--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 28 Agustus 2002 13:10 UTC ** TIGA TEWAS DALAM KEKERASAN BARU DI ACEH ** KEADAAN DARURAT NEPAL DICABUT ** BANJIR DAHSYAT CINA TERUS MAKAN KORBAN ** TOPIK GEMA WARTA: KEMITRAAN LSM DALAM KTT YOHANNESBURG TERNYATA SEMU BELAKA ** TOPIK GEMA WARTA: HAKIM INDONESIA TIDAK BERKOPETENSI MENGADILI PARA TERSANGKA KASUS PEMASANGAN BENDERA RMS * TIGA TEWAS DALAM KEKERASAN BARU DI ACEH Tiga orang ditemukan tewas dan lima lainnya terluka dalam kekerasan terakhir di Aceh. Pekerja kemanusiaan menemukan tiga jasad pria tak dikenal yang tewas karena luka tembakan. Ketiga jasad itu diduga warga sipil. Sementara di Aceh Timur lima orang termasuk tiga perempuan terluka akibat pelemparan granat oleh orang tak dikenal. Granat tersebut meledak di dalam sebuah warung makan. Kekerasan di Aceh telah memakan korban hingga 10 ribu orang sejak gerakan Aceh merdeka memulai perlawanannya untuk meraih kemerdekaan bagi propinsi di ujung barat Indonesia itu. * KEADAAN DARURAT NEPAL DICABUT Status keadaan darurat telah dicabut di Nepal. Pemerintah mengambil tindakan tersebut sembilan bulan lalu untuk memerangi pemberontak Mao lebih efektif. Tentara diberikan kekuasaan lebih dan jam malam diberlakukan. Kebebsan pers juga dibatasi. Sekarang keadaan darurat itu telah dicabut untuk menjamin pemilu November mendatang berlangsung jujur dan adil. Sementara itu sebuah bom meledak di ibukota Nepal Kathmandu pada Rabu ini. Dilaporkan tidak ada korban. Serangan itu diduga dilakukan oleh pemberontak Mao yang hendak menyingkirkan sistem monarki dan menggantinya dengan negara komunis. * BANJIR DAHSYAT CINA TERUS MAKAN KORBAN Di Cina korban yang tewas akibat banjir meningkat menjadi 1300 orang. Kota Wuhan di Cina tengah nampaknya lolos dari banjir dahsyat kali ini. Luapan sungai Yangtze kini mengancam kota Jiujiang. Penduduk di kota ini cemas danau terdekat dengan mereka tidak bisa menampung jumlah air yang masuk dari sungai dan dikhawatirkan akan meluap. Tanggul-tanggul disekitar danau dijaga tiada henti selama 24 jam. Diperkirakan kondisi bahaya banjir ini masih akan berlangsung hingga dua minggu. * POLISI MEDAN SITA HEROIN TERBANYAK Kepolisian kota Medan, menyita hampir satu ton kilogram heroin. Ini merupakan penyitaan terbesar selama ini di Indonesia. Heroin itu disita dari beberapa rumah. Polisi menangkap tiga orang hingga saat ini. Salah seorang dari mereka mengatakan dirinya hanya suruhan yang dibayar untuk menjaga heroin tersebut. * KOREA UTARA-SELATAN BICARA JALUR KERETA Korea Utara dan Selatan memulai pembicaraan mengenai penghidupan kembali jalur kereta yang menghubungi dua negara tersebut. Pembicaraan belakangan difokuskan kepada kerjasama ekonomi, sekarang dipusatkan mengenai bagaimana menghubungi jalur kereta dengan jaringan rel kereta luar Korea. Seoul ingin jalur tersebut terhubung dengan Cina lewat Korea Utara, sementara Pyongyang ingin jalur itu melintasi Rusia. Pekan lalu presiden Rusia Vladimir Putin menyebut keinginannya untuk jalur antara Korea Utara terhubung dengan jalur trans Siberia agar memberikan suntikan dorongan ekonomi bagi Rusia timur. Pembicaraan sesama Korea itu akan berakhir Jumat pekan ini. * WALAU ISRAEL SERANG GAZA BARAT, PERUNDINGAN JALAN TERUS Selasa malam kemarin tentara Israel dengan kendaraan tempurnya memasuki sebelah barat Kota Gaza. Warga Palestina berlindung di rumah-rumah sementara tentara Israel berjaga-jaga. Pesawat tempur Israel juga diterjunkan dalam aksi ini dengan menembak beberapa target di Jalur Gaza. Aksi ini diduga untuk memberhentikan penyelundupan senjata dari laut. Sebelumnya di Ramallah tentara Israel menangkap dua pimpinan dari front utama pembebasan Palestina. Di Nablus dan Hebron, juga di wilayah Tepi Barat Sungai Yordan beberapa warga Palestina di tahan, beberapa diantaranya berasal dari gerakan radikal Hamas. Sekalipun demikian pembicaraan keamanan Israel-Palestina terus berlangsung hingga saat ini sesuai rencana. Menteri Pertahanan Israel Benyamin Ben Eliezer bertemu dengan menteri dari Palestina, Abdel Razaq al-Yahya di Tel Aviv. Diskusi mereka termasuk dengan rencana penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Palestina. * OBASANJO BENAR-BENAR TERANCAM Setelah parlemen Nigeria, sekarang giliran Senat yang sedang mempertimbangkan membuat prosedur di mana bisa menyingkirkan presiden Olesegun Obasanjo. Senat telah membentuk komite untuk bersama-sama parlemen mengerjakan hal ini. Presiden Obasanjo dianggap tidak berkompeten dan menyalahgunakan kekuasaan. Parlemen memberi batas waktu Obasanjo untuk mundur hingga akhir Senin kemarin. Presiden menyebut upaya itu sebagai becanda yang kelewatan. Pernyataan dia menambah kejengkelan senat. Obasanjo dulu bisa mengatasi ancaman parlemen dengan mudah, tapi kini dia benar-benar terancam. * KEMITRAAN LSM DALAM KTT YOHANNESBURG TERNYATA SEMU BELAKA KTT Dunia tentang pembangunan berlanjut yang saat ini berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan konon menjanjikan sesuatu yang baru. Itulah kemitraan segi tiga antara pemerintah, dunia usaha dan lsm. Tetapi ternyata dalam prakteknya kalangan LSM justru dihalangi masuk, seperti berikut dilaporkan rekan Yanti Mualim, langsung dari Johannesburg: Beberapa hari lagi para kepala negara dan kepala pemerintahan akan tiba di Johannesburg, Afrika Selatan untuk menghadiri tahap terakhir WSSD (World Summit on sustainable Development) atau ktt pembangunan yang berlanjut ini. Sebelum mereka tiba delegasi masing-masing negara, lsm-lsm manca negara dan kalangan business. Lima butir utama dalam ktt ini, air, energi, kesehatan, pertanian dan keanekaragaman mulai memperlihatkan kerentanannya. Seperti dikatakan oleh sekjen WSSD Nitin Desai, lsm-lsm pada ktt ini adalah mitra yang sejajar. Dewasa ini diperkirakan 1,3 milyar manusia kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka pada umumnya adalah kalangan miskin. Disadari sepenuhnya bahwa untuk menyediakan air, energi, pemilikan dan penguasaan tanah yang adil untuk pertanian atau kebutuhan misalnya hanya bisa terlaksana dengan melibatkan yang bersangkutan. Dan mereka itu adalah justru lapisan ekonomi lemah. Tidak mengherankan lsm-lsm manca negara yang datang ke Johannesburg ini murka dengan pembatasan jumlah wakil mereka yang diperbolehkan memasuki gedung tempat berlangsungnya konperensi ini. Alasan pembatasan itu adalah bahwa kapasitas gedung ini enam atau 7000 orang. Demi keamanan, maka jumlah yang diperbolehkan memasuki gedung ini dibatasi. Kebanyakan lsm tidak percaya alasan pembatasan memasuki ktt PBB ini adalah alasan keamanan. Mereka berpendapat, ktt ini sudah disiapkan berbulan-bulan lalu, penyelenggara mengetahui kapasitas gedung. Mengapa baru diumumkan menjelang pembukaan ktt ini. Mengherankan bahwa delegasi tidak mengalami kesulitan memasuki gedung. Banyak lsm mengatakan bahwa ktt mengenai penyediaan air, energi dst demi pembangunan yang berlanjut, sekarang dikuasai oleh kalangan bisnis. Kalangan bisnis melihat banyak peluang bagi mereka menyangkut butir-butir utama. Lsm-lsm berada di Johannesburg, untuk menyuarakan kebutuhan mereka yang lemah, yang kesulitan mendapatkan air bersih, energi, lahan, pendek kata mengentaskan kemiskinan yang adalah inti ktt ini. Dan ketegangan diantara kedua kubu itu sangat nyata dalam ktt ini. Seperti dikatakan oleh Juni Thamrin dari Indonesian Parnership for local governance initiative (IPGI) yang menekuni pemilikan dan penguasaan tanah, aset penting dalam pembangunan. Juni Thamrin [JT]: Baru saja kami ada pertemuan dari major group, NGO dan macam-macam yang mengalami kesulitan hanya untuk bisa masuk ke dalam gedung, dalam pertemuan UN yang ada di Yohannesburg ini, di Sandton ini. Banyak hal, dan ini juga saya kira persoalan kombinasi antara persoalan struktural dan juga mungkin kapasitas pengaturan yang tidak memadai dari petugas-petugas yang ada sekarang, sehingga ini menyulitkan. Dua hal yang menyulitkan. Pertama bahwa pertemuan WSSD ini dilakukan di tiga tempat yang sangat terpisah jauh. Satu di Sandton, di satu pusat perekonomian, ini pertemuan resminya. Dan satu lagi di Nasrec yang kira-kira 1,5 jam perjalanan dengan bis. Itu pertemuan people global forum, kemudian satu lagi ada pertemuan bisnis forum di Obuntu yang lebih dekat dengan Sandton. Kemudian akses kelompok-kelompok major group dari civil society untuk ke Sandton itu pertama kali sudah dihambat dengan jarak. Yang kedua kemudian dihambat secara administratip dengan pengaturan. Walaupun kami sudah punya pas untuk masuk, tapi kemudian untuk masuk gedung pertemuan juga harus ada secondary pas untuk juga bisa masuk di dalam gedung dan kemudian mengikuti plenery yang ada di dalam grup ataupun side event yang ada di dalam grup. Itu pun tempat duduknya dibatasi sehingga sangat sulit sekali. Ini salah satu perjuangan juga untuk bisa masuk. Belum lagi untuk berdiskusi dan melakukan negosiasi terhadap materinya. Jadi untuk sampai ke sana perjalanannya cukup jauh. Radio Nederland: Jadi masuk secara fisik saja sudah sulit ya. Padahal Anda ada pas. Saya bacakan: major group, nama Anda dan foto Anda. Dan pas ini Anda dapatkan dari PBB ya? JT: Ya. Saya punya pas masuk untuk di Sandton. Dan kemudian kemarin saya juga sudah antri untuk secondary pas untuk hanya bisa masuk ke dalam gedung. Tapi tadi saya juga menghadapi kesulitan karena kemudian ada semacam quota dan itu kita tahu quota itu siapa yang menentukan dan bagaimana mereka bisa mengecheck. Mereka katakan demi kapasitas gedung dan juga kalau ada kebakaran dan sebagainya, bisa cepat diatasi. Tapi persoalan ini ternyata membuat kita menjadi kesulitan. Baru saja banyak kawan-kawan dari NGO dan major group lain complain mengenai situasi ini. Besok mereka akan mencoba mengajak media untuk melihat bahwa memang aksesibilitas terhadap harusnya UN ini terbuka untuk umum, sangat-sangat dibatasi dengan alasan security dan alasan-alasan lainnya. Tapi menurut saya nampaknya alasan ini ada sesuatu di baliknya. Sesuatu itu adalah sebetulnya dugaan kami ada konspirasi di mana kelompok bisnis itu relatif lebih muda dan lebih dekat dengan kelompok-kelompok delegasi resmi. RN: Kelompok bisnis, jadi misalnya orang-orang dari pertambangan? JT: Ya kelompok bisnis ini biasanya dan umumnya mereka adalah bagian dari multinational cooperation. Suatu contoh, di Obuntu mereka bisa book semua fasilitas tempat tinggal sehingga kami misalnya, delegasi dari civil society dan major group lainnya yang ada, ini terpaksa tinggal jauh. Kami pun tinggal di dalam tenda sekarang. Dari group found foundation ada 400 orang itu sebagian orang kami tinggal di tenda yang jaraknya, kalau di Jakarta itu seperti Jakarta-Bogor. Dan bayangkan, acara resmi itu dimulai jam 8.30. Demikian Juni Thamrin dari Indonesian Parnership for local governance initiative (IPGI). Dan sekian laporan Yanti Mualim dari Johannesburg. * Normal;heading 1;heading 2;heading 3; TOPIK GEMA WARTA: TIBA SAATNYA ANGKATAN LAUT INDONESIA MENDAPAT PRIORITAS TIBA SAATNYA ANGKATAN LAUT INDONESIA MENDAPAT PRIORITAS Jales Viva Jaya Mahe, di laut kita jaya. Semboyan ini pasti melekat di benak setiap prajurit TNI Angkatan Laut. Semboyan ini seolah menjadi pengingat, sebagai negara kepulauan, Indonesia semestinya meletakkan dasar-dasar pengamanan dan pertahanannya dengan terus memperkuat armada lautnya. Apalagi luas lautan Indonesia mencapai 7,6 juta kilometer persegi atau empat kali luas daratannya. Tetapi bagaimana bisa jaya di atas laut, kalau peralatan tempur dan kapal-kapal perang kita sudah uzur, sudah ketinggalan jaman? Tak tanggung-tanggung, bahkan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Bernard Kent Sondakh mengakui kekuatan tempur TNI Angkatan Laut saat ini, dapat dikatakan lumpuh. Karena sejumlah peralatannya belum diperbaharui. Juru bicara Angkatan Laut Sugeng Waluyo menjelaskan, kapal-kapal yang dimiliki Angkatan Laut saat ini sudah berusia tua. Termasuk 16 kapal perang bekas angkatan perang Jerman yang diimpor beberapa tahun silam. Pilihan paling masuk akal atas kondisi sekarang ini hanyalah memperbaiki kapal-kapal itu. Dibutuhkan dana sekitar 48 juta dolar atau Rp. 400 miliar lebih. Sugeng Waluyo: Sesuai dengan yang sudah dilaksanakan, untuk satu kapal itu tiga juta dolar. Program kita untuk mengganti mesin, 16 kapal dari Jerman Timur. Duitnya sedang kita minta ke pemerintah. Kita akan memanfaatkan pembagian dari satu triliun itu yang disetujui DPR. Tak heran, dengan peralatan dan sarana yang sudah kadaluarsa, Angkatan Laut Indonesia acap menjadi bulan-bulanan para pencoleng kekayaan laut. Mereka bisa bebas menguras isi laut, tanpa perlu takut terhadap patroli petugas. Karena mereka tahu, kapal-kapal TNI tak bakalan mampu mengejar laju kapal mereka. Jutaan ton ikan, pasir laut, dan beragam kekayaan laut Indonesia pun dikuras ke luar negeri. Alasan ini juga yang membuat DPR menambah anggaran TNI/Polri sebesar Rp. 1 trilyun. Meski dinilai kurang, anggota Komisi I DPR Effendy Choirie mengatakan, tambahan dana itu sudah lebih baik daripada tidak ada tambahan sama sekali. Apalagi DPR memutuskan untuk lebih mengembangkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Alasannya selama ini Pemerintah hanya menekankan pada pengembangan Angkatan Darat saja. Effendy Choirie: Realitas selama ini AL dan AU tidak memperoleh porsi yang proporsional. Yang diperhatikan hanya AD. Sementara wilayah kita ini yang terluas adalah laut dan tentu saja udara. Untuk laut dan udara, yang perlu memperoleh perhatian adalah teknologinya, adalah peralatannya. Oleh karena itu secara pelan, tetapi harus, orientasi ini harus segera diubah. Namun hal itu dibantah TNI Angkatan Darat. Juru Bicara TNI Angkatan Darat Ratyono mengakui angkatannya banyak mendapat fasilitas dan dana. Tapi menurut dia, hal itu karena Angkatan Darat memiliki jumlah personil yang lebih banyak. Mereka bahkan dipersenjatai. Ratyono: O enggak, justru AD itu yang banyak itu orangnya. Karena bedanya memang AD itu adalah personil yang dipersenjatai. Nah kalau AL dan AU adalah alutsiska yang diawaki. Jadi seperti kapal, pesawat itu memang manusianya terbatas. Kalau darat ini kekuatan utamanya terletak pada manusianya. Sama dengan angkatan laut, TNI Angkatan Darat, menurut Ratyono juga memiliki kendala operasional akibat 80 persen peralatan tempurnya sudah tua. Selain itu, beberapa kebijakan politis juga dinilai merugikan pasukan hijau loreng ini. Seperti peralatan canggih jenis tank scorpion asal Inggris yang tidak boleh dipakai dalam operasi dalam negeri. Padahal tank mahal untuk menghadapi musuh asing itu memakan biaya perawatan yang tinggi. Pembelian alat tempur canggih tersebut seakan sia-sia, karena tidak bisa digunakan. Pengamat militer asal Pusat Studi Kebijakan Internasional Strategis CSIS Edy Prasetyono mengatakan, tidak sederhana untuk menghitung satu angkatan lebih banyak memiliki peralatan dibanding angkatan lainnya. Itu tergantung pada titik tekan sistem pertahanan yang akan digunakan. Edy Prasetyono: Konflik separatisme misalnya. Nah, kalau konflik separatisme dan sebagainya kan kita enggak perlu senjata yang sangat canggih. Ini ada ukuran-ukuran, misalnya jenis senjata apa yang digunakan untuk setiap konflik, itu akan beda. Kalau misalnya konflik separatisme dan sebagainya itu enggak mungkin dihadapi misalnya dengan F16, atau senjata yang canggih. Menurut Prasetyono, sesuai dengan Undang-Undang Pertahanan yang baru, sistem pertahanan negara harus memperhatikan aspek geografis. Maka tepat jika pemerintah segera memperhatikan peralatan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Alasannya sederhana, sebagian besar wilayah RI adalah laut dan udara. Tak pelak lagi, kejayaan di laut memang perlu kembali ditegakkan. Jangan sampai semboyan Jales Viva Jaya Mahe yang berarti di laut kita jaya, malah berbalik menjadi: justru di laut kita payah. Tim liputan 68h Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum * HAKIM INDONESIA TIDAK BERKOPETENSI MENGADILI PARA TERSANGKA KASUS PEMASANGAN BENDERA RMS Intro: Hari ini lima belas tersangka kasus penaikan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) diadili. Mereka bisa dijatuhi hukuman penjara enam tahun, karena dianggap melanggar kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun menurut Umar Santi, wakil Front Kedaulatan Maluku (FKM) di Eropa, Indonesia tidak berhak mengadili mereka, karena ini adalah masalah internasional. Selain itu pimpinan eksekutif FKM ini menegaskan, pengadilan ini banyak positifnya bagi perjuangan rakyat Maluku. Umar Santi [US]: Supaya rakyat mengerti juga dari Sabang sampai Merauke, kenapa orang Maluku meminta kedaulatannya kembali. Namanya itu syah menurut hukum-hukum Internasional. Indonesia mendapat kedaulatan bukan untuk negara kesatuan Republik Indonesia tapi dalam federasi republik Indonesia Serikat. Dan juga kalau saya tidak salah dalam 11 Maret 1947, Dewan Maluku Selatan mengambil keputusan masuk sementara di negara Indonesia Timur. Negara yang termasuk Republik Indonesia Serikat. Tetapi dalam negosiasi bersama Indonesia Timur, saudara Sukawati yang sudah menyerah untuk Republik Indonesia, Dewan Maluku Selatan ambil keputusan keluar dari Negara Indonesia Timur dengan right of self determination yang sudah tertulis dalam itu akkord 25 April 1950, bangsa Maluku ambil keputusan di satu provisi rapat umum untuk proklamasikan negara tersendiri. Inilah pandangan saya selaku wakil RMS di Eropa dan juga pimpinan eksekutif, bahwa Republik Maluku Selatan itu sah dalam pandangan saya. Kalau satu negara sudah aneksasi negara lain itu artinya hakim internasional harus menolak keputusan katakan saja hakim nasional. Bukan kompetensi hakim nasional. Ini kompetensinya hakim internasional misalnya saja PBB atau mahkamah internasional di Den Haag. Bari Muchtar [BM]: Karena ini bukan masalah intern Indonesia dalam negeri, tetapi anda melihat ini masalah internasional. US: Ya! sebab kedaulatan tiap-tiap bangsa di dunia iu soal internasional. Apalagi di tahun 1950an ada UNCI, United Nations Commission for Indonesia, yang mau bicara maslaah itu tapi tertunda perang Korea tahun 1953. BM: Tapi terakhir pak Umar ada orang selalu menyebut republik Maluku Selatan itu keinginan merdeka itu hanya hanya keinginan sekelompok orang Maluku di negeri Belanda saja. US: Bukan sendiri orang Maluku di Belanda yang ingin merdeka tetapi seluruh bangsa Maluka yang ada di sana. Sebab dahulu dipegang dengan kekerasan, dengan rejim Suharto, saya bisa omong terbuka. Bulan Mei 1998 Suharto jatuh bersama reformasi, juga reformasi di Maluku, bangsa Maluku sekarang tambah hari tambah insyaf, bangsa Maluku juga bisa berdiri sendiri, namanya sudah proklamasikan 5 April 1950. Nah saya mau bilang juga barangkali disangka juga dengan pemerintah Indonesia atau dengan Jafar Umar Thalib, ini cuma dapat kedaulatan kembali RMS cuma warga Kristen. Saya tolak itu pandangan! ini tidak benar. Itu permainan politik. Demikian Umar Santi, wakil Front Kedaulatan Maluku (FKM) di Eropa. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
