--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 31 Juli 2002 15:30 UTC ** TUJUH TEWAS OLEH BOM DI KANTIN UNIVERSITAS IBRANI YERUSALEM ** MENLU AS BERTEMU REKAN SEJAWAT DARI KOREA UTARA ** PARLEMEN KORSEL TOLAK CALON PM PEREMPUAN ** TOPIK GEMA WARTA : FAKTOR POLITIS HAMBAT TIMOR LESTE JADI ANGGOTA ASEAN ** TOPIK GEMA WARTA: APA DIBALIK USULAN KONSTITUSI TRANSISI OLEH TNI? * TUJUH TEWAS OLEH BOM DI KANTIN UNIVERSITAS IBRANI YERUSALEM Sebuah ledakan bom kantin Universitas Ibrani Yerusalem Timur membunuh tujuh orang dan melukai 70 lainnya. Gerakan Hamas menyatakan bertanggungjawab atas ledakan Rabu. Sedianya ledakan ini diduga aksi bunuhdiri, namun penyidikan menunnjukan bahwa bom diledakan dari jarak. Sehari sebelumnya sebuah aksi bunuhdiri Palestina di sebuah kedai makan Yerusalem menewaskan pelaku dan melukai empat orang lain. * MENLU AS BERTEMU REKAN SEJAWAT DARI KOREA UTARA Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Colin Powell mengadakan pertemuan singkat dengan rekan sejawatnya dari Korea Utara, Paek Nam-Sum. Pertemuan tidak resmi itu berlangsung pada konperensi ASEAN di Bandar Sribegawan, Brunei. Pertemuan ini dipandang bersejarah karena sejak pemerintahan Presiden Bill Clinton, belum pernah lagi ada pertemuan tingkat tinggi AS-Korea Utara. Hubungan kedua negara malah membeku sejak Presiden AS, George Bush menggolongkan Korea Utara ke dalam poros kemurkaan yang mendukung terorisme. Pekan silam Pyongyang menyatakan brsedia berdialog dengan AS. Selanjutnya sekutu AS, Korea Selatan, Selasa mengumumkan rencana melanjutkan perundingan rujuk dengan saudara di Utara. * PARLEMEN KORSEL TOLAK CALON PM PEREMPUAN Parlemen Korea Selatan menolak pencalonan nyonya Chang Sang sebagai perdana menteri baru. Setelah dua hari berdebat sengit, mayoritas parlemen menentang penunjukan nyonya Chang 63 tahun sebagai perdana menteri perempuan pertama di Korea Selatan. Penolakan ini merupakan pukulan bagi Presiden Kim Dae-jung yang memprakarsai pencalonan Chang. Alasan penolakan Chang antara lain karena ia aktif dalam bisnis spekulasi tanah dan perumahan. Kemudian ia juga diyakini berbohong tentang masa silam pendidikannya. Di samping itu jenis kelaminnya juga sempat dijadikan alasan penolakan. Seorang anggota parlemen partai oposisi GNP meragukan apakah perempuan mampu menjadi seorang pemimpin pemerintahan. * DI MEKSIKO PAUS MENSUCIKAN PASTOR INDIAN ABAD XVI Pemimpin gereja katolik Roma, Paus Johannes Paulus II di Meksiko dalam rangka mengakhiri kunjungan keliling Amerika Latin. Dalam upacara misa di Meksiko City, Paus menyatakan Juan Diego, seorang Indian sebagai orang suci. Inilah orang Indian pertama yang dinyatakan suci. Menurut cerita Juan Diego yang hidup di abad XVI memperoleh ilham dari Maria dalam bahasa Indian, Aztec. Pernyataan suci ini menimbulkan pro-kontra di kalangan Gereje Katolik Roma. Selama ini cerita tentang Juan Diego itu masih diragukan karena tidak ada bukti. Sebagian menganggap bahwa cerita ini direkayasa oleh para pastor Spanyol untuk mengkatolikan suku Indian. * KARENA HUTANG, PRIA LIBANIN NEKAD BUNUH DELAPAN REKAN SEKERJA Seorang pria Libanon yang punya masalah besar keuangan nekad mendatangi kantor dan membunuh delapan rekan kerja. Lima orang lain cedera. Insiden terjadi di kantor asuransi guru di ibukota Libanon, Beirut. Pelaku tidak mampu melunasi pinjaman dari kantor sekitar 12 ribu euro. Meskipun ia telah merelakan mobilnya, namun hutangnya masih tetap belum terbayar lunas. Dengan senjata api laras panjang jenis Kalashnikof ia datang ke kantor dan memuntahkan peluru ke segala arah. Ia ditangkap setelah membunuh delapan rekan dan melukai lima lain. * MANTAN ANGGOTA KONGRES AS, DIGANJAR DELAPAN TAHUN PENJARA Mantan anggota Dewan Kongres Amerika Serikat, James Traficant dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Pria berusia 61 tahun itu sebelumnya sudah dipecat dari Dewan Perwakilan karena kasus menghindari pajak dan suap itu. Di depan hakim ia menyatakan bahwa pemecatan dari Kongres sudah cukup berat. Namun hakim tidak terpengaruh dengan pembelaan ini malah menambah hukuman satu tahun di atas tuntutan sebelumnya. Di samping itu James Traficant juga harus membayar sendiri ongkos penjara. * NYAWA 56 EKOR IKAN PAUS DI PANTAI AS, TIDAK TERSELAMATKAN Nyawa 56 ekor ikan paus yang terdampar di pantai Amerika Serikat tidak terselamatkan, semuanya akhirnya mati juga. Ikan paus jenis kecil ini terdampar di pantai Tanjung Cod, Timur Laut Amerika Serikat, Senin silam. Regu penolong sempat berhasil dua kali menggiring mereka kembali ke laut. Namun setiap kali kelompok ikan paus bingung ini, nyasar kembali ke pantai. Setelah tiga kali terus balik ke pantai akhirnya regu penyelamat Amerika memutuskan memberikan suntikan mati. * KEPING 20 DOLAR DILELANG SAMPAI 7,5 JUTA DOLAR Sekeping uang 20 dolar dari emas yang langka, terjual di pelelangan Sotheby, New York sampai 7,5 juta dolar. Kepingan 20 dolar yang dicetak tahun 1933 ini dinilai paling cantik diantara kepingan uang logam Amerika, sehingga dijuluki si Mona Lisa. Uang logam ini hanya satu satunya karena pada tahun 1933, Presiden Franklin D. Roosevelt memerintahkan pelumatan kembali 500 ribu keping sebelum diturunkan ke pasar. Jadi jenis uang ini tidak pernah dipakai sebagai alat tukar. Saat itu sepuluh keping lolos dari mesin pelumat dan raib, sembilan berhasil ditarik kembali. Satu-satunya yang masih bersisa ini baru muncul kembali tahun 1996. Pemilik baru uang unik itu, menolak disebut namanya. * FAKTOR POLITIS HAMBAT TIMOR LESTE JADI ANGGOTA ASEAN INTRO: Dalam pertemuan menteri luar negeri ASEAN di Brunei Darussalam tercetus kabar bahwa organisasi regional negara-negara Asia Tenggara itu menolak Timor Leste sebagai anggota. Sekjen ASEAN Rudolfo C. Severino mengatakan keanggotaan negara yang baru merdeka itu akan dibahas dalam pertemuan tahun depan. Anehnya organisasi internasional yang lebih luas dari ASEAN seperti PBB, IMF, Bank Dunia serta Bank Pembangunan Asia, ADB justru telah menerima Timor Lorosa'e sebagai anggota. Profesor Edi Damian, guru besar hukum internasional Universitas Padjadjaran, Bandung, melihat gagalnya Timor Leste menjadi anggota ASEAN saat ini lebih karena faktor politis dan dominasi Indonesia di tubuh organisasi regional itu. Edi Damian [ED] : Ya berdasarkan mungkin pertimbangan adanya syarat-syarat khusus yang belum dipenuhi oleh Timor Leste, ada kemungkinan memang terjadi penundaan keanggotaan di ASEAN. Ambil sebagai contoh misalnya RRC sebagai suatu negara besar yang diakui kebesarannya, untuk menjadi anggota WTO itupun memerlukan satu jangka waktu tertentu karena adanya syarat-syarat subyektif untuk menjadi anggota WTO. Dan juga tidak lepas daripada tentunya aspek-aspek yang bersifat politis untuk diterima masuknya suatu negara dalam suatu organisasi internasional. Jadi ini kita harus melihat secara lebih spasifik untuk kepentingan negara-negara region Asia Tenggara, mengapa Timor Leste belum diterima. Sepanjang yang saya ketahui memang seharusnya sebagai suatu negara merdeka, normal penerimaan harus dilakukan sebagai anggota penuh dari suatu negara ASEAN. Tidak lepas dari pengaruh-pengaruh tentunya faktor-faktor politis yang menjadikan Timor Leste ini akan menjadi anggota dari pada ASEAN. Radio Nederland [RN] : Kalau saya tidak salah ASEAN pun juga punya satu persyaratan yang tidak berbeda jauh dengan PBB, tapi apa pengamatan anda sehingga Timor Leste kok nampaknya belum bisa diterima di ASEAN? ED : Sekali lagi mungkin faktor-faktor politis yang melatarbelakangi mengapa dia belum bisa masuk. Oleh karena teus terang, itu hubungan antara Indonesia sendiri sebagai mantan, katakanlah pacarnya atau suaminya, itu masih juga belum terlalu smooth ya. Terus terang saja, sampai sekarang ini hubungan itu masih diwarnai dengan hal-hal yang kadang kala menjadikan hubungan itu normal seperti hubungan Indonesia sebagai negara yang berdaulat di dalam masyarakat internasional mengadakan hubungan yang sebagaimana mestinya. Jadi ini memang masih ada faktor-faktor politis yang mempengaruhi keanggotaan Timor Leste ke ASEAN. Demikian juga kalau kita lihat dulu misalkan Vietnam, Kamboja itupun tidak segera diterima di dalam kewarga-anggota ASEAN. Tapi dapat diduga bahwa memang ada faktor-faktor X yang merupakan faktor-faktor politik yang belum menjadikan hubungan Timor Leste dengan ASEAN itu sebagai sesuatu katakan anggota dari suatu rumpun di Asis Tenggara. RN : Nah saya hendak menyorot pengaruh Indonesia di ASEAN. Apakah sedemikian besarnya sehingga cukup significant mempengaruhi juga kebijakan ASEAN terhadap Timor Leste? ED : Saya kira memang benar Indonesia memang mempunyai suatu posisi significant di dalam catatan rumpun negara-negara di region Asia Tenggara. Malah kalau bisa dikatakan yang membidani ASEAN itu salah satunya yaitu Indonesia. Bagaimana dengan RRC yang menunggu menjadi suatu anggota WTO. Ada faktor-faktor politik yang tentunya menghambat ia masuk menjadi anggota WTO , ini mungkin mempunyai suatu analogi ya dengan Timor Leste yang akan menjadi anggota ASEAN. RN : Dan faktor politis itu nampaknya datang dari Indonesia, the founder of ASEAN itu sendiri? ED : Maybe, saya kira pengaruh ini besar sekali oleh karena kita juga mencoba menjalin suatu keakraban yang tentunya serasi dan manis untuk mengadakan hubungan selanjutnya walaupun kita tentunya sudah mengakui bahwa Timor Leste adalah suatu negara yang merdeka, berdaulat dan berhak untuk hidup berdampingan secara damai sebagaimana yang menjadi tujuan dari PBB sama-sama memelihara keamanan dunia. Tapi memang masih ada hal-hal yang masih katakan merupakan faktor-faktor yang bisa menimbulkan krisis. Katakan mengenai persoalan pengungsi dan di dalam negeri, kita ingin menegakkan HAM dengan segala kemelut yang ada di mana kita mencoba mencari kebenaran melalui pengadilan HAM terhadap pejabat Indonesia yang pernah menjabat sebagai orang-orang pada waktu peristiwa-peristiwa timbul di sana (Timor Leste red.) Demikian Profesor Edi Damian, guru besar hukum internasional Universitas Padjadjaran, Bandung * APA DIBALIK USULAN KONSTITUSI TRANSISI OLEH TNI Jarang sekali usul yang diajukan Tentara Nasional Indonesia juga merupakan ide kelompok pro reformasi. Usulan TNI itu bernama konstitusi transisi. Sebenarnya apa yang melatarbelakangi tentara hingga bisa mendukung ide arus reformasi itu? Radio Nederland menghubungi Muhammad A.S. Hikam, mantan menristek dan juga pengamat sosial politik. Ia menilai TNI bisa ambil keuntungan dengan konstitusi transisi. Melalui itu tentara dapat mengulur-ulur waktu sehingga punya kesempatan untuk tetap berada di parlemen. Muhammad A.S Hikam [MH]: Saya kira menurut logika tentara ya bahwa ini kan sudah ada amandemen I, II, III. Yang belum yang ke-empat. Nah ini kan sudah dinyatakan berjalan. Maka kemudian ya ini saja yang dianggap konstitusi transisi. Kemudian nanti, yang ke-empat dan selanjutnya itu dibereskan oleh yang disebut sebagai komisi konstitusi. Itu aja sebetulnya. Radio Nederland [RN]: Apakah tentara mendapatkan benefit jika ini berlaku begitu? MH: Oiya jelas dong. Karena tidak semua hal yang sekarang ada dalam amandemen ke-empat langsung berjalan. Yang berjalan ya memberlakukan amandemen I, II, III saja. Nah kita lihat saja, di dalam situ itu mesti akan ada hal-hal yang menguntungkan tentara. Dan yang jelas adalah bahwa memang tentara dipressure oleh berbagai pihak, seperti para purnawirawan jenderal itu, supaya memang berhati-hati di dalam amandemen ini. Jadi memang ada benefitnya dalam politik. Selalu akan ada masalah-masalah seperti itu. RN: Pak Hikam bisa cerita benefit apa yang didapatkan tentara dengan hal seperti ini? MH: Saya kira ada berbagai macam pasal, setidak-tidaknya posisi politik tentara itu masih akan dipostpone lagi. Walaupun sudah disepakati 2004 pergi dari DPR dan MPR. Tapi mungkin ya ada hal-hal lain yang memang dirasakan lebih menguntungkan. Saya tidak tahu persis, tapi mesti akan ada. Paling tidak tentara masih mempunyai kepentingan di dalam misalnya masa peralihan dan lain sebagainya. Kemudian sekarang ada gagasan untuk utusan golongan misalnya. Kan utusan golongan ini ada di dalam amandemen ke-empat. Nah kalau ini kemudian ditunda lagi, paling tidak masih ada room for manouvre bagi tentara. Karena ada ide bahwa utusan golongan ini termasuk tentara. Jadi kalau nanti memang tentara tidak lagi ikut di dalam MPR dan DPR sebagai yang diangkat, bisa masuk di dalam utusan golongan itu tadi. Jadi masih ada beberapa ruang untuk manuver bagi tentara kalau ini kemudian dijadikan konstitusi yang transisional. RN: Peta di MPR/DPR berapa prosentase nih Pak Hikam. Yang mendukung komisi konstitusi dan yang tidak? MH: Nampaknya kalau di MPR sendiri secara formal baru PKB dan tentara. tetapi anda harus lihat di dalam civil society itu dukungan terhadap komisi konstitusi itu semakin hari semakin besar. Dan anda lihat pada akhirnya yang ada di dalam MPR fraksi-fraksi itu juga tidak akan kemudian konsisten. Mereka juga akan melihat perkembangan di luar parlemen. Sebab kemungkinan juga kalau mereka-mereka itu ngotot bisa ada dead lock. Kalau misalnya tentara dan FKB kemudian di MPR nanti tidak ikut sehingga terjadi kuorum yang tidak pas untuk memutuskan. RN: Tapi ini unik ya. Baru kali ini saya lihat tentara mendukung komisi konstitusi yang notabene sebenarnya itu dari gerakan reformasi. MH: Lho, kan yang paling penting saat ini kan ada semacam delay di dalam amandemen. Karena orang juga curiga kepada amandemen yang dipaksakan atau dilaksanakan sekarang. Sebab kalau secara sistematik secara prosedur, secara mekanisme, secara substansi amandemen sekarang itu banyak dipermasalahkan. Ada yang mengatakan MPR dalam membuat amandemen ini betul-betul meng-ignore aspirasi rakyat. Kemudian ada substansi juga di mana tidak lazim di konstitusi. Misalnya di dalam pasal pendidikan. Mana ada konstitusi memberi prosentase. Itu kan tidak ada dunia ini. RN: Tapi berbeda ya antara PKB dan Tentara dengan tujuannya masing-masing sekalipun dukungannya sama. MH: Oh iya jelas berbeda. Kalau PKB kan konsisten dalam yang namanya amandemen konstitusi itu jantungnya reformasi. Kita mesti menggunakan sikap hati-hati karena undang-undangn dasar ini sekali kita undangkan, itu untuk mengubahnya harus referendum. Dan ini berat sekali. Nah, karena itu kita jangan main-main dengan amandemn ini. Ya kalau tentara saya tidak tahu. RN: Ya, mungkin aji mumpung begitu ya tentara. MH: Hahaha..Itu sampeyan yang bilang ya. Demikian Muhammad A.S. Hikam, mantan menristek dan juga pengamat sosial politik. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
