--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 27 Juni 2002 13:50 UTC ** EURICO GUTERRES DIHADAPKAN KE PENGADILAN AD HOC HAM ** G8 INGIN SELAMATKAN NUKLIR RUSIA DARI TANGAN TERORIS ** TOPIK GEMA PIALA DUNIA: FINALIS IDEAL MERAIH REKOR BARU ** TOPIK GEMA WARTA: MANUEL CARRASCALAO TIDAKPERCAYA PADA KEMANDIRIAN PENGADILAN AD HOC TIMTIM * EURICO GUTERRES DIHADAPKAN KE PENGADILAN AD HOC HAM Pengadilan ad hoc HAM di Jakarta memulai proses terhadap Eurico Guterres, pemimpin milisia pro-intergrasi Timor Timur. Ia dinyatakan bertanggungjawab atas pembunuhan sejumlah aktivis pendukung kemerdekaan Timor Timur. Di samping itu Eurico juga dituduh memimpin serangan milisia terhadap pengungsi di kediaman Manuel Carrascalao. Eurico Guterres menyatakan bersedia masuk penjara, kalau pengadilan bisa membuktikan ia bersalah. Tahun 1999 Eurico memimpin milisia Aitarak, salah satu milisia pro-integrasi yang didukung TNI. Kelompok-kelompok yang didukung TNI ini melancarkan aksi kekerasan seputar jajak pendapat Timor Timur. Apabila Eurico Guterres terbukti bersalah maka ia bisa dikenai hukuman mati. * G8 INGIN SELAMATKAN NUKLIR RUSIA DARI TANGAN TERORIS Tujuh negara kaya dan Rusia yang tergabung dalam G8 menyusun rancangan untuk membersihkan cadangan senjata nuklir Rusia. Para pemimpin G7 yang berkumpul di Kananaskis Kanada itu, sepakat mengeluarkan dana 20 milyar dolar dalam sepuluh tahun mendatang untuk membersihkan sisa plutonium Rusia. Amerika Serikat sendiri bersedia mengeluarkan 10 milyar dolar sekaligus sebagai negara penderma terbesar. Pembersihan cadangan nuklir Rusia merupakan salah satu upaya pemberantasan terorisme. Kalangan G8 khawatir bahan-bahan radioaktif yang bisa dijadikan senjata pemusnah massal itu jatuh ke tangan kelompok teroris. Rabu kemarin diumumkan pula bahwa Rusia akan menjadi anggota penuh G8. * OTORITAS BURSA AS TUNTUT WORLDCOM Otoritas bursa Amerika Serikat SEC, Securities and Exchange Commission, menuntut perusahaan telekomunikasi WorldCom dengan tuduhan bermain curang. Perusahaan ini diduga membuat laporan semu dengan memalsukan empat milyar dolar di pembukuan mereka. Sementara menunggu pemeriksaan, SEC berupaya mencegah agar WorldCom tidak memusnahkan barang-barang bukti. Beberapa saat silam ENRON perusahaan AS yang juga terlibat skandal keuangan, sangat cepat memusnahkan dokumen-dokumen penting sebelum diperiksa. Perdagangan bursa-bursa di Eropa merosot menyusul berita skandal keuangan WorldCom ini. Kemerosotan tidak meluas ke bursa-bursa dunia, menyusul pulihnya perdagangan di Wall Street. Menanggapi kasus pemalsuan di WorldCom ini Presiden Amerika Serikat, George W. Bush menyatakan bahwa pemerintah akan menindak manager WorldCom yang tidak bertanggungjawab. * PARLEMEN KUBA MUTLAK MENDUKUNG ASAS TUNGGAL SOSIALISME Parlemen Kuba secara unanim mendukung perubahan undang-undang dasar yang memasukan sosialisme sebagai asas tunggal Kuba. Setelah bersidang selama tiga hari, para perwakilan rakyat menerima amandeman yang menyatakan bahwa sistem sosialisme tidak akan bisa dirubah. Presiden Kuba, Fidel Castro menyatakan bahwa UUD Kuba akan menjamin kelanggengan azas dasar sosialisme. Perubahan UUD ini dipandang sebagai jawaban terhadap petisi bulan lalu yang diluncurkan para disiden Kuba di AS. Mereka menghendaki susunan multi partai di Kuba. * WASIT BOTAK COLLINA PIMPIN PERTANDINGAN FINAL PIALA DUNIA Federasi Sepakbola Dunia, FIFA menunjuk wasit Italia, Pierluigi Collina untuk memimpin pertandingan final Piala Dunia antara Brasil lawan Jerman, Ahad di Yokohama. Ia akan mendapat asistensi hakim garis dari Swedia dan Inggris. Collina wasit berkepala plontos dan mata biru yang tajam itu, saat ini dipandang sebagai wasit terbaik dunia. Selama Piala Dunia ini wasit-wasit FIFA sering kali dikritik. Menanggapi hal itu Presiden FIFA, Sepp Blater mengumumkan akan membuat prosedur penyaringan untuk wasit-wasit FIFA. * KERUSUHAN KONGO TELAN SERATUSAN KORBAN Pertumpahan darah di Kisangani, Kongo bulan silam menewaskan sedikitnya 150 orang warga. Demikian laporan utusan khusus PBB, Asna Jahangir yang baru saja kembali dari Kongo. Jahangir memimpin sebuah tim yang memeriksa kejadian di Kisangani itu. Pertumpahan darah di Kongo itu adalah ulah gerakan pembangkang RCD. Gerakan ini adalah kelompok pembangkang terbesar di Republik Demokratik Kongo yang mendapat dukungan dari negara jiran Ruwanda. * FINALIS IDEAL MERAIH REKOR BARU Intro: Dua negara adidaya bola, Jerman dan Brasil, menembus final tgl 30 Juni mendatang. Brasil pernah juara empat kali dan Jerman tiga kali. Keduanya berjuang meraih rekor kejuaraan dunia dengan strategi dan karakter permainan khas. Gerard Bibang dari Radio Nederland menghubungi Rony Pattinasarani di Seoul: Radio Nederland [RN]: Masuknya Brasil melawan Jerman di final, dua negara yang memiliki tradisi, rekor dan mental juara, tampaknya memuaskan kerinduan banyak orang. Anda sepakat kalau dua finalis kali ini sama-sama berusaha menembus rekor baru? Rony Pattinasarani [RP]: Oh ya jelas. Dua negara ini memiliki tradisi bola. Juga memiliki rekor dunia. Memang kita akan menyaksikan keduanya akan meraih rekor baru di ajang piala dunia. Kalau kita lihat, tampilnya Jerman dan Brasil di partai final, lengkaplah kejutan demi kejutan yang terjadi di piala dunia 2002 ini, di mana tim-tim yang tidak diunggulkan itu tembus minimal sampai babak semifinal, seperti Korea Selatan dan Turki. Kemudian tampilnya dua tim yang bersejarah ini di partai puncak, padahal sebelum piala dunia 2002, tidak banyak pengamat sepak bola yang menjagokan mereka. Kenapa? Karena prestasi mereka di babak penyisihan, baik di zona Eropa maupun di zona Amerika Latin, Brasil dan Jerman tidak memperlihatkan bentuk permainan yang menjanjikan sehingga orang tidak memfavoritkan mereka. Bahkan pada saat Jerman dalam penyisihan kalah 1-5 dari Inggris, banyak orang tidak mengunggulkannya. Demikian juga Brasil yang tertatih-tatih lolos dari zona Amerika Selatan ini, dia tidak diunggulkan. Orang malah lebih banyak mengunggulkan seperti negara-negara Argentina, dari Eropa sendiri, ada Italia, Prancis, Spanyol. Sedangkan Jerman, tidak. Tapi itulah sepak bola. Dua tim ini justru tampil dengan satu modal kuat adalah mental juara para pemain. Ini yang membuat dua tim ini bisa tampil di final. Keduanya ingin ciptakan rekor baru, setidaknya menciptakan kembali citra baru di pandangaan banyak pengamat bahwa mereka masih kuat dalam dunia bola. [RN]: Brasil pernah juara dunia empat kali, dan Jerman tiga kali. Dari segi mental, sama-sama kuat. Ketegangannya barangkali terletak di sini yah...? [RP]: Iya...karena kalau kita lihat, Brasil ingin juara kelima kali, Jerman ingin yang keempat kali. Tapi yang menarik bahwa baik Brasil maupun Jerman, sebagai tim juara dunia, belum pernah bertemu di final piala dunia. Ini rekor baru karena dua negara yang pernah juara bertarung pertama kali di final dunia, dan berusaha membuktikan siapa lebih kuat. Ini adalah untuk pertama kali dua tim pemegang juara dunia saling bertemu di partai final. Jelas, pertemuan ini akan menarik ya untuk ditonton karena sejarah dua tim ini memang pantas tampil di final 2002. [RN]: Dengan sejarah yang kurang lebih sama dari dua finalis ini, Anda memperkirakan pertandingan akan sangat - sangat seru? [RP]: Yah..kalau saya lihat, pertandingan akan berlangsung sangat ketat ya. Dan tentu kita semua mengharapkan, tentu kita semua sama-sama ini ya, agar Jerman jangan menerapkan lagi semacam negative football - tapi tidak salahnya kalau Jerman juga bermain seperti Turki, berani bermain terbuka, sehingga apa pun hasilnya, kita menyaksikan tontonan menarik di partai puncak piala dunia 2002 ini. [RN]: Dari segi pengalaman, Brasil lebih banyak daripada Jerman. Seberapa kuat pengaruh sejarah masing-masing negara ini mempengaruhi mental mereka di lapangan? [RP]: Kalau kita lihat di belakang nama-nama pemain Brasil dan Jerman ini, sangat - sangat menjanjikan. Dan nama dua negara besar ini bisa membuat semangat pemain-pemain sangat kuat ya, sehingga nanti diharapkan mereka tampil dengan seluruh kemampuan terbaik mereka, di mana kita akan menyaksikan persaingan antara pemain di setiap lini, sehingga pertandingan ini akan berlangsung ketat dan merupakan satu partai terbaik selama piala dunia ini. Ini yang tentu kita harapkan. [RN]: Yang juga dengan karakter permainan yang berbeda. Menurut Anda? [RP]: Betul. Jerman mengandalkan kolektifitas secara tim ya, sedangkan Brasil masih tetap mengandalkan sepak bola atraktif, di mana skill individu tetap menonjol, tapi mereka juga tidak melupakan prinsip-prinsip dalam permainan baik bertahan maupun menyerang. Di samping itu, pemain-pemain Brasil sekarang terlihat sangat disiplin, di dalam mempertahankan posisi baik pada saat mereka kehilangan bola maupun pada saat mereka menyerang. [RN]: Tuan rumah Korea Selatan tidak masuk final. Tapi di sana orang masih berpesta pora? [RP]: Setelah kekalahan Korea Selatan, memang antusiasme warga Korea Selatan tidak seperti menjelang partai semifinal ya. Kelihatannya sekarang biasa-biasa saja, mereka juga tidak memperlihatkan euforia berlebihan menjelang pertandingan merebut juara tiga Sabtu besok, tapi terlepas dari hasilnya nanti, tampaknya prestasi Korea Selatan ini bisa membuat warga Korea Selatan bergembira dan berbahagia dan masih melakukan pesta karena ini adalah prestasi terbaik Korea sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di piala dunia. * MANUEL CARRASCALAO TIDAKPERCAYA PADA KEMANDIRIAN PENGADILAN AD HOC TIMTIM Kamis ini dimulai sidang mantan Wakil Panglima Pejuang Pro-integrasi dan Komandan Milisi Aitarak, Eurico Guterres. Ia didakwa bertanggung jawab atas serangan di rumah Manuel Carrascalao yang menewaskan 12 orang termasuk anak laki-laki Carrascalao. Untuk itu, Eurico Guterres, 28 tahun, bisa dijatuhi hukuman mati. Berikut pendapat Manuel Carrascalao di Dili, yang tidak percaya akan sistem pengadilan di Indonesia. Ia bahkan takut mereka yang bersalah malah tidak dihukum. Manuel Carrascalao [MC]: Saya lihat selama ini semua sidang Abilio Soares sampai sekarang, mereka mau bikin satu permainan yang tidak jujur. Yang mau disalahkan orang yang tidak salah. Dan yang salah mau dibebaskan. Saya harap mudah-mudahan pengadilan Indonesia ada sedikit perubahan untuk memperbaiki nama baik Indonesia, tapi saya takut orang yang dihukum nanti orang yang tidak bersalah. Radio Nederland [RN]: Dengan kata lain, bapak tidak begitu percaya akan sistem yang sekarang ini? MC: Belum. Belum ada bukti bahwa kita bisa percaya. Kalau sekarang saya lihat misalnya, mereka banyak serang komandan polisi Indonesia waktu itu di sini. Padahal hanya satu orang yang bantu rakyat pada saat itu, yaitu komandan polisi. Sampai 200 orang dia simpan di dalam komando polisinya, termasuk saya dan keluarga saya semua bisa selamat karena komandan polisi itu memberi perlindungan. Militer tidak ada satu pun, dari gubernur tidak ada satu kata yang menindak. Dari bupati segala semua sama saja. RN: Lalu menurut bapak siapa sekarang yang bersalah yang harus diajukan ke pengadilan? MC: Saya kira yang bersalah bagi saya itu, yang bersalah besar itu mulai dari gubernur dan para pejabat orang Timor, karena mereka punya kewajiban membela kepentingan bangsa mereka, keluarga mereka. Kami merupakan keluarga mereka. Tapi mereka tidak melindungi kami. Dan beberapa jenderal yang waktu itu ada di sini, ada Jenderal Kiki Syahnakri, Zacki Anwar, Prabowo, bekas menantunya Soeharto, dan Tono Suratno. Beberapa perwira yang ada di sini melindungi militer. Mereka itu yang perlu dihukum. RN: Tetapi kemungkinan kecil kelihatannya. MC: Kemungkinan kecil. Saya dengar mereka kalau ada orang datang di sana untuk dengar pendapat, mereka bilang selalu ada pengacara banyak, omong menganggu supaya orang tidak omong banyak. Jadi saya juga pernah dipanggil, tapi akhirnya batal, ndak tahu akhirnya mereka bawa saya datang atau tidak di sana. Tapi saya siap datang setiap saat. RN: Menurut bapak dakwaan yang diajukan kepada Eurico Guterres ini bagaimana? MC: Eurico Guterres itu pelaksana dari perintah pembunuhan, karena dia tidak cukup pintar untuk bisa, karena waktu itu dia tidak ada arti sama sekali. Tapi akhirnya dia muncul sebagai pembunuh. Ndak tahu dia kasih uang, kasih apa, saya tidak tahu. Tidak cukup kuat lah. Hanya dia meerka kasih berbagai jabatan, kasih semua, padahal dia kemampuannya apa? Tidak ada. Seharusnya itu pengadilan ad hoc jangan di Jakarta, karena kita tahu di Indonesia itu teror fungsinya untuk bangsa Indonesia itu masih kuat sekali, militer. Jadi orang tidak berani mungkin. Bisa saja satu hakim menuntut terlalu banyak, bisa saja dia dibunuh oleh tentara." RN: Itu kan kalau di Indonesia. Kalau di Timor Timur bagaimana? MC: Kalau di Timor Timur saya kira tidak. Soalnya kalau di sini, kalau saya lihat perkembangan saat ini misalnya perdana menteri orang kurang simpati kepada rakyat, karena dia bohong-bohong banyak partainya dapat suara banyak. Tapi misalnya kalau pihak militer yang dibentuk di Timor Timur itu kita kan bisa percaya mereka itu jadi militer yang nasional, bukan untuk memihak ke A atau B. Tidak. Dan Xanana saya percaya juga dia bisa. Cuma dia sedikit lemah. Kurang tegas. Tapi mungkin bisa dia perbaiki banyak. RN: Presiden Xanana akan ke Indonesia atau ke Jakarta awal Juli ini. Apakah dia akan menyinggung masalah ini? MC: Mungkin tidak berani dia. Itu masalahnya. Soalnya saya sekarang lagi siap-siap sama teman-teman supaya ada satu penelitian terhadap perbuatan-perbuatan orang partai Timor, UDT,Fretilin, semua itu harus diteliti sampai di mana kesalahan mereka. Kalau kita berjuang untuk integrasi atau untuk merdeka, bukan untuk membunuh. Sekitar 60.000 orang, menurut cerita yang ada, dibunuh oleh kelompok partai yang ada di sini. Kita perlu teliti siapa yang bersalah dan itu yang juga dihukum. Bukan hanya Indonesia. Kalau pemimpin yang bersalah tetap harus dihukum. Kalau pun saya bersalah saya kira saya juga harsu dihukum. Makanya saya waktu lalu sangat menyesal pengungsi dibunuh, anak saya dibunuh, padahal yang berpolitik saya. Bukan mereka. Mereka tidak bersalah. Demikian Manuel Carrascalao kepada Radio Nederland --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
