--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 30 Mei 2011 14:00 UTC ** SBY MENGKRITIK MEDIA ** PENGGANTI BIN HAMMAM ORANG CINA ** BANYAK DEMONSTRAN TEWAS DI YAMAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TAK ADA WAKTU ISTIRAHAT BAGI TIM ORANJE ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: GENG MOTOR DI BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MEREKA YANG MENYESAL: INGIN LEPASKAN WNI DAN KEMBALI JADI WARGA BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: LIMA TAHUN LUMPUR LAPINDO MASIH MERAJALELA * SBY MENGKRITIK MEDIA JAKARTA (ANP) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengkritik keras media serta pengguna situs jaringan sosial. Menurutnya mereka menyebarkan tuduhan palsu merugikan partainya. Partai Demokrat banyak disorot media karena bendaharanya, Muhammad Nazaruddin, lari ke luar negeri, sehari sebelum ia harus memberi pertanggungjawaban atas tuduhan suap. Berita yang Sabtu (28/05) kabarnya dikirim oleh Nazaruddin, berisi tudingan terhadap presiden dan pemimpin-pemimpin partai lainnya. Menurut SBY tudingan itu seratus persen tidak benar. SMS, Twitter, situs web dan Blackberry seharusnya digunakan untuk mempermudah hidup, bukan untuk menyebarkan kebohongan. Demikian SBY. * PENGGANTI BIN HAMMAM ORANG CINA SINGAPURA (ANP) - Sehari setelah pengumuman bahwa Mohamed bin Hammam diskors, federasi sepak bola Asia sudah punya penggantinya. Zhang Jilong dari Cina akan menggantikan Bin Hammam sebagai ketua. Demikian sumber-sumber dalam organisasi itu melaporkan. Federasi Sepak Bola Internasional FIFA menskors Bin Hammam untuk sementara karena ia diduga terlibat kasus suap. Sebelumnya laki-laki Qatar ini mengumumkan tidak mencalonkan diri sebagai ketua FIFA. Ketua yang sekarang, Sepp Blatter kini satu-satunya calon dalam pemilihan presiden FIFA Rabu (01/06). Laki-laki Swiss ini sudah tiga belas tahun menjabat ketua FIFA. Zhang Jilong sebelumnya menjabat wakil ketua federasi sepak bola Asia. Tahun ini ia berusaha menjadi anggota komite eksekutif federasi sepak bola Asia yang antara lain menentukan tuan rumah piala dunia, tapi gagal. * BANYAK DEMONSTRAN TEWAS DI YAMAN SANAA (ANP) - Para demonstran di Yaman melaporkan sedikitnya 24 orang tewas Ahad malam (29/05) ketika angkatan bersenjata berusaha mengakhiri protes yang sudah berlangsung empat bulan. Di antara korban tewas terdapat dua puluh demonstran. Di Sanaa, kota terbesar kedua Yaman, dinas keamanan dengan bantuan tentara dan garda Republiken menyerbu massa yang berunjuk rasa di Lapangan Kebebasan. Mereka menembaki para demonstran dan membakar tenda-tenda. Di tempat lain Yaman, empat militer tewas ketika sekelompok orang yang diduga anggota al-Qaeda menyerbu konvoi militer di kota Zinjibar. * NATO SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF KABUL (ANP) - Pasukan negara-negara Barat di Afghanistan menyampaikan permohonan maaf atas jatuhnya korban jiwa sipil dalam serangan udara di distrik Nawzad, Afghanistan selatan. Komandan John Toolen dari pasukan NATO di Afghanistan barat daya, Senin (30/05) mengumumkan penyelidikan mendalam. Prioritas utama adalah mencegah korban jiwa sipil. NATO melaporkan serangan menewaskan sembilan warga sipil. Namun menurut presiden Afghan, Hamid Karzai serta pejabat-pejabat lokal dua belas anak-anak serta dua perempuan tewas. Korban jiwa warga sipil selalu menjadi persoalan rumit antara pemerintah Afghan dengan pasukan NATO, yang membantu negeri Asia Tengah tersebut dalam perang melawan Taliban. * REZIM GADDAFI BERAKHIR VARNA (ANP) - Kampanye militer NATO di Libia sangat sukses dan rezim Muammar Gaddafi akan berakhir. Demikian kata kepala NATO, Anders Fogh Rasmussen. Dalam pertemuan di kota Bulgaria, Varna, Rasmussen menyatakan operasi di Libia mencapai target-target yang ditetapkan. Selain itu aksi-aksi NATO membantu mengurangi serangan Gaddafi terhadap rakyat sendiri. Pesawat-pesawat tempur NATO meningkatkan serangan udara terhadap Tripoli dan beberapa kali mengena kediaman Gaddafi, Bab al-Aziziyah, di pusat kota. * MLADIC SENIN INI BELUM DI DEN HAAG DEN HAAG (ANP) - Mantan jenderal Serbia-Bosnia, Ratko Mladic Senin ini belum diserahkan ke Tribunal Yugoslavia di Den Haag. Demikian kata juru bicara Tribunal. Tribunal meragukan kedatangannya hari ini dan masih menunggu laporan resmi otoritas Serbia. Senin ini adalah hari terakhir bagi pengacara Mladic untuk mengajukan naik banding terhadap ekstradisi kliennya, demikian juru bicara Tribunal Yugoslavia. Mladic, 69 tahun, dituduh terlibat pembunuhan bangsa, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang. Ia dicari selama enam belas tahun. Menurut pengacara dan keluarganya, kondisi kesehatan yang buruk tidak memungkinkan Mladic diadili di Den Haag. * SITUASI TEGANG MONGOLIA DALAM XILINHOT (ANP) - Situasi di kawasan utara Cina, Mongolia Dalam, sangat tegang hari-hari belakangan. Ribuan demonstran turun ke jalan. Polisi menjaga ketat keamanan di kota-kota di utara untuk mencegah supaya protes-protes tidak tambah besar. Menurut wartawan asing, lapangan dan universitas di Mongolia Dalam diawasi polisi. Unjuk rasa berlangsung 10 Mei, ketika seorang remaja penggembala dilindas truk yang dikendarai warga Cina dari suku Han. Ratusan orang kemudian berkumpul untuk berdemonstrasi menentang penguasaan Cina di kawasan tersebut. Polisi membubarkan massa. Tapi demonstrasi tetap berlanjut hari-hari berikut. Mongolia Dalam berpenduduk hampir 25 juta jiwa. Minoritas warga, yakni 17 persen adalah etnik Mongolia. Menurut mereka bahasa, budaya dan adat mereka ditindas pemerintah di Beijing. * TALIBAN SERANG PANGKALAN MILITER ITALIA HERAT (ANP) - Sedikitnya dua pelaku bunuh diri Senin (30/05) melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Italia di kota Afghan, Herat. Saksi mata melihat beberapa jenazah berseragam militer internasional serta asap keluar dari kamp. Beberapa pemberontak kabarnya berusaha menyerbu masuk sebuah gedung berlantai tujuh. Saksi mata melaporkan mendengar suara tembakan dekat pintu masuk. Televisi menayangkan gambar-gambar sedikitnya dua mobil yang meledak di dekat kamp militer serta situasi yang kacau. Herat, yang terletak dekat perbatasan dengan Iran, sejauh ini dianggap sebagai salah satu kawasan paling aman Afghanistan. Taliban menyatakan bertanggung jawab atas serangan ini. * JERMAN AKAN TUTUP REAKTOR NUKLIRNYA BERLIN (ANP/DPA/AFP) - Jerman negara industri besar pertama yang berhenti menggunakan energi nuklir paling lambat tahun 2022. Tahun itu semua tujuh belas pusat nuklir Jerman ditutup. Demikian koalisi pemerintah terdiri partai demokrat Kristen CDU/CSU serta partai liberal FDP memutuskan. Tujuh pusat nuklir Jerman sudah tidak beroperasi lagi terkait pemeriksaan keamanan. Pemeriksaan itu dilakukan setelah pelbagai masalah pada pusat pembangkit nuklir Fukushima I di Jepang. Sumber-sumber pemerintah melaporkan tujuh pusat nuklir itu tetap tutup. Juga pusat kedelapan di Krummel segera ditutup. Enam reaktor lain akan ditutup tahun 2021. Tiga reaktor paling moderen dibuka satu tahun lebih lama. * ENDEAVOUR DALAM PERJALANAN PULANG KE BUMI WASHINGTON (ANP) -Pesawat ulang alik Amerika, Endeavour Senin pagi untuk terakhir kali dilepaskan dari stasiun luar angkasa internasional ISS. Badan Antariksa Amerika NASA melaporkan itu dilakukan pada ketinggian 350 kilometer di atas La Paz, Bolivia. Setelah melakukan misi ruang angkasa selama dua puluh tahun, Endeavour masuk masa pensiun. Endeavour memulai perjalanan ke-25 dan terakhir 16 Mei dengan enam awak terdiri dari lima orang Amerika dan seorang warga Italia. Setelah kembali ke bumi, pesawat ulang alik masuk museum di Los Angeles. Endeavour juga membawa alat ilmiah canggih ke ruang angkasa, yakni Alpha Magnetic Spectrometer (AMS) yang sebagian dikembangkan di Belanda. Alat ini harus mencari partikel-partikel penting seperti materi gelap dan antimateri. * MAHKAMAH INTERNASIONAL TANGANI PREAH VIHEAR DEN HAAG (ANP) - Lima puluh tahun setelah putusan pertama, konflik bersenjata antara Kamboja dan Thailand seputar kompleks candi Preah Vihear, kembali ditangani Mahkamah Internasional. Tahun 1962 Mahkamah memutuskan bahwa kompleks candi kontroversial adalah milik Kamboja. Thailand menentang putusan tersebut, antara lain karena putusan itu berdasarkan peta-peta Prancis dari zaman kolonial. Sejak itu kedua belah pihak terlibat pertikaian memperebutkan tanah seluas 4,6 kilometer persegi di perbatasan antara kedua negara. Kamboja ingin mendapatkan penjelasan lebih rinci tentang putusan Mahkamah tahun 1962. Mereka berharap bisa mengusir pasukan Thailand dari wilayah tersebut. Phnom Penh juga berharap bisa mencegah agar tidak terjadi pertumpahan darah selanjutnya. * ARAB SAUDI BATASI IZIN KERJA UNTUK TENAGA ASING RIYADH (ANP) - Arab Saudi tidak lagi memperpanjang izin kerja tenaga kerja asing yang sudah bekerja di sana selama enam tahun. Dengan langkah ini, negeri tersebut ingin menciptakan lebih banyak pekerjaan bagi warga Saudi sendiri. Demikian lapor menteri Tenaga Kerja Adil Fakieh. Sekitar sepuluh persen warga Saudi menganggur. Dalam surat kabar berbahasa Arab, al-Hayat, Fakieh menyatakan bahwa harus dijalin kerja sama intensif antara pemerintah serta sektor swasta untuk mencari jalan keluar masalah pengangguran. Saat ini ratusan ribu orang mencari pekerjaan. Fakieh tidak mengumumkan kapan langkah ini diambil dan apakah berlaku pada semua tenaga kerja asing atau hanya berlaku untuk beberapa pekerjaan spesifik. Saat ini delapan juta orang asing bekerja di Arab Saudi. Enam juta darinya bekerja di sektor swasta. * EMISI CO2 MENCAPAI REKOR PARIS (ANP) - Emisi gas rumah kaca karbon dioksida CO2, tahun lalu meningkat mencapai rekor. Demikian Badan Energi Internasional IEA Senin (30/05) melaporkan. Setelah sempat berkurang tahun 2009 terkait krisis keuangan global, emisi CO2 tahun lalu meningkat hingga 30,6 gigaton. Itu lima persen lebih banyak ketimbang rekor sebelumnya dari tahun 2008, demikian IEA. Pada KTT Iklim PBB yang digelar Desember tahun lalu di Cancun, Meksiko disepakati bahwa pemanasan bumi tidak boleh melebihi dua derajat Celsius per tahun. * JUMLAH KORBAN JIWA MENINGKAT DI HOMS NICOSIA (ANP) - Jumlah korban tewas akibat turun tangan polisi dan tentara di kawasan tegang Suriah, Homs, meningkat mencapai sebelas jiwa. Demikian lapor seorang aktivis HAM. Ahad (29/05) pasukan keamanan di Rastan dan Talbiseh menembaki para demonstran. Sebelumnya dilaporkan tujuh orang tewas. Sudah berminggu-minggu rakyat Suriah berdemonstrasi menentang presiden Bashar al-Assad. Rezim bertindak tegas terhadap para pengunjuk rasa dan antara lain mengerahkan tank. Sudah lebih dari seribu orang tewas. Ribuan orang lain dipenjarakan. Melalui kantor berita milik pemerintah SANA, pemerintah menyatakan Ahad kemarin di Talbiseh empat militer dibunuh 'kelompok-kelompok teroris'. Wartawan asing tidak lagi diperbolehkan masuk negeri tersebut, sehingga bergantung pada laporan saksi mata dan aktivis. * BERITA BURSA AMSTERDAM (ANP) - Bursa saham Eropa tidak mengalami banyak perubahan. Indeks AEX di Amsterdam naik 0,2 persen pada 346,70 poin. Bursa saham di Frankfurt dan Paris naik hingga 0,3 persen. Bursa saham London tutup terkait hari raya nasional. 1 Euro = 1,4280 USD 1 USD = 8.546,00 IDR 1 Euro = 12.203,80 IDR * GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA RUGI JUTAAN EURO GARA-GARA KETIMUN EHEC BELANDA RUGI JUTAAN EURO GARA-GARA KETIMUN EHEC Ketimun mematikan di Jerman, juga menyebabkan jatuhnya korban di Belanda. Dan korban di Belanda bukan pasien di rumah sakit, tapi pekebun rumah kaca. Setiap tahun mereka memanen sekitar 1,5 milyar ketimun. Dan sekitar 70 persen, diekspor ke Jerman. Dan di negeri itu, kini nyaris tidak ada orang yang berani makan ketimun. Laporan Johan van der Tol. Di gudang pekebun rumah kaca, Koos de Vries, dari daerah Erica, di Drenthe, menumpuk sekitar 70.000 ketimun, yang belum disortir. Tak ada yang berminat untuk membelinya. Besok, semua timbunan tersebut mungkin akan dibuang. Saat ini, di Jerman telah jatuh beberapa korban jiwa, dan ratusan orang lainnya dirawat di rumah sakit, kemungkinan setelah makan ketimun asal Spanyol. Akibatnya bagi pengusaha Belanda, kerugian jutaan euro setiap hari. "Hal ini tidak boleh berlangsung terlalu lama. Jika demikian, kita benar-benar bisa menghadapi kesulitan. Kita harus segera mengupayakan, agar bisnis ketimun kembali berjalan normal. Pertama, kita harus mengetahui, di mana sumber penularan penyakit ini di Jerman. Dan jika kita telah mengetahui hal itu, kita bisa menunjukkan, bahwa produk kita bisa dipercaya." Dan semua itu harus berjalan cepat. Ketimun adalah tanaman yang tumbuh sangat cepat. Dalam beberapa hari sudah akan siap dipanen. Koos de Vries punya sekitar 200.000 tanaman ketimun. Dan timbunan ketimun miliknya langsung menggunung. Setiap hari perusahaannya harus membuang tumpukan ketimun. Dan itu berarti kerugian puluhan ribu euro, per hari. Aman Organisasi petani sayur Belanda menekankan jaminan bahwa ketimun produk mereka aman. Anneke van de Kamp, dari Seksi Produksi, Persatuan Petani sayur Belanda: "Belanda sangat banyak memproduksi ketimun. Dan semua petani mengikuti tuntutan aturan keamanan kesehatan makanan yang sangat ketat. Ketentuan standar Eropa. Semua petani mempunyai sertifikat, dan terus menerus berada dalam pengawasan. Kita semua, setiap hari makan sekian banyak sayuran dan buah-buahan. Dan hingga saat ini, tidak pernah ada masalah. Kami semua sangat menyayangkan bencana yang saat ini melanda Jerman. Ini bukan bencana kecil. Sekian banyak korban jiwa, dan sekian banyak yang terpaksa dirawat di rumah sakit. Ini benar-benar soal gawat." Dengan itu Anneke van de Kamp merujuk pada sepuluh korban yang telah meninggal dunia di Jerman, dan ratusan lainnya yang dirawat di rumah sakit. Itu semua, akibat ketularan bakteri usus EHEC, suatu kerabat dari bakteri E-coli. Bakteri ini menimbulkan rasa mual, menyebabkan diare, dan merusak ginjal. Bakteri ini tidak bisa diberantas dengan menggunakan antibiotika. Penularan penyakit dilaporkan telah merebak ke sembilan negara anggota Uni Eropa. Semua korban, baru saja berkunjung ke Jerman. Kepercayaan Bagaimana cara mengembalikan kepercayaan konsumen pada ketimun hasil petani Belanda? Pertama, sumber penyebaran penyakit harus diketahui pasti. Hal ini juga ditekankan oleh Anneke van de Kamp. Selanjutnya meyakinkan konsumen di Jerman bahwa hal ini hanya menyangkut sebagian kecil ketimun saja. Dan sama sekali tidalk bersangkut-paut dengan ketimun hasil petani Belanda. "Begitu sumber penularan diketahui, kami akan mengambil langkah langkah selanjutnya. Anda tentu memahami, selama hari-hari belakangan ini, kami sengaja mengambil contoh ketimun lebih banyak, untuk kami periksa. Hasil pemeriksaan sudah ada. kami tidak menemukan sumbert penularan apa pun. Kami kira, memang tidak akan ada ketimun produk kami yang ketularan. Selanjutnya, kami akan berkordinasi dengan pemerintah, bagaimana cara mengembalikan kepercayaan publik. Dan hari ini pun, kami akan sibuk dengan berbagai hal tersebut." * TAK ADA WAKTU ISTIRAHAT BAGI TIM ORANJE Di sebagian besar wilayah Eropa, musim sepakbola sudah berlalu. Berbagai tim sudah berhasil menggondol atau kehilangan piala dan gelar juara. Dan para pemain bersiap-siap menikmati liburan musim panas. Tapi, bagi anggota tim nasional Belanda, sementara ini tidak ada waktu buat beristirahat. Tim Oranje saat ini sudah sibuk mengepak koper. Mereka akan menyebrangi Samudra Atlantik, melakukan kunjungan selama sepuluh hari, ke Rio de Janeiro dan Montevideo, untuk menggelar dua pertandingan. Laporan Theo Tamis. Bagi Brasil dan Uruguay, melakukan pertandingan persahabatan melawan juara kedua Piala Dunia 2010 merupakan kesempatan emas menguji kemampuan mereka, dalam menghadapi ajang Copa America. Turnamen sepakbola paling penting di Amerika Selatan ini, adalah salah satu ajang sport dunia yang paling banyak menarik penonton. Copa America dimulai 1 Juli nanti. Bagi para pemain Oranje, ini merupakan kesempatan untuk bertemu kembali, setelah berpisah dua bulan lalu. Dan bagi beberapa pemain bintang, mungkin digunakan untuk sedikit melonggarkan ketegangan, setelah menyelesaikan musim kompetisi panjang yang sangat melelahkan. "Tentu, ini akan menjadi perjalanan menyenangkan dan juga kesempatan untuk meningkatkan pengalaman," kata pemain belakang klub Valencia, Hedwiges Maduro. "Namun, kami juga tidak bisa terlalu bersantai-ria. Kami akan bertanding melawan dua tim nasional, yang menilai pertandingan ini sebagai ujian serius. Jadi, kami juga harus menyingsingkan lengan baju." Gengsi Rombongan tim Oranje akan mendarat di Rio de Janeiro Selasa pagi. Setelah istirahat sebentar, siangnya mereka akan langsung ke lapangan sepakbola untuk berlatih. Jadi, ini benar-benar bukan perjalanan untuk berleha-leha. Tim nasional Belanda akan menghadapi dua lawan tangguh. Dan mereka tampaknya sangat bersungguh-sungguh menghadapi pertandingan persahabatan ini. Menempati peringkat tiga dan tujuh dalam Ranking Dunia FIFA, Brasil dan Uruguay dianggap sebagai favorit pemenang Copa America. Dan jika mereka berhasil mengalahkan tim Oranje secara meyakinkan, itu tentu akan menjadi dorongan moral besar. Kemenangan juga akan merupakan ungkapan balas dendam setimpal bagi dua negeri Amerika Latin ini. Menyusul kekalahan pahit yang mereka derita, dari tim Belanda, dalam babak-babak terakhir kejuaraan piala dunia lalu. "Lawatan ini memang sangat penting," kata pelatih tim nasional, Bert van Maarwijk. Ia menyatakan, ada dua cara untuk melihat pentingnya lawatan ini. "Pertama, bagi tim sebagai keseluruhan, penting artinya untuk bisa bertemu secara berkala. Selain itu, dua pertandingan ini juga menyangkut gengsi tim nasional." Pemain Cedera Tentu, pelatih tim Oranje paling sukses ini akan berupaya keras untuk memelihara rekor keberhasilan usai kejuaraan piala dunia lalu. Sayangnya, beberapa pemain inti ternyata tidak bisa ikut karena cedera, atau terlalu lelah. Di antaranya kapten kesebelasan, Marc van Bommel; pemain inti Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, kiper utama Ajax, Maarten Stekelenburg, dan gelandang Ajax, Demy de Zeeuw. Bagi semua pemain tim nasional, ini tentu merupakan kegiatan tambahan pada akhir masa kompetisi yang cukup bikin repot. Namun, kebanyakan dari mereka juga senang melakukan lawatan ke Amerika Selatan ini, kata Bert van Maarwijk. "Kami sudah sejak jauh hari menjajaki sikap para pemain mengenai rencana lawatan ini. Dan semuanya menyambut gembira. Semua, siap ikut. Ini suatu peluang emas. Bertanding melawan dua tim nasional yang termasuk ranking terbaik dunia. Jadi, lawatan ini bukan perjalanan liburan." Pertandingan pertama tim Oranje, melawan Brasil, akan berlangsung di Estadio Serra Dourada, stadion dengan kapasitas 54.000 kursi, di Goiania, 4 Juni. Empat hari kemudian, Oranje akan berlaga di Uruguay, di Estadio Centenario, stadion dengan kapasitas 66.000 kursi, di Montevideo. * GENG MOTOR DI BELANDA Di Belanda, pertikaian antar geng sepeda motor Harley Davidson sudah cerita lama. Yang terbesar namanya adalah klub Hells Angels, yang sering dilibatkan dengan berbagai kegiatan kriminal. Klub ini sudah beberapa kali diajukan ke pengadilan Belanda, tapi pihak kehakiman tidak berhasil menghukum mereka, karena tidak ada satu anggota pun yang mau buka mulut. Harian De Telegraaf menyebutkan nama satu klub atau geng sepeda motor lain yang namanya mulai beranjak besar, Satu Darah Maluku atau Satu Darah. Kelompok ini didirikan oleh sembilan orang, terutama keturunan Maluku yang tinggal di kota Moordrecht, Belanda. Klub ini baru-baru saja dihubungkan dengan pembunuhan seorang baron narkoba Belanda. Jumlah anggota klub Satu Darah kian bertambah banyak, dan kemungkinan bisa jauh lebih besar dibandingkan saingannya, Hells Angels. Polisi memperkirakan klub ini menjadi besar karena banyak digunakan untuk menjaga keamanan terutama di berbagai pesta dan kegiatan besar yang menyangkut orang Indonesia atau orang Indo di Belanda. Ditambah lagi, klub ini banyak mendapat anggota baru, orang-orang pendatang atau keturunan migran non-kulit putih di Belanda. Hells Angels terkenal sebagai klub kulit putih, walaupun ketua Hells Angels Amsterdam misalnya, adalah seorang Maluku bernama Daniel Uneputty. Saat ini, menurut De Telegraaf, Satu Darah sudah 'membuka cabang' di sepuluh kota kota, dengan pengurus masing-masing. Edisi akhir pekan NRC handelsblad memuat artikel kecil berjudul, "Apakah Yudhoyono Boleh Berpidato Dalam Bahasa Inggris?" Menurut Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, tidak. Ia mengatakan bahwa berbagai pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terutama di event-event internasional yang, dalam bahasa Inggris, sebenarnya bertentangan dengan UU tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara. Menurut UU ini presiden, wakil presiden dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya wajib berpidato dalam bahasa Indonesia jika mereka tampil di tempat-tempat resmi. SBY memang sering berpidato dalam bahasa Inggris, misalnya yang terakhir sewaktu KTT para menteri non-blok di Bali. Menurut sejumlah politisi dari Partai Demokrat, hal ini wajar-wajar saja, karena bahasa Ingrgis digunakan dan dimengerti oleh banyak orang. Menurut mantan ketua MK Jimly Ashiddiqie boleh-boleh saja presiden berpidato dalam bahasa Inggris. Seorang hakim tinggi hanya perlu mengawasi isinya. UU adalah sebuah arahan, bukan kewajiban. Selain itu SBY yang pintar berbahasa Inggris, sangat baik untuk masa depannya sebagai pemimpin internasional. Lanjut NRC Handelsblad. Yang terakhir, rakyat Malta, sebuah sebuah negara kecil di Laut Mediterania, akhirnya mendukung referendum yang menentukan penerapan sebuah UU yang memperbolehkan warganya untuk bercerai. 53% mendukung, dan 47% menolak. Demikian tulis harian Trouw. Malta adalah salah satu dari tiga negara di dunia, di mana perceraian dilarang. Dua negara lain adalah Vatikan dan Filipina. Mayoritas penduduk negara ini adalah Katolik. Karena itu gereja menentang keras UU tersebut. Pemimpin gereja Malta mengatakan orang yang bercerai dosa, dan tidak boleh menerima hosti. Tapi mereka menarik kembali ucapan tersebut. Dicemaskan pasangan yang mengajukan perceraian di Malta akan membanjir Sekian Trouw dan Tinjauan Pers. * MEREKA YANG MENYESAL: INGIN LEPASKAN WNI DAN KEMBALI JADI WARGA BELANDA Ternyata, di banyak kasus itu adalah keputusan yang salah. Antara tahun 1949 dan 1955 banyak warga Indo-Belanda yang memilih untuk tetap tinggal di Indonesia dan mengambil kewarganegaraan Indonesia, mengalami nasib yang cukup menyedihkan. Saat ini mereka bertanya-tanya apakah ada kemungkinan untuk kembali ke Belanda dan menjadi warga negara Belanda. Boudie Rijkschroeff dan Georgina Kwa menggambarkan kehidupan yang pahit ini di dalam buku mereka yang baru saja diluncurkan 'Spijtoptanten en Achterblijvers', atau 'Mereka yang Menyesal dan Tertinggal di Indonesia'. Laporan Maurice Laparliere. Sewaktu Festival Tong Tong di Den Haag, yang dulu bernama Pasar Malam Besar, cerita-cerita tentang mereka yang menyesal ini terdengar di mana-mana. Tema itu masih tetap hidup, dan mereka yang terlibat atau mengalami masa tersebut masih dijumpai dalam jumlah besar. Setiap warga Belanda keturunan Indonesia, atau orang Indo, mengenal seseorang yang menyesal dan tinggal di Indonesia. Misalnya Emie van Minos, dengan cerita kehidupannya yang kemungkinan juga dialami oleh ribuan orang Belanda keturunan Indonesia lainnya. Cerita keluarga Van Minos di Indonesia setelah perang berakhir, memang tidak selalu menyenangkan. Belanda harus melepaskan wilayah jajahannya di tahun 1949. Ketika itu ada sekitar 250.000 warga Belanda di Indonesia. mereka ditawarkan dua pilihan tetap tinggal di Indonesia atau kembali ke Belanda yang dingin? Warga yang Baik Bapak Van Minos adalah seorang warga belanda yang baik. Dan seperti yang lainnya, ia mengikuti nasihat pemerintah Belanda ketika itu. Ia tetap tinggal di Indonesia. Karena dikatakan, Belanda terlalu kecil untuk dapat menampung semua orang baru. Dan menurut para pejabat pemerintah, tabrakan budaya tidak akan bisa dihindari. Selain itu warga Belanda tidak menyukai gaya hidup baru, yang banyak dijumpai di Timur atau di Indonesia, hidup bersama tanpa menikah. Tetapi tidak lama kemudian muncul masalah baru. Pemerintah Indonesia mulai menuntut pengembalian wilayah Papua. Terjadi perang dingin antara Jakarta dan Den Haag. Pertikaian ini terutama berdampak untuk warga Belanda yang tetap tinggal di Indonesia. Boudie Rijkschroeff: "Dalam prakteknya, kami masih tetap dihubungkan dengan rejim kolonial lama. Apalagi kulit kami jauh lebih putih dibandingkan orang Indonesia lainnya. Bahasa Indonesia kami juga beraksen. Diskriminasi merupakan hal yang biasa." Sementara Georgine Kwa juga menyebutkan berbagai contoh lainnya, yang juga menyedihkan. Keluarga Kwa, ayah-ibu dengan enam anak perempuan mereka, memilih tetap tinggal di Indonesia dan mengambil warga negara Indonesia. Setelah semua warga Belanda secara definitif menentukan pilihan, Desember 1952, situasi di Indonesia semakin memburuk. Intimidasi "Saya dan kakak-adik saya sering diteror. Orang tua saya bahkan diintimidasi oleh polisi. Mereka sangat terpukul sekali. Pada akhirnya kami meninggalkan Indonesia secara terburu-buru pada saat Jendral Soeharto melakukan kudeta dan mengambil-alih kekuasaan. Ternyata itulah pesawat terakhir yang terbang antara Indonesia dan Belanda." Juga Emie van Minos mengalami hal-hal yang sama di tahun 60-an. "Sewaktu kecil saya merasa seperti di penjara. Saya terisolasi di halaman yang luasnya hanya 25 meter persegi. Ibu saya mengalami trauma setelah keluar dari kamp tahanan Jepang. Ia takut sekali akan lingkungan dan orang-orang Indonesia yang semakin bersikap memusuhi. Di dinding-dinding mereka menuliskan kata-kata, 'usir anjing-anjing itu'. Anjing-anjing yang dimaksud adalah kami, masyarakat Indo-Belanda." Perhatian Rijkschroeff dan Kwa memberikan banyak perhatian untuk mereka yang menyesal dan tinggal di Indonesia dan tidak bisa kembali ke Belanda. Mereka bekerjasama dengan Yayasan Halin (Hulp aan Landgenoten in Indonesia, Bantuan untuk Sesama Warga di Indonesia) yang setiap bulannya memberikan bantuan dana kepada sekitar 800 keluarga yang hidup dalam kemiskinan di Indonesia. Banyak dari mereka tidak mendapat kesempatan untuk mengembangkan hidup dan karena itu mereka miskin. Boudie Rijkschroeff: "Dalam buku ini kita menceritakan tentang sejarah yang terus berjalan. Saat ini memang mayoritas sudah berusia lanjut, tapi selama 15 tahun mendatang mereka masih tetap hidup. Kebanyakan orang-orang tua yang mewajibkan diri untuk tetap berbahasa Belanda, dan di ruang tamu mereka masih dipajang foto ratu Belanda. Mereka sangat kecewa karena pemerintah Den Haag tidak mau lagi menerima mereka. Mereka merasa ditolak, tidak diterima oleh pemerintah Belanda." Yayasan Halin Menurut kedua penulis buku ini sudah terlambat untuk mengambil jalur hukum agar dapat mengubah posisi warga Indo-Belanda yang kebanyakan sangat menyedihkan. Saat ini mayoritas ditampung dan dibantu oleh sanak saudara untuk membayar tempat tinggal, makanan dan ongkos kesehatan. Rijkschroeff dan Kwa berharap masih banyak organisasi sosial yang peduli akan nasib warga Indo-Belanda di Indonesia. Karena itu, hasil penjualan buku ini juga sepenuhnya diserahkan kepada Yayasan Halin. Spijtoptanten en Achterblijvers B.R. Rijkschroeff dan G.A. Kwa Uitgeverij Onsbos * LIMA TAHUN LUMPUR LAPINDO MASIH MERAJALELA 29 Mei 2006 lalu lumpur menyembur di Desa Porong Sidoarjo Jawa Timur. Semburan lumpur semakin merajalela menelan wilayah pemukiman lebih dari 700 hektar. Dua belas orang tewas dan sekitar 40 ribu orang terpaksa mengungsi. Lima tahun sudah bencana lumpur ini berlangsung namun situasi tak kunjung membaik. Sejak terjadinya semburan, pemerintah telah membangun bendungan sepanjang 20 kilometer untuk menahan luapan lumpur. Namun, langkah ini tidak menyelesaikan masalah. Penelitian yang dilakukan Institut Teknologi Surabaya (ITS) menunjukkan wilayah di luar bendungan sekarang tidak layak dihuni. Amin Widodo dari Pusat Studi Bencana ITS menjelaskan: Kalau situasi terakhir memang ada penurunan semburan, tapi semburan masih terus berlangsung. Kami melakukan penelitian terakhir pada 2010. Kalau awalnya dulu yang terpengaruh kena retakan dan keluar gas hanya beberapa meter di luar tanggul. Tapi, pada tahun 2010 hasil survey kita menunjukkan retakan sudah meluas mencapai 1 sampai 1,5 kilometer dari bendungan. Melebar Wilayah yang terkena dampak semburan lumpur melebar ke arah Barat di mana banyak pemukiman penduduk. Menurut hasil penelitian tim ITS ada 45 RT di empat desa yang masuk dalam kategori parah sekali. Pelebaran ini disebabkan besarnya lubang sumber luapan lumpur. "Karena ada lubang besar ini tanah disekitarnya jadi rawan retakan. Karena retakan ini gas bisa naik ke atas," jelas Amin. Tim peneliti dari ITS sudah memaparkan hasil temuan mereka kepada pihak-pihak terkait. Mengingat parahnya situasi di sekitar bendungan maka tim merekomendasikan evakuasi segera warga di 45 RT yang berada di wilayah retakan baru. "Tapi rekomendasi kami ini tidak segera ditindaklanjuti. Kami tidak tahu kenapa," kata Amin. Korban Koresponden Radio Wereldomroep Anton Jie Sam Foek memantau situasi para korban bencana Lumpur Lapindo. Nasib para korban masih belum menentu. Perusahaan pengeboran gas Lapindo Brantas yang dituding menjadi biang keladi bencana masih belum memberikan kompensasi seperti yang mereka janjikan lima tahun lalu. Pemerintah menjanjikan tempat tinggal baru bagi para korban, tapi sampai sekarang semuanya masih belum direalisasikan. Para korban masih berharap semuanya akan kembali pulih seperti dulu. Tapi semakin hari harapan itu semakin pupus. Saya bicara dengan seorang korban. Dia duduk di pinggir bendungan dan melihat genangan lumpur yang sangat luas itu. Saya tanya kenapa dia duduk di situ, apa yang dia lihat. Bapak itu bilang, di sana dulu ada gereja dan dekat sana orang tua saya dikubur. Sambil bercerita ia menangis tersedu-sedu. Ini adalah satu dari ratusan cerita para korban. Masalah mereka tidak hanya tentang kompensasi, tentang kesehatan tapi juga masalah emosi. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
