---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 11 Juli 2011 14:20 UTC



** WARGA ACEH BISA GUGAT EXXON MOBIL

** EVAKUASI WARGA GUNUNG LOKON

** CINA:LATIHAN MILITER AS TIDAK PADA TEMPATNYA

** TOPIK TINJAUAN PERS: RESIKO MENJADI ILEGAL DI BELANDA DAN DEMO DI MALAYSIA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: AWAL KETERBONGKARAN PELANGGARAN HAM EXXONMOBIL

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TAK PERLU KOMISI INDEPENDEN UNTUK MALUKU

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KASUS WIKILEAKS TUMBAL KEBEBASAN PERS

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: EROPA MASIH PERMASALAHKAN JILBAB

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: INSIDEN PENEMBAKAN BELANDA, POLISI BUAT 
KESALAHAN



* WARGA ACEH BISA GUGAT EXXON MOBIL

WASHINGTON (AFP)- Sedikitnya sebelas warga desa di Aceh bisa menggugat raksasa 
minyak Amerika ExxonMobil mengenai pembunuhan dan penyiksaan yang dilakukan 
pihak keamanan yang bekerja untuk perusahaan itui. Demikian putusan hakim 
Amerika Jumat lalu.

Keputusan pengadilan di Washington ini membalik keputusan tahun 2009 yang 
menyatakan warga Indonesia tidak berhak menggugat Exxon di Amerika Serikat. 

Ke sebelas warga mengajukan gugatan tahun 2001, dengan menuduh tentara yang 
bekerja untuk ExxonMobil telah melakukan penyiksaan, perkosaan, dan pembunuhan 
terhadap anggota keluarga mereka.


* EVAKUASI WARGA GUNUNG LOKON

Jakarta(AFP)- Pemerintah mengevakuasi ratusan warga yang tinggal di dekat 
Gunung Lokon di Sulawesi sesudah Ahad menaikkan status menjadi "awas."

Menurut pakar gunung berapi Kristianto, terjadi kenaikan kegiatan sejak 9 Juli 
lalu. Gunung tersebut memuntahkan debu setinggi 500 meter akhir pekan lalu.

"Warga yang tinggal di radius 3,5 kilometer dari gunung dievakuasi sebagai 
tindakan berjaga-jaga," demikian ditambahkan Kristianto. Sekitar 28.000 orang 
tinggal di kawasan evakuasi tapi hanya beberapa ratus saja yang dievakuasi 
Senin ini. 

Para pejabat juga melarang wisatawan mendaki hingga ketinggian 1580 meter. 
Gunung berapi Lokon meletus terakhir kalinya pada tahun 1991, menewaskan 
seorang wisatawan Swedia.


* CINA:LATIHAN MILITER AS TIDAK PADA TEMPATNYA

BEIJING (ANP) - Pejabat tinggi militer Cina berpendapat "tidak pada tempatnya" 
bahwa angkatan laut Amerika melakukan latihan justru pada saat ini.

Sesudah pertemuan dengan sejawat Amerika, Laksamana Mike Mullen, pejabat 
tersebut mengimbau Amerika Serikat agar "lebih bijaksana dan hati-hati baik 
dalam kata maupun tindakan" mengingat ketegangan seputar wilayah laut strategis 
yang kemungkinan mengandung minyak dan gas.

Cina, Taiwan, Vietnam, serta sejumlah negara lainnya saling bertikai mengenai 
kepenguasaan bagian-bagian laut.


* SAIF AL-ISLAM: KAMI BERUNDING DENGAN PRANCIS

TRIPOLI (ANP) - Otoritas Libia berunding dengan Prancis mengenai jalan keluar 
konflik di negara di Afrika Utara itu. 

Dalam surat kabar Aljazair, putra Muammar Gaddafi, Saif al-Islam mengatakan: 
"Kenyataannya kami berunding dengan Prancis dan bukan dengan pemberontak. Wakil 
kami mengatakan bahwa presiden Prancis dengan jelas mengatakan bahwa merekalah 
yang mencipatkan dewan pemberontak. Tanpa dukungan, uang, dan senjata maka 
mereka tidak pernah ada."

Ucapan Saif itu muncul beberapa jam sesudah keluarnya pernyataan Menteri 
Pertahanan Prancis yang menyatakan sudah waktunya bagi pemberontak untuk 
berunding dengan rezim Gaddafi.

Dewan Peralihan Nasional didirikan oleh pemberontak di kota Benghazi. Banyak 
negara yang sementara ini membuka hubungan dengan dewan.


* BELI SUARA MASUK AGENDA KOMISI IKAN PAUS

JERSEY (ANP) - Membeli suara dalam perundingan internasional mengenai ikan paus 
sudah tidak bisa lagi. Demikian tertera dalam usulan Inggris yang akan diajukan 
dalam KTT Komisi Ikan Paus Internasional (IWC) di Pulau Jersey pekan ini.

Perundingan antara mereka yang pro dan kontra industri ikan paus macet selama 
bertahun-tahun. Tampaknya kali inipun tidak ada perubahan sikap dari tiga 
negara pemburu ikan paus: Norwegia, Islandia, dan Jepang. 

Pertemuan tahunan IWC ini berlangsung mulai Senin hingga Jumat.


* OBAMA LANJUTKAN PEMBICARAAN HUTANG

WASHINGTON (ANP) - Presiden Amerika Serikat Barrack Obama akan melanjutkan 
pembicaraan dengan kubu Republik mengenai jalan keluar masalah hutang Amerika 
Serikat. Pembicaraan Ahad yang berlangsung satu setengah jam gagal membuahkan 
terobosan.

Amerika Serikat harus membuat kesepakatan baru sebelum 2 Agustus mengenai pagu 
hutang negara. Apabila tidak tercapai pagu yang lebih tinggi, maka negara 
dengan perekonomian terbesar di dunia itu tidak akan mampu melunasi semua 
hutangnya.

Kubu Republik tidak bersedia menyepakati rencana penghematan senilai 4 trilyun 
dolar yang diajukan Obama karena dalam hal ini pajak juga harus dinaikkan. 
Mereka tidak ingin melebihi 2 trilyun.


* 110 JENAZAH DI KAPAL PESIAR RUSIA

MOSKOW (ANP) - Para penyelamat menemukan sekitar 110 jenazah di kapal pesiar 
Rusia yang tenggelam di Sungai Wolga. Di antara mereka terdapat 30 anak-anak, 
demikian kantor berita Rusia Senin.

Kapal pesiar bertingkat itu, ms. Bulgaria, tenggelam sekitar 650 kilometer 
sebelah timur ibukota Moskow. Sebuah kapal yang berada di dekatnya berhasil 
menyelamatkan 77 penumpang dari sungai yang sangat lebar itu.

Banyak wisatawan berada di kapal tersebut.


* PESAWAT RUSIA MENDARAT DI SUNGAI OB
 
MOSKOW (ANP) - Sebanyak lima orang tewas ketika sebuah pesawat Rusia jenis 
Antonov-24 melakukan pendaratan darurat di sebuah sungai Senin.

Pesawat milik maskapai penerbangan Rusia Angara, dengan 33 penumpang, mengalami 
masalah akibat kebakaran di salah satu motor. Pilot memutuskan untuk mendarat 
di Sungai Ob di Siberia. Demikian pengumuman komisi penyelidik.


* BELANDA TOLAK EKSTRADISI WARGANYA KE AS

HILVERSUM (NOS) - Belanda menolak menyerahkan seorang pengusaha ke Amerika 
Serikat untuk diadili.

Dari surat-surat rahasia diplomat Amerika yang dirilis Wikileaks, dan dimiliki 
lembaga penyiaran publik Belanda NOS, ternyata mantan Menteri Luar Negeri Ben 
Bot meminta Amerika pada tahun 2005 untuk mencabut permohonan itu. Amerika 
Serikat menolak, dan Belanda kemudian menolak permohohan ekstradisi di tahun 
2008.

Sebagai alasan, Belanda menyebut tentang situasi pribadi pengusaha. Apa 
persisnya, tidaklah jelas. Pengusaha tersebut kabarnya menyuap pegawai negeri 
di Panama.


* ITALIA BAYANGI BURSA EROPA

AMSTERDAM (ANP) - Bursa-bursa Eropa dibuka dengan rugi besar Senin ini akibat 
kekhawatiran merambatnya krisis hutang ke Italia. Indeks AEX di Amsterdam turun 
1% pada 338,99 menjelang perdagangan tengah hari. Bursa London, Frankfurt, dan 
Paris rugi hingga 1,5%.

Nilai tukar euro tercatat $1,4125. 
1C = Rp.12.036
1$ = Rp.  8.527


* RESIKO MENJADI ILEGAL DI BELANDA DAN DEMO DI MALAYSIA

Jangan coba-coba tinggal di Belanda secara ilegal, karena itu berisiko. Menurut 
harian Trouw, jika ketahuan tinggal di Belanda tanpa surat resmi maka anda 
tidak saja dipulangkan tapi anda juga harus membayar denda.

Menteri urusan imigrasi dan suaka Gerd Leers mengajukan usulan itu yang 
disetujui oleh dewan menteri. Denda itu bisa mencapai maksimal 3800 euro.

Namun menurut menteir Leers, hal itu terutama ditujukan kepada kaum ilegal yang 
melakukan tindak kriminal dan mengganggu masyarakat. Menteri Leers berjanji 
tidak akan terjadi perburuan besar-besaran orang-orang ilegal di Belanda.

Menurut perkiraan ada sekitar 100 ribu kaum ilegal yang tinggal di Belanda, Itu 
menurut perhitungan tahun 2009. Kendati jumlah itu lebih sedikit dibanding 
tahun sebelumnya namun beberapa di antara mereka mengganggu kehidupan 
masyarakat.

Pelanggaran dan Kejahatan
Seperti diramalkan semula, menteri Leers ingin orang-orang ilegal dikategorikan 
sebagai tindak pidana pelanggaran ketimbang delik kejahatan. "Kejahatan akan 
dihukum penjara dan bukan itu yang diinginkan. Kami hanya menginginkan kaum 
ilegal itu hengkang dari Belanda.

Namun tambah koran Trouw, anak-anak di bawah umur mendapat perlakuan berbeda 
dari pemerintah Belanda. Jika satu keluarga ilegal di Belanda maka hanya ada 
ada satu orang tua yang ditahan. Anak-anak itu akan ikut orangtuanya jika 
mereka harus hengkang dari Belanda.

Dari Belanda kita beralih ke Malaysia

Harian de Volkskrant menulis Polisi membersihkan kelompok oposisi di jalan. 
Padahal demonstrasi itu berlangsung damai. Polisi membubarkan mereka dengan 
kanon air. Akibatnya pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim terluka. Sementara 
beberapa demonstran lainnya dibawa ke rumah sakit akibat sesak nafas.

Seorang tewas akibat pembubaran demonstrasi tersebut. Ibukota Kuala Lumpur 
sebelumnya sudah ditutup untuk menghindari agar mereka tidak menggelar 
demonstrasi. Gedung-gedung dan pusat perbelanjaan termasuk di antaranya Twin 
Towers juga ditutup dan angkutan umum lumpuh.

Kendati demikian, ribuan demonstran berhasil menyerbu pusat kota. Lebih dari 
enam ratus orang ditangkapi dan diinterogasi.  Anwar Ibrahim yang kali ini 
memimpin demonstrasi sebelumnya juga pernah menggelar aksi serupa. Pada tahun 
2007 demonstrasi besar juga berlangsung di Malaysia, Peristiwa itu sempat 
menimbulkan pertumpahan darah.

Menang Besar
Pada Pemilu tahun 2008, pihak oposisi menang besar di lima dari 13 propinsi. 
Tentu saja kemenangan itu memukul koalisi pemerintah Barisan Nasional.

Koalisi memerintah di Malaysia sejak kemerdekaan tahun 50 an. Dan untuk 
menyingkirkan Anwar Ibrahim maka dibuatlah proses pengadilan dengan dakwaan 
sodomi. Demonstrasi yang berlangsung akhir pekan lalu itu menamakan diri Bersih 
2.0. Mereka menuntut peninjauan kembali UU pemilihan umum di Malaysia. Saat ini 
UU Pemilu Malaysia menguntungkan pemerintah dan merugikan oposisi.

Demikian harian de Volkskrant dan sekian pula ulasan pers kali ini.


* AWAL KETERBONGKARAN PELANGGARAN HAM EXXONMOBIL

Para hakim pengadilan federal Amerika memutuskan, perusahaan ExxonMobil bisa 
digugat oleh para penduduk desa di seputar ExxonMobil yang disiksa dan malah 
ada yang dibunuh di Aceh. Kasus-kasus itu terjadi sejak zaman DOM (Daerah 
Operasi Militer) dan juga setelah reformasi. 

Menurut Otto Syamsuddin dari Imparsial, keputusan pengadilan Amerika ini  bisa 
menjadi awal dari pembongkaran serangkaian kasus-kasus pelanggaran HAM yang 
melibatkan perusahaan minyak itu. 

Para korban
Namun aktivis HAM, yang mengaku terlibat menyiapkan dokumen gugatan di Amerika 
itu, tidak tahu pasti berapa jumlah para korban dan siapa saja orangnya. Yang 
jelas, katanya, para pengacara Serikat Buruh Amerika yang mengajukan gugatan 
itu. "Dan merekalah yang tahu siapa-siapa yang melaukan penuntutan di 
pengadilan Amerika itu."

Aktivis Imparsial ini menambahkan, karena situasi politik saat itu, pemerintah 
Indonesia meminta agar penelitian terhadap kasus ini dihentikan. Pemerintah 
Amerika pun menyetujui permohonan pemerintah RI tersebut, tambah Otto.

Intervensi pemerintah RI
Namun bagi Otto, intervensi pemerintah RI tersebut justru menunjukkan bawwa 
kasus penyiksaan dan pembunuhan itu memang "benar-benar terjadi". "Itu kan 
bentuk pengakukan terbalik dari pihak pemerintah Indonesia."

Pelanggaran HAM yang terjadi di seputar ExxonMobil, menurut Otto, dilakukan 
oleh tentara Indonesia. "Karena pada konflik dan masa DOM, maupun pada masa 
paska reformasi, penempatan pasukan di seputar Exxon atau di Leuksemawe, Arun, 
itu selalu dikaiktan dengan pengamanan industri oleh pemerintah Indonesia."

Pembeayaan pengamanan juga ditanggung oleh ExxonMobil, tambahnya.

Efek domino
Otto menyimpulkan pembongkaran ini mempunyai efek domino terhadap kasus-kasus 
lainnya. "Baik yang pada masa DOM sampai masa proses perdamaian. Karena, 
ExxonMobil menyediakan kamp penyiksaan  di dalam lingkungan eskplorasinya."

Yang menjadi pertanyaan sekarang apakah pemerintah sekarang juga akan 
menutup-nutupi kasus ini. "Kita belum tahu apakah rezim SBY ini akan intervensi 
sebagaimana pada zaman Megawati."


* TAK PERLU KOMISI INDEPENDEN UNTUK MALUKU

Amnesty International mendesak pemerintah Indonesia untuk membentuk komite 
investigasi independen dan imaprsial untuk menyelidiki penyiksaan terhadap para 
aktvis politik pada bulan Agustus 2010 di Maluku. Hal itu tidak disetujui oleh 
wakil ketua komnas HAM, Joseph Adi Prasetyo. Namun presiden RMS Republik Maluku 
Selatan di Belanda, John Wattilete justru mengatakan sebaliknya.

Amnesty International menyatakan pemerintah Indonesia harus segera membentuk 
tim investigasi independen dan imparsial untuk menyelidiki dugaan tindakan 
penyiksaan terhadap 21 aktivis politik Maluku dalam demonstrasi damai selama 
bulan Agustus 2010 di propinsi Maluku. Jumlah tahanan politik Maluku secara 
total mecapai sekitar 90 orang. 

Joseph Adi Prasetyo yang akrab dipanggil Stanley mengatakan bahwa komisi 
independen yang diusulkan tidak perlu didirikan, karena hal itu tak akan 
mengubah penyiksaan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap aktivis 
politik Maluku yang dijebloskan dalam penjara.

Masalahnya tutur, Joseph Adi, pihaknya tidak tahu komposisi independen itu, 
apakah berasal dari LSM , unsur masyarakat atau unsur pemerintah. Masalah kedua 
adalah payung hukum dari komisi itu. Karena sudah banyak LSM domestik maupun 
internasional yang melakukan pemantauan. Komnas HAM juga sudah bekerja. Cuma 
tuturnya, pemerintah masih berkutat pada pemberian hukuman sekeras mungkin 
kepada para pelaku.

Komnas HAM juga telah meminta agar para aktivis itu bisa ditangguhkan 
penahanannya. Mereka berbeda dengan teroris dan tidak mengerahkan serangan 
kepada massa dan hanya melalui tari-tarian dan budaya. "Layakkah mereka 
diganjar hukuman selama sepuluh hingga 12 tahun?"

Kesulitan
Terlebih lagi menurut Joseph Adi Prasetyo, jikapun berdiri maka komite itu akan 
kesulitan kalau tidak ada unsur pemerintahnya. "Tapi kalau itu inisiatif 
presiden dan dikeluarkan dalam Kepres maka itu akan bagus sekali. Cuma 
masalahnya apakah itu akan efektif sebab Komnas HAM sudah membuat rekomendasi 
cuma tidak dijalankan oleh pemerintah."

Sementara itu presiden Republik Maluku Selatan, RMS di Belanda, John Wattilete 
menyatakan perlunya tim investigasi tersebut untuk menghentikan penyiksaan 
terhadap aktivis Maluku yang ditahan. "Beta rasa Amnesty juga terkenal di dunia 
juga Human Rights sudah pernah keluar. Tapi memang penting sekali bagi negara 
demokrasi seperti Indonesia harus menjalankan apa yang diusulkan Amnesty 
Internasional."

Selain itu, tutur John Wattilete bukan saja Amnesty yang harus dukung tapi juga 
negara-negara lain pendukung HAM lainnya untuk mendesak pemerintah membentuk 
tim investigasi. Selama ini tutur Wattilete, memang tidak ada hasilnya tapi 
harus terus menghimbau ke Indonesia. 

Terlebih lagi Indonesia merupakan anggota human rights council PBB. Jadi itu 
juga yang dapat menjadi landasan pertanggungjawaban Indonesia. Itu paling tidak 
merupakan poin yang sangat penting bagi Indonesia untuk membentuk komisi usulan 
Amnesty International. Desakan dari negara-negara internasional juga perlu.

"Kalau Indonesia sendiri tidak mau investigasi apa yang terjadi dan tidak mau 
menghormati HAM, ya mungkin sangat perlu untuk dunia internasional membentuk 
suatu komisi internasional. "

Ditambahkanya kalau Indonesia mau  menjadi pemain  yang serius dalam dunia 
internasional maka penting bagi Indonesia untuk menangani serius masalah ini.


* KASUS WIKILEAKS TUMBAL KEBEBASAN PERS

Julian Assange, tokoh sukses Wikileaks, mati-matian mencegah upaya ekstradisi 
ke Swedia. Negara skandinavia ini nantinya akan mengirim lelaki berambut pirang 
tersebut ke Amerika Serikat. AS ingin menuntut dia karena mempublikasikan 
dokumen rahasia. Preseden buruk bagi pembocor dan wartawan penyelidik?

"Internet, satu sisi, jadi motor pendorong kebebasan berpendapat dan kebebasan 
pers. Di sisi lain ia bisa membuka kemungkinan untuk dikontrol pemerintah. 
Ketegangan itu begitu jelas dalam kasus Wikileaks," ujar Axel Arnbrak dari Bits 
of Freedom, organisasi kebebasan berinternet.

Dibatasi
Kebebasan pers dan mengemukakan pendapat merupakan hak-hak azasi manusia, tapi 
dalam praktiknya NULLtermasuk di negara demokrasi- dibatasi. Menurut Amerika, 
apa yang dilakukan Wikileaks sudah melampaui batas.

Perbuatan mereka, demikian asumsi Washington, membahayakan keamanan nasional. 
Hubungan diplomatik jadi serba salah dan aparatur negara, ternyata, terlalu 
intim dengan dunia usaha.
Amerika Serikat ingin mengadili Julian Assange, terkait perannya dalam 
mempublikasikan rahasia negara dan bahan-bahan sensitif lain.

Saat bersamaan, dua perempuan Swedia ingin pengadilan Stockholm memeriksa sang 
perintis Wikileaks tersebut atas tuduhan intimidasi sexual. Kasus ini membuat 
Assange pada Desember 2010 menyerahkan diri kepada polisi Inggris.

Banding
Pengadilan tinggi Inggris akan memeriksa upaya banding Assange pada hari 
Selasa(12/07) dan Rabu(13/07). Ia menolak permintaan ekstradisi Swedia, karena 
cemas Stockholm akan menyerahkan dirinya ke AS.

Organisasi pers Belanda NVJ merasa apa yang dilakukan Assange sangat penting.

NULLKami berpendapat Julian turut berperan dalam pembocaran rahasia. Ia memakai 
cara-cara digital untuk memperlihatkan kejahatan-kejahatan politik. Jurnalistik 
bertujuan untuk membongkar apa yang salah. Orang seperti Julian sangat penting. 
Ia berhak mendapatkan perlindungan, ujar Thomas Bruning, sekjend NVJ.

Kasus Wikileaks juga berdampak bagi pembocor rahasia. Mereka harus bebas bicara 
dengan wartawan. Karena itu email dan telepon jurnalis tidak boleh disadap. NVJ 
ingin perlindungan hukum lebih baik atas wartawan di Belanda.

NULLKami lihat dinas intelejen Belanda AIVD menguntit jurnalis, menyadap data 
dan hubungan komunikasi. Dengan cara itu mereka bisa melacak penjahat yang 
bicara dengan wartawan. Tapi itu juga berlaku terhadap para pembocor rahasia. 
Di negara hukum terjadi sebaliknya. Wartawan harus bisa mengontrol polisi dan 
pihak kehakiman. Mereka tidak boleh jadi perpanjangan tangan departemen 
kehakiman, kata Thomas Bruning.

Hati-Hati
Berkat Wikileaks, kini banyak pihak di berbagai negara membuat wikileaks 
versinya masing-masing. Namun dalam kenyataannya tak begitu berhasil.

NULLKalau anda di Eropa membongkar sesuatu yang dapat membuat anda diadili di 
Amerika Serikat, maka anda harus super hati-hati sebagai pembuat situs 
internet. Di sini terlihat betapa besar akibat yang ditimbulkan kasus Assange, 
tukas Axel Arnbak dari Bits of Freedom.

Karena itu wajar saja, kalau dalam pengadilan banding di London, diramaikan 
wartawan dan para pejuang kebebasan pers.


* EROPA MASIH PERMASALAHKAN JILBAB

Bertahun lamanya jilbab menjadi perdebatan sengit di kalangan politisi Belanda. 
Negara Eropa barat lainnya juga tak ketinggalan. Masalah kerudung muslim 
perempuan ini menjadi bahan diskusi yang tak ada hentinya. Kendati demikian tak 
pernah ada kesimpulan, pendapat soal ini justru terbelah. Doutje Lettinga 
mengangkat soal ini untuk tesis doktornya.

Prancis melarang murid dan guru perempuan mengenakan jilbab di sekolah-sekolah 
umum sejak tahun 2004. Sementara di beberapa wilayah di Jerman larangan itu 
hanya berlaku untuk para guru perempuan. Di Belanda? Masih berlangsung debat 
sengit dan sampai saat ini belum ada kesimpulannya.

Doutje Lettinga, dari Vrije Universiteit di Amsterdam Belanda, melakukan 
penelitian soal debat politik menyangkut jilbab. Konsep nasional soal agama dan 
etnis memainkan peran penting.

Menurut Lettinga, tradisi Prancis adalah sekuler. Agama hanya boleh dijalankan 
di rumah serta di wilayah pribadi lainnya. Sementara Belanda mengizinkan 
ekspresi keagamaan di tempat-tempat umum dan semua agama dianggap sama rata. 
Sementara di beberapa wilayah negara bagian Jerman, kelompok mayoritas 
diizinkan untuk mengenakan simbol agama, sedangkan minoritas tidak. Seorang 
biarawati boleh memberikan pelajaran dengan jubahnya

Debat soal jilbab
Jilbab menjadi pembicaraan hangat di antara partai politik, sebagai dampak 
munculnya partai-partai populis. Para kritisi beranggapan, jilbab sebagai 
simbol kegagalan integrasi dan penindasan perempuan. Belanda-yang sejak tahun 
90 an menerima kritik soal kehidupan multikultural-juga tak ketinggalan. 
Perdebatan politik soal jilbab terus menghangat. Suara perempuan pemakai jilbab 
sendiri tidak terdengar.

Menurut Lettinga, dari sekian ratus debat, diskusi politik dan mosi yang 
diamatinya, hanya ada sedikit perempuan berjilbab yang diundang untuk 
mengeluarkan pendapatnya. Sementara perempuan muslim yang menentang jilbab 
justru mendapat kesempatan untuk berbicara. 

Hal itu terutama terjadi di Prancis dan Jerman. Sementara di Belanda perempuan 
yang mengenakan jilbab dapat mengadukan nasibnya ke Komisi Penanganan Kesamaan 
Hak, yang merupakan wadah bagi para muslimah untuk menuntut haknya.

Percaya diri
Familie Arslan adalah pengacara pertama di Belanda yang mengenakan jilbab. Para 
hakim dan jaksa dilarang mengenakan penutup kepala muslimah untuk tetap menjaga 
kenetralan dan keimbangan. Sementara pengacara boleh mengenakannya. Jilbab 
merupakan pembicaraan yang tak ada habisnya di Belanda.

"Dulu anda kadang anda melihat perempuan dengan jilbab yang bekerja 
membersihkan rumah. Anak-anak para pekerja migran kini lebih banyak yang 
berpendidikan tinggi dan memiliki posisi yang baik dalam masyarakat. Mereka 
berpandangan: Saya menjalakan agama saya. Sikap percaya diri seperti itu banyak 
menimbulkan perlawanan."

Debat menguntungkan
Para penentang jilbab secara terbuka mengeluarkan pendapatnya. Pemimpin PVV 
Geert Wilders pernah mengusulkan pajak untuk para pemakai jilbab. "Pajak kain 
usang penutup kepala", namanya. Baik istilah dan usulannya itu memukul 
muslimah. Sementara anggota liberal parlemen Jeanine Hennis seperti halnya PVV 
mengusulkan larangan mengenakan jilbab di kantor pemerintah.

Pengacara Arslan mengatakan diskusi itu justru memperkuat posisi pemakai jilbab.

"Yang terjadi di Belanda tampaknya mengejutkan, jika dipandang dari luar. Namun 
sebetulnya Belanda lebih maju dibanding negara-negara lainnya. Di Belanda, 
debat jilbab berlangsung terang-terangan. Itu lebih baik, daripada pertentangan 
yang tidak terlihat. Akibat Wilders, para muslim setidaknya bergerak untuk 
lebih gencar lagi menuntut haknya."

Pemerintah kini sedang menggarap nota integrasi yang berisi antara lain 
penerapan larangan mengenakan burka mulai tahun 2013. Sementara soal larangan 
mengenakan jilbab pun sampai saat ini belum diputusk


* INSIDEN PENEMBAKAN BELANDA, POLISI BUAT KESALAHAN

Tristan van der Vlis, pelaku pertumpahan darah di pusat perbelanjaan Belanda 
April silam, sebenarnya tidak diperbolehkan memiliki izin kepemilikan senjata. 
Demikian hasil penyelidikan tragedi penembakan di Alphen aan de Rijn.

Tahun 2006 Van der Vlis menjalani perawatan paksa. Pihak kepolisian memiliki 
semua informasi tentang dirinya. Kendati demikian mereka tidak mempertimbangkan 
hal itu dan toh memberi Van der Vlis izin untuk memiliki senjata. Kepala polisi 
Strikvoort mengaku telah dibuat kesalahan besar.

Pelaku(24) menggunakan tiga senjata dalam aksi pembunuhan tanggal 9 April di 
pusat perbelanjaan Alphen aan den Rijn. Ia secara membabi buta menembak 
sekelilingnya. Enam orang tewas. Enam belas orang lainnya terluka.

Aksi penembakan ternyata dipersiapkan betul-betul. Menurut jaksa kepala Kitty 
Nooy, penyakit skizofrenia yang diderita Van der Vlis, sudah pasti memainkan 
peranan penting.

Pelaku, yang setelah insiden penembakan, bunuh diri, pada tahun 2008 telah dua 
kali berusaha bunuh diri. Beberapa orang dan lembaga tahu bahwa skizofrenia 
yang diidapnya serta izin kepemilikan senjata adalah kombinasi berbahaya, 
demikian jaksa kepala.

Klub menembak
Hasil penelitian Institut Psikatri Forensik Belanda menunjukkan Van der Vlis, 
sejak tahun 2004, memperlihatkan tanda-tanda suisidal. Ia menulis beberapa 
surat perpisahan. Ia juga konon mendengar suara-suara orang yang telah 
meninggal. Sejak 2006 ia menjalankan perawatan psikiatris GGZ, lembaga Belanda 
yang menangani kesehatan mental pasien. Tahun yang sama, ia, atas permintaan 
orangtuanya, dirawat secara dipaksa.

Van der Vlis penggemar berat senjata api. Tahun 2003 ia memberi seorang 
temannya senjata angin, yang kemudian dipakai untuk melakukan tindak pidana. 
Akibatnya, Van der Vlis ditolak izin kepemilikan senjata. Tapi pada permohonan 
kedua tahun 2008, kejadian ini tidak dianggap penting lagi, dan ia memperoleh 
izin untuk memiliki senjata. September 2007, ayah Van der Vlis memperkenalkan 
putranya dengan sekolah menembak.

Konflik dengan Tuhan
Selain ketertarikan besar akan senjata, Van der Vlis juga tertarik pada insiden 
penembakan serupa di masa lampau, di mana pelaku secara membabi buta menembak 
sekelilingnya. Itu diketahui dari perilakunya di internet. Penelitian psikiatri 
forensik juga menunjukkan bahwa ia ingin membalas Tuhan yang selama ini 
dipercayainya. Tim peneliti menyelidiki surat, catatan dan rekaman suara Van 
der Vlis serta pernyataan teman-temannya.

Kejaksaan Belanda juga mememeriksa tersangka lain yang diduga tahu 
rencana-rencana pembunuhan Van der Vlis. Tapi ia tidak melapor kepada polisi. 
Ia dituntut karena lalai, bukan karena turut terlibat.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke