---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 03 Juli 2002 14:40 UTC



** BELANDA KEMBALI RUNDINGKAN PEMBUNUHAN SANDER THOENES

** SEORANG PRAJURIT TNI DIJATUHI HUKUMAN 3,5 TAHUN PENJARA

** KOREA SELATAN TIDAK MENGIRIM BERAS KE KOREA UTARA

** TOPIK GEMA WARTA: BISAKAH TIMOR LOROSAE MENGADILI PARA TERSANGKA
PEJAHAT PERANG DENGAN TELECONFERENCE?

** TOPIK GEMA WARTA: MEGAWATI DAN PDI PERJUANGAN NGGAK PUNYA UANG
UNTUK PEMILIHAN PRESIDEN LANGSUNG



* BELANDA KEMBALI RUNDINGKAN PEMBUNUHAN SANDER THOENES

Pemerintah Belanda mempertimbangkan kembali berunding dengan
Indonesia tentang pembunuhan wartawan Belanda Sander Thoenes tiga
tahun lalu. Seorang inspektur polisi akan membicarakan barang bukti
yang sejauh ini berhasil dihimpunnya dengan Jaksa Agung Rahman di
Jakarta. Inspektur polisi Belanda awal tahun ini menyimpulkan bahwa
pelaku pembunuhan Sander Thoenes di Timor Timur adalah prajurit TNI.
Namun Jaksa Agung Rahman belakangan menyatakan barang bukti tidak
cukup. Inspektur polisi Belanda akan berkunjung ke Jakarta dua minggu
mendatang.


* SEORANG PRAJURIT TNI DIJATUHI HUKUMAN 3,5 TAHUN PENJARA

Seorang prajurit TNI dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara, karena
dinyatakan terlibat dalam serangan bom di Maluku. Mahkamah militer
Ambon menyatakan laki-laki tersebut antara lain berupaya meledakkan
kantor gubernur dengan bahan peledak sebanyak lima kilogram. Selain
itu ia juga terlibat dalam paling tidak sembilan serangan bom,
termasuk peledakan sebuah gereja.


* KOREA SELATAN TIDAK MENGIRIM BERAS KE KOREA UTARA

Korea Selatan tidak akan mengirim 300 ribu ton beras ke Korea Utara
akibat insiden tembak-menembak Sabtu lalu. Selain itu rencana
membantu negara tetangga mendirikan jaringan telekomunikasi untuk
sementara dibatalkan. Kapal perang dua Korea saling menembak Sabtu
lalu. Dua negara saling menyalahkan akibat insiden tersebut. Empat
warga Korea Selatan tewas dan diduga juga ada korban Korea Utara.
Pemerintah Korea Selatan menyatakan insiden baku tembak tidak
mempengaruhi kebijakan pendekatan dengan Korea Utara. Namun Presiden
Korea Selatan Kim Dae Jung bersikap lebih tegas dari sebelumnya.


* TANAH LONGSOR DI MIKRONESIA TEWASKAN PULUHAN ORANG

Puluhan orang tewas akibat tanah longsor di kepulauan Mikronesia.
Tanah longsor diakibatkan topan serta hujan tropis. Di pulau Chuk, di
sebelah utara Papua Nugini dipastikan 39 orang tewas. Pemerintah di
pulau Weno memperkirakan korban tewas akibat topan semakin meningkat
karena banyak pulau Mikronesia belum mengumumkan jumlah korban
terkini.


* TABRAKAN PESAWAT KARENA SISTEM ALARM DIMATIKAN

Tabrakan pesawat di udara Jerman Selatan kemungkinan diakibatkan
karena pengawas lalu lintas udara mematikan sistem alarm. Menurut
seorang juru bicara, sistem alarm dimatikan beberapa jam karena
perbaikan, yang sering dilakukan pada malam hari. Pengawas lalu
lintas udara Swiss yang memantau pesawat penumpang Rusia melalui
layar radar, memperingatkan sang pilot baru 50 detik sebelum
tabrakan. Pengawas lalu lintas hari ini untuk pertama kalinya
diinterogasi oleh tim penyelidik. Maskapai penerbangan Rusia
Bashkirian Airlines mengatakan pengawas lalu lintas udara Swiss
bertanggung jawab atas tragedi ini. Tabrakan Selasa kemarin pada
ketinggian 12 kilometer menewaskan 71 jiwa.


* TOPAN RAMMASUN LANDA OKINAWA

Pulau Okinawa, Jepang mempersiapkan diri menghadapi topan Rammasun.
Kapal ferry tidak berlayar dan penerbangan dibatalkan. Topan
kemungkinan diiringi hujan deras. Diperkirakan bagian besar Jepang
terselamatkan dari topan. Namun dicemaskan banjir di Cina semakin
meningkat akibat topan Rammasun itu. 800 orang tewas atau hilang
akibat banjir yang melanda Cina bulan belakangan.


* YASSER ARAFAT PHK-KAN PEJABAT TERKEMUKA PALESTINA

Presiden Palestina Yasser Arafat memPHK beberapa pejabat terkemuka
Palestina. Di antara mereka adalah Kepala Dinas Keamanan wilayah Tepi
Barat Sungai Yordan, Jibril Rajoub. Juga kepala polisi Ghazi Jabali
di-PHK. Sebelumnya Rajoub pernah disebut-sebut sebagai calon
pengganti Yasser Arafat. Beberapa tahun lalu Kepala Polisi Ghazi
Jabali dituduh oleh Israel terlibat dalam serangan terhadap warga
Yahudi. Rangkaian pemecatan ini merupakan bagian reformasi dinas
intelijen Palestina yang diterapkan Arafat. Reformasi ini
dilangsungkan terutama atas desakan Amerika Serikat.


* PEMILIHAN PRESIDEN ARGENTINA DIMAJUKAN ENAM BULAN

Pemilihan presiden Argentina dimajukan enam bulan dan dilangsungkan
bulan Maret tahun 2003. Demikian diumumkan Presiden Argentina Eduardo
Duhalde. Dalam sebuah pidato televisi Duhalde berharap Maret tahun
depan juga bisa dilangsungkan pemilihan parlemen dan gubernur. Selain
itu Presiden Duhalde menegaskan Argentina sangat membutuhkan
reformasi drastis yang sebaiknya diterapkan oleh pemerintah baru.
Argentina dilanda krisis ekonomi yang semakin parah sejak Duhalde
menjabat presiden awal tahun ini. Pemerintah Argentina sejauh ini
belum berhasil mencapai kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional
IMF mengenai pinjaman milyaran dolar. Senin lalu Direktur IMF Horst
Kohler menandaskan masalah paling utama yang dihadapi Argentina
adalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.


* SYANGHAI MENDAPAT KOMEDI KINCIR TERBESAR DI DUNIA

Kota pelabuhan Cina Syanghai mendapatkan komedi kincir terbesar di
dunia. Media Cina menyatakan komedi kincir yang tingginya mencapai
200 meter akan dibangun tahun ini. Komedi kincir ini akan dibangun di
pelabuhan Syanghai dan harus bisa digunakan tiga tahun mendatang.
Komedi kincir Syanghai 65 meter lebih tinggi dari yang di London yang
hingga sekarang ini masih yang terbesar di dunia. Kota Las Vegas,
Amerika Serikat juga berencana membangun komedi kincir yang tingginya
mencapai 170 meter.


*
BISAKAH TIMOR LOROSAE MENGADILI PARA TERSANGKA PEJAHAT PERANG DENGAN
TELECONFERENCE?

Penggunaan Teleconference oleh pengadilan Jakarta Pusat untuk meminta
keterangan mantan presiden Habibie dalam kasus Buloggate II, bisa
dicontoh oleh Timor Leste untuk mengadili para tersangka pejahat
perang. Para tersangka bisa diadili dari jarak jauh. Tapi, menurut
Jose Louis de Oliveira dari Yayasan HAK (Hukum, Hak Asasi dan
Keadilan) Timor Lorosae,  Teleconference hanya bisa digunakan untuk
para saksi, bukan para tersangka. Para tersangka kan harus hadir di
pengadilan, tegasnya.

Jose Louis de Oliveira [JL]: Ya, saya pikir itu tidak mungkin. Tapi
bagi saya, saya melihat itu hanya bisa berlaku untuk saksi. Sedangkan
untuk pelaku, ya memang ia diduga pelaku, ya memang dia harus hadir
di tempat pengadilan itu berlangsung. Nggak mungkin dia memberikan
keterangan melalui televisi saja. Enak sekali kan. Kemudian siapa
yang bisa menjamin kalau kemudian kalau dia terbukti salah, untuk
menangkap dia bagaimana? Itu hanya mungkin untuk orang-orang yang
statusnya saksi. Kalau untuk pelaku, ya tersangka saya pikir harus ke
tempat di mana pengadilan itu digelar.

Radio Nederland [RN]: Harus datang ya. Tapi kan ada kan kasus-kasus
pengadilan yang mengadili orang yang tidak ada dan divonis in
absentia begitu?

JL: Saya pikir itu pengecualian. Dan itu kan tergantung dari
negara-negara tertentu. Saya pikir yang seperti yang Anda bilang itu
sebenarnya itu hanya di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Dan
itu lebih banyak untuk hal-hal menyangkut keperdataan, bukan pidana.
Seperti baru-baru ini untuk Jhoni Lumintang. Itu kan yang dituntut
adalah soal keperdataan bukan soal pidananya.

RN: Tapi begini kan memang disadari bahwa untuk menghadirkan
orang-orang ini, ya dalam hal ini tentu saja, menangkap dan
sebagainya sangat sulit begitulah. Karena masalahnya ya memang
masalah yang sangat rumit sekali. Anda tidak melihat ataukah ini
mungkin suatu alternatif Teleconference jalan keluar begitu?

JL: Mungkin itu bisa digunakan. Tapi kemudian harus dilihat dulu,
siapa yang akan kita minta untuk memberi kesaksian melalui
teleconference. Kalau misalnya dia itu sebagai pelaku, ya nggak
mungkin melalui teleconference. Kecuali kalau dia sebagai saksi.

RN: Bicara soal kendala-kendala apa saja ini masih ada
kendala-kendalanya untuk mengadili para pelanggar hak asasi manusia?

JL: Bagi saya, saya pikir kendala utamanya adalah di tingkat
internasional sendiri atau di tingkat PBB sendiri. Sampai dengan saat
ini belum ada kemauan politik dari negara-negara yang dulu dalam
security council itu untuk mendukung pelaksanaan pengadilan HAM ini
dengan baik. Karena juga mereka punya kepentingan di situ. Mungkin
saja mereka merasa bahwa nanti pengadilan dibuat, mereka juga akan
terbongkar atau keterlibatan-keterlibatan negara-negara itu juga
terbongkar di situ sehingga juga ada kemauan impunity. Sehingga saya
bisa bilang bahwa ini, sementara ini, sisi gelapnya itu masih
mendominasi.

Bahwa ini perjuangan sisi terangnya ini masih membutuhkan lama. Sama
seperti dulu 25 tahun yang lalu orang Timor, waktu berteriak untuk
merdeka kan banyak negara-negara besar juga melihat itu skeptis dan
tidak mendukung dan menganggap itu nggak ada apa-apanya dan lain
sebagainya, dan membutuhkan waktu yang lama. Kemudian baru berubah
sikap. Dan saya pikir ini juga sama. Sementara ini kan sikap
negara-negara besar terutama kelima negara pemegang hak veto itu
masih skeptis. Pertimbangan mereka masih diliputi oleh kepentingan
mereka.

RN: Ya, tapi Anda tetap optimis toh. Karena ini perjuangan yang harus
diperjuangkan?

JL: Saya tetap optimis dan apa yang kita perjuangkan itu juga bukan
untuk kepentingan kami, orang rakyat Timor Lorosae. Tapi juga untuk
kepentingan apa masyarakat internasional, rakyat di negara-negara
mana saja, supaya bagaimana agar kita menegakkan keadilan. Dan juga
menghentikan rantai impunity itu, yang selalu menyengsarakan umat
manusia di dunia ini. Kami tetap optimis bahwa ini suatu saat pasti
ada kesadaran masyarakat internasional untuk mendukung ini, karena
ini untuk menghentikan rantai impunitas itu.

Demikian Jose Louis de Oliveira dari Yayasan HAK (Hukum, Hak Asasi
dan Keadilan) Timor Lorosae.


* MEGAWATI DAN PDI PERJUANGAN NGGAK PUNYA UANG UNTUK PEMILIHAN
PRESIDEN LANGSUNG

Oleh: Redaksi di Hilversum
Presiden Indonesia Megawati Sukarnoputri bersama Fraksinya PDI
Perjuangan masih berat menerima konsep pemilihan presiden langsung.
Menurut Fajari Iriani, S.Pol.,M.Si., ketua program sarjana ilmu
politik Universitas Indonesia, penyebabnya adalah mereka belum siap
serta dukungan dana yang masih lemah untuk politik uang. Selain itu
ia memperkirakan popularitas Megawati akan menurun dan akan muncul
sosok lain sebagai alternatif.

Fajari Iriani [FI]: PDI-P belum siap dengan pemilihan presiden
langsung, karena untuk pemilihan presiden langsung itu sistemnya
berarti distrik. Dan itu juga orang melihat kepada kemampaun tidak
hanya dari individu tetapi juga dari organisasi, kalau di Indonesia
situasinya sekarang. Sebetulnya kalau dilihat dari kharisma Megawati,
 dia nggak perlu takut dengan pemilihan presiden langsung. Tetapi
kalau dilihat dari organisasi PDI-P dan mungkin juga dari kondisi
keuangan PDI-P, itu masih menjadi kendala buat Megawati.

Beberapa waktu yang lalu kita selalu berfikir bahwa yang paling siap
untuk pemilihan langsung itu sebetulnya Golkar. Karena money politics
di sini masih cukup kuat, sehingga Golkar itu punya cukup dana besar
untuk bisa mengatasi pemilihan langsung. Sekarang PDI-P juga sedang
berlomba untuk mengumpulkan dana untuk pemilu 2004.

Radio Nederland [RN]: Anda katakan juga kharisma Megawati cukup kuat
tetapi akhir-akhir ini kan banyak kekecewaan di garis bawah terhadap
Megawati.

FI:  Memang. Memang bisa menjadi sebab juga itu.  Salah satu sebab.
Tetapi saya kira yang paling kuat adalah masalah dana. Karena di
Indonesia ini masih sangat kuat sistem patron-client-nya, sehingga
masyarakat itu akan lebih mendengarkan orang-orang yang dianggap
sebagai patron mereka. Termasuk misalnya lurah atau orang-orang
pemuka di desa, yang kalau tidak didekati dengan dana begitu, saya
rasa agak sulit untuk sementara ini situasinya di Indonesia.

Hanya untuk beberapa daerah mungkin Megawati bisa. Seperti Bali,
misalnya. Tapi untuk daerah-daerah di luar Jawa, itu Golkar masih
sangat kuat. Kalau sekarang ini kita lihat secara acak ya, mungkin
akan banyak turun popularitas Megawati dengan beberapa kebijakan dia
yang dianggap oleh sementara orang sebagai tidak pro kepada
masyarakat bawah, seperti yang dijanjikan semula. Itu juga membuat
ketakutan baru bagi Mega.

RN: Di dunia internasional nama Hamzah Haz sudah mulai cukup
diperhitungkan. Seberapa jauh Anda melihat ancaman Hamzah Haz
terhadap posisi Megawati?

FI: Tergantung dari posisi kesatuan Islam itu nanti. Kalau Hamzah Haz
bisa mempersatukan Islam di Indonesia ini menjadi satu suara, mungkin
dia bisa menjadi ancaman. Tetapi kalau kita lihat sekarang Hamzah Haz
sendiri kan juga menghadapi reformasi PPP. Lalu kemudian juga ada
beberapa kelompok Islam lain yang juga mempunyai tujuan yang berbeda
terhadap Indonesia. Misalnya dengan ingin memasukkan Piagam Jakarta.
Sampai sekarang masih fifty-fifty. Mega juga tidak bisa dikatakan
bahwa dia sangat lemah.

RN: Sosok alternatifnya siapa di Indonesia, menjurut Anda?

FI: Beberapa orang meramal bahwa Bambang Yudhoyono bisa masuk. Tetapi
itu juga merupakan pertimbangan karena Bambang Yudhoyono ada
hubungannya dengan militer. Ada beberapa orang yang mengatakan biar
saja memasukkan Bambang Yudhoyono, tetapi kita memberi batas waktu
satu tahun kepada dia agar supaya bukan militer yang berada di
pemerintahan. Tetapi itu juga masih merupakan tanda tanya apakah ada
kemungkinan mereka tetap mau mendengarkan permintaan atau janji
semula ataukah nanti akan kembali menjadi militerisme. Itu masih
merupakan wacana yang berkembang sekarang ini.

RN: Dari Singapura Lee Kwan Yew, Amerika Serikat sendiri nampaknya
merindukan sosok yang kuat di Indonesia.

FI: Agak sulit mendapatkan sosok yang kuat sekarang.

RN: Lalu bagaimana Anda melihat kans kelompok radikal Islam di
Indonesia yang akhir-akhir ini cukup keras untuk katakan mempunyai
posisi di tubuh pemerintahan.

FI: Kalau sampai kelompok radikal Islam yang naik pada pemerintahan,
itu akan menimbulkan cukup ancaman disintegrasi. Karena di Indonesia
ini meskipun mayoritas penduduknya adalah Islam , akan tetapi bukan
semuanya Islam radikal. Lebih banyak di antaranya yang Islam
nasionalis katimbang radikal.

RN: Apakah Anda melihat dengan pemilihan presiden langsung ini bisa
menampilkan sosok itu. Atau justru tidak?

FI: Kalau saya berani bertaruh bahwa harus ada pemilihan presiden
langsung. Sekarang ini kita tidak bisa memprediksi siapa. Tetapi
mungkin di tengah proses itu akan muncul seorang pemimpin yang kuat.
Dan itu harus kita pertaruhkan. Karena kalau dengan cara-cara yang
seperti sekarang ini kita menemukan pemimpin-pemimpin yang mempunyai
vested interest (kamapanan, red) dan interest (kepentingan, red)
pribadi.

Demikian Fajari Iriani, S.Pol.,M.Si., ketua program sarjana ilmu
politik Universitas Indonesia.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke