---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 16 Juli 2002 14:50 UTC



** BANYAK DUKUNGAN BAGI PROGRAM REFORMASI EKONOMI PEMERINTAH MEGAWATI

** SUSILO BAMBANG YUDHOYONO INGINKAN PASUKAN TAMBAHAN UNTUK ACEH

** SKANDAL KEUANGAN: PRESIDEN BANK SENTRAL PRANCIS DISERET KE MEJA
HIJAU

** TOPIK GEMA WARTA: SURAT PENANGKAPAN BEKAS MILISI TIMOR TIMUR HANYA
SANDIWARA

** TOPIK GEMA WARTA: PENAMBAHAN PASUKAN DI ACEH BISA SEBABKAN RAKYAT
MAKIN BENCI INDONESIA



* BANYAK DUKUNGAN BAGI PROGRAM REFORMASI EKONOMI PEMERINTAH MEGAWATI

Program reformasi ekonomi pemerintah Presiden Megawati Soekarnoputri
akan mendapatkan banyak dukungan. Hari ini untuk pertama kalinya
Megawati merundingkan program reformasi ekonomi ini bersama para
pemimpin politik. Reformasi ekonomi sangat dibutuhkan supaya bisa
memperoleh pinjaman milyaran dolar dari Dana Moneter Internasional
IMF. Awalnya program reformasi ini menghadapi banyak kritik karena
pemerintah terlalu cepat menyatakan akan memenuhi semua syarat yang
ditetapkan IMF.


* SUSILO BAMBANG YUDHOYONO INGINKAN PASUKAN TAMBAHAN UNTUK ACEH

Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono meminta supaya dikirim pasukan
tambahan ke propinsi Nanggro Aceh Darussalem, NAD. Yudhoyono ingin
supaya dikirim 8000 prajurit tambahan, demikian harian berbahasa
Inggris The Jakarta Post. Menko Polkam pekan lalu berkunjung ke Aceh
untuk melihat apakah tentara perlu diberikan wewenang tambahan untuk
bisa menyelesaikan masalah Aceh. Sejauh ini sudah 20 ribu orang
prajurit dikerahkan di Aceh.


* SKANDAL KEUANGAN: PRESIDEN BANK SENTRAL PRANCIS DISERET KE MEJA
HIJAU

Presiden Bank Sentral Prancis Jean-Claude Trichet akhirnya diseret
juga ke meja hijau karena peranannya dalam skandal keuangan bank
Credit Lyonnais pada tahun 1990an. Demikian keputusan hakim Philippe
Courroye. Keputusan ini sangat menarik karena bertentangan dengan
keinginan jaksa penuntut umum yang justru mengusulkan supaya Trichet
tidak dituntut. Karena proses pengadilan bisa memakan waktu lama,
sangat diragukan apakah Jean-Claude Trichet masih akan menggantikan
Wim Duisenberg sebagai Presiden Bank Sentral Eropa, ECB. Penyidikan
terhadap skandal keuangan di Credit Lyonnais serta peranan Trichet
sudah berlangsung selama dua tahun. Bank Credit Lyonnais yang awal
tahun 1990an masih milik negara, ketika itu menghadapi kesulitan
keuangan. Trichet yang waktu itu menduduki posisi tinggi di
Kementerian Keuangan Pracis bertugas mengawasi perusahaan negara.


* 78 NEGARA MISKIN BERTEMU

78 Negara miskin bertemu di tempat pariwisata Nadi di kepulauan Fiji.
Mereka berunding tentang syarat-syarat perdagangan yang lebih baik.
KTT dilangsungkan di bawah pimpinan kelompok ACP yang beranggotakan
negara-negara Afrika, Karibia dan Lautan Teduh. Juga Komisaris
Perdagangan Uni Eropa Pascal Lamy hadir pada pertemuan empat hari
itu. Hanya 18 pemimpin pemerintah negara ACP hadir pada KTT. Banyak
negara menganggap pertemuan ini sebagai kemungkinan terakhir
mengajukan pendapat mereka tentang perdagangan, sebelum dimulai
perundingan resmi antara ACP dengan Uni Eropa September mendatang di
Brussel. Negara-negara miskin terutama menuntut supaya apa yang
disebut perjanjian Cotonou yang disepakati dua tahun lalu,
diratifikasi. Dengan demikian keuntungan perdagangan yang selama ini
dinikmati oleh bekas jajahan Eropa akan berakhir. Namun kehilangan
keuntungan perdagangan ini akan dikompensasi dengan peraturan
perdagangan baru.


* KEADAAN DARURAT DI PARAGUAY

Presiden Paraguay Gonzales Macchi memberlakukan keadaan darurat.
Keputusan ini diambilnya setelah gelombang demonstrasi
anti-pemerintah. Keadaan darurat lima hari memberikan kewenangan
lebih banyak kepada polisi dan demonstrasi dapat dilarang. Ribuan
orang berdemonstrasi menentang kebijakan ekonomi pemerintah.
Dikatakan dua orang tewas dalam kerusuhan, dan puluhan orang lainnya
cedera. Pemerintah Paraguay menduga pendukung mantan Jenderal Lino
Oviedo mengorganisir kerusuhan. Oviedo yang hidup di pengasingan di
Brasil dengan demikian ingin mengambil alih kekuasaan. Sebelumnya ia
juga berupaya mengambil alih kekuasaan. Namun upaya itu gagal. Ia
juga dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan saingan politiknya,
Wakil Presiden Luis Maria Argana tiga tahun lalu.


* PENJARA BAGI PRIA ASING YANG MENCABULI ANAK-ANAK KAMBOJA

Pengadilan di Kamboja menjatuhkan hukuman penjara sepuluh tahun
kepada seorang warga Italia. Pria berusia 30 tahun ini dituntut atas
tuduhan mengadakan hubungan seksual dengan empat anak laki-laki di
bawah umur, mereka berusia dari 11 sampai 13 tahun. Kejadian ini
dilakukan Juni tahun lalu, ketika terdakwa berlibur di Kamboja.
Terdakwa membantah tuduhan terhadapnya. Undang-undang Kamboja
melarang hubungan seks dengan anak di bawah usia dewasa. Namun
pelanggar jarang diadili.


* PULUHAN ORANG CEDERA DALAM KERUSUHAN DI KOSTA RIKA

Puluhan orang cedera akibat kerusuhan dahsyat di Kosta Rika. Polisi
menangkap sekitar 80 orang. Polisi turun tangan ketika petani, sopir
truk dan taksi di seluruh negari memblokade jalan-jalan. Blokade ini
dilakukan karena mereka memprotes rencana pemerintah mewajibkan
pemeriksaan teknis untuk mobil. Menurut kaum demonstran banyak orang
terancam menghadapi kesulitan keuangan karena kriteria yang
ditetapkan untuk pemeriksaan teknis itu terlalu tegas. Selain itu
warga Kosta Rika tidak setuju kalau sebuah perusahaan asing diberi
wewenang untuk melakukan pemeriksaan mobil.


* SENAT AMERIKA SEPAKATI RUU MENCEGAH KECURANGAN TATA BUKU DUNIA
USAHA

Senat Amerika secara unanim menyepakati rencana undang-undang yang
bertujuan mencegah kecurangan besar-besaran dalam tata buku dunia
usaha. Dibentuk sebuah komisi yang bertugas mengawasi tata buku
perusahaan Amerika. Selain itu perusahaan yang melakukan pemalsuan
angka-angka akan dijatuhi hukuman lebih berat. Senat juga ingin
supaya para akuntan yang memeriksa tata buku sebuah perusahaan tidak
lagi berperan sebagai konsultan dalam perusahaan itu. Sebelumnya
Dewan Perwakilan Rakyat Amerika masih menyatakan bahwa para akuntan
boleh merangkap sebagai konsultan. Presiden Amerika George W. Bush
menuntut supaya Kongres secepatnya mencapai kesepakatan supaya RUU
ini bisa ditandatangani bulan depan juga. Bulan-bulan belakangan
Amerika Serikat dilanda beberapa skandal besar, termasuk konglomerat
energi raksasa Enron serta konglomerat telkom WorldCom.


* MENLU AMERIKA LEBIH INGIN YASSER ARAFAT MENJADI PEMIMPIN SIMBOLIK
KETIMBANG PEMIMPIN POLITIK PALESTINA

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell lebih melihat
apabila Yasser Arafat menjadi pemimpin simbolik ketimbang dan
pemimpin politik. Ini membuka peluang untuk pemimpin baru Palestina,
seperti diusulkan sebelumnya oleh Presiden Amerika George W. Bush.
Powell mengemukakan pendapatnya sebelum KTT tentang Timur Tengah di
New York. Pada pertemuan ini Powell berunding dengan Menlu Rusia,
Igor Ivanov, Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan dan wakil Uni Eropa.
KTT juga akan dihadiri Menlu Mesir Ahmed Maher dan Menlu Yordania
Marwan Muasher. Ungkapan-ungkapan Bush mengenai kepemimpinan baru
Palestina menjadi butir agenda pertemuan di New York. Palestina
menganggap pendirian Amerika sebagai campur tangan internasional
dalam pemerintah Palestina.


* SURAT PENANGKAPAN BEKAS MILISI TIMOR TIMUR HANYA SANDIWARA


Kejaksaan Agung Timor Leste mengeluarkan surat penangkapan terhadap
111 bekas milisi yang diduga terlibat kejahatan berat di Timor Leste
antara 1 Januari hingga 25 Oktober 1999. Kebanyakan dari mereka
trenyata sekarang berada di wilayah Indonesia. Jose Louis de Oliviera
dari Yayasan HAK di Dili, ibukota Timor Lorosa'e, menilai surat
perintah penangkapan tersebut tidak akan efektif. Bahkan bagi Jose
Louis upaya ini hanya sebuah sandiwara belaka demi kepentingan
politik dan ekonomi.


Jose Louis de Oliviera [JLO]: Saya berharap keputusan untuk
mengeluarkan surat perintah penangkapan itu didasari oleh sebuah
motivasi yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan keadilan bagi
masyarakat Timor Lorosa'e, terutama bagi korban. Mudah-mudahan
begitu, tidak dalam rangka untuk bagian dari sebuah sandiwara yang
sedang dimainkan, baik di pengadilan Ad Hoc Jakarta, maupun di
pengadilan Panel Khusus untuk kejahatan berat di Timor Lorosa'e. Saya
berharap mudah-mudahan itu didasari oleh sebuah motivasi yang murni
begitu.

Fakta-fakta yang ada itu menunjukkan bahwa kedua pengadilan itu hanya
sandiwara. Kedua pengadilan itu hanya untuk menjawab, menghindari
tuntutan-tuntutan dari masyarakat Timor Lorosa'e, terutama pihak
keluarga korban untuk membawa keadilan bagi mereka. Saya lihat bahwa
bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa kedua pengadilan itu tidak
serius mengadili para pelaku. Misalnya pengadilan Ad Hoc di Jakarta.
Itu paling-paling yang nanti akan diseret, itu kan hanya sampai di
tingkat Pangdam, kemudian Gubernur. Ya, itu aja, dan itu tidak akan
menyentuh sampai yang lebih tinggi, misalnya sampai Panglima Wiranto.


Seharusnya, kalau pengadilan HAM itu kan harus didasari kasus
tindakan yang sistematis dan berdampak. Tindakan sistematis itu kan
berarti yang memang atasannya ikut terlibat dalam perencanaan itu.
Saya lihat bahwa pengadilan ini kan tidak sampai menyeret pihak yang
seharusnya bertanggung jawab terhadap kasus-kasus itu.

Begitu pun di Timor Lorosa'e jalannya proses panel khusus yang sedang
dijalankan di sini pun melihat bahwa itu hanya di set-in untuk
mengadili kasus per kasus. Jadi tidak dilihat bahwa itu sebuah
kasus-kasus yang ada di sini adalah sebuah rangkaian sistematis. Jadi
hanya kasus per kasus. Misalnya kasus untuk di Lospalos itu yang
pelakunya itu mantan milisi Joni Marquis. Itu kemudian memang di
pengadilan itu terbukti bahwa tindakan milisi itu kan dia tidak
melakukan tindakannya sendiri. Tapi itu juga bagian dari sebuah
sistem yang di mana dia menjalankan itu atas perintah dari
atasan-atasan militernya.

Itu kemudian apa yang diungkapkan di pengadilan , itu kan kemudian
tidak di-follow-up. Itu hanya berhenti di tingkat milisi, sedangkan
yang di Jakarta hanya berhenti di tingkat pimpinan militer menengah
saja. Itu yang saya lihat bahwa itu sebenarnya adalah pengadilan yang
hanya sandiwara saja.

Radio Nederland [RN]: Saya bisa percaya kalau di Jakarta tidak
serius, tapi apakah di Timor Leste katakan penegak hukumnya memang
juga sama-sama tidak serius? Lalu apa alasannya mereka tidak serius?

JLO: Ya, karena memang ada kepentingan-kepentingan politik dan
kepentingan-kepentingan ekonomi yang melatarbelakangi kedua
pengadilan ini. Di sini memang untuk ordinary crime penegakan
hukumnya sedang dibangun cukup baik. Tapi untuk serius crime ini yang
memang kita lihat itu hanya sandiwara saja.

Misalnya unit serius crime yang ada di Timor Lorosa'e, itu sudah dua
tahun lebih, kita tidak melihat hasil yang memuaskan. Misalnya saja
sudah banyak milisi yang datang dan mereka itu juga mengaku bahwa
mereka terlibat dalam kasus-kasus pembantaian, kasus pembunuhan pada
tahun 99.  Mereka sudah mengaku. Tapi itu tidak diambil tindakan. Itu
satu bukti menunjukkan bahwa mereka tidak serius untuk jalankan tugas
mandat mereka dengan baik di sini. Saya bisa katakan itu karena dari
awal waktu kita diskusi soal set-in pengadilan panel khusus untuk
serius crime di Timor Lorosa'e, itu kan sebuah perdebatan yang cukup
hangat.

Lalu ada salah satu pimpinan politik dari Untaet yang kebetulan dia
juga orang Amerika di sini yang memang terlibat betul dalam menset-in
pengadilan itu. Dia bilang ini model pengadilan ini adalah model
pengadilan pintu belakang dari pengadilan internasional. Sebuah
konsep yang membuat kita bingung. Apa ini, model apa pintu belakang
dari pengadilan internasional itu. Itu saya bisa menginterpretasikan
bahwa itu sebenarnya juga hanya bohong-bohongan dibilang pengadilan
internasional, ya tapi dari belakang, ya nggak tahu maksudnya apa.

RN: Artinya Anda juga meragukan Kejaksaan Agung Timor Leste yang
mengeluarkan surat penangkapan ini ya.

JLO: Ya, saya bisa menduga seperti itu juga, karena dalam beberapa
tindakan dari pihak Kejaksaan Agung Timor Lorosa'e ini sudah beberapa
kali tindakannya dia kita protes, termasuk pengiriman saksi-saksi
beberapa orang korban di sini untuk memberi kesaksian di Jakarta itu,
juga waktu itu kita protes. Saya juga meragukan juga kalau misalnya
surat perintah penangkapannya bisa efektif. Itu ada suatu persidangan
di sini minta beberapa orang dari Indonesia untuk memberikan
kesaksian di sini tidak berhasil. Apalagi kalau sampai mengeluarkan
perintah untuk menangkap para pelaku itu. Ya saya juga sedikit
pesimistis dengan efektivitasnya itu.


Demikian Jose Louis de Oliviera dari Yayasan HAK di Dilli, ibukota
Timor Lorosa'e.


* PENAMBAHAN PASUKAN DI ACEH BISA SEBABKAN RAKYAT MAKIN BENCI
INDONESIA

TNI berencana menambah 4000 orang pasukan di Nanggro Aceh Darussalam.
Penambahan ini diduga ada kaitan dengan rencana memberlakukan
keadaaan darurat militer di propinsi terujung sebelah barat ini.
Menurut Maemul Sidar dari Koalisi NGO HAM Aceh di Banda Aceh, rencana
penambahan itu sangat aneh mengingat jumlah GAM semakin berkurang dan
kondisi Aceh sendiri tidaklah gawat. Ia menduga  upaya ini hanya
bertujuan menjadikan Aceh sebagai tumbal kepentingan politik penguasa
di Jakarta.


Maemul Sidar [MS]: Padahal sebenarnya dari dulu GAM juga begitu gitu
kan. Atau memang karena memang perlakuan pemerintah sendiri yang
membuat rakyat Aceh kemudian simpati kepada GAM, dan kemudian
mendukung GAM. Dan apakah bukan gara-gara, pertambahan jumlah pasukan
ini justru membuat GAM itu bertambah besar dan subur di Aceh gitu.
Jadi ini kan suatu hal yang sebenarnya kebalikan dari keinginan
pemerintah.

Makanya kalau saya katakan, kalau memang pemerintah ingin
menyelesaikan masalah Aceh, ya sebenarnya TNI itu atau memang pasukan
itu disuruh diam dulu. Dan kemudian biarlah pihak sipil ini yang
berusaha untuk mencari jalan keluar. Karena sebenarnya yang dituntut
oleh GAM itu sendiri dari pertemuan Jenewa beberapa bulan yang lalu,
sebenarnya GAM itu juga sudah mau menggunakan Nanggro Aceh Darussalam
NAD itu sebagai entry point untuk jalan dialog selanjutnya.

Jadi sebenarnya kan nggak ada apa-apa. GAM itu sebenarnya sudah ingin
menyelesaikan masalah dialog. Tapi kalau pemerintah kemudian ngotot
untuk memberlakukan darurat militer, kan itu kan aneh. Dan kemudian
kita lihat TNI kemudian merusak hak untuk melabelkan GAM itu dengan
teroris. Ini artinya bahwa kemungkinan TNI itu juga ingin mendapatkan
bantuan Amerika yang kita dengar itu bulan September itu akan terjadi
lagi kerja sama antara bantuan-bantuan Amerika terhadap militer.

Janganlah karena memang keinginan untuk melakukan kerja sama dengan
Amerika dalam hal bantuan militer itu, kemudian rakyat Aceh yang
dikorbankan. Kan itu yang kita inginkan sebenarnya.

Radio Nederland [RN]: Tapi memang sudah tabiat ya kayaknya. Memang
penguasa di Jakarta ini mengorbankan saja.

MS: Ya, itu yang kemudian ketika diketahui rakyat, membuat kebencian
bertambah lagi kan. Sepertinya pemerintah Indonesia itu hanya
menginginkan wilayah Aceh. Tapi tidak menginginkan rakyatnya itu bisa
hidup aman, makmur gitu. Jadi kan ini suatu tindakan yang sebenarnya
terlalu bodoh, yang akhirnya membuat rakyat tambah membenci.

GAM itu jumlahnya nggak sampai 2000, sedangkan sekarang pasukan TNI
dan Polri itu hampir 30.000. Jadi bisa dibayangkan untuk mencari 2000
orang harus dikerahkan pasukan hampir 30.000. Jadi siapa yang bodoh
di sini?

RN: Kalau dulu jamannya Abdurrahman Wahid itu pasukan ditarik ya?
Jadi pelan-pelan ditarik-tarik hingga tinggal sedikit. Ini kok
Megawati malah makin banyak. Apakah ini bisa jadi tanda bahwa
sebenarnya Megawati dikontrol penuh oleh militer?

MS: Sepertinya memang Megawati sekarang itu sangat dikontrol militer.
Dan kemudian sepertinya militer muncul lagi dan kemudian sangat
percaya diri ketika masa Megawati. Beda sekali ketika masa Gus Dur
kan. Gus Dur benar-benar bisa membuat militer itu bertekuk lutut
gitu. Ketika Megawati belum menjadi presiden dulu dan kemudian ketika
mau terpilih menjadi Wakil Presiden, dia pernah mengatakan bahwa
tidak ingin setetes darah pun tumpah di Aceh. Tetapi kenyataannya
pada masa Megawati kondisi bertambah buruk kan. Bukannya bertambah
baik. Jadi ini sepertinya sangat kontradiksi dengan pernyataan dia
yang ingin menyelesaikan masalah Aceh itu, jangan sampai darah rakyat
Aceh itu tumpah.

Dan jumlah militer pun sebagaimana saya ssampaikan tadi, jumlahnya
bertambah banyak. Dan ini sudah diminta langsung oleh Kodam Iskandar
Muda bahwa akan ada penambahan sebanyak 4000 pasukan untuk menemani
jumlah pasukan yang sudah ada 16.000 di Aceh sekarang ini.

Dalam pertemuan dengan Menko Polkam selama seminggu pada tanggal 7
sampai 12 bulan ini di Aceh, rakyat Aceh menyampaikan kepada Menko
Polkam tidak butuhkan darurat militer dan darurat sipil itu. Jadi
yang butuh itu hanya sebenarnya militer sendiri. Ya seperti yang
dikatakan tadi untuk menambah jumlah temannya. Jadi militer darurat
itu betul-betul hanya dibutuhkan oleh aparat, bukan oleh rakyat.

RN: Yang bikin gawat itu sebenarnya penguasa Jakarta saja ya?

MS: Penguasa Jakarta sendiri gitu.

RN: Ini bagaimana nantinya kalau memang katakan Jakarta tetap ngotot
memberlakukan darurat apa pun begitu?

MS: Jadi kalau toh pemerintah pusat juga ingin memaksakan diri
memberlakukan darurat itu, jadi timbul pertanyaan kita, darurat itu
untuk siapa sebenarnya. Jadi orang-orang pemerintah sendiri di Aceh
ini tidak merasa perlu itu kalau pemerintah memaksakan gitu kan. Maka
seperti yang saya katakan tadi, sepertinya Megawati yang sangat getol
ini. Jadi keinginan Megawati untuk militer tetap mendukung dia,
kemudian yang korban rakyat Aceh. Dan ini yang kemudian sangat
disedihkan oleh rakyat Aceh sendiri. Inilah yang sebenarnya terjadi
di Aceh. Jadi sangat ironis sekali.


Demikian Maemul Sidar dari Koalisi NGO HAM Aceh di Banda Aceh.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke