---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Minggu 06 Maret 2011 13:30 UTC



** GADAFFI : TAHANAN MILITER BELANDA LUMRAH

** TEMBAKAN DI TRIPOLI

** KOMANDO INGGRIS DITAHAN DI LIBIA TIMUR

** RIBUAN MAHASISWA INGGRIS LAKUKAN PLAGIAT

** TOPIK AKHIR PEKAN : MANTAN DUBES BELANDA DI JAKARTA MAU BANTU DI LIBIA 



* GADAFFI : TAHANAN MILITER BELANDA LUMRAH

TRIPOLI (ANP) - Pemimpin Libia Muammar Gaddafi menganggap lumrah penahanan tiga 
militer Belanda karena mereka berada di Libia tanpa ijin. Demikian wawancara 
Gaddafi dengan majalah Perancis 'Journal du Dimanche' JDD yang terbit hari 
Minggu 06/03.

Minggu lalu sebuah pesawat helikopter angkatan laut Belanda mendarat di kota 
Sirte - Libia utara untuk mengevakuasi beberapa orang. Ketiga awak helikopter 
langsung ditangkap.

Gaddafi tetap membantah adanya pemberontakan rakyat melawan rejimnya yang pecah 
pertengahan Februari. Kepada mingguan JDD Gaddafi kembali menegaskan bahwa ia 
akan tetap melawan jaringan teroris al-Qaeda. Ia tidak mengerti mengapa ia 
tidak mendapat dukungan.

Tentara yang setia pada Gaddafi masih terus memerangi demonstran. Menurut 
berbagai sumber berita terjadi pembantaian massal warga sipil, seperti dekat 
ibu kota Tripoli hari Sabtu.

Gaddafi memperingatkan wartawan Perancis bahwa 'jihad Islam sedang melanda 
negara-negara sepanjang pantai Mediterania'. Ia khawatir sejarah perompakan 
yang melanda Afrika Utara di masa silam akan berulang kembali. Hal tersebut 
akan menjadi musibah besar bagi Eropa, demikian Gaddafi yang memimpin Libia 
sejak merebut kekuasaan tahun 1969.

Menurut Gaddafi sendiri ia menginginkan suatu penyelidikan internasional yang 
independen mengenai kerusuhan yang kini melanda Libia. Ia berjanji akan 
mendukung sepenuhnya penyelidikan oleh PBB atau Uni Afrika. Gaddafi berharap 
Perancis akan memprakarsai penyelidikan tersebut.


* TEMBAKAN DI TRIPOLI

TRIPOLI (ANP) - Di tengah kota Tripoli Minggu pagi (06/03) terdengar banyak 
tembakan senjata otomatis. Menurut jurubicara pemerintah tidak ada kerusuhan, 
tembakan dilakukan oleh sejumlah warga untuk 'mengungkapkan kegembiraan' mereka.

Menurut wartawan asing di ibu kota Libia, tidak jelas mengapa terdengar begitu 
banyak tembakan Minggu pagi. Pendukung Gaddafi diperkirakan keliling kota 
dengan mobil mereka sambil melepaskan tembakan ke udara.

Sejak pecahnya pemberontakan rakyat pertengahan Februari lalu, situasi di ibu 
kota Tripoli relatif tenang. Tripoli tetap merupakan basis pertahanan Gaddafi 
dan pendukungnya.


* KOMANDO INGGRIS DITAHAN DI LIBIA TIMUR

LONDON (ANP) - Kubu yang berontak di Libia timur menangkap beberapa tentara 
komando Inggris yang sedang dalam perjalanan bersama seorang diplomat. Demikian 
koran Inggris The Sunday Times hari Minggu (06/03).

Keberadaan tentara komando asing di Libia menimbulkan banyak protes. Pemimpin 
Libia Muammar Gaddafi di Tripoli bisa menggunakan keberadaan militer asing 
untuk membakar-bakar nasionalisme. Militer asing bisa digunakan sebagai dalih 
oleh Gaddafi sebagai campur tangan asing dalam masalah dalam negeri Libia.

Kementrian luar negeri Inggris belum memberikan komentar. Tentara komando 
Inggris itu mendampingi diplomat yang mencari pendekatan dengan para 
pemberontak, demikian koran The Sunday Times. Mereka dibawa ke kota Benghazi.

Hari Rabu (02/03) menlu Inggris William Hague bertemu dengan mantan mendagri 
Libia jendral Abdel Fatah Yunis untuk membicarakan situasi di Libia. Sang 
jendral membelot dan kini berada di kubu yang berontak terhadap Gaddafi.


* RIBUAN MAHASISWA INGGRIS LAKUKAN PLAGIAT

LONDON (ANP) - Di universitas-universitas Inggris terjadi banyak plagiat. 
Selama tahun akademis 2009-2010 terjadi lebih dari 17.000 kasus.

Demikian hasil penelitian di lebih dari 80 perguruan tinggi di Inggris. 
Dicemaskan, jumlah praktek plagiat jauh lebih banyak demikian koran Ingris, The 
Daily Telegraph. 

Di lebih dari 70 universitas yang empat tahun lalu juga dilakukan penelitian 
terjadi 14.200 kasus plagiat. 53% lebih banyak dari tahun akademis 2005-2006. 
Ketika itu terjadi 9100 kasus.

Plagiat yang paling banyak terjadi dalam penulisan esai. Mahasiswa memesan esai 
lewat internet. Di internet terdapat puluhan situs web yang menawarkan esai 
dengan harga C 175,- per esai. Plagiat adalah pengutipan atau pencontekan text 
tanpa menyebut nara sumber.


* KABINET KOALISI IRLANDIA

DUBLIN (ANP) - Di Irlandia dibentuk kabinet koalisi yang terdiri dari partai 
kanan-tengah Fine Gael dan partai buruh. Demikian kesepakatan kedua partai 
politik terbesar hasil pemilu parlemen. Pemimpin Fine Gael, Enda Kenny menjadi 
perdana menteri.

Fine Gael keluar sebagai pemenang pemilu. Mereka mematahkan posisi dominan 
Fianna Fail yang bulan ini merayakan HUT ke-85. Elektorat 'menghukum' partai 
tersebut sehubungan dengan krisis ekonomi yang melanda Irlandia.

Irlandia merupakan negara anggota Uni Eropa yang dilanda hutang luar biasa. 
Dublin mendapat bantuan bermiliar-miliar Euro dari Dana Moneter Internasional 
IMF dan Uni Eropa.


* MASIH 90-AN WARGA BELANDA DI YAMAN

DEN HAAG (ANP) - Masih ada sekitar 90-an warga Belanda di Yaman. Kalau tidak 
mendesak sebaiknya mereka mempertimbangkan untuk meninggalkan negara itu sampai 
situasi politik dan keamanan membaik. Demikian dubes Belanda Harry Buikema. 

Sejauh ini masih ada penerbangan reguler ke dan dari Yaman, demikian kementrian 
luar negeri Belanda. Dubes Belanda mengingatkan warga Belanda bahwa dalam waktu 
dekat besar kemungkinan warga asing secara massal akan meninggalkan Yaman. 

Penerbangan internasional ke Yaman dan kapasitas yang tersedia bagi penerbangan 
internasional, terbatas. Sejauh ini belum ada operasi rencana evakuasi warga 
Belanda dari Yaman, demikian kementrian luar negeri menambahkan.

Sudah berminggu-minggu rejim otoriter presiden Ali Abdullah Saleh menjadi 
sasaran demonstrasi. Korban jiwa sudah berjatuhan. Situasi keamanan di Yaman 
semakin memburuk, menurut dubes Belanda. 

Aksi-aksi unjuk rasa selama ini berjalan cukup tertib, tapi tidak tertutup 
kemungkinan akan semakin berbahaya. Aksi-aksi unjuk rasa mungkin saja diwarnai 
kekerasan karena semakin banyak warga yang memiliki senjata, demikian dubes 
Belanda memperingatkan.


* RIBUAN DEMO RAJA BAHRAIN

MANAMAH (ANP) - Hari Minggu (06/03) ribuan warga Manamah melakukan aksi unjuk 
rasa di depan istana merah-muda, memprotes raja Hamad bin Isa al-Khalifa.

Biasanya setiap hari Minggu istana tersebut digunakan sebagai parlemen. Polisi 
yang hadir tidak mengambil tindakan.

Sejak 14 Februari Bahrain digoncang aksi-aksi demonstrasi melawan pemerintah. 
Oposisi yang mayoritas terdiri dari warga Syi'ah menuntut perombakan politik. 
Para pengunjuk rasa dari generasi muda terutama memprotes tingginya 
pengangguran serta situasi dan kondisi dalam negeri yang semakin memburuk.

Kira-kira seminggu lalu tidak kurang dari sepuluh ribu warga turun ke jalan di 
ibu kota Manamah. Kebanyakan adalah warga Syi'ah yang merasa didiskriminasi 
oleh kelompok elit warga Sunni yang minoritas.


* KORBAN RANJAU DARAT AFGHANISTAN

KABUL (ANP) - Dua belas warga sipil, lima diantaranya anak-anak dipastikan 
tewas di Afghanistan timur ketika mobil yang mereka tumpangi kena ranjau darat 
dan meledak.

Lima, luka-luka. Demikian otoritas propinsi Paktika.

Ranjau darat besar kemungkinan dipasang oleh Taliban.


* MANTAN DUBES BELANDA DI JAKARTA MAU BANTU DI LIBIA

Mantan dubes Belanda di Jakarta Dr Nikolaos van Dam yang juga mantan kuasa 
usaha sementara Belanda di Libia bersedia untuk menggunakan pengalamannya untuk 
berunding dengan rejim di Libia untuk membebaskan tiga militer Belanda yang 
ditahan sejak minggu lalu. 

Kalau diminta untuk menjadi utusan pemerintah Belanda, saya bersedia. Demikian 
Van Dam dalam sebuah acara aktualita di televisi Belanda. Ketika menjadi 
diplomat Belanda di Libia dari tahun 1983 sampai 1985, ia berhasil menjadi 
penengah untuk membebaskan warga Belanda yang disandera. Ketika itu dilakukan 
hubungan tingkat menteri, tidak langsung dengan pemimpin Libia Muammar Gaddafi. 
Juga di Irak Van Dam berhasil membebaskan sandera. 

Kurang ramah
Van Dam fasih menguasai bahasa Arab. Ia berhasil 'menyusup' lebih dalam dan 
menjalin hubungan informal yang lebih baik dengan mitra yang berunding. 
Menurutnya, pejabat-pejabat Libia 'tidak begitu ramah' untuk diajak berunding. 
Mereka lebih 'provokatif, revolusioner, sering membentak-bentak. Sering mereka 
tidak masuk akal', demikian Van Dam. Sejauh ini sampai hari Sabtu 05/03 menteri 
luar negeri Belanda Uri Rosenthal belum menghubunginya. 

Menurut Van Dam, pemerintah Belanda tidak banyak punya kartu as ditangan. 
'Sebenarnya hanya hubungan baik dan menggunakan hubungan baik tersebut. 
Pemerintah Belanda harus bisa menjelaskan dengan baik, bahwa niat mereka adalah 
hanya untuk mengevakuasi beberapa orang saja dan hanya dengan maksud-maksud 
damai saja'. Diplomasi diam, berunding di balik layar dan jangan menyorot 
panjang lebar di media, menurut van Dam adalah methoda terbaik untuk meraih 
sukses. 

Banyak pengalaman
Van Dam mengawali karir diplomatiknya tahun 1980 di Libanon. Kemudian menjadi 
kuasa usaha sementara di Libia, duta besar di Irak sewaktu perang Teluk, lalu 
ke Mesir, Turki dan Jerman. Tugas terakhir adalah duta besar di Jakarta. Tahun 
lalu ia pensiun sebagai diplomat. 

Van Dam kenal baik Gerard Steeghs, duta besar Belanda di Tripoli saat ini. 
Mereka bekerja sama di Irak. Steeghs ketika itu tangan kanan Van Dam. Menurut 
Van Dam, Steeghs cocok untuk situasi seperti sekarang di Libia. 

Pelik 
Situasi yang dihadapi ketiga militer Belanda yang kini di tahan di Libia rumit 
dan pelik, menurut Van Dam. Hal itu berdasarkan cerita yang ia dengar dari 
warga Belanda lain yang disandera atau ditahan di Libia. 'Situasi dan 
kondisinya sangat tidak nyaman'. Menurut mantan diplomatik Belanda Van Dam, 
Gaddafi santai saja tidak keburu-buru dan akan makan waktu yang 'cukup lama' 
sebelum ketiga marinir Belanda itu dibebaskan. 

Di televisi pemerintah Libia, Belanda dituduh melakukan mata-mata. Disebutkan 
bahwa pesawat helikopter Belanda itu mau mengirim atau menjemput agen 
mata-mata. Tetapi kenyataan bahwa Libia kemudian membebaskan kedua warga yang 
di-evakuasi membuktikan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak benar, 
demikian mantan diplomat Belanda dr Nikolaos van Dam


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke