--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 02 Juli 2002 15:10 UTC ** DUA PESAWAT BERTABRAKAN DI WILAYAH UDARA JERMAN ** INDONESIA DAN TIMOR LESTE SEPAKATI KOMISI BERSAMA ** KOREA SELATAN TUNTUT MAAF DARI KOREA UTARA ** TOPIK GEMA WARTA: KENAPA AWAL MEI LALU WIRANTO BERTEMU XANANA GUSMAO? ** TOPIK GEMA WARTA: DALAM SOAL PANSUS BULOG PDIP DANPKB DIDUGA BERSEKONGKOL DENGAN GOLKAR * DUA PESAWAT BERTABRAKAN DI WILAYAH UDARA JERMAN Kecelakaan pesawat terbang di Selatan Jerman memakan korban sedikitnya 71 orang tewas. Sebuah pesawat penumpang Rusia Tupolev bertabrakan dengan pesawat kargo Boeing 757 DHL. Pesawat sedang berada di ketinggian 12 kilometer dekat danau Konstancia di perbatasan Swiss. Reruntuhan Tupolev berserakan di kota Uberlingen sedangkan pesawat DHL diperkirakan tenggelam di danau. Pesawat penumpang diperkirakan berisi 70 hingga 80 penumpang sedangkan pesawat kargo berisi dua orang. Hingga kini telah 15 jasad ditemukan. Tidak dilaporkan adanya korban di darat. Diantara para korban adalah anak-anak dari pejabat pemerintah daerah Ural yang baru saja menghabiskan liburan di Spanyol. Presiden Rusia Vladimir Putin telah menympaikan belasungkawanya. Petugas di menara kontrol Swiss mengatakan pesawat Rusia terlambat memberikan tanggapan permintaan menara kontrol untuk menurunkan ketinggian. Pesawat penumpang sedang menuju Bercelona dari Moskow dan baru saja transit di Munich. Sedang pesawat DHL sedang menuju Bahrain dari Brussel. * INDONESIA DAN TIMOR LESTE SEPAKATI KOMISI BERSAMA Pemerintah Indonesia dan Timor Leste sepakat membentuk komisi bersama yang membahas persoalan antar dua negara, termasuk masalah aset Indonesia di Timor Leste. Selain itu dalam pertemuan antara kedua kepala Negara, Megawati Sukarnoputri dan Xanana Gusmao juga disepakati peningkatan kerjasama di bidang energi, perhubungan dan perdagangan. Sebagai langkah awal Indonesia telah membuka jalan darat antara Timor barat dengan Timor Leste. Dalam kesempatan lain Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirajuda menegaskan masalah celah Timor masih terus dibahas dan belum menemukan kata akhir. Menurut Wirajuda celah Timor merupakan wilayah yang bersinggungan di perbatasan laut antar dua negara, yang diduga menyimpan banyak kandungan minyak bumi. Wirajuda hari ini juga menerima secara resmi nama duta besar Timor Leste untuk Indonesia. * KOREA SELATAN TUNTUT MAAF DARI KOREA UTARA Presiden Korea Selatan Kim Dae Jung menuntut permintaan maaf dari Korea Utara atas serangan kapal perang di Laut Kuning. Empat pelaut Korea Selatan tewas dan 19 lainnya luka berat dalam kejadian. Korsel juga menuntut mereka yang bertanggung jawab diajukan ke pengadilan. Sekalipun demikian Kim Dae Jung akan tetap meneruskan kebijakan rekonsiliasinya dengan Korea Utara. Sebaliknya Korut menuduh Amerika Serikat memanas-manasi hubungan antar kedua negara Korea itu. Washington menolak keras dan justru menuduh balik dengan katakan serangan itu bertujuan untuk meningkatkan ketegangan. AS telah memutuskan untuk meningkatkan penjagaannya di perbatasan kedua negara Korea. * PEBISNIS KORSEL DIBEBASKAN DAN MENLU FILIPINA MUNDUR Di selatan Filipina seorang pengusaha Korea Selatan berumur 43 tahun dibebaskan tanpa cedera setelah disandera hampir lima bulan. Hari ini ia diserahkan kepada Presiden Golria Arroyo yang sedang berkunjung ke Filipina Selatan. Pengusaha itu diculik awal Februari lalu ketika sedang melakukan perjalanan bisnis. Tidak dilaporkan adanya pembayaran tuntutan penculik. Sementara itu Menteri Luar Negeri Filipina Teofisto Guingona, yang juga menjabat wapres, mengundurkan diri dari posisi menlu dalam waktu dua minggu kedepan. Pengunduran diri disebabkan perbedaan pendapat keras dengan Presiden Arroyo perihal kehadiran pasukan AS di Selatan Filipina. * TIM PENYELIDIK MULAI PERIKSA KASUS PEMBOMAN PESTA PERKAWINAN AFGHAN Amerika Serikat dan penguasa Afghanistan memulai investigasi mereka atas pemboman Senin kemarin di desa provinsi selatan Uruzgan. Sedikitnya 40 penduduk desa yang sedang merayakan pesta perkawinan tewas. Tim penyelidik bersama AS-Afghanistan memeriksa personil militer AS dan beberapa pejabat pemerintahan Afghanistan. Menurut keterangan pesawat tempur AS, dirinya ditembak dari darat. Penguasa Afghan mengatakan memang ada tembakan, tetapi itu karena mereka sedang merayakan perkawinan. Pemerintah setempat memperkirakan korban tewas lebih dari 40 orang. * ATLET BULUTANGKIS INDONESIA MINTA PRESIDEN MEGAWATI CABUT SURAT DISKRIMINASI Para atlet bulutangkis Indonesia menuntut Presiden Megawati Sukarnoputri menghapus Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia, SBKRI bagi warga keturunan Tionghoa Indonesia. Tuntutan itu ditandatangani atlet bulutangkis berprestasi meraih juara dalam berbagai turnamen internasional. Indonesia hingga sekarang masih menerapkan surat bukti warganegara bagi orang Tionghoa Indonesia. Melalui surat itu banyak orang Tionghoa Indonesia diperlakukan secara diskriminatif. Presiden Indonesia terdahulu Abdurrahman Wahid pernah hendak mencabut ketentuan itu namun tidak terlaksana menyusul kejatuhan dirinya dari kursi kepresidenan. Megawati sendiri belum pernah melakukan upaya inisiatif penghapusan surat itu dan malah mengajukan RUU Kewarganegaraan baru yang memuat pembuktian surat warganegara. Kebanyakan dari atlet bulutangkis Indonesia yang berprestasi berasal dari warga Tionghoa Indonesia. * 22 TEWAS DALAM KECELAKAAN DI JAWA TIMUR Di Jawa Timur sedikitnya 22 orang tewas dalam sebuah kecelakaan bis antar kota. Kebanyakan dari korban adalah anak-anak. Lusinan korban lainnya terluka dan enam penumpang dalam kondisi kritis. Mereka dalam perjalanan wisata sekolah di pantai utara Jawa dengan guru dan orang tua ketika bis keluar jalan dan masuk jurang sedalam delapan meter. Pemerintah setempat mengatakan penumpang dalam bis terlalu banyak dan jalan di pegunungan itu tidak pas buat bis ukuran besar. * PENGADILAN INDONESIA LAKUKAN PEMERIKSAAN TELEKONFRENSI Pengadilan Indonesia untuk pertama kalinya melakukan pemeriksaan jarak jauh antar negara melalui telekonfrensi. Pemeriksaan itu dilakukan dalam kasus mega korupsi yang melibatkan ketua Parlemen saat ini Akbar Tanjung. Bekas presiden Indonesia Habibie yang berada di Hamburg, Jerman diperiksa oleh pengadilan Indonesia di Jakarta. Habibie kebanyakan menolak keterangan saksi sebelumnya. Ia juga diduga terlibat aktif pengucuran dana kepada Akbar Tanjung. Sebelumnya parlemen Indonesia telah menolak membentuk panitia untuk memeriksa skandal korupsi yang melibatkan banyak pejabat tinggi dan perwira militer. Keputusan penolakan ini dinilai pakar politik sebagai kemunduran demokrasi. * KENAPA AWAL MEI LALU WIRANTO BERTEMU XANANA GUSMAO? Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao Selasa kemarin tiba di Jakarta, dalam kunjungan resminya. Ia disambut oleh Megawati serta suaminya Taufik Kiemas di Istana Merdeka Jakarta. Sebenarnya, yang menarik bukanlah kunjungan Xanana yang sekarang tapi yang sebelumnya, ketika awal Mei lalu sebagai presiden terpilih ia juga bertandang ke ibukota Jakarta. Mengapa demikian? Lebih lanjut keterangan Deften Ompusunggu, seorang wartawan yang kebetulan bertemu dengan Presiden Xanana Gusmao dalam kunjungannya terdahulu ke Jakarta: Deften Ompusunggu [DO]: Ya betul ada pertemuan itu sekitar jam sepuluh malam, kalau saya nggak salah waktu itu. Di mana mantan menteri kehakiman yang juga mantan mensesneg Muladi datang bersama Wiranto lobby hotel lantai 11 kalau saya tidak salah di hotel Borobudur untuk menemui Xanana Gusmao. Jadi mereka kahirnya bertemu bertiga dengan waktu yang tidak lebih dari 30 menit, saya pikir, berkisar 20 menitan. Wiranto dan Muladi harus menunggu lama Xanana karena sebelumnya Xanana melakukan jamuan makan malam di ajak oleh Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda di hotel Mandarin Jakarta. Radio Nederland [RN]: Anda tahu sebenarnya kenapa sih mereka ingin ketemu dan nampaknya pembicaraannya nggak lama ya? DO: Nggak lama! jadi setelah pertemuan, lalu kemudian saya masuk ke kamar Xanana, saya bicara-bicara santai seperti biasa dengan Xanana Gusmao dan sempat bercanda saya bilang kenapa mau menemui Wiranto. Ada apa dengan Wiranto? Itu saya tanya waktu itu. Lalu Xanana dengan tersenyum menjawab ia datang ke sini hanya silaturahmi mengucapkan selamat kepada saya dan selamat berjuang untuk kemerdekaan Timor Timur dan menurut pengakuan Xanana, Wiranto berinisiatif datang mengajak Muladi. Jadi Muladilah yang sebenarnya mengatur pertemuan itu. Dan saya juga tanya apakah ada deal atau appeal khusus dari Wiranto untuk suatu pengampunan, misalnya agar Xanana tidak melakukan tekanan terhadap dunia internasional soal pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oleh TNI/POLRI yang saat itu Wiranto adalah sebagai MenHankam dan Panglima TNI. Xanana menjawab tidak ada deal tertentu karena Xanana, Ia menjawab kepada Wiranto dan Muladi bahwa soal pelanggran HAM bukan urusan dia. Dan kalau lembaga-lembaga swadaya masyarakat di Timor-Timur ataupun di Indonesia melakukan itu, ya itu memang tugasnya aktifis HAM. Dan Xanana mengakui juga bahwa dirinya bukanlah aktifis HAM tetapi seorang politisi. Waktu itu sebagai seorang presiden terpilih dia akan menjalankan kebijakan secara politik. Bukan memposisikan diri sebagai aktifis. Sebelumnya pun dia bertemu di New York, salah satunya dia bertemu dengan Sidney Jones, yang sekarang di ICG(Internasional Crisis Group) kalau tidak salah, di mana beberapa aktifis-aktifis HAM di Amerika mendesak dia agar ikut mendorong terbentuknya internasional tribunal di Timor Timur, dan Xanana menjawab, Oh itu bukan prioritas dia. Karena prioritas utama dia sekarang adalah persoalan ekonomi dan kehidupan rakyat Timor Timur. Tidak ada memang dalam pertemuan itu, katakanlah suatu deal, di mana Wiranto dan Muladi meminta agar Xanana tidak mendesak pengadilan HAM. Itu tidak ada dilakukan deal seperti itu. RN: Tetapi apakah menurut anda baik Muladi maupun Wiranto, benar-benar meminta Xanana berbuat demikian. Ada permintaan dari pihak Wiranto dan dari pihak Muladi? DO: Saya tidak yakin Muladi atau Wiranto meminta secara Khusus agar Xanana tidak mendorong pengadilan HAM. Karena Wiranto sendiri pun menurut saya menyadari bahwa Xanana bukanlah orang yang satu-satunya bisa menentukan ada tidaknya pengadilan HAM Internasional, misalnya terhadap para pelaku pelanggaran HAM khususnya dari TNI dan POLRI. Karena ini adalah desakan masyarakat Internasional. Jadi anda bisa mengetahui bagaimana caranya berpolitik para politisi Indonesia. Mungkin mereka seperti cara Jawa-lah. Datang dan sekarang mereka mengakui face to face bahwa Xanana bukan lagi seorang pemimpin gerakan pengacau yang mereka sebut-sebut selama sekian puluh tahun. Xanana mengatakan, ya dia menerima Muladi dan Wiranto, Muladi sendiri dianggap sebagai teman yang lama, ketika menjabat menteri kehakiman banyak berinteraksi dengan Xanana. Kalau saya tidak salah ini adalah merupakan pertemuan ketiga dengan Wiranto ketika Wiranto masih mnejabat sebagai Panglima, Xanana pernah datang ke Cilangkap(Mabes TNI-Red) waktu itu. Saya pikir ini ketiga kali pertemuan dengan Wiranto. RN: Jadi terbalik ya. Kalau dulu mungkin Xanana yang harus menunggu Wiranto, sekarang justru Wiranto yang harus menunggu Xanana. DO: Oh Iya Jelas! Ini adalah suatu posisi yang mungkin dulu tidak pernah terpikirkan oleh Wiranto sendiri ya. Tidak usah Wiranto, banyak perwira TNI yang menganggap Xanana dari dulu hanyalah seorang tikus. Satu tikus gitu lho. Ada beberapa yang mengatakan, ahh itu hanya tikus ketika Xanana masih dipenjara. Tapi ketika politik berubah, dan politik bangsa Indonesia menganggap Timor Timur sebagai suatu negara yang berdaulat sekarang mau tidak mau mereka harus mengikuti itu. Kita bisa menyaksikan misalnya hari ini bagaimana Xanana datang ke Istana, dia disambut oleh upacara militer. Itu adalah suatu hal yang mungkin dulu tidak diperhitungkan oleh para perwira Indonesia. Demikian Deften Ompusunggu. * DALAM SOAL PANSUS BULOG PDIP DAN PKB DIDUGA BERSEKONGKOL DENGAN GOLKAR Pansus Bulog II gagal, karena fraksi PDI-P menolak untuk mendukungnya. Menurut Judil Herry Justam, Sekjen Komite Waspada Orde Baru, ini langkah salah, karena hanya menolong pemerintah Megawati hingga tahun 2004. Sementara fraksi PKB dituduh punya deal politik khusus dengan Golkar. Tapi ditambahkannya, rakyat jangan khawatir, karena masih banyak kasus-kasus KKN lain yang akan dibuka sehingga rakyat dapat memilih pada pemilu 2004 nanti. Ikuti keterangan Judil Herry Justam kepada Radio Nederland: Judil Herry [JH]: Ya kita tentunya tetap berusaha, walaupun kita sangat kecewa terus terang atas pilihan dari PDI-P dan juga dari PKB. Karena dari PDI-Perjuangan kita tahu kan yang memilih sebagian besar abstain. Sedangkan dari PKB hanya 19 orang yang hadir. Berarti yang lain tidak hadir, kan. Ini ada apa begitu. Dari segi kita, kita tentunya tidak berhenti. Kalau dianggap itu satu pertempuran ya katakanlah kita kalah dalam satu pertempuran. Tapi tentu saja masih banyak pertempuran lain lagi dalam mewaspadai kembalinya Orde Baru. Radio Nederland [RN]:Tetapi anggota fraksi PKB yang tidak datang itu, kan tidak banyak merubah keputusan, Pak? JH: Saya melihat malah sebaliknya. Sebab begini, kalau PDI-P, PKB, PAN, KKI, PDKB itu secara mutlak mendukung, sedangkan partai lain PPP, Golkar, TNI dan lain-lainnya menolak, itu kelebihan suara cuma 22. Artinya apa? Sekiranya dalam setting kemarin PDI-P menyatakan mendukung Pansus, tapi dengan tidak adanya sekitar 29 atau 30 anggota PKB, itu sudah pasti kalah. Sekiranya pun PDI-P full mendukung Pansus, gitu, karena selisih suara toh hanya 22 suara. Nah, ini yang kami agak menyayangkan dari PKB, yang ada adalah PKB Golkar. Nah, yang kami dengar adalah karena deal politik Golkar mendukung Cholil Bisri menjadi ketua MPR. Kalau benar demikian ya saya harus mengatakan kita sangat kecewa. Terus terang murah betul harga yang diperoleh oleh PKB, gitu. RN: Lalu PDI-P sekarang mereka sudah hampir anonim abstain ya dan menurut Roy B. Janis katanya ini yang paling moderat yang kita lakukan. Jadi mereka memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada badan kehakiman di Indonesia. Apakah ini alasan yang bisa dibeli? JH: Ndak bisa, karena sebetulnya dengan menyatakan abstain itu sebetulnya sama saja dengan menolak, karena PDI-P mempunyai suara yang terbesar, kan. Ini yang saya katakan escape dari PDI-P untuk mengurangi rasa salah mereka dengan mengatakan abstain. Nah, sekarang masalah hukum yang dikemukakan oleh PDI-P akan dikedepankan. Saya sudah mengatakan sebelumnya hukum belum berjalan. Yang berjalan dalam pengadilan Akbar Tandjung adalah sidang pengadilan. Sidang pengadilan yang berjalan. Karena hukum itu tidak bisa mengungkap ke mana aliran dana dari Bulog itu. Walaupun sudah ada yang memberi bukti-bukti, indikasi orang Golkar atau pun partai Golkar menerima aliran dana. Pihak Kejaksaan atau pun pihak pengadilan tidak pernah berupaya untuk mengungkap dari mana uang yang dikembalikan sebesar Rp. 40 miliar oleh Winfried Simatupang. Dia hanya mengatakan uang disimpan di dalam kamar, di bawah kasur. Ini kan satu hal yang sangat melecehkan kita. Lalu dia katakan dia menukar dari 3,1 juta dolar dengan pedagang kaki lima di Pasar Baru dan Kwitang. Itu kan juga merupakan pembodohan kita. Kita dianggap bodoh semua. RN: Jadi Golkar merasa sudah menang, di atas angin, tinggal formalitasnya saja? JH: Ya, betul. Tapi artinya yang busuk itu akan terbongkar. Saya kira masih banyak kasus-kasus lain yang harus kita gali dalam kaitannya dengan money politics dari Golkar ini. RN: Lalu salah satu alasan lain yang diberikan oleh PDI-P adalah untuk menjaga persatuan nasional supaya pemerintah tidak goyah. Apakah ini tidak membuktikan bahwa Megawati sebenarnya masih takut sama Golkar? JH: Memang. Betul. Jadi artinya PDI-P hanya melihat kepentingan politik jangka pendek. Kepentingan politik untuk menyelamatkan posisi Megawati sampai 2004. Sekiranya Golkar lalu menarik dukungannya kepada Mega dan berusaha menjatuhkan Megawati, saya percaya rakyat akan mendukung Megawati. Apakah Golkar berani berbuat demikian. Dan saya percaya konstituen PDI yang teraniaya selama Orde Baru, angkanya bisa di atas 90%. Tapi kenyataannya yang kita lihat adalah DPR memberikan suara yang berbeda. Nah, yang kita pertanyakan sekarang apakah masih pantas dalam perwakilan rakyat itu menjadi representasi dari suara rakyat yang diwakilinya, begitu. RN: Apakah tidak mungkin fraksi PDI-P nanti, karena mereka merasa bersalah akan membantu pihak kejaksaan agung supaya proses ini berjalan dengan baik? JH: Saya nggak yakin. Paling tidak dari apa yang diungkapkan oleh orang PDI, itu Megawati tidak ingin mencampuri proses peradilan. Ini yang justru kami anggap aneh. Katakanlah Megawati naif, lupa atau pura-pura lupa bahwa aparat kejaksaan ini aparat yang sudah terpolusi oleh Orde Baru selama 32 tahun. Sudah terpolusi oleh KKN. RN: Dan dia juga lupa kalau tahun 2004 dia mau dipilih kembali, dia harus memperlihatkan perubahan, ya? JH: Ya. Saya kira justru fraksi reformasi itu, PAN dan Partai Keadilan bermain cantik sekali dengan sikap mereka yang mutlak mendukung Pansus. Itu suatu investasi mereka untuk pemilu 2004. Sedangkan bagi PDI- Perjuangan dan PKB bisa menimbulkan kekecewaan dari konstituennya. Demikian Judil Herry Justam, Sekjen Komite Waspada Orde Baru. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
