---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 23 Juli 2002 16:10 UTC



** TENTARA TIMOR LESTE GANTIKAN PASUKAN PERDAMAIAN PBB

** PERDANA MENTERI TURKI SEPAKATI PEMILIHAN DIPERCEPAT

** SERANGAN RUDAL ISRAEL TEWASKAN 15 WARGA PALESTINA

** TOPIK GEMA WARTA: KONSPIRASI PDI-PERJUANGAN DAN GOLKAR MENGGESER
AMIEN RAIS

** TOPIK GEMA WARTA: RAKYAT ACEH TETAP TOLAK DARURAT MILITER



* TENTARA TIMOR LESTE GANTIKAN PASUKAN PERDAMAIAN PBB

Tentara nasional Timor Leste mulai menggantikan pasukan perdamaian
PBB. Diharapkan dalam 20 bulan mendatang semua prajurit PBB yang
mencapai 6000 orang akan digantikan oleh tentara nasional Timor
Leste, yang terdiri dari 650 prajurit. Mayoritas prajurit itu
merupakan bekas pejuang kemerdekaan. Tentara Timor Leste diharapkan
akhirnya terdiri dari 1500 prajurit. Bekas jajahan Portugal ini
meraih kemerdekaan Mei lalu, setelah dikuasai Indonesia selama 24
tahun serta dipimpin pemerintah transisi PBB selama tiga tahun.


* PERDANA MENTERI TURKI SEPAKATI PEMILIHAN DIPERCEPAT

Perdana Menteri Turki Bulent Ecevit nampaknya menyepakati pemilihan
dipercepat. Sebelumnya ia telah menyetujui pemilihan dipercepat,
namun kemudian menarik keputusannya itu. Kini ia menyepakati usulan
tersebut akibat desakan kaum nasionalis dalam koalisi pemerintah.
Beberapa menteri mengancam mundur dari pemerintah apabila tidak
dilangsungkan pemilihan umum sebelum November mendatang. Kondisi
kesehatan Ecevit sangat buruk sehingga ia tidak bisa memimpin
kabinetnya. Dalam sebuah pernyataan pers Ecevit memberitahukan tidak
akan meletakkan jabatan. Belakangan ini lebih dari 60 anggota
parlemen dan menteri Turki mundur dari partai pemerintah sayap kiri
Ecevit karena berpendapat sang Perdana Menteri tidak bisa menjalankan
jabatannya dengan baik.


* SERANGAN RUDAL ISRAEL TEWASKAN 15 WARGA PALESTINA

Dunia internasional mengecam keras serangan rudal Israel terhadap
kota Gaza. Serangan rudal dipastikan menewaskan 15 warga Palestina.
Di antara korban tewas adalah Salah Shehada, pemimpin gerakan
bersenjata Palestina Hamas, dan enam anak-anak serta dua bayi. 150
Orang lainnya cedera. Sebuah jet tempur Israel jenis F-16 menembaki
kediaman pemimpin Hamas dengan roket. Juga rumah-rumah di sekitarnya
serta gedung tempat penyimpanan roket menjadi sasaran serangan udara.
Perdana Menteri Israel Ariel Sharon serta Menteri Pertahanan Ben
Eliezer menyetujui pembunuhan terhadap Shehada. Sekretaris Jenderal
PBB Kofi Annan dan Koordinator Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana
mengkritik aksi militer Israel ini. Juga dari Israel sendiri muncul
kritik. Pemimpin oposisi Yossi Sarid menyatakan serangan terjadi pada
waktu yang tidak tepat, karena hari-hari belakangan situasi antara
Israel dengan Palestina sedikit tenang. Setelah aksi militer Israel,
terjadi pertikaian di Jalur Gaza. Warga Palestina menembaki pemukiman
Yahudi dengan mortir. Dua warga Palestina yang memasuki wilayah
Israel dibunuh oleh tentara. Sementara itu organisasi ekstremis
Palestina menyatakan mengambil tindakan balasan terhadap aksi Israel
ini.


* PAUS BERKUNJUNG KE KANADA, GUATEMALA DAN MEKSIKO

Paus Joannes Paulus II mengadakan kunjungan 11 hari ke Kanada,
Guatemala dan Meksiko. Sri Paus yang berusia 82 tahun, bertolak ke
Toronto, Kanada untuk menghadiri hari pemuda Dunia, sebuah acara
gereja Katolik yang diadakan dua tahun sekali dan akan berakhir Ahad
mendatang. Diperkirakan sekitar 200 ribu pemuda-pemudi dari seluruh
dunia menghadiri acara ini. Setelah Kanada, Sri Paus akan bertolak ke
Guatemala dan Meksiko. Kunjungan ke Meksiko terutama untuk masyarakat
asli Indian. Sri Paus tidak akan sering muncul di hadapan umum selama
perjalanan 22 ribu kilometer itu, karena kondisi kesehatannya yang
semakin buruk.


* PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT BERIKAN DANA 750 DOLAR UNTUK WORLDCOM

Hakim Amerika Serikat memberikan suntikan dana sebesar 750 juta dolar
kepada konglomerat telekomunikasi Worldcom. Dengan dana tersebut
Worldcom harus berupaya supaya saluran telefon sekitar 20 juta orang
tetap bisa digunakan. Sisa dananya, yaitu dua milyar dolar akan
diberikan setelah itu. Worlcom mengajukan permintaan penundaan
perlunasan piutang guna mengadakan reorganisasi. Keseluruhan utang
Worldcom mencapai sekitar 41 milyar dolar.


* GUBERNUR KALIFORNIA BERLAKUKAN UNDANG-UNDANG LINGKUNGAN BARU

Gubernur negara bagian Amerika Serikat, Kalifornia menandatangani
sebuah undang-undang baru yang membatasi pancaran gas mobil. Ini
untuk pertama kalinya Amerika Serikat membatasi emisi gas rumah kaca.
Peraturan ketat ini berlaku bagi mobil yang dijual setelah tahun
2009. Undang-Undang Lingkungan ini berdampak negatif bagi seluruh
sektor otomotif Amerika Serikat, karena para produsen tidak bisa
memproduksi hanya untuk pasar Kalifornia saja. Karena itu sektor
otomotif Amerika akan menentang undang-undang tersebut. Amerika
Serikat adalah pencemar lingkungan paling besar di dunia, namun
Presiden Amerika George W. Bush menolak menyepakati kesepakatan
internasional yang membatasi emisi gas rumah kaca.


* ROWAN WILLIAMS USKUP AGUNG BARU CANTERBURRY
Pemerintah Inggris mengangkat Rowan Williams sebagai Uskup Agung baru
Gereja Anglikan. Uskup Agung Canterbury yang berusia 52 tahun ini
dikenal sebagai seorang intelektual dengan pendapat liberal. Ia
menyatakan tidak keberatan apabila perempuan menjadi uskup. Williams
yang menggantikan George Carey, kini masih Uskup Agung Wales.
Williams adalah Uskup Agung Canterbury pertama yang tidak berasal
dari Inggris.


* KONSPIRASI PDI-PERJUANGAN DAN GOLKAR MENGGESER AMIEN RAIS


Gus Dur kembali bersuara. Kali ini mantan presiden Indonesia tersebut
menuding PDI-Perjuangan bersama Golkar akan mencoba menggeser Amien
Rais dari kursi ketua MPR. Berikut pendapat A.M. Fatwa, wakil ketua
DPR dari fraksi Reformasi, asal partainya Amien Rais, mengenai
tudingan Gus Dur.


A.M. Fatwa [AMF]: Saya yakin Golkar tidak sejauh itu. Karena itu
konsekuensinya juga cukup serius, cukup luas, cukup jauh kalau sampai
ada yang sungguh-sungguh mengusulkan ini secara serius. Jadi saya
yakin itu hanya rumor-rumor saja. Karena itu resikonya cukup serius
kalau itu sampai terjadi. Kan, tempo hari Amien Rais dipilih melalui
Sidang Umum MPR dan apa sekarang ini kesalahan Amien Rais untuk harus
dijatuhkan? Kan orang harus punya salah.

Kalau sekedar langkah-langkah politik dari partainya atau fraksinya
ya itu agak aneh kalau Amien Raisnya yang harus dihukum. Sebenarnya
kalau Gus Dur itu melontarkan isu-isu itu sebenarnya tidak selalu
harus ditanggapi secara serius. Kadang-kadang itu lontaran sepintas
dalam pikirannya.


Demikian A.M. Fatwa, wakil ketua DPR dari fraksi Reformasi.
Sementara itu Andi Yusran, pengamat politik dari Universitas Riau
melihat konspirasi menjatuhkan Amien Rais itu muncul karena
PDI-Perjuangan bersama Golkar punya kepentingan dan tujuan yang sama.


Andi Yusran [AY]: Saya melihat memang koalisi yang terjadi sekarang
ini karena ada persamaan kepentingan untuk jangka waktu pendek.
Persamaan kepentingan itu pertama posisi Mega yang sedang digoyang
berkaitan dengan kasus Banpresgate itu, kemudian yang kedua kasus
Akbar Tanjung yang juga mengalami goyangan melalui kasus Buloggate.
Saya kira dua-duanya butuh saling penyelamatan. Koalisi itu yang saya
kira sedang mereka manfaatkan. Kemudian yang kedua saya pikir koalisi
ini bisa berlanjut menjelang pemilu 2004 mendatang.

Bisa saja ada deal di antara mereka untuk mengamankan posisi
masing-masing merebut posisi RI-I dan RI-II untuk pemilu 2004
mendatang. Berhubung juga saat ini Amien Rais memang mulai dijagokan
untuk maju ke pemilihan presiden pada pemilu mendatang. Yang perlu
dicatat juga, kami dari daerah, Amien Rais punya dukungan yang cukup
baik di tingkat lokal. Ini yang saya lihat. Saya melihat juga
barangkali koalisi yang sedang dibangun antara PDI-P dan Golkar ini
tidak terlepas juga dari pengaruh orang-orang Golkar yang berkisar di
PDI-P saya lihat.

Radio Nederland [RN]: Kalau mereka ingin menjatuhkan Amien Rais, itu
kan tidak mudah. Jadi bagaimana caranya mereka?

AY: Ya barangkali tidak dalam konteks menjatuhkan. Barangkali sebagai
kompetitor mereka perlu membuat koalisi bersama antara PDI-P dan
Golkar untuk menyelamatkan posisi itu. Bisa jadi tawar-menawar itu
antara siapa yang menjadi presiden, siapa yang menjadi wapres.

RN: Apakah dengan menggeser Amien Rais dari ketua MPR itu bisa
dikatakan sebagai langkah pertama mereka?

AY: Saya tidak melihat ada sinyal kuat ke arah menggeser Amien Rais
dalam posisi MPR, karena saya lihat dalam jangka pendek maupun
menengah tidak terlalu strategis untuk menggeser Amien Rais. Tapi
bagaimana pun yang paling strategis adalah bagaimana mengamankan
posisi menjelang 2004 mendatang. Itu yang saya baca dari konstelasi
politik nasionalis itu.

RN: Kalau Anda sebagai penasehat saya untuk katakan menenggelamkan
Amien Rais sehingga tidak menjadi kompetitor di 2004, apa yang harus
saya lakukan?

AY: Pertama memperkuat koalisi mereka, kemudian mengangkat
borok-borok Amien Rais. Saya kira agak kesulitan bagi mereka karena
Amien Rais adalah pemain baru yang barangkali dalam pertarungan
antara elite terbilang bersih, begitu. Ini persoalan. Jadi keunggulan
Amien Rais di sana. Mereka bukan pemain lama dibandingkan dengan
Akbar atau barangkali juga Hamzah. Saya melihat lebih bisa diterima
publik di kalangan perkotaan terutama sekarang.

Kemudian yang kedua juga koalisi yang terbangun antara Megawati
dengan Golkar ini, itu juga dimulai dengan proses politik yang
berlangsung sebelumnya ketika kelompok Islam itu juga membuat manuver
bersama setelah beberapa kali pertemuan yang dikoordinasikan oleh
kawan-kawan dari ICMI itu.

RN: Jadi kalau melihat peta seperti ini sebenarnya siapa lawan siapa?

AY: Saya melihat antara kelompok nasionalis mereka menyebutnya
sebagai nasionalis religius dengan kelompok religius saya kira. Dari
segi ideologis saya melihat bahwa Golkar memiliki kemungkinan untuk
berkoalisi dengan PDI-P dalam konteks ideologi. Kemudian
partai-partai Islam juga saling berkoalisi. Saya melihat kemungkinan
ke depan ke arah sana, ada pertarungan antara kelompok Islam dengan
kelompok nasionalis. Itu yang terjadi.

RN: Kalau begitu di mana posisi Gus Dur?

AY: Posisi Gus ur memang agak sulit sekarang ini karena Gus Dur
berada pada posisi tengah-tengah. Secara personal Gus Dur saya kira
juga anti kepada Mega dan juga anti kepada Amien Rais. Jadi sekarang
tergantung pada politisi kelompok hijau ini, bisakah dia merangkum
kelompok PKB dari kelompok kyai itu. Secara ideologis saya melihat
ada kemungkinan Gus Dur melalui dukungan kelompok dari para Kyai itu
bisa mendukung kelompok hijau. Secara ideologis mungkin mereka ke
arah itu.

Kecil kemungkinan nanti, saya melihat ke depan, PKB mendukung koalisi
Golkar ataupun PDI-P. Saya melihat posisi militer sekarang terutama
dengan munculnya orang-orang yang bisa dikategorikan cendekia, saya
kira mereka memasang posisi sebagai kelompok yang netral. Tapi saya
melihat militer ke depan itu akan lebih memiliki kedekatan/hubungan
dengan kelompok nasionalis dalam konteks ideologis nampaknya mereka
mengarah ke sana.

RN: Ada kemungkinan militer akan mengambil keuntungan dari konstelasi
semacam ini?

AY: Kalau saya melihat kecil sekali kemungkinannya. Kalau militer
memnag mau mengambil keuntungan, sudah lama dilakukannya. Semasa
estafet dari Soeharto ke Habibie atau dari Habibie ke Gus Dur,
peluang-peluang itu sudah cukup terbuka. Tapi nampaknya militer agak
memiliki kesadaran penuh pada proses demokratisasi bahwa dia adalah
yang diharapkan oleh masyarakat sebagai salah satu faktor pendorong
proses demokratisasi. Saya melihat konstelasi politik Indonesia
begini, sejauh kelompok hijau yang bergerak dan mereka anggap tidak
cukup radikal saya kira tidak ada masalah. Jadi variabel
internasional, variabel militer, saya kira itu berada pada posisi
yang cukup netral dan menjadi faktor pendorong proses demokratisasi
Indonesia.

Demikian Andi Yusran, pengamat politik dari Universitas Riau.


* RAKYAT ACEH TETAP TOLAK DARURAT MILITER


Panglima Kostrad Letnan Jenderal Bibit Waluyo mengatakan tidak ada
rakyat Aceh yang menolak pemberlakuan darurat militer. Ia menengarai
yang menolak darurat militer hanya pemerintah daerah saja. Radio
Nederland menghubungi Nasir Jamil, anggota DPRD Aceh untuk menanyakan
hal ini. Ia menolak pernyataan Bibit Waluyo dan menegaskan darurat
militer itu ditolak oleh hampir seluruh warga Aceh.

Nasir Jamil [NJ]: Justru saya mempertanyakan dari mana pernyataan itu
diterima oleh Pangkostrad Bibit Waluyo. Artinya dari apa dia terima
seperti itu. Apakah dari Menkopolsoskam? Setahu saya bahwa kedatangan
Menkopolsoskam di Aceh, lalu perjalanan Beliau ke daerah-daerah tidak
ada keinginan dari rakyat Aceh untuk diterapkannya darurat militer di
Aceh. Mungkin saja itu hanya segelintir orang yang melihat bahwa
pendekatan di Aceh ini harus dengan pendekatan keamanan.

Tapi kita sudah menyampaikan ya, DPRD dalam pertemuan dengan
Menkopolsoskam sudah menyampaikan soal pendekatan-pendekatan yang
dilakukan di Aceh, itu jangan lagi mengedepankan. Ingat ya jangan
mengedepankan pendekatan-pendekatan keamanan, tapi gunakanlah. Harus
dikedepankan pendekatan-pendekatan non-keamanan dan jangan sampai
menakutkan.

Jadi sebenarnya saya tidak habis pikir dari mana Pangkostrad mendapat
informasi seperti itu. Tidak benar kalau misalnya dikatakan bahwa
hanya Gubernur dan DPRD yang menolak darurat militer. Ulama-ulama
juga menyatakan demikian. Mereka menolak yang namanya pendekatan
keamanan. Baik itu darurat militer, maupun apa yang disebut dengan
darurat sipil. Mungkin ya, mungkin Pangkostrad kurang bisa memahami
apa yang disampaikan oleh elemen-elemen atau komponen-komponen yang
ada di Nanggroe Aceh Darussalam itu sendiri.

Dan perlu saya sampaikan bahwa Wakil Gubernur sendiri mengakui di
depan para ulama dalam sebuah pertemuan belum lama ini bahwa
pembicaraan -pembicaraan dengan Menko selama Beliau ada di Aceh, itu
bagaimana? Agar pendekatan-pendekatan yang dilakukan dalam
penyelesaian konflik Aceh itu adalah pendekatan-pendekatan yang tidak
menimbulkan ketakutan bagi rakyat Aceh. Ya itu, jadi itu yang mereka
bicarakan. Jadi tidak seperti yang digembar-gemborkan oleh media
massa bahwa ada darurat militer dan sebagainya, darurat sipil dan
sebagainya gitu.

Radio Nederland [RN]: Tapi ada penekanan dari TNI di Jakarta tentunya
bahwa yang dimaksud darurat ini apa pun bentuk darurat sipil atau
militer adalah lebih mengutamakan pendekatan kemanusiaan, jadi itu
hanya sebuah istilah saja katanya penggunaan istilah darurat itu?
Bagaimana Anda memahami ini?

NJ: Artinya begini, kita nggak bisa dong percaya seperti itu. Ya,
artinya kita tidak bisa menerima seperti itu karena yang namanya
darurat militer sudah punya aturan. Sudah punya mekanisme. Ya kan,
nggak bisa seperti itu dong. Jadi nggak bisa misalnya kalau
istilahnya seperti itu, isinya seperti ini. Itu nggak bisa. Dengan
pendekatan seperti itu justru dikhawatirkan akan membungkam
upaya-upaya perdamaian, upaya-upaya dialog yang selama ini sudah
dilakukan.

RN: Lalu bagaimana apabila pemerintah pusat Jakarta tetap ngotot mau
memberlakukan darurat, entah militer atau sipil di Aceh?

NJ: Saya ingin sampaikan bahwa hari ini negara-negara di luar, ya
baik itu Amerika, Inggris, Uni Eropa dan sebagainya kan sedang
melihat bagaimana Indonesia menyelesaikan masalah dalam negerinya.
Terutama masalah adanya keinginan desintegrasi. Jadi jangan sampai
pendekatan-pendekatan yang justru melanggar hak asasi manusia itu
dilakukan pemerintah Indonesia.

Jadi saya yakin negara-negara di luar Indonesia seperti Amerika, itu
sudah menekan Indonesia lewat jalur-jalur diplomatik,
hubungan-hubungan diplomatik yang mereka lakukan untuk tidak
menggunakan pendekatan-pendekatan keamanan, tidak menggunakan
pendekatan kekerasan. Dan mereka juga sudah mengingatkan Gerakan
Atjeh Merdeka untuk tidak menggunakan kekuatan-kekuatan senjata. Ya
tapi bagaimana kedua belah pihak, terutama Gerakan Atjeh Merdeka
untuk bisa menjadikan undang-undang Nanggroe Aceh Darussalam sebagai
starting point untuk dialog.

Demikian Nasir Jamil, anggota DPRD Aceh.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke