---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 09 Februari 2011 14:30 UTC



** SBY:BUBARKAN ORMAS BRUTAL

** MALAYSIA TINDAK PERAYAAN VALENTINE

** CINA SENSOR BERITA MESIR

** PM AUSTRALIA: KESEJAHTERAAN ABORIGIN DI TANGAN SENDIRI

** EINDHOVEN TOLAK PAS GANJA

** PEMBICARAAN DUA KOREA GAGAL TOTAL

** IMIGRASI BELANDA CATAT REKOR

** THAILAND: PEMILU MID 2011

** PRESIDEN PALESTINA AKAN KE BELANDA

** BOCAH KAMBOJA KORBAN FLU BURUNG

** CINA TUDUH TAIWAN LAKUKAN SPIONASE

** BERITA BURSA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TAK ADA TANDA HIDUP AL MANSOURI 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENGALAMAN PAHIT PESEPAKBOLA KAMERUN DI 
INDONESIA 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MESIR TELAH BERUBAH 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TINDAKAN YANG DIAMBIL DI NEGARA-NEGARA ARAB 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PELAJARAN BAGI PENYELENGGARA DIALOG ANTARA AGAMA 

** TOPIK TINJAUAN PERS: GELOMBANG KEKERASAN AGAMA DI INDONESIA DAN PENIPUAN 
TINJAUAN SOSIAL DI BELANDA 



* SBY:BUBARKAN ORMAS BRUTAL

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta otoritas membubarkan organisasi yang 
mendukung anggotanya menggunakan kekerasan. Demikian SBY setelah insiden 
pembunuhan 3 anggota Ahmadiyah dan pembakaran 3 gereja awal minggu ini.

SBY menambahkan, jika ada kelompok masyarakat yang berkali-kali melakukan atau 
dicurigai melakukan kekerasan, otoritas hukum harus membubarkan organisasi, 
sesuai dengan peraturan dan etis demokrasi. Walaupun demokrasi menjunjung 
tinggi kebebasan berpendapat dan hak berkumpul, namun negara tidak boleh 
mentolerir seruan publik untuk melakukan kekerasan atau pembunuhan.

SBY mengatakan, serangan anti Ahmadiyah di Pandeglang dan kerusuhan di 
Temanggung bisa dicegah jika pemda setempat proaktif.

Dalam pidatonya di Kupang, SBY juga minta media mendukung pemerintah dalam 
memelihara harmonisasi hubungan antara agama.


* MALAYSIA TINDAK PERAYAAN VALENTINE

Sejumlah negara bagian Malaysia berencana menindak keras tindakan asusila dalam 
perayaan hari Valentine atau hari Kasih Sayang. Ini merupakan bagian kampanye 
gaya hidup anti-dosa.

Pemda di negara bagian Kedah, Penang, Kelantan dan Selangor akan melaksanakan 
pemeriksaan susila pada 14 Februari, demikian Nasrudin Hasan Tantawi, kepala 
partai Islam PAS. PAS adalah aliansi oposisi yang memenangkan kendali atas 
keempat negara bagian pada pemilu 2008. Pandangan konservatif partai sering 
menyebabkan friksi dengan kedua mitranya.

Tantawi mengatakan pemerintah akan menindak mereka yang tertangkap sesuai 
dengan hukum syariah. Partainya prihatin dengan kampanye 'tanpa pakaian dalam' 
pada hari Kasih Sayang dan tawaran kamar hotel gratis untuk pasangan tidak 
menikah. Menurut Tantawi, mereka bukannya ingin melarang kasih sayang, tapi 
memastikan muslim Malaysia tidak melanggar moral dan bertindak sesuai 
kepercayaan mereka.

Partai PAS sudah menerapkan larangan judi, pembatasan penjualan alkohol, 
pemisahan antrian pria dan wanita di negara bagian Kelantan.


* CINA SENSOR BERITA MESIR

Polisi di Cina barat daya melarang aktivis membagikan selebaran tentang protes 
anti pemerintah di Mesir dan Tunisia, dengan alasan berita tersebut terlalu 
sensitif. Polisi bahkan memberi mereka uang 450 dolar Amerika untuk berhenti 
dan kompensasi biaya percetakan.

Aktivis mengatakan ketika mereka mencoba melakukan hal yang sama di kota 
Guiyang, polisi setempat kembali melarang mereka. Sementara pihak polisi 
mengelak melakukan hal tersebut.

Diskusi forum internet tentang protes di Mesir dan Tunisia dibungkam. Ini 
menandakan Beijing cemas dengan efek dari pergolakan yang terjadi. Harian dan 
televisi pemerintah memberitakan kejadian di dua negara tersebut, tapi para 
pembaca tidak diijinkan menulis komentar di bagian berita tentang Mesir.


* Perdana Menteri Australia Julia Gillard mendesak kaum Aborigin untuk lebih 
bertanggungjawab atas perbaikan tingkat kehidupan mereka. Gillard menekankan 
dibutuhkan perubahan budaya untuk memutus lingkaran saling tuduh antara 
pemerintah dan suku pribumi Australia tersebut.

Gillard membacakan laporan tentang kaum Aborigin 3 tahun setelah pendahulunya 
Kevin Rudd menyatakan permintaan maaf kepada kaum Aborigin atas kekerasan yang 
dialami sejak pendudukan kulit putih berawal tahun 1788. Ini merupakan salah 
satu pernyataan bersejarah.

Sang perdana menteri angka kematian anak Aborigin akan berkurang hingga 
setengahnya di tahun 2018. Selain itu, seluruh anak usia 4 tahun di daerah 
terpencil akan punya akses pendidikan dasar di tahun 2013.

Kaum Aborigin yang budaya sudah berusia puluhan ribu tahun, diperkirakan 
berjumlah satu juta orang pada awal pendudukan orang kulit putih, sementara 
saat ini hanya 470 ribu dari seluruh populasi 22 juta.


* Dewan kota Eindhoven di Belanda selatan menolak ide sistem pas untuk membeli 
mariyuana. Politisi setempat di sekitar kota Den Bosch dan Maastricht sudah 
lebih dulu menentang sistem yang bertujuan membatasi penjualan ganja hanya 
untuk penduduk Belanda.

Coffeeshop di Belanda diijinkan menjual mariyuana dalam jumlah tertentu. 
Beberapa tahun terakhir, turis narkoba yang datang untuk belanja ganja dari 
perbatasan Belgia dan Jerman sering menyebabkan keributan di kota-kota Belanda 
selatan.

Ditambah lagi, kota-kota termasuk Eindhoven juga dilanda gelombang kekerasan 
sehubungan dengan distribusi ganja. Walaupun penjualan ganja diijinkan, namun 
pasokan soft drugs ke coffeshop tetap ilegal dan dikuasai jaringan kriminal.

Dengan sistem pas ini, yang boleh membeli ganja hanya mereka yang jadi anggota. 
Sementara mereka yang bisa mendapat pas adalah warga Belanda berusia 18 tahun 
ke atas. Menurut wali kota Eindhoven, pemerintah harusnya menindak keras 
kriminal yang terlibat dan bukannya menghukum para pelanggan.


* Pembicaran militer yang bertujuan mengurangi ketegangan antara dua Korea, 
terhenti ketika delegasi Korea Utara walk out.

Ini adalah pembicaraan antar batas pertama sejak serangan mematikan Korea Utara 
atas sebuah pulau Korea Selatan November tahun lalu. Hal ini menyebabkan 
kekhawatiran akan terjadinya perang. Korea Utara menyangkal melancarkan 
serangan.

Seorang juru bicara kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan wakil Korea 
Utara meninggalkan lokasi 10 menit setelah meninggalkan pertemuan. Kedua belah 
pihak bahkan tidak sempat merundingan tanggal pertemuan selanjutnya. Dengan 
ini, pembicaraan dianggap gagal, demikian sang jubir. 

Detil penyebab kemarahan delegasi Korea Utara tidak diungkapkan.


* Jumlah orang yang berimigrasi ke Belanda tahun lalu mencapai rekor. Demikian 
laporan Pusat Biro Statistik Belanda CBS.

Jumlah imigran tahun lalu adalah 150 ribu orang, yang merupakan peningkatan 3 
kali lipat dari tahun 2009. Para imigran inin terutama datang dari anggota lama 
dan baru Uni Eropa.

Di samping itu orang-orang yang meninggalkan Belanda jumlahnya bertambah. Ini 
adalah peningkatan pertama dalam 3 tahun. CBS mencatat adanya 118 ribu orang 
yang beremigrasi, yang berarti ada peningkatan 6000 orang. Sebagian besar 
mereka meninggalkan Uni Eropa.

Pada tanggal 1 Januari 2011, Belanda tercatat memiliki 16,7 juta penduduk, yang 
berarti peningkatan 80 ribu dibanding tahun 2009.


* Thailand akan mengadakan pemilu pertengahan tahun ini, jika tidak ada 
kerusuhan politik menghadang. Demikian Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva.

Pemerintahannya tidak akan menyelesaikan masa jabatan hingga akhir tahun 2011 
jika berhasil menyelesaikan tiga isu, demikian Abhisit. Isu tersebut adalah 
ekonomi stabil, perubahan konstitusi dan pemilu aman. Menurutnya, ekonomi yang 
stabil dan perubahan konstitusi sudah tercapai.

Protes massal gerakan Kaus Merah di bulan April dan Mei tahun lalu menewaskan 
90 orang dalam bentrok polisi dengan demonstran. Gerakan mendukung kembalinya 
mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Beberapabulan setelah militer 
berhasil membubarkan demonstrasi, Bangkok dilanda gelombang ledakan skala kecil.

Beberapa minggu terakhir, Kaus Merah yang menuntut pemilu segera, kembali 
melancarkan sejumlah demonstrasi damai. Sementara gerakan Kaus Kuning, para 
aktivis nasionalis, juga berunjuk rasa di kantor pusat pemerintahan memprotes 
cara Abhisit menangani konflik dengan Kamboja.


* Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan mengunjungi Belanda akhir tahun 2011. 
Abbas sedianya berkunjung Juni lalu, tapi ditunda akibat jatuhnya kabinet 
Belanda.

Menlu Uri Rosenthal saat ini sedang dalam kunjungan di Timur Tengah. Dia 
mengkonfirmasi undangan pemerintah Belanda tersebut ketima menemui Abbas di 
Rahmallah di Tepi Barat. Rosenthal mengatakan Abbas menyambut hangat undangan 
tersebut.


* Seorang bocah perempuan Kamboja berusia 5 tahun tewas akibat flu burung. 
Demikian organisasi kesehatan PBB WHO mengatakan. Ini adalah korban tewas 
pertama sejak akhir tahun lalu.

Bocah tersebut jatuh sakit di ibukota Phnom Penh akhir Januari lalu dan dibawa 
ke rumah sakit dengan gejala batuk dan nafas pendek. Korban meninggal 5 hari 
kemudian akibat komplikasi.

Di Kamboja, bocah tersebut adalah orang ke-11 yang terjangkit flu burung dan 
yang korban tewas ke-9 sejak tahun 2003.

Berdasarkan laporan PBB, virus H5N1 sudah menewaskan lebih dari 300 orang di 
seluruh dunia sejak tahun 2003.


* Seorang jenderal Taiwan ditangkap dengan tuduhan memata-matai Cina. Demikian 
kementerian pertahanan Cina.

Mayjen Lo Hsien-che direkrut di Cina dan ditempatkan di Thailand antara tahun 
2002 dan 2005. Ketika ditangkap bulan lalu, Lo menjabat sebagai kepala divisi 
telekomunikasi dan informasi elektronik kementerian pertahanan. Pemerintah 
menyebut ini kasus spionase terbesar abad ini.

Taiwan dan Cina sudah memata-matai satu sama lain sejak perpecahan tahun 1949, 
yang ditandai dengan berakhirnya perang saudara. Beijing menganggap Taiwan 
sebagai kawasan pembangkang dan masih mengharapkan reunifikasi.


* Nilai tukar valas:

1.00 EUR = 1.36404 USD
1.00 EUR = 12,165.06 IDR
1.00 USD = 8,920.00 IDR


* TAK ADA TANDA HIDUP AL MANSOURI

Sudah sejak pertengahan September 2010, keluarganya tidak berhubungan lagi 
dengan Abdullah al Mansouri. Laki-laki Belanda keturunan Iran yang sudah lima 
tahun ditahan di Iran. Setelah eksekusi mendadak perempuan Belanda keturunan 
Iran, Zahra Bahrami, minggu lalu,  putra Al Mansouri, Adnan, sangat cemas. 
Menurutnya Departemen Luar Negeri tidak berbuat cukup untuk ayahnya. Laporan 
Philip Smet. 

 "Jelas kami sangat khawatir, apalagi setelah eksekusi Zahra Bahrami," cerita 
Adnan al Mansouri kepada Radio Nederland. "Terakhir kali kami berhubungan 
dengannya adalah pada pertengahan September 2010. Biasanya, ayah saya menelpon 
kami sekali atau dua kali per bulan atau per dua bulan."

Abdullah al Mansouri ditahan di Suriah Mei 2006 dan kemudian diserahkan kepada 
Iran. Ia ketua Ahwazi Liberation Organisation, organisasi minoritas warga Arab 
di Iran yang menginginkan negara sendiri di negeri tersebut. Tahun 1988 
Abdullah divonis mati di Iran karena dinyatakan bersalah melakukan kegiatan 
teroris. Namun dia berhasil melarikan diri ke Belanda.  Ia dianugerahi tanda 
kehormatan oleh organisasi HAM Amnesty International atas segala aktivitasnya.

Desas-desus
Setelah penahanannya tahun 2006, Al Mansouri lagi-lagi divonis mati, tapi atas 
tekanan Belanda dan internasional, hukuman dirubah menjadi hukuman penjara 30 
tahun. Konon hukumannya bahkan dikurangi menjadi hukuman penjara 15 tahun. 

Tidak jelas di mana dia kini berada. Putranya, Adnan, tidak punya banyak 
harapan bisa bertemu kembali ayahnya, yang kini sudah berusia 70 tahun. Adnan 
bahkan meragukan, ayahnya masih hidup. 

Adnan al Mansouri sangat terkejut dengan eksekusi Zahra Bahrami, yang menurut 
pernyataan resmi dituduh bersalah melakukan perdagangan narkoba. 20 Januari 
subuh, Zahra, secara tak terduga, dieksekusi gantung. Tapi putra Al Mansouri 
tidak heran atas hal itu. 

Janji
 "Memang pahit untuk mengatakan, tapi kami bisa mengucapkan selamat kepada 
pemerintah Belanda, terutama Departemen Luar Negeri, karena mereka gagal. 
Mereka tidak belajar dari kesalahan. Mereka mengatakan, selalu percaya pada 
janji Iran. Tapi melihat kasus Al Mansouri, Iran jelas tidak mentaati janji."

Menurut Adnan Al Mansouri, pihak Deplu masih kurang aktif. 

"Kamilah yang selalu harus mengurus segala hal. Jika kami tidak berbuat 
apa-apa, Deplu pun tidak melakukan apa-apa," katanya. "Ayah saya memerlukan 
obat-obatan. Kami bertanya apakah Deplu bisa bertindak sebagai penengah, tapi 
kami tidak mendapatkan jawaban. Kami meminta dana untuk membayar pengacara, 
tapi gagal," kata Adnan al Mansouri, yang seperti ayahnya juga aktif dalam 
Ahwazi Liberation Organisation.

Frustrasi
Departemen Luar Negeri menyatakan telah menelepon Adnan al Mansouri Selasa 08 
Februari lalu. Itu hubungan pertama sejak pertengahan September. Departemen 
mengerti kemarahan dan frustrasi putra Al Mansouri. Namun situasi seputar 
ayahnya, juga membuat pihak Deplu frustrasi, kata juru bicara. Dalam setiap 
pembicaraan dengan Teheran tentang Zahra Bahrami, Belanda juga mengangkat 
situasi seputar tahanan Belanda lain di Iran. 

"Segala upaya kami dimaksud untuk bisa memberi bantuan konsuler, obat-obatan 
dan perantaraan.  Itu memang tugas kami. Seandainya Iran paling tidak 
mengizinkan kami untuk bertemu tahanan..."

Iran tidak mengakui kewarganegaraan baru orang-orang yang lahir di Iran, 
seperti Al Mansouri dan Zahra Bahrami. Karena itu, Kedutaan Besar Belanda tidak 
boleh mengunjungi orang-orang ini. Sejak sekitar satu tahun, Teheran lebih 
ketat dalam hal ini. 

Amnesty
Cabang Amnesty International di Belanda banyak berhubungan dengan Departemen 
Luar Negeri seputar kasus Al Mansouri. "Dalam kasus Bahrami Belanda jelas 
sangat lalai. Tapi kami mendapat kesan bahwa Deplu berusaha keras untuk Al 
Mansouri," tutur juru bicara Ruud Bosgraaf. Ia menegaskan, sangat sulit 
mempengaruhi rezim Iran. 

Menurut Amnesty International, Al Mansouri bukan tahanan politik karena Amnesty 
tidak bisa membuktikan bahwa ia dan organisasinya tidak menggunakan dan 
mempropagandakan kekerasan. Karena itu organisasi HAM tersebut tidak mendesak 
pembebasannya, melainkan proses yang jurdil serta perlakukan yang baik. "Kami 
sering menyinggung kasus ini pada pihak Deplu. Agar kasus ini tetap menjadi 
butir agenda utama, maka kami harus tetap melakukan tekanan," jelas Bosgraaf.


* PENGALAMAN PAHIT PESEPAKBOLA KAMERUN DI INDONESIA

Impian akan karir sukses sebagai pemain sepak bola di luar negeri, seringkali 
berakhir dengan mimpi buruk untuk pemuda Afrika. Ditinggalkan dan dibiarkan 
sendiri. Mereka tampaknya kehilangan segalanya ketika pulang ke tanah air. 
Organisasi-organisasi olah raga di Kamerun membantu mereka berintegrasi. 
Laporan Anne Mireille Nzouankeu, Douala. 

Pemain sepak bola Kamerun, Noah Bakena berusia 31 tahun. Setelah tinggal di 
Indonesia hampir dua tahun, ia kembali ke Kamerun, di mana ia bermain untuk 
Bonamoussadi Youth, klub lokal, divisi II. "Ini hanya untuk menjaga kondisi 
saya, agar tetap fit, sampai cedera pada lutut sembuh sepenuhnya," katanya. 

Masuk penjara
Bakena cedera pada 4 Januari, 2007, hanya seminggu setelah menandatangani 
kontrak dengan klub sepak bola Indonesia, Persikabo Bogor, Jakarta. "Itu 
terjadi sewaktu pertandingan persahabatan. Dokter mengatakan saya tidak bisa 
bertanding selama enam bulan, dan klub memutuskan memecat saya tanpa 
memperdulikan masa kontrak," cerita Bakena.

Atlit muda mendatangi Asosiasi Sepak Bola Internasional FIFA dan meminta supaya 
dilakukan penyelidikan. 

"Saya tinggal di Indonesia tanpa dokumen maupun uang. 1 Oktober 2008, saya 
ditahan dan dipenjarakan karena izin tinggal saya kadaluarsa, jadi ilegal," 
jelas pemain sepak bola. 

Dengan bantuan Asosiasi Pesepak Bola Kamerun AFC, Federasi Internasional 
Pesepak Bola Profesional FIFPro dan FIFA, Bakena bebas penjara sebulan 
kemudian, dan pulang ke Kamerun. 

Integrasi 
Sejak itu, AFC membantu Bakena menemukan klub baru. Tapi setelah tiga tahun 
tidak aktif, tidak mudah untuk kembali bekerja. Klub melatihnya setiap hari 
dari jam 6 sampai jam 9 pagi. Tapi bekas pemain profesional dari Persikabo 
Bogor kehilangan ritme latihan intensif. Berat badannya naik beberapa kilogram, 
dan lututnya belum sembuh total. 

Namun menurut Bakena, hal paling sulit adalah bahwa ia selalu dinilai 
orang-orang lain. Bakena bercerita ia selalu menjadi bahan olok-olok. Berasal 
dari keluarga besar, banyak anggota keluarganya bergantung pada bantuan 
finansial darinya. "Pulang ke Kamerun dalam kondisi seperti ini, tidak mudah. 
Bila anda berada di luar Afrika, keluarga selalu menaruh harapan pada anda. 
Tapi ketika pulang tanpa uang, setelah mendekam di penjara: Itu memalukan."

Perawatan 
Berkat dukungan beberapa organisasi sepak bola, Bakena tidak mengalami situasi 
sama seperti banyak pesepak bola Afrika lain yang gagal. Mereka banyak yang 
menjadi pecandu alkohol, kejahatan dan kemudian dikucilkan. Mei 2010, putusan 
FIFA diumumkan: bekas klubnya, Persikabo Bogor harus membayarnya 30.000 USD 
uang kompensasi. Dengan uang ini, ia bisa keluar rumah orang tua, dan membeli 
rumah untuk istri dan putrinya. Uang itu juga membantu membiayai perawatan yang 
tepat untuk lututnya. 

Sebelum Indonesia, Bakena juga mengatakan memiliki pengalaman negatif di Libya 
dan Korea Selatan. Tapi kendati semua kesulitan ini, ia tetap bermimpi suatu 
saat bisa bermain untuk klub asing. "Saya akan berusaha lagi, begitu lutut saya 
sembuh," ujarnya.

"Banyak kasus seperti Bakena," kata Luc Noe Bengan, jubir AFC. "Tapi 
atlit-atlit ini selalu siap meninggalkan tanah air: mereka berharap bisa 
menemukan hidup lebih baik di tempat lain."


* MESIR TELAH BERUBAH

Mohammed Abdulrahman 
  
Pemberontakan di Lapangan Tahrir, Kairo, membawa dampak yang tak dapat diubah 
lagi, tulis Mohammed Abdulrachman. Hampir dua minggu, redaktur bagian Arab 
Radio Nederland berada di ibukota Mesir. Tiga lembaga kuat Mesir, menurut 
Mohammed, tidak bisa lagi seperti semula. Media, polisi dan tentara, serta 
partai pemerintah. 

Ketika tiba di Kairo 12 hari lalu, tidak penting dari mana saya harus mulai. 
Saya harus melewati sekitar lima belas pos pemeriksaan tentara dan sipil, dari 
perjalanan dari bandara menuju Lapangan Tahrir, yang diwarnai "revolusi 
pemuda", menggunakan media sosial seperti Twitter untuk menyebarkan pesan 
mereka. 

Saya terbang kembali ke Amsterdam Rabu (09/02), tanpa tahu hasil pemberontakan 
ini. Saya meninggalkan Mesir, padahal saya rasa tugas saya di negeri itu belum 
selesai. Saya pikir itu pasti juga yang dirasakan ratusan ribu orang Mesir yang 
tanpa lelah berdemonstrasi selama 16 hari, menuntut lengsernya Presiden 
Mubarak. 
 
Mengulur-ulur waktu
Sejauh ini, keinginan mereka itu tampaknya tak akan bisa tercapai. Pemerintah 
makin yakin bisa menanggulangi krisis dan mengulur-ulur waktu dengan konsesi 
dan tindakan yang telah dipikirkan matang-matang. 

Di bagian lain Kairo, hidup berlangsung seperti biasa, selain jam malam dari 
jam 8 pagi hingga 6 sore, yang oleh kebanyakan warga Mesir digunakan untuk 
duduk di depan layar televisi. 

Mesir berubah
Namun, bahkan jika Mubarak serta kawan-kawan berhasil tetap berkuasa, Mesir 
telah berubah dan tak lagi bisa seperti semula. 

Tiga alat kekuasaan paling penting -  media, polisi/keamanan serta partai 
berkuasa Partai Demokratik Nasional NDP - telah merasakan dampak situasi Mesir. 
 
Stasiun televisi
Media Mesir milik pemerintah, khususnya stasiun televisi, kehilangan 
kepercayaan serta integritas, karena telah meremehkan dan mengabaikan revolusi. 
Media pemerintah misalnya melaporkan para demonstran adalah sekelompok pemuda 
tak bersalah yang dieksploitasi Persaudaraan Muslim, Hamas, Iran dan Israel. 

Pengaruh media Mesir di dalam negeri serta negara-negara Arab lain, makin kecil 
akibat stasiun televisi satelit dari negara-negara Teluk yang kaya. Ulah media 
pemerintah dalam krisis sekarang, mengasingkan media Mesir dari publiknya. 
 
Kacau
Dua alat kekuasaan penting lain adalah polisi dan dinas keamanan Mesir yang 
bisa membiarkan kekacauan, penjarahan dan pembakaran terjadi. Demikian kata 
banyak pengamat Mesir. 

Lembaga-lembaga ini memerlukan banyak waktu untuk mereformasi diri 
merehabilitasi diri sehingga bisa melanjutkan tugas-tugas sesuai hukum, dan 
tidak pernah lagi melakukan penindasan keji dan memalukan seperti sebelumnya. 

Unta
Satu-satunya yang akan diingat orang Mesir dari Partai Demokratik Nasional NDP 
dalam dua pekan belakangan, adalah bahwa mereka menyewa preman pada unta dan 
kuda, untuk menyerbu para demonstran. NDP dikenal partai yang terlibat korupsi, 
nepotisme dan menyalahgunakan kekuasaan. Hanya sedikit orang merasa kehilangan 
partai, jika menghadapi nasib sama seperti di Tunisia. 

Kendati saya sebenarnya tidak tahu bagaimana pemberontakan berakhir, satu hal 
jelas: pemuda marah Kairo segera akan menyadari sebagian tujuan mereka telah 
dikabulkan.


* TINDAKAN YANG DIAMBIL DI NEGARA-NEGARA ARAB

Di semua negara dilakukan penurunan harga pangan dan bahan bakar. 

ALJAZAIR
Tata negara: Republik
Presiden: Abdelaziz Bouteflika 
Kudeta: 1999

Presiden Bouteflika berjanji mencabut keadaan darurat yang berlaku sejak ia 
berkuasa. Ada larangan berdemonstrasi dan reformasi sosial. 

TUNISIA
Tata negara: Republik
Presiden: Zine el Abidini Ben Ali
Kudeta: 1989-2011

Presiden Ben Ali terpaksa meninggalkan negara akibat protes-protes keras. 
Tunisia untuk sementara dipimpin pemerintah interim, dengan oposisi terwakili 
di dalamnya. 

LIBYA
Tata negara: Republik
Presiden: Muamar Khadafi
Kudeta: 1969

Sensor internet diperketat. Makin banyak situs web diblokir. Situs web oposisi 
dijebol. Presiden Khadafi berunding dengan wakil pemuda dan aktivis Facebook.

MESIR
Pemerintahan: Republik
Presiden: Husni Mubarak
Kudeta: 1981

Kendati protes dua minggu, presiden Mubarak masih berkuasa. Ia mengumumkan 
tidak mencalonkan diri dalam pilpres tahun ini. Wakil presiden telah berunding 
dengan pihak oposisi, termasuk dengan Al-Ikhwan al-Muslimun. Demonstrasi terus 
berlangsung. 

SURIAH
Pemerintahan: Republik
Presiden: Bashar al-Assad
Kudeta: 2000

Facebook dan Twitter diblokir. Menurut Presiden al-Assad kini waktunya 
melakukan reformasi, tapi ia tidak membuat janji politik. 

YORDANIA
Pemerintahan: Kerajaan
Raja: Abdullah II
Kudeta: 1999

Pemerintah lama dibubarkan. Pemerintah baru masih harus dibentuk. Raja Abdullah 
II sedang berunding dengan oposisi, termasuk Partai Islam. 

YAMAN 
Pemerintahan: Republik
Presiden: Ali Abdullah Saleh
Kudeta: 1978

Presiden Ali Abdullah Saleh tidak mencalonkan diri lagi dalam pilpres 2013. 
Putranya juga bukan calon presiden. Presiden berunding dengan oposisi untuk 
membentuk pemerintah kesatuan. 

IRAK
Pemerintahan: Republik parlementer
Presiden: Jalal Talabani
Kudeta: 2006

Perdana Menteri Al-Maliki tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga dan 
ingin agar masa jabatan maksimal dua periode dicantumkan dalam UUD. Ia 
mengurangi gajinya hingga separuhnya. Ransum pangan, yang dibagikan setiap 
bulan, ditambah dengan sepuluh euro per orang. 


MAROKO
Pemerintahan: Kerajaan
Raja: Mohammed VI
Kudeta: 1999

Raja Mohammed VI memerintahkan polisi tidak mengganggu pedagang pasar, juga 
jika tidak memiliki izin berdagang. Polisi harus mentolerir dan mencegah 
kemungkinan terjadinya demonstrasi.


* PELAJARAN BAGI PENYELENGGARA DIALOG ANTARA AGAMA

Selasa kemarin sekelompok muslim radikal membakar berbagai gereja di 
Tumanggung, Jawa Tengah. Mereka marah-marah karena pengadilan negeri kota itu 
terlalu ringan memvonis Antonius Bawengan (58). Sang tertuduh melecehkan agama 
Islam ini hanya dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Menurut  Indro Suprobo 
dari Interfidei, lembaga dialog antar agama di Yogyakarta, para pengrusuh bukan 
orang lokal. Ikutilah keterangannya berikut ini.

Menurut Indro, masyarakat Tumanggung selama ini rukun-rukun saja. Oleh karena 
itu mereka kaget melihat kejadian ini. "Orang dari luar daerah yang menjadi 
pemicunya. Sementara yang menjadi pelaku-pelaku kerusuhan sebagian besar justru 
orang dari luar daerah juga, " tandas Indro.

Antonius Bawengan divonis atas tuduhan menyebarkan pamflet yang mecelehkan 
agama Islam dan umatnya. Dalam hal ini Indro Suprobo mengatakan, bahwa 
masyarakat Tumanggung merasa aneh kok ada warga kota itu yang melakukan 
pelecehan seperti itu. "Itu peristiwa yang sangat baru bagi masyarakat 
Tumanggung, " tutur Indro.

Peristiwa ini sangat lucu dan aneh, tambah Indro. Sebagai lembaga yang 
menggalakkan kerukunan beragama, Interfidei merasa kecewa atas kejadian ini. 
Ini membuktikan bahwa masih orang yang tidak ikhlas terhadap perbedaan. 
"Kelompok ternyata punya suara kuat di media, meskipun jumlahnya hanya kecil, " 
katanya. Kelompok inilah, tambah Indro, yang menteror masyarakat. 

Yang menjadi pelajaran bagi Interfidei ialah bahwa penekanan dialog bukan hanya 
masalah agama dan kultural saja seperti yang dilakukan selama ini. Tapi mulai 
sekarang Interfidei harus mendialogkan masalah-masalah yang menyangkut 
kenyataan hidup masyarakat apa yang disebut kontekstual. 

Dengarkan wawancara di: 
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/pelajaran-bagi-penyelenggara-dialog-antar-agama


* GELOMBANG KEKERASAN AGAMA DI INDONESIA DAN PENIPUAN TINJAUAN SOSIAL DI BELANDA

Koran De Telegraaf menampilkan berita tentang penipuan tunjangan sosial oleh 
kelompok migran. Para migran di Belanda yang bukan berasal dari negara Barat 
ternyata banyak yang mengkorup tunjangan sosial. Mereka menerima tunjangan 
sosial dari Belanda, sementara punya kekayaan atau penghasilan di negara asal 
mereka seperti Turki dan Maroko.

Menurut aturan, seseorang berhak memperoleh tunjangan sosial kalau ia tidak ada 
penghasilan sama sekali dan tidak mempunyai hak milik atau simpanan uang dalam 
batas tertentu. Untuk itu pemerintah memeriksa dengan ketat penghasilan 
penerima tunjangan. Pemeriksaan itu mudah dilakukan kalau menyangkut orang 
Belanda asli. Karena mereka ada di Belanda.

Migran sulit
Tapi untuk memeriksa kekayaan migran lebih sulit, karena mereka bisa mempunyai 
usaha di luar Belanda, misalnya di negara asal mereka. Dan ini memang terbukti 
terjadi. Tahun lalu sebuah pemkot Belanda membongkar rahasia pasangan asal 
Turki, yang menerima tunjangan sosial. Ternyata mereka memiliki kompleks 
apartemen di negeri asal mereka. Dan kasus seperti ini juga terjadi di 
pemkot-pemkot Belanda lainnya.

Kementerian sosial Belanda tahun lalu berhasil mengecek data 945 orang warga 
penerima tunjangan sosial dari kelompok migran non Barat. Penelitian itu 
dilakukan oleh Biro Informasi Penipuan BIP bekerja sama dengan 
kedutaan-kedutaan Belanda di Turki, Maroko, Suriname dan Spanyol.

Meski sulit untuk memeriksa persis kekayaan mereka di luar negeri, namun tim 
ini berhasil menemukan sepuluh persen kasus penipuan dan mengenakan sanksi 
terhadap pelakunya.

Kerugian besar
Untuk itu kabinet Belanda ingin mengintensifkan sistem pelacakan para pelanggar 
tunjangan sosial di luar negeri. Mereka ingin memeriksa dengan ketat kekayaan 
migran di negeri asal mereka. Pasalnya, kerugian negara mencapai ratusan ribu 
euro per kasus penipuan tunjangan sosial yang dilakukan oleh migran non Barat.

Dari Belanda ke Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir Indonesia dikejutkan 
gelombang kekerasan berlatar-belakang agama. Yang pertama serangan para 
pengikut muslim radikal terhadap jemaah Ahmadiyah di Jawa Barat. Dua hari 
kemudian dua gereja di Temanggung dibakar akibat luapan marah massa kaum 
muslimin.

Indonesia yang selalu dikenal sebagai negara yang penuh toleransi berubah atas 
desakan kaum muslim radikal.

Dibunuh sewaktu Sholat
Harian NRC Handelsblad memberitakan: 'Ahmadiyah Dibunuh Sewaktu Sholat.' 
Sekitar 1500 pengikut Islam radikal menyerang sebuah rumah di Pandeglang, 
Banten ketika 20-an orang jemaah Ahmadiyah sedang melakukan ibadah.

Banyak penganut muslim di Indonesia menganggap Ahmadiyah sebagai sekte ilegal, 
karena dituduh tidak mengakui Muhammad sebagai Nabi.

Di Indonesia saat ini ada sekitar 200.000 pengikut Ahmadiyah. Sejak 2007 mereka 
dilarang menjalankan ibadah karena dinyatakan kelompok terlarang di Indonesia. 
Berbagai organisasi HAM mendesak pemerintah Jakarta untuk mencabut larangan 
tersebut.

Mengamuk
Koran Trouw menulis: 'Muslim di Jawa Mengamuk Sehubungan Vonis.' Ratusan 
pendukung muslim radikal diberitakan mengamuk di depan gedung pengadilan kota 
Temanggung dan kemudian membakar dua gereja Kristen di kota tersebut.

Massa mengamuk karena menurut mereka hakim memberikan hukuman yang terlalu 
ringan kepada seorang pria Kristen yang dituduh menghina Islam. Menurut Trouw 
ini adalah contoh kedua di mana sebuah kelompok minoritas, radikal muslim, 
perlahan-lahan mulai menguasai Indonesia.

Foto pemakaman
Sementara harian De Volkskrant memperlihatkan foto pemakaman jemaah Ahmadiyah 
yang tewas akibat amukan massa di Pandeglang, Banten. Dua gelombang kekerasan 
berlatar belakang agama ini rupanya mengejutkan Indonesia, tulis koran tersebut.

Banyak pihak mengkritik Presiden SBY yang akhirnya menugaskan polisi untuk 
melakukan penyelidikan mendalam. Demikian tulis De Volkskrant. Sekian tinjauan 
pers.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke