--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 09 Februari 2011 14:30 UTC ** SBY:BUBARKAN ORMAS BRUTAL ** MALAYSIA TINDAK PERAYAAN VALENTINE ** CINA SENSOR BERITA MESIR ** PM AUSTRALIA: KESEJAHTERAAN ABORIGIN DI TANGAN SENDIRI ** EINDHOVEN TOLAK PAS GANJA ** PEMBICARAAN DUA KOREA GAGAL TOTAL ** IMIGRASI BELANDA CATAT REKOR ** THAILAND: PEMILU MID 2011 ** PRESIDEN PALESTINA AKAN KE BELANDA ** BOCAH KAMBOJA KORBAN FLU BURUNG ** CINA TUDUH TAIWAN LAKUKAN SPIONASE ** BERITA BURSA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TAK ADA TANDA HIDUP AL MANSOURI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENGALAMAN PAHIT PESEPAKBOLA KAMERUN DI INDONESIA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MESIR TELAH BERUBAH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TINDAKAN YANG DIAMBIL DI NEGARA-NEGARA ARAB ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PELAJARAN BAGI PENYELENGGARA DIALOG ANTARA AGAMA ** TOPIK TINJAUAN PERS: GELOMBANG KEKERASAN AGAMA DI INDONESIA DAN PENIPUAN TINJAUAN SOSIAL DI BELANDA * SBY:BUBARKAN ORMAS BRUTAL Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta otoritas membubarkan organisasi yang mendukung anggotanya menggunakan kekerasan. Demikian SBY setelah insiden pembunuhan 3 anggota Ahmadiyah dan pembakaran 3 gereja awal minggu ini. SBY menambahkan, jika ada kelompok masyarakat yang berkali-kali melakukan atau dicurigai melakukan kekerasan, otoritas hukum harus membubarkan organisasi, sesuai dengan peraturan dan etis demokrasi. Walaupun demokrasi menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan hak berkumpul, namun negara tidak boleh mentolerir seruan publik untuk melakukan kekerasan atau pembunuhan. SBY mengatakan, serangan anti Ahmadiyah di Pandeglang dan kerusuhan di Temanggung bisa dicegah jika pemda setempat proaktif. Dalam pidatonya di Kupang, SBY juga minta media mendukung pemerintah dalam memelihara harmonisasi hubungan antara agama. * MALAYSIA TINDAK PERAYAAN VALENTINE Sejumlah negara bagian Malaysia berencana menindak keras tindakan asusila dalam perayaan hari Valentine atau hari Kasih Sayang. Ini merupakan bagian kampanye gaya hidup anti-dosa. Pemda di negara bagian Kedah, Penang, Kelantan dan Selangor akan melaksanakan pemeriksaan susila pada 14 Februari, demikian Nasrudin Hasan Tantawi, kepala partai Islam PAS. PAS adalah aliansi oposisi yang memenangkan kendali atas keempat negara bagian pada pemilu 2008. Pandangan konservatif partai sering menyebabkan friksi dengan kedua mitranya. Tantawi mengatakan pemerintah akan menindak mereka yang tertangkap sesuai dengan hukum syariah. Partainya prihatin dengan kampanye 'tanpa pakaian dalam' pada hari Kasih Sayang dan tawaran kamar hotel gratis untuk pasangan tidak menikah. Menurut Tantawi, mereka bukannya ingin melarang kasih sayang, tapi memastikan muslim Malaysia tidak melanggar moral dan bertindak sesuai kepercayaan mereka. Partai PAS sudah menerapkan larangan judi, pembatasan penjualan alkohol, pemisahan antrian pria dan wanita di negara bagian Kelantan. * CINA SENSOR BERITA MESIR Polisi di Cina barat daya melarang aktivis membagikan selebaran tentang protes anti pemerintah di Mesir dan Tunisia, dengan alasan berita tersebut terlalu sensitif. Polisi bahkan memberi mereka uang 450 dolar Amerika untuk berhenti dan kompensasi biaya percetakan. Aktivis mengatakan ketika mereka mencoba melakukan hal yang sama di kota Guiyang, polisi setempat kembali melarang mereka. Sementara pihak polisi mengelak melakukan hal tersebut. Diskusi forum internet tentang protes di Mesir dan Tunisia dibungkam. Ini menandakan Beijing cemas dengan efek dari pergolakan yang terjadi. Harian dan televisi pemerintah memberitakan kejadian di dua negara tersebut, tapi para pembaca tidak diijinkan menulis komentar di bagian berita tentang Mesir. * Perdana Menteri Australia Julia Gillard mendesak kaum Aborigin untuk lebih bertanggungjawab atas perbaikan tingkat kehidupan mereka. Gillard menekankan dibutuhkan perubahan budaya untuk memutus lingkaran saling tuduh antara pemerintah dan suku pribumi Australia tersebut. Gillard membacakan laporan tentang kaum Aborigin 3 tahun setelah pendahulunya Kevin Rudd menyatakan permintaan maaf kepada kaum Aborigin atas kekerasan yang dialami sejak pendudukan kulit putih berawal tahun 1788. Ini merupakan salah satu pernyataan bersejarah. Sang perdana menteri angka kematian anak Aborigin akan berkurang hingga setengahnya di tahun 2018. Selain itu, seluruh anak usia 4 tahun di daerah terpencil akan punya akses pendidikan dasar di tahun 2013. Kaum Aborigin yang budaya sudah berusia puluhan ribu tahun, diperkirakan berjumlah satu juta orang pada awal pendudukan orang kulit putih, sementara saat ini hanya 470 ribu dari seluruh populasi 22 juta. * Dewan kota Eindhoven di Belanda selatan menolak ide sistem pas untuk membeli mariyuana. Politisi setempat di sekitar kota Den Bosch dan Maastricht sudah lebih dulu menentang sistem yang bertujuan membatasi penjualan ganja hanya untuk penduduk Belanda. Coffeeshop di Belanda diijinkan menjual mariyuana dalam jumlah tertentu. Beberapa tahun terakhir, turis narkoba yang datang untuk belanja ganja dari perbatasan Belgia dan Jerman sering menyebabkan keributan di kota-kota Belanda selatan. Ditambah lagi, kota-kota termasuk Eindhoven juga dilanda gelombang kekerasan sehubungan dengan distribusi ganja. Walaupun penjualan ganja diijinkan, namun pasokan soft drugs ke coffeshop tetap ilegal dan dikuasai jaringan kriminal. Dengan sistem pas ini, yang boleh membeli ganja hanya mereka yang jadi anggota. Sementara mereka yang bisa mendapat pas adalah warga Belanda berusia 18 tahun ke atas. Menurut wali kota Eindhoven, pemerintah harusnya menindak keras kriminal yang terlibat dan bukannya menghukum para pelanggan. * Pembicaran militer yang bertujuan mengurangi ketegangan antara dua Korea, terhenti ketika delegasi Korea Utara walk out. Ini adalah pembicaraan antar batas pertama sejak serangan mematikan Korea Utara atas sebuah pulau Korea Selatan November tahun lalu. Hal ini menyebabkan kekhawatiran akan terjadinya perang. Korea Utara menyangkal melancarkan serangan. Seorang juru bicara kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan wakil Korea Utara meninggalkan lokasi 10 menit setelah meninggalkan pertemuan. Kedua belah pihak bahkan tidak sempat merundingan tanggal pertemuan selanjutnya. Dengan ini, pembicaraan dianggap gagal, demikian sang jubir. Detil penyebab kemarahan delegasi Korea Utara tidak diungkapkan. * Jumlah orang yang berimigrasi ke Belanda tahun lalu mencapai rekor. Demikian laporan Pusat Biro Statistik Belanda CBS. Jumlah imigran tahun lalu adalah 150 ribu orang, yang merupakan peningkatan 3 kali lipat dari tahun 2009. Para imigran inin terutama datang dari anggota lama dan baru Uni Eropa. Di samping itu orang-orang yang meninggalkan Belanda jumlahnya bertambah. Ini adalah peningkatan pertama dalam 3 tahun. CBS mencatat adanya 118 ribu orang yang beremigrasi, yang berarti ada peningkatan 6000 orang. Sebagian besar mereka meninggalkan Uni Eropa. Pada tanggal 1 Januari 2011, Belanda tercatat memiliki 16,7 juta penduduk, yang berarti peningkatan 80 ribu dibanding tahun 2009. * Thailand akan mengadakan pemilu pertengahan tahun ini, jika tidak ada kerusuhan politik menghadang. Demikian Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva. Pemerintahannya tidak akan menyelesaikan masa jabatan hingga akhir tahun 2011 jika berhasil menyelesaikan tiga isu, demikian Abhisit. Isu tersebut adalah ekonomi stabil, perubahan konstitusi dan pemilu aman. Menurutnya, ekonomi yang stabil dan perubahan konstitusi sudah tercapai. Protes massal gerakan Kaus Merah di bulan April dan Mei tahun lalu menewaskan 90 orang dalam bentrok polisi dengan demonstran. Gerakan mendukung kembalinya mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Beberapabulan setelah militer berhasil membubarkan demonstrasi, Bangkok dilanda gelombang ledakan skala kecil. Beberapa minggu terakhir, Kaus Merah yang menuntut pemilu segera, kembali melancarkan sejumlah demonstrasi damai. Sementara gerakan Kaus Kuning, para aktivis nasionalis, juga berunjuk rasa di kantor pusat pemerintahan memprotes cara Abhisit menangani konflik dengan Kamboja. * Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan mengunjungi Belanda akhir tahun 2011. Abbas sedianya berkunjung Juni lalu, tapi ditunda akibat jatuhnya kabinet Belanda. Menlu Uri Rosenthal saat ini sedang dalam kunjungan di Timur Tengah. Dia mengkonfirmasi undangan pemerintah Belanda tersebut ketima menemui Abbas di Rahmallah di Tepi Barat. Rosenthal mengatakan Abbas menyambut hangat undangan tersebut. * Seorang bocah perempuan Kamboja berusia 5 tahun tewas akibat flu burung. Demikian organisasi kesehatan PBB WHO mengatakan. Ini adalah korban tewas pertama sejak akhir tahun lalu. Bocah tersebut jatuh sakit di ibukota Phnom Penh akhir Januari lalu dan dibawa ke rumah sakit dengan gejala batuk dan nafas pendek. Korban meninggal 5 hari kemudian akibat komplikasi. Di Kamboja, bocah tersebut adalah orang ke-11 yang terjangkit flu burung dan yang korban tewas ke-9 sejak tahun 2003. Berdasarkan laporan PBB, virus H5N1 sudah menewaskan lebih dari 300 orang di seluruh dunia sejak tahun 2003. * Seorang jenderal Taiwan ditangkap dengan tuduhan memata-matai Cina. Demikian kementerian pertahanan Cina. Mayjen Lo Hsien-che direkrut di Cina dan ditempatkan di Thailand antara tahun 2002 dan 2005. Ketika ditangkap bulan lalu, Lo menjabat sebagai kepala divisi telekomunikasi dan informasi elektronik kementerian pertahanan. Pemerintah menyebut ini kasus spionase terbesar abad ini. Taiwan dan Cina sudah memata-matai satu sama lain sejak perpecahan tahun 1949, yang ditandai dengan berakhirnya perang saudara. Beijing menganggap Taiwan sebagai kawasan pembangkang dan masih mengharapkan reunifikasi. * Nilai tukar valas: 1.00 EUR = 1.36404 USD 1.00 EUR = 12,165.06 IDR 1.00 USD = 8,920.00 IDR * TAK ADA TANDA HIDUP AL MANSOURI Sudah sejak pertengahan September 2010, keluarganya tidak berhubungan lagi dengan Abdullah al Mansouri. Laki-laki Belanda keturunan Iran yang sudah lima tahun ditahan di Iran. Setelah eksekusi mendadak perempuan Belanda keturunan Iran, Zahra Bahrami, minggu lalu, putra Al Mansouri, Adnan, sangat cemas. Menurutnya Departemen Luar Negeri tidak berbuat cukup untuk ayahnya. Laporan Philip Smet. "Jelas kami sangat khawatir, apalagi setelah eksekusi Zahra Bahrami," cerita Adnan al Mansouri kepada Radio Nederland. "Terakhir kali kami berhubungan dengannya adalah pada pertengahan September 2010. Biasanya, ayah saya menelpon kami sekali atau dua kali per bulan atau per dua bulan." Abdullah al Mansouri ditahan di Suriah Mei 2006 dan kemudian diserahkan kepada Iran. Ia ketua Ahwazi Liberation Organisation, organisasi minoritas warga Arab di Iran yang menginginkan negara sendiri di negeri tersebut. Tahun 1988 Abdullah divonis mati di Iran karena dinyatakan bersalah melakukan kegiatan teroris. Namun dia berhasil melarikan diri ke Belanda. Ia dianugerahi tanda kehormatan oleh organisasi HAM Amnesty International atas segala aktivitasnya. Desas-desus Setelah penahanannya tahun 2006, Al Mansouri lagi-lagi divonis mati, tapi atas tekanan Belanda dan internasional, hukuman dirubah menjadi hukuman penjara 30 tahun. Konon hukumannya bahkan dikurangi menjadi hukuman penjara 15 tahun. Tidak jelas di mana dia kini berada. Putranya, Adnan, tidak punya banyak harapan bisa bertemu kembali ayahnya, yang kini sudah berusia 70 tahun. Adnan bahkan meragukan, ayahnya masih hidup. Adnan al Mansouri sangat terkejut dengan eksekusi Zahra Bahrami, yang menurut pernyataan resmi dituduh bersalah melakukan perdagangan narkoba. 20 Januari subuh, Zahra, secara tak terduga, dieksekusi gantung. Tapi putra Al Mansouri tidak heran atas hal itu. Janji "Memang pahit untuk mengatakan, tapi kami bisa mengucapkan selamat kepada pemerintah Belanda, terutama Departemen Luar Negeri, karena mereka gagal. Mereka tidak belajar dari kesalahan. Mereka mengatakan, selalu percaya pada janji Iran. Tapi melihat kasus Al Mansouri, Iran jelas tidak mentaati janji." Menurut Adnan Al Mansouri, pihak Deplu masih kurang aktif. "Kamilah yang selalu harus mengurus segala hal. Jika kami tidak berbuat apa-apa, Deplu pun tidak melakukan apa-apa," katanya. "Ayah saya memerlukan obat-obatan. Kami bertanya apakah Deplu bisa bertindak sebagai penengah, tapi kami tidak mendapatkan jawaban. Kami meminta dana untuk membayar pengacara, tapi gagal," kata Adnan al Mansouri, yang seperti ayahnya juga aktif dalam Ahwazi Liberation Organisation. Frustrasi Departemen Luar Negeri menyatakan telah menelepon Adnan al Mansouri Selasa 08 Februari lalu. Itu hubungan pertama sejak pertengahan September. Departemen mengerti kemarahan dan frustrasi putra Al Mansouri. Namun situasi seputar ayahnya, juga membuat pihak Deplu frustrasi, kata juru bicara. Dalam setiap pembicaraan dengan Teheran tentang Zahra Bahrami, Belanda juga mengangkat situasi seputar tahanan Belanda lain di Iran. "Segala upaya kami dimaksud untuk bisa memberi bantuan konsuler, obat-obatan dan perantaraan. Itu memang tugas kami. Seandainya Iran paling tidak mengizinkan kami untuk bertemu tahanan..." Iran tidak mengakui kewarganegaraan baru orang-orang yang lahir di Iran, seperti Al Mansouri dan Zahra Bahrami. Karena itu, Kedutaan Besar Belanda tidak boleh mengunjungi orang-orang ini. Sejak sekitar satu tahun, Teheran lebih ketat dalam hal ini. Amnesty Cabang Amnesty International di Belanda banyak berhubungan dengan Departemen Luar Negeri seputar kasus Al Mansouri. "Dalam kasus Bahrami Belanda jelas sangat lalai. Tapi kami mendapat kesan bahwa Deplu berusaha keras untuk Al Mansouri," tutur juru bicara Ruud Bosgraaf. Ia menegaskan, sangat sulit mempengaruhi rezim Iran. Menurut Amnesty International, Al Mansouri bukan tahanan politik karena Amnesty tidak bisa membuktikan bahwa ia dan organisasinya tidak menggunakan dan mempropagandakan kekerasan. Karena itu organisasi HAM tersebut tidak mendesak pembebasannya, melainkan proses yang jurdil serta perlakukan yang baik. "Kami sering menyinggung kasus ini pada pihak Deplu. Agar kasus ini tetap menjadi butir agenda utama, maka kami harus tetap melakukan tekanan," jelas Bosgraaf. * PENGALAMAN PAHIT PESEPAKBOLA KAMERUN DI INDONESIA Impian akan karir sukses sebagai pemain sepak bola di luar negeri, seringkali berakhir dengan mimpi buruk untuk pemuda Afrika. Ditinggalkan dan dibiarkan sendiri. Mereka tampaknya kehilangan segalanya ketika pulang ke tanah air. Organisasi-organisasi olah raga di Kamerun membantu mereka berintegrasi. Laporan Anne Mireille Nzouankeu, Douala. Pemain sepak bola Kamerun, Noah Bakena berusia 31 tahun. Setelah tinggal di Indonesia hampir dua tahun, ia kembali ke Kamerun, di mana ia bermain untuk Bonamoussadi Youth, klub lokal, divisi II. "Ini hanya untuk menjaga kondisi saya, agar tetap fit, sampai cedera pada lutut sembuh sepenuhnya," katanya. Masuk penjara Bakena cedera pada 4 Januari, 2007, hanya seminggu setelah menandatangani kontrak dengan klub sepak bola Indonesia, Persikabo Bogor, Jakarta. "Itu terjadi sewaktu pertandingan persahabatan. Dokter mengatakan saya tidak bisa bertanding selama enam bulan, dan klub memutuskan memecat saya tanpa memperdulikan masa kontrak," cerita Bakena. Atlit muda mendatangi Asosiasi Sepak Bola Internasional FIFA dan meminta supaya dilakukan penyelidikan. "Saya tinggal di Indonesia tanpa dokumen maupun uang. 1 Oktober 2008, saya ditahan dan dipenjarakan karena izin tinggal saya kadaluarsa, jadi ilegal," jelas pemain sepak bola. Dengan bantuan Asosiasi Pesepak Bola Kamerun AFC, Federasi Internasional Pesepak Bola Profesional FIFPro dan FIFA, Bakena bebas penjara sebulan kemudian, dan pulang ke Kamerun. Integrasi Sejak itu, AFC membantu Bakena menemukan klub baru. Tapi setelah tiga tahun tidak aktif, tidak mudah untuk kembali bekerja. Klub melatihnya setiap hari dari jam 6 sampai jam 9 pagi. Tapi bekas pemain profesional dari Persikabo Bogor kehilangan ritme latihan intensif. Berat badannya naik beberapa kilogram, dan lututnya belum sembuh total. Namun menurut Bakena, hal paling sulit adalah bahwa ia selalu dinilai orang-orang lain. Bakena bercerita ia selalu menjadi bahan olok-olok. Berasal dari keluarga besar, banyak anggota keluarganya bergantung pada bantuan finansial darinya. "Pulang ke Kamerun dalam kondisi seperti ini, tidak mudah. Bila anda berada di luar Afrika, keluarga selalu menaruh harapan pada anda. Tapi ketika pulang tanpa uang, setelah mendekam di penjara: Itu memalukan." Perawatan Berkat dukungan beberapa organisasi sepak bola, Bakena tidak mengalami situasi sama seperti banyak pesepak bola Afrika lain yang gagal. Mereka banyak yang menjadi pecandu alkohol, kejahatan dan kemudian dikucilkan. Mei 2010, putusan FIFA diumumkan: bekas klubnya, Persikabo Bogor harus membayarnya 30.000 USD uang kompensasi. Dengan uang ini, ia bisa keluar rumah orang tua, dan membeli rumah untuk istri dan putrinya. Uang itu juga membantu membiayai perawatan yang tepat untuk lututnya. Sebelum Indonesia, Bakena juga mengatakan memiliki pengalaman negatif di Libya dan Korea Selatan. Tapi kendati semua kesulitan ini, ia tetap bermimpi suatu saat bisa bermain untuk klub asing. "Saya akan berusaha lagi, begitu lutut saya sembuh," ujarnya. "Banyak kasus seperti Bakena," kata Luc Noe Bengan, jubir AFC. "Tapi atlit-atlit ini selalu siap meninggalkan tanah air: mereka berharap bisa menemukan hidup lebih baik di tempat lain." * MESIR TELAH BERUBAH Mohammed Abdulrahman Pemberontakan di Lapangan Tahrir, Kairo, membawa dampak yang tak dapat diubah lagi, tulis Mohammed Abdulrachman. Hampir dua minggu, redaktur bagian Arab Radio Nederland berada di ibukota Mesir. Tiga lembaga kuat Mesir, menurut Mohammed, tidak bisa lagi seperti semula. Media, polisi dan tentara, serta partai pemerintah. Ketika tiba di Kairo 12 hari lalu, tidak penting dari mana saya harus mulai. Saya harus melewati sekitar lima belas pos pemeriksaan tentara dan sipil, dari perjalanan dari bandara menuju Lapangan Tahrir, yang diwarnai "revolusi pemuda", menggunakan media sosial seperti Twitter untuk menyebarkan pesan mereka. Saya terbang kembali ke Amsterdam Rabu (09/02), tanpa tahu hasil pemberontakan ini. Saya meninggalkan Mesir, padahal saya rasa tugas saya di negeri itu belum selesai. Saya pikir itu pasti juga yang dirasakan ratusan ribu orang Mesir yang tanpa lelah berdemonstrasi selama 16 hari, menuntut lengsernya Presiden Mubarak. Mengulur-ulur waktu Sejauh ini, keinginan mereka itu tampaknya tak akan bisa tercapai. Pemerintah makin yakin bisa menanggulangi krisis dan mengulur-ulur waktu dengan konsesi dan tindakan yang telah dipikirkan matang-matang. Di bagian lain Kairo, hidup berlangsung seperti biasa, selain jam malam dari jam 8 pagi hingga 6 sore, yang oleh kebanyakan warga Mesir digunakan untuk duduk di depan layar televisi. Mesir berubah Namun, bahkan jika Mubarak serta kawan-kawan berhasil tetap berkuasa, Mesir telah berubah dan tak lagi bisa seperti semula. Tiga alat kekuasaan paling penting - media, polisi/keamanan serta partai berkuasa Partai Demokratik Nasional NDP - telah merasakan dampak situasi Mesir. Stasiun televisi Media Mesir milik pemerintah, khususnya stasiun televisi, kehilangan kepercayaan serta integritas, karena telah meremehkan dan mengabaikan revolusi. Media pemerintah misalnya melaporkan para demonstran adalah sekelompok pemuda tak bersalah yang dieksploitasi Persaudaraan Muslim, Hamas, Iran dan Israel. Pengaruh media Mesir di dalam negeri serta negara-negara Arab lain, makin kecil akibat stasiun televisi satelit dari negara-negara Teluk yang kaya. Ulah media pemerintah dalam krisis sekarang, mengasingkan media Mesir dari publiknya. Kacau Dua alat kekuasaan penting lain adalah polisi dan dinas keamanan Mesir yang bisa membiarkan kekacauan, penjarahan dan pembakaran terjadi. Demikian kata banyak pengamat Mesir. Lembaga-lembaga ini memerlukan banyak waktu untuk mereformasi diri merehabilitasi diri sehingga bisa melanjutkan tugas-tugas sesuai hukum, dan tidak pernah lagi melakukan penindasan keji dan memalukan seperti sebelumnya. Unta Satu-satunya yang akan diingat orang Mesir dari Partai Demokratik Nasional NDP dalam dua pekan belakangan, adalah bahwa mereka menyewa preman pada unta dan kuda, untuk menyerbu para demonstran. NDP dikenal partai yang terlibat korupsi, nepotisme dan menyalahgunakan kekuasaan. Hanya sedikit orang merasa kehilangan partai, jika menghadapi nasib sama seperti di Tunisia. Kendati saya sebenarnya tidak tahu bagaimana pemberontakan berakhir, satu hal jelas: pemuda marah Kairo segera akan menyadari sebagian tujuan mereka telah dikabulkan. * TINDAKAN YANG DIAMBIL DI NEGARA-NEGARA ARAB Di semua negara dilakukan penurunan harga pangan dan bahan bakar. ALJAZAIR Tata negara: Republik Presiden: Abdelaziz Bouteflika Kudeta: 1999 Presiden Bouteflika berjanji mencabut keadaan darurat yang berlaku sejak ia berkuasa. Ada larangan berdemonstrasi dan reformasi sosial. TUNISIA Tata negara: Republik Presiden: Zine el Abidini Ben Ali Kudeta: 1989-2011 Presiden Ben Ali terpaksa meninggalkan negara akibat protes-protes keras. Tunisia untuk sementara dipimpin pemerintah interim, dengan oposisi terwakili di dalamnya. LIBYA Tata negara: Republik Presiden: Muamar Khadafi Kudeta: 1969 Sensor internet diperketat. Makin banyak situs web diblokir. Situs web oposisi dijebol. Presiden Khadafi berunding dengan wakil pemuda dan aktivis Facebook. MESIR Pemerintahan: Republik Presiden: Husni Mubarak Kudeta: 1981 Kendati protes dua minggu, presiden Mubarak masih berkuasa. Ia mengumumkan tidak mencalonkan diri dalam pilpres tahun ini. Wakil presiden telah berunding dengan pihak oposisi, termasuk dengan Al-Ikhwan al-Muslimun. Demonstrasi terus berlangsung. SURIAH Pemerintahan: Republik Presiden: Bashar al-Assad Kudeta: 2000 Facebook dan Twitter diblokir. Menurut Presiden al-Assad kini waktunya melakukan reformasi, tapi ia tidak membuat janji politik. YORDANIA Pemerintahan: Kerajaan Raja: Abdullah II Kudeta: 1999 Pemerintah lama dibubarkan. Pemerintah baru masih harus dibentuk. Raja Abdullah II sedang berunding dengan oposisi, termasuk Partai Islam. YAMAN Pemerintahan: Republik Presiden: Ali Abdullah Saleh Kudeta: 1978 Presiden Ali Abdullah Saleh tidak mencalonkan diri lagi dalam pilpres 2013. Putranya juga bukan calon presiden. Presiden berunding dengan oposisi untuk membentuk pemerintah kesatuan. IRAK Pemerintahan: Republik parlementer Presiden: Jalal Talabani Kudeta: 2006 Perdana Menteri Al-Maliki tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga dan ingin agar masa jabatan maksimal dua periode dicantumkan dalam UUD. Ia mengurangi gajinya hingga separuhnya. Ransum pangan, yang dibagikan setiap bulan, ditambah dengan sepuluh euro per orang. MAROKO Pemerintahan: Kerajaan Raja: Mohammed VI Kudeta: 1999 Raja Mohammed VI memerintahkan polisi tidak mengganggu pedagang pasar, juga jika tidak memiliki izin berdagang. Polisi harus mentolerir dan mencegah kemungkinan terjadinya demonstrasi. * PELAJARAN BAGI PENYELENGGARA DIALOG ANTARA AGAMA Selasa kemarin sekelompok muslim radikal membakar berbagai gereja di Tumanggung, Jawa Tengah. Mereka marah-marah karena pengadilan negeri kota itu terlalu ringan memvonis Antonius Bawengan (58). Sang tertuduh melecehkan agama Islam ini hanya dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Menurut Indro Suprobo dari Interfidei, lembaga dialog antar agama di Yogyakarta, para pengrusuh bukan orang lokal. Ikutilah keterangannya berikut ini. Menurut Indro, masyarakat Tumanggung selama ini rukun-rukun saja. Oleh karena itu mereka kaget melihat kejadian ini. "Orang dari luar daerah yang menjadi pemicunya. Sementara yang menjadi pelaku-pelaku kerusuhan sebagian besar justru orang dari luar daerah juga, " tandas Indro. Antonius Bawengan divonis atas tuduhan menyebarkan pamflet yang mecelehkan agama Islam dan umatnya. Dalam hal ini Indro Suprobo mengatakan, bahwa masyarakat Tumanggung merasa aneh kok ada warga kota itu yang melakukan pelecehan seperti itu. "Itu peristiwa yang sangat baru bagi masyarakat Tumanggung, " tutur Indro. Peristiwa ini sangat lucu dan aneh, tambah Indro. Sebagai lembaga yang menggalakkan kerukunan beragama, Interfidei merasa kecewa atas kejadian ini. Ini membuktikan bahwa masih orang yang tidak ikhlas terhadap perbedaan. "Kelompok ternyata punya suara kuat di media, meskipun jumlahnya hanya kecil, " katanya. Kelompok inilah, tambah Indro, yang menteror masyarakat. Yang menjadi pelajaran bagi Interfidei ialah bahwa penekanan dialog bukan hanya masalah agama dan kultural saja seperti yang dilakukan selama ini. Tapi mulai sekarang Interfidei harus mendialogkan masalah-masalah yang menyangkut kenyataan hidup masyarakat apa yang disebut kontekstual. Dengarkan wawancara di: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/pelajaran-bagi-penyelenggara-dialog-antar-agama * GELOMBANG KEKERASAN AGAMA DI INDONESIA DAN PENIPUAN TINJAUAN SOSIAL DI BELANDA Koran De Telegraaf menampilkan berita tentang penipuan tunjangan sosial oleh kelompok migran. Para migran di Belanda yang bukan berasal dari negara Barat ternyata banyak yang mengkorup tunjangan sosial. Mereka menerima tunjangan sosial dari Belanda, sementara punya kekayaan atau penghasilan di negara asal mereka seperti Turki dan Maroko. Menurut aturan, seseorang berhak memperoleh tunjangan sosial kalau ia tidak ada penghasilan sama sekali dan tidak mempunyai hak milik atau simpanan uang dalam batas tertentu. Untuk itu pemerintah memeriksa dengan ketat penghasilan penerima tunjangan. Pemeriksaan itu mudah dilakukan kalau menyangkut orang Belanda asli. Karena mereka ada di Belanda. Migran sulit Tapi untuk memeriksa kekayaan migran lebih sulit, karena mereka bisa mempunyai usaha di luar Belanda, misalnya di negara asal mereka. Dan ini memang terbukti terjadi. Tahun lalu sebuah pemkot Belanda membongkar rahasia pasangan asal Turki, yang menerima tunjangan sosial. Ternyata mereka memiliki kompleks apartemen di negeri asal mereka. Dan kasus seperti ini juga terjadi di pemkot-pemkot Belanda lainnya. Kementerian sosial Belanda tahun lalu berhasil mengecek data 945 orang warga penerima tunjangan sosial dari kelompok migran non Barat. Penelitian itu dilakukan oleh Biro Informasi Penipuan BIP bekerja sama dengan kedutaan-kedutaan Belanda di Turki, Maroko, Suriname dan Spanyol. Meski sulit untuk memeriksa persis kekayaan mereka di luar negeri, namun tim ini berhasil menemukan sepuluh persen kasus penipuan dan mengenakan sanksi terhadap pelakunya. Kerugian besar Untuk itu kabinet Belanda ingin mengintensifkan sistem pelacakan para pelanggar tunjangan sosial di luar negeri. Mereka ingin memeriksa dengan ketat kekayaan migran di negeri asal mereka. Pasalnya, kerugian negara mencapai ratusan ribu euro per kasus penipuan tunjangan sosial yang dilakukan oleh migran non Barat. Dari Belanda ke Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir Indonesia dikejutkan gelombang kekerasan berlatar-belakang agama. Yang pertama serangan para pengikut muslim radikal terhadap jemaah Ahmadiyah di Jawa Barat. Dua hari kemudian dua gereja di Temanggung dibakar akibat luapan marah massa kaum muslimin. Indonesia yang selalu dikenal sebagai negara yang penuh toleransi berubah atas desakan kaum muslim radikal. Dibunuh sewaktu Sholat Harian NRC Handelsblad memberitakan: 'Ahmadiyah Dibunuh Sewaktu Sholat.' Sekitar 1500 pengikut Islam radikal menyerang sebuah rumah di Pandeglang, Banten ketika 20-an orang jemaah Ahmadiyah sedang melakukan ibadah. Banyak penganut muslim di Indonesia menganggap Ahmadiyah sebagai sekte ilegal, karena dituduh tidak mengakui Muhammad sebagai Nabi. Di Indonesia saat ini ada sekitar 200.000 pengikut Ahmadiyah. Sejak 2007 mereka dilarang menjalankan ibadah karena dinyatakan kelompok terlarang di Indonesia. Berbagai organisasi HAM mendesak pemerintah Jakarta untuk mencabut larangan tersebut. Mengamuk Koran Trouw menulis: 'Muslim di Jawa Mengamuk Sehubungan Vonis.' Ratusan pendukung muslim radikal diberitakan mengamuk di depan gedung pengadilan kota Temanggung dan kemudian membakar dua gereja Kristen di kota tersebut. Massa mengamuk karena menurut mereka hakim memberikan hukuman yang terlalu ringan kepada seorang pria Kristen yang dituduh menghina Islam. Menurut Trouw ini adalah contoh kedua di mana sebuah kelompok minoritas, radikal muslim, perlahan-lahan mulai menguasai Indonesia. Foto pemakaman Sementara harian De Volkskrant memperlihatkan foto pemakaman jemaah Ahmadiyah yang tewas akibat amukan massa di Pandeglang, Banten. Dua gelombang kekerasan berlatar belakang agama ini rupanya mengejutkan Indonesia, tulis koran tersebut. Banyak pihak mengkritik Presiden SBY yang akhirnya menugaskan polisi untuk melakukan penyelidikan mendalam. Demikian tulis De Volkskrant. Sekian tinjauan pers. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
