--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 14 Mei 2002 14:30 UTC ** KONPERENSI NEGARA DONOR UNTUK TIMOR LORO SAE ** TIGA WARGA KOREA UTARA TIBA DI KOREA SELATAN ** EKONOMI JEPANG MULAI MEMBAIK ** TOPIK GEMA WARTA: PENOLAKAN DAN PENGULURAN WAKTU SELESAINYA AMANDEMEN UUD 1945 UNTUNGKAN STATUS QUO DAN PELANGGAR HAM ** TOPIK GEMA WARTA: APAKAH ENDRIARTONO AKAN PEDULIKAN NASIB RAKYAT? * KONPERENSI NEGARA DONOR UNTUK TIMOR LORO SAE Selasa ini di ibukota Timor Loro Sae, Dili dilangsungkan konperensi negara-negara donor yang akan berlangsung hingga Rabu besok. Para wakil 30 negara akan membicarakan kemungkinan untuk membangun kembali ekonomi negara yang baru merdeka ini. Timor Loro Sae, yang akan resmi menyatakan kemerdekaannya 20 Mei mendatang, adalah negara termiskin di Asia. Negara ini membutuhkan dana sekitar 90 juta dolar untuk memenuhi sepertiga anggaran tahunan selama tiga tahun mendatang. Setelah itu Timor Loro Sae akan mendapat penghasilan dari pengilangan minyak dan gas di lepas pantai. Sejak tahun 1999, sejumlah negara donor termasuk Jepang, Uni Eropa, Australia dan Amerika Serikat telah memberikan bantuan lebih dari 1 milyard dolar, lewat pengawasan PBB. * TIGA WARGA KOREA UTARA TIBA DI KOREA SELATAN Tiga warga Korea Utara yang mencari perlindungan di Konsulat Amerika Serikat di Cina, tiba di Korea Selatan. Tetapi pemerintah Cina tetap menolak memberikan ijin kepada lima warga Korea Utara lainnya untuk terbang ke Korea Selatan. Mereka melarikan diri ke kantor perwakilan Jepang di kota Shenyang, Cina Selatan, dan oleh polisi Cina dipaksa dengan kekerasan untuk meninggalkan tempat tersebut. Pemerintah Tokyo mengecam keras aksi polisi Cina dan menuntut permintaan maaf Beijing. Hingga sekarang perundingan antara Cina dan Jepang tidak membawa hasil. Juga pembicaraan antara Cina dan Kanada mengenai nasib dua warga Korea Utara yang sekarang berada di kedutaan besar Kanada, tidak membawa hasil. Tahun lalu hampir 600 warga Korea Utara melarikan diri ke Korea Selatan melewati Cina. Beijing tidak mengijinkan para pencari suaka untuk terbang langsung ke Seoul agar tidak pecah ketegangan dengan negara sekutu Korea Utara. * EKONOMI JEPANG MULAI MEMBAIK Ekonomi Jepang perlahan-lahan mulai membaik. Demikian dinyatakan Menteri Keuangan Jepang Masajuro Shiokawa. Ia mendasarkan pernyataannya ini dari peningkatan jumlah ekspor dan kenaikan harga barang-barang konsumtif. Selain itu jumlah pengangguran di negara tersebut juga mulai menurun. Pemerintah Tokyo memompa uang jutaan dolar untuk memperbaiki situasi ekonomi, dan hingga beberapa saat belakangan kelihatannya tidak membawa hasil. Setelah pulih beberapa saat situasi ekonomi Jepang kembali menderita resesi satu tahun lalu. * RUSIA AKAN BERBICARA DENGAN 19 ANGGOTA NATO Akhir Mei ini untuk pertama kalinya Rusia akan berbicara sama tinggi dengan 19 negara anggota NATO. Sewaktu KTT di ibukota Islandia, Rykjavik, para anggota NATO akan membicarakan persiapan terakhir dari Sidang NATO-Rusia ini. Pemerintah Moskow diijinkan untuk ikut mengambil keputusan, tetapi tidak mendapat hak veto. Dalam sidang juga akan dibicarakan kerjasama untuk memberantas terorisme, usaha memecahkan konflik-konflik regional, dan operasi-operasi kemanusiaan. Dengan melibatkan Rusia dalam pengambilan keputusan, NATO berharap mendapat dukungan dari Moskow untuk memperluas keanggotaannya. Tiga negara di wilayah Baltik dan Slovenia adalah calon-calon pertama anggota baru NATO. Perluasan tersebut baru akan dibicarakan akhir tahun sewaktu KTT NATO di ibukota Ceko, Praha. Menjelang dilangsungkannya KTT NATO di Reykjavik, Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan menandatangani kesepakatan penurunan jumlah senjata nuklir. Kedua negara akan mengurangi cadangan senjata sebanyak dua pertiga hingga maksimal 2200. Menurut Washington, persetujuan tersebut adalah akhir definitif periode Perang Dingin. * JIMMY CARTER KECAM TUDUHAN WASHINGTON TERHADAP KUBA Mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter sangat meragukan tuduhan pemerintah Presiden George Bush bahwa Kuba sedang mengembangkan senjata biologis. Carter menyatakan hal itu sewaktu mengunjungi pusat penyelidikan bio-tehnologi Kuba, atas undangan Presiden Fidel Castro. Menurut Carter sejumlah pejabat Amerika menyatakan, tidak ada satu pun petunjuk yang membuktikan tuduhan tersebut. Mantan presiden ini memperkirakan Washington mencoba menghalangi kunjungannya ke Kuba. Sementara itu Menteri Luar Negeri Collin Powell menyatakan tidak mendukung sepenuhnya tuduhan Amerika. Menurut Powell pemerintahnya hanya cemas karena Kuba punya cukup pengetahuan untuk menyelidiki senjata nuklir. Pada hari pertama kunjungannya Carter bertemu dengan sejumlah disiden terkemuka Kuba. Ini adalah kunjungan presiden atau mantan presiden Amerika pertama ke Kuba sejak revolusi tahun 1959. * PEMILU PARLEMEN DAN PRESIDEN DI SIERRA LEONE Selasa ini di Sierra Leone dilangsungkan pemilihan presiden dan parlemen baru. Pemilu tersebut dipandang sebagai awal era baru negara Afrika Barat ini, setelah akhir perang saudara yang berlangsung selama 11 tahun. Selain itu Front Persatuan Revolusioner tidak memboikot pemilu kali ini, malah ikut serta. Saingan terberat Presiden Ahmad Tejan Kabbah dan Partai Rakyat-nya adalah pendukung pemerintah lama Kongres Rakyat APC. Apabila tidak ada calon presiden yang mendapat 55% suara, maka akan dilangsungkan putaran kedua. Lebih dari 17 ribu anggota pasukan perdamaian PBB bersama-dengan para pengamat internasional mengawasi jalannya pemilihan. Sebelumnya pasukan PBB telah membantu melucuti senjata puluhan ribu pemberontak. Perang saudara di Sierra Leone resmi berakhir Januari lalu. * PAKISTAN DAN INDIA DILANDA GELOMBANG PANAS Pakistan dan India saat ini sedang dilanda gelombang panas. Akibat suhu yang ekstrim dan hawa yang sangat panas di Pakistan sedikitnya 40 orang tewas dalam 9 hari terakhir. Di berbagai tempat suhu udara mencapai 49 derajat Celcius. Di negara bagian Andhra Pradesh, India, 50 orang diberitakan tewas. Menurut media setempat jumlah korban dapat terus bertambah. Para pakar meteorologi memperkirakan gelombang panas ini akan bertahan selama beberapa hari mendatang, karena musim penghujan baru dimulai pertengahan Juni. * SERANGAN MUSLIM MILITAN DI KASHMIR TEWASKAN 32 ORANG Di negara bagian Kashmir, India sedikitnya 32 orang tewas setelah serangan yang dilakukan kelompok muslim militan. Lebih dari 50 orang lainnya cedera. Milisimenembaki sebuah bis yang sedang melaju dan menewaskan tujuh orang penumpang. Setelah itu mereka menyerang sebuah kamp militer tidak jauh dari tempat tersebut. 22 orang tentara tewas menjadi korban. Tiga orang anggota milisi diberitakan tewas. Kelompok miliis yang tidak begitu dikenal, al-Mansurain menyatakan diri bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut. * PENOLAKAN DAN PENGULURAN WAKTU SELESAINYA AMANDEMEN UUD 1945 UNTUNGKAN STATUS QUO DAN PELANGGAR HAM Tim Panitia Satu Adhoc BP-MPR RI telah mempersiapkan rancangan amandemen UUD 1945 yang ke empat. Namun rencana tersebut ditolak bekas jenderal dan tokoh Golkar masa Suharto dulu. Selain itu amandemen UUD 1945 juga menjadi incaran partai politik besar di Indonesia. Satu hal yang pasti, penolakan dan upaya mengulur waktu penyelesaian amandemen UUD 1945 sangat menguntungkan kekuatan lama dan para pelanggar HAM. Berikut penuturan Paulus Mahulette, Pjs. Direktur LBH Jakarta: Paulus Mahulette [PM]: Salah satu yang saat ini sangat crucial dan ini sangat dinanti-nantikan adalah yang berkaitan dengan undang-undang organisasi politik. Artinya nanti pengaruhnya adalah ke pemilihan umum tahun 2004. Ini sangat dinanti-nantikan karena juga akan menentukan ke arah mana nantinya pemilihan umum yang akan datang. Kami dari koalisi Reonob itu menginginkan agar perubahan ini melibatkan masyarakat secara luas. Artinya tidak saja melibatkan MPR tapi juga mendengarkan masukan dari masyarakat. Kami mengambil contoh Filipina dan Muangthai yang berkali-kali melakukan perubahan Undang-Undang Dasar, dan yang terakhir mereka melakukan cara yang seperi ini. Dan mereka tidak memerlukan waktu yang lama. Bahkan di Muangthai hanya dalam waktu 80 hari mereka sudah bisa dapat UUD yang baru. Dan itu sangat memenuhi aspirasi masyarakat. Nah yang terjadi sekarang memang beberapa pasal yang ada di situ, satu sama lain ada beberapa yang bertentangan. Misalnya tentang keinginan untuk membentuk Mahkamah Konstitusi. Mahkamah kosntitusinya sendiri di adopt, tetapi ternyata Mahkamah Konstitusi tidak punya kekuatan apa-apa. karena kemudian setelah dihasilkan Mahkamah Konstitusi dibalikkan kembali kepada MPR. Nah ini sangat membingungkan, artinya bagaimana nanti implementasinya di dalam pelaksanaan kemudian. Sistem kepresidenan apakah nanti akan dipilih langsung atau tidak. Nah itu juga masih menjadi pertentangan sampai saat ini. Radio Nederland [RN]: Ini orang-orang lama, tapi tidak begitu suka kalau UUD 1945 ini diubah. Menurut anda kenapa? PM: Yah memang kelompok yang paling kuat menentang adalah kelompok-kelompok lama. Artinya mereka yang masih berstatus-quo. Ini yang jelas bertentangan dengan semangat reformasi. Justru ini salah satu agenda reformasi, untuk memperbaiki UUD kita. Kan juga ada kelompok-kelompok PDI-P yang juga justru menolak untuk melakukan amandemen keempat ini. Tetapi mereka sudah ikut dalam proses amandemen kesatu, kedua dan ketiga. RN: Tadi anda katakan ini juga ada pengaruhnya dengan masalah perpolitikan dan juga persiapan pemilu. Apakah memang ada political interest dari partai-partai politik atau dari Megawati sendiri? PM: Kan sudah jelas misalnya PDI-P dari awal sudah menolak pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Tetapi beberapa partai yang lain sudah mengusulkan dan sepakat bahwa ada pemilihan presiden dan wakil presiden langsung. Ini kan artinya harus dituangkan dalam UUD dan kemudian nanti dielaborasi dalam UU. Nah tentu saja ini menjadi suatu pertarungan politik. Mereka yang saat ini berkuasa maupun partai-partai politik lain yang bersiap-siap untuk masuk dalam pemilu yang akan datang. Pertarungan politik ini yang menjadi sengit dan kalau amandemen UUD keempat ini diulur-ulur, artinya juga persiapa UU politiknya juga akan diulur-ulur. Artinya lagi persiapan ke pemilihan umum akan semakin sempit. Artinya partai-partai besar yang sudah siap sebelumnya akan lebih siap ketimbang partai-partai lain yang sebelumnya tidak punya kekuatan apa-apa, atau tidak mempersiapkan diri terlebih dulu. Padahal mereka sudah punya jumlah massa yang cukup, mereka saat ini menginginkan hal yang sama dan nantinya tidak ada perubahan UU-nya. Artinya kemungkinan besar UU yang dipakai akan sama, UU yang sama dan ini akan melanggengkan kekuasaan mereka. Kalau misalnya tidak ada kepastian penuntasan daripada mau ke mana UUD sendiri, berarti di Indonesia ada ketidakpastian hukum. RN: Wah itu artinya termasuk para pelanggar HAM, para militer-militer dulu itu sangat diuntungkan, kalau amandemen ini terus diulur? PM: Dengan sendirinya. Ya. Artinya akan banyak kekosongan-kekosongan hukum karena payungnya sendiri tidak ada. * APAKAH ENDRIARTONO AKAN PEDULIKAN NASIB RAKYAT? Jenderal Endriartono Sutarto sudah pasti menjabat Panglima TNI. Ia diangkat pada saat establishment politik di Indonesia lagi sibuk-sibuknya mengurus diri sendiri dan tidak mempedulikan nasib para penganggur dan rakyat miskin. Akankah militer kembali berpolitik di bawah Endriartono karena memperhatikan nasib rakyat kecil? Nampaknya tidak. Laporan rekan Syahrir dari Jakarta: Dengan diajukannya nama Jenderal TNI Endriartono Sutarto sebagai calon tunggal Panglima TNI ke DPR oleh Presiden Megawati maka sudah dapat dipastikan bahwa Endriartono akan menjadi orang nomor satu di TNI sekaligus pesaing Megawati di kemudian hari. Sebagai Panglima TNI Laksamana Widodo yang angkatan laut tidak berbahaya bagi presiden-presiden yang pernah ia dukung. Tetapi Endriartono lain lagi. Ia berasal dari Angkatan Darat, Muslim, dari suku Jawa dan bekas pendukung Soeharto. Dan yang penting pula, ia berani menentang keinginan atasan. Namun, Endriartono sebagaimana halnya dengan perwira-perwira lainnya di TNI sudah menyadari kelemahan-kelemahan mereka. Mereka pun tahu bahwa sewaktu-waktu dunia internasional bisa ikut campur dengan keadaan di dalam negeri jika tentara melanggar HAM. Mahkamah Internasional jelas merupakan momok bagi mereka, utamanya para perwira fasis di Angkatan Darat. Namun seorang pengamat politik di Jakarta Prof. Sarbini Sumawinata melihat TNI kini sudah berubah. Perubahan itu disebabkan TNI menyadari setelah lebih dari 30 tahun menjadi perkakasnya rejim Soeharto, dan sangat terlibat dalam politik, tiba-tiba mereka berada dalam suatu keadaan dimana masyarakat mempersalahkan dan bahkan mengutuk mereka, karena keterlibatan mereka dalam pelanggaran-pelanggaran HAM. Utamanya di Timor Timur. Pengalaman ini merubah sikap mereka. Mereka kini menyadari bahwa mereka bisa diseret ke mahkamah internasional. Pimpinan TNI kini mulai merasakan, bahwa mereka tidak bisa berbuat seenaknya. Sarbini Sumawinata: Pimpinan ABRi mulai merasakan bahwa mereka tidak bisa berbuat seenaknya. Bahwa ada Tribunal yang bisa mengancam keamanan mereka dalam "being a military". Selain dari itu, di luar itu tadi, di luar pimpinan, di bawah-bawah masih terasa sekali pengaruh dan penyusupan kekuatan-kekuatan Soeharto. Kekuatan-kekuatan Orba. Yang oleh karena kepentingan kekuatan Soeharto ini untuk kembali berkuasa maka mereka sengaja mengadakan keonaran, mengadakan ketidak amanan. Namun bagaimana pun harus diakui bahwa tentara untuk sementara masih tetap harus diperhitungkan dalam perpolitikan di Indonesia. Selain factor tentara, masih ada factor-faktor lain yang yang harus diperhitungkan. Tetapi yang pasti partai-partai besar dan pemimpin-pemimpinnya dari hari ke hari menjadi kurang relevan. Mereka umumnya hanya sibuk memperkaya diri dan menyiapkan lembaga mereka untuk memenangkan pemilu 2004. Mereka sibuk dengan mengatasi perpecahan partai dan mempertahankan kekuasaan mereka. Tidak ada yang berusaha keras untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan bangsa yang utama. Maka bisa dikatakan bahwa establishment politik Indonesia saat ini yang sesungguhnya merupakan kelanjutan dari establishment Orde Baru, mulai tidak relevan lagi bagi negara Indonesia. Ini menyangkut mereka yang di eksekutif, legislative, maupun yudikatif. Penguasa-penguasa setelah rejim Soeharto jatuh ternyata tidak perduli dengan permasalahan besar bangsa seperti pengangguran, pengentasan kemiskinan dsbnya. Yang ada hanyalah lipservice. Tidak ada yang disentuh partai-partai. Yang paling menyedihkan sebagian besar organisasi-organisasi non-pemerintah atau ornop dan lsm-lsm kurang memperhatikan rakyat miskin. Bagaimana menekan pemerintah dan DPR untuk lebih memperhatikan rakyat miskin. Hanya gerakan-gerakan mahasiswalah yang peka terhadap penderitaan rakyat. Bahkan pers pun tidak peduli. Sama seperti lsm-lsm yang sibuk mengenai peradilan Akbar, pengawasan pemerintah dan sebagainya, maka pers pun sibuk melibatkan diri dengan perkelahian political establihment. Padahal sesungguhnya orang-orang semacam Amien Rais dan Akbar Tanjung sudah bisa disamakan dengan zombie politik. Apakah mereka disingkirkan atau dipenjara, nasib rakyat tidak akan berubah. Bahkan Megawati dan Hamzah Haz pun oleh sementara aktivis mahasiswa pun sudah dianggap zombie politik. Mereka tidak bisa merubah nasib rakyat. 100 juta rakyat miskin dan 40 juta penganggur tetap saja tidak berubah meski presiden-presiden berganti. Mereka itu tidak punya konsep kerakyatan yang jelas dan tepat. Biarpun berbicara mengenai demokrasi, tetapi kenyataannya pers sekarang ramai-ramai mendukung Megawati. Padahal sebelumnya mereka mendukung Gus Dur. Apakah itu demokrasi? Dalam situasi seperti itulah muncul Panglima TNI yang baru Endriartono. Tetapi apakah ia peka terhadap penderitaan rakyat? --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
