---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 15 Februari 2011 15:40 UTC



** WASHINGTON: MYANMAR BELUM BERUBAH

** AFGHANISTAN, SEHARI 200 JUTA EURO

** MACEDONIA PANGGIL DUBES BELANDA

** GEMA WARTA, TINJAUAN PERS: NASIB MUBARAK, ABU BAKAR BA'ASYIR DAN NENEK JADI 
IBU

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: WILDERS DAN PENGADILAN BELANDA

** GEMA WARTA, TOPIK BELANDA; BELANDA BAKAL DIKELILINGI TANGGUL PLASTIK?

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: MUSLIM BELANDA, PILIH PENDIDIKAN ATAU AGAMA?

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: TEPATKAH TRANSISI INDONESIA JADI MODEL BAGI 
MESIR?

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: EROPA TIDAK PERLU MEMUJI DEMOKRASI DI 
INDONESIA



* WASHINGTON: MYANMAR BELUM BERUBAH

Pemerintah Amerika Serikat mengritik rejim Myanmar yang mengancam pemimpin 
oposisi Aung San Suu Kyi dan partainya. Ini membuktikan tidak ada perubahan 
sejak pemilu tahun lalu.  Demikian seorang jurubicara departemen luar negri di 
Washington. Rejim di Myanmar tetap mempraktekkan kebijakan lama. Demikian 
tambahnya. Media pemerintah memperingatkan Suu Kyi dan partainya Liga Perubahan 
Demokratis (NLD) akan hilang secara tragis kalau mereka tetap mendukung sanksi 
barat terhadap Myanmar di bidang persenjataan, investasi dan berbagai sanksi 
lain karena pelanggaran hak-hak asasi manusia.


* AFGHANISTAN, SEHARI 200 JUTA EURO

Dalam anggaran belanja negara pemerintah presiden Barack Obama, untuk 
Afghanistan disediakan 300 juta dolar atau 200 juta euro. Walaupun demikian 
pemerintah Amerika Serikat sudah mengurangi pasukannya dari Irak dan 
Afghanistan. Untuk Afghanistan belum terlihat pengurangan anggaran, namun Irak 
sudah menunjukkan penurunan besar. Anggaran untuk kedua negara ini sudah 
berkurang 28 miliar euro. Presiden Obama sudah mengumumkan niatnya menarik 
hampir 100 ribu tentara dari Afghanistan. Namun menteri pertahanan Robert Gates 
menolak mengungkapkan jumlah dan kurun waktu yang dibutuhkan untuk menarik 
tentara Amerika pulang ke negrinya.


* MACEDONIA PANGGIL DUBES BELANDA

Pemanggilan ini berkaitan dengan kemarahan pemerintah Macedonia atas 
keterlibatan seorang staf kedutaan besar Belanda dalam unjuk rasa hari Minggu 
lalu di ibukota Skopje. Staf yang terlibat ini aktif dalam organisasi etnik 
Albania di Macedonia. Sementara itu kedutaan besar Belanda sudah menyelidiki 
kasus ini dan mengaku stafnya melanggar kesepakatan yang ada, ia diskor. Hari 
minggu lalu terjadi huru-hara antara pengunjuk rasa Macedonia dan warga etnis 
Albania yang muslim.  Di ibukota Skopje akan dibangun sebuah gereja dan warga 
etnis Albania menuntut sebuah mesjid disampingnya. 8 orang luka-luka dalam 
huru-hara pada hari Minggu lalu.


* PERANG NARKOBA DI MEKSIKO

Sekitar 18 orang tewas dalam baku tembak antara beberapa kelompok mafia narkoba 
di Mexico. Kekerasan ini terjadi di negara bagian Tamaulipas yang berbatasan 
dengan Amerika Serikat. Kartel narkoba Los Zetas dan Golf saling bersaing 
menduduki rute penyelundupan narkoba yang terbaik ke Amerika. Sementara itu di 
negara bagian tetangga Nuevo Leon para pembunuh bayaran menembak mati komandan 
polisi. Sejak 2007 lebih dari 34 ribu orang tewas akibat kekerasan di dunia 
narkoba Mexico.


* UNJUK RASA DI BAHREIN, SEORANG TEWAS

Selama unjuk rasa anti pemerintah, seorang tewas dalam konfrontasi dengan 
polisi. Unjuk rasa ini terjadi di desa Diya dekat ibukota Manamah. Korban luka 
parah ketika polisi berniat mengakhiri unuk rasa ini.  Para pendemo di negara 
kecil di kawasan Teluk menamakan hari Senin, Hari Kemarahan. Mereka mencontoh 
para pendemo di Tunisia dan Mesir yang berhasil mengusir para penguasa di 
negara-negara mereka.


* POLISI SYARIAH MALAYSIA GAGALKAN HARI VALENTINE

Kawula muda Malaysia gagal merayakan hari cinta Valentine. 96 orang ditahan 
atas tuduhan "khalwat" yang melarang perempuan dan pria berkumpul sebelum 
nikah. Undang-undang ini berlaku untuk semua orang muslim di Malaysia. 60 
persen dari 28 juta penduduk Malaysia tercatat sebagai muslim. Hari Senin lalu 
polisi menahan para sejoli di berbagai hostel dan taman-taman di Kuala Lumpur. 
Pihak yang berwajib di Malaysia sebelumnya sudah menyatakan akan turun tangan 
dan akan menindak warga muslim yang pada hari Valentine melakukan hal-hal yang 
melanggar kesusilaan. Mereka bisa diganjar 2 tahun penjara.


* BAKU TEMBAK THAILAND-KAMBOJA

Dewan Keamanan PBB menyerukan gencatan senjata permanen antara tentara kedua 
negara Asia Tenggara ini. Pekan lalu Kamboja dan Thailand beberapa kali 
terlibat baku tembak memperebutkan sebuah kuil yang terletak diperbatasan kedua 
negara. Dalam baku tembak ini jatuh 10 korban tewas. Kedua negara meminta 
perantaraan PBB. Kuil yang diperebutkan sudah diberikan kepada Kamboja oleh 
Makamah Internasional di Den Haag pada tahun 1962. Namun kelompok nasionalis 
Thailand tidak bisa menerima vonis ini. Yang merumitkan, tempat masuk kuil 
Hindu ini terletak di wilayah Thailand.


* Protes di Iran

Polisi Iran menahan ratusan pendemo di Teheran. Para pengunjuk rasa menyerukan 
yel-yel: mati sang diktator. Mereka maksud presiden Mahmoud Ahmadinejad. 
Seorang tewas dan puluhan luka-luka, demikian kantor berita Iran Fars. Pemimpin 
oposisi Iran Mir Hossein Mousavi menyatakan ribuan pendemo turun ke jalan. Ia 
sendiri mendapat tahanan rumah. Polisi mengepung rumahnya. Para wartawan asing 
dilarang masuk Iran, selanjutnya jaringan ponsel ditutup penguasa di Iran.


* NASIB MUBARAK, ABU BAKAR BA'ASYIR DAN NENEK JADI IBU

Mengangkat Mubarak yang ternyata juga dicintai, persidangan Abu Bakar Ba'asyir 
dan hamil pada usia 62 tahun.

Senin (14/02) stasiun televisi Arab Al-Arabbiya memberitakan, mantan presiden 
Hosni Mubarak koma dan dirawat di rumahnya, di Sharm al-Sheikh. Mubarak 
diberitakan beberapa kali mendapat serangan jantung, sejak Sabtu (12/02) lalu. 
Kondisi kesehatan mantan presiden yang sekarang berusia 82 tahun itu memang 
tidak begitu baik. Ia diisukan depresif dan menolak semua perawatan dokter. 
Kemungkinan besar, Mubarak akan diterbangkan ke sebuah klinik di Jerman, yang 
pernah merawatnya tahun lalu. Demikian diberitakan koran Belanda De Telegraaf.

Asal
Harian De Pers memuat cerita tentang desa kelahiran Mubarak, Kafr al-Masalha, 
yang menangis kehilangan pemimpin besar mereka. Jika di Kairo semua yang 
berbau, bergambar dan bernama Mubarak hilang, di desa ini tidak ada seorang pun 
mengubah warisan Mubarak. Mubarak tinggal di desa itu hingga usia 15 tahun, dan 
terakhir kali berkunjung 50 tahun lalu, ketika masih menjadi pilot pesawat 
tempur.

Desa Kafr al-Masalha dan sejumlah desa di sekelilingnya banyak melahirkan  
pemimpin besar Mesir. Abdel Aziz Fahmi, pencetus UUD Mesir, juga lahir di desa 
ini. Almarhum presiden Anwar Sadat lahir di desa tetangga. Juga banyak pemimpin 
militer Mesir lahir di atau di sekeliling desa itu. Selama jadi presiden, 
Mubarak tidak membangun desanya. "Ia tidak mau mengistimewakan kami. Tidak baik 
untuk Mesir."

Khilaf
Pertanyaan mengenai Mubarak dan kroninya yang memperkaya diri dengan uang 
rakyat, dijawab: "Semua orang punya salah. Saya yang punya anak 4 saja sering 
berbuat salah. Apalagi Mubarak yang harus merawat 83 juta anak." Tapi 
ditambahkan, memang mereka mengakui Mubarak bukan presiden yang baik, karena 
tidak punya hubungan dengan rakyatnya, toh ia orang baik dan mereka kehilangan 
sang pemimpin yang disayangi ini. Demikian tulis De Pers.

Teroris
Koran Trouw memuat foto para pendukung Abu Bakar Ba'asyir yang mengikuti sidang 
pemimpin mereka di luar gedung pengadilan. Tiap kali jaksa penuntut membacakan 
nama Ba'asyir, para pendukungnya membalas dengan teriakan riuh. Ba'asyir 
dituduh merencanakan aksi teroris di Indonesia, dan mendanai organisasi teror 
baru yang melakukan latihan militer di Aceh. 

Menurut Trouw sidang ini adalah batu ujian untuk pemerintah SBY sehubungan 
pemberantasan terorisme. Belakangan Indonesia dilanda gelombang kekerasan 
beragama baik terhadap umat muslim lainnya, maupun terhadap umat Kristen. 

Hamil
Belanda dikejutkan berita bahwa seorang perempuan berusia 62 tahun yang tinggal 
di provinsi Friesland, Belanda Utara, saat ini sedang mengandung anak 
pertamanya. Ia sebelumnya telah mendapat perawatan kesuburan dan menjalani 
proses in-vitro fertilisasi atau IVF di Italia. Diperkirakan bayi itu akan 
lahir April mendatang. Sang ibu yang hidup sendiri ini harus ke luar negeri 
untuk mendapat donasi sel telur dan sperma, karena di Belanda perempuan 
dilarang hamil di atas usia 45 tahun - lagipula donasi sel telur juga dilarang.

Menurut Guru Besar Reproduksi Universitas Nijmegen, kehamilan di usia manula 
membahayakan ibu dan anak. Pertama karena setelah usia 45 tahun, pembuluh darah 
perempuan tidak lagi fleksibel dan tidak selalu sehat. Tekanan darah tinggi 
atau penyakit gula bisa menyebabkan dampak negatif bagi bayi. Perempuan Belanda 
ini bukanlah ibu tertua di dunia. Tahun 2008 lalu seorang perempuan India 
berusia 70 tahun melahirkan anak kembar. Demikian Trouw.


* WILDERS DAN PENGADILAN BELANDA

Belanda sibuk mendiskusikan, sebenarnya sidang terhadap politikus Geert Wilders 
itu menyangkut apa sih? Apakah menyangkut tentang kebebasan berpendapat, 
seperti yang diajukan pihak Wilders sendiri? Atau lebih menyangkut perlindungan 
terhadap kaum minoritas, dalam hal ini muslim, melawan suara-suara negatif dan 
penuh kebencian, seperti yang diajukan pihak lainnya? Laporan John Tyler.

Tidak keduanya. Pengadilan ini bukan menyangkut masalah kebebasan berpendapat 
Wilders atau masalah kebencian terhadap muslim sekalipun. Di kursi terdakwa, 
duduk sistem pengadilan Belanda. Hakim yang semula memimpin pengadilan, 
sebaliknya, kini harus menjawab pertanyaan, seiring dengan munculnya isu 
kenetralan yang menjadi pusat perhatian dibanding pidato kebencian Wilders.

Pengadilan itu sebenarnya tidak perlu berlangsung. Kejaksaan Agung berulang 
kali menyatakan tak ada kasus yang dapat dipakai untuk menyeret Wilders ke 
pengadilan. Bahkan komentarnya membandingkan al Quran dengan buku Adolf Hitler 
Mein Kampf atau seruan pengusiran jutaan muslim dari Uni Eropa, juga dianggap 
tidak emlanggar hukum.

Namun masyarakat semakin keras menyerukan agar Kejaksaan Agung segera menyeret 
Wilders ke pengadilan. Menurut Kejaksaan Agung, Wilders tidak melanggar hukum 
apapun. Sampai titik itu, sistem hukum Belanda jelas dengan satu suara.

Praduga Tersembunyi
Sampai ketika Pengadilan Banding Amsterdam memutuskan untuk menuntut Wilders. 
Tiga hakim sudah ditunjuk, dan pengadilan dapat dimulai.

Wilders dan pengacaranya Bram Moszkowicz menyatakan ada praduga yang 
tersembunyi ketika sidang baru saja dimulai dan akibatnya Wilders tidak 
mendapat keadilan. Hal itu disadari oleh beberapa pengamat.

Pembebasan
Kendati demikian Wilders harus puas dengan dua penuntut yang ditunjuk. 
Keduanya, dalam putusan terdahulu sepakat untuk tidak menyeret Wilders ke 
pengadilan.

Dan benar saja pada sidang pertama mereka sekali lagi menyerukan pembebasan di 
atas segala tuntutan. Untuk penuntut itu adalah tindakan yang tidak biasa dan 
belum pernah terjadi sebelumnya.

Makan Malam
Namun kecurigaan Wilders dan Moskowiccz tetap berjalan pada hakim di pengadilan 
Amsterdam. Pada sesi terakhir di pengadilan pertama muncul gangguan yang 
berasal dari seorang saksi mata.

Saksi mengakui telah makan malam bersama hakim agung Tom Schalken, salah satu 
hakim Mahkamah Agung yang memutuskan, bahwa Kejaksaan harus mendakwa Wilders 
atas tuduhan menyebar kebencian, diskriminasi dan penghinaan kelompok.

Itu sehari sebelum saksi memberikan keterangannya. Apakah hakim bertindak di 
luar garis? Apakah ia telah mempengaruhi saksi?

Ketika hakim menolak untuk mendengar kesaksian dari seorang saksi, di hari 
terakhir pengadilan pertama, Moszkowicz berhasil membuktikan isu kenetralan 
itu. Pengadilan ditunda dan hakim baru ditunjuk.

Pergeseran Kekuasaan
Sekarang pengadilan dilanjutkan dengan hakim baru. Dan sekarang hakim Schalken 
harus menjawab pertanyaan. Dua orang lainnya yang terlibat dengan affair makan 
malam itu juga dipanggil. Wilders menantikan dengan harap cemas untuk bertanya 
sendiri ke Schalken dalam proses pengadilan.

Dengan demikian terjadi pergeseran kekuasaan di pengadilan. Wilders sebagai 
terdakwa, hanya tinggal sebutan belaka. Ia tampaknya akan menjadi lebih kuat 
dibanding sebelumnya.

Terdakwa sesungguhnya dalam pengadilan Wilders adalah sistem hukum Belanda dan 
Pengadilan Banding Amsterdam,yang menyerukan tuntutan menentang keinginan 
Kejaksaan Agung.


* BELANDA BAKAL DIKELILINGI TANGGUL PLASTIK?
Belanda "memagari" Laut Utara dengan tanggul batu yang kokoh. Namun sekarang 
terdapat tanggul percobaan yang dibuat dari plastik. Kelihatannya memang tidak 
indah, namun nyatanya plastik efektif menghadang permukaan air laut yang terus 
naik. Demikian redaktur Thijs Westerbeek van Eerten 
Di Zeeland Belanda barat daya yang dilanda banjir besar tahun 1952, dilakukan 
percobaan. Sudah lebih dari tiga tahun digunakan tanggul eksperimental yang 
dibuat dari kombinasi pecahan batu dan perekat plastik. Bahan ini berfungsi 
lebih baik dari yang diperkirakan; setelah bertahun-tahun diterjang gelombang 
dan tiga musim dingin ekstrem dengan badai, salju dan es, sama sekali tak ada 
kerusakan ditemukan di tanggul ini. 
Jujur saja, perlindungan Belanda dari serangan laut sampai sekarang tidak 
terlalu subtil. Perlindungan yang lebih baik identik dengan tanggul yang lebih 
tinggi, menggunakan lebih banyak beton dan aspal. Namun permukaan laut yang 
terus naik membutuhkan cara yang lebih canggih untuk menghalau air. Cara yang 
tidak mahal dan tak merusak lingkungan. 
Banyak Plastik
Soal yang terakhir itu - merusak lingkungan - tanggul plastik, dipertanyakan : 
secara ekologis, apakah bertanggung jawab untuk menggunakan plastik dalam 
jumlah besar sebagai tanggul? Coba bayangkan jika seluruh pantai Belanda 
dilapisi plastik. Apa itu bukan perusakan alam besar-besaran? Johan Rasing dari 
BASF - pengembang bahan khusus tersebut - langsung bereaksi: 
"Bahan ini dibuat dari plastik polyurethane dan merupakan produk yang 
benar-benar stabil. Meminjam bahasa para ahli kimia:bahan lambat. Ia tidak 
bereaksi terhadap zat apa pun dan tak akan larut di air. Ia bertahan seperti 
itu, selamanya."
Dan itu sangat berbeda dengan beton atau aspal yang sekarang dipakai di 
tanggul-tanggul Belanda. Beton dan aspal mengeluarkan zat beracun. Di lapisan 
baru ini banyak celah terbuka di antara pecahan batu, di mana 'elastocoast' - 
begitu namanya - merekat. Celah itu adalah surga bagi kerang, ganggang, dan 
berbagai jenis lumut yang bebas menempel di sana. Celah itu juga terlihat alami.
Aman?
Namun apakah struktur terbuka macam itu cukup kuat untuk sebuah tanggul? 
Terdapat sekitar 50% celah di sana. Seberapa amankah itu? Kees Lazolder dari 
Biro Konsultasi Teknik Arcadis menjelaskan, justru celah-celah itu diperlukan: 
"Celah-celah terbuka itu sangat praktis. Gelombang menghantam lapisan luar, dan 
energinya akan menghilang di celah-celah itu. Dengan cara ini hantaman 
gelombang ditangkap dengan sangat efisien. Dengan begitu, bahan ini tidak mudah 
rusak dan bisa menahan banyak gelombang kuat." 
Bisakah bahan baru ini diterapkan di negara-negara yang tak punya uang untuk 
memperbaharui perlindungan pantai dengan teknologi terbaru? Kees Lazolder dan 
Johan Rasing langsung mengakui bahwa 'elastocoast' sedikit lebih mahal daripada 
aspal. Namun bahan ini sangat kuat dan akan bekerja lebih lama, jadi jika 
dihitung dalam jangka panjang, 'elastocoast' lebih murah.
Malaysia
Keunggulan-keunggulan terseut membuat "tanggul plastik" jadi produk ekspor 
murni Belanda yang bisa menghadapi persaingan dunia. Rasing sudah punya 
contohnya : 
"Sekarang di Malaysia, kolega saya sedang sibuk membangun tanggul plastik 
seluas 18.000 meter persegi. Ini proyek besar, panjangnya sekitar setengah 
kilometer dan lebarnya 15 meter. Tanggul ini juga bertugas melindungi permukaan 
pantai, dibuat dari produk yang sama persis dengan di Belanda."

Satu-satunya kekurangan lapisan baru ini tidak terletak pada perekat plastik, 
melainkan pada bebatuannya. Kees Lazolder: "Kalau bebatuan tak bisa ditemukan 
di daerah lokal, jangan pakai bahan ini. Akan jadi terlalu mahal untuk 
mendatangkan pecahan batu dari negara lain."


* MUSLIM BELANDA, PILIH PENDIDIKAN ATAU AGAMA?

Heleen Sittig

Kelangsungan pendidikan sekelompok siswa muslim di Amsterdam jadi ajang 
perdebatan sengit. Seratus siswa wajib belajar di Amsterdam ini terancam tidak 
bersekolah tahun depan, bukan karena tidak ada tempat bagi mereka di sekolah 
lain, tapi karena mereka atau orangtua mereka tidak mau ke sekolah menengah 
umum.

Kisah awalnya: Menteri Pendidikan Marja van Bijsterveld memutuskan Sekolah 
Menengah Islam Amsterdam (ICA) harus ditutup. Jumlah murid sangat sedikit dan 
menurut inspeksi, mutu pendidikan jauh di bawah standar. Umumnya, dalam kasus 
seperti itu para siswa akan dialihkan ke sekolah lain. Namun banyak siswa 
muslim di ICA ini yang sangat konservatif dan tidak merasa diterima dengan 
tangan terbuka di sekolah-sekolah lain di Amsterdam. Kebanyakan siswa perempuan 
di ICA, misalnya, mengenakan jilbab. Sekolah mereka adalah satu-satunya sekolah 
menengah islam di Amsterdam.

Busana
Satu orangtua siswa mengatakan: "Saya lebih suka apabila anak-anak saya bisa 
masuk sekolah umum. Namun itu tidak mungkin karena tidak ada sekolah yang mau 
menerima anak-anak saya apa adanya. Sekolah-sekolah menengah umum lainnya 
mempermasalahkan banyak hal. Misalnya, ada sekolah yang hendak membatasi cara 
berbusana siswa. Ada sekolah yang memaksa siswa-siswanya ikut ekskursi ke luar 
negeri." 

Orangtua dan para siswa ingin agar mereka tetap belajar dalam lingkungan 
islami. Tahun depan, mereka berniat mengikuti pendidikan di rumah saja. Hukum 
Belanda memungkinkan hal ini apabila di lingkungan sekitar tidak ada sekolah 
yang cocok dengan ideologi mereka. Untuk itu, orangtua tidak perlu meminta 
izin, mereka hanya saja diminta untuk "lapor" ke pemerintah.

Orangtua dan para siswa ingin menangani hal ini secara profesional. Toh, hanya 
namanya saja pendidikan di rumah. Praktiknya, mereka berharap, keseratus siswa 
tersebut bisa menggunakan balai desa dan mendatangkan guru-guru kompeten untuk 
mengajar mereka menghadapi ujian nasional. Jadi masih jadi tanda tanya, apa ini 
bisa disebut pendidikan di rumah. Anggota parlemen dari Partai Demokrat D66 
Boris van der Ham tidaklah setuju. Menurutnya, para orangtua itu pada dasarnya 
memanfaatkan celah hukum. Praktiknya, mereka mendirikan sekolah baru, tanpa 
harus memenuhi persyaratan yang berlaku.

Hak Bertemu
Anggota dewan kota Amsterdam dari Partai Buruh PvdA yang mengawasi bidang 
pendidikan, Lodewijk Asscher, juga menyebutnya gagasan buruk. Menurut Asscher, 
pendidikan berkualitas merupakan "pintu ke masyarakat."

''Ini menyangkut nasib seratus murid, seratus anak muda, yang nantinya akan 
berperan di kota ini, negara ini. Mereka berhak mendapat ijazah dan pendidikan 
berkualitas tinggi, bersosialisasi dengan orang lain, serta punya akses ke 
masyarakat. Apabila mereka harus tinggal di rumah dan pendidikan dilakukan oleh 
orangtua saja, ini berarti melanggar hak-hak mereka."

Semakin banyak anak muda muslim yang berpendapat bahwa agama dan pendidikan 
tidak bisa dipisahkan. Seorang murid ICA mengatakan pada Asscher: "Apabila Anda 
benar-benar menghormati kami, Anda akan menghormati kepentingan kami. Anda 
sendiri barusan mengatakan: 'Saya memutuskan pilihan sendiri,' lalu kenapa kami 
tak boleh memutuskan pilihan sendiri?"

Menurut anggota legislatif Asscher, pendidikan yang baik lebih penting dari 
agama. Jika perlu, ia akan memperkarakan hal ini sampai ke pengadilan.


* TEPATKAH TRANSISI INDONESIA JADI MODEL BAGI MESIR?

PM Belanda Mark Rutte dalam pernyataannya baru baru ini mengharapkan pergolakan 
di Mesir dapat menghasilkan suatu tatanan pemerintahan baru yang demokratis. 
Beberapa waktu sebelum Presiden Mesir Mubarak turun Jumat lalu, Rutte 
mengatakan sebaiknya Mesir mengikuti jalan Indonesia atau Turki. Media massa di 
Belanda, dan juga media Amerika sejalan dengan pemikiran PM liberal Belanda 
ini. Semuanya khawatir perubahan besar di Mesir dapat dibajak oleh kalangan 
Muslim radikal, yaitu kelompok Persaudaraan Muslim atau al-Ikhwanul Muslimin. 
Namun benarkah model transisi Indonesia pasca-Soeharto merupakan model yang 
tepat bagi Mesir? Berikut beberapa catatan Aboeprijadi Santoso.


PM Belanda Mark Rutte tidak sendirian. Beberapa minggu sebelumnya, kalangan 
pakar, media massa internasional, juga di Indonesia, menonjolkan Indonesia 
sebagai teladan peralihan. Peralihan pasca Soeharto dianggap mulus, karena 
tepat. Pendapat dominan ini merupakan manifestasi ketakutan dunia Barat akan 
kecolongan oleh kekuatan politik Islam, seperti terjadi di Iran Revolusi Islam 
Iran tahun 79

Di Indonesia kekuatan Islam politik Indonesia sejak lama didominasi oleh dua 
ormas terbesar, Nadhatul Ulama dan Muhammadiyah yang moderat, dan Indonesia 
untuk keduakalinya, menjelang merdeka tahun 1945, dan juga tahun 1999, pernah 
dicemaskan oleh gagasan Negara Islam, seperti isu Piagam Jakarta. Pada kedua 
kesempatan tsb, isu itu berhasil diatasi. 


Perubahan
Kebebasan bersuara juga kebebasan pers dan struktur-struktur demokratis 
berkembang. Namun apa yang terjadi sejak tahun 98 sebagian besar justru 
merupakan perubahan-perubahan yang alot dan berdarah. Polisi dapat dipisahkan 
dari militer, dan militer berhasil disingkirkan dari politik, dari DPR dan dari 
birokrasi pemerintahan, tetapi pengaruhnya masih cukup kuat. Soal keamanan 
lokal selalu menyertakan tidak hanya polisi, tapi juga militer dsb. 

Justru pada masa transisi tsb, khususnya di era pemerintahan Presiden 
Abdurrachman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri, reputasi TNI sempat 
merosot, kemudian menanjak lagi, ketika Indonesia harus mengatasi pemisahan 
Timor Timur dan pemberontakan separatis di Aceh dan isu Papua yang mendorong 
kembalinya peran tentara. 

Pergolakan berdarah lainnya di masa itu juga dilihat di Kalimantan Tengah, 
Papua dan politik sektarianisme, terutama di Ambon dan Poso. Transisi berdarah 
ini terlampau cepat dilupakan dunia. 


Kepuasan Barat
Walhasil, selain Islam politik yang moderat di Indonesia, terutama sukses 
perdamaian Aceh pertengahan 2005 dan persahabatan Indonesia dengan Timor Leste, 
membuat dunia Barat cepat puas. Dan ini mendorong diplomasi Indonesia bertumpu 
pada posisinya sebagai negara bermayoritas Muslim terbesar, moderat dan 
demokratis. 

Presiden Barack Obama mengakuinya dengan kunjungannya ke Mesir dan kemudian ke 
Indonesia, padahal pada saat yang sama, trend toleransi beragama di Indonesia 
makin merosot dengan terjadinya penyerangan di sekitar Jakarta dan Jawa Barat. 
Dan insiden berdarah terbaru, terhadap Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, dan 
serangan terhadap gereja di Temanggung, Jawa Tengah, baru baru ini menunjukkan 
bahwa transisi Indonesia-pasca-Soeharto, dalam ranah politik dan agama, masih 
jauh dari teratasi.

Ichwanul Muslimin
Gerakan Islam seperti Ikhwanul Muslimin yang sudah berkembang berabad2 di Timur 
Tengah, dan baru menonjol dan menjadi sumber kecemasan Barat sejak mengilhami 
Hamas di Palestina dan Ikhwanul yang terlarang di Mesir. Di Indonesia, kekuatan 
politik Islam berkembang konservatif. Dua pemilihan umum terakhir, tahun 2004 
dan tahun 2009, menunjukkan dukungan partai partai berbasis Islam justru 
merosot. Bahkan kekuatan politik Islam yang bersemangat Ikhwanul Muslimin, 
yaitu PKS gagal menjadi partai terbesar ketiga di Indonesia seperti 
dicita-citakannya. 

Seorang pengamat Malaysia yang membandingkan PKS dan PAS, Parti Islam sejenis 
PKS di Malaysia, baru baru ini mengatakan, kalau PAS bisa bercita-cita negara 
Islam di Malaysia, di Indonesia hal itu akan sangat sulit terjadi, karena 
adanya komitmen Pancasila dalam konstitusi Indonesia. Perhatian PKS terutama di 
daerah, lebih terpusat di bidang kemaslahatan sosial seperti koperasi, 
pelayanan kesehatan masyarakat dsb. Para pendiri PKS tidak menyangkal cita-cita 
suatu negara bernafas Islam, tapi fokus ini hingga kini tidak menjadi isu 
utama. 

Di kawasan konflik dunia seperti di Palestina, atau di kawasan Arab yang 
ditindas penguasa otokrat seperti Mesir di bawah Mubarak, Ikhwanul Muslimin 
dapat berkembang. Sebaliknya, di Indonesia, PKS malah baru lahir di masa 
transisi pasca-Soeharto. Transisi Indonesia, dengan kata lain, tidak dengan 
sendirinya merupakan model yang tepat dan terbaik bagi Mesir.


* Negosiasi dengan Iran: Bahaya!

Hubungan diplomatik Iran dengan dunia Barat memanas. Senin (14/02) Amerika 
Serikat mendukung penuh oposisi yang kembali turun ke jalan. Sebelumnya, 
Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal menyebut rezim Iran barbar.

Klaas den Tek

Bagaimana cara menghadapi pemerintah Iran? Menteri Luar Negeri Amerika Serikat 
Hillary Clinton memilih melawan terang-terangan. Senin (14/02) lalu, ia 
terang-terangan mengungkapkan harapan bahwa unjuk rasa di Iran - seperti di 
Mesir - akan mengundang lebih banyak keterbukaan. Ribuan warga Iran berunjuk 
rasa di Teheran melawan penguasa. Seorang pengunjuk rasa tewas dalam aksi 
tersebut.

Kegagalan Diplomasi 
Hubungan Iran dan dunia Barat sudah lama tegang. Belum lama ini Menteri Luar 
Negeri Belanda menarik mundur duta besarnya di Iran karena merasa tertipu. 
Kabinet tidak berhasil mencegah hukum gantung terhadap Zahra Bahrami, warga 
keturunan Belanda-Iran. 

Beberapa minggu terakhir, sama sekali tak ada diplomasi - bahkan "diplomasi 
bisu" - dari dunia Barat. Walaupun berpendapat hukum gantung Bahrami tidak 
berprikemanusiaan, namun Uni Eropa menyatakan, tidak mungkin untuk benar-benar 
memutuskan hubungan dengan Iran. Di penjara-penjara Iran masih banyak warga 
Belanda, Inggris, Jerman, dan Prancis yang tergantung pada dukungan pemerintah 
mereka. 

Hampir semuanya dituduh jadi mata-mata dan mengancam keamanan nasional. Seperti 
tiga backpacker Amerika yang ditangkap bulan Juli 2009, setelah mereka - secara 
tak sengaja - melewati perbatasan Irak dan Iran.

Amerika Serikat boleh mendesak, namun Iran tetap mengurung ketiganya di 
penjara. September tahun lalu, atas alasan kesehatan Sarah Shourd, salah satu 
backpacker, dibebaskan dengan uang jaminan besar. Toh proses pengadilan melawan 
kedua teman Sarah tetap berlangsung 6 Februari lalu.

Tidak bisa diramalkan
Negosiasi dengan Iran mengenai pembebasan tahanan ibarat bermain catur dengan 
lawan yang tidak konsisten. Terkadang, rezim mengambil langkah mengherankan. 
Misalnya saja Presiden Mahmoud Ahmadinejad ingin membarter warga Amerika dengan 
warga Iran yang mendekam di penjara Amerika. Gedung Putih terus membantah 
adanya pembicaraan mengenai kesepakatan itu. Di samping itu, Amerika Serikat 
dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik langsung; di Iran, kepentingan 
Amerika diwakili Swiss.

Masih tahun lalu, dosen Prancis Clotilde Reiss (24 tahun) dibebaskan. Ia 
kabarnya mengirim foto-foto demonstrasi rakyat tahun 2009 ke kedutaan besar 
Prancis di Teheran. Reiss diancam hukuman 10 tahun penjara, tapi dibebaskan 
sesudah membayar 300.000 dolar. Bukan kebetulan kalau Prancis membebaskan 
seorang tahanan Iran 48 jam sesudahnya.

Publisitas
Namun dalam menghadapi Iran, negara-negara ini tidaklah tidak memiliki 
kekuatan. Publisitas menjadi senjata ampuh yang membuat rezim was-was. Wartawan 
Iran-Amerika Roxana Saberi ditahan tahun 2008 dengan tuduhan menjadi mata-mata. 
Saberi membantah dan melakukan aksi mogok makan. Media Barat dan 
organisasi-organisasi pembela HAM mengutuk Iran dan Sabari dibebaskan lima 
bulan sesudah itu.

Yang menyolok, para tahanan dengan kewarganegaraan ganda menghadapi kesulitan 
di Iran. Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan menolak campur tangan 
luar negeri dalam menangani "warganya sendiri." Ini juga terjadi pada warga 
Iran-Kanada Saeed Malekpour (35 tahun). Ia dijatuhi hukuman mati karena 
kabarnya mengembangkan situs porno. Sampai saat ini, Kanada tidak bisa berbuat 
apa-apa untuk menolongnya.

Dalam kasus warga Iran-Belanda Al-Mansouri - seorang teroris di mata Iran - 
Belanda berhasil mempengaruhi hukuman yang dijatuhkan. Yang tadinya hukuman 
mati, akhirnya diubah menjadi hukuman 30 tahun penjara, sesudah campur tangan 
pemerintah Belanda. Ada desas-desus, hukuman tersebut sekarang diubah lagi 
menjadi 15 tahun.

Pendek kata, reaksi rezim Iran tidak bisa diramalkan. Sejumlah tahanan bisa 
bebas sesudah tekanan besar masyarakat internasional. Yang lainnya dihukum 
bertahun-tahun. Arah perundingan dengan Teheran tidak bisa diduga, sayangnya, 
ini menyangkut hidup atau mati.


* EROPA TIDAK PERLU MEMUJI DEMOKRASI DI INDONESIA 
(Selama Laskar Garis Keras Semakin Merebak)

Selasa 15 Februari puluhan pemerhati situasi dan kondisi politik Indonesia di 
Jerman berkumpul di Brandenburgtor Berlin menyampaikan kemarahan mereka akan 
kekerasan sipil seperti pengrusakan gereja-geraja yang masih terus berlangsung 
di Indonesia. Eropa, tidak perlu memuji demokrasi di Indonesia selama integrasi 
sosial sangat parah seperti munculnya lashkar-lashkar garis keras yang 
melanggar hukum, semakin merebak dan tidak ditindak. Demikian Boni Hargens, 
pengamat politik dari Jakarta yang tengah melanjutkan studi di Jerman.

Boni Hargens (BH) : Warga negara Indonesia, aktivis pro demokrasi, sahabat dan 
simpatisan dari Jerman berkumpul di Brandenburgertor membacakan sikap bersama 
mengenai kekerasan sipil yang berulang-ulang terjadi belakangan di Indonesia. 

Radio Nederland (RN) : Di Cikeusik dan Temanggung ?
BH : Ya dan juga beberapa pengrusakan rumah ibadah gereja di Indonesia. 

RN : Mengapa aksi protes ini dilakukan di Berlin ?
BH : Sebetulnya karena kami yang punya perasaan yang sama-sama marah dengan 
kenyataan seperti ini, kebetulan ada di Jerman. Kita berkumpul dan kemudian 
memutuskan untuk mengadakan aksi semacam ini. Tetapi ada point lain yang ingin 
kami capai bahwa Eropa mungkin tidak perlu memuji-muji Indonesia dalam hal 
demokrasi seperti yang dilakukan oleh Amerika dengan  hasil studi 'freedom 
house' misalnya yang me'ranking' kebebasan sipil di Indonesia cenderung positip 
setelah 2004 kesini. Padahal kenyataannya bahwa integrasi sosialnya sangat 
parah. Muncul laskhar-lashkar garis keras yang bahkan melampaui hukum. 

Kami juga ingin minimal pemerintah Jerman dan beberapa negara Eropa melihat 
bahwa ternyata ada persoalan dengan demokratisasi di Indonesia, kerukunan 
beragama, hak azasi manusia belum ditegakkan secara kwalitatif. Kita ingin 
negara-negara Eropa tidak hanya berpikir soal hubungan ekonomi dengan Indonesia 
tetapi harus juga memikirkan dorongan terhadap demokratisasi. Terutama supaya 
'civil liberties' betul-betul ditegakkan. 

RN : CNN dan juga perdana menteri Belanda Mark Rutte memuji demokrasi di 
Indonesia terutama dikaitkan belakangan ini dengan perkembangan di Mesir. 
BH : Betul. Orang juga mulai membicarakan Indonesia dan beberapa negara lain 
dengan skala Mesir. Mereka mengatakan Indonesia jauh lebih baik. Indonesia 
demokrasi. Ok, secara formal kita perlu akui bahwa Indonesia setelah 1998 sudah 
menerapkan sebuah sistim demokrasi yang modern tetapi secara kwalitatif kalau 
kita kaji kedalam, bahwa demokratisasi yang terjadi di Indonesia lengkap secara 
prosedural tetapi secara substansial banyak masalah yang kita jumpai. 

Misalnya persoalan kemiskinan, pengangguran dan sekarang kita berhadapan dengan 
kebebasan sebagai bagian dari Hak Azasi Manusia yang ternyata tidak dimiliki 
oleh kelompok-kelompok minoritas di Indonesia. Penegakkan hukum masih berjalan 
secara parsial dan pincang karena aparat kepolisian misalnya tidak bisa 
menciptakan ketertiban umum ketika berhadap dengan lashkar-lashkar garis keras. 
Lashkar-lashkar garis keras ini sering sekali melakukan adegan kekerasan 
dihadapan otoritas negara dihadapan aparat hukum tetapi tidak ada satupun 
institusi resmi negara yang bisa mentertibkan mereka. 

Maka kita berpikir, demokrasi macam apa yang sekarang terjadi di Indonesia dan 
bagaimana kita bisa mengatakan bahwa demokratisasi di Indonesia berjalan dengan 
baik ? Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa pemerintahan SBY berpihak pada 
demokrasi sementara kenyataannya, adegan kekerasan terjadi berulang-ulang sejak 
tahun 2004 sampai sekarang dan itu berlangsung secara sistimatis dilakukan oleh 
kelompok-kelompok tertentu yang sudah bisa kita deteksi tetapi negara tidak 
pernah mengambil sikap tegas. 

Kita menuduh pemerintah Indonesia juga punya komitmen terhadap kekerasan, 
'crime by omission' telah dilakukan pemerintah karena membiarkan itu semua 
jerjadi. 

RN : Membiarkan karena tidak mampu ataukah karena tidak mau ? 


ikuti wawancara selengkapnya di www.ranesi.nl


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke