--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 22 Juli 2002 17:20 UTC ** INDONESIA SAMBUT GEMBIRA PUTUSAN KONGRES AMERIKA ** KABINET BARU BELANDA RESMI DIAMBIL SUMPAHNYA ** FILIPINA NYATAKAN PERANG TERHADAP, KEMISKINAN, KEJAHATAN DAN KORUPSI ** TOPIK GEMA WARTA: APA DIBALIK PERPANJANGAN MASA TAHANAN JAFAR UMAR THALIB? ** TOPIK GEMA WARTA: PENGUNGSI TIMTIM TETAP MENDERITA * INDONESIA SAMBUT GEMBIRA PUTUSAN KONGRES AMERIKA Pemerintah Indonesia menyambut gembira keputusan Kongres Amerika Serikat, Senin ini untuk melanjutkan bantuan militer kepada Indonesia. Kamis lalu Komisi Senat Amerika menyetujui pemberian dana sebesar 400.000 dolar untuk melanjutkan latihan militer di bawah pimpinan Amerika. Apabila usulan tersebut diterima seluruh anggota Kongres, maka berarti Washington juga akan mencabut larangan penjualan senjata dan bantuan militer lainnya kepada Indonesia. Banyak pakar politik dan militer di dalam dan luar negeri mencemaskan dampak persetujuan Kongres AS ini. Menurut mereka dapat mempersulit pengawasan terhadap para anggota TNI. * KABINET BARU BELANDA RESMI DIAMBIL SUMPAHNYA Setelah periode formasi selama dua bulan, akhirnya kabinet baru Belanda pimpinan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende resmi diumumkan. Seluruh anggota pemerintah baru koalisi kanan-tengah ini diterima dan diambil sumpahnya oleh Ratu Belanda Beatrix Senin malam ini di Istana Huis Ten Bosch di Den Haag. Langsung setelah itu disusul pengambilan foto resmi yang selalu menjadi tradisi di tangga depan istana. Senin malam ini juga akan diserahkan surat-surat resmi dari tiap departemen kepada para menteri baru. Dengan ini kekuasaan pemerintah resmi diserahkan dari tangan kabinet lama. Perdana Menteri Balkenende tidak lama setelah peresmian menyatakan, kabinet pimpinannya akan menghadapi periode sulit karena situasi ekonomi yang memburuk. Hal yang sama juga dilontarkan mantan Perdana Menteri Wim Kok sewaktu di depan televisi. Kok menambahkan, ketidakstabilan salah satu partai koalisi LPF akan membahayakan kabinet baru. Ketiga partai koalisi pemerintah punya 93 dari 150 kursi di Majelis Rendah Belanda. * BELANDA DILANDA GEMPA BUMI BERKEKUATAN LEMAH Di Belanda Senin pagi ini dirasakan guncangan gempa bumi berkekuatan lemah. Gempa tersebut berkekuatan 4,9 pada skala Richter. Getaran juga dirasakan di Belgia dan Jerman. Tidak diberitakan korban yang cedera dan hampir tidak ada kerusakan. Tetapi banyak orang berlarian ke jalan karena kaget. Pusat gempa terletak di timur kota Heerlen, tidak jauh dari perbatasan Jerman. Selain itu juga dirasakan sejumlah gempa susulan. Gempa bumi bukanlah sesuatu yang janggal di Belanda Selatan. Menurut para pakar seismologi gempa tersebut cukup kuat untuk ukuran Belanda. Gempa terberat dirasakan 10 tahun lalu di kota Roermond, dan berkekuatan 5,8 pada skala Richter. * FILIPINA NYATAKAN PERANG TERHADAP KEMISKINAN, KEJAHATAN DAN KORUPSI Presiden Filipina Gloria Arroyo memberlakukan aturan baru untuk memberantas kemiskinan, kejahatan dan korupsi. Demikian dinyatakan sewaktu pidato tahunan di depan parlemen. Menurut Arroyo polisi Filipina akan melakukan semacam perang permanen melawan pelaku kriminal, teroris dan pedagang narkoba. Dalam setengah tahun terakhir pasukan Filipina mengikuti latihan-latihan anti teroris dari sekitar 1000 pasukan Amerika Serikat. Latihan ini terutama dipusatkan pada gerakan teror Islam Abu Sayyaf, yang dulu berhubungan dengan Usamah bin Laden. Presiden Arroyo menerima banyak kecaman karena memutuskan untuk mengijinkan pasukan Amerika masuk ke wilayah daratan Filipina. Sewaktu pidatonya di depan parlemen, pecah kerusuhan antara ribuan demonstran dan polisi. Para demonstran menamakan Arroyo boneka Amerika dan menuntutnya untuk mengundurkan diri. * ISRAEL BELUM PUTUSKAN RENCANA DEPORTASI PALESTINA Enam belas warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat Sungai Yordan, dan diancam akan dideportasi oleh Israel, akhirnya membatalkan rencana untuk mengajukan perkara ke pengadilan. Sebagai gantinya mereka mendapat jaminan dari pemerintah Israel bahwa mereka boleh mengajukan naik banding menentang keputusan tersebut. Rencana untuk mendeportasi anggota keluarga para pelaku aksi-aksi kekerasan Palestina dari Jalur Gaza mendapat kecaman keras dari masyarakat internasional. Gerakan militan Palestina Brigade Partir Al-Aqsa mengancam akan melakukan rangkaian aksi pembalasan. Gerakan ini menyatakan akan membunuh anggota keluarga pejabat-pejabat tinggi Israel apabila ada warga Palestina yang dideportasi. Selanjutnya Israel bersedia untuk membayar sisa penghasilan pajak yang belum diberikan kepada pemerintah Palestina. Jumlah tersebut sekitar 42 juta dolar, atau 10 persen dari pajak pendapatan Palestina yang sejak aksi intifadah dibekukan oleh Israel. Pemerintah Perdana Menteri Ariel Sharon menuntut agar washington mengawasi dana tersebut agar tidak digunakan untuk membiayai kegiatan teroris. * MANTAN PRESIDEN ZORAN LILIC MENOLAK BERSAKSI DI DEPAN TRIBUNAL Mantan Presiden Yugoslavia Zoran Lilic menolak untuk memberikan kesaksian dalam sidang mantan Presiden Slobodan Milosevic. Di depan Tribunal Yugoslavia di Den Haag, Lilic menyatakan terlebih dulu ingin jaminan agar pernyataannya tidak akan digunakan dalam sidang-sidang selanjutnya. Mantan presiden ini menyatakan terikat pada kewajiban untuk menutup mulut dan tidak menceritakan kasus-kasus negara dan militer yang peka atau rahasia. Baru apabila pemerintah Yugoslavia mencabut kewajibannya ini maka ia akan memberikan kesaksian dalam sidang Milosevic. Pemerintah Beograd memang memberikan ijin minggu lalu, tetapi tidak hitam di atas putih. Lilic selalu merasa semasa pemerintahan ia hanya punya fungsi seremoni, karena mantan Presiden Serbia Slobodan Milosevic lebih berkuasa di Republik Yugoslavia. * MENLU SPANYOL BERTEMU DENGAN MENLU MAROKO Menteri Luar negeri Spanyol Ana Palacio tiba di ibukota Maroko Rabat untuk berunding dengan rekannya Menlu Mohammed Benaissa. Keduanya akan membicarakan hubungan kedua negara setelah perebutan pulau karang Perejil. Konflik ini akhirnya dapat diselesaikan setelah campur tangan Amerika Serikat. Spanyol menarik mundur pasukannya dari Perejil, dan Maroko berjanji tidak akan menuntut pulau tersebut lagi. Dengan ini situasi sebelum 11 Juli berhasil dipulihkan. Pada hari itu Maroko menduduki pulau karang yang letaknya kurang 200 meter dari pantai Maroko. Pemerintah Rabat, yang menamai pulau ini Laila, ingin menggunakannya sebagai pangkalan dalam pemberantasan imigran gelap dan perdagangan narkoba. * WORLDCOM MINTA PENUNDAAN PEMBAYARAN Konglomerati telekomunikasi Amerika Serikat WorldCom mengajukan permintaan penundaan pembayaran untuk dapat menjalankan reorganisasi. Bulan lalu bocor berita ke media bahwa WorldCom sengaja menambah secar fiktif penghasilan mereka dalam pembukuan sebanyak 4 milyard dolar. Hanya lewat organisasi seharga 2 milyard dolar dapat menolong perusahaan tersebut dari kebangkrutan. Apabila WorldCom pailit, maka ini adalah yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, jauh lebih besar dari perusahaan enerji Enron, yang juga bangkrut awal tahun ini akibat skandal pembukuan. WorldCom punya 85.000 pekerja di 65 negara. * KERUSUHAN TERBERAT DI BELFAST Dalam rangkaian aksi kekerasanbaru di ibukota Irlandia Utara Belfast, Ahad tengah malam kemarin, seorang warga Katholik berusia 20 tahun ditembak mati. Sementara dalam kerusuhan antara warga Katholik dan Protestan, seorang warga Protestan cedera akibat tembakan. Menurut polisi ini adalah rangkaian kerusuhan terparah dalam beberapa bulan terakhir di Belfast. Perdana Menteri Inggris Tony Blair minggu ini juga akan mengeluarkan pernyataan yang bertujuan melanjutkan kembali proses perdamaian di Irlandia Utara. * APA DIBALIK PERPANJANGAN MASA TAHANAN JAFAR UMAR THALIB? Pengadilan Negeri Ambon memutuskan untuk memenangkan praperadilan pemimpin Laskar Jihad, Ja'far Umar Thalib. Ini artinya Thalib harus segera dibebaskan. Namun kenyataannya sosok yang diduga sebagai kaki tangan jaringan teroris Al-Qaeda ini tetap ditahan. Apakah ada kepentingan politik di balik perpanjangan masa tahanan itu? Mungkinkah Amerika Serikat berperan? Berikut tanggapan Habib Rizieq pemimpin Front Pembela Islam. Habib Rizieq [HR]: "Kemudian yang aneh bin ajaibnya itu pihak Kejaksaan Tinggi Ambon menyatakan bahwa putusan Pengadilan Negeri Ambon itu hanya menyatakan cacat hukum. Sedangkan di dalam KUHP tidak ada istilah cacat hukum, yang ada istilah tidak sah. Jadi mereka berkelit kalau di putusan itu ditulis tidak sah, kami bebaskan ustadz Ja'far. Tapi karena ditulis cacat hukum, kami masih punya hak untuk memperpanjang. Nah, ini kan bersilat lidah. Tapi pada akhirnya tadi di dalam dialog dan diskusi kita di Mabes Polri ternyata tidak menghasilkan solusi." "Akhirnya kita putuskan kita akan tetap mengupayakan dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk membatalkan perpanjangan tersebut. Kalau itu kita dapatkan hari ini insya Allah hari ini Ja'far Umar Thalib sudah bebas. Yang jelas, andaikata pihak Kejaksaan tetap keras kepala ingin memperpanjang penahanan ustadz Ja'far Umar Thalib maka kami melihat ini perbuatan melanggar hukum. Bahkan kami bisa katakan ini merupakan penyekapan dan penculikan terhadap ustadz Ja'far Umar Thalib selaku warga negara Republik Indonesia, yang dinyatakan merdeka, tidak bersalah oleh Pengadilan Negeri Ambon." Radio Nederland [RN]: "Apakah Anda menduga bahwa ini ada kepentingan tertentu di balik segala ketidakjelasan ini?" HR: "Ya. Jadi hal ini sudah saya sampaikan langsung kepada bapak Wakil Presiden, Hamzah Haz. Jadi kami sampaikan juga, kalau begini cara permainan hukum jangan salahkan masyarakat, nanti masyarakat curiga kalau di sana ada kepentingan-kepentingan, ada pesan-pesan tertentu. Tapi Pak Hamzah Haz mengatakan bahwa dia berani menjamin bahwa pemerintah tidak akan melakukan intervensi dalam persoalan itu. Bahkan Pak Hamzah Haz juga berpesan kepada aparat penegak hukum untuk bersikap obyektif." RN: "Apakah mungkin ada tekanan dari Amerika Serikat untuk tetap menahan Pak Ja'far Umar Thalib ini?" HR: "Ya andaikata ustadz Ja'far Umar Thalib tetap tidak dikeluarkan dengan berbagai macam alasan yang direkayasa dan dibuat-buat oleh Kejaksaan, saya yakin bahwa tekanan-tekanan itu memang masih ada. Jadi walaupun mereka-mereka yang berkepentingan dalam hal ini menolak dan tidak mengakui kalau ada tekanan dari pihak asing, kami tetap tidak akan percaya karena kalau memang tidak ada tekanan dari pihak asing, untuk apa lagi mereka memperpanjang penahanan ustadz Ja'far Umar Thalib. Walaupun pihak penegak hukum teriak tidak ada tekanan, omong kosong." "Kalau tidak ada tekanan, bebasakan dong! Bahwa penahanan ustadz Ja'far Umar Thalib, begitu juga penahanan terhadap Agus Dwikarna di Filipina, kemudian yang terakhir ada isu tentang Siregar yang terlibat konflik Poso katanya, kemudian yang terakhir ada seorang warga Yordania yang berkunjung ke Indonesia kemudian datang ke Amerika dengan membawa 12 juta dolar uang palsu dan seterusnya dan seterusnya, saya melihat ini semua merupakan grand strategy yang dimainkan oleh Amerika Serikat dalam rangka mencari dukungan internasional agar mereka mendapat restu untuk melakukan invasi ke Indonesia. * PENGUNGSI TIMTIM TETAP MENDERITA Senin kemarin 1000 orang pengungsi Timor Timur kembali ke tanah airnya. Di antara mereka terdapat puluhan bekas TNI dan pegawai negeri sipil. Mario Vieira, dari UNTAS sebuah organisasi pro integrasi Indonesia di Atambua, NTT, melihat para pengungsi tidak akan kesulitan untuk berekonsiliasi. Ia justru menyorot kesulitan ekonomi akan menjadi masalah utama para pengungsi. Selain itu bantuan internasional yang hingga sekarang belum dirasakan pengungsi juga dipertanyakan. Lebih lanjut, berikut Mario Vieira: Mario Vieira [MV]: Ya tentunya kendala psikologis masih ada terbenam di benak masing-masing karena begitu konflik Pasca Jajak Pendapat atau menjelang Jajak Pendapat masih melekat rasa was-was dan ketakutan. Tetapi saya kira sudah sangat lain dengan kepulangan pengungsi sekitar tahun 2000/2001. Mungkin sekarang lebih baik dan karena sudah ada interaksi antara mereka. Saling berkunjung, dan mereka di TimTim juga sering berkunjung ke sana, dan saya rasa itu ebbannya lebih ringan daripada tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian kita melihat bahwa situasi ekonomi di TimTim, negara baru ini saya kira menjadi beban yang agak berat, karena rakyat biasa mungkin bisa mengolah tanah dengan baik. Tetapi faktor-faktor lain seperti ekonomi, masalah pendapatan, mereka juga harus siap untuk melihat bagaimana perekonomian TimTim yang baru. merdeka ini, masih menjadi beban buat mereka saya kira. Di Indonesia mau Timor Timur. Maksud saya bahwa dalam kamp-kamp pengungsian ada bagi rakyat biasa, yang tinggal di Timor Barat, yang tinggal di kamp dan tidak punya lahan, apalagi bantuan lauk-pauk sudah dihentikan tanggal 31 Agustus yang lalu. Itu menjadi suatu beban yang juga berat, sehingga terpaksa mereka meninggalkan kamp dan pulang ke TimTim. Namun sampai di sana juga dalam waktu masa transisi ini, pulang dalam musim kekeringan yang panjang dan lain sebagainya, itu menjadi beban mereka juga di sana. Bahwa mereka pulang juga belum tentu dapat mengolah tanah karena musim kering yang berkepanjangan. Di Pulau Timor hampir sama, baik di Timor Barat maupun Timor Timur. Dan harapan saya kalau memang pemerintahan di TimTim sana tidak membantu mereka dalam cara darurat, dasar mereka pulang ini mungkin menjadi beban yang sangat berat. Sama dengan Timor Barat. Ini agak dilematis. Pilihan yang sangat dilematis. Mereka yang tinggal di sini pun tidak bisa berbuat apa-apa tetapi pulang pun belum bisa mengolah tanah dan sawah karena musim kering. Ini yang menjadi pilihan-pilihan yang cukup sulit. Tetapi harapan saya, ya, bahwa masih ada keluarga yang bisa membantu mereka. Tapi juga demikian, keluarga mereka yang di TimTim pun, saya kira mendapat kesulitan ekonomi pada saat jangka pendek ini. Radio Nederland [RN]: Kemudian bagaimana dengan bantuan internasional terhadap para pengungsi? Apakah itu kurang, sehingga memang para pengungsi ini kalau kembali juga tetap punya masalah? Kan ini programnya PBB juga untuk merekabisa kembali ke tanah air mereka? MV: Ya memang benar. Tapi kan program PBB yang sekarang ini mereka pulang sampai di sana hanya diantar ke tempat masing-masing dan cuma diberikan beberapa kilogram beras. Tapi kita lihat apakah itu cukup untuk beberapa bulan sebelum mereka mengolah tanah mereka atau sawah ladang mereka? Dan PBB pun sangat terbatas. Ini yang kita lihat. Saya baca di koran di Suara Timor Lorosae juga baca di Timor Pos, di bebarapa majalah di TimTim, saya selalu monitor terus. Bahwa memang dalam transisi ini beban cukup berat dan kita lihat bahwa dengan bantuan beras dihentikan Desember tahun lalu pun sudah ada beberapa orang yang mati kelaparan dan anak-anak malnutrisi. RN: Yah nampaknya ini bukan main sekali penderitaan para pengungsi. nah lalu bagaimana jalan keluarnya dalam pemikiran anda Bung Mario? MV: Saya kira dengan terbentuknya negara baru di sana, tentunya pemerintah Timor Lorosae yang selama ini masa kampanye, masa jajak pendapat mengatakan bagi TimTim bantuan internasional itu akan sangat gampang dan kehidupan ke depan jauh lebih bagus, yah tentunya itu harus dipertanggungjawabkan oleh para pemimpin yang pernah menjanjikan bahwa kehidupan lebih baik akan terjadi apabila berpisah dengan Indonesia. Makanya saya melihat bahwa dulu menjelang kemerdekaan semua NGO dan dari beberapa negara Barat mengatakan bahwa sudah terkumpul sekian ratus juta dolar untuk membawa TimTim ke depan, tapi sampai saat ini belum dicairkan itu untuk pembangunan TimTim baik infra struktur maupun sektor-sektor lain. RN: Jadi artinya nasib pengungsi TimTim ini, baik di Indonesia maupun di Timor Timur, nasibnya tidak akan lebih baik. Sama saja artinya begitu Bung Mario? MV: Saya melihat memang sangat dilematis. Baik itu di Timor Barat maupun TimTim. Kita belum bisa menentu. Hanya baru bisa dinikmati orang-orang yang kemampuan baik dan kerja di lembaga internasional. Mungkin hidupnya lebih bagus daripada pengungsi biasa. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
