--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 18 Juli 2002 15:20 UTC ** KONTAK SENJATA ACEH BUNUH 12 NYAWA ** AHLI NUKLIR JADI PRESIDEN BARU INDIA ** BRITANIA TIDAK BERI SUAKA DUA REMAJA AFGANISTAN ** TOPIK GEMA WARTA: SELINGKUH POLITIK MEGA-SUTIYOSO BUNTUTNYA UANG JUGA ** TOPIK GEMA WARTA: MENGAPA BELANDA OGAH HENGKANG DARI IRIAN BARAT? * KONTAK SENJATA ACEH BUNUH 12 NYAWA Kontak senjata terbaru di Aceh menewaskan 12 korban jiwa. Menurut pihak TNI/Polri korban adalah anggota Gerakan Aceh Merdeka, GAM. Sementara pihak GAM sendiri menyatakan bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil. Delapan korban terbunuh akibat serangan TNI/Polri di Alum Jeumpa Aceh Barat. Bentrokan antara GAM dan TNI/Polri tahun ini saja sudah menewaskan 500 korban jiwa. * AHLI NUKLIR JADI PRESIDEN BARU INDIA Pensiunan pakar roket dan nuklir India, Avil Pakir Jainulabdeen Abdul Kalam terpilih sebagai presiden baru. Ia meraih 89% suara dan mengungguli satu-satunya saingan kuat, Lakshmi Sahgal. Kamis ini komisi pemilihan mengumumkan hasil pemungutan suara 5000 anggota dewan perwakilan. Di India, presiden hanyalah jabatan simbolik saja. Abdul Kalam, 71 tahun adalah pakar dibidang pelucuran roket dan berperan penting dalam perkembangan teknologi nuklir India. Ia dikenal sebagai lajang sejati yang bekerja siang malam. Ia hafal Al Qur'an maupun kitab suci Hindu, Bhagavadgita. * BRITANIA TIDAK BERI SUAKA DUA REMAJA AFGANISTAN Pemerintah Britania Raya tidak memberikan suaka politik pada dua remaja Afganistan yang bersembunyi di kantor konsulat di Melbourne Australia. Dua remaja pengungsi Afganistan berusia 12 dan 13 tahun itu kabur dari kam penampungan Woomera Australia. Kamis mereka minta suaka politik di konsulat Britania. Setelah menolak Britania menyerahkan kakak beradik itu ke pemerintah Australia yang pada gilirannya mengirimkan mereka ke kam pengungsi lain. Sementara ibu dan adik-adik mereka masih berada di kamp pengungsi Woomera. Menurut menteri kehakiman Australia, dua remaja itu bukan berasal dari Afganistan tetapi dari Pakistan. Insiden ini kembali memicu kritik terhadap kebijakan suaka Australia. Sekitar 1200 pencari suaka ditampung di satu dari enam kam pengungsi di gurun Australia yang dijaga ketat dan pengungsi diperlakukan buruk. * PENGADILAN TERHADAP OKNUM POLISI KULIT PUTIH AS PENGANIAYA REMAJA KULIT HITAM Oknum polisi kulit putih Amerika Serikat yang menganiaya tahanan remaja kulit hitam, pekan silam, menghadap pengadilan. Dalam rekaman video yang ditayangkan stasion-stasion televisi Amerika itu terlihat bagaimana agen Jeremy Morse menyarangkan pukulan telak ke muka remaja berusia 16 tahun itu. Ribuan orang turun ke jalan menanggapi tayangan video itu, mereka menuntut penyelidikan kasus ini. Amerika khawatir kasus ini akan memicu kembali kerusuhan seperti yang terjadi 11 tahun silam. Ketika itu orang kulit hitam Rodney King disiksa beberapa polisi kulit putih. Kerusuhan berdarah muncul setelah pengadilan membebaskan oknum-oknum itu dari tuduhan. Bentrokan antara demonstran dan polisi menewaskan puluhan orang. * SPANYOL TOLAK TAWARAN SEKJEN ANNAN MENENGAHI KONFLIK MAROKO Spanyol menolak mentah-mentah tawaran Sekjen PBB Kofi Annan untuk menengahi konflik dengan Maroko tentang pulau Perejil. Menteri Luar Negeri Spanyol, Ana de Palacio berdalih bahwa konflik tentang pulau batu yang kosong itu akan diselesaikan lewat jalan diplomatik dengan Maroko. Selanjutnya De Palacio menyatakan Spanyol bersedia menarik pasukan dari pulau itu, asalkan Maroko tidak lagi mendudukinya. Madrid mengirim pasukan ke pulau Perejil merebut kembali pulau itu Rabu kemarin dan mengusir tentara Maroko yang sudah seminggu di sana. Rabat marah berat menanggapi aksi militer Spanyol itu. Menteri Luar Negeri, Mohamad Benaissa menilai tindakan Spanyol itu sebagai pernyataan perang. Konflik ini juga memicu kecemasan kalangan internasional. NATO dan Uni Eropa memihak Spanyol sementara Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam, OKI mendukung Maroko. * DUA BULAN SEBELUM PEMILU, KANSELIR JERMAN SCHRODER MENGHADAPI MASALAH Dua bulan menjelang pemilu parlemen, Kanselir Jerman Gerhard Schroder menghadapi masalah besar. Schroder memanggil semua tokoh partai untuk membicarakan nasib Menteri Pertahanan, Rudolf Scharping yang kembali terjerat skandal. Menurut deputi sekjen partai, Gernot Erler, telah diputuskan untuk memecat Scharping dan menggantinya dengan Hans-Ulrich Klose. Scharping diduga menerima uang suap 70 ribu euro, ketika ia baru menjabat menteri pertahanan. Ketika itu ia diduga menerima uang dari biro humas sebagai upah karya tulis Scharping. Konon kesalahan Scharping, ia menghidari pajak untuk pendapatan ini. Menteri yang dikenal flamboyan ini juga sudah terjerat skandal. Ia diketahui berfoto-foto di Mallorca Spanyol bersama kekasih barunya. Scharping diyakini meminjamkan jet milik negara untuk membawa sang kekasihnya terbang keliling. Scharping selalu menyangkal tuduhan ini. * SEBELUM SERANGAN 11 SEPTEMBER INTEL AS DINILAI LEMAH Sebelum serangan 11 September, dinas intelijen AS punya banyak kekurangan. Demikian kesimpulan Pansus Kongres Amerika setelah menyelidiki kinerja Badan Intelijen CIA dan FBI. Menurut para peneliti dua badan intel ini terlalu pasif dan kurang aktif mengadakan penyusupan ke dalam jaringan Al Qaeda. Pansus ini juga menyatakan bahwa teknologi badan intelijen sudah ketinggalan jaman. Di samping itu pengetahuan bahasa asing tidak memadai, sehingga banyak informasi yang tidak tersadap. Selanjutnya FBI dan CIA dinilai kurang saling tukar menukar informasi penting. Komisi Kongres menganjurkan kerjasama lebih baik dalam memerangi terorisme. * AS AKAN BERITAHU SEKUTU BILA SERANG IRAK Pemerintah Amerika Serikat kepada semua negara-negara sekutunya berjanji akan memberi informasi bila melancarkan aksi terhadap Irak. Menurut Menteri Luar Negeri, Colin Powell penggulingan Saddam Hussein memiliki manfaat untuk keamanan global. Program senjata pemusnah massa Irak, menakutkan semua kalangan di seluruh dunia, demikian Colin Powell menambahkan. Menlu AS ini menanggapi pidato Presiden Irak, Saddam Hussein yang menekankan bahwa tak seorangpun bisa menggulingkannya dari kekuasaan. Selama ini Amerika Serikat memandang Irak sebagai bagian dari poros kemurkaan, yaitu negara-negara yang mendukung terorisme dan mengembangkan senjata pemusnah massa. * PEMBOMAN GANDA TEL AVIV BUNUH ENAM KORBAN Dua bom bunuh diri yang meledak serempak di Tel Aviv, pagi tadi menewaskan lima orang dan meluaki puluhan lain. Di antara korban tewas adalah dua pelaku yang meledakkan diri di halte bis di Tel Aviv. Milisia Islam Jihad diyakini bertanggungjawab atas aksi ini. Menanggapi serangan terbaru ini Israel kembali membatasi ruang gerak warga Palestina. Inilah aksi kekerasan Palestina ke dua dalam dua hari, setelah sebulan cukup tenang. Selasa silam delapan orang Israel tewas ketika bis mereka ditembaki di kawasan pendudukan Yahudi di Tepi Barat Sungai Yordan. Sementara itu sebuah ledakan bom di kam pengungsi Palestina, di Ramallah membunuh dua orang, salah satunya anak-anak. Tidak jelas apa penyebab ledakan itu. * SELINGKUH POLITIK MEGA-SUTIYOSO BUNTUTNYA UANG JUGA Dukungan Presiden Indonesia sekaligus juga ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri terhadap Sutiyoso untuk kembali mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta ternyata berlatar belakang permainan uang. Sutiyoso bersama tujuh jenderal lainnya diduga pernah memberikan sejumlah besar uang kepada DPP PDI Perjuangan dan Taufik Kiemas, suami Megawati, agar kasus pembantaian pendukung Megawati akibat tragedi 27 Juli 1996 tidak dilanjutkan. Berikut penuturan Agus Siswantoro, salah seorang yang diberi uang dengan syarat mencabut gugatan terhadap Sutiyoso dalam kasus pembantaian itu. Agus Siswantoro [AS] : Islah itu bagi kami dengan korban 27 Juli itu tidak pernah ada. Ternyata kami baru tahu bahwa islah itu terjadi di tataran pemimpin-pemimpin kami sendiri, misalnya antara Sutiyoso dengan DPP PDI P, bagi kami itu tidak kami anggap islah. Karena islah itu harus dengan korbannya. Kalau yang dilakukan Sutiyoso dengan pimpinan kami itu namanya bukan islah tapi perselingkuhan politik, persekongkolan, bahkan kami telah menuduh pemimpin-pemimpin kami yang menjual kasus 27 Juli ini sehingga tidak terungkap secara baik sampai sekarang ini. Memang draft pertama di saat kami dilobby atau diberi pengarahan oleh DPP PDI-P itu memang konsepnya islah tapi kami menolak. Kemudian konsep itu dirobah menjadi santunan biasa terhadap para korban 27 Juli. Tapi tiba-tiba beredar di tengah-tengah masyarakat bahwa seakan-akan kami telah islah menandatangani surat untuk mencabut gugatan terhadap Sutiyoso. Jadi di sini kami melihak DPP PDI-P telah menipu kami, telah memutarbalikkan fakta. Radio Nederland [RN] : Nah jadi waktu itu ada surat menawarkan islah dengan imbalan atau katakan dengan santunan, kalau tidak salah besarnya 10 sampai 20 juta rupiah, asalkan mencabut gugatan. Itu yang kasih siapa? AS : Itu dari Sutiyoso turun ke DPP, waktu itu lewat Sucipto, tapi kami menolak karena di situ Dadraft mencabut gugatan dan menyerahkan kasus itu kepada Megawati. Bahkan dituangkan dalam semacam kwitansi gitu yang isinya santunan terhadap kelompok 124. RN: Berapa jumlah santunan itu? AS : Jumlahnya 10 juta perorang. RN : Kenapa DPP PDI-P kok mau menerima semacam itu dari Sutiyoso? AS : Saya kira kunci dari masalah ini ada pada pimpinankami sendiri baik Megawati maupun DPP PDI Perjuangan. Yang jelas kami sudah dapat informasi dari Sutiyoso sendiri bahwa islah itu sudah dilakukan jauh hari di rumah Jendral Purnawirawan Faisal Tanjung. Di mana ada tujuh jendral yang hadir pada waktu itu. Lalu dari DPP PDI P yang datang adalah Sucipto sama Theo Syafe'i. RN : Mungkin anda dapetnya segitu tapi mungkin DPP jangan-jangan dapat uang lebih, dari Sutiyoso? AS : Ya..ya..kami yakin dapat lebih. Mereka tentunya jumlahnya bisa melebihi dari itu. Cuma mungkin dalam hal ini, dibutuhkan dalam bentuk sumbangan partai, dialihkan pada kas partai. Bahwa perselingkuhan politik antara PDI-P sama para jenderal itu, itu mendapatkan uang banyak, tapi itu untuk kepentingan partai. Yang dari para jenderal semuanya kami belum menemukan sumber. Tapi kalau dari Sutiyosonya sendiri, sumber kami dari bapak Meliono Suwondo, anggota DPR-RI, itu sekitar 160 miliar yang diserahkan Sutiyoso kepada suami RI-I. Kami ini sudah berkali-kali melakukan demonstrasi terhadap DPP PDI-P di antara lain untuk mengklarifikasi ini. Tapi DPP PDI-P sama sekali menghindar. Bahkan dua bulan kantor DPP PDI-P sudah tidak pernah dipakai rapat. Kalau rapat pindah ke rumah dinas Megawati maupun ke hotel-hotel berbintang. RN : Berarti dukungan Megawati kepada Sutiyoso ini punya dasar dari sejarah ini. Artinya memang ada dana masuk ke PDI-P dalam bentuk sumbangan partai, sehingga Megawati akhirnya harus mendukung Sutiyoso. Jadi seperti itu kira-kira? AS : Iya, iya. Menurut sumber kami bapak Tarmidi Sutarjo yang menghadap langsung dengan Megawati, Megawati pada waktu menyerahklan SK Haram itu dan mendukung Sutiyoso itu, sempat menangis. Tapi tangisan itu bagi kami tidak berarti kalau hanya diiringi dengan tangisan. Faktanya surat itu tetap dikeluarkan, sehingga kami melihat ada kekuatan besar di luar diri Megawati yang memaksakan kehendaknya. RN: Menurut Anda sendiri itu siapa? AS: Eee..itu kan rahasia umum, suami Megawati sendiri cukup berperan dalam golnya Sutiyoso ini menjadi calon gubernur yang sangat kontroversial. Kami bersama teman-teman dan sebagian tokoh-tokoh PDI-P siap untuk memberesi ataupun melawan. Jadi kami akan melakukan perlawanan dari dalam. Sementara itu pemikir PDI-Perjuangan, Cornelius Lay tetap melihat dukungan Megawati ke Sutiyoso lebih karena pendidikan politik. Mega ingin mengajari agar politik jangan berdasar dendam. Cornelius Lay : Saya kira lebih kepada upaya untuk memberikan didikan politik kepada rata-rata bangsa Indonesia. Bahwa kita tidak bisa terus menerus mengulangi sejarah bangsa di atas rasa dendam dan yang lain. Agak sulit memang untuk dimengerti, tetapi itu yang saya tangkap dalam apa yang kita lakukan. * MENGAPA BELANDA OGAH HENGKANG DARI IRIAN BARAT? INTRO: Joseph Luns, mantan menteri luar negeri Belanda dan mantan sekjen Nato yang Selasa lalu tutup usia, adalah juga tokoh yang dikenal oleh banyak kalangan di Indonesia, paling sedikit pada tahun 1950an, sampai 1960an. Maklum Luns sangat anti kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi. Salah satu tokoh yang masih mengenal Luns adalah Hasan Noto Adikusumo, wartawan Indonesia yang bekerja untuk kantor berita Antara. Berikut kenangannya. Setelah hubungan diplomatik Republik Indonesia dengan Kerajaan Belanda putus, pada tahun 1960 akibat masalah Irian Barat, Hasan Noto Adikusumo merupakan satu-satunya wartawan Indonesia yang masih boleh bertugas di Negeri Belanda. Mengenang kembali almarhum mantan Menteri Luar Negeri Belanda Joseph Luns, menurut Hasan Noto Adikusumo, alasan Luns mempertahankan Irian Barat hanya dibuat-buat saja, sebenarnya lebih merupakan gengsi pribadi. Alasannya itu diputar balik oleh Menteri Luns. Akhirnya alasan beliau itu dianut saja, diterima saja oleh seluruh anggota politik pemerintah Belanda. Ternyata alasannya itu sama sekali tidak kuat. Sebab beliau itu mengambil alasan katanya ada perjanjian dengan menteri luar negeri Amerika Dulles..yang pada waktu itu sudah lama meninggal dunia. Akhirnya itu hanya perjanjian lisan saja. Setelah semua itu diputuskan, dikembalikan kepada Indonesia maka macam-macam tulisan yang menjelaskan bahwa alasan resmi sama sekali tidak keruan. Itu permainan Luns saja yang diterima oleh yang lain. Saya rasa itu sebagai prestise Belanda saja. Yang akhirnya mematahkan pendirian mati-matian Luns untuk mempertahankan Irian Barat, adalah Menteri Kehakiman Amerika Serikat Robert Kennedy, adik Presiden John F. Kennedy. Tokoh yang juga dikenal sebagai Bobby Kennedy ini adalah orang pertama yang mengumumkan bahwa Irian Barat harus dikembalikan kepada Indonesia. Dan itu diumumkannya di Negeri Belanda, ketika Bobby Kennedy sedang dalam perjalanan pulang ke Amerika setelah berkunjung ke Indonesia. Luns, yang dikenal atlantikus, pendukung hubungan baik dengan Amerika, bisa jadi merasa dikhianati oleh sahabat baiknya. Hasan Noto Adikusuma [HNA]:Tapi akhirnya yang menyelesaikan itu adiknya almarhum Presiden Kennedy, Bobby Kennedy, yang saat itu menjabat sebagai menteri kehakiman. Beliau kemudian pergi ke Indonesia. Sesudah mengunjungi Indonesia langsung pergi ke Negeri Belanda. Di gedung Kedutaan Besar Amerika di Den Haag beliau mengumumkan bahwa pemerintah Belanda harus mengembalikan Irian Barat kepada Indonesia. Radio Nederland [RN]: Jadi masalah Irian Barat ini nampaknya menjadi semacam masalah gengsi pribadinya Joseph Luns, ya Pak? HNA: O, iya. Akhirnya memang konyol. RN: Kalau saya boleh kembali ke soal Bobby Kennedy tadi. Sebenarnya Luns ini kan dekat sekali dengan Bobby Kennedy, tetapi ketika Bobby Kennedy menyatakan bahwa Irian Barat harus kembali ke Indonesia, saya bisa membayangkan bahwa Luns itu dihkianati sendiri oleh Bobby Kennedy. HNA : Iya. Hubungan langsung dengan Bobby Kennedy saya tidak tahu, tapi memang Luns itu orangnya lihai sekali. Mungkin dia sering ke Amerika, sering berjumpa dengan Presiden Kennedy. Presiden Kennedy sendiri yang mengutus adiknya itu untuk ke Indonesia dan kemudian ke Nederland untuk menjelaskan bahwa Negeri Belanda harus mengembalikan Irian Barat kepada Indonesia. Hasan Noto Adikusumo juga pernah mewawancarai menlu Joseph Luns setelah Irian Barat dikembalikan kepada Indonesia. Ketika itu hubungan Jakarta-Den Haag boleh dikatakan masih sangat hijau dan rapuh. Setelah wawancara juru bicara Deplu Belanda, meminta untuk membaca dulu teks yang dibuat sebelum diterbitkan, dengan alasan agar tidak membahayakan hubungan diplomatik yang baru dipulihkan kembali. HNA: Saya mewawancarai beliau di gedung kementerian, di kantornya di Den Haag. Sesudah itu beliau senang, tapi cuma salah satu syarat yang diminta oleh kepala bagian penerangan supaya boleh membaca berita yang akan saya kirim ke Indonesia. Saya katakan saya menulis berita saya dalam Bahasa Indonesia, tapi kepala bagian penerangan mengatakan ya Menteri Luns itu sangat ingin membaca lebih dulu, tapi saya bilang saya tulis dalam bahasa Indonesia. Ya diterjemahkan, katanya, sekretaris saya nanti membantu mengetiknya dan sebagainya. Ya terpaksa saya menyalin dalam Bahasa Belanda dulu dan diserahkan untuk dibacakan kepada menteri. Maksud menteri Luns itu karena pemulihan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belanda. Ini semacam suatu tanaman yang masih muda dna lunak sekali katanya. Jadi supaya jangan tersiar kata-kata yang bisa merusak, katanya. Hanya satu perkataan yang diminta menteri supaya dirubah. Tapi saya lupa apa. Demikian Hasan Noto Adikusumo, mantan wartawan kantor Berita Antara mengenang mantan menteri luar negeri Belanda Joseph Luns yang Selasa lalu tutup usia. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
