---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 21 Juni 2011 13:50 UTC



** ABU VULKANIK MENGGANGGU LAGI

** BELANDA IMPOR KAYU BERMASALAH MALAYSIA

** BRITANIA TOLAK BANTU YUNANI

** GEMA WARTA, TINJAUAN PERS: SANAK KELUARGA RAWA GEDE DI DEN HAAG,DIPLOMAT 
BELANDA TINGGALKAN INDONESIA DENGAN BERAT HATI

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: MIGRAN HARUS MENYESUAIKAN DIRI SENDIRI

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: JADI AU PAIR DI BELANDA, SAMAKAH DENGAN JADI TKI?



* ABU VULKANIK MENGGANGGU LAGI

Australia kembali kena imbas abu vulkanik asal Cile. Di negara ini gunung 
Puyehue meletus, abu vulkanik kemudian menyebar lewat Argentina dan Samudra 
Atlantik dan Hindia menuju Australia dan Selandia Baru. Maskapai penerbangan 
Australia, Quantas membatalkan penerbangan ke Sydney, Melbourne dan Canberra. 
Jumlah total penerbangan yang dibatalkan 200. Saingan Virgin juga membatalkan 
penerbangan. Minggu lalu ribuan penumpang juga merasakan dampak pembatalan ini. 
Penerbangan baru saja mulai lagi setelah awan vulkanik berlalu. Menurut para 
pakar geologi Cile, letusan gunung ini akan tetap mengancam penerbangan 
internasional, karena belum ada tanda-tanda akan berakhir.


* BELANDA IMPOR KAYU BERMASALAH MALAYSIA

LSM lingkungan hidup Greenpeace memenangkan proses terhadap keputusan menteri 
muda Belanda Joop Atsma  yang mengijinkan impor kayu asal Malaysia. Penundaan 
impor divonis hakim pengadilan Den Haag. Komisi yang diminta pendapatnya sudah 
menyatakan kayu Malaysia ini tidak diproduksi secara berkesinambungan, jadi 
tidak ramah lingkungan. Hakim menyatakan saran ini tidak digubris menteri muda 
Belanda tanpa alasan yang memadai. Ijin impor ini harus ditunda sampai ada 
kejelasan dalam porses hukum menentang keputusan ijin impor ini.


* BRITANIA TOLAK BANTU YUNANI

Perdana menteri David Cameron tidak melihat alasan apapun mengapa Britania Raya 
harus dilibatkan dalam bantuan finansial untuk Yunani. Britania Raya tidak 
masuk zona euro. Yang pertama-tama membantu Yunani adalah negara zona euro. 
Karena tidak ikut dalam zona mata uang euro maka London tidak bertanggung 
jawab. Ia mengakui ketidakpastian dalam zona mata uang euro bisa mempengaruhi 
ekonomi Britania secara negatif. Sebelumnya London telah menjanjikan akan 
membantu Yunani lewat IMF dan tahun lalu London juga membantu Iralandia yang 
mengalami krisis yang sama seperti Yunani. Irlandia juga masuk zona mata uang 
euro.


* BELANDA BANTU CARI MAKAM SREBRENICA

Pasukan perdamaian Belanda ikut bertanggung jawab terhadap warga muslim di 
Srebrenica, pangkalan militer Belanda di Bosnia yang diduduki pasukan Serbia. 
Menteri pertahanan Belanda Hans Hillen akan membuka arsip yang tadinya 
dinyatakan rahasia ihwal lokasi kuburan darurat di kawasan Srebrenica. Warga 
muslim Srebrenica menjadi korban pembantaian tentara Serbia saat itu. Televisi 
Belanda melaporkan departemen pertahanan Belanda menolak membantu mencari 
lokasinya. Setelah sudah jelas yang diminta hanya informasi lokasinya maka 
bantuan informasi ini bisa dikabulkan. Dari kumpulan dokumen rahasia bisa 
dikeluarkan informasi yang berkaitan dengan pencarian lokasi makam darurat ini.


* MAMTAN DUTA BESAR BELANDA DUKUNG RANESI

Nikolaos van Dam, mantan dutabesar Belanda untuk Indonesia (2005-2010) 
menyatakan siaran dalam bahasa Indonesia Radio Nederland penting untuk hubungan 
bilateral kedua negara. Siaran Indonesia Radio Nederland bisa menjangkau 
sebagian besar penduduk Indonesia yang tersebar di kepulauan Nusantara. Dimensi 
kontak langsung antara kedua bangsa dalam siaran ini adalah sesuatu yang 
berharga dan akan menjadi kehilangan besar kalau dihapus Selama ia menjabat 
sebagai duta besar, NIkolaos van Dam menyadari betapa penting dan dihargainya 
siaran Radio Nederland di Indonesia, yang bisa mendukung saling pengertian. 
Demikian Nikolaos van Dam yang pernah menjadi duta besar Belanda di Indonesia, 
Jerman, Turki, Mesir dan Irak.


* BELANDA TERLIBAT KASUS MATA-MATA

Christopher Tappin,seorang usahawan Inggris dituduh pihak kejaksaan Amerika 
Serikat melakukan tindak subversif karena ia berusaha menjual suku cadang untuk 
senjata roket Iran. Tappin menolak tuduhan ini dan menyatakan ia mengekspor 
suku cadang aki untuk Belanda. Kalau ia dinyatakan bersalah maka ia bisa 
dihukum 35 tahun penjara di Amerika Serikat. Pihak yang berwajib di Britania 
Raya  menyatakan tidak akan menghindari ektradisi Christopher Tappin ke Amerika 
Serikat. Ia dituduh terlibat upaya mengekspor bahan militer tanpa ijin.


* SANAK KELUARGA RAWA GEDE DI DEN HAAG,DIPLOMAT BELANDA TINGGALKAN INDONESIA 
DENGAN BERAT HATI

Sejumlah sanak keluarga korban pembantaian berdarah di Rawagade menghadiri 
sidang di pengadilan Den Haag Senin kemarin. Salah satu di antaranya Wanti 
binti Sariman, 86 tahun, kelihatan lelah dan sedikit tegang. Ia ingin sekali 
naik haji, dan alangkah baiknya jika pemerintah Belanda bisa membiayai 
perjalanannya. Wanti menuntut ganti rugi kepada pemerintah Belanda. Suaminya 
tewas ditembak tentara Belanda ketika itu.

Tetapi pemerintah Belanda tidak berniat membayar ganti rugi. Menurut Den Haag 
mereka telah memberikan kompensasi sebesar 850.000 euro yang diberikan 
kementrian kerjasama pembangunan untuk desa Rawagede atau Balongsari. Tuntutan 
yang diajukan sanak keluarga korban datang terlambat. Demikian pengacara negara 
Bert-Jan Houtzagers. 

"Mungkin kedengarannya sangat kasar, walaupun kejadian tanggal 9 Desember 1947 
itu sangat menyedihkan, tapi kasus ini sudah diselesaikan tahun 1966 lewat 
persetujuan finansial antara Belanda dan Indonesia. Kedua belah pihak ketika 
itu sepakat mengakhiri masa lalu dan hanya melihat ke masa depan," lanjut 
Houtzagers. 

Liesbeth Zegveld, pengacara para korban Rawagede, menyanggah penjelasan 
tersebut. Menurutnya para korban Perang Dunia II, khususnya para korban Yahudi 
sampai saat ini masih bisa mengajukan tuntutan kepada pemerintah Belanda dan 
mendapatkan ganti rugi. Karena itu para korban Rawagede juga harus mendapat 
perlakuan yang sama.

Tapi pengacara negara Houtzagers menambahkan, "tuntutan yang diajukan para 
korban Perang Dunia II keturunan Yahudi tidak bisa disamakan dengan tuntutan 
para korban Rawagede." Yang dijawab oleh Zegveld, "kejahatan terhadap warga 
Indonesia di jaman penjajahan ternyata tidak dianggap penting oleh pemerintah 
Belanda. Ternyata hingga sekarang pendapat itu tidak berbeda." Demikian dikutip 
koran De Volkskrant.

Masih di Belanda. Mantan kapten kesebelasan Belanda Giovanni van Bronckhorst, 
akhirnya Senin kemarin berangkat juga ke Indonesia bersama ayahnya, Victor. 
'Gio kembali ke akarnya', tulis harian De Telegraaf. Dengan yayasannya Giovanni 
van Bronckhorst Foundation ia ingin menolong ribuan anak-anak dan generasi muda 
Indonesia untuk mewujudkan impian mereka. 

Sebenarnya Gio berencana pergi ke Indonesia beberapa bulan lalu, tapi akhirnya 
dibatalkan pada saat terakhir, karena dibebani berbagai tekanan politik. Gio 
yang keturunan Maluku merasa dijadikan bola permainan antara pemerintah Jakarta 
dengan RMS. Karena itu kunjungan sekarang ini hanya terbatas di Jakarta saja. 
Van Bronckhorst tidak ke Maluku. "Itu untuk lain kali, bersama keluarga saya, 
dan sifatnya juga kunjungan pribadi."

Di Jakarta Van Bronckhorst akan membuka klinik sepakbola, muncul di televisi, 
ikut bertanding antara tim all-stars international melawan bintang-bintang bola 
Indonesia, menggelar workshop dan melatih sejumlah pemain muda sepakbola 
Indonesia. Ia sama sekali tidak mau menyinggung soal politik. "Saya punya 
bayangan apa saja yang akan saya lakukan, karena itu saya ingin tahu sambutan 
apa yang saya terima nanti di Indonesia."

Dan yang terakhir, harian Reformatorisch Dagblad memuat artikel berjudul 
'Diplomat Segers meninggalkan Indonesia dengan berat hati'. Sebagai orang 
Kristen Marnix Segers merasa betah bertugas di Indonesia, negara muslim 
terbesar di dunia. Selama empat tahun masa jabatan sebagai konsul perdagangan 
Belanda ia berbicara dengan politisi, gubernur, pejabat pemerintah, petani, 
rakyat kecil mengenai kehidupan dan agama di Indonesia.

Diplomat kawakan bersama istri dan ketiga putrinya sangat betah tinggal di 
Indonesia. Sewaktu kunjungan kerja ke berbagai tempat di Indonesia Marnix 
Segers mengalami sendiri betapa pentingnya agama untuk orang Indonesia. Dari 
berbagai pembicaraan dengan para pejabat departemen agama ia memahami hubungan 
antar ummat agama di Indonesia. "Orang tidak mengatakan bahwa mereka sependapat 
satu sama lain, tapi mereka mengakui perbedaan antara agama, dan bisa hidup 
berdampingan satu sama lain."

Tapi ia juga mengakui beberapa tahun terakhir semakin sulit untuk mendirikan 
gereja baru di Indonesia. "Jika saya berbicara dengan ummat gereja Batak, maka 
jelas orang khawatir akan situasi dan sikap sejumlah orang yang semakin tidak 
toleran. Padahal di dalam UUD ditetapkan negara berdasarkan ketuhanan. Jadi 
orang bisa bertanya apakah ideologi negara itu, yang mendukung toleransi antar 
agama, tetap menjadi dasar yang kuat untuk Indonesia. Tapi saya punya harapan 
baik." 

Demikian Marnix Segers dalam Reformatorisch Dagblad.


* MIGRAN HARUS MENYESUAIKAN DIRI SENDIRI

Belanda menghentikan kebijakan khusus untuk kaum pendatang. Setiap migran harus 
berintegrasi sendiri. Demikian Menteri Dalam Negeri Belanda, Piet Hein Donner, 
dalam suratnya kepada parlemen Belanda, de Tweede Kamer. Ia juga meminta agar 
semua orang menjunjung tinggi nilai-nilai Belanda.

Belinda van Steijn

Ini adalah kesalahan besar, demikian komentar oposisi pemerintahan Mark Rutte. 
Tanpa pengambilan langkah yang terarah, berbagai kelompok pendatang akan jadi 
korban, tegas partai liberal konservatif PvdA dan demokrat D66. Anggota 
parlemen dari PvdA, Martijn van Dam, mengangkat masalah-masalah yang 
ditimbulkan para pemuda Maroko yang banyak dikecam masyarakat dan identik 
dengan kriminalitas. "Saya pikir partai lain tidak ingin mengindahkan masalah 
ini," katanya.

Tidak ada target
Menteri dalam negeri Donner ingin menghentikan kebijakan yang ditujukan khusus 
untuk kelompok tertentu. Jadi tidak akan lagi ada tempat penampungan dan 
pendekatan khusus yang ditujukan bagi pendatang Antilen, Turki, Maroko dan 
kelompok minoritas lain. Para migran harus berusaha sendiri untuk jadi anggota 
masyarakat yang berguna:

Donner berkata, "Kami berpendapat, intergrasi adalah tanggung jawab pribadi. 
Kami tidak perlu lagi meneruskan kebijakan khusus bagi kelompok tertentu, kami 
juga menghentikan subsidi, karena dengan subsidi, mereka tidak akan membaur 
dengan kelompok masyarakat lainnya."

Donner berpendapat, kebijakan dalam bidang pekerjaan, sekolah dan tempat 
tinggal seharusnya sudah cukup bagi tiap warga untuk bisa mandiri. Perilaku 
yang melanggar norma dan mengarah pada kriminalitas akan ditangani tanpa 
melihat asal-usul pelaku. 

Menteri juga akan melarang praktik perkawinan paksa. Mulai 1 Januari 2013, 
pemakaian burka akan dilarang di tempat-tempat umum. 

Sejalan dengan PVV
Inti dari perubahan nota integrasi ini: pemerintah tidak mau lagi dipandang 
sebagai pengemban tugas integrasi dalam masyarakat Belanda. Dengan begitu, 
kabinet mengambil jarak dari masyarakat multikultural, identitas masyarat 
Belanda yang dikenal dunia saat ini. Keputusan ini menunjukkan dukungan bagi 
PVV, partai anti-imigrasi pimpinan Geert Wilders yang saat ini juga membantu 
pemerintahan.

Nilai dan norma Belanda harus menjadi acuan dan para migran diharapkan 
mengambil inisiatif sendiri dalam berintegrasi. 

"Jika mereka ingin menetap di Belanda secara permanen, mereka tidak cukup 
'hanya belajar mengenai Belanda dan tahu bagaimana kebiasaan orang di sini.' 
Kami ingin, mereka merasa seperti di rumah sendiri. Kami juga ingin agar mereka 
berpartisipasi aktif dalam menjadikan Belanda rumah mereka."

Ketakutan 
Penekanan akan nilai Belanda menunjukkan kurangnya rasa percaya diri dan 
ketakutan akan pendatang, kata Gerard Schouw dari partai oposisi demokrat D66. 
"Ini benar-benar konyol bagi negara seperti Belanda," tegasnya. Banyak LSM yang 
mengurusi Turki dan Maroko bereaksi sangat kritis terhadap perubahan kebijakan 
integrasi ini. 

Sedangkan organisasi bagi komunitas Maroko Belanda menegaskan, mereka butuh 
dukungan tambahan. Organisasi Contactorgaan Moslims en Overheid - yang 
menjembatani komunikasi antara komunitas muslim dan pemerintah Belanda - 
menyambut dengan baik keputusan pemerintah untuk memberdayakan para migran, 
tapi tidak menyetujui larangan pemakaian burka.


* JADI AU PAIR DI BELANDA, SAMAKAH DENGAN JADI TKI?

Tiap tahunnya ratusan gadis Asia menjadi au pair di keluarga-keluarga Belanda. 
Badan penyalur au pair mengurus penempatan gadis-gadis ini dengan biaya 
tertentu. Sepuluh tahun terakhir, permintaan pasar meningkat dua kali lipat, 
namun sekarang badan penyalur diawasi ketat akibat eksploitasi. 

Martijn van Tol

Mempekerjakan orang yang menangani urusan rumah tangga sekaligus menjaga anak 
dengan biaya 340 euro per bulan plus tempat tinggal dan biaya lainnya? Tawaran 
itu tentu saja terdengar menggiurkan bagi orangtua Belanda yang punya anak 
kecil. 

Bersih-bersih
Pada dasarnya, tugas au pair adalah menjaga anak, mengerjakan pekerjaan rumah 
tangga ringan dan mendalami bahasa serta budaya Belanda. Penjelasan itulah yang 
membuat Catleya, gadis 23 tahun asal Filipina, tertarik. Dari badan penyalur au 
pair Smiling Faces ia ditempatkan di sebuah keluarga di Amsterdam.

Malam pertama di rumah "keluarga asuh"-nya di Belanda, Catleya tidak bisa tidur 
karena tegang. Keesokan harinya ia menerima instruksi bersih-bersih. Hari kedua 
makin banyak tugas rumah tangga yang harus dikerjakannya, seperti mengelap 
jendela. Makin lama tugas-tugas yang bukan "pekerjaan ringan" - seperti 
tertulis di kontrak - pun harus dikerjakannya. Catleya tidak berani protes: 

Au pair CLIP Catleya
"Ayah asuh saya sangat perfeksionis soal bersih-bersih. Jika saya membuat 
kesalahan, ia bakal terus-menerus bilang kalau saya salah, sampai kadang saya 
menangis. Saya pikir: inikah hidup yang harus saya jalani di sini, yang telah 
saya tukar dengan kehidupan lama di Filipina? Dulu saya tak pernah berpikir 
kalau posisi saya sangat rendah dalam keluarga asuh. Pelan-pelan saya belajar 
menerima bahwa tugas saya di rumah memang bersih-bersih."

Hak 
Seminggu setelah kedatangannya, orangtua asuh Catleya telah membuat jadwal 
bersih-bersih. Senin, Rabu, Jumat semua lantai harus di-vacum dan dipel. Selasa 
waktunya membersihkan dapur dan Kamis jadwalnya kamar mandi dan toilet. Tiap 
hari ia memasak sarapan dan makan malam untuk keluarga asuhnya. Sementara itu, 
ia juga mengurus dua orang anak. 

Diana Oosterbeek terkejut mendengar pengalaman Catleya. Organisasinya, 
Bayanihan - lembaga yang mengurus kepentingan perempuan Filipina di Belanda - 
menerima banyak keluhan dari para au pair yang harus bekerja terlalu keras. 

"Di atas kertas mereka au pair, namun kenyataannya mereka diperlakukan bagai 
pembantu rumah tangga. Mereka bekerja sepanjang hari dan sering tidak 
mendapatkan libur pada akhir pekan. Jika situasinya demikian, mereka berhak 
mendapat gaji." Demikian Diana.

Atas nama empat au pair, Oosterbeek memperkarakan sejumlah keluarga asuh ke 
pengadilan. Tuntutannya: au pair harus menerima gaji yang manusiawi. Pada semua 
kasus, pengadilan Belanda memenangkan para au pair.

Menyesuaikan diri
Di Belanda ada sekitar 1600 au pair yang berasal dari negara-negara non-Uni 
Eropa. Sepertiganya berasal dari Filipina. Gadis-gadis Filipina digemari karena 
mereka fasih berbahasa Inggris, patuh dan lembut.  

Para au pair bisa mengadukan kasus-kasus penyalahgunaan ke dinas imigrasi 
Belanda IND. Namun hampir tak ada yang berani, karena IND bisa saja menarik 
izin tinggal mereka. Catleya mengadukan situasinya pada Smiling Faces, badan 
yang menyalurkannya, namun badan itu tak melakukan apa pun. 

Penyalur harus lebih bertanggung jawab, kata Cherry, au pair 21 tahun asal 
Cina. Ia sendiri beruntung: keluarga asuhnya memperlakukannya dengan baik.

 Cherry berpendapat: "Badan penyalur tidak boleh hanya mencari uang. Mereka 
harus mendiskusikan status au pair dengan keluarga asuh. Mereka tidak boleh 
hanya menyalurkan au pair dan meminta uang untuk itu. Mereka juga harus 
memastikan bahwa au pair bisa menyesuaikan diri di Belanda. Badan penyalur 
harus memberi tahu au pair mengenai kehidupan di Belanda dan memberikan saran 
agar au pair bisa menyesuaikan diri dengan keluarga asuh."

Lembaga penyaluran Smiling Faces menyayangkan bahwa sejumlah au pair tidak puas 
dengan pelayanan mereka. Smiling Faces akan mengirim e-mail kepada semua au 
pair yang pernah mereka tangani untuk menyelidiki apakah ada au pair lain yang 
juga memiliki pengalaman buruk. 

Pemerintah belanda telah mengawasi tujuh dari dua puluh badan penyalur atas 
dugaan penyelewengan, salah satunya eksploitasi. Mereka teleh memutuskan kerja 
sama dengan satu badan penyalur. Di masa depan, IND hanya akan bekerja sama 
dengan badan penyalur au pair yang telah dikontrol ketat dan tidak akan 
memungkinkan orang mencari au pair sendiri lewat internet. 

**Nama-nama au pair dalam artikel ini adalah nama samaran.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke