---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 10 Februari 2011 15:00 UTC



** OBAMA DAN RAJA SAUDI BAHAS MESIR

** DUA SAUDARA PEMBOM RUSIA DITANGKAP 

** FACEBOOK DAN GOOGLE BEREBUT TWITTER

** SITUS CINA SUKSES TEMUKAN ANAK HILANG

** TOPIK BELANDA: KARDINAL SIMONIS LINDUNGI PASTOR PEDOFIL

** TOPIK BELANDA: DEPHAN BELANDA KARYAKAN PERSONIL MILITER

** TOPIK BELANDA: PUTRI IRENE MENENTANG EKSPLORASI GAS SHELL

** TOPIK INDONESIA: AHMADIYAH AGAMA BARU, PERSOALAN SELESAI?



* OBAMA DAN RAJA SAUDI BAHAS MESIR

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama berbicara telefon dengan Raja Arab 
Saudi, Abdullah mengenai krisis Mesir.

Selanjutnya Gedung Putih menyatakan: "Presiden menekankan pentingnya mengambil 
langkah peralihan yang tertib."
    
Seperti halnya Arab Saudi, Mesir merupakan mitra penting Amerika Serikat di 
Timur Tengah. Hubungan baik Amerika dan Mesir semakin memburuk belakangan ini. 

Baru-baru ini Menteri Luar Negeri Mesir, Ahmed Aboul Gheit mengecam wakil 
presiden AS, Joe Biden, karena meminta Mesir segera melakukan reformasi dan 
mengakhiri keadaan darurat yang berlaku sejak  1981.


* DUA SAUDARA PEMBOM RUSIA DITANGKAP

Pihak berwenang Rusia menangkap dua kakak pelaku pemboman bunuh diri di Bandara 
Moskow, 24 Januari lalu. Magomed Yevloyev 20 tahun, sempat pulang kampung di 
Republik Ingushetia, lima hari sebelum serangan. Bom diduga dirakit di 
kampungnya juga.

    
Kakak beradik Fatima dan Ahmed dicurigai terlibat serangan bandara Domodedovo, 
yang menewaskan 36 jiwa itu. Demikian harian Kommersant, Kamis. Penyelidik 
menemukan jejak bahan peledak pada tangan mereka. Menurut media ini, Fatima 
menikah dengan pemimpin pemberontak.
    
Dinas Rahasia Rusia FSB menemukan pabrik perakit bom di desa Ekazyevo, yang 
kemungkinan dipakai membuat bom. Serangan bunuh diri ini diklaim Doku Umarov, 
pemimpin pemberontak. Ia mengatakan menyiapkan rangkaian serangan baru untuk 
memperjuangkan negara Islam di Kaukasus.


* FACEBOOK DAN GOOGLE BEREBUT TWITTER

Facebook dan perusahaan publik internet Google, bulan-bulan belakangan ini 
berebut mengambilalih jejaring mikro Twitter. Demikian koran bisnis Amerika, 
The Wall Street Journal.
    
Petinggi Facebook dan Google diduga telah melakukan berbagai pembicaraan dengan 
direksi Twitter tentang kemungkinan mengambilalih Twitter. Menurut berbagai 
sumber, perundingan sejauh ini belum ada hasil konkrit.
    
Baik Twitter, Facebook maupun Google tidak mau menanggapi berita ini. Dick 
Costolo, bos Twitter mengatakan perusahaannya ingin tetap mandiri dan juga 
tidak ingin masuk lantai bursa.


* SITUS CINA SUKSES TEMUKAN ANAK HILANG

Sebuah blog mikro Cina, sangat populer, karena berperan besar menemukan kembali 
anak-anak hilang. Baru diluncur akhir Januari, situs yang dikelola Profesor 
Ilmu Sosial, Yu Jianrong berhasil melacak enam anak.

Situs Sina.com menyebar luas, antara lain berhasil mempertemukan kembali 
seorang ayah dengan putranya yang tiga tahun hilang diculik. Situs ini 
memunculkan foto-foto anak hilang sehingga banyak warga yang bisa menyaksikan 
gambar itu.
   
Blog ini mengimbau warga untuk membuat foto anak-anak hilang dan memasang di 
situs. Yu meluncurkan kampanye ini karena permintaan orang tua yang pasrah 
dalam mencari anaknya yang hilang diculik. Beberapa orang tua mengeluhkan 
polisi yang lamban menangani pengaduan.
   
Sejak Cina memblokir website seperti Twitter, Facebook dan YouTube, kini muncul 
situs jejaring serupa di Cina.


* BOM BUNUH DIRI PAKISTAN

Sedikitnya 14 orang tewas akibat bom bunuh diri, di pusat perekrutan tentara 
Pakistan. Ledakan terjadi di kota Mardan, Pakistan Barat Laut.
    
Saat kejadian, para calon tentara sedang mengikuti latihan. Di kawasan ini 
tentara Pakistan sedang bertempur sengit dengan gerakan Taliban.


* MOGOK MASSAL MESIR ANTI MUBARAK

Puluhan ribu pegawai Mesir menggelar aksi mogok kerja, Kamis. Mereka menuntut 
kenaikan gaji. Selain itu massa juga menuntut President Hosni Mubarak 82 tahun 
mundur.
    
Aksi mogok dari sektor swasta dan pegawai negeri. Ribuan pekerja sektor 
kesehatan berunjuk rasa di alun-alun Tahrir. Saksi melaporkan aksi massal di 
kota Alexandria dan Suez. Selain itu 24 ribu buruh pabrik terbesar di Mesir, 
perusahaan tekstil Misr juga mematuhi seruan mogok.


* TENTARA MESIR DIANGGAP TIDAK NETRAL

Organisasi hak-hak asasi manusia dan pengunjuk rasa, menuduh tentara Mesir 
secara rahasia menangkapi demonstran anti pemerintah selama dua pekan ini. 
Tentara konon juga menganiaya demonstran.
    
Kepada harian Inggris, the Guardian, aktivis HAM menyanggah anggapan tentara 
bersikap netral dalam konflik antara President Hosni Mubarak dengan demonstran. 
Pemimpin gerakan HAM Mesir, menduga ratusan orang, bahkan ribuan orang 
ditangkap tentara. Tentara diduga menangkapi demonstran, sekalipun hanya 
membawa pamflet.


* DENDA TILANG LALIN BELANDA DINILAI KEMAHALAN

Mayoritas aparat polisi Belanda menilai bahwa denda terhadap pelanggar lalu 
lintas, terlalu tinggi. Mereka membandingkan dengan denda pencuri di toko yang 
jauh lebih rendah. "Kami tidak memasalahkan dendanya sendiri, tetapi kadar 
ketinggiannya." ungkap ketua Serikat Polisi Belanda, Gerrit van de Kamp.
    
Sebelumnya televisi Belanda, NOS mengatakan bahwa banyak polisi mengeluhkan 
perbedaan besar denda antara pelanggar lampu merah yang harus bayar sampai 185 
euro. Atau sekitar dua juta rupiah. Sedangkan pencuri toko, hukumannya hanya 
denda 50 euro atau sekitar 600 ribu rupiah.


* KARDINAL SIMONIS LINDUNGI PASTOR PEDOFIL

Ketika menjabat sebagai uskup agung Utrecht, kardinal Simonis melindungi 
seorang pastor pedofil yang sekarang diseret ke pengadilan. Simonis mengetahui 
masa lalu lelaki tersebut ketika menerimanya sebagai pastor pada 1991 di 
Amersfoort. Di sana lelaki itu kembali melakukan pelecehan seksual terhadap 
anak-anak. Demikian hasil penyelidikan Radio Nederland, NRC Handelsblad dan 
acara TV Nieuwsuur. Robert Chesal
 
Uskup agung Wim Eijk, penerus Simonis, memecat pastor tersebut akibat pelecehan 
seksual. Simonis (uskup agung periode 1983-2007) sebelumnya telah menolak 
memberikan sanksi. Menurut Kejaksaan, antara tahun 1987-2008 terdapat enam 
korban yang mengadukan pastor tersebut. Diperkirakan, jumlah total korban 
pelecehannya mencapai puluhan. 

Menanggapi kasus ini, Simonis menyatakan bahwa "seorang psikolog perkembangan 
ternama telah menyatakan aman untuk kembali mengangkat pastor tersebut. Atas 
dasar keterangan sang psikolog, akhirnya diputuskan" bahwa pendeta tersebut 
dipindahkan.   

Rahasia
Dari Philippe Bar, uskup yang waktu itu menjabat di Rotterdam, Simonis mendapat 
informasi bahwa si pastor melecehkan bocah-bocah lelaki di bawah umur di paroki 
Zoetermeer. Menurut keuskupan agung Utrecht, Bar ingin agar pastor tersebut 
meninggalkan gereja, namun Simonis memastikan agar lelaki itu bisa tetap 
bekerja sebagai pastor di Amersfoort.
 
Simonis menyembunyikan perilaku pedofil dan penuntutan si pastor ke paroki 
Amersfoort. Simonis kemudian "tidak mengontrol" perkembangan selanjutnya - 
begitu kata si pastor sendiri. Ia juga tak melakukan apa pun untuk mencegah 
pengangkatan si lelaki menjadi pastor di Eindhoven pada 2005, di keuskupan Den 
Bosch.
 
Pedofil dilindungi 
Orangtua yang protes kepada Simonis soal pastor yang bersangkutan, tidak 
mendapat tanggapan. Hanneke Brunt, ibu dari seorang anak altar yang dilecehkan: 
"Simonis bilang kepada saya: 'Ini tak mungkin terjadi dalam Gereja Katolik 
Roma. Kami tak mungkin melakukannya.'"Menurut korban Erwin Meester, Simonis 
"sengaja melindungi pendeta pedoseksual, padahal ia harusnya melindungi 
komunitasnya."
 
Tahun lalu Simonis yang sudah pensiun menggemparkan acara TV Pauw & Witteman 
dengan pernyataannya soal pelecehan seksual: "Wir haben es nicht gewusst." Kami 
tidak tahu. Sebuah idiom Jerman yang dulu sering digunakan Nazi jika mereka 
ditanya soal Holocaust. Dalam kariernya selama 38 tahun sebagai uskup dan uskup 
agung, ia mengaku "sangat teliti" menghadapi semua kasus pelecehan. 
 
Biro pengaduan Katolik Hulp en Recht menyatakan pada 1997 bahwa Gereja sama 
sekali tidak melakukan apa pun untuk membela korban si pastor: "Sama sekali 
tidak ada usaha untuk menyelesaikan kasus atau setidaknya mengurangi luka yang 
disebabkan oleh pastor yang bersangkutan."


* DEPHAN BELANDA KARYAKAN PERSONIL MILITER

"Tugas kekaryaan yang penuh keragaman." Iklan lowongan pekerjaan di Departemen 
Pertahanan Belanda pada masa depan bisa berbunyi demikian. Di departemen ini 
beredar bocoran proposal untuk mengkaryakan tentara profesional ke tugas tugas 
sipil, jika mereka sedang tidak ikut aktif dalam suatu misi militer. Langsung 
muncul masalah citra: dapatkah tentara seperti itu bergerak cepat, profesional 
dan bertindak tegas? Johan Huizinga


Bocoran proposal ini berkaitan dengan rencana penghematan anggaran Departemen 
Pertahanan sebanyak satu milyar euro. Departemen ini sekarang sibuk membentuk 
berbagai kelompok kerja untuk menemukan peluang penghematan.

Tugas kekaryaan sementara, bagi tentara profesional yang sedang tidak ikut misi 
militer, merupakan salah satu usulan penghematan yang kini beredar, kata Rob 
Hunnego. Pria ini adalah Ketua Persatuan Perwira Angkatan Laut Kerajaan 
Belanda. Ia menyampaikan kisah ini dalam situs weblognya.  
Dad's Army
Usulan tersebut mengingatkan Rob Hunnego pada serial televisi populer Inggris 
Dad's Army '. Dalam seri tersebut, seorang manajer bank lokal, pada waktu luang 
bekerja sebagai sukarelawan berpangkat kapten dalam tentara Inggris. Ia 
melakukan hal ini bersama beberapa rekan satu desa yang sudah berusia lanjut. 
Dengan senjata senapan kayu mereka mempersiapkan diri menghadapai serangan 
tentara Jerman pada masa Perang Dunia II. "Nanti, militer kita akan mendapat 
citra seperti itu," ujar Rob Hunnego dengan nada khawatir.
Dan itu, sama sekali bertentangan dengan ambisi yang ingin ditampilkan oleh 
Angkatan Bersenjata Belanda:



Rob Hunnego: Belanda berambisi ingin memiliki kesatuan militer yang dalam waktu 
singkat siap melaksanakan suatu operasi. Itu berarti, pasukan tersebut sudah 
harus siaga dalam waktu 24 jam. Jika ada permintaan dari PBB, dalam tempo satu 
hari Belanda sudah siap. Namun, dengan usulan seperti yang ada sekarang ini, 
ambisi seperti itu tidak mungkin lagi. Dengan usulan kekaryaan seperti itu, 
tidak mungkin lagi menyiagakan pasukan dalam waktu singkat.
Selama melakukan tugas kekaryaan, gaji personel militer bisa berkurang hingga 
30 persen. Ini baru perkiraan kasar, karena usulan yang lebih rinci belum 
diumumkan. Departemen Pertahanan tidak bersedia mengomentari berita ini. Baru 
pada bulan Maret nanti, Menteri Pertahanan akan mengajukan rencana konkrit.



Keadaan di Negeri Lain
Yang menjadi ganjalan utama bagi tentara profesional bukan soal berkurangnya 
gaji. Mereka mempersoalkan hal yang lebih mendasar. Jean Debie dari Serikat 
Buruh Militer, VBM /NOV menilai rencana seperti itu absurd. Ia belum pernah 
mendengar ada negeri lain yang punya pemikiran seperti itu.
Jean Debie: Saya tidak tahu, dan saya kira memang tidak ada. Di luar negeri, 
orang biasanya bangga mengenakan seragam militer. Orang Belanda juga merasa 
bangga. Sungguh tidak masuk akal, ada beberapa pejabat di departemen yang punya 
pikiran seperti itu, hanya demi alasan penghematan anggaran.
Sementara itu, situasi di Swiss agak lain. Di sana, setiap orang merupakan 
bagian dari tentara rakyat. Tapi, Swiss juga mempunyai tentara profesional, 
yang setiap hari bertugas 24 jam. 
Jaminan Kelangsungan Kerja
Jika usulan ini lolos, Rob Hunnego juga memprihatinkan kemungkinan makin 
surutnya minat orang untuk menjadi tentara. Tahun lalu, citra Departemen 
Pertahanan sebagai tempat kerja sudah mengalami noda parah. Ketika itu, banyak 
orang yang mendaftarkan diri, lalu lulus seleksi, dan dalam sejumlah kasus, 
bahkan sudah resmi diterima.  Namun, departemen ternyata tidak punya dana untuk 
mendidik mereka. Bagi orang-orang yang sudah terlanjur melepaskan pekerjaan 
mereka terdahulu, memang penerimaan dilanjutkan. Namun, bagi sekian banyak 
remaja yang baru lulus sekolah, mereka hanya mendapat saran, silahkan mencoba 
mendaftar lagi, pada masa mendatang.


* TOPIK BELANDA: ORTU 'GAGAL' DILARANG PUNYA ANAK!

ORTU 'GAGAL' DILARANG PUNYA ANAK!


Orangtua yang dianggap gagal, tak boleh lagi punya anak. Keharusan suntik 
kontrasepsi bisa jadi jalan keluarnya, agar tak ada lagi anak-anak yang 
disiksa, dilecehkan dan diabaikan. Parlemen Belanda de Tweede Kamer mendukung 
usulan ini. Oleh: Klaas den Tek 

Seorang perempuan punya tiga belas anak. Semuanya diserahkan kepada dinas 
perlindungan anak. Hanya anak keempat belas dirawatnya sendiri. Si ibu 
memanjakan anak tersebut dengan asupan tak bergizi, seperti minuman soda, 
kentang goreng dan chips. Ini membuat si anak kegendutan: berat badannya 70 
kilogram pada usia 9 tahun.

Pola Berulang
Ini salah satu contoh kasus orangtua yang "gagal." Bukankah sebaiknya orangtua 
macam ini tidak boleh lagi punya anak? Apalagi jika pola pengulangannya besar? 

"Ya," kata Paul Vlaardingerbroek, guru besar hak keluarga di Universitas 
Tilburg. Vlaardingerbroek berpendapat, beberapa orangtua tidak berhak punya 
anak lagi. Ia tidak merujuk kepada orangtua yang punya keterbelakangan mental. 

"Orangtua yang saya maksud adalah mereka yang menyiksa, melecehkan atau 
mengabaikan anak-anak sejak si anak masih kecil. Orangtua yang anak-anaknya 
'diambil' dinas sosial. Atau orangtua yang membunuh anaknya dan kemungkinan 
besar akan mengulanginya lagi. Kasus-kasus ekstrem. Orangtua-orangtua gagal 
macam itu tidak lagi berhak punya anak."

Salah satu yang bisa jadi jalan keluar adalah diwajibkannya suntikan 
kontrasepsi. Hakim harus memutuskan apakah seorang ibu harus menerima suntikan 
kontrasepsi, agar ia sementara tidak bisa punya anak. Hakim juga harus 
menentukan apakah orangtua yang bersangkutan "gagal" mengurus anak. Suntikan 
kontrasepsi bertahan tiga bulan, setelah itu baru diputuskan apakah suntikan 
kontrasepsi selanjutnya diperlukan. 

Keberatan Etis
Di dunia politik diskusi ini bukan hal baru. Sejak 2004 partai sosial-demokrat 
PvdA sudah berusaha agar keharusan suntikan kontrasepsi diterapkan. Partai 
pemerintah kristen demokrat CDA juga setuju akan hal itu. 

Namun sampai saat ini, tak pernah ada suara mayoritas di de Tweede Kamer untuk 
usulan ini. Usul terbentur keberatan yuridis dan etis. Partai pemerintah 
liberal konservatif VVD tidak menyetujui suntikan kontrasepsi. Anggota parlemen 
dari partai VVD Anouchka van Miltenburg mengatakan: 

"Tak seorang pun boleh dipaksa melakukan sesuatu terhadap tubuh mereka. 
Kedaulatan tubuh adalah hak fundamental. Anda boleh menolak perawatan medis di 
Belanda. Suntikan kontrasepsi yang diharuskan adalah cermin kegagalan 
integritas tubuh si ibu. Ini benar-benar tidak boleh dilakukan."

Menurut Anouchka, ada batas antara yang boleh dan yang tidak. Apalagi jika 
berhubungan dengan campur tangan terhadap kehidupan pribadi seseorang. 

Berulang
"Ini adalah diskusi yang peka," guru besar Paul Vlaardingerbroek mengakui. Toh, 
kebijakan suntik kontrasepsi harus dilaksanakan. 

"Apa sekarang ada alternatif lain selain terus-menerus memisahkan anak dari 
orangtua dan menempatkan mereka di panti? Pemisahan ini membuat anak maupun 
orangtua menderita. Lalu mengapa kita tidak mencegah hal itu terjadi? Mencegah 
agar si anak tidak lahir dan berakhir di berbagai panti atau rumah orangtua 
asuh."

Tiap tahunnya di Belanda, ratusan anak dipisahkan dari orangtua. Mereka 
biasanya berasal dari keluarga yang memiliki masalah psikologis dan kecanduan 
narkoba. Bulan depan akan digelar dengar pendapat mengenai masalah ini di 
parlemen Belanda.


* PUTRI IRENE MENENTANG EKSPLORASI GAS SHELL

Putri Irene memiliki cagar alam di Karoo, di Afrika Selatan, di mana Shell akan 
melakukan pengeboran gas. Ia tidak ragu-ragu menyodorkan gelar putrinya untuk 
mencegah pengeboran tersebut. Shell telah meminta izin untuk mengekplorasi gas 
di area seluas 95.000 kilometer persegi di wilayah Karoo. Para pemilik lahan 
dan penduduk setempat mengkhawatirkan perkembangan ini. Mereka mencemaskan 
pencemaran air tanah, kekurangan air dan kerusakan alam. Oleh: Elles van Gelder
Adik Ratu Beatrix, Irene van Lippe-Biesterfeld, adalah salah seorang pemilik 
lahan. Dua belas tahun lalu ia membeli 7.500 hektar lahan di wilayah ini, 
dengan tujuan memulihkan kembali pada alam. Di Bergplaas misalnya 
diselenggarakan kursus pelatihan untuk meningkatkan kesadaran penduduk mengenai 
ketergantungan manusia pada alam.
Sang putri duduk berteduh di bawah pohon besar. Di samping duduk di sebuah 
kursi besi, pengacara Afrika Selatan Derek Light. Ia mewakili sekitar duaratus 
pemilik lahan di daerah di mana Shell akan melakukan pengeboran gas

Volgens verschillende bronnen, waaronder het Amerikaanse ProPublica - een 
onafhankelijk centrum voor onderzoeksjournalistiek dat vorig jaar de befaamde 
Pulitzerprijs won - is deze methode niet zonder gevaar. Er zouden gevallen zijn 
van drinkwatervergiftiging en bodemvervuiling die direct verband houden met de 
booractiviteiten. 

Yang dipersoalkan terutama metode pengeboran yang akan dilakukan oleh Shell. 
Perusahaan ini akan melakukan pengeboran dengan menggunakan metode hidrolik. 
Proses ini, dikenal sebagai metode "fracking '. Yaitu, penyemprotan campuran 
air, pasir dan bahan kimia ke tanah. 
Menurut beberapa sumber, di antaranya ProPublica di Amerika - pusat jurnalistik 
investigatif mandiri, yang tahun lalu meraih penghargaan bergengsi, Hadiah 
Pulitzer - metode ini bukan tanpa risiko. Metode pengeboran seperti ini 
mengandung resiko timbulnya keracunan air dan tanah, akibat kegiatan pengeboran.
Apa reaksi Anda, ketika Anda pertama kali mendengar tentang rencana pengeboran 
ini?
"Pada mulanya rasa tidak percaya. Saya tidak habis pikir, bagaimana hal seperti 
ini bisa terjadi. Bahwa orang ingin merusak landskap indah seperti ini, dengan 
kemungkinan pencemaran sumber air.  Saya membeli lahan ini justru untuk 
melindunginya dari pencemaran. Kami di sini sekarang memiliki air jernih dan 
udara bersih. Lalu, tiba-tiba sekarang datang Shell dan mengatakan, kami tidak 
perduli dengan itu semua. Itu benar-benar kejutan hebat."
Apa yang paling Anda khawatirkan?
"Kerusakan bumi lebih lanjut. Dan di Karoo ini, gangguan pada sistem pengairan 
yang sangat rawan. Lingkungan alam yang indah ini akan dibabat habis, dan 
sumber air akan tercemar. Di wilayah yang masih asli ini akan dibangun jalan 
raya, perumahan untuk para pekerja. Dan sekian banyak kegiatan lainnya. 
Dampaknya pada wilayah ini tidak bisa dibayangkan. Dan saya berpikir lebih jauh 
lagi. Pengeboran seperti ini, baikl di laut mau pun di daratan, harus dilarang."
Shell mengatakan mereka akan melakukan pengeboran sedemikian dalam, sehingga 
air tanah tidak akan terganggu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
"Saya percaya, tentu saja Shell akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan 
agar tidak terjadi pencemaran. Tetapi selalu akan ada risiko. Dan kita jangan 
mengambil risiko, sekecil apa pun. Di Teluk Meksiko dan Nigeria pun orang 
mengatakan hal yang sama. Tapi, apa jaminannya?"
Apakah Anda sudah berbicara dengan Shell, atau mereka sudah menghubungi Anda?
"Tidak, kami belum berhubungan. Tapi saya merencakan akan berbicara dengan 
mereka.."
Seberapa jauh Anda akan memperjuangkan hal ini?
"Saya akan melihat langkah demi langkah yang diperlukan. Mungkin saja proyek 
ini akan dibatalkan sama sekali. Advokat Jaksa Derek Light akan mewakili. 
kepentingan kami semua. Ia yang akan menangani kasus ini. Konstitusi Afrika 
Selatan menjamin hak bagi semua orang tinggal di tempat yang bersih dan aman. 
Bila perlu, Derek Light akan berjuang hingga ke tingkat Mahkamah Konstitusi. 
Dan saya akan mendukungnya. Paling tidak, perundang-undangan yang ada sekarang 
ini, banyak memberi harapan."


* AHMADIYAH AGAMA BARU, PERSOALAN SELESAI?
Gelombang kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah masih menjadi bahan pemberitaan 
media Indonesia dan internasional. Banyak orang awam yang sebenarnya tidak 
begitu faham apa dan bagaimana Ahmadiyah itu sendiri. Rekan Bari Muchtar, 
tentang Ahmadiyah dari sudut pandang seorang muslim mainstream.

Menurut 'Muslim mainstream' maksudnya yang Sunni, mayoritas seperti di 
Indonesia dan juga Arab Saudi dan Pakistan mereka melihat Ahmadiyah adalah 
kelompok yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad serang tokoh agama dua abad 
lalu di Kodian sebuah desa kecil di Pakistan yang ketika itu masih jajahan 
Inggris.  

Pertanyaan apakah pengikut Ahmadiyah menganggap Mirza Ghulam Ahmad itu sebagai 
nabi atau tidak ? Lebih rumit lagi perbedaan antara nabi dan rasul. Kalau 
pengikut Ahmadiyah meanggap Mirza Ghulam Akhmad sebagai nabi atau rasul, maka 
menurut 'mainstream Muslim' itu diluar ajaran Islam yang mainstream karena 
menurut shahadat Islam mereka percaya selain kepada Allah, kepada Muhammad 
sebagai rasul terakhir.  

Dua Aliran
Mahmadiyah di Pakistan ternyata ada dua aliran juga. Di Kadian dan di Lahore. 
Yang di Lahore itu mereka mengakui Nabi Muhammad itu nabi terakhir. Yang ini 
tidak bermasalah. Kedua aliran ini ada juga di Indonesia. 

Yang terjadi di Indonesia minggu ini, tidak dilihat lagi apakah Ahmadiyah 
Kadian atau Lahore. Semua penganut Amadiyah dianggap 'sesat' karena menganggap 
Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi. Itulah cara mayoritas kelompok Sunni melihat 
Ahmadiyah. Itu antara lain juga diputuskan oleh sebuah organisasi Islam di Arab 
Saudi 'Rabita Alam Islami' bahwa Ahmadiyah itu memang diluar Islam. Dalam 
artian bahwa dulu di Belanda kalau mau minta visa untuk naik haji di kedutaan 
Arab Saudi di Den Haag harus ada yang disebut 'niet Ahmadiyah verklaring' 
(pernyataan bahwa yang bersangkutan bukan Ahmadiyah). Baru diberi visa. Tidak 
jelas apakah peraturan itu masih berlaku sekarang. Itu berdasarkan fatwa dari 
organisasi 'Rabita' itu. 

Agama Baru
Ada usulan dari pemerintah Jakarta untuk menjadikan Ahmadiyah ini sebagai suatu 
agama baru. Apakah bisa begitu saja ? Ahmadiyah sendiri merasa bagian dari 
Islam. 
Itu dilemma di Indonesia, karena ada kelompok-kelompok yang sebenarnya berpikir 
sama dengan 'mainstream umat Islam' yang menganggap Ahmadiyah itu sudah diluar 
Islam yang mereka kenal. Tetapi kelompok ini radikal. Perlu dijelaskan bahwa 
kelompok 'main stream Muslim' di Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah 
sebenarnya mengakui Ahmadiyah itu, ajarannya berbeda. 

Mereka tidak menggunakan kata 'sesat' tetapi mereka tidak melakukan kekerasan. 
Masalahnya ada yang menindak dengan kekerasan. Kelompok kecil ini yang 
berpendapat 'kalian melecehkan agama' kami. Kalau kami mengakui Muhammad 
sebagai nabi terakhir, mengapa kalian punya nabi lagi ? 
Inilah yang jadi masalah. Dalam kontex UUD Indonesia yang mengakui semua 
kebebasan beragama maka ada yang berpikir kalau begitu Ahmadiyah jadi agama 
tersendiri saja. "Kita kan bebas beragama, boleh saja punya agama baru". 

Mengganggu
Tetapi kelompok radikal menganggap, jangan Islam. Itu menganggu. Kalau Islam 
harus begini. Masalahnya lagi penganut Ahmadiyah sendiri merasa mereka Muslim. 
Dimana-mana mereka m,erasa Muslim. Di Eropa mereka cukup dikenal. Mereka 
membawa bendera Islam. Mereka cukup dikenal di barat. 

Di Indonesia, apakah ini merupakan suatu solusi ? Masih ada masalah lain, 
disamping UUD setiap orang bebas memeluk agama masing-masing, yang kini resmi 
diakui baru enam agama. Apakah harus merubah UUD ? Ini bukan hanya masalah 
agama tetapi juga masalah sosial-politik.  

Definisi Agama
Sementara itu, wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mendorong Ahmadiyah untuk 
segera mendeklarasikan diri sebagai agama baru. Karena jika demikian maka para 
pengikutnya tidak bisa lagi diburu dan diadili dengan semena-mena. Demikian 
dinyatakan kepada Kompas. M. Fadjrul Falaakh dari Komisi Hukum Nasional, 
mempertanyakan apakah wakil ketua DPR itu tahu terlebih dulu apa implikasi, 
atau mungkin sudah punya pijakan bahwa negara terlebih dulu harus punya 
definisi tentang agama. Apabila demikian maka Ahmadiyah dapat didefinisikan 
sebagai agama dan kemudian wajib untuk dilindungi. 

"Definisi agamanya yang menentukan. Jadi tergantung dari pendefinisian tentang 
agama" demikian M. Fadjrul Falaakh. "Yang pada dasarnya adalah deklarasi oleh 
negara. Jadi oleh negara ini dikatagorikan agama menurut definisi yang 
digunakan oleh negara", tembahnya 

Sejauh ini negara tidak punya definisi sendiri, tentang agama. Selama ini 
Indonesia mengikuti definisi agama itu menurut konsensus agama-agama. Bagaimana 
kalau negara punya definisi sendiri tentang agama atau 'organised religion, is 
religion'. Setelah dideklarasikan oleh pemerintah maka harus dilindungi oleh 
negara.    

Implikasi
Apakah wakil ketua DPR Priyo Budi Santoso sadar akan implikasi atau punya 
pijakan bahwa negara harus menggunakan definisi sendiri tentang agama dan 
karena itu bisa mendeklarasikan bahwa Ahmadiyah adalah agama dan oleh karena 
itu tidak boleh ada kelompok lain dari agama apapun yang mengatakan dia bukan 
agama. 

Ahmadiyah tidak mendapatkan perlindungan yang memadai dari negara karena 
disikapi oleh mayoritas sebagai agama 'sesat'.  Semua agama satu sama lain bisa 
saling menuduh. Itu bukan 'wilayah' negara untuk menuduh 'menyesatkan' atau 
tidak. 

Kalau orang punya keyakinan, punya agama dan menganggap itu adalah agamanya, 
negara mengakui saja. Pemerintah tinggal mendeklarasi bahwa Ahmadiyah adalah 
agama. Sikap ini harus diperjelas oleh negara dan disisi lain harus dengan 
'penerimaan' dari Ahmadiyah sendiri bahwa mereka dideklarasikan sebagai agama, 
supaya bisa dilindungi oleh negara.

Ahmadiyah juga dipersoalkan karena formalisme. Selain ini banyak pihak termasuk 
garis keras mengatakan "Asal mereka mau menyatakan diri sebagai agama, 
selesai". Kalau begitu dideklarasi saja oleh negara. "Ini agama dan tiak boleh 
mengganggu orang beragama. Apapun namanya", demikian M. Fadjrul Falaakh, dari 
Komisi Hukum Nasional.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke