---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 17 Juli 2002 15:30 UTC



** BUKTI BARU KETERLIBATAN TNI DALAM PEMBUNUHAN SANDER THOENES

**  MANTAN MENLU JOSEPH LUNS MENINGGAL DUNIA

** PBB, RUSIA DAN UNI EROPA TETAP DUKUNG YASSER ARAFAT

** TOPIK GEMA WARTA: MEGAWATI PRAKTEKKAN POLITIK ORDE BARU

** TOPIK GEMA WARTA: LUNS, POLITIKUS BELANDA YANG MEMPERTAHANKAN
IRIAN, TUTUP USIA



* BUKTI BARU KETERLIBATAN TNI DALAM PEMBUNUHAN SANDER THOENES

Ada bukti baru yang memperlihatkan keterlibatan TNI dalam pembunuhan
wartawan Belanda Sander Thoenes, tiga tahun lalu. Barang bukti
tersebut adalah sebuah pita video yang memperlihatkan sebuah sepeda
motor dikeluarkan dari truk angkutan tentara. Menurut inspektur
polisi Belanda, yang menyelidiki perkara pembunuhan atas nama PBB,
itu adalah sepeda motor yang digunakan untuk membunuh Thoenes.
Inspektur Belanda ini telah menyerahkan pita video kepada Jaksa Agung
MA Rahman. Sander Thoenes yang ketika itu bekerja untuk majalah
Belanda Vrij Nederland dan harian Inggris Financial Times,  tewas
ditembak September 1999 di Timor Timur.


* KEJAGUNG PERTIMBANGKAN PENGGUNAAN TELEKONPERENSI DALAM SIDANG AD
HOC TIMTIM

Kejaksaan Agung Timor Timur menyarankan penggunaan telekonperensi
agar para saksi di negara tersebut bisa memberikan kesaksian mereka
di depan pengadilan HAM Ad Hoc Timor Timur, di ibukota Jakarta.
Hubungan televisi antara Dili dan Jakarta ini harus menghapus
ketakutan para saksi akan keselamatan mereka. Sampai sekarang hanya
satu orang saksi bersedia hadir dalam sidang pengadilan, sementara
lima orang lainnya menolak untuk datang ke Jakarta. Penggunaan
hubungan televisi ini bukan untuk pertama kalinya dalam sidang
pengadilan di Indonesia. Fasilitas tersebut pertama kali digunakan
sewaktu mantan Presiden B.J. Habibie memberikan kesaksian dari Jerman
mengenai kasus dana non-bujeter Bulog. Pihak kejagung Jakarta sedang
mempertimbangkan usulan tersebut.


* MANTAN MENLU JOSEPH LUNS MENINGGAL DUNIA

Mantan Sekertaris Jenderal NATO asal Belanda, Joseph Luns meninggal
dunia dalam usia 90 tahun. Luns menjabat sebagai Sekjend NATO dari
1971 hingga 1984. Jabatan ini dipangkunya setelah keluar dari
panggung politik Belanda, di mana ia menjabat sebagai menteri luar
negeri dari tahun 1952. Jabatan menlu diembannya hingga 1971. Sebagai
menlu ia antara lain dibebankan kasus Irian Jaya. Luns dikenal
sebagai tokoh pendukung persatuan Eropa dan hubungan baik dengan NATO
dan Amerika.


* PBB, RUSIA DAN UNI EROPA TETAP DUKUNG YASSER ARAFAT

Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rusia dan Uni Eropa berbeda pendapat
dengan Amerika Serikat mengenai posisi Pemimpin Palestina Yasser
Arafat. Demikian hasil perundingan tingkat tinggi Selasa kemarin di
New York antara Menlu AS Colin Powell, rekannya Menlu Rusia Igor
Ivanov, Koordinator urusan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana dan
Sekjend PBB Kofi Annan. Keempatnya mendukung didirikannya negara
Palestina merdeka, tetapi hanya Amerika yang berpendapat bahwa harus
ada pemimpin Palestina baru. Sementara para pemimpin lainnya
menekankan bahwa Yasser Arafat telah dipilih lewat jalan demokrasi
dan sah. Selanjutnya Menlu Mesir dan Yordania yang baru menghadiri
perundingan kemudian mengharapkan, walaupun sikap Amerika yang
negatif terhadap Arafat, Washington tetap berusaha keras melanjutkan
proses perdamaian di Timur Tengah. Perundingan di New York dibayangi
serangan terhadap sebuah bis di Israel Utara. Tujuh orang tewas dan
lima belas lainnya luka-luka.


* PASUKAN SPANYOL AMBIL-ALIH PULAU PEREJIL

Pasukan Spanyol mengambil-alih Pulau kecil Perejil yang terletak di
Selat Jibraltar dan mengusir tentara Maroko. Menurut sebuah
pernyataan pemerintah Spanyol, tidak ada korban yang tewas atau
cedera. Tetapi enam tentara Maroko dijadikan tawanan perang, dan
sementara ini telah diserahkan kepada pemerintah Rabat. Pemerintah
Spanyol menyatakan, tidak punya alternatif lain untuk menyelesaikan
konflik tersebut. Madrid menambahkan tetap ingin melanjutkan hubungan
baik dengan Maroko. Sebelum aksi dilakukan, pemerintah Madrid telah
melaporkan rencana mereka kepada sekutu-sekutu terpenting dan Dewan
Keamanan PBB. Menlu Spanyol Ana Palacio menambahkan pasukannya akan
ditarik mundur secepat mungkin dari Perejil. Tetapi pemerintah Maroko
menuntut penarikan mundur pasukan Spanyol segera dari Pulau yang
mereka namakan Leila ini.

Pemerintah Rabat juga mengajukan protes kepada PBB atas apa yang
mereka namakan aksi agresi Spanyol. Di dalam sebuah pernyataan
tercantum bahwa pulau karang ini adalah bagian dari teritorium
Maroko.


* IRAK PERINGATI 34 TAHUN REVOLUSI

Presiden Irak Saddam Hussein menyatakan, tidak ada satu orang pun
yang dapat menggulingkan pemerintah pimpinannya. Demikian dinyatakan
sewaktu pidato di depan televisi memperingati perayaan 34 tahun
revolusi dan masa pemerintahan Partai Baath. Saddam Hussein sendiri
sudah 23 tahun lamanya menjadi presiden, dan tetap bertahan walaupun
harus menghadapi aksi-aksi militer Amerika-Inggris sewaktu Perang
Teluk tahun 1991. Dalam pidatonya Presiden Irak ini langsung
menggunakan kata-kata mengancam terhadap Presiden Amerika Serikat
George Bush. Washington pernah menyatakan Irak sebagai salah satu
poros iblis, negara yang mendukung terorisme dan mengembangkan
senjata penghancur massa.


* CALIFORNIA PERKETAT PENJAGAAN JEMBATAN GOLDEN GATE DI SAN FRANCISCO

Pemerintah negara bagian California memperketat penjagaan terhadap
jembatan terkenal Golden Gate di kota San Francisco. Alasan utama
pengetatan ini ini adalah penahanan tiga orang yang dituduh anggota
jaringan teror Al-Qaidah di Spanyol. Salah satu dari mereka yang
ditahan mempunyai sebuah rekaman video dari bangunan-bangunan
bersejarah di Amerika Serikat, antara lain jembatan Golden Gate.
Rekaman itu menunjukkan bahwa sang pembuat terutama sangat tertarik
akan konstruksi kaki-kaki penunjang jembatan raksasa ini. Rekaman
video tersebut juga menunjukkan gambar-gambar menara World Trade
Center di New York, dan juga registrasi dari sebuah latihan aksi
teroris. Ketiga orang yang ditahan di Spanyol diberitakan
berwarga-negara Suriah.


* KOMISI HAM PBB TUDUH RDC BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBUNUHAN DI
KISANGANI

Komisi Hak Asasi Manusia PBB, menuduh gerakan pemberontah RDC
bertanggung jawab atas pembunuhan massal dua bulan lalu di kota
Kisangani, Kongo. Dalam laporan mereka Komisi ini menjelaskan sekitar
180 orang warga sipil dan polisi ditembak mati setelah menentang
perintah RDC. Selain itu Komisi ini juga menyatakan, anggota misi
perdamaian PBB yang ditugaskan di wilayah tersebvut, tidak mengambil
tindakan satu pun untuk melindungi warga Kongo dari aksi-aksi
kekerasan. Sementara misi ini bertugas melindungi warga sipil Kongo
dari kekerasan fisik. Menurut laporan, situasi di Kisangani sampai
sekarang tetap kritis.


* KERUSUHAN DI PARAGUAY ANTARA POLISI DENGAN PENENTANG PRESIDEN
MACCHI

Di Paraguay kembali pecah pertikaian antara polisi anti huru-hara
dengan para penentang Presiden Luis Gonzalez Macchi. Polisi
menembakkan peluru-peluru karet dan granat air mata untuk membubarkan
para demonstran yang memblokir jalan-jalan cepat ke ibukota Asuncion.
Sedikitnya empat orang cedera. Senin kemarin dua orang demonstran di
beritakan tewas dan 50 orang lainnya cedera. Menurut pernyataan
pemerintah, para pendukung mantan pemimpin kudeta mantan-Jenderal
Lino Oviedo, menjadi otak kerusuhan kali ini. Oviedo melarikan diri
ke Brasil, dan menurut media Brasil ia menyelenggarakan
pertemuan-pertemuan politik menentang pemerintah Paraguay. Sementara
itu di Paraguay diberlakukan aturan khusus yang melarang demonstrasi
dan memberikan kekuasaan tambahan kepada polisi.


* MEGAWATI PRAKTEKKAN POLITIK ORDE BARU

Intro: Bocornya surat dukungan Megawati bagi pencalonan kembali
Sutiyoso untuk jabatan gubernur DKI Jakarta, nampaknya akan merupakan
salah satu butir yang dibahas pada rapat kerja nasional PDIP di Bali.
Selain itu, menariknya, rakernas ini juga akan membahas sanksi
terhadap mereka yang tidak tunduk pada surat edaran ketua umum PDIP
untuk mendukung Sutiyoso. Kebiasaan dukung dan restu rupanya belum
juga tersingkir dari cara orang berpolitik. Lebih jauh ulasan redaksi
di Hilversum:

Dukung mendukung dan restu-restuan nampaknya menjadi budaya politik
Indonesia. Di jaman orde baru pola ini merupakan sebuah hukum
kebiasaan. Tidak pernah seseorang bisa naik ke posisi tertentu tanpa
dukungan ataupun restu orang kuat di belakangnya. Menariknya, ketika
sekarang Soeharto sudah turun takhta, pola ini ternyata terus
berlangsung.

Contoh yang paling jelas adalah kasus pemilihan gubernur Jakarta. Dan
tidak tanggung-tanggung Megawati yang dulunya mengkritik budaya
politik semacam ini, sekarang malah ikut hanyut dalam mendukung
Sutiyoso, Jenderal yang dulu hanya tersenyum-senyum saja menonton
pembantaian warga PDI pendukung Mega, pada tragedi 27 Juli 1996.

Sebenarnya warga PDI Perjuangan DKI Jakarta telah menunjuk calonnya.
Melalui penyaringan dari ranting terkecil hingga perwakilan daerah
dan pada akhirnya dirumuskan dalam rapat kerja daerah Jakarta. Yoyo
seorang warga PDI Perjuangan dari Jakarta Timur mengatakan proses ini
sendiri sesuai dengan surat edaran dari DPP Pusat PDI Perjuangan,
yang belakangan justru mengirim surat kepada cabang-cabang Jakarta
untuk mendukung Sutiyoso.

Yoyo: Pernah DPP mengeluarkan instruksi, yaitu kalau tidak salah
untuk penjaringan-penjaringan sebagai calon kepala daerah, bupati,
walikota sampai tingkat gubernur. Nah itu akhirnya dijalankan secara
struktural, PAC dan cabang sampai ke rakerdasus. Di mana dari hasil
rakerdasus itu ada calon kader dari PDI yang dicalonkan untuk menjadi
gubernur. Berarti kan DPP sendiri sudah menyalahi aturan sendiri yang
dikeluarkan oleh DPP.

Hasil rapat kerja daerah PDI P Jakarta menunjuk Tarmidi Suhardjo
sebagai calon gubernur, yang sekarang menjadi saingan berat Sutiyoso.
Ia ketika dihubungi Radio Nederland sedang berada di Bali untuk
menghadiri rapat kerja nasional PDI-P yang juga dihadiri Megawati,
ketua umum sekaligus pendukung terkuat Sutiyoso. Kabar-kabarnya
jajaran DPP Pusat PDI-Perjuangan akan bersikap keras terhadap mereka
yang menolak mendukung Sutiyoso.

Tarmidi Suhardjo [TS]: Rapat kerja daerah khusus ibukota
PDI-Perjuangan telah mencalonkan saya sebagai nomor satu, dengan
hasil suara, untuk calon gubernur. Rapat kerja daerah khusus lebih
konstitusional ketimbang penunjukan dari ketua umum. Pengertian saya
seperti itu. Dan saya tentunya tidak takut. Saya berani maju terus .
Sebab daripada saya harus menghindari konstitusi melawan arus bawah
yang berjumlah 267 kelurahan itu, akan membombardir saya. Lebih baik
saya dimarahin oleh ketua umum, dimarahi oleh DPP. Saya tidak takut
dipecat, saya lebih takut kepada rakyat saya yang sudah menunjuk saya
sebagai calon gubernur.

Radio Nederland: Anda kecewa atau tidak dengan sikap Ibu Megawati
yang mendukung Sutiyoso?

TS: Sangat kecewa. Ini barangkali yang kecewa bukan saja saya, tapi
warga PDi khususnya Jakarta dan warga PDI umumnya di seluruh
Indonesia. Saya sekarang ada di bali, ketemu dengan teman-teman se
Indonesia. Mereka pun merasa kecewa itu, keputusan dari DPP yang
mencalonkan Sutiyoso menjadi gubernur lagi.

Sikap keras Megawati mendukung Sutiyoso memang banyak mengundang
tanda tanya besar. Apa sebenarnya yang ada di benak Megawati.
Cornelius Lay pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada yang
sering disebut pemikir politik PDI P, melihat dukungan Mega kepada
Sutiyoso itu lebih kepada persoalan pendidikan politik. Megawati
ingin membangun politik tidak didasarkan kepada dendam.

Cornelius Lay: Saya kira lebih kepada upaya untuk memberikan didikan
politik kepada rata-rata bangsa Indonesia. Bahwa kita tidak bisa
terus menerus mengulangi sejarah bangsa di atas rasa dendam dan yang
lain. Agak sulit memang untuk dimengerti, tetapi itu yang saya
tangkap dalam apa yang kita lakukan.

Mega boleh saja berupaya menghindari politik balas dendam. Masalahnya
adalah Sutiyoso itu belum pernah diperiksa perannya dan dimintai
tanggung jawabnya pada tragedi 27 Juli. Itulah sebabnya, peneliti
LIPI dan mantan menteri riset dan teknologi A.S Hikam justru melihat
dukungan Mega ini sebenarnya merupakan balas budi politik kepada
Sutiyoso. Ketua umum PDIP itu berhutang dukungan kepada Sutiyoso yang
mendukung Megawati ketika Gus Dur dilengserkan.

AS Hikam : Ini yang disebut trade of politic. Karena memang Mega
mendapatkan dukungan oleh Sutiyoso, ketika pada waktu melengserkan
Gus Dur itu. Artinya Sutiyoso sebagai gubernur bisa menjamin
ketertiban di DKI. Kemudian sekarang ia mendapat trade of-nya seperti
itu. Jadi lebih dari sekadar dukung-mendukung. Sebagai orang yang
mempunyai partai politik sendiri, mestinya kan dia mendukung atau
lebih mengorbitkan atau mensupport dari PDI-P. dan itu ada di DKI.
Oleh karena itu PDI-P pecah di dalam soal ini.

Kini Partai banteng gemuk peraih suara terbanyak pemilu lalu mulai
terseok-seok. Tidak hanya masalah Sutiyoso, masalah pansus bulog satu
dan dua telah membuat laju partai merah ini semakin terhambat.
Diawali oleh tokoh kuat marhaen Sophan Sophian, belakangan satu
persatu anggota parlemen PDI Perjuangan mulai mundur karena kecewa.

Selain itu di luar parlemen warga partai pun mulai mengancam untuk
mengembalikan kartu anggota bahkan membakar seragam berwarna merah
darah. Mereka tidak rela idealisme reformasi dan demokrasi Indonesia
harus mati karena budaya politik a la orde baru Soeharto, sang guru
besar tentara dan beberapa politisi, yang sekarang kelihatannya juga
termasuk Megawati.


* LUNS, POLITIKUS BELANDA YANG MEMPERTAHANKAN IRIAN, TUTUP USIA


Mantan Menteri Luar Negeri Belanda dan mantan Sekretaris Jenderal
NATO Joseph Luns meninggal dunia Selasa kemarin lalu pada usia 90
tahun. Luns dikenal sebagai politikus Perang Dingin dan pendukung
hubungan baik antara Eropa dengan Amerika Serikat. Sedangkan di
Indonesia, Luns dikenal sebagai satu-satunya politikus Belanda yang
mati-matian mempertahankan Irian Barat. Namun setelah beberapa tahun
Luns tidak kerasaan di tanah airnya. Setelah keluar dari NATO, Luns
memilih menetap di Brussel. Lebih lanjut laporan redaktur Belanda
Marina Brouwer.


Joseph Antoine Marie Hubert Luns dilahirkan pada tanggal 28 Agustus
1911 di Rotterdam. Setelah lulus sarjana hukum di Amsterdam dan
Leiden ia bekerja sebagai pegawai negeri di Kementerian Luar Negeri.
Tahun 1952 Luns diangkat sebagai menteri. Dan dalam kabinet ketiga
Perdana Menteri Willem Drees tahun 1956 ia dipercaya memimpin
Kementerian Luar Negeri sampai tahun 1971. Tidak seorang menteri
Belanda pun pernah menduduki jabatan menteri luar negeri selama dia.

Pria berbadan tinggi bersuara sengau ini adalah pendukung hubungan
baik Eropa Amerika Serikat. Tentu saja ia sangat kecewa ketika
Amerika mengabaikannya dalam masalah Papoea Nieuw-Guinea yang kita
kenal sebagai Irian Barat. Ia ingin supaya Papoea Nieuw-Guinea
menjadi wilayah otonom. Namun Amerika Serikat justru berkehendak
supaya Irian Barat digabungkan dengan Indonesia.

Tetapi Luns tetap optimis. Ketika pada tahun 1961 PBB menolak rencana
Luns untuk Irian Barat itu, kepada khalayak Belanda sang menteri luar
negeri menyatakan bahwa justru posisi Belanda makin kuat saja.

Luns: Dan ketika saya mendapati bahwa citra negeri kita dalam tiga
bulan ini sangat berubah, dan perubahan itu justru menguntungkan
Belanda, maka saya kembali mengulang alasan yang sudah saya kemukakan
di Amerika bahwa posisi Negeri Belanda setelah perdebatan PBB ini
makin kuat adanya.

Di tengah sikap keras kepala Joseph Luns soal Irian Barat ini,
Presiden John F. Kennedy mengutus adiknya Robert Kennedy yang juga
menjabat menteri kehakiman supaya datang ke Indonesia, membicarakan
masalah Irian. Sebelum kembali ke Amerika, Bob Kennedy sempat mampir
di ke Belanda untuk memperingatkan Luns. Dalam sebuah konferensi pers
Robert Kennedy menyatakan Belanda harus mengembalikan Irian Barat
kepada Indonesia. Namun Luns melempar kembali bolanya ke Amerika
Serikat.

Luns: Ia menyatakan warga Belanda menanggapi masalah ini secara
emosional. Ini juga berlaku bagi persoalan-persoalan lain. Saya yakin
Amerika menanggapi masalah Kuba juga secara emosional.

Hasan Noto Adikusomo, satu-satunya wartawan Indonesia yang bertugas
di Belanda waktu krisis Irian Barat dan mengenal baik menteri luar
negeri ini, berikut kesan wartawan kawakan ini tentang Joseph Luns:

Hasan Noto Adikusumo: Ya seperti bunglon. Hahaha. Ya terus terang
aja. Sebab yang nyata begini. Setelah itu masalah Irian Barat
diselesaikan, tidak lama kemudian beliau terbang ke Indonesia untuk
menjumpai presiden Soekarno dan berjabat tangan dengan beliau. Itu ya
memang boleh dikatakan diplomat betul, tapi ya permainannya itu
memang pinter betul, lihailah. Bukan pinter, lihai! Kalau saya ikuti
perdebatan Irian Barat itu di parlemen Belanda, ya saya sih sebagai
orang Indonesia ya tertawa saja dalam hati.

Ya itu, sesudah diserahkan kembali, maka beliau terbang ke Indonesia
dan berjabat tangan menemui presiden Soekarno. Pernah saya lihat foto
dalam surat kabar di sini itu, kemudian beliau berenang di kolam
renang di Indonesia, entah di mana itu.

Radio Nederland: Jadi pertanyaannya kan, apa artinya kalau begitu
dulu mempertahankan Irian Barat begitu mati-matian?

Hasan Noto Adikusumo: Ya, saya rasa itu soal prestise aja. Irian itu
kan dipisahkan pada waktu perundingan KMB, dengan maksud untuk
dibicarakan kemudian hari. Tapi kalau menurut berita-berita yang
tersiar pada waktu itu macam-macam alasannya. Menurut saya itu soal
prestise saja. Artinya mau mengganggu Indonesia, tidak perlu
diserahkan semua. Pendeknya menyulitkan Indonesialah. Dan mau
diapakan itu Irian Barat oleh Belanda?

Tahun 1971 Luns menjabat Sekretaris Jenderal NATO sampai 1984, dan
pindah ke Brussel. Banyak negara, terutama negara-negara Afrika
mengkritik pengangkatan Luns sebagai Sekjen NATO karena ia mendukung
kebijakan kolonial Portugal di Angola dan Mozambique. Namun juga di
negara asal sendiri Luns menghadapi banyak kritik, terutama dari
kalangan progresif.

Luns sangat senang bekerja untuk NATO, dan sedikit malu ketika
Belanda menentang penggunaan rudal jarak jauh. Luns menegaskan
tindakan tegas adalah satu-satunya langkah yang tepat untuk
mengendalikan Uni Sovyet. Karena itu ia ikut campur dalam diskusi di
Belanda mengenai rudal jarak jauh. Walau kabinet Belanda kemudian
menyatakan tidak menyepakati penggunaan rudal, namun Luns sudah muak
dengan Belanda. Setelah pensiun, Luns tetap tinggal di Brussel,
sampai meninggal Selasa lalu.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke