--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 16 Agustus 2002 14:20 UTC ** PRESIDEN MEGAWATI OPTIMIS PERTUMBUHAN EKONOMI 5% ** KEPUTUSAN PENGADILAN AD HOC HAM TIMTIM DIPROTES ** BANJIR DI JERMAN MAKIN PARAH ** KABUL KEMBALI BEBASKAN TAHANAN PERANG ** TOPIK GEMA WARTA : KEPUTUSAN PENGADILAN ADHOC TIMOR TIMUR BISA BERDAMPAK TERHADAP PEMULIHAN HUBUNGAN MILITER AMERIKA-INDONESIA * PRESIDEN MEGAWATI OPTIMIS PERTUMBUHAN EKONOMI 5% Indonesia telah berhasil mengatasi krisis ekonomi. Pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2003 akan mencapai lima prosen. Demikian pidato kenegaraan dan keterangan pemerintah atas RAPBN 2003 dan Nota keuangan yang disampaikan presiden Megawati Sukarnoputri di DPR. Menurut para pengamat, sasaran Megawati itu terlalu tinggi. Hutang luar negeri Indonesia masih terlalu besar dan pemerintah masih sangat tergantung dari bantuan Dana Moneter Internasional IMF. Presiden Megawati telah pula menyampaikan sejumlah perombakan ekonomi, yang besar kemungkinan akan disetujui oleh IMF * KEPUTUSAN PENGADILAN AD HOC HAM TIMTIM DIPROTES Pembebasan enam perwira militer dan perwira polisi oleh Pengadilan ad hoc HAM di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menimbulkan gelombang protes. Organisasi-organisasi HAM, diplomat asing dan sejumlah pengamat terkejut akan keputusan pengadilan yang disebut sebagai persekongkolan pemerintah dengan tentara. Ke-enam terdakwa diajukan ke meja hijau sehubungan dengan pelanggaran HAM berat di Timor Timur sebelum dan sesudah jajak pendapat tahun '99. Mantan kepala Polda Timtim Timbul Silaen, empat militer dan seorang perwira polisi dibebaskan karena pengadilan tidak menemukan bukti pelanggaran HAM berat yang mereka lakukan di Timor Timur. Awal minggu ini, mantan gubernur Timor Timur Abilio Soares dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena pelanggaran HAM. Ia dijatuhi hukuman penjara tiga tahun. Sebelumnya ia dituntut 10 tahun penjara. Pemerintah baru Timor Leste juga mengkritik keputusan pengadilan HAM. * GEMPA BUMI DI SULAWESI TENGAH Gempa bumi cukup kuat yang menggocang Sulwesi Tengah melukai 48 orang. 500-an rumah rusak berat dan hancur. Epicentrum gempa berkekuatan 5,8 skala Richter terletak 50 km dari kota Poso. Kerusakan paling besar terjadi disana. Desa Tojo dekat Poso dilaporkan hancur total. Penduduk yang berhasil menyelamatkan diri menunggu bantuan dan mereka kini tinggal di udara terbuka * BANJIR DI JERMAN MAKIN PARAH Air sungai Elbe di kota Dresden Jerman terus meningkat sampai sembilan meter, tujuh meter diatas tinggi permukaan yang normal. 33 ribu penduduk sudah diungsikan. Korban jiwa menjadi 14 orang. Jumlah korban tewas akibat banjir di Eropa tengah menjadi 90 orang. Permukaan air sungai Elbe masih terus meningkat dan menjadi ancaman bagi kota Bitterfeld di negara bagian Saksen-Anhalt. Dekat Bitterfeld terdapat kompleks pabrik kimia dan obat-obatan Bayer. Sementara itu hari Kamis banjir di sebelah utara Praha ibu kota Cheko sudah menggenangi sebuah kompleks pabrik kimia. Banjir itu dicemaskan akan mengakibatkan dampak yang berbahaya antara lain karena bahan kimia berbahaya dioxine. Sejauh ini permukaan air akibat banjir di Cheko mulai menurun. 200-an ribu penduduk yang mengungsi mulai diperbolehkan kembali ke rumah mereka. * KABUL KEMBALI BEBASKAN TAHANAN PERANG Pemerintah Afghanistan kembali bebaskan ratusan tahanan perang asing yang berjuang dipihak Taliban. Kebanyakan dari metreka disekap di Afghanistan utara oleh aksi militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Yang dibebaskan kebanyakan berasal dari Pakistan yang oleh kelompok-kelompok Islam radikal dikirim ke medan perang. Menurut Kabul, pembebasan tahanan perang asing itu merupakan itikad baik untuk memperbaiki hubungan dengan Pakistan. Sementara ini masih ada sekitar seribu orang asing yang ditahan di Aghanistan. Beberapa bulan lalu, ratusan tahahan perang telah dibebaskan. * KORBAN BENCANA ALAM DI CINA Gempa bumi di Cina barat daya sejauh ini menelan 28 korban jiwa. Nasib puluhan penduduk yang hilang belum diketahui dengan pasti. Arus lumpur dan batu menghancurkan sepuluh desa di propinsi Yunan yang pekan lalu digoncang gempa bumi yang juga telah menelan korban jiwa. Bencana alam disebabkan oleh hujan deras, tetapi juga oleh penggundulan hutan di lereng pegunungan. Hujan lebat yang melanda Cina tahun ini sudah menelan korban lebih dari 900 jiwa. Sebaliknya Cina utara dilanda kekeringan yang menghancurkan panen. * SRI PAUS KUNJUNGI TANAH KELAHIRAN Paus Johannes Paulus kedua melakukan kunjungan empat hari ke tanah airnya Polandia. Sri Paus antara lain mengkonsekrasikan sebuah basilika baru. Program kunjungan Sri Paus di Polandia itu disesuaikan mengingat usianya yang sudah lanjut 82 tahun dan juga karena ia menderita penyakit Parkinson. Bagian terbesar dari kunjungan Sri Paus akan dilakukan di Krakow, dimana ia menjadi uksup agung sebelum diangkat menjadi Paus tahun '78. Selama kunjungannya itu, diberlakukan larangan minuman alkohol untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. * BOEING DAPAT ORDER 10 MILYAR DOLLAR Pabrik pesawat Boeing menerima order besar dari kementrian pertahanan Amerika. Boeing mendapat pesanan 60 pesawat transpor jenis C-17 sampai tahun 2008. Order tersebut bernilai sekitar 10 milyar dollar. Pesawat-pesawat yang dipesan itu akan dibangun di pabrik Boeing di Long Beach di negara bagian California yang sebenarnya saat ini diancam kebangkrutan. Pesawat transpor jenis C-17 sangat penting dalam perang di Afghanistan. Awal bulan ini perusahaan raksasa Beoing juga sudah menerima order untuk membuat dua pesawat tempur tanpa awak. * 25 TAHUN KEMATIAN BINTANG ROCK & ROLL ELVIS PRESLEY Di seluruh dunia hari ini diperingati 25 tahun kematian bintang rock & roll Elvis Presley. Di rumahnya Graceland di Memphis negara bagian Tennesee Amerika Serikat, sejak Kamis malam puluhan ribu penggemar Elvis berkumpul semalam suntuk. Para fans yang berbusana Elvis bernyanyi sambil menyalahkan lilin di sekeliling kuburan pujaan mereka. Istri Elvis - Priscilla dan puterinya Lisa Marie juga berada di Graceland. Hari ini digelar sebuah konser oleh para musisi yang pernah mendampingi Elvis * Normal;heading 1; TOPIK GEMA WARTA: TOMMY SOEHARTO TERUS MENIKMATI KEISTIMEWAAN TOMMY SOEHARTO TERUS MENIKMATI KEISTIMEWAAN Layaknya seorang pangeran, Tommy Soeharto terus mendapat keistimewaan. Itu bukan sekadar omongan. Sejak menjadi buron hingga menjalani hukuman, putra kesayangan orang kuat Orde Baru itu terus mendapat perlakuan khusus. Baru tiga pekan setelah vonis 15 tahun dijatuhkan, Tommy sudah mendapat remisi atau pengurangan hukuman dari pemerintah. Menurut rencana remisi selama satu bulan itu akan diberikan hari ini, tepat di hari peringatan kemerdekaan. Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto merupakan satu nama dari sekitar empat ribu narapidana yang akan mendapat remisi. Pengurangan masa tahanan ini pun dipertanyakan Mahkamah Agung. Pasalnya, Tommy kan baru resmi menjadi narapidana terhitung 3 Agustus lalu. Sementara remisi diberikan kepada narapidana yang telah menjalani tahanan selama enam bulan. Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan menegaskan, selama penahanan untuk proses pengadilan, status Tommy bukan narapidana. Bagir Manan: Saya mempunyai pengertian bahwa yang sudah berhak mendapat remisi itu adalah narapidana yang sudah menjalani hukuman enam bulan. Kapan orang jadi narapidana, sejak vonisnya mempunyai kekuatan hukum tetap. Itulah dia jadi narapidana. Artinya dieksekusi oleh jaksa, jadi dia begitu jadi narapidana, dieksekusi. Hari itu, jam itu, menit itulah narapidana. Pendapat Ketua Mahkamah Agung itu mendapat tanggapan sinis Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra. Menurut Yusril, Tommy berhak mendapat remisi sesuai keputusan presiden. Oleh Departemen Kehakiman dan HAM, masa tahanan Tommy ternyata sudah dihitung sejak ia ditahan Kepolisian Daerah Jakarta, November lalu. Yusril Ihza Mahendra: Pak Bagir salah baca. Dia belum baca Keppres 174 itu. Jadi Keppres 174 itu mengatakan bahwa kalau seseorang itu telah menjalani pidana enam sampai dengan 12 bulan, dia berhak mendapat remisi 1 bulan. Kapan dihitung masa pidana itu? Itu dihitung sejak dia menjalani tahanan. Dan kalau vonis mengatakan hukuman itu dipotong masa tahanan, maka dihitung sejak dia ditahan. Itu jelas dalam pasal 7, keppres 174 tahun 1999. Pengurangan masa tahanan itu mungkin bisa dianggap sebagai hadiah kepindahan Tommy ke Pulau Nusakambangan. Sejak Kamis lalu Tommy yang dikenal sebagai playboy Cendana itu dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Batu di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. Sebuah kompleks penjara yang paling banyak memiliki fasilitas dari semua LP yang ada di pulau itu. Tommy ditempatkan di sel khusus berukuran tiga kali empat meter. Sel karantina yang disediakan bagi para pendatang baru. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Batu, Soemantri pun buru-buru membantah bahwa Tommy akan mendapat perlakuan khusus seperti yang didapat di LP Cipinang. Soemantri: Itu kamar biasa ukuran 3 x 4 meter. Ada kamar mandi di dalam, karena kalau sudah dikunci dia kan ndak bisa keluar, itu. Itu WCnya itu yang jongkok itu lho, yang aslinya itu. Tidak duduk kayak yang di Cipinang, tidak. Itu WC jongkok. Tommy pun tampaknya pasrah saja di tempatkan di pulau kecil yang dulu dihuni para tahanan politik itu. Kuasa hukum Tommy Elza Syarif mengatakan, meski Tommy menerima vonis yang dijatuhinya, putra bungsu Soeharto itu tetap akan melakukan perlawanan hukum. Elza Syarif: Ya keinginannya ya minta keadilan aja. Karena itu masih mempunyai harapan untuk melakukan upaya hukum. Tapi waktunya bukan sekarang. Dia tetap menyatakan tidak pernah besalah untuk kasus yang dituduhkan itu. Banyak kalangan menilai terpidana kasus pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita itu memang pantas ditempatkan di Nusakambangan. Namun siapa nyana kalau penempatan itu ternyata bisa juga dianggap perlakuan istimewa. Tommy yang juga dipidana karena memiliki senjata api dan bahan peledak, malah akan lebih leluasa bergerak di sana. Apalagi Pulau Nusakambangan adalah wilayah tertutup yang jauh dari pengawasan masyarakat mau pun media massa. Tommy pun akan bakal terisolasi dari pemberitaan. Itu juga yang terjadi pada Bob Hasan, salah satu kroni Soeharto yang telah mendekam di Nusakambangan sejak akhir Maret tahun lalu. Tetangga sel tahanan Tommy ini malah telah membangun kerajaan kecil di penjara yang katanya terisolasi itu. Hal itu diungkapkan Johnny, seorang bekas narapidana dari penjara yang sama dengan raja hutan Bob Hasan. Dia baru bebas sebulan lalu. Menurut Johny, di Nusakambangan uang bisa banyak bicara. Contohnya si Bob Hasan sendiri. Si raja hutan itu bisa meninggalkan pulau setiap hari, sesukanya. Bob pun memiliki sebuah mobil Jeep untuk membawanya keluar. Bahkan adik angkat Soeharto ini konon dapat memimpin perusahaannya melalui alat komunikasi canggih di selnya. Johnny: Apa sulitnya sih keluar dari sana? Enggak ada sulitnya keluar dari sana. Kalau siang jelas, ya. Tapi kalau malam, kami jam enam kan sudah masuk semua. Jadi tahu bahwa, lho ini kok ada kesibukan ini. Tiap malam tuh. Cerita paginya bahwa dia pagi-pagi juga begitu jam empat, jam enam biasanya, jam-jam sembilan, jam 10 gitu, ya dia keluar. Hampir tiap malam. Menariknya, perlakuan istimewa itu tidak membuat iri tahanan lain. Mereka malah senang dengan kehadiran Bob Hasan yang dianggap membawa berkah. Tiap bulan Johnny dapat mengantongi Rp. 800 ribu dengan mengasah batu akik, usaha yang dikembangkan Bob Hasan. Menurut Johnny, Bob Hasan sangat dermawan sehingga situasi dan kondisi penjara lebih bagus, karena konglomerat itu tak segan-segan merogok kocek sendiri untuk merenovasi bangunan penjara yang rusak. Kalau begini, kepindahan Tommy jelas bukan keputusan yang hebat. Seperti Bob Hasan, di Nusakambangan Tommy akan dapat berbuat apa saja. Pertama-tama tentunya ia akan lebih bisa menekuni agama seperti yang belakangan diberitakan oleh majalah Asia Times, termasuk mendatangkan dua guru agamanya yaitu tokoh FPI Mohamad Rizieq dan mantan tapol Soeharto Habib Al-Habsyi. Bahkan mungkin mendirikan lapangan bulutangkis, olahraga kegemarannya. Alhasil Nusakambangan pun layaknya seperti menjadi pulau wisata bagi tahanan konglomerat. Tidak ketinggalan Tommy Soeharto juga Tim Liputan 68H melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum * KEPUTUSAN PENGADILAN ADHOC TIMOR TIMUR BISA BERDAMPAK TERHADAP PEMULIHAN HUBUNGAN MILITER AMERIKA-INDONESIA Vonis pengadilan ad-hoc Timor Timur terhadap pelaku pelanggaran HAM dinilai terlalu ringan dan mengecewakan. Pemerintah Amerika mendesak Jakarta agar menigkatkan upaya untuk mengadili anggota TNI pelaku pelanggaran HAM di Timor Timur. Menurut Sidney Jones dari International Crisis Group di Jakarta, desakan Washington tersebut adalah sinyal politik yang menarik. Sebelumnya kami menanyakan pendapatnya mengenai vonis pengadilan ad-hoc Timor Timur. Sidney Jones [SJ]: "Ya saya kira vonis itu sudah tidak berarti sama sekali karena kami sudah tahu dari awalnya kalau sudah lihat surat dakwaan bahwa kasus yang ada di depan pengadilan ad hoc tidak akan diselesaikan secara adil." Radio Nederland [RN]: "Jadi itu memang sudah bisa diduga sebelumnya?" SJ: "Ya, karena sudah jelas sejak awalnya bahwa kalau jaksa menggambarkan apa yang terjadi di Timtim sebagai perang sipil antara dua belah pihak yang sama-sama kuatnya di mana pelaku yang paling utama bukan TNI atau polisi atau pejabat sipil tapi justru Unamet. Itu yang digambarkan dalam surat dakwaan. Dan juga tuduhan terhadap mereka sebetulnya tidak bersifat kejahatan terhadap kemanusiaan walaupun secara formal tuduhan itu dicap dalam surat dakwaan. Tapi kalau baca apa yang dikatakan para jaksa itu seolah-olah mereka dituduh hanya tidak ikut serta untuk menghindari kekerasan yang terjadi. Jadi itu sama sekali tidak menggambarkan kebenaran secara semestinya." RN: "Suatu tuntutan yang patut disayangkan sebetulnya. Saat ini pemerintah Amerika mendesak pemerintah Indonesia agar meningkatkan upaya untuk memperberat hukuman terhadap para pelaku pelanggaran HAM di Timor Timur. Ini sinyal politik apa?" SJ: "Ini cukup menarik. Karena ternyata pada saat vonis itu diturunkan dalam perkara Timbul Silaen dan orang yang dituduh ikut dalam pembunuhan di Suai, ternyata bahwa ada di Jakarta laksamana yang ketua decisive command, biasanya disingkat singtak......1.49-154, jadi dia datang ke sini untuk meneruskan proses, memulihkan kembali hubungan antara TNI dan AS. Tapi sangat memalukan untuk dia dan juga kedutaan di sini bahwa pada saat dia berada di Jakarta justru ada vonis yang begitu jelek yang dikeluarkan dari pengadilan ad hoc ini. Jadi saya kira terpaksa AS mengeluarkan satu statement bahwa mereka tidak mengabaikan semua..accountability." RN: "Yang lebih menarik lagi sebetulnya ini karena pemerintahan partai republik yang biasanya lunak terhadap Indonesia, berlainan dengan demokrat yang lebih keras tentang hak asasi manusia di Indonesia." SJ: "Memang ada orang di dua belah partai yang juga sama-sama kuatnya dengan soal HAM, tapi saya kira penting bahwa ada pernyataan yang cukup kuat. Tapi soal berikutnya adalah sekarang ini Amerika akan berbuat apa? Karena pilihan-pilihan yang ada secara kebijakan kurang jelas. Tentu saja AS tidak akan mendukung satu Mahkamah Internasional. Kami tidak ada dukungan politik sama sekali di dalam DK-PBB. Kalau menghentikan proses pemulihan hubungan dengan TNI, saya kira dari pihak pemerintahan Bush itu juga tidak masuk akal menurut mereka. Yang menarik adalah apakah orang kongres atau anggota kongres akan sekarang ini dengan keputusan ini terus menyetujui program bantuan yang harus diajukan bulan depan, bulan September di Washington." RN: "Kalau menurut Anda peluangnya bagaimana? Mereka akan setuju atau tidak?" SJ: "Sulit diramalkan sekarang ini, karena tergantung pada keadaan di Washington. Tekanan yang diterapkan dari Pentagon dan State Department terhadap anggota kongres, keadaan di Indonesia dan faktor-faktor lain. Tapi asal proposal untuk membuka kembali bantuan kepada TNI ditaruh di dalam konteks perang terhadap terorisme, masih ada kemungkinan bahwa pemerintahan Bush bisa menang." RN: "Suatu angin yang kurang menguntungkan untuk penegakan hak asasi manusia, perang anti terorisme itu?" SJ: "Benar. Tapi kita mesti tunggu saja karena saya kira dengan keputusan ini ada juga angin baru untuk orang-orang di kongres yang betul-betul ingin melihat TNI dipertanggungjawabkan atas apa yang mereka lakukan di Timtim." Demikian Sidney Jones. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
