---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 27 Agustus 2002 14:10 UTC



** PENGADILAN JEPANG TOLAK GUGATAN KORBAN SENJATA BIOLOGI

** WUHAN LOLOS DARI BANJIR DAHSYAT

** TIMOR TIMUR LAKUKAN PERJANJIAN TAK SERAHKAN TENTARA AS KE MAHKAMAH
PIDANA INTERNASIONAL

** TOPIK GEMA WARTA: PDIP TUNTUT PEROMBAKAN KABINET, KEPEMIMPINAN
MEGAWATI KEMBALI DIUJI

** TOPIK GEMA WARTA: PEMILIHAN PRESIDEN LANGSUNG, BAGAIMANA PELUANG
AMIEN RAIS?



* PENGADILAN JEPANG TOLAK GUGATAN KORBAN SENJATA BIOLOGI

Pengadilan Jepang telah menolak gugatan yang diajukan sekelompok
keluarga Cina yang keluarganya menjadi korban percobaan senjata
biologi pada perang dunia kedua. Pengadilan tersebut mendasarkan
keputusannya pada hukum internasional, tetapi untuk pertama kalinya
mengakui Jepang menggunakan senjata biologi selama perang dunia
kedua. Pasukan Jepang melakukan percobaan senjata atas tawanan perang
Cina dengan virus Kolera. Keluarga korban mengatakan akan mengajukan
banding atas keputusan tersebut.


* WUHAN LOLOS DARI BANJIR DAHSYAT


Di Wuhan, kota di wilayah Cina Selatan lolos terkena banjir.
Sekalipun demikian luapan sungai Yangtze masih mengancam beberapa
kota lainnya termasuk Jiujian dan Nanjing. Pemerintah Cina melakukan
investasi besar-besaran dalam mengembangkan tanggul-tanggul dan
bendungan sejak banjir tahun 1998 yang merengut nyawa sedikitnya 4000
orang. Kementrian Pengairan Wang Shungcheng mengatakan pekerjaan
besar tidak diperlukan lagi atas masalah ini selama 50 hingga 100
tahun kedepan.


* TIMOR TIMUR LAKUKAN PERJANJIAN TAK SERAHKAN TENTARA AS KE MAHKAMAH
PIDANA INTERNASIONAL

Timor Timur telah melakukan perjanjian dengan Amerika Serikat untuk
tidak menyerahkan tentara AS ke mahkamah pidana internasional.
Sebelumnya Israel dan Rumania telah melakukan perjanjian semacam itu.
Berbeda dengan Eropa, Amerika Serikat menolak secara total mahkamah
pidana internasional di Den Haag. Pada pekan ini menteri-menteri luar
negeri Eropa akan mengadakan pembicaraan untuk memutuskan kesepakatan
bersama atas masalah tersebut. AS keberatan dengan beberapa negara
Uni Eropa yang mencoba mencegah perjanjian bilateral atas mahkamah
pidana internasional. Washington mengatakan setiap negara seharusnya
diijinkan untuk memutuskan untuk dirinya sendiri apakah perjanjian
bilateral semacam itu memang menjadi keinginannya.


* WAKIL PRESIDEN AS DORONG INVASI IRAK

Wakil Presiden Amerika Serikat Dick Cheney berdebat keras untuk
melakukan invasi militer di Irak. Dia berbicara mengenai aksi militer
itu dihadapan para veteran perang di Nashville. Cheney mengatakan
resiko tidak melakukan aksi tersebut lebih besar ketimbang resiko
melakukan aksi. Ia mendasari argumennya dengan menyodori bahaya
senjata pemusnah massal, inspeksi senjata yang gagal dan permusuhan
dengan rejim Saddam Hussein. Cheney hendak mengatakan bahwa AS
mempunyai tugas moral untuk terlibat. Ia menggarisbawahi pemerintahan
seharusnya terus melanjutkan pendekatan terhadap sekutunya. Pidato
dari wakil presiden kelihatannya sebagai jawaban atas kritik yang
berkembang terhadap Presiden George W. Bush dengan Partai Republik.


* WARGA PALESTINA BISA JALAN-JALAN LAGI DI JALUR GAZA

Israel memberikan Palestina sedikit kebebasan bergerak di Jalur Gaza.
Harian Haaretz mengatakan keputusan ini diambil dalam pembicaraan
keamanan Israel-Palestina Senin Sore kemarin. Perjalanan dari utara
ke selatan Jalur Gaza kembali dimungkinkan. Dalam pembicaraan itu
nampaknya juga disetujui warga Palestina yang diijinkan bekerja di
Israel akan ditingkatkan. Sementara itu pembatasan di dan sekitar
Betlehem di Tepi Barat Sungai Yordan akan dihapus. Awal bulan ini
kedua belah pihak sepakat menarik mundur secara bertahap pasukan
Israel dari Jalur Gaza dan wilayah sekitar Betlehem.


* HELIKOPTER RUSIA SALAH TEMBAK, GEORGIA PROTES KE PBB

Georgia mengajukan keberatan kepada PBB tentang pelanggaran wilayah
udaranya oleh jet tempur Rusia. Duta Besar Georgia kepada PBB
menyebut aksi itu sebagai perbuatan terorisme. Pernyataan itu
diberikan setelah insiden pekan lalu ketika helikopter tempur Rusia
dalam mengejar pemberontak Chechen melakukan penembakan dalam wilayah
Georgia. Penguasa Georgia menyatakan tiga warga sipil tewas terkena
tembakan. Pihak Rusia sendiri menolak disebut melakukan serangan itu.
Perwakilan dari organisasi keamanan dan kerjasama Eropa, OSCE
melaporkan adanya beberapa pesawat tak teridentifikasi di wilayah
tersebut. Georgia sedang mempertimbangkan untuk melibatkan Dewan
Keamanan PBB di mana Rusai menjadi anggota tetapnya.


* BEDDU AMANG HUKUMANNYA MALAH TAMBAH

Sahabat karib Tommy Suharto yang mengajukan banding atas keputusan
pengadilan yang menjatuhkan hukuman dua tahun penjara atas dirinya,
justru menerima keputusan dua kali lebih berat dari pengadilan
tinggi. Beddu Amang, bekas direktur Bulog keberatan atas hukuman dua
tahun yang dijatuhkan pengadilan negeri Jakarta Selatan. Pejabat yang
juga dekat dengan bekas presiden Suharto ini dituduh menyebabkan
negara rugi 94,5 milyar rupiah. Selain hukuman empat tahun dari
pengadilan tinggi, ia juga didenda lima milyar rupiah. Pihak
pengadilan tinggi menambah hukuman itu setelah menimbang bahwa Beddu
Amang seorang yang terpelajar dan mempunyai posisi tinggi dalam
pemerintaah saat itu, yang tahu bahwa perbuatannya salah namun tetap
dilakukan.


* PDIP TUNTUT PEROMBAKAN KABINET, KEPEMIMPINAN MEGAWATI KEMBALI DIUJI

PDI-P mengancam menolak Rancangan Anggaran Negara tahun 2003 kecuali
kalau Presiden Megawati Soekarnoputri menggantikan beberapa menteri
kabinet. Menurut Profesor Arief Budiman, kepala Studi Indonesia pada
Melbourne University di Australia, Megawati ternyata sedang dalam
proses belajar untuk menjadi pemimpin PDI-P, bahwa ia sekarang tidak
akan diikuti terus oleh partainya. Karena kadang-kadang keputusan
Megawati bisa sangat merugikan citra PDI-P. Tapi di lain pihak gaya
kepemimpinan Megawati adalah MBA, yaitu Management By Absence, jadi
memimpin padahal dia tidak hadir.

Arief Budiman [AB]: Memang pada dasarnya Megawati itu diam saja,
nggak bertindak, jarang sekali mengambil keputusan. Tetapi
kadang-kadang dia mengambil keputusan, tetapi keputusan itu tampaknya
tanpa dikonsultasikan dengan PDIP. Dan itu juga merupakan salah satu
menifestasi kepemimpinan management by absence. Artinya dia tidak
hadir, atau kalau mengambil keputusan tidak dirundingkan dulu dengan
orang-orangnya barangkali, sehingga keputusannya tiba-tiba
bertentangan saja. Dan ini akibatnya adalah terjadi konflik tersebut.


Bahwa Megawati mendukung Sutiyoso, itu analisanya adalah kita tahu
bahwa Sutiyoso itu sebenarnya musuh besar dari PDIP. Tapi bahwa
didukung itu kemungkinan adanya bisnis-bisnis interest baik dari
orang PDIP maupun kemungkinan datangnya dari suaminya Megawati,
sehingga PDIP dikuasai oleh sekelompok bisnis-bisnis ini untuk
mendukung Sutiyoso. Saya yakin banyak orang PDIP tidak setuju kepada
Megawati, salah satu mungkin Kwik Kian Gie, yang juga tidak setuju,
tetapi harus setuju karena dia orang partai. Nah ini kelihatannya
kelompok bisnis itu kuat sekali sehingga keputusan Megawati yang
sangat tidak populer itu masih tetap ditolerir oleh PDIP. Jadi kita
juga harus hati-hati dengan perubahan kabinet. Yang menang kelompok
bisnis atau kelompok ideali dari PDIP.

Radio Nederland [RN]: Pak Arief membedakan dua kelompok itu dari
PDIP, tetapi sementara itu dalam kabinet itu sendiri kan juga PDIP
ini berkoalisi dengan partai-partai lain, tidak hanya dengan
partainya Hamzah Haz, tapi juga Golkar dan partai-partai kecil yang
lain seperti PBB dan segala macam. Sebaiknya bagaimana kalau ada
perubahan kabinet? Apakah koalisi itu dilanjutkan atau PDIP dan PPP
saja, karena PPP adalah wakil presidennya?

AB: Kalau melihat perkembangan politik sekarang PDIP cukup berkoalisi
dengan Golkar. Dan kelihatannya memang PPP diminta ikut supaya tidak
kelihatan kontras kelihatan perlawanan antara Islam dengan
Nasionalis. Jadi sebenaranya yang paling substansi adalah pada Golkar
dan PDIP. Kan sekarang ada berkembang suatu wacana, bahwa kemungkinan
Megawati akan mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2004
bersama Yusuf Kalla. Nah, Yusuf Kalla ini menarik karena pertama dia
Golkar, kedua dia juga tokoh Islam, dan ketiga ia tokoh daerah. Ini
nampaknya banyak kelasnya daripada Hamzah Haz. Kalau Yusuf Kalla
sedikitnya bisa menetralisir lawan Megawati dari Islam itu ideal
sekali. Karena Golkar punya banyak suara lagipula Yusuf Kalla itu
kelihatannya orang yang diterima sebagai relatif bersih, karena dia
pebisnis yang sukses di Sulawesi Selatan.

Nah kalau lihat begitu kemungkinan trendnya pada 2004 ini PDIP akan
berkoalisi dengan Golkar, dan kalau dia dapat dukungan dari militer
itu sebenarnya sudah cukup kuat, kecuali kalau suara PDIP turun
sekali pada 2004. Kalau suaranya sama pada pemilu 1999 itu maka
kelihatannya yang terjadi adalah koalisi PDIP, Golkar, di mana PPP
ditinggalkan, atau dipakai kalau dia mau, tetapi tidak boleh menuntut
banyak dan dengan militer.

RN: Menurut Pak Arief, perolehan suara PDIP akan tetap seperti pemilu
sebelumnya?

AB: Ah, saya kuatir itu tidak. Makanya 2004 akan menarik sekali. Saya
kuatir tidak. Akan berkurang! Karena Megawati tidak menunjukan
performance yang baik . Mungkin juga gerakan di PDIP untuk merombak
kabinet itu untuk memperbaiki citra kinerja dari performance kabinet
ini. Karena kalau sekarang ini, apalagi Megawati tampaknya
mengkhianati orang-orang PDIP dengan mendukung Sutiyoso ini tampaknya
akan mempunyai dampak bagi pemilih-pemilih PDIP.

Kebetulan waktu penggusuran orang-orang miskin itu oleh Sutiyoso,
saya di sana. Dan saya sempat bergaul dengan mereka dan bertanya,
bagaimana nih bapak kan pendukung PDIP? "Iya..iya..kita 1999, semua
memilih PDIP!"
"Sekarang Bagimana?"
"Sekarang kita akan pikir-pikir lagi pada 2004!"
Yang jadi masalah adalah apakah dratis turunnya atau sedikit begitu.
Tapi kalau turun saya kira hampir pasti. karena waktu tahun 1999 itu
kan orang-orang mengidolakan Megawati, bahwa Megawti akan menjadi
seperti Bung Karno, dan seterusnya. Tapi sekarang orang melihat tidak
sesuai dengan harapan mereka. Sehingga mereka tidak akan memilih lagi
PDIP barangkali.

Demikian Profesor Arief Budiman, kepala Studi Indonesia pada
Melbourne University di Australia.


* PEMILIHAN PRESIDEN LANGSUNG, BAGAIMANA PELUANG AMIEN RAIS?


Ketua MPR Amien Rais kini punya pengawal khusus bernama PARAS,
Pasukan Pendukung Amien Rais Sejati, demikian diberitakan oleh situs
Tempo Interaktif. PARAS nampaknya hanya akan mengawal Amien Rais,
sehingga tidak menjawab pertanyaan banyak orang akankah Amien Rais
mencalonkan diri dalam pemilihan presiden langsung tahun 2004
mendatang. Yang menjadi wacana khalayak sekarang barulah kemungkinan
duet antara Megawati denga Yusuf Kalla sebagai calon presiden dan
wakilnya pada pemilu 2004. Bagaimana Amien Rais sendiri? Tentang
kesempatan dan tantangan Amien Rais, berikut laporan koresponden
Syahrir dari Jakarta:

Para elite politik Indonesia tampaknya masih dalam tahap penyesuaian
dengan paradigma baru politik Indonesia seiring dengan adanya
amandemen UUD 1945. Ini terutama menyangkut pemilihan presiden secara
langsung yang memang merupakan hal baru dalam sejarah Republik
Indonesia.

Kubu Amien Rais yang ditengarai akan menjadi saingain kubu Megawati
dalam pemilihan presiden secara langsung pada tahun 2004 tampak masih
hati-hati dalam menentukan sikap politiknya. Fahry Hamzah, ketua
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang juga dikenal
dekat dengan Amien Rais, bahkan dianggap oleh berbagai kalangan
sebagai operator lapangan kubu Amien Rais, secara terbuka menyatakan
kecewa dengan sikap politik Amien Rais. Amien dianggapnya ragu-ragu
menantang Megawati. Seharusnya Amien Rais berhenti jadi Ketua MPR dan
mengambil posisi yang berhadap-hadapan dengan pemerintahan Megawati.
Namun hal itu tidak dilakukannya.

Kalangan lain melihat keragu-raguan Amien Rais itu sudah dimulai
sejak kejatuhan Soeharto. Saat itu Amien Rais secara moral dianggap
lebih kuat dibandingkan dengan Habibie yang dianggap oleh sebagian
besar rakyat  cuma antek Soeharto. Namun anehnya, Amien Rais secara
cuma-cuma justru menyerahkan potensi massa pendukungnya kepada
Habibie. Tawaran Habibie kepada Amien untuk menjadi Ketua DPA maupun
Ketua DPR pun ditolaknya.

Bagi pendukung setianya, nampak bahwa Amien, sebagaimana Nurcholis
Madjid, kurang memiliki daya juang untuk merebut kekuasaan. Demikian
juga sekarang, saat berhadapan dengan Megawati, Amien Rais juga
terlihat berada dalam posisi tidak siap tempur. Mengapa demikian?

Kalangan Partai Keadilan menduga Amien masih tetap berharap dukungan
keuangan bagi partainya lewat anggotanya yang duduk dalam kabinet
Megawati. Sedangkan kalangan PAN melihat Amien ternyata kurang
berpengalaman memimpin organisasi politik. Ketika bermahasiswa, dia
juga tidak pernah menjadi Ketua Senat maupun Ketua Dewan Mahasiswa.
Sesungguhnya dia hanya seorang guru besar yang tak banyak bedanya
dengan seorang Arief Budiman maupun Ichlasul Amal.

Amien Rais kalah lihai ketimbang seorang Taufik Kiemas, Akbar
Tandjung, Adi Sasono mau pun Hariman Siregar yang masa mudanya aktif
berorganisasi. Kekuatan Amien hanyalah pada lidahnya dan bukan
seorang ahli strategi seperti halnya Akbar Tandjung. Seharusnya dia
memanfaatkan kepiwaiannya berpidato untuk menyerang Megawati dalam
rapat-rapat umum. Langkah untuk mengambil sikap terhadap Megawati
memang harus dia lakukan kalau dia benar-benar serius mencalonkan
diri pada 2004, karena sekarang tidak opisisi yang berarti. Kalau pun
ada, paling sebatas Partai Keadilan (PK) dan Partai rakyat Demokratik
(PRD).

Bagaimana dengan Akbar Tandjung? Akbar Tandjung yang memang ahli
strategi dan dikenal matang dalam berorganisasi yang terbukti dapat
mengalahkan calon-calon dari TNI saat pemilihan Ketua DPP Golkar pada
1999 tampaknya masih direcoki oleh kasus Bulog, sehingga peluangnya
semakin berat. Apalagi tiap pengadilan sedang dalam posisi mengambil
ancang-ancang untuk terus memperkarakan kasus Akbar Tandjung. Padahal
KPU sudah mempersiapkan acara debat antara calon-calon presiden, di
antaranya Akbar Tandjung. Dan menurut sistem baru, setahun sebelum
pemilu para calon sudah harus melakukan debat di depan umum.

Dalam hubungan ini yang banyak dikhawatirkan orang adalah kemungkinan
Megawati tidak mencalonkan diri karena sudah puas dengan satu periode
saja. Hal ini tentu saja berpotensi untuk mengubah peta politik
Indonesia yang tidak disukai oleh golongan nasionalis dan kalangan
minoritas di Indonesia.

Bagaimana dengan Bambang Yudhoyono yang disebut-sebut sebagai kuda
hitam dalam pemilihan Presiden 2004? Bila Megawati tetap maju pada
pemilihan presiden 2004, maka peluang Yudhoyono kecil. Namun bila
Megawati tidak mencalonkan diri, maka Yudhoyono akan mendapat
limpahan kekuatan dari golongan nasionalis dan minoritas yang
khawatir bahwa negera ini dipimpin oleh golongan Islam yang akan
mendominasi kehidupan mereka.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke