--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 13 Agustus 2002 14:50 UTC ** LIMA TEWAS DALAM SERANGAN TERHADAP DESA KRISTEN DI SULAWESI TENGAH ** TIMOR TIMUR INGIN ADILI PEMBUNUH WARTAWAN BELANDA ** PEMBICARAAN DAMAI KOREA BERKEMBANG BAGUS ** TOPIK GEMA WARTA: DUKUNGAN MEGAWATI KE SUTIYOSO: KEBIASAAN BURUK ORDE BARU ** TOPIK GEMA WARTA: PEMBUNUHAN PENCARI KEBENARAN DI TIMOR LESTE DIKENANG * LIMA TEWAS DALAM SERANGAN TERHADAP DESA KRISTEN DI SULAWESI TENGAH Sedikitnya lima orang tewas dalam sebuah serangan di tiga buah desa Kristen di Sulawesi Tengah, Indonesia. Ratusan rumah dan beberapa gereja dibakar habis. Serangan tersebut terjadi dekat Poso, Sulawesi Tengah. Ratusan orang tewas di wilayah itu beberapa tahun belakangan akibat kekerasan yang terjadi antara pemeluk agama Islam dan Kristen. Serangan terakhir terjadi ketika baru saja berakhir pembicaraan damai yang ditengahi oleh Menkokesra Yusuf Kalla di Palu, ibukota propinsi Sulawesi Tengah. * TIMOR TIMUR INGIN ADILI PEMBUNUH WARTAWAN BELANDA Presiden Timor Timur Xanana Gusmao mengatakan peradilan terhadap pembunuh wartawan berkebangsaan Belanda Sander Thoenes seharusnya dilaksanakan di negaranya. Gusmao mengatakan itu setelah berbicara dengan Peter Thoenes, kakak dari Sander yang tewas dibunuh di daerah Becora, Dili pada September 1999 lalu. Pada saat itu pemerintah Indonesia masih menguasai wilayah Timor Timur. Sebelumnya kepolisian Belanda menunjukan kepada penyelidik Indonesia sebuah rekaman video yang mendukung keterangan saksi tentang keterlibatan tentara Indonesia dalam pembunuhan Thoenes. Sementara itu juru bicara Kejaksaan Agung Indonesia Barman Zahir menegaskan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya masih belum menemukan siapa penembak Thoenes. Dalam keterangan saksi utama yang membonceng Thoenes dengan sepeda motor mengatakan mereka bertemu TNI dan kemudian terdengar suara tembakan. Rekaman video juga menunjukan sepeda motor yang ditumpangi Thoenes sedang diturunkan dari truk di markas militer Indonesia. * PEMBICARAAN DAMAI KOREA BERKEMBANG BAGUS Pembicaraan damai antara Korea utara dan Korea Selatan dilaporkan secara bertahap mengalami perkembangan. Perwakilan dari kedua negara telah menyelesaikan pembicaraan hari kedua di Seoul ibukota Korea Selatan. Salah satu topik yang penting dibicarakan adalah reunifikasi keluarga dan membuka kembali jalur kereta api antara Korea Utara dan Korea Selatan. Kedua perwakilan dilaporkan hampir mendekati kata akhir menuju perjanjian reunifikasi keluarga. Mereka juga sepakat untuk mengadakan pembicaraan baru tentang kerjasama ekonomi pada akhir bulan ini. Ini merupakan kali pertama pertemuan antara kedua negara Korea dalam sembilan bulan belakangan. Rabu besok pembicaraan memasuki hari ketiga yang juga merupakan hari terakhir. * PARA AKTIFIS CINA DI RUMAH SAKIT JIWAKAN Laporan pemerhati Hak Asasi Manusia, Human Right Watch menyebutkan para aktifis oposisi di Cina secara berkala ditahan di rumah sakit jiwa. Organisasi HAM itu mengatakan ribuan warga Cina dengan pandangan politik non kompromi ditahan di rumah pesakitan itu dengan alasan salah diagnosa. Mereka yang jadi korban adalah para anggota Falung Gong, pendukungnya atau mereka yang mengkritik kebijakan hukuman itu. Dalam beberapa kasus mereka disetrum atau mengalami akupuntur listrik. Laporan itu membandingkan dengan perilaku untuk memotivasi pandangan politik yang pernah dipakai di Uni Soviet. Human Rights Watch memperkirakan sedikitnya 3000 kasus penggunaan cara psikiatri untuk memotifasi pandangan politik dalam 20 tahun belakangan ini. * BANJIR BESAR LANDA EROPA Di Republik Ceko, pemerintah mulai mengevakuasi sekitar 50 ribu orang dari wilayah pusat sejarah ibukota Praha. Pusat kota itu dalam ancaman diterjang banjir dari sungai Moldau yang mencapai ketinggian tertinggi dalam 100 tahun ini. Banjir di wilayah lainnya di Ceko telah menelan korban tujuh orang. Cuaca buruk juga telah memakan korban di wilayah lainnya di Eropa. Tiga orang tewas di Rumania dan korban tewas di Austria meningkat menjadi empat. Korban terakhir adalah seorang pemadam kebakaran, yang tewas ketika kendaraannya keluar dari jalan diterjang lumpur bandang. Air sungai Donau sekarang telah mencapai kota Ybbs, sebelah barat ibukota Wina. Seluruh pusat kota mengalami kebanjiran dan sekitar 2000 orang terjebak di rumah-rumah. * PEKERJA KEMANUSIAAN ASAL BELANDA DICULIK Seorang pekerja kemanusiaan asal Belanda yang bekerja untuk Medecins Sans Frontieres diculik di Republik Rusia Dagestan. Senin kemarin dokter itu digelandang dalam sebuah mobil dengan penutup di Ibukota Makhatchkala. Para penculik belum mengajukan tuntutan. Dalam penculikan sebelumnya di Republik Rusia, para korban dilepaskan tanpa disakiti setelah uang tuntutan dibayarkan. * DUKUNGAN MEGAWATI KE SUTIYOSO: KEBIASAAN BURUK ORDE BARU Sekali pun Jakarta dalam masa kepemimpinan Sutiyoso makin tidak aman dan bahkan sempat dilanda banjir besar, laporan pertanggungjawabannya tetap diterima oleh DPRD DKI Jaya, melalui voting atau pemungutan suara. Namun jenderal pensiunan yang terlibat tragedi penyerangan PDI Megawati 27 Juli 1996 itu, masih harus menempuh voting kedua untuk menentukan apakah ia benar-benar kembali terpilih sebagai gubernur. Radio Nederland menghubungi Ahmad Iriawan, ketua fraksi Partai Keadilan dalam DPRD DKI Jaya, untuk menanyakan pendapatnya mengenai Sutiyoso yang sekalipun telah menyakiti pendukung PDI Perjuangan tetap diunggulkan Presiden RI, sekaligus ketua umum PDIP, Megawati. Ahmad Iriawan [AI]: Ini tidak serta merta mencerminkan susana pemilihan gubernur baru. Karena boleh jadi ada perubahan yang sangat kuat dari calon-calon yang lain akan didukung oleh teman-teman anggota dewan. Ada perbedaan cara voting ya. Voting kemarin LPJ(Laporan Pertanggungjawaban, red) itu terbuka. Sehingga seorang anggota fraksi terikat dengan keputusan fraksinya. Tetapi nanti ketika ada pemilihan gubernur baru, pemilihannya itu akan tertutup. One man one vote dan tertutup. Ini akan menjamin keberlangsungan demokrasi berkaitan hati nurani masing-masing. Seseorang akan memilih sesuai dengan pilihannya masing-masing gitu. Radio Nederland [RN]: Jadi sekalipun laporan Sutiyoso diterima, ini belum berati Sutiyoso menjadi gubernur. Masih ada voting untuk memilih gubernur baru. AI: Oh belum, belum, belum!! Saya masih punya keyakinan bahwa akan ada arus besar, baik itu arus besar tekanan dari masyarakat terhadap para anggota dewan, untuk memilih calon yang reformis, dan tuntutan reformasi tentu saja bukan calon yang lama ya. Karena calon yang lama itu, dia adalah produk orde baru kemudian di juga berasal dari TNI, jadi di situ ada dua simbol persoalan besar di masa lalu, pertama simbol dwifungsi TNI dan yang kedua simbol orde baru. Ke depan, kan masih 11 September pemilihan itu, akan ada tekanan besar dari masyarakat yang Insya Allah akan merubah ya pilihan para anggota dewan di DPRD ini. RN: Pak Iriawan apa alasan anda menolak laporan Sutiyoso? AI: Oh Sangat banyak alasannya! sangat tidak memuaskan kinerjanya. Banyak persoalan-persoalan yang belum diselesaikan. Keberpihakan terhadap masyarakat hampir tidak ada. Pengembangan ekonomi yang berbasis masyarakat sangat tidak ada. Kemiskinan semakin bertambah. Pengangguran semakin banyak. Banyak persoalan. Itu satu sisi. Di sisi lain penolakan kami ada persoalan idealisme. Sutiyoso bagaimanapun menurut kami dia simbol orde baru. Dia dulu TNI, ini harus kita lawan dan harus kita selesaikan. Tidak jadi kembali gubernur yang akan datang. Persoalannya sekarang saya punya idealisme yang tinggi untuk memilih seseorang yang dari sipil. Sipil kemudian punya kredibilitas moral, punya profesionalisme yang tinggi dan visioner ke depan. Itu yang inigin kita lakukan. Tapi tentu saja ini sangat ideal. Kami akan mengukur siapa diantara calon-calon yang maju nanti yang lebih mendekati kriteria yang kami tetapkan. Yang pasti bukan Sutiyoso. RN: Salah satu butir kenapa Megawati mendukung Sutiyoso, itu adalah karena bisa menjamin keamanan. Bagaimana anda melihat Sutiyoso bisa menjamin keamanan DKI Jakarta ini? AI: Ya, saya tidak paham mengapa Megawati punya lasan seperti itu. Alasan itu saya kira sangat mengada-ngada. Karena kita tunduk kepada sistem dan hukum. Saya tidak mengerti kenapa harus seorang berasal dari kalangan militer yang kemudian diasumsikan bisa menjamin keamanan DKI Jakarta. Mestinya tidak seperti itu kalau kita berpihak kepada sistem dan hukum. Siapapun gubernurnya, berasal dari sipil maupun militer, nantikan harus ada kerjasama yang kuat dengan kepolisian, dengan tentara yang nanti akan bersama-sama merancang keamanan Jakarta. Jadi alasan bahwa Sutiyoso bisa mengamankan Jakarta menurut saya mengada-ngada. RN: Artinya anda mulai tidak puas dengan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat mencampuri urusan daerah seperti Jakarta ini? AI: Iya! artinya bahwa di sini sudah terjadi intervensi pemerintah pusat. Meskipun Megawati mengatkan bahwa keberpihakan ia kepada Sutiyoso bukan atas nama presiden RI, tapi atas nama ketua umum PDIP. Tapi masalahnya adalah masyarakat kan tidak bisa membedakan Megawati apakah dia sebagai seoarng presdien atau ketua umum. Yang jelas ini adalah sangat kental nuansa politisnya, nuansa intervensi pemerintah pusat yang diwakili oleh Megawati kepada pemerintah daerah. Padahal saat ini sedang dikembangkan otonomi daerah. Ini kan mengganggu otonomi ke depan. Justru sikap seperti ini adalah sikap yang sudah lama ditinggalkan oleh Golkar yang sekarang masih ada. Sesuatu yang oleh pelaku orde baru sendiri sudah ditinggalkan, kok oleh orang yang baru berkuasa diulangi kembali kebiasaan buruk orde baru itu. Itu yang kita sangat sesalkan dari intervensi Megawati kepada DKI Jakarta. Demikian Ahmad Iriawan, ketua fraksi Partai Keadilan DPRD DKI Jakarta. * PEMBUNUHAN PENCARI KEBENARAN DI TIMOR LESTE DIKENANG Selasa kemarin di Dili, Presiden Timor Leste Xanana Gusmao mengatakan peradilan terhadap pembunuh wartawan Belanda Sander Thoenes seharusnya dilaksanakan di negaranya. Hal ini dikatakan Xanana kepada keluarga Sander Thoenes yang kemarin berada di Dili, Timor Lorosa'e, untuk meresmikan sebuah monumen antara lain untuk mengenangnya. Wartawan Belanda Sander Thoenes tewas di Timor Timur pada bulan September 1999 ketika memberitakan kerusuhan di bekas jajahan Portugal dan Indonesia itu, menyusul jajak pendapat 30 Agustus 1999. Monumen kecil itu diresmikan oleh Schelto baron van Heemstra, duta besar kerajaan Belanda untuk Indonesia. Laporan redaksi di Hilversum: Di Dili, ibukota Timor Lorosa'e, kemarin berlangsung upacara peresmian sebuah monumen untuk mengenang para wartawan yang tewas di Timor Timur semasa referendum. Salah satu yang waktu itu terbunuh adalah wartawan Belanda Sander Thoenes. Pada bulan September 1999 wartawan mingguan Belanda Vrij Nederland dan harian Inggris The Financial Times ini dibunuh oleh tentara Indonesia ketika ia menumpang ojek menuju wilayan Becora, dekat bandar udara Dili. Schelto baron van Heemstra, duta besar Belanda untuk Indonesia yang kemarin meresmikan plakat itu berikut menjelaskan maknanya: Ja, zowel een eerbetoon als toch ook een gedenkteken voor alle anderen die eveneens gesneuveld zijn, doodgeschoten zijn, vermoord zijn, hoe je noemen wilt, en op de steen staat ook "murdered in search of the truth" vermoord op zoek naar de waarheid. En er staat ook in de locale taal de Tetum, saat ook vermeld. Terjemahan: Jadi baik penghormatan mau pun tanda kenangan kepada siapa saja yang tewas dan pada plakat itu tertera tulisan, murdered in search of the truth artinya dibunuh ketika mencari kebenaran. Dan itu juga tertera dalam bahasa Tetum. Memang, Sander Thoenes bukan satu-satunya wartawan yang tewas di Timor Lorosa'e ketika itu. Wartawan lain yang tewas di Timor Timur semasa referendum itu adalah Bernadino Gutterres dan Agus Mulyawan. Dan kepada merekalah monumen itu dipersembahkan. Selesai meresmikan duta besar Belanda dan keluarga Sander Thoenes mengadakan pertemuan dengan Presiden Xanana Gusmao. Dalam kesempatan itulah Presiden Xanana mengutarakan harapannya supaya peradilan pembunuh Sander Thoenes dilakukan di Timor Timur. Dengan menyatakan itu maka, seperti dikatakannya sendiri, Presiden Xanana Gusmao berniat untuk menunjukkan bahwa di negerinya keadilan benar-benar ada. Keadilan, memang inilah yang sudah dua tahun lebih dicari oleh keluarga wartawan Belanda Sander Thoenes. Bagi mereka yang mengherankan adalah kenapa para terdakwa lain pembunuhan di Timor Timur sudah diadili, bahkan salah satunya sudah akan divonnis hari ini, sementara terdakwa pembunuh Sander Thoenes tetap bebas berkeliaran. Pertanyaan yang terus terdengar di Belanda adalah kapan terdakwa pembunuhan Sander Thoenes diadili? Bulan silam Gerrit Thiry, resersur polisi Belanda menyatakan kepada Kejaksaan Agung Indonesia ia telah menyerahkan rekaman video yang berisi pernyataan para saksi yang menyebut siapa pembunuh Sander Thoenes. Dalam rekaman video itu sopir ojek yang dikendarai Sander Thoenes mengatakan bahwa Batalion 745 mendekati mereka dan melepas tembakan. Kemudian masih ada beberapa saksi lain yang juga menuding keterlibatan Batalion 745. Dengan bukti ini maka menurut Thiry sudah cukup alasan untuk mengangkap beberapa prajurit TNI dan mereka bisa diinterogasi sebagai terdakwa, bukan sebagai saksi. Duta Besar Belanda Schelto baron van Heemstra sendiri hanya bisa berharap bahwa pihak kejaksaan agung Indonesia akan mengajukan kasus pembunuhan Sander Thoenes ke pengadilan. Deze zaak die heel goed gedocumenteerd is, is helaas wat mij betreft niet op de rol gekomen van het Oost-Timor ad hoc Tribunaal. Dat neemt niet weg dat hier in Oost-Timor de zaak natuurlijk nog wel degelijk speelt. En ik verwacht ook dat in Dili, Oost-Timor, nog voor het eind van het jaar wel een aantaal verdachten zullen worden aangewezen en die ook uiteindelijk berecht moeten worden. Of de personen in kwestie, de militairen in kwestie die verdacht worden ook daadwerkelijk hier voor het gerecht verschijnen dat kan ik eigenlijk geen zinnig woord over zeggen. Terjemahan: Memang patut disesalkan bahwa kasus yang sangat lengkap dokumentasinya ini tidak sampai pada Pengadilan Ad Hoc Timor Timur. Hanya di Timor Timur sendiri masalah ini masih memperoleh perhatian. Dan saya berharap bahwa di Dili sini, sebelum akhir tahun ini juga beberapa orang akan didakwa dan diadili. Apakah para prajurit itu akan benar-benar diadili saya tidak bisa memastikannya. Demikian Schelto baron van Heemtra duta besar Belanda untuk Indonesia yang kedengaran putus asa karena kasus pembunuhan wartawan Belanda Sander Thoenes tidak juga sampai di pengadilan. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
