--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 15 Februari 2011 15:40 UTC ** WASHINGTON: MYANMAR BELUM BERUBAH ** AFGHANISTAN, SEHARI 200 JUTA EURO ** MACEDONIA PANGGIL DUBES BELANDA ** GEMA WARTA, TINJAUAN PERS: NASIB MUBARAK, ABU BAKAR BA'ASYIR DAN NENEK JADI IBU ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: WILDERS DAN PENGADILAN BELANDA ** GEMA WARTA, TOPIK BELANDA; BELANDA BAKAL DIKELILINGI TANGGUL PLASTIK? ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: MUSLIM BELANDA, PILIH PENDIDIKAN ATAU AGAMA? ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: TEPATKAH TRANSISI INDONESIA JADI MODEL BAGI MESIR? ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: EROPA TIDAK PERLU MEMUJI DEMOKRASI DI INDONESIA * WASHINGTON: MYANMAR BELUM BERUBAH Pemerintah Amerika Serikat mengritik rejim Myanmar yang mengancam pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi dan partainya. Ini membuktikan tidak ada perubahan sejak pemilu tahun lalu. Demikian seorang jurubicara departemen luar negri di Washington. Rejim di Myanmar tetap mempraktekkan kebijakan lama. Demikian tambahnya. Media pemerintah memperingatkan Suu Kyi dan partainya Liga Perubahan Demokratis (NLD) akan hilang secara tragis kalau mereka tetap mendukung sanksi barat terhadap Myanmar di bidang persenjataan, investasi dan berbagai sanksi lain karena pelanggaran hak-hak asasi manusia. * AFGHANISTAN, SEHARI 200 JUTA EURO Dalam anggaran belanja negara pemerintah presiden Barack Obama, untuk Afghanistan disediakan 300 juta dolar atau 200 juta euro. Walaupun demikian pemerintah Amerika Serikat sudah mengurangi pasukannya dari Irak dan Afghanistan. Untuk Afghanistan belum terlihat pengurangan anggaran, namun Irak sudah menunjukkan penurunan besar. Anggaran untuk kedua negara ini sudah berkurang 28 miliar euro. Presiden Obama sudah mengumumkan niatnya menarik hampir 100 ribu tentara dari Afghanistan. Namun menteri pertahanan Robert Gates menolak mengungkapkan jumlah dan kurun waktu yang dibutuhkan untuk menarik tentara Amerika pulang ke negrinya. * MACEDONIA PANGGIL DUBES BELANDA Pemanggilan ini berkaitan dengan kemarahan pemerintah Macedonia atas keterlibatan seorang staf kedutaan besar Belanda dalam unjuk rasa hari Minggu lalu di ibukota Skopje. Staf yang terlibat ini aktif dalam organisasi etnik Albania di Macedonia. Sementara itu kedutaan besar Belanda sudah menyelidiki kasus ini dan mengaku stafnya melanggar kesepakatan yang ada, ia diskor. Hari minggu lalu terjadi huru-hara antara pengunjuk rasa Macedonia dan warga etnis Albania yang muslim. Di ibukota Skopje akan dibangun sebuah gereja dan warga etnis Albania menuntut sebuah mesjid disampingnya. 8 orang luka-luka dalam huru-hara pada hari Minggu lalu. * PERANG NARKOBA DI MEKSIKO Sekitar 18 orang tewas dalam baku tembak antara beberapa kelompok mafia narkoba di Mexico. Kekerasan ini terjadi di negara bagian Tamaulipas yang berbatasan dengan Amerika Serikat. Kartel narkoba Los Zetas dan Golf saling bersaing menduduki rute penyelundupan narkoba yang terbaik ke Amerika. Sementara itu di negara bagian tetangga Nuevo Leon para pembunuh bayaran menembak mati komandan polisi. Sejak 2007 lebih dari 34 ribu orang tewas akibat kekerasan di dunia narkoba Mexico. * UNJUK RASA DI BAHREIN, SEORANG TEWAS Selama unjuk rasa anti pemerintah, seorang tewas dalam konfrontasi dengan polisi. Unjuk rasa ini terjadi di desa Diya dekat ibukota Manamah. Korban luka parah ketika polisi berniat mengakhiri unuk rasa ini. Para pendemo di negara kecil di kawasan Teluk menamakan hari Senin, Hari Kemarahan. Mereka mencontoh para pendemo di Tunisia dan Mesir yang berhasil mengusir para penguasa di negara-negara mereka. * POLISI SYARIAH MALAYSIA GAGALKAN HARI VALENTINE Kawula muda Malaysia gagal merayakan hari cinta Valentine. 96 orang ditahan atas tuduhan "khalwat" yang melarang perempuan dan pria berkumpul sebelum nikah. Undang-undang ini berlaku untuk semua orang muslim di Malaysia. 60 persen dari 28 juta penduduk Malaysia tercatat sebagai muslim. Hari Senin lalu polisi menahan para sejoli di berbagai hostel dan taman-taman di Kuala Lumpur. Pihak yang berwajib di Malaysia sebelumnya sudah menyatakan akan turun tangan dan akan menindak warga muslim yang pada hari Valentine melakukan hal-hal yang melanggar kesusilaan. Mereka bisa diganjar 2 tahun penjara. * BAKU TEMBAK THAILAND-KAMBOJA Dewan Keamanan PBB menyerukan gencatan senjata permanen antara tentara kedua negara Asia Tenggara ini. Pekan lalu Kamboja dan Thailand beberapa kali terlibat baku tembak memperebutkan sebuah kuil yang terletak diperbatasan kedua negara. Dalam baku tembak ini jatuh 10 korban tewas. Kedua negara meminta perantaraan PBB. Kuil yang diperebutkan sudah diberikan kepada Kamboja oleh Makamah Internasional di Den Haag pada tahun 1962. Namun kelompok nasionalis Thailand tidak bisa menerima vonis ini. Yang merumitkan, tempat masuk kuil Hindu ini terletak di wilayah Thailand. * Protes di Iran Polisi Iran menahan ratusan pendemo di Teheran. Para pengunjuk rasa menyerukan yel-yel: mati sang diktator. Mereka maksud presiden Mahmoud Ahmadinejad. Seorang tewas dan puluhan luka-luka, demikian kantor berita Iran Fars. Pemimpin oposisi Iran Mir Hossein Mousavi menyatakan ribuan pendemo turun ke jalan. Ia sendiri mendapat tahanan rumah. Polisi mengepung rumahnya. Para wartawan asing dilarang masuk Iran, selanjutnya jaringan ponsel ditutup penguasa di Iran. * NASIB MUBARAK, ABU BAKAR BA'ASYIR DAN NENEK JADI IBU Mengangkat Mubarak yang ternyata juga dicintai, persidangan Abu Bakar Ba'asyir dan hamil pada usia 62 tahun. Senin (14/02) stasiun televisi Arab Al-Arabbiya memberitakan, mantan presiden Hosni Mubarak koma dan dirawat di rumahnya, di Sharm al-Sheikh. Mubarak diberitakan beberapa kali mendapat serangan jantung, sejak Sabtu (12/02) lalu. Kondisi kesehatan mantan presiden yang sekarang berusia 82 tahun itu memang tidak begitu baik. Ia diisukan depresif dan menolak semua perawatan dokter. Kemungkinan besar, Mubarak akan diterbangkan ke sebuah klinik di Jerman, yang pernah merawatnya tahun lalu. Demikian diberitakan koran Belanda De Telegraaf. Asal Harian De Pers memuat cerita tentang desa kelahiran Mubarak, Kafr al-Masalha, yang menangis kehilangan pemimpin besar mereka. Jika di Kairo semua yang berbau, bergambar dan bernama Mubarak hilang, di desa ini tidak ada seorang pun mengubah warisan Mubarak. Mubarak tinggal di desa itu hingga usia 15 tahun, dan terakhir kali berkunjung 50 tahun lalu, ketika masih menjadi pilot pesawat tempur. Desa Kafr al-Masalha dan sejumlah desa di sekelilingnya banyak melahirkan pemimpin besar Mesir. Abdel Aziz Fahmi, pencetus UUD Mesir, juga lahir di desa ini. Almarhum presiden Anwar Sadat lahir di desa tetangga. Juga banyak pemimpin militer Mesir lahir di atau di sekeliling desa itu. Selama jadi presiden, Mubarak tidak membangun desanya. "Ia tidak mau mengistimewakan kami. Tidak baik untuk Mesir." Khilaf Pertanyaan mengenai Mubarak dan kroninya yang memperkaya diri dengan uang rakyat, dijawab: "Semua orang punya salah. Saya yang punya anak 4 saja sering berbuat salah. Apalagi Mubarak yang harus merawat 83 juta anak." Tapi ditambahkan, memang mereka mengakui Mubarak bukan presiden yang baik, karena tidak punya hubungan dengan rakyatnya, toh ia orang baik dan mereka kehilangan sang pemimpin yang disayangi ini. Demikian tulis De Pers. Teroris Koran Trouw memuat foto para pendukung Abu Bakar Ba'asyir yang mengikuti sidang pemimpin mereka di luar gedung pengadilan. Tiap kali jaksa penuntut membacakan nama Ba'asyir, para pendukungnya membalas dengan teriakan riuh. Ba'asyir dituduh merencanakan aksi teroris di Indonesia, dan mendanai organisasi teror baru yang melakukan latihan militer di Aceh. Menurut Trouw sidang ini adalah batu ujian untuk pemerintah SBY sehubungan pemberantasan terorisme. Belakangan Indonesia dilanda gelombang kekerasan beragama baik terhadap umat muslim lainnya, maupun terhadap umat Kristen. Hamil Belanda dikejutkan berita bahwa seorang perempuan berusia 62 tahun yang tinggal di provinsi Friesland, Belanda Utara, saat ini sedang mengandung anak pertamanya. Ia sebelumnya telah mendapat perawatan kesuburan dan menjalani proses in-vitro fertilisasi atau IVF di Italia. Diperkirakan bayi itu akan lahir April mendatang. Sang ibu yang hidup sendiri ini harus ke luar negeri untuk mendapat donasi sel telur dan sperma, karena di Belanda perempuan dilarang hamil di atas usia 45 tahun - lagipula donasi sel telur juga dilarang. Menurut Guru Besar Reproduksi Universitas Nijmegen, kehamilan di usia manula membahayakan ibu dan anak. Pertama karena setelah usia 45 tahun, pembuluh darah perempuan tidak lagi fleksibel dan tidak selalu sehat. Tekanan darah tinggi atau penyakit gula bisa menyebabkan dampak negatif bagi bayi. Perempuan Belanda ini bukanlah ibu tertua di dunia. Tahun 2008 lalu seorang perempuan India berusia 70 tahun melahirkan anak kembar. Demikian Trouw. * WILDERS DAN PENGADILAN BELANDA Belanda sibuk mendiskusikan, sebenarnya sidang terhadap politikus Geert Wilders itu menyangkut apa sih? Apakah menyangkut tentang kebebasan berpendapat, seperti yang diajukan pihak Wilders sendiri? Atau lebih menyangkut perlindungan terhadap kaum minoritas, dalam hal ini muslim, melawan suara-suara negatif dan penuh kebencian, seperti yang diajukan pihak lainnya? Laporan John Tyler. Tidak keduanya. Pengadilan ini bukan menyangkut masalah kebebasan berpendapat Wilders atau masalah kebencian terhadap muslim sekalipun. Di kursi terdakwa, duduk sistem pengadilan Belanda. Hakim yang semula memimpin pengadilan, sebaliknya, kini harus menjawab pertanyaan, seiring dengan munculnya isu kenetralan yang menjadi pusat perhatian dibanding pidato kebencian Wilders. Pengadilan itu sebenarnya tidak perlu berlangsung. Kejaksaan Agung berulang kali menyatakan tak ada kasus yang dapat dipakai untuk menyeret Wilders ke pengadilan. Bahkan komentarnya membandingkan al Quran dengan buku Adolf Hitler Mein Kampf atau seruan pengusiran jutaan muslim dari Uni Eropa, juga dianggap tidak emlanggar hukum. Namun masyarakat semakin keras menyerukan agar Kejaksaan Agung segera menyeret Wilders ke pengadilan. Menurut Kejaksaan Agung, Wilders tidak melanggar hukum apapun. Sampai titik itu, sistem hukum Belanda jelas dengan satu suara. Praduga Tersembunyi Sampai ketika Pengadilan Banding Amsterdam memutuskan untuk menuntut Wilders. Tiga hakim sudah ditunjuk, dan pengadilan dapat dimulai. Wilders dan pengacaranya Bram Moszkowicz menyatakan ada praduga yang tersembunyi ketika sidang baru saja dimulai dan akibatnya Wilders tidak mendapat keadilan. Hal itu disadari oleh beberapa pengamat. Pembebasan Kendati demikian Wilders harus puas dengan dua penuntut yang ditunjuk. Keduanya, dalam putusan terdahulu sepakat untuk tidak menyeret Wilders ke pengadilan. Dan benar saja pada sidang pertama mereka sekali lagi menyerukan pembebasan di atas segala tuntutan. Untuk penuntut itu adalah tindakan yang tidak biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya. Makan Malam Namun kecurigaan Wilders dan Moskowiccz tetap berjalan pada hakim di pengadilan Amsterdam. Pada sesi terakhir di pengadilan pertama muncul gangguan yang berasal dari seorang saksi mata. Saksi mengakui telah makan malam bersama hakim agung Tom Schalken, salah satu hakim Mahkamah Agung yang memutuskan, bahwa Kejaksaan harus mendakwa Wilders atas tuduhan menyebar kebencian, diskriminasi dan penghinaan kelompok. Itu sehari sebelum saksi memberikan keterangannya. Apakah hakim bertindak di luar garis? Apakah ia telah mempengaruhi saksi? Ketika hakim menolak untuk mendengar kesaksian dari seorang saksi, di hari terakhir pengadilan pertama, Moszkowicz berhasil membuktikan isu kenetralan itu. Pengadilan ditunda dan hakim baru ditunjuk. Pergeseran Kekuasaan Sekarang pengadilan dilanjutkan dengan hakim baru. Dan sekarang hakim Schalken harus menjawab pertanyaan. Dua orang lainnya yang terlibat dengan affair makan malam itu juga dipanggil. Wilders menantikan dengan harap cemas untuk bertanya sendiri ke Schalken dalam proses pengadilan. Dengan demikian terjadi pergeseran kekuasaan di pengadilan. Wilders sebagai terdakwa, hanya tinggal sebutan belaka. Ia tampaknya akan menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya. Terdakwa sesungguhnya dalam pengadilan Wilders adalah sistem hukum Belanda dan Pengadilan Banding Amsterdam,yang menyerukan tuntutan menentang keinginan Kejaksaan Agung. * BELANDA BAKAL DIKELILINGI TANGGUL PLASTIK? Belanda "memagari" Laut Utara dengan tanggul batu yang kokoh. Namun sekarang terdapat tanggul percobaan yang dibuat dari plastik. Kelihatannya memang tidak indah, namun nyatanya plastik efektif menghadang permukaan air laut yang terus naik. Demikian redaktur Thijs Westerbeek van Eerten Di Zeeland Belanda barat daya yang dilanda banjir besar tahun 1952, dilakukan percobaan. Sudah lebih dari tiga tahun digunakan tanggul eksperimental yang dibuat dari kombinasi pecahan batu dan perekat plastik. Bahan ini berfungsi lebih baik dari yang diperkirakan; setelah bertahun-tahun diterjang gelombang dan tiga musim dingin ekstrem dengan badai, salju dan es, sama sekali tak ada kerusakan ditemukan di tanggul ini. Jujur saja, perlindungan Belanda dari serangan laut sampai sekarang tidak terlalu subtil. Perlindungan yang lebih baik identik dengan tanggul yang lebih tinggi, menggunakan lebih banyak beton dan aspal. Namun permukaan laut yang terus naik membutuhkan cara yang lebih canggih untuk menghalau air. Cara yang tidak mahal dan tak merusak lingkungan. Banyak Plastik Soal yang terakhir itu - merusak lingkungan - tanggul plastik, dipertanyakan : secara ekologis, apakah bertanggung jawab untuk menggunakan plastik dalam jumlah besar sebagai tanggul? Coba bayangkan jika seluruh pantai Belanda dilapisi plastik. Apa itu bukan perusakan alam besar-besaran? Johan Rasing dari BASF - pengembang bahan khusus tersebut - langsung bereaksi: "Bahan ini dibuat dari plastik polyurethane dan merupakan produk yang benar-benar stabil. Meminjam bahasa para ahli kimia:bahan lambat. Ia tidak bereaksi terhadap zat apa pun dan tak akan larut di air. Ia bertahan seperti itu, selamanya." Dan itu sangat berbeda dengan beton atau aspal yang sekarang dipakai di tanggul-tanggul Belanda. Beton dan aspal mengeluarkan zat beracun. Di lapisan baru ini banyak celah terbuka di antara pecahan batu, di mana 'elastocoast' - begitu namanya - merekat. Celah itu adalah surga bagi kerang, ganggang, dan berbagai jenis lumut yang bebas menempel di sana. Celah itu juga terlihat alami. Aman? Namun apakah struktur terbuka macam itu cukup kuat untuk sebuah tanggul? Terdapat sekitar 50% celah di sana. Seberapa amankah itu? Kees Lazolder dari Biro Konsultasi Teknik Arcadis menjelaskan, justru celah-celah itu diperlukan: "Celah-celah terbuka itu sangat praktis. Gelombang menghantam lapisan luar, dan energinya akan menghilang di celah-celah itu. Dengan cara ini hantaman gelombang ditangkap dengan sangat efisien. Dengan begitu, bahan ini tidak mudah rusak dan bisa menahan banyak gelombang kuat." Bisakah bahan baru ini diterapkan di negara-negara yang tak punya uang untuk memperbaharui perlindungan pantai dengan teknologi terbaru? Kees Lazolder dan Johan Rasing langsung mengakui bahwa 'elastocoast' sedikit lebih mahal daripada aspal. Namun bahan ini sangat kuat dan akan bekerja lebih lama, jadi jika dihitung dalam jangka panjang, 'elastocoast' lebih murah. Malaysia Keunggulan-keunggulan terseut membuat "tanggul plastik" jadi produk ekspor murni Belanda yang bisa menghadapi persaingan dunia. Rasing sudah punya contohnya : "Sekarang di Malaysia, kolega saya sedang sibuk membangun tanggul plastik seluas 18.000 meter persegi. Ini proyek besar, panjangnya sekitar setengah kilometer dan lebarnya 15 meter. Tanggul ini juga bertugas melindungi permukaan pantai, dibuat dari produk yang sama persis dengan di Belanda." Satu-satunya kekurangan lapisan baru ini tidak terletak pada perekat plastik, melainkan pada bebatuannya. Kees Lazolder: "Kalau bebatuan tak bisa ditemukan di daerah lokal, jangan pakai bahan ini. Akan jadi terlalu mahal untuk mendatangkan pecahan batu dari negara lain." * MUSLIM BELANDA, PILIH PENDIDIKAN ATAU AGAMA? Heleen Sittig Kelangsungan pendidikan sekelompok siswa muslim di Amsterdam jadi ajang perdebatan sengit. Seratus siswa wajib belajar di Amsterdam ini terancam tidak bersekolah tahun depan, bukan karena tidak ada tempat bagi mereka di sekolah lain, tapi karena mereka atau orangtua mereka tidak mau ke sekolah menengah umum. Kisah awalnya: Menteri Pendidikan Marja van Bijsterveld memutuskan Sekolah Menengah Islam Amsterdam (ICA) harus ditutup. Jumlah murid sangat sedikit dan menurut inspeksi, mutu pendidikan jauh di bawah standar. Umumnya, dalam kasus seperti itu para siswa akan dialihkan ke sekolah lain. Namun banyak siswa muslim di ICA ini yang sangat konservatif dan tidak merasa diterima dengan tangan terbuka di sekolah-sekolah lain di Amsterdam. Kebanyakan siswa perempuan di ICA, misalnya, mengenakan jilbab. Sekolah mereka adalah satu-satunya sekolah menengah islam di Amsterdam. Busana Satu orangtua siswa mengatakan: "Saya lebih suka apabila anak-anak saya bisa masuk sekolah umum. Namun itu tidak mungkin karena tidak ada sekolah yang mau menerima anak-anak saya apa adanya. Sekolah-sekolah menengah umum lainnya mempermasalahkan banyak hal. Misalnya, ada sekolah yang hendak membatasi cara berbusana siswa. Ada sekolah yang memaksa siswa-siswanya ikut ekskursi ke luar negeri." Orangtua dan para siswa ingin agar mereka tetap belajar dalam lingkungan islami. Tahun depan, mereka berniat mengikuti pendidikan di rumah saja. Hukum Belanda memungkinkan hal ini apabila di lingkungan sekitar tidak ada sekolah yang cocok dengan ideologi mereka. Untuk itu, orangtua tidak perlu meminta izin, mereka hanya saja diminta untuk "lapor" ke pemerintah. Orangtua dan para siswa ingin menangani hal ini secara profesional. Toh, hanya namanya saja pendidikan di rumah. Praktiknya, mereka berharap, keseratus siswa tersebut bisa menggunakan balai desa dan mendatangkan guru-guru kompeten untuk mengajar mereka menghadapi ujian nasional. Jadi masih jadi tanda tanya, apa ini bisa disebut pendidikan di rumah. Anggota parlemen dari Partai Demokrat D66 Boris van der Ham tidaklah setuju. Menurutnya, para orangtua itu pada dasarnya memanfaatkan celah hukum. Praktiknya, mereka mendirikan sekolah baru, tanpa harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Hak Bertemu Anggota dewan kota Amsterdam dari Partai Buruh PvdA yang mengawasi bidang pendidikan, Lodewijk Asscher, juga menyebutnya gagasan buruk. Menurut Asscher, pendidikan berkualitas merupakan "pintu ke masyarakat." ''Ini menyangkut nasib seratus murid, seratus anak muda, yang nantinya akan berperan di kota ini, negara ini. Mereka berhak mendapat ijazah dan pendidikan berkualitas tinggi, bersosialisasi dengan orang lain, serta punya akses ke masyarakat. Apabila mereka harus tinggal di rumah dan pendidikan dilakukan oleh orangtua saja, ini berarti melanggar hak-hak mereka." Semakin banyak anak muda muslim yang berpendapat bahwa agama dan pendidikan tidak bisa dipisahkan. Seorang murid ICA mengatakan pada Asscher: "Apabila Anda benar-benar menghormati kami, Anda akan menghormati kepentingan kami. Anda sendiri barusan mengatakan: 'Saya memutuskan pilihan sendiri,' lalu kenapa kami tak boleh memutuskan pilihan sendiri?" Menurut anggota legislatif Asscher, pendidikan yang baik lebih penting dari agama. Jika perlu, ia akan memperkarakan hal ini sampai ke pengadilan. * TEPATKAH TRANSISI INDONESIA JADI MODEL BAGI MESIR? PM Belanda Mark Rutte dalam pernyataannya baru baru ini mengharapkan pergolakan di Mesir dapat menghasilkan suatu tatanan pemerintahan baru yang demokratis. Beberapa waktu sebelum Presiden Mesir Mubarak turun Jumat lalu, Rutte mengatakan sebaiknya Mesir mengikuti jalan Indonesia atau Turki. Media massa di Belanda, dan juga media Amerika sejalan dengan pemikiran PM liberal Belanda ini. Semuanya khawatir perubahan besar di Mesir dapat dibajak oleh kalangan Muslim radikal, yaitu kelompok Persaudaraan Muslim atau al-Ikhwanul Muslimin. Namun benarkah model transisi Indonesia pasca-Soeharto merupakan model yang tepat bagi Mesir? Berikut beberapa catatan Aboeprijadi Santoso. PM Belanda Mark Rutte tidak sendirian. Beberapa minggu sebelumnya, kalangan pakar, media massa internasional, juga di Indonesia, menonjolkan Indonesia sebagai teladan peralihan. Peralihan pasca Soeharto dianggap mulus, karena tepat. Pendapat dominan ini merupakan manifestasi ketakutan dunia Barat akan kecolongan oleh kekuatan politik Islam, seperti terjadi di Iran Revolusi Islam Iran tahun 79 Di Indonesia kekuatan Islam politik Indonesia sejak lama didominasi oleh dua ormas terbesar, Nadhatul Ulama dan Muhammadiyah yang moderat, dan Indonesia untuk keduakalinya, menjelang merdeka tahun 1945, dan juga tahun 1999, pernah dicemaskan oleh gagasan Negara Islam, seperti isu Piagam Jakarta. Pada kedua kesempatan tsb, isu itu berhasil diatasi. Perubahan Kebebasan bersuara juga kebebasan pers dan struktur-struktur demokratis berkembang. Namun apa yang terjadi sejak tahun 98 sebagian besar justru merupakan perubahan-perubahan yang alot dan berdarah. Polisi dapat dipisahkan dari militer, dan militer berhasil disingkirkan dari politik, dari DPR dan dari birokrasi pemerintahan, tetapi pengaruhnya masih cukup kuat. Soal keamanan lokal selalu menyertakan tidak hanya polisi, tapi juga militer dsb. Justru pada masa transisi tsb, khususnya di era pemerintahan Presiden Abdurrachman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri, reputasi TNI sempat merosot, kemudian menanjak lagi, ketika Indonesia harus mengatasi pemisahan Timor Timur dan pemberontakan separatis di Aceh dan isu Papua yang mendorong kembalinya peran tentara. Pergolakan berdarah lainnya di masa itu juga dilihat di Kalimantan Tengah, Papua dan politik sektarianisme, terutama di Ambon dan Poso. Transisi berdarah ini terlampau cepat dilupakan dunia. Kepuasan Barat Walhasil, selain Islam politik yang moderat di Indonesia, terutama sukses perdamaian Aceh pertengahan 2005 dan persahabatan Indonesia dengan Timor Leste, membuat dunia Barat cepat puas. Dan ini mendorong diplomasi Indonesia bertumpu pada posisinya sebagai negara bermayoritas Muslim terbesar, moderat dan demokratis. Presiden Barack Obama mengakuinya dengan kunjungannya ke Mesir dan kemudian ke Indonesia, padahal pada saat yang sama, trend toleransi beragama di Indonesia makin merosot dengan terjadinya penyerangan di sekitar Jakarta dan Jawa Barat. Dan insiden berdarah terbaru, terhadap Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, dan serangan terhadap gereja di Temanggung, Jawa Tengah, baru baru ini menunjukkan bahwa transisi Indonesia-pasca-Soeharto, dalam ranah politik dan agama, masih jauh dari teratasi. Ichwanul Muslimin Gerakan Islam seperti Ikhwanul Muslimin yang sudah berkembang berabad2 di Timur Tengah, dan baru menonjol dan menjadi sumber kecemasan Barat sejak mengilhami Hamas di Palestina dan Ikhwanul yang terlarang di Mesir. Di Indonesia, kekuatan politik Islam berkembang konservatif. Dua pemilihan umum terakhir, tahun 2004 dan tahun 2009, menunjukkan dukungan partai partai berbasis Islam justru merosot. Bahkan kekuatan politik Islam yang bersemangat Ikhwanul Muslimin, yaitu PKS gagal menjadi partai terbesar ketiga di Indonesia seperti dicita-citakannya. Seorang pengamat Malaysia yang membandingkan PKS dan PAS, Parti Islam sejenis PKS di Malaysia, baru baru ini mengatakan, kalau PAS bisa bercita-cita negara Islam di Malaysia, di Indonesia hal itu akan sangat sulit terjadi, karena adanya komitmen Pancasila dalam konstitusi Indonesia. Perhatian PKS terutama di daerah, lebih terpusat di bidang kemaslahatan sosial seperti koperasi, pelayanan kesehatan masyarakat dsb. Para pendiri PKS tidak menyangkal cita-cita suatu negara bernafas Islam, tapi fokus ini hingga kini tidak menjadi isu utama. Di kawasan konflik dunia seperti di Palestina, atau di kawasan Arab yang ditindas penguasa otokrat seperti Mesir di bawah Mubarak, Ikhwanul Muslimin dapat berkembang. Sebaliknya, di Indonesia, PKS malah baru lahir di masa transisi pasca-Soeharto. Transisi Indonesia, dengan kata lain, tidak dengan sendirinya merupakan model yang tepat dan terbaik bagi Mesir. * Negosiasi dengan Iran: Bahaya! Hubungan diplomatik Iran dengan dunia Barat memanas. Senin (14/02) Amerika Serikat mendukung penuh oposisi yang kembali turun ke jalan. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal menyebut rezim Iran barbar. Klaas den Tek Bagaimana cara menghadapi pemerintah Iran? Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton memilih melawan terang-terangan. Senin (14/02) lalu, ia terang-terangan mengungkapkan harapan bahwa unjuk rasa di Iran - seperti di Mesir - akan mengundang lebih banyak keterbukaan. Ribuan warga Iran berunjuk rasa di Teheran melawan penguasa. Seorang pengunjuk rasa tewas dalam aksi tersebut. Kegagalan Diplomasi Hubungan Iran dan dunia Barat sudah lama tegang. Belum lama ini Menteri Luar Negeri Belanda menarik mundur duta besarnya di Iran karena merasa tertipu. Kabinet tidak berhasil mencegah hukum gantung terhadap Zahra Bahrami, warga keturunan Belanda-Iran. Beberapa minggu terakhir, sama sekali tak ada diplomasi - bahkan "diplomasi bisu" - dari dunia Barat. Walaupun berpendapat hukum gantung Bahrami tidak berprikemanusiaan, namun Uni Eropa menyatakan, tidak mungkin untuk benar-benar memutuskan hubungan dengan Iran. Di penjara-penjara Iran masih banyak warga Belanda, Inggris, Jerman, dan Prancis yang tergantung pada dukungan pemerintah mereka. Hampir semuanya dituduh jadi mata-mata dan mengancam keamanan nasional. Seperti tiga backpacker Amerika yang ditangkap bulan Juli 2009, setelah mereka - secara tak sengaja - melewati perbatasan Irak dan Iran. Amerika Serikat boleh mendesak, namun Iran tetap mengurung ketiganya di penjara. September tahun lalu, atas alasan kesehatan Sarah Shourd, salah satu backpacker, dibebaskan dengan uang jaminan besar. Toh proses pengadilan melawan kedua teman Sarah tetap berlangsung 6 Februari lalu. Tidak bisa diramalkan Negosiasi dengan Iran mengenai pembebasan tahanan ibarat bermain catur dengan lawan yang tidak konsisten. Terkadang, rezim mengambil langkah mengherankan. Misalnya saja Presiden Mahmoud Ahmadinejad ingin membarter warga Amerika dengan warga Iran yang mendekam di penjara Amerika. Gedung Putih terus membantah adanya pembicaraan mengenai kesepakatan itu. Di samping itu, Amerika Serikat dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik langsung; di Iran, kepentingan Amerika diwakili Swiss. Masih tahun lalu, dosen Prancis Clotilde Reiss (24 tahun) dibebaskan. Ia kabarnya mengirim foto-foto demonstrasi rakyat tahun 2009 ke kedutaan besar Prancis di Teheran. Reiss diancam hukuman 10 tahun penjara, tapi dibebaskan sesudah membayar 300.000 dolar. Bukan kebetulan kalau Prancis membebaskan seorang tahanan Iran 48 jam sesudahnya. Publisitas Namun dalam menghadapi Iran, negara-negara ini tidaklah tidak memiliki kekuatan. Publisitas menjadi senjata ampuh yang membuat rezim was-was. Wartawan Iran-Amerika Roxana Saberi ditahan tahun 2008 dengan tuduhan menjadi mata-mata. Saberi membantah dan melakukan aksi mogok makan. Media Barat dan organisasi-organisasi pembela HAM mengutuk Iran dan Sabari dibebaskan lima bulan sesudah itu. Yang menyolok, para tahanan dengan kewarganegaraan ganda menghadapi kesulitan di Iran. Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan menolak campur tangan luar negeri dalam menangani "warganya sendiri." Ini juga terjadi pada warga Iran-Kanada Saeed Malekpour (35 tahun). Ia dijatuhi hukuman mati karena kabarnya mengembangkan situs porno. Sampai saat ini, Kanada tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongnya. Dalam kasus warga Iran-Belanda Al-Mansouri - seorang teroris di mata Iran - Belanda berhasil mempengaruhi hukuman yang dijatuhkan. Yang tadinya hukuman mati, akhirnya diubah menjadi hukuman 30 tahun penjara, sesudah campur tangan pemerintah Belanda. Ada desas-desus, hukuman tersebut sekarang diubah lagi menjadi 15 tahun. Pendek kata, reaksi rezim Iran tidak bisa diramalkan. Sejumlah tahanan bisa bebas sesudah tekanan besar masyarakat internasional. Yang lainnya dihukum bertahun-tahun. Arah perundingan dengan Teheran tidak bisa diduga, sayangnya, ini menyangkut hidup atau mati. * EROPA TIDAK PERLU MEMUJI DEMOKRASI DI INDONESIA (Selama Laskar Garis Keras Semakin Merebak) Selasa 15 Februari puluhan pemerhati situasi dan kondisi politik Indonesia di Jerman berkumpul di Brandenburgtor Berlin menyampaikan kemarahan mereka akan kekerasan sipil seperti pengrusakan gereja-geraja yang masih terus berlangsung di Indonesia. Eropa, tidak perlu memuji demokrasi di Indonesia selama integrasi sosial sangat parah seperti munculnya lashkar-lashkar garis keras yang melanggar hukum, semakin merebak dan tidak ditindak. Demikian Boni Hargens, pengamat politik dari Jakarta yang tengah melanjutkan studi di Jerman. Boni Hargens (BH) : Warga negara Indonesia, aktivis pro demokrasi, sahabat dan simpatisan dari Jerman berkumpul di Brandenburgertor membacakan sikap bersama mengenai kekerasan sipil yang berulang-ulang terjadi belakangan di Indonesia. Radio Nederland (RN) : Di Cikeusik dan Temanggung ? BH : Ya dan juga beberapa pengrusakan rumah ibadah gereja di Indonesia. RN : Mengapa aksi protes ini dilakukan di Berlin ? BH : Sebetulnya karena kami yang punya perasaan yang sama-sama marah dengan kenyataan seperti ini, kebetulan ada di Jerman. Kita berkumpul dan kemudian memutuskan untuk mengadakan aksi semacam ini. Tetapi ada point lain yang ingin kami capai bahwa Eropa mungkin tidak perlu memuji-muji Indonesia dalam hal demokrasi seperti yang dilakukan oleh Amerika dengan hasil studi 'freedom house' misalnya yang me'ranking' kebebasan sipil di Indonesia cenderung positip setelah 2004 kesini. Padahal kenyataannya bahwa integrasi sosialnya sangat parah. Muncul laskhar-lashkar garis keras yang bahkan melampaui hukum. Kami juga ingin minimal pemerintah Jerman dan beberapa negara Eropa melihat bahwa ternyata ada persoalan dengan demokratisasi di Indonesia, kerukunan beragama, hak azasi manusia belum ditegakkan secara kwalitatif. Kita ingin negara-negara Eropa tidak hanya berpikir soal hubungan ekonomi dengan Indonesia tetapi harus juga memikirkan dorongan terhadap demokratisasi. Terutama supaya 'civil liberties' betul-betul ditegakkan. RN : CNN dan juga perdana menteri Belanda Mark Rutte memuji demokrasi di Indonesia terutama dikaitkan belakangan ini dengan perkembangan di Mesir. BH : Betul. Orang juga mulai membicarakan Indonesia dan beberapa negara lain dengan skala Mesir. Mereka mengatakan Indonesia jauh lebih baik. Indonesia demokrasi. Ok, secara formal kita perlu akui bahwa Indonesia setelah 1998 sudah menerapkan sebuah sistim demokrasi yang modern tetapi secara kwalitatif kalau kita kaji kedalam, bahwa demokratisasi yang terjadi di Indonesia lengkap secara prosedural tetapi secara substansial banyak masalah yang kita jumpai. Misalnya persoalan kemiskinan, pengangguran dan sekarang kita berhadapan dengan kebebasan sebagai bagian dari Hak Azasi Manusia yang ternyata tidak dimiliki oleh kelompok-kelompok minoritas di Indonesia. Penegakkan hukum masih berjalan secara parsial dan pincang karena aparat kepolisian misalnya tidak bisa menciptakan ketertiban umum ketika berhadap dengan lashkar-lashkar garis keras. Lashkar-lashkar garis keras ini sering sekali melakukan adegan kekerasan dihadapan otoritas negara dihadapan aparat hukum tetapi tidak ada satupun institusi resmi negara yang bisa mentertibkan mereka. Maka kita berpikir, demokrasi macam apa yang sekarang terjadi di Indonesia dan bagaimana kita bisa mengatakan bahwa demokratisasi di Indonesia berjalan dengan baik ? Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa pemerintahan SBY berpihak pada demokrasi sementara kenyataannya, adegan kekerasan terjadi berulang-ulang sejak tahun 2004 sampai sekarang dan itu berlangsung secara sistimatis dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang sudah bisa kita deteksi tetapi negara tidak pernah mengambil sikap tegas. Kita menuduh pemerintah Indonesia juga punya komitmen terhadap kekerasan, 'crime by omission' telah dilakukan pemerintah karena membiarkan itu semua jerjadi. RN : Membiarkan karena tidak mampu ataukah karena tidak mau ? ikuti wawancara selengkapnya di www.ranesi.nl --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
