---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 01 Agustus 2002 14:50 UTC



** TOMMY SOEHARTO TIDAK NAIK BANDING

** BARU DIBUKA, PROSES JA'FAR DITANGGUHKAN LAGI

** HAMAS AKAN BUNUH 100 ORANG ISRAEL UNTUK SETIAP NYAWA PEMIMPIN

** TOPIK GEMA WARTA : PIDATO MEGAWATI SOAL ACEH : SIAPA MENUDING
SIAPA

** TOPIK GEMA WARTA : BANTUAN AMERIKA UNTUK INDONESIA SEBAIKNYA
KOMPUTER IMIGRASI, BUKAN MILITER



* TOMMY SOEHARTO TIDAK NAIK BANDING


Hutomo Mandala Putra, putera bungsu Mantan Presiden HM Soeharto tidak
akan naik banding terhadap hukuman 15 tahun penjara. Tommy
menyampaikan hal itu dalam sebuah pernyataan di depan puluhan
wartawan di LP Cipinang Jakarta, Kamis hari ini. Tommy mengatakan
bahwa proses terhadap dirinya bernuansa politik. Ia menilai sudah
tidak ada lagi objektivitas pada pengadilan yang memeriksanya.
Selanjutnya putera mantan presiden itu menyatakan akan melakukan
upaya hukum lain. Didampingi tiga pengacaranya, Tommy mengakhiri
pernyataan dengan membaca doa panjang. Pekan silam pengadilan
menjatuhkan vonis 15 tahun penjara. Tommy Soeharto terbukti
memerintahkan pembunuhan, Syafiuddin Kartasasmita Hakim Agung yang
sebelumnya telah menjatuhkan vonis satu setengah tahun. Selanjutnya
Tommy juga dinyatakan bersalah atas kepemilikan gelap senjata api dan
menghindar dari pengadilan. Di LP Cipinang, Tommy mendapat perlakuan
istimewa. Ia mendapat fasilitas tiga kamar dengan kipas angin dan
perlengkapan lainnya. Sementara di LP yang sama, sepuluh orang
narapidana sampai harus berdesakan menghuni satu kamar saja.


* BARU DIBUKA, PROSES JA'FAR DITANGGUHKAN LAGI

Baru dimulai, proses pengadilan terhadap Panglima Laskar Jihad,
Ja'far Umar Thalib sudah  ditunda lagi. Alasan penundaan adalah
kesehatan Ja'far. Ia menyatakan sakit dan menderita deperesi. Proses
dilanjutkan 15 Agustus mendatang. Panglima Laskar Jihad itu didakwa
menggerakan massa melakukan kekerasan di Maluku. Ia diancam hukuman
enam hingga tujuh tahun penjara.


* HAMAS AKAN BUNUH SERATUS ORANG ISRAEL UNTUK SETIAP NYAWA PEMIMPIN

Gerakan radikal Hamas mengancam akan membunuh seratus warga Israel
sebagai balasan atas terbunuhnya setiap pemimpin mereka oleh tentara
Israel. Ancaman tersebut dilontarkan sayap militer Hamas, Izz a-Din
al-Qassam. Gerakan ini menyatakan bertanggungjawab atas peledakan bom
di kantin Universitas Ibrani di Yerusalem, Rabu kemarin. Bom itu
membunuh tujuh orang dan melukai 80 lain. Lima dari tujuh korban
tewas adalah warga asing. Empat orang Amerika Serikat dan seorang
Prancis. Dua lainnya adalah warga Israel. Di antara 80 korban luka
juga ada warga asing. Pemboman tersebut merupakan jawaban terhadap
pembunuhan seorang pemimpin sayap milisia Hamas, Salah Shehada. Pada
gilirannya Israel membalas pemboman ini dengan menduduki kembali kota
Ramallah di Tepi Barat Sungai Yordan


* PBB TERBITKAN LAPORAN KEKERASAN ISRAEL DI JENIN

Serangan Israel di Jenin, April silam menewaskan 52 orang Palestina,
26 diantaranya warga sipil. Demikian laporan PBB yang terbit Kamis.
Penyidikan komisi PBB itu tidak menemukan bukti jumlah korban yang
mencapai 500 jiwa seperti diyakini sebelumnya.
Tanggal 3 April silam pasukan Israel memasuki kota Jenin sebagai
jawaban atas aksi Palestina. Menurut pihak Palestina, tentara Israel
membantai 500 warga dalam pendudukan militer selama tiga pekan itu.
Meskipun PBB tidak menemukan bukti korban sebanyak itu, namun Israel
dikritik karena mengerahkan senjata berat di kawasan pemukiman
penduduk. Selanjutnya Israel juga dikritik karena tidak mengijinkan
ambulance dan tim penolong memasuki kam pengungsi Palestina.
Sementara itu pihak Palestina juga dikritik karena menggunakan
pemukiman penduduk sebagai basis aksi kekerasan.


* ITALIA TANGKAP PUCUK MAFIA RUSIA

Polisi Italia mengumumkan penangkapan seorang pucuk mafia Rusia yang
dituduh menyuap juri Olimpiade Musim Dingin di Salt Lake City. Ia
diyakini telah menyuap anggota jury Prancis dalam cabang balet es.
Jury Prancis ini diminta agar memenangkan peserta dari Rusia. Sebagai
imbalannya maka tertuduh akan mengusahakan kemenangan bagi peserta
Prancis. Pasangan Rusia meraih medali emas dalam Olimpiade Salt Lake
City cabang balet es. Kemenangan ini memicu pro-kontra karena
penampilan pasangan Kanada yang meraih perak jelas-jelas lebih
sempurna. Penyelenggara akhinya memutuskan untuk memberi medali emas
baik bagi pasangan Rusia maupun Kanada. Amerika Serikat,
penyelenggara Olimpiade Salt Lake City mengajukan ekstradisi atas
terdakwa Rusia ini.


* BRITANIA KIRIM MILITER KHUSUS KE SPANYOL

Pemerintah Britania Raya mengirim satuan pakar militer ke Spanyol.
Mereka akan menyelidiki hubungan antara gerakan sparatis Baskia, ETA
dengan milisia Irlandia Utara, IRA. Demikian dilaporkan harian
Britania, Daily Telegraph. Pengiriman tim militer ke luar negeri ini
dipandang mencolok, karena tugas semacam itu biasanya dilakukan dinas
intelijen Brintania, MI-5. Desas-desus hubungan antara ETA dengan IRA
memeng sudah lama beredar. Baru-baru ini saja ETA mengirim bahan
peledak ke Irlandia Utara untuk IRA. Sebagai imbalannya ETA mendapat
informasi tentang panduan merakit bom, demikian Daily Tetegraph.


* KORUT DAN AS LANJUTKAN DIALOG

Korea Utara dan Amerika Serikat sepakat untuk melanjutkan kembali
dialog. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Korea Utara, Paek
Nam-Sum se usai berbicara dengan rekan sejawatnya dari AS, Colin
Powell di Brunei. Dalam waktu dekat AS akan mengirim wakil Menlu,
James Kelly akan ke Korea Utara. Inilah pendekatan pertama sejak
pemerintahan Presiden Bill Clinton. Hubungan AS-Korea Utara membeku
sejak Presiden AS, George W. Bush menggolongkan Pyongyang dalam poros
kemurkaan bersama Irak dan Iran.


* PIDATO MEGAWATI SOAL ACEH : SIAPA MENUDING SIAPA

Pidato laporan tahunan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri
dalam sidang tahunan MPR yang dimulai 1 Agustus hari ini sangat
mengedepankan masalah keamanan nasional. Salah satunya yang disorot
cukup panjang adalah masalah Aceh. Dalam pidatonya tersirat Mega
ingin memilih pendekatan keamanan dalam menangani masalah tersebut.
Presiden menjelaskan bahwa keputusan pemberlakuan darurat di Aceh
akan dibicarakan dalam rapat kabinet Senin pekan mendatang. Radio
Nederland menghubungi Nasir Jamil anggota DPRD Aceh yang mengkritisi
pidato tahunan itu.

Nasir Jamil [NJ] : Sebenarnya begini, seharusnya majelis terhormat
yang hari ini sedang bersidang itu justeru menanyakan kepada Megawati
apakah TAP MPR no. IV/1999 dan TAP MPR no. IV/2000 sudah dilakukan
secara maksimal atau belum. Jadi ada kesan bahwa penanganan masalah
Aceh dengan mengedepankan pendekatan keamanan, baik itu dengan
darurat sipil maupun darurat militer, itu kesannya seolah-olah
pemerintah telah maksimal melakukan penanganan terhadap konflik Aceh.
Nah ini yang justeru sangat-sangat tidak kita inginkan. Kenapa
misalnya rakyat Aceh tidak begitu antusias dengan Sidang Tahunan MPR,
karena memang  kita belum mendapat sebuah kepastian bahwa Sidang
Tahunan itu mengagendakan masalah Aceh kemudian menanyakan kepada
presiden sejauh mana, apa langkah-langkah yang telah ia lakukan dan
apakah langkah-langkah itu sudah maksimal apa belum. Jangan justru
mengedepankan yang namanya pendekatan keamanan. Ini kan kesannya
bahwa presiden atau katakanlah pusat sudah melakukan pekerjaan yang
maksimal dalam menangani masalah Aceh. Apakah benar demikian. Justru
yang kami lihat di Aceh tidak seperti itu.

Radio Nederland [RN] : Dalam pidato Mega juga disebutkan pemerintah
akan melumpuhkan GAM terlebih dahulu kemudian akan melindungi rakyat
Aceh dan ketiga memulihkan fungsi-fungsi pemerintahan daerah?

NJ : Iya makanya yang harus dilakukan hari ini adalah misalnya
bagaimana mereka bisa melakukan pendekatan-pendekatan yang namanya
kesejahteraan daripada rakyat Aceh. Inlaih yang harus dikedepankan
pemerintah sebelum mereka melakukan pendekatan-pendekatan keamanan.
Mereka harus bisa membedakan mana Gerakan Aceh Merdeka dan mana
rakyat Aceh. Jadi tidak boleh disamakan ya. Sementara pendekatan
kesejahteraan itu lebih dikedepankan karena memang sebahagian besar
rakyat Aceh hari ini memang butuh pendekatan tersebut.

RN : Dalam pidato kenegaraan Megawati juga menyebut bahwa GAM itu
melakukan aksi teror di sana dan juga telah melanggar perjanjian
Jenewa, bagaimana?

NJ : Sebenarnya yang sering sekali terjadi di Aceh ini adalah siapa
menyalahkan siapa. Jadi rakyat Aceh hari ini dihapakan dengan
fenomena itu: Siapa menyalahkan Siapa, Siapa menuding Siapa. Inilah
yang terjadi aparat keamanan sering menuding bahwa GAM sering
melakukan aksi-aksi teror, sebaliknya orang GAM juga melakukan
serangan provokasi dan hal-hal seperti itu.

Jadi hari ini yang sering dilihat oleh masyarakat, sering dibaca dan
didengar ya seperti itu. Jadi kalau pun misalnya Megawati mengatakan
bahwa GAM telah melakukan tindakan-tindakan teroris, itu belum tentu
rakyat Aceh percaya. Karena mereka juga melihat ada tindakan-tindakan
aparat keamanan di lapangan yang sebenarnya melukai bahkan juga sudah
mengganggu ketenangan, kenyamanan, ketertiban masyarakat itu sendiri.
Walaupun kita tidak bisa men-generalisir bahwa itu adalah prilaku
TNI/Polri. Tapi ada oknum-oknum, ya kalau kita katakan oknum
kadang-kadang tidak mungkin karena itu kadang-kadang banyak orang
yang melakukannya.

Kalau Megawati mengatakan GAM telah melanggar perjanjian Jenewa itu
kan sepihak ya. Rakyat Aceh menilai itu sepihak, saya yakin besok
juga di koran GAM juga mengatakan hal yang sama. Nah di situlah
rakyat Aceh menginginkan adanya sebuah lembaga yang independen
kemudian yang netral, yang bisa memberikan penilaian kepada kedua
belah pihak. Bahwa GAM sudah melakukan aksi-aksi teroris atau
sebaliknya.

Saya yakin dan percaya itu besok di harian lokal, ketika misalnya GAM
mendengar pidato Presiden Megawati bahwa GAM sudah melakukan
aksi-aksi teroris, pasti akan disanggah dan dibantah itu bahwa itu
tidak benar. Pasti itu. Itu sering sekali rakyat Aceh melihat atau
membaca bahwa kedua belah pihak sering sekali saling menyalahkan.
Makanya saya katakan tadi bahwa yang terjadi adalah: Siapa
Menyalahkan Siapa, Siapa Menuding Siapa.

Demikian  Nasir Jamil anggota DPRD Aceh.


* BANTUAN AMERIKA UNTUK INDONESIA SEBAIKNYA KOMPUTER IMIGRASI, BUKAN
MILITER

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell mengunjungi
Indonesia. Prioritas kunjungannya adalah perang Amerika melawan
teroris. Selain itu Powell juga akan membicarakan pemulihan dan
peningkatan hubungan militer Indonesia-Amerika Serikat yang sempat
terhenti menyusul peluluhlantakan Timtim pasca referendum Agustus
1999. Radio Nederland mewawancarai prof. Bill Lidlle pengamat politik
Indonesia dari Ohio State University di Amerika Serikat. Pertama-tama
Bill Liddle menilai pemulihan kerjasama militer Washington Jakarta
itu belum waktunya.

Bill Lidlle [BL]: Saya kira ini belum waktunya membantu atau
memulihkan kembali hubungan Amerika dengan TNI.

Radio Nederland [RN]: Tetapi Amerika kan berkepentingan sekali untuk
memberantas terorisme.

BL: Ya kata pemerintah Amerika. Menurut saya Indonesia atau
orang-orang, yang ada orang Al-Qaida umpanya yang ada di Indonesia
bukan pemain besar. Jadi Indonesia tidak merupakan sasaran atau lahan
yang penting untuk pemerintahan Amerika.

RN: Kenapa nih alasannya?

BL: Begini nih. Menurut saya yang jauh lebih penting adalah masalah
demokrasi di Indonesia. Kalau Amerika sekarang meberikan bantuan atau
memberikan kesan seakan TNI sudah diterima kembali sebagai badan yang
sah, militer profesional yang sah, itu bagi saya bukan sinyal yang
baik. Yang akan punya dampak positif bagi demokrasi di Indonesia.

RN: Kalau begitu bagaimana sebenarnya Pak Lidlle menilai hubungan
Jakarta-Washington?

BL: Ya saya lihat hubungan antara Megawati dengan presiden
Bush,dengan Menteri Luar Negeri, Colin Powell, nampaknya baik dan di
Jakarta adakan semacam koalisi antara Megawati dan partainya dan TNI,
jadi koalisi itu yang ingin memulihkan kembali hubungan dengan
pemerintah Amerika. Dari segi itu mereka semakin dekat. Tetapi
menurut saya itu tidak sehat bagi proses demokratisasi Indonesia.

RN: Apakah dari Colin Powell tidak bisa diharapkan sentuhan
demokratisasi untuk Indonesia?

BL: Jangan lupa bahwa Powell itu adalah seorang team player. Selama
ini yang selalu menentukan di situ bukan Colin Powell tetapi orang
seperti Dick Cheney atau Donald Rumsfeld, ataupun Paul Wolfowitz.
Kalau untuk pemerintahan Mega dan TNI mungkin akan memuaskan. Tetapi
apakah Megawati dan TNI mewakili Indonesia atau kepentingan bangsa
Indonesia ya...pikir dulu!

Pelanggaran TNI yang dilakukan terhadap HAM di Aceh atau Papua tidak
diberikan prioritas lagi. Yang diberikan prioritas adalah kerjasama
dalam perang anti terorism dalam tanda kutip.

RN: Tetapi apakah itu tidak berarti Amerika kehilangan muka. Karena
dulu dikenakan sangsi karena alasan TNI melanggra HAM, dan sekarang
berusaha memulihkan.

BL: Oh kan ini sebuah keseimbangan. Jadi mereka masih meneruskan
kebijakannya yang dulu itu tetapi tidak diberikan prioritas seperti
dulu. Jadi dalam hal itu saya kira juga tidak kehilangan muka. Cuma
ya setelah 11 September kan bagi mereka masalah terorism ini menjadi
masalah yang terpenting.

RN: Tapi anda kedengarannya begitu...

BL: Sinis?

RN: Sinis dan negatif sekali itu akhirnya. Nampaknya anda terlalu
berpikir tentang Indonesia daripada hubungan Jakarta-Washington.

BL: Tentu! Bagaimana ya. Ya pertama jangan... saya minta maaf kalau
saya terlalu mementingkan Indonesia. Tetapi saya sudah lama sekali
mempelajari dan mengamati Indonesia. Tetapi saya kira masalahnya
bukan itu. Masalahnya adalah bahwa apakah Indonesia sangat diperlukan
di dalam perang anti terorism? Sampai pemerintah Amerika bisa
mengorbankan kepentingan demokrasi di Indonesia? Menurut pendapat
saya tidak! Indonesia bukan lahan yang penting dalam perang anti
terorism. Indonesia kecil sekali jumlah orang yang memainkan peranan
di situ.

Dan yang diperlukan umpamanya adalah komputerisasi di kantor
imigrasi. Bukan bantuan kepada TNI! Kalau Amerika serius dalam perang
anti teroris ini. Yah soal-soal seperti itulah yang harus
dipentingkan. Bukan soal bantuan kepada TNI yang memberikan angin
kepada TNI dan juga memberikan angin kepada orang-orang di Indonesia
yang berpendapat bahwa mereka harus mendapat dukungan dari TNI untuk
memainkan peranan politiknya.

Nah saya juga menonton belakangan ini apa yang terjadi sebelum sidang
tahunan MPR. Dan itu sangat mencurigakan, mengkhawatirkan lagi. Sebab
kita lihat di situ bahwa TNI sedang menggeliat. Memainkan peran baru
yang sebetulnya bukan peran mereka. Mereka kan alat negara yang
mengatakan membicarakan soal konstitusi itu kan tidak masuk akal.
Mereka harus kembali ke tangsi. Tapi bukan itu yang kita lihat
sekarang.

Demikian prof. Bill Lidlle dari Ohio State University Amerika
Serikat.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke