerintah RI dalam hal penegakan HAM sudah cukup jauh. Dan sudah ada mekanisme di dalam negeri yang memberi ruang untuk penanganan masalah-masalah HAM. Faizasyah mengatakan, SBY tidak mau terbawa-bawa dalam satu proses dalam negeri Belanda sendiri, yang sebenarnya sudah tidak lagi kondusif bagi upaya kedua negara untuk memajukan hubungan bilateral. Jubir presiden juga mengatakan pihaknya mengikuti perkembangan yang terjadi di Belanda sejak beberapa hari sebelum rencana keberangkatan Presiden. "Yang sulit kita terima bahwa pelaksanaan kunjungan itu disanding dengan persidangan itu sendiri," tandas Faizasyah. Kunjungan Kehormatan Pemerintah RI sadar bahwa pemerintah Belanda sebagai lembaga eksekutif tidak bisa turun tangan terhadap pengadilan sebagai badan yudikatif. Namun, pemerintah RI mengharapkan penghormatan dari pemerintah Belanda. "Jadi sekalipun yudikatif terpisah dari eksekutif. Ini satu hal yang harus dimaklumi oleh stakeholder di Belanda bahwa akan adanya suatu kunjungan yang menghormati Ratu Belanda." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
